Comparative Analysis Of Energy Industry Financial Performance Before. During Peak. And After The Covid-19 Pandemic Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Industri Energi Sebelum. Saat Puncak. Dan Setelah Pandemi Covid-19 Shanessa Odelia . Alvin Aerio Saner . Charice Tjusanto . Chelsea Cecilia . Keisha Meivianna . Laura Amelia . Lienly Calliesta . Nicholle Christie Saputro . 1,2,3,4,5,6,7,. Universitas Tarumanagara Email: 1 odeliashanessa@gmail. ARTICLE HISTORY Received . April 2. Revised . May 2. Accepted . May 2. KEYWORDS Financial Performance. Quick Ratio (QR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Equity (ROE), dan Asset Turnover (ATO). This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan signifikan rasio keuangan perusahaan sektor energi di BEI pada tahun 2018 . ra-pandem. , 2021 . uncak pandem. , dan 2024 . Rasio yang dianalisis meliputi likuiditas (QR), solvabilitas (DER), profitabilitas (ROE), dan aktivitas (ATO). Sampel dipilih secara purposive dari perusahaan yang memiliki laporan keuangan lengkap pada ketiga periode. Dengan pendekatan kuantitatif dan uji statistik (One Way ANOVA. Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitne. , hasil menunjukkan perbedaan signifikan hanya pada rasio likuiditas (QR), sedangkan DER. ROE, dan ATO tidak berbeda signifikan. Temuan ini memberikan gambaran daya tahan sektor energi terhadap krisis serta menjadi pertimbangan bagi investor dan pembuat kebijakan. ABSTRACT This study aims to analyze significant differences in the financial ratios of energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2018 . re-pandemi. , 2021 . uring the peak of the pandemi. , and 2024 . ost-pandemi. The analyzed ratios include liquidity (Quick Ratio/QR), solvency (Debt to Equity Ratio/DER), profitability (Return on Equity/ROE), and activity (Asset Turnover/ATO). The sample was purposively selected from companies with complete financial reports for all three periods. Using a quantitative approach and statistical tests (One Way ANOVA. Kruskal-Wallis, and Mann-Whitne. , the results show a significant difference only in the liquidity ratio (QR), while DER. ROE, and ATO do not exhibit significant differences. These findings provide insight into the resilience of the energy sector during crises and offer valuable considerations for investors and policymakers. PENDAHULUAN Pandemi Covid-19 yang dimulai pada awal tahun 2020 membawa dampak besar terhadap perekonomian global, salah satunya Indonesia. Ketidakpastian akibat pandemi telah berdampak besar dalam menurunnya pendapatan nasional dan melemahkan kinerja perusahaan di hampir semua sektor (Tibiletti et al. , 2. Sektor energi menjadi salah satu yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19, mencakup sub sektor minyak dan gas, ketenagalistrikan, serta energi baru dan terbarukan. Selama masa tersebut, terjadi penurunan signifikan dalam produksi energi primer seperti minyak, gas, dan batubara akibat terganggunya distribusi, hambatan logistik, dan melemahnya permintaan global. Tekanan juga muncul dari menurunnya konsumsi energi, yang dipengaruhi oleh kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat dan penurunan operasional industri. Penerapan kebijakan pemerintah seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah, serta penutupan lokasi-lokasi wisata dan pusat industri menyebabkan adanya penurunan permintaan energi secara drastis. Menurut data dari berbagai sumber, pandemi menyebabkan banyak perusahaan energi menghadapi kondisi arus kas negatif, terutama pada masa puncak pandemi di tahun 2021. Penurunan konsumsi energi industri dan rumah tangga yang cukup signifikan juga menyebabkan kinerja keuangan sektor energi melemah, ditandai dengan penurunan margin laba, turunnya efisiensi operasional, dan meningkatnya risiko keuangan (Makki & Alqahtani, 2. Gangguan pada rantai pasok global turut memperburuk krisis distribusi energi, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan terhadap perusahaan energi, baik berskala besar maupun menengah. Menganalisis kinerja keuangan pada periode sebelum, saat puncak, dan setelah pandemi menjadi sangat penting untuk menilai ketahanan dan kemampuan adaptasi sektor energi dalam menghadapi krisis Kinerja ini dapat dianalisis melalui sejumlah indikator keuangan, antara lain profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas. Perbandingan antar periode tersebut dapat memberikan pemahaman tentang bagaimana perusahaan energi mengelola keuangannya dalam kondisi ekstrim, serta potensi pemulihan pasca-pandemi (Makki & Alqahtani, 2. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan di sektor energi pada tiga periode Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,May 2025 page: 293 - 304 | 293 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 utama, yaitu sebelum pandemi . , saat puncak pandemi . , dan setelah pandemi . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan signifikan dalam indikator keuangan utama seperti rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas selama ketiga periode tersebut. Kajian ini diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi investor, temuan dalam studi ini dapat dijadikan referensi yang objektif untuk menilai daya tahan serta kinerja perusahaan energi selama masa krisis, sehingga dapat memperkuat pengambilan keputusan investasi yang didasarkan pada data historis (Rheynaldi et al. , 2. Bagi pihak manajemen, hasil temuan ini berguna untuk menilai kembali efektivitas strategi keuangan yang telah dijalankan selama periode krisis. Penelitian ini turut berkontribusi dalam memperluas kajian empiris mengenai dampak pandemi terhadap sektor energi, terutama melalui penggunaan pendekatan statistik non-parametrik yang masih relatif jarang diaplikasikan dalam penelitian keuangan (Uttary Selvira Hendrawan Wijaya & Farah Margaretha Leon, 2. Bagi pembuat kebijakan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam merancang kebijakan pemulihan sektor energi, termasuk dukungan fiskal dan Secara metodologis, penelitian ini mendorong penggunaan Uji Kruskal-Wallis dalam analisis keuangan saat asumsi parametrik tidak terpenuhi, memperluas pendekatan dalam riset manajemen LANDASAN TEORI Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas dalam periode tertentu. Menurut Kasmir . , laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan ini memiliki peran penting sebagai sumber informasi dan sarana pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Hutabarat . , yang menyatakan bahwa laporan keuangan merupakan hasil proses pencatatan aktivitas keuangan perusahaan yang digunakan untuk menginformasikan kondisi dan kinerja keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Dengan demikian, laporan keuangan tidak hanya menjadi alat komunikasi informasi keuangan, tetapi juga dasar evaluasi kinerja dan perencanaan strategi perusahaan ke depan. Rasio Keuangan Rasio keuangan merupakan salah satu metode dalam analisis keuangan yang berfungsi sebagai indikator untuk menilai perkembangan suatu perusahaan. Rasio ini dihitung dengan menggunakan data yang diambil dari laporan keuangan dalam satu periode akuntansi tertentu. Melalui analisis rasio keuangan, perusahaan dapat mengetahui sejauh mana kinerja keuangannya berjalan secara maksimal (Talitha Ayu Maritza et al. , 2. Secara umum, rasio keuangan digunakan oleh pihak manajemen sebagai dasar dalam menetapkan berbagai kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan keuangan. Proses ini dikenal dengan istilah analisis rasio keuangan, yaitu kegiatan membandingkan angka-angka dalam laporan keuangan untuk memperoleh informasi yang relevan mengenai kondisi keuangan perusahaan. Rasio Likuiditas Menurut Oktaviansyah . , rasio likuiditas disebut juga dengan rasio modal kerja dan digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Dengan kata lain, rasio ini dipakai perusahaan untuk mengukur kemampuan mereka dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Quick Ratio (QR) Quick Ratio merupakan salah satu rasio likuiditas yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang paling likuid tanpa memperhitungkan persediaan. Menurut Delvi . , persediaan tidak diperhitungkan karena persediaan memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan dibanding aset lain. Semakin tinggi nilai QR, maka semakin baik kondisi likuiditas perusahaan. Rumus perhitungan QR adalah sebagaimana berikut: Nilai QR yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki aset lancar yang cukup untuk segera memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa harus menjual persediaan. Sebaliknya, nilai QR yang rendah dapat mengindikasikan potensi masalah likuiditas. Rasio Solvabilitas Dalam memperhitungkan sejauh mana aktiva perusahaan didanai oleh utang, perusahaan dapat menggunakan rasio solvabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam . Shanessa Odelia. Alvin Aerio Saner. Charice Tjusanto. Chelsea Cecilia. Keisha Meivianna. Laura Amelia. Lienly Calliesta. Nicholle Christie Saputro . Comparative Analysis Of Energy Industry . membayar hutang jangka panjangnya apabila perusahaan dibubarkan. Atau singkatnya, seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang. (Oktaviansyah, 2. Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Equity Ratio adalah rasio solvabilitas yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan membiayai operasinya melalui utang dibandingkan dengan ekuitas. Menurut Jurnal. DER merupakan rasio keuangan yang membandingkan jumlah utang dengan ekuitas, yang memberikan gambaran tentang struktur permodalan perusahaan serta tingkat risiko yang ditanggung oleh kreditor dan DER mengukur proporsi utang terhadap modal sendiri, sehingga semakin tinggi nilainya, semakin besar pula ketergantungan perusahaan terhadap sumber dana eksternal . , yang dapat meningkatkan risiko keuangan. Namun, dalam beberapa kasus. DER yang tinggi juga dapat mencerminkan strategi leverage yang agresif dalam membiayai ekspansi perusahaan. Rumus perhitungan DER adalah sebagai berikut: DER dianalisis untuk melihat kecenderungan struktur permodalan perusahaan energi pada tiga titik waktu berbeda, apakah terdapat peningkatan ketergantungan pada utang atau sebaliknya. Rasio Profitabilitas Profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas manajemen dalam menghasilkan laba dari penjualan maupun dari aset yang dimiliki perusahaan. Rasio ini menunjukkan tingkat keberhasilan perusahaan dalam memperoleh keuntungan (Oktariansyah, 2. Return on Equity (ROE) Return on Equity (ROE) merupakan rasio profitabilitas yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih terhadap total ekuitas yang dimiliki. ROE mencerminkan tingkat efisiensi manajemen dalam menggunakan modal pemegang saham untuk menghasilkan keuntungan. Semakin tinggi nilai ROE, maka semakin baik kinerja keuangan perusahaan karena menunjukkan efektivitas penggunaan dana internal. Rumus perhitungan ROE adalah: Menurut Zahir Accounting . ROE merupakan ukuran kinerja keuangan yang dihitung dengan membagi laba bersih dengan ekuitas pemegang saham, yang menunjukkan seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang telah diinvestasikan oleh pemilik. Dalam konteks penelitian ini. ROE digunakan untuk mengukur perubahan tingkat profitabilitas perusahaan energi dari waktu ke waktu, serta menjadi indikator utama dalam menilai efektivitas kinerja manajerial. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas dimanfaatkan untuk mengevaluasi sejauh mana perusahaan mampu menjalankan kegiatan operasionalnya sehari-hari. Melalui pengukuran dengan rasio ini, dapat diketahui apakah perusahaan telah mengelola asetnya secara efisien dan efektif, atau justru menunjukkan kinerja yang kurang optimal. (Kasmir, 2015: . Asset Turnover Ratio (ATO) Asset Turnover Ratio adalah rasio aktivitas yang mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan seluruh asetnya untuk menghasilkan penjualan. Rasio ini dihitung dengan membagi penjualan bersih dengan rata-rata total aset perusahaan. Adapun rumus perhitungan ATO adalah: Semakin tinggi nilai rasio ini, maka semakin efisien perusahaan dalam mengelola asetnya untuk menciptakan keuntungan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap kinerja keuangan, khususnya Return on Asset. (Siregar, et al. , 2. Nilai rasio yang rendah dapat menunjukkan bahwa aset yang dimiliki belum dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan operasional perusahaan. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dari populasi tersebut, dipilih 37 perusahaan sebagai sampel penelitian. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Adapun kriteria yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah sebagaimana berikut: Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,May 2025 page: 293 - 304 | 295 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Tabel 1. Proses Seleksi Sampel Kriteria Perusahaan sektor energi yang tercatat di BEI sebelum 2018 Perusahaan yang tidak memiliki data laporan keuangan yang lengkap periode 2018, 2021. Perusahaan yang tidak menyajikan data laporan keuangan yang lengkap periode 2018, 2021, dan 2024 Perusahaan menggunakan mata uang selain United States Dollar (USD) pada laporan Perusahaan menggunakan mata uang United States Dollar pada laporan keuangan Sumber: Data diolah . Jumlah . Jenis. Lokasi, dan Waktu Penelitian Metode penelitian memiliki peran penting dalam menentukan kualitas dan relevansi hasil penelitian. Data yang diperoleh harus sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat dianalisis secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian yang berfokus pada pengolahan dan analisis data berupa angka untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Dalam penelitian ini, data dianalisis menggunakan beberapa uji statistik, yaitu uji normalitas untuk mengetahui distribusi data, uji Kruskal-Wallis untuk menguji perbedaan kinerja keuangan antar perusahaan sektor energi pada tiga periode waktu, serta uji Mann-Whitney sebagai uji lanjutan jika ditemukan perbedaan signifikan dari hasil uji KruskalWallis. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat cross-section, yaitu data yang dikumpulkan pada waktu tertentu dari beberapa unit analisis yang berbeda. Menurut Abduh . , desain cross-section digunakan untuk membandingkan dua atau lebih kelompok atau unit analisis dalam hal karakteristik tertentu, seperti sikap, keyakinan, atau praktik. Dalam konteks penelitian ini, perbandingan dilakukan antar perusahaan sektor energi berdasarkan rasio keuangan yang dimiliki, yaitu Quick Ratio (QR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Equity (ROE), dan Asset Turnover (ATO). Selain itu, data keuangan perusahaan diambil pada beberapa periode waktu, yaitu tahun 2018, 2021, dan 2024, untuk melihat perubahan kinerja keuangan perusahaan sebelum, saat, dan setelah pandemi Covid-19. Meskipun data diambil dari beberapa periode, data tersebut tetap bersifat cross-section karena dianalisis secara terpisah pada masing-masing periode untuk membandingkan kondisi antar perusahaan di tahun tersebut. Definisi Operasional Variabel Tabel 2. Proses Seleksi Sampel Rasio Rumus Skala Quick Ratio (QR) Rasio Debt to Equity (DER) Rasio Return on Equity (ROE) Rasio Asset Turnover (ATO) Rasio Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data yang tidak diperoleh secara langsung dari sumber atau responden. (Radiko Arvyanda et al. , 2. menjelaskan bahwa data sekunder didapatkan melalui sebuah perantara seperti bukti, catatan, buku, jurnal, atau laporan historis yang sudah tersusun dalam arsip atau data dokumenter. Dalam penelitian ini, data sekunder tersebut berupa laporan keuangan tahunan perusahaan energi yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk tahun 2018, 2021, dan Seluruh data diperoleh melalui website resmi Bursa Efek Indonesia . dan melalui situs resmi masing-masing perusahaan. Shanessa Odelia. Alvin Aerio Saner. Charice Tjusanto. Chelsea Cecilia. Keisha Meivianna. Laura Amelia. Lienly Calliesta. Nicholle Christie Saputro . Comparative Analysis Of Energy Industry . Analisis Statistik Deskriptif (Martias, 2. dalam penelitiannya menyatakan bahwa statistika deskriptif merupakan salah satu metode statistik yang berfokus pada proses pengumpulan, penyajian, dan penyederhanaan data sehingga dapat memberikan informasi yang bermanfaat. Informasi yang bermanfaat di sini dimaksudkan agar hasil penyajian data dapat memudahkan pembaca atau pengguna informasi dalam membaca, memahami, dan memanfaatkan data secara optimal. Selain itu, bentuk penyajian deskriptif dari data dapat disesuaikan dengan kebutuhan penelitian dan tujuan penyampaian informasi. Peneliti memiliki keleluasaan untuk menentukan jenis deskripsi data yang akan digunakan, sehingga data yang disajikan dapat menggambarkan informasi secara jelas, sederhana, dan mudah dipahami. Uji Normalitas Uji normalitas merupakan sebuah uji yang digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data berdistribusi normal atau tidak (Sintia dkk. , 2. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan terhadap masing-masing data rasio keuangan yaitu QR. DER. ROE, dan ATO untuk melakukan analisis statistik yang Untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak maka akan menggunakan analisis statistik One-Sample Kolmogorov Smirnov. Jika pada hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan p value atau nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05, maka data dikatakan berdistribusi normal. Sebaliknya, jika p-value lebih kecil dari 0,05, maka data tersebut berdistribusi tidak normal (Susi Susilawati Harahap, 2. Hasil dari uji normalitas ini akan menjadi dasar untuk menguji perbedaan kinerja keuangan perusahaan. Uji Kruskal Wallis Uji Kruskal-Wallis merupakan uji statistik non parametrik yang digunakan untuk membandingkan tiga atau lebih kelompok independen guna menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan di antara mereka (Datatab, 2. Uji Kruskal -Wallis biasa digunakan pada penelitian desain comparison . Syarat Uji Kruskal- Wallis dibagi menjadi tiga, yaitu data tidak harus berdistribusi normal, lebih dari dua kelompok sampel yang saling independen atau tidak berhubungan/tidak berpengaruh satu sama lain, skala data minimal ordinal (Abiodun Isaac Agunbiade, 2. Uji Kruskal-Wallis tidak memerlukan asumsi bahwa data berdistribusi normal. Namun, uji ini mengasumsikan bahwa setiap kelompok berasal dari populasi dengan bentuk distribusi yang sama dan bahwa sampel diambil secara acak serta independen satu sama lain (Gibbons & Chakraborti, 2. Dalam pelaksanaannya, uji ini menggunakan peringkat data . ukan nilai menta. untuk menghitung statistik uji, yang pada prinsipnya mirip dengan ANOVA satu arah, yaitu membandingkan variasi antar kelompok dengan variasi dalam kelompok. Secara umum, uji Kruskal-Wallis bersifat dua sisi . wo-taile. , karena bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan signifikan antar kelompok, tanpa menyatakan arah perbedaan tersebut (Hothorn, 2. Uji Mann Whitney Uji Mann-Whitney adalah metode statistik non-parametrik yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok independen, terutama ketika data tidak berdistribusi normal atau berskala ordinal (Exsight, 2. Dalam konteks analisis kinerja keuangan perusahaan, uji ini berguna untuk mengevaluasi perbedaan signifikan antara dua kelompok perusahaan berdasarkan rasio keuangan tertentu. Secara teknis. Uji MannWhitney dilakukan dengan mengurutkan semua data dari kedua kelompok, lalu menghitung dan membandingkan jumlah peringkatnya. Nilai signifikansi (Asymp. Sig. ) yang dihasilkan dari uji ini digunakan untuk pengambilan keputusan. Jika nilai p-value < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok dalam arah hipotesis yang diuji. Sebaliknya, jika nilai p-value Ou 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Interpretasi ini menunjukkan seberapa besar kemungkinan bahwa perbedaan yang diamati hanya terjadi secara kebetulan. Studi oleh Santiago do Ceu dan Gaspar . menunjukkan bahwa Uji Mann-Whitney efektif dalam membedakan karakteristik keuangan perusahaan yang sehat dan yang bangkrut, sehingga uji ini dinilai tepat dalam menilai performa keuangan berdasarkan kelompok yang berbeda. Uji One Way ANOVA Secara konsep. One Way ANOVA atau analisis varians satu arah merupakan metode statistik yang digunakan untuk membandingkan rata-rata dari lebih dari dua kelompok data. Menurut (Retno Palupi & Andrew Eka Prasetya, 2. , uji ini merupakan pengembangan dari uji-t yang sebelumnya hanya membandingkan dua kelompok. One Way ANOVA menguji signifikansi perbedaan antar kelompok untuk mengetahui apakah sampel-sampel tersebut berasal dari populasi yang sama atau berbeda secara Dalam praktiknya, uji ini digunakan untuk mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok dalam variabel yang diteliti. Jika nilai p-value yang dihasilkan dari uji ANOVA kurang dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok. Sebaliknya, jika nilai p-value Ou 0,05, maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan, yang artinya variasi Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,May 2025 page: 293 - 304 | 297 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 yang terjadi antar kelompok kemungkinan hanya disebabkan oleh faktor kebetulan. Selain itu, uji ini sering digunakan ketika peneliti ingin melihat pengaruh suatu variabel bebas terhadap variabel terikat di beberapa kelompok yang berbeda. Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Perusahaan Energi di Indonesia Kinerja Keuangan Sebelum Pandemi Covid-19 (Tahun Quick Ratio (QR) Debt to Equity Ratio (DER) Return on Equity (ROE) Asset Turnover (ATO) Kinerja Keuangan Saat Pandemi Covid-19 (Tahun 2. Kinerja Keuangan Setelah Pandemi Covid-19 (Tahun Quick Ratio (QR) Quick Ratio (QR) Debt to Equity Ratio (DER) Return on Equity (ROE) Asset Turnover Debt to Equity Ratio (DER) Return on Equity (ROE) Asset Turnover (ATO) Persebaran Data Normal (ATO) Uji One Way ANOVA Persebaran Data Tidak Normal Uji Kruskal Wallis Uji Beda: Tukey HSD Uji Beda: Mann Whitney U Hasil Uji Beda Interpretasi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Statistik Deskriptif Pada penelitian ini terdapat empat rasio yang menjadi penilaian bagi kinerja perusahaan pada masa sebelum Covid-19 . , saat puncak Covid-19 . , dan setelah Covid-19 selesai. Melalui empat rasio (Quick Ratio. Debt to Equity Ratio. Return on Equity, dan Asset Turnover Rati. , dapat terlihat fluktuasi maupun tren industri energi dalam menghadapi masa-masa tersebut. Hasil perhitungan statistik deskriptif variabel penelitian dapat dilihat melalui tabel 2. Berdasarkan tabel 2, dapat terlihat bahwa hasil perhitungan statistik deskriptif menunjukkan bahwa Rasio likuiditas yang digunakan yaitu Quick Ratio (QR) menunjukkan adanya trend peningkatan, rata-rata QR dari tahun 2018 sebesar 94% menjadi 139,8% pada tahun 2021 dan meningkat lagi menjadi 228,9% pada tahun 2024. Hal ini menandakan bahwa perusahaan sektor energi semakin mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya tanpa harus menjual persediaan baik dari periode sebelum-puncak-setelah pandemi. Namun, standar deviasi juga meningkat signifikan di 2024 sebesar 3,29 yang menunjukkan keragaman besar antar perusahaan dalam likuiditasnya. Rasio solvabilitas yang digunakan yaitu Debt on Equity Ratio (DER) menunjukkan adanya penurunan fluktuasi ekstrem, rata-rata DER dari tahun 2018 sebesar 46,7% meningkat menjadi 103,2% pada tahun 2021 dan menurun menjadi 60,4% pada tahun 2024. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan pada tahun 2021 menandakan kenaikan penggunaan utang, namun terjadi penurunan kembali pada tahun 2024 yang mencerminkan terjadinya perbaikan struktur modal. Penurunan standar deviasi dari 2018 ke 2024 menunjukkan bahwa struktur permodalan antar perusahaan sektor energi menjadi lebih stabil dan seragam. Shanessa Odelia. Alvin Aerio Saner. Charice Tjusanto. Chelsea Cecilia. Keisha Meivianna. Laura Amelia. Lienly Calliesta. Nicholle Christie Saputro . Comparative Analysis Of Energy Industry . Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Rasio Keuangan Minimum Maximum Mean Std. Deviation QR 2018 QR 2021 QR 2024 DER 2018 DER 2021 DER 2024 ROE 2018 ROE 2021 ROE 2024 ATO 2018 ATO 2021 ATO 2024 Valid N . Rasio Likuiditas Rasio Solvabilitas Rasio Profitabilitas Rasio Aktivitas Sumber: Data sekunder dari laporan keuangan yang diolah menggunakan SPSS, 2025 Rasio profitabilitas yang digunakan yaitu Return on Equity Ratio (ROE) menunjukkan kecenderungan yang relatif stabil sepanjang periode 2018 hingga 2024, dengan rata-rata ROE dari tahun 2018 sebesar 19% menurun menjadi 17,6% pada tahun 2021 dan meningkat kembali menjadi 21% pada tahun 2024 yang menandakan adanya pemulihan kinerja keuangan dalam menghasilkan laba dari ekuitas. Selain itu, penurunan standar deviasi yang relatif stabil dari tahun 2018 yaitu 0,401 menurun menjadi 0,316 pada tahun 2021 dan lanjut turun menjadi 0,257 pada tahun 2024 mengindikasikan bahwa kinerja profitabilitas antar perusahaan semakin merata dan konsisten, serta mencerminkan peningkatan kestabilan operasional. Rasio aktivitas yang digunakan yaitu Asset Turnover Ratio (ATO) menunjukkan adanya penurunan dalam efisiensi selama periode pengamatan, dengan rata-rata ATO dari tahun 2018 sebesar 97% menurun menjadi 66,4% pada tahun 2021 dan kembali meningkat menjadi 68,6% pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin kurang efisien dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan Meskipun demikian, penurunan cukup besar pada standar deviasi dari 2,141 pada tahun 2018 menjadi 0,621 pada tahun 2024 menunjukkan bahwa penurunan efisiensi ini terjadi secara lebih merata di antara perusahaan sektor energi, menandakan adanya pola umum dalam penurunan efektivitas pemanfaatan aset. Pengujian Normalitas Uji normalitas dilakukan menggunakan SPSS dengan tingkat signifikansi () = 0,05 menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sampel data memiliki distribusi data yang normal atau tidak normal. Jika nilai signifikansi dari hasil uji Kolmogorov-Smirnov > 0,05 maka dapat diasumsikan bahwa distribusi data normal. Sedangkan, jika hasil uji Kolmogorov-Smirnov < 0,05 dapat diasumsikan bahwa distribusi data tidak normal. Berdasarkan data tersebut, sekiranya terdapat rasio pada tahun yang memiliki distribusi data tidak normal maka uji hipotesis yang digunakan adalah non parametric test dan sebaliknya, sekiranya distribusi data seluruhnya normal maka uji hipotesis yang digunakan adalah parametric test. Dengan menggunakan SPSS terhadap tiga kelompok sampel, dapat diketahui normalitas distribusi data yang beragam berdasarkan tabel 3. Berdasarkan data Quick Ratio, dapat disimpulkan bahwa distribusi data tidak normal karena pada tahun 2024, nilai signifikansinya 0,002 < 0. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,May 2025 page: 293 - 304 | 299 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 sehingga disimpulkan persebaran data Quick Ratio tidak normal. Sedangkan, untuk distribusi data Debt to Equity memiliki distribusi data yang normal karena nilai signifikansinya masing-masing tahun > 0. Kemudian, pada Return on Equity, dapat dinyatakan bahwa terdapat distribusi data yang tidak normal kembali dikarenakan ROE pada tahun 2018 memiliki nilai signifikansi 0. 000 < 0. Terakhir, rasio Asset Turnover, memiliki persebaran data yang tidak normal karena pada tahun 2018. ATO memiliki nilai 000 < 0. Hasil pengolahan data dapat terlihat melalui tabel 3. Tabel 3. Hasil Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Rasio Tahun Hipotesis Exact Significant Sig. Level Rasio Likuiditas Ho: Distribusi error Ha: Distribusi dari error tidak normal Hasil Interpretasi Distsribusi Distsribusi Distribusi data tidak Ho diterima Ho diterima Ho ditolak Ho diterima Ho diterima Ho diterima Ho ditolak Ho diterima Ho diterima Ho ditolak Ho diterima Ho diterima Rasio Solvabilitas DER Ho: Distribusi error Ha: Distribusi dari error tidak normal Distsribusi Distsribusi Distsribusi Rasio Profitabilitas ROE Ho: Distribusi error Ha: Distribusi dari error tidak normal Distribusi data tidak Distsribusi Distsribusi Rasio Aktivitas ATO Ho: Distribusi error Ha: Distribusi dari error tidak normal Distribusi data tidak Distsribusi Distribusi Sumber: Hasil olahan data SPSS 2025 Uji Kruskal Wallis Berdasarkan hasil uji normalitas yang telah dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa terdapat tiga rasio keuangan yang tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan menggunakan uji nonparametrik Kruskal-Wallis untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara tahun pengamatan, yaitu 2018, 2021, dan 2024. Uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikansi (Asymp. Sig. ) sebagai dasar pengambilan keputusan, di mana jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka HCA ditolak dan terdapat perbedaan signifikan, sedangkan jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka HCA diterima dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil uji menunjukkan bahwa Quick Ratio memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,024 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan setidaknya pada salah satu tahun pengamatan terhadap rasio tersebut. Sebaliknya. Return on Equity (ROE) memiliki nilai Asymp. Sig. sebesar 0,503 dan Asset Turnover Ratio (ATO) sebesar 0,997, di mana keduanya lebih besar dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk ROE maupun ATO antara tahun 2018, 2021, dan 2024, sehingga dapat dikatakan bahwa kedua rasio tersebut cenderung stabil sepanjang periode yang dianalisis. Shanessa Odelia. Alvin Aerio Saner. Charice Tjusanto. Chelsea Cecilia. Keisha Meivianna. Laura Amelia. Lienly Calliesta. Nicholle Christie Saputro . Comparative Analysis Of Energy Industry . Tabel 4. Uji Kruskall Wallis Rasio Hipotesis KruskalAsymp Wallis H Sig. Rasio Likuiditas Ho: QR2018 = 7. QR2021 QR2024 Ha: Terdapat setidaknya satu perbedaan nilai QR antara tahun 2018, 2021, dan Rasio Profitabilitas ROE Ho: ROE2018 = 1. ROE2021 ROE2024 Ha: Terdapat setidaknya satu perbedaan nilai QR antara tahun 2018, 2021, dan Rasio Aktivitas ATO Ho: ATO2018 = 0. ATO2021 ATO2024 Ha: Terdapat setidaknya satu perbedaan nilai QR antara tahun 2018, 2021, dan Sumber: Data diolah menggunakan SPSS 2025 Significant Level Hasil Interpretasi Ho ditolak Maka, terdapat setidaknya satu perbedaan nilai tahun-tahun Maka, perbedaan nilai ROE tahun-tahun Maka, perbedaan nilai ATO tahun-tahun Uji One Way ANOVA Uji One Way ANOVA dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai Debt to Equity Ratio (DER) antara tiga tahun pengamatan, yaitu 2018, 2021, dan 2024. Jika p-value lebih kecil dari 0,05, maka HCA ditolak dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tahun 2018, 2021, dan 2024. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika p-value lebih besar dari 0,05, maka HCA diterima, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Hasil uji menunjukkan bahwa nilai signifikansi data Debt to Equity antar tahun adalah 0,365. Dalam kasus ini, jika nilai p-value yang dihasilkan adalah lebih besar dari 0,05, tidak dapat disimpulkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap nilai DER antara tahun 2018, 2021, dan Maka dapat disimpulkan bahwa perubahan nilai DER pada ketiga tahun tersebut masih berada dalam batas yang secara statistik tidak signifikan, dan cenderung menunjukkan kestabilan rasio DER dalam periode yang dianalisis. Tabel 5. Uji One Way ANOVA ANOVA DER Sum of Squares Mean Square Sig. Between Groups Within Groups Total Sumber: Data sekunder yang diolah menggunakan SPSS 2025 Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,May 2025 page: 293 - 304 | 301 Uji Mann Whitney U Tabel 6. Uji Mann Whitney U Rasio Hipotesis QR 2018 QR 2021 QR 2021 QR 2024 QR 2018 QR 2024 HCA: MedCACO MedcA HCA: MedCACO MedcA HCA: MedcA MedcE HCA: MedcA MedcE HCA: MedCACO MedcE HCA: MedCACO MedcE p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Mann Whitney Exact Sig. Significance Level Hasil Ho ditolak Ho ditolak Sumber: Data sekunder yang diolah menggunakan SPSS 2025 Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara QR tahun 2018 dan 2021, dengan nilai Exact Sig. -taile. sebesar 0,014 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa selama periode tersebut terjadi perubahan signifikan dalam struktur likuiditas perusahaan sektor energi. Sementara itu, hasil uji antara QR tahun 2021 dan 2024 menunjukkan nilai Exact Sig. sebesar 0,870, yang jauh di atas ambang batas signifikansi. Ini berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua tahun tersebut, mengindikasikan bahwa kondisi likuiditas perusahaan relatif stabil antara tahun 2021 hingga Di sisi lain, perbandingan antara QR tahun 2018 dan 2024 kembali menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, dengan nilai Exact Sig. sebesar 0,023. Hal ini menunjukkan bahwa dalam jangka waktu enam tahun, telah terjadi perubahan nyata dalam kemampuan perusahaan melunasi kewajiban jangka pendeknya dengan aset yang paling likuid. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan signifikan dalam kemampuan likuiditas perusahaan sektor energi antara tahun 2018 dengan tahun 2021 dan 2024. Namun, tidak ditemukan perubahan yang signifikan antara tahun 2021 dan 2024. Temuan ini menunjukkan bahwa setelah terjadi perubahan pada awal periode . 8Ae2. , kondisi likuiditas perusahaan cenderung stabil pada periode selanjutnya . 1Ae2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis menggunakan beberapa uji statistik, yaitu uji normalitas, uji Kruskal-Wallis, uji lanjutan Mann-Whitney, dan One-way ANOVA terhadap rasio keuangan Quick Ratio (QR). Debt to Equity Ratio (DER). Return on Equity (ROE), dan Asset Turnover (ATO) pada perusahaan sektor energi selama tahun 2018, 2021, dan 2024, diperoleh beberapa simpulan sebagai berikut: Terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan dilihat dari aspek Rasio Likuiditas (Quick Rati. pada Perusahaan Sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara ketiga periode waktu . ebelum, saat puncak, dan setelah pandem. , sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji KruskalWallis. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja keuangan dilihat dari aspek Rasio Solvabilitas (Debt to Equity Rati. Rasio Profitabilitas (Return on Equit. , dan Rasio Aktivitas (Asset Turnover Rati. pada Perusahaan Sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara ketiga periode waktu . ebelum, saat puncak, dan setelah pandem. , sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji Kruskal-Wallis. Uji lanjutan Mann-Whitney menunjukkan bahwa perbedaan paling mencolok terjadi antara tahun 2021 . aat pandem. dan 2024 . asca pandem. , terutama pada rasio profitabilitas, menunjukkan adanya pemulihan operasional dan efisiensi manajemen pasca krisis. Shanessa Odelia. Alvin Aerio Saner. Charice Tjusanto. Chelsea Cecilia. Keisha Meivianna. Laura Amelia. Lienly Calliesta. Nicholle Christie Saputro . Comparative Analysis Of Energy Industry . Saran Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya maupun pengambilan kebijakan oleh pihak terkait adalah sebagai berikut: Untuk Peneliti Selanjutnya Disarankan tetap menggunakan metode non-parametrik (Kruskal-Wallis dan Mann-Whitne. karena efektif menganalisis data keuangan yang tidak berdistribusi normal, terutama antar periode krisis. Implementasi Per Rasio Return on Equity (ROE): Fokus pada efektivitas laba perusahaan dari ekuitas selama krisis, dan strategi peningkatan profitabilitas di tengah tekanan eksternal. Debt to Equity Ratio (DER): Teliti strategi pembiayaan dan struktur modal, khususnya kecenderungan penggunaan utang atau ekuitas selama krisis. Current Ratio (CR): Evaluasi pola pengelolaan aset lancar untuk menilai ketahanan likuiditas Asset Turnover Ratio (ATO): Analisis lebih lanjut strategi operasional dan produktivitas aset dalam menghadapi gangguan ekonomi, karena ATO mencerminkan efisiensi pemanfaatan aset untuk Rasio Lain yang Digunakan dalam Penelitian: Tetap penting dikaji dalam konteks manajemen risiko dan adaptasi kebijakan selama krisis. Saran Umum Penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan untuk mengevaluasi strategi keuangan mereka di masa depan, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian global. Selain itu, investor juga dapat memanfaatkan hasil ini untuk menilai daya tahan perusahaan sektor energi dalam kondisi krisis. DAFTAR PUSTAKA