p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 ANALISIS PENGARUH DAR (DEBT TO ASSET RATIO). CR (CURRENT RATIO). DAN ROE (RETURN ON EQUITY) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PALING TERPERCAYA MENURUT CGPI 2022 Beby Ida Miharja1. Henry Waidan Frederick P2. Rina Dameria N3. Diana Setiyo Dewi 4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta ABSTRACT Research conducted by the author aims to examine and analyze the effect of liquidity ratio, solvency , and profitability on financial performance. The sampling technique uses purposive sampling technique. Based on predetermined criteria obtained several 25 research samples. The type of data used is secondary data taken by the documentation method, namely by viewing and collecting annual financial report data. The technical analysis used in this paper is descriptive method, classical assumption test, multiple regression analysis and hypothesis testing. The results of this study partially show that the liquidity ratio has a positive and not significant effect on financial performance with the result tcount 0. 973 < ttable 2. 079 and a significant value of 0. 342 > 0. Partially the solvency ratio has a significant negative effect on financial performance with the results tcount -5. 897 > ttable 2. 079 and a significant value of 0. 000 > 0. Partially the profitability ratio has a positive and not significant effect on financial performance with the results tcount 0. 832 > ttable 2. 079 and a significant value of 0. 415 > 0. All together, liquidity, solvency, and profitability have a significant effect on financial performance. Based on the result of Fcount 27. Ftabel 3. 05 with determination value is 76. Keywords: Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equity, and Financial Performance ABSTRAK Penelitian yang dilakukan peneliti bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas terhadap kinerja keuangan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan diperoleh sejumlah 25 sampel penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dengan metode dokumentasi yaitu dengan melihhat dan mengumpulkan data laporan keuangan tahunan. Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan rasio likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuagan dengan hasil Thitung 0. 973 < Ttabel 2. 079 dan nilai signifikan 0. 342 > 0. Secara parsial rasio solvabilitas berpengaruh negative namun signifikan terhadap kinerja keuagan dengan hasil Thitung -5. 897 > Ttabel 079 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. Secara parsial rasio profitabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuagan dengan hasil Thitung 0. 832 < Ttabel 2. 079 dan nilai signifikan 0,415 > 0. Secara simultan. Rasio Likuiditas. Solvabilitas, dan Profitabilitas berpengaruh signifikan dengan nilai determinasi sebesar Kata-kata Kunci: Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equity. Kinerja Keuangan Korespondensi: Beby Ida Miharja. Ak,. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jayakarta. Jl. Salemba I No. 8-10 Jakarta Pusat. Kode Pos 10430. Email: 22355004@stie. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 PENDAHULUAN Setiap perusahaan selalu berupaya untuk memastikan agar usahanya dapat terus bertumbuh dan memberikan hasil yang optimal. Untuk menjawab tantangan usaha dan dinamika bisnis yang begitu pesat, perusahaan perlu memiliki susunan manajemen yang kuat serta pendanaan yang baik. Dalam hal ini aktifitas dan tanggungjawab setiap komponen perusahaan diatur oleh tata kelola yang baik atau yang sering dikenal dengan Good Corporate Governance. Tata kelola perusahaan yang baik dapat dilihat dari partisipasi manajemen, kepemilikan manejerial, komisaris independen, dan komite audit yang memiliki integritas tinggi dalam menjalankan tata kelola perusahaan dengan mematuhi aturan dan prosedur yang ada. Perancangan sistem tata kelola yang baik dapat mendorong pola kerja manajemen menjadi lebih transparan dan professional, sehingga meningkatkan kinerja perusahaan. Setiap tahunnya. Lembaga The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) memberikan penilaian kepada berbagai perusahaan yang telah menjalankan tata kelola atau GCG dengan baik. Program pemeringkatan ini dikenal dengan Corporate Governance Perception Index (CGPI). Penilaian dilakukan dengan melihat berbagai aspek, seperti: Komitmen terhadap tata kelola perusahaan. Transparansi. Akuntabilitas. Responsibilitas. Independensi. Keadilan. Kompetensi. Pernyataan misi perusahaan. Kepemimpinan, dan Kolaborasi Staff. Atas dasar latar belakang yang telah dipaparkan maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas terhadap kinerja keuangan pada perusahaan yang terkategori Most Trusted Company versi CGPI 2022. Penelitian ini berjudul AuANALISIS PENGARUH DAR (DEBT TO ASSET RATIO). CR (CURRENT RATIO). DAN ROE (RETURN ON EQUITY) TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PALING TERPERCAYA MENURUT CGPI 2022Ay. II. TINJAUAN PUSTAKA Debt to Asset Ratio Debt to Asset Ratio. Menurut Kasmir . bahwa debt to asset ratio merupakan ratio utang untuk mengukur perbandingan total utang dengan total aktiva. Rumus untuk mencari debt to asset ratio, sebagai berikut: Debt to Asset Total Utang Total Aktiva p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 Current Ratio Menurut Kasmir . rasio lancar adalah srasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Rumus untuk current ratio, sebagai berikut: Aktiva Lancar Current Ratio = Utang Lancar Return on Equity Return on Equity merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham suatu perusahaan. Rasio return on equity adalah ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemegang saham. Rumus untuk mencari ROE, sebagai berikut: Return on Equity = i. Laba Setelah Pajak Modal X 100 METODE Objek penelitian merupakan hasil kesimpulan yang diteliti dengan menentukan fenomena, kegiatan atau objek yang mempunyai variasi tertentu dari penelitian yang ditentukan oleh peneliti. Adapun objek penelitian yang akan diteliti adalah untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas terhadap kinerja perusahaan yang terkategori sangat terpercaya tahun 2022 versi CGPI. Populasi menurut Sugiyono . alam Erwin Widiasworo 2019:. adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah 15 perusahaan yang terkategori sangat terpercaya tahun 2022 menurut data yang diolah oleh lembaga Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah Teknik Dokumentasi yaitu dengan mengumpulkan laporan keuangan pada periode 2018 Ae 2022 yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan juga mengkaji studiAestudi literatur dari berbagai buku, jurnalAejurnal penelitian terdahulu, dan sumber terkait dengan penelitian ini. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisis data penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dan asumsi klasik lalu menggunakan analisis regresi beranganda dan hipotesis dengan menggunakan program SPSS. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Data Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji Normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji statistik non parametrik Kolmogoro Ae Smirnov (K-S). Menurut metode Kolmogorov-Smirnov (K-S), suatu data dikatakan terdistribusi normal jika nilai signifikansinya lebih besar dari alpha 5%. Dan sebaliknya suatu data dikatakan tidak terdistribusi normal jika nilai signifikansinya lebih kecil dari alpha Hasil uji normalitas adalah sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Pengujian Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Normalitas Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. Sumber data diolah dengan SPSS 26. Keputusan Terdistribusi Normal Berdasarkan hasil pengujian normalitas di atas menunjukkan bahwa pada model regresi berganda yang dibuat telah berdistribusi normal. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi hasil pengujian yang nilainya lebih besar dari 0. 05 < 0. Dengan demikian dapat disimpulkan regresi yang akan digunakan sebagai hipotesis penelitian telah memenuhi asumsi normalitas. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 Uji t Statistik (Uji secara Partia. Metode data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi berganda dengan menggunakan tingkat signifikansi sebesar 5% (=0. Uji t dilakukan untuk melihat pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Hasil Hipotesis pada penelitian ini adalah: H0 = Tidak terdapat pengaruh signifikansi antara variabel independen (Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equit. secara partial terhadap variabel dependen (Kinerja Keuanga. H1 = Terdapat pengaruh signifikansi antara variabel independen (Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equit. secara partial terhadap variable dependen (Kinerja Keuanga. Dasar pengambilan keputusannya adalah: A Jika sig dari t hitung < 0. 05, maka H0 diterima A Jika sig dari t hitung > 0. 05, maka H1 ditolak Tabel 2 Uji Statistik t Model Sig. (Constan. Debt to Asset Ratio Current Ratio Return On Equity Dependent Variable: Kinerja_Keuangan Sumber data diolah dengan SPSS 26. Debt to Asset Ratio Berpengaruh Positif terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian uji t dari tabel tersebut pada model regresi Debt to Asset Ratio diperoleh nilai signifikansi sebesar 0. 342 yang berarti lebih besar dari 0. 342 > 0. dan nilai unstandardized beta 0. 037 dengan arah Positif dan T hitung < T Tabel . 973 < 2. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 ditolak, hal ini berarti secara parsial variabel Debt to Asset Ratio berpengaruh Positive dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Hal ini menggambarkan kenaikan tingkat current ratio dapat memicu laba perusahaan sehingga meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Current Ratio Berpengaruh Negatif terhadap Kinerja Keuangan p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 Berdasarkan hasil pengujian uji t dari tabel tersebut pada model regresi Current Ratio diperoleh nilai signifikansi sebesar 0. 000 yang berarti lebih kecil dari 0. 000 < 0. dan nilai unstandardized 757 dengan arah Negatif dan T hitung < T Tabel (-5. 897 < 2. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, hal ini berarti secara parsial variabel Current Ratio berpengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan dan mengambarkan apabila Current Ratio meningkat maka Kinerja Keuangan akan Return On Equity Berpengaruh Positif terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan hasil pengujian uji t dari tabel tersebut pada model regresi Return On Equity diperoleh nilai signifikansi sebesar 0. 415 yang berarti lebih besar dari 0. 415 >0. dan nilai unstandardized beta 0. 052 dengan arah Positif dan T hitung < T Tabel . 832 < 2. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak, hal ini berarti secara parsial variabel Return On Equity berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Hal ini menunjukkan semakin tingginya nilai ROE maka kinerja perusahaan juga akan membaik. Uji F Statistik (Uji secara Simulta. Uji F Statistik digunakan untuk melihat pengaruh variabel independen . terhadap variabel dependen . secara serentak. Pengujian secara serentak ini dilakukan dengan cara membandingkan antara tingkat signifikansi F dari hasil pengujian dengan nilai signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, hipotesis yang akan diuji adalah: H0 = Tidak terdapat pengaruh signifikansi antara variable independent (Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equit. secara simultan bersama-sama terhadap variabel dependen (Kinerja Keuanga. H1 = Terdapat pengaruh signifikansi antara variable independent (Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equit. secara simultan bersama-sama terhadap variabel dependen (Kinerja Keuanga. Dan dasar pengambilan keputusan dari pengujian ini adalah: Jika Fhitung> Ftabel maka H0 diterima A Jika Fhitung< Ftabel maka H0 diterima A Jika uji signifikan atau probabilitas > 0. 05, maka H0 diterima A Jika uji signifikan atau probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak Tabel 3 Uji Statistik F ANOVAa p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 Sum of Mean Model Squares Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja_Keuangan Predictors: (Constan. Return On Equity. Rasio_Current Ratio. Debt to Asset Ratio Sumber data diolah dengan SPSS 26. Tabel 3 menunjukkan nilai sig dari F sebesar 0,000 dimana nilai ini lebih kecil dari 0,05 (=0,. dan F hitung nya sebesar 27. 329 > F tabelnya sebesar 3. 05, maka dapat disimpulkan H0 ditolak yang berarti bahwa koefisien regresi tersebut signifikan. Dengan kata lain, terdapat pengaruh yang signifikan dari Variabel Independen (Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equit. secara bersama-sama terhadap Variabel Dependen (Kinerja Keuanga. PEMBAHASAN Pengaruh Debt to Asset Ratio (X. Terhadap Kinerja Keuangan (Y) Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa Debt to Asset Ratio berpengaruh Positif namun tidak signifikan terhadap kinerja keuangan. Kesimpulan ini tidak sesuai dengan penelitian Ardina Rosalita. Jurnal AKUNESA. Vol. No. May 2021 yang menyatakan Rasio Likuiditas tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikasinya pada uji t sebesar 0. 342 yang lebih besar dari 0,05 nilai signifikasi yang telah ditetapkan. Yang menggambarkan bahwa Current Ratio yang tinggi dapat memicu kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba operasi sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Pengaruh Current Ratio (X. Terhadap Kinerja Keuangan (Y) Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa Current Ratio berpengaruh Negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Kesimpulan ini sesuai dengan penelitian Denny Erica. Jurnal Ecodemica. Vol. No. April 2018 yang menyatakan Debt to Asset Ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikasinya pada uji t sebesar 0. 000 yang lebih kecil dari 0. 05 nilai signifikasi yang telah ditetapkan. Hal ini menggambarkan jika perusahaan terus membiayai kegiatan operasional dengan pinjaman maka kinerja keuangan akan menurun. Pengaruh Return On Equity (X. Terhadap Kinerja Keuangan (Y) p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa Return On Equity berpengaruh Positif namun tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Kesimpulan ini tidak konsisten dengan penelitian Anggi Maharani Safitri dan Mukaram. Jurnal Riset Bisnis dan Investasi. Vol. No. April 2018 yang menyatakan bahwa Return On Equity tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikasi pada uji t sebesar 0,076 yang lebih besar dibandingkan dengan 0,05 nilai signifikasi yang telah ditentukan. Hal ini menggambarkan bahwa dengan meningkatnya pengembalian atas investasi dapat meningkatkan pertumbuhan kinerja keuangan Pengaruh Variabel X1. X2, dan X3 Terhadap Variabel Y Berdasarkan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa secara simultan, variabel X1. X2 dan X3 berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini ditunjukan dengan nilai signifikasi pada uji F dimana nilai Fhitung 27. 329 > F tabel 3. Diketahui juga nilai determinasi menujukkan 7% bersama-sama variabel X1 (Debt to Asset Rati. X2 (Current Rati. Dan X3 (Return On Equit. berpengaruh terhadap variabel Y. Hal ini menggambarkan jika terjadi kondisi dimana meningkatnya Current Ratio, menurunnya Debt to Asset ratio, dan meningkatnya Return on Equity, dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equity terhadap Kinerja Keuangan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan sebagai Adanya pengaruh positif namun tidak signifikan dari variabel Debt to Asset Ratio terhadap Kinerja Keuangan (CFROA). Hal ini terlihat pada Tabel 2 diperoleh nilai T hitung sebesar 0. 973 yang lebih kecil dari nilai T table pada taraf signifikansi 0. 05 yaitu sebesar 2. 079 dan nilai sig yang lebih besar 05 yaitu sebesar 0. 342, yang menunjukkan bahwa Current Ratio tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Hal ini memberikan gambaran bahwa jika perusahaan dapat mengelola hutang jangka pendek dan yang akan jatuh tempo dengan baik akan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Adanya pengaruh yang negatif dan signifikan dari variabel Current Ratio terhadap Kinerja Keuangan (CFROA). Hal ini dibuktikan pada Tabel 2 diperoleh nilai T hitung -5. 987 lebih kecil dari nilai T table pada taraf signifikansi 0. 05 yaitu sebesar 2. 079 dan nilai sig yang lebih kecil dari 0. 05 yaitu sebesar Hal ini memberi gambaran pada perusahaan jika dapat mengurangi pinjaman maka akan memberikan dampak kenaikan pada kinerja keuangan. p-ISSN : 2714-5557 e-ISSN : 2714-8165 Jurnal Akuntansi & Perpajakan. Volume 06. No. Juli 2024 Adanya pengaruh yang positif namun tidak signifikan dari variabel Return On Equity terhadap kinerja keuangan (CFROA). Hal ini dibuktikan pada tabel 2 diperoleh nilai T hitung sebesar 0. 832 yang lebih kecil dari nilai T tabel pada taraf signifikansi 0. 05 yaitu sebesar 2. 079 dan nilai sig yang lebih besar 05 yaitu sebesar 0. Hal ini menyiratkan dengan meningkatnya pengembalian atas saham dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Secara simultan variabel bebas (Debt to Asset Ratio. Current Ratio. Return On Equit. berpengaruh secara signifikan terhadap variable terikat (CFROA). Hal ini ditunjukkan pada table 2 dan 3 dimana diperoleh nilai F hitung sebesar 27. 329 lebih besar dari F table 3. Dengan nilai koefisien determinasi 67 yang menunjukkan besaran pengaruhnya yaitu 76. Hal ini memberikan gambaran atas kondisi dimana, jika manajemen mampu mengelola hutang lancar dan hutang yang akan jatuh tempo dengan baik, serta mengurangi pendanaan untuk operasional perusahaan yang berasal dari pinjaman pihak bank atau lessor, dapat meningkatkan laba perusahaan. Sehingga, kinerja keuangan perusahan akan meningkat. DAFTAR PUSTAKA