BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Komunikasi Islami Berbasis Media Sosial di Desa Bukit Durian dan Akekolano Kota Tidore Kepulauan Murid. Muhammad Iksan Baskara Hi. Abdullah. Makbul A. Din. Mubaddilah RafaAoal. * 1,2,3,4Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin. Adab, dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Ternate. Indonesia. *e-mail: murid@iain-ternate. id1, muh. baskara@iain-ternate. id2 , makbul@iain-ternate. rafaal@iain-ternate. ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi islami di Desa Bukit Durian dan Akekolano. Kota Tidore Kepulauan. Dengan memanfaatkan media sosial, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas komunikasi dan penyebaran nilai-nilai islami di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah metode ceramah dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta pembentukkan jejaring komunikasi di lokasi pelaksanaan Hasil dari kegitan PkM ini menunjukkan bahwa komunikasi islami berbasis media sosial dapat menjadi sarana yang efektif dalam meningkatkan kualitas interaksi dan penyebaran informasi di Serta PkM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi. Kata kunci : komunikasi. ABSTRACT This activity aims to explore the use of social media as a means of Islamic communication in Bukit Durian and Akekolano Villages. Tidore Kepulauan. By utilizing social media, it is expected to enhance the effectiveness of communication and the dissemination of Islamic values within the community. The method employed in this Community Service activity involves lectures in the form of counseling and outreach, as well as the establishment of communication networks at the implementation sites. The results of this Community Service activity indicate that Islamic communication through social media can serve as an effective tool in improving the quality of interaction and the dissemination of information within the Moreover, this activity is expected to contribute significantly to promoting the use of social media as a communication medium. Keywords: communication. Islamic. Copyright . 2024 Murid. Muhammad Iksan Baskara Hi. Abdullah. Makbul A. Dinn. Mubaddilah RafaAoal This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Kemajuan teknologi digital telah membawa dampak besar pada berbagai aspek kehidupan masyarakat (Alfiana et al. , 2023. Danuri, 2019. RafaAoal & Sangadji, 2. , termasuk dalam aspek keagamaan. Media sosial, sebagai salah satu produk teknologi digital, semakin diminati masyarakat untuk berbagi informasi, memperluas interaksi, dan BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ membangun jejaring komunikasi (Sangadi & Handriana, 2023. Setiadi, 2. Dalam ranah keagamaan, media sosial menawarkan peluang besar untuk dijadikan sarana dakwah dan pembinaan umat. Pesan-pesan Islami dapat disebarkan dengan lebih cepat dan luas. Namun, untuk mengoptimalkan potensi tersebut, diperlukan upaya pemberdayaan masyarakat agar media sosial dapat digunakan secara produktif, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan Penggunaan media sosial di Indonesia terus meningkat, termasuk di pedesaan. Berdasarkan penelitian Damanik & Tambotoh . , media sosial sering menjadi sumber informasi pilihan masyarakat karena kemudahan akses dan kecepatan penyampaian informasi. Data dari APJII mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia pada 2022Ae2023 mencapai 215,63 juta orang atau 78,19% dari total penduduk (Siwi, 2. Meski demikian, belum semua wilayah, termasuk pedesaan, memiliki akses internet yang merata. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan dakwah digital berbasis media sosial. Peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat terhadap teknologi diharapkan mampu mendorong penggunaan media sosial secara lebih efektif untuk kegiatan keagamaan. Desa Bukit Durian dan Akekolano. Kecamatan Oba Utara. Kota Tidore Kepulauan, merupakan wilayah dengan masyarakat yang memiliki latar belakang keagamaan yang Berdasarkan data BPS. Desa Bukit Durian dihuni oleh 2. 167 jiwa, sedangkan Desa Akekolano berpenduduk 1. 201 jiwa, dengan mayoritas penduduknya beragama Islam (BPS Kota Tidore Kepulauan, 2. Aktivitas keagamaan rutin dilaksanakan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Meski memiliki potensi besar, pemanfaatan media sosial untuk dakwah digital di kedua desa ini masih tergolong Tidak tersedia data spesifik mengenai penggunaan media sosial di wilayah ini, namun peningkatan tren penggunaan media sosial secara nasional memberikan gambaran peluang yang dapat dimanfaatkan. Potensi Desa Bukit Durian dan Akekolano untuk pengembangan dakwah digital dapat dilihat dari aspek fisik, sosial, dan ekonomi. Secara fisik, kedua desa memiliki akses jaringan internet dan infrastruktur listrik yang memadai. Secara sosial, masyarakat menunjukkan semangat keagamaan yang tinggi melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang terorganisir. Dari segi ekonomi, mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan, yang juga dapat didukung oleh pemanfaatan media sosial untuk kegiatan pemasaran produk lokal. Dengan potensi ini, pengembangan dakwah digital melalui media sosial di kedua desa dapat dilakukan dengan pendekatan yang terarah dan berbasis pemberdayaan masyarakat. Media sosial dapat menjadi alat komunikasi Islami yang efektif jika masyarakat mampu memanfaatkannya dengan baik (Yati et al. , 2. Pesan-pesan Islami yang kreatif, informatif, dan relevan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ nilai-nilai agama (Abdurrahman & Badruzaman, 2. Namun, di Desa Bukit Durian dan Akekolano, pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah masih belum optimal. Banyak masyarakat yang belum terampil atau memahami cara memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pesan keagamaan. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan masyarakat dalam menggunakan media sosial untuk komunikasi Islami yang lebih luas dan efektif. Program pengabdian ini berfokus pada peningkatan pemahaman, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat Desa Bukit Durian dan Akekolano dalam memanfaatkan media sosial untuk kegiatan dakwah digital. Program ini juga bertujuan untuk menjawab tantangan utama, yaitu: bagaimana strategi menciptakan konten dakwah yang menarik dan efektif? Selain itu, program ini akan mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat serta memberikan solusi yang relevan untuk mengatasinya. Melalui program ini, diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk memperkuat kegiatan dakwah dan komunikasi Islami, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui pemasaran berbasis digital. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode ceramah yang dikemas dalam bentuk penyuluhan dan sosialisasi, serta dilengkapi dengan pembentukan jejaring komunikasi di lokasi pelaksanaan kegiatan (Hasan & Sangadji. Salbiah et al. , 2. Metode ini dipilih karena dinilai efektif dalam memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan media sosial secara Islami. Melalui penyuluhan, masyarakat diberikan wawasan teoritis yang mendalam, sementara jejaring komunikasi yang dibentuk bertujuan sebagai penghubung antara masyarakat dengan sumber informasi yang terpercaya, sehingga dakwah digital dapat berkelanjutan (Abdulajid et al. , 2. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan tim pengabdian dari dosen dan mahasiswa di lingkungan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin. Adab, dan Dakwah (FUAD). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Tim ini terdiri dari dua orang, yaitu Dr. Murid. , seorang dosen senior, dan Muhammad Iksan Baskara Hi. Abdullah (NIM: 20143. , mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Keduanya bekerja sama dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan dampak maksimal kepada masyarakat sasaran. Tema kegiatan yang diangkat adalah AuDakwah Digital: Membangun Jaringan Komunikasi Islami Berbasis Media Sosial. Ay Tema ini mencerminkan upaya untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi digital sebagai sarana dakwah modern yang dapat menjangkau khalayak lebih luas. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini mencakup tiga topik utama, yaitu strategi pembuatan konten dakwah yang efektif. BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ pemilihan platform media sosial yang sesuai, dan penggunaan alat analisis media sosial untuk mengukur dampak serta efektivitas dakwah digital. Tahapan pelaksanaan kegiatan dirancang secara sistematis untuk memastikan keberhasilan program ini. Proses dimulai dengan pengusulan pembentukan tim kegiatan, diikuti oleh penyusunan dan penyampaian Term of References (TOR) kegiatan kepada pihak terkait. Setelah itu, dilakukan proses rekrutmen dan permintaan peserta yang akan mengikuti kegiatan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan penyuluhan interaktif dan simulasi praktik penggunaan media sosial, disertai evaluasi atas efektivitas jejaring komunikasi yang terbentuk. Seluruh rangkaian kegiatan ini kemudian diakhiri dengan penyusunan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi program pengabdian (Din et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Konten Dakwah Strategi konten dakwah melalui media sosial di Desa Bukit Durian dan Akekolano dirancang dengan tujuan utama untuk menarik perhatian masyarakat, meningkatkan interaksi, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi Islami yang Dalam pelaksanaannya, pengembangan media sosial sebagai alat dakwah melibatkan beberapa langkah penting yang terintegrasi (Jabid, 2. Pertama, dilakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi Islami dalam kehidupan sehari-hari serta cara mengimplementasikannya melalui media sosial. Penyuluhan ini dirancang untuk membangun kesadaran masyarakat akan potensi media sosial sebagai platform penyebaran nilai-nilai keagamaan secara luas dan cepat. Kedua, pembentukan jejaring komunikasi yang menghubungkan masyarakat Desa Bukit Durian dan Akekolano dengan sumber informasi Islami yang terpercaya. Jejaring ini berfungsi untuk memastikan bahwa informasi yang disebarkan melalui media sosial memiliki kredibilitas dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga masyarakat dapat terhindar dari informasi yang salah atau distorsi yang merugikan (Rafiki, 2020. Sule, 2. Dalam pelaksanaan strategi ini, perhatian khusus diberikan kepada pembuatan konten yang menarik, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat desa. Konten dakwah Islami dibuat dalam berbagai format, seperti teks, gambar, video, dan audio, agar dapat menjangkau berbagai preferensi pengguna media sosial (Sule & Musa, 2. Selain itu, pelatihan bagi masyarakat dalam membuat dan mengelola konten juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Dengan keterampilan yang memadai, masyarakat diharapkan mampu menciptakan dan menyebarkan konten Islami secara mandiri, sehingga dakwah melalui media sosial dapat berkelanjutan tanpa ketergantungan penuh pada pihak eksternal. BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ Tantangan dan Solusi Dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini, berbagai tantangan teridentifikasi yang memengaruhi keberhasilan dakwah digital di Desa Bukit Durian dan Akekolano. Tantangan pertama adalah rendahnya literasi dan pemahaman masyarakat tentang Islam. Hal ini menghambat masyarakat dalam mengimplementasikan komunikasi Islami yang efektif melalui media sosial. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan edukasi intensif dan pelatihan berbasis program pendidikan. Pelatihan ini diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan setempat dan dirancang untuk meningkatkan literasi keagamaan serta kemampuan masyarakat dalam menggunakan media sosial sebagai alat dakwah. Materi pelatihan disusun secara sederhana dan aplikatif, sehingga dapat diakses dan dipahami oleh semua kalangan, termasuk masyarakat yang memiliki latar belakang pendidikan yang terbatas. Tantangan kedua adalah kesulitan dalam mengelola dan memastikan kebenaran konten Islami yang disebarkan. Risiko penyebaran informasi yang salah atau distorsi sangat tinggi jika konten tidak dibuat dan diperiksa dengan cermat. Sebagai solusinya, program ini melibatkan ulama dan ahli Islam untuk membantu menciptakan konten yang kredibel dan akurat. Konten yang dihasilkan melalui kolaborasi ini diperiksa secara menyeluruh sebelum disebarluaskan. Selain itu, masyarakat dilatih untuk menggunakan prinsip-prinsip etika dalam membuat dan menyebarkan informasi keagamaan melalui media sosial. Pelatihan ini mencakup teknik verifikasi informasi, pemilihan sumber yang terpercaya, serta cara mengomunikasikan pesan keagamaan dengan bijak. Tantangan ketiga adalah kurangnya kualifikasi dan pengalaman pengguna media sosial di kedua desa. Banyak masyarakat yang belum memiliki keterampilan teknis dalam mengelola platform media sosial atau menciptakan konten yang menarik dan relevan. Untuk menjawab tantangan ini, pelatihan teknis diberikan kepada masyarakat, terutama kepada pemuda yang aktif menggunakan media sosial. Pelatihan ini mencakup penggunaan platform media sosial secara optimal, pengelolaan konten, dan cara memanfaatkan fitur-fitur interaktif seperti polling, forum diskusi, dan siaran langsung. Dengan pelatihan ini, masyarakat diharapkan mampu menjadi kreator konten Islami yang handal sekaligus pengguna media sosial yang bertanggung jawab. Dampak Positif Pelaksanaan komunikasi Islami berbasis media sosial di Desa Bukit Durian dan Akekolano memberikan dampak positif yang signifikan. Salah satu dampak utama adalah meningkatnya akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan Media sosial memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi Islami secara cepat dan luas tanpa batasan geografis. Hal ini memberikan peluang bagi BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang ajaran Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, media sosial membantu menanamkan nilai-nilai agama melalui berbagai jenis konten yang menarik dan mudah dipahami. Dengan menggunakan teks, gambar, video, dan audio, pesan-pesan Islami dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi masyarakat. Konten ini tidak hanya membantu masyarakat memahami ajaran Islam, tetapi juga mendorong mereka untuk menginternalisasi nilainilai tersebut dalam perilaku sehari-hari. Interaksi masyarakat juga meningkat berkat penggunaan media sosial. Fitur-fitur interaktif yang disediakan oleh platform media sosial memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam diskusi keagamaan, memberikan masukan, dan berbagi Interaksi ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial antarwarga desa, tetapi juga mendorong terciptanya dialog yang konstruktif mengenai isu-isu keagamaan. Dalam jangka panjang, interaksi ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas di antara masyarakat. Media sosial juga membuka peluang untuk membangun komunitas belajar di Desa Bukit Durian dan Akekolano. Melalui media sosial, masyarakat dapat berkomunikasi, berdiskusi, dan berkolaborasi dengan pengguna lain dari berbagai daerah. Komunitas ini memungkinkan terjadinya pertukaran ide, pengalaman, dan pengetahuan yang memperkaya pemahaman masyarakat tentang Islam. Selain itu, komunitas ini juga memberikan dukungan moral dan motivasi bagi masyarakat untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Gambar 1. Memberikan materi di Desa Akekolano Gambar 2. Memberikan materi di Desa Bukit Durian Pembahasan Pelaksanaan program pengabdian masyarakat (PkM) di Desa Bukit Durian dan Akekolano menunjukkan bahwa interaksi antara tim pelaksana dan masyarakat sasaran memainkan peranan penting dalam mencapai tujuan program. Interaksi ini dimulai dengan pendekatan informal, seperti diskusi santai, wawancara, dan observasi langsung. BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ untuk memahami kebutuhan dan kondisi masyarakat secara lebih mendalam. Dari hasil interaksi ini, diketahui bahwa sebagian besar pemuda di kedua desa aktif menggunakan media sosial, tetapi belum sepenuhnya memahami cara memanfaatkan platform tersebut untuk menyebarkan nilai-nilai Islami. Berdasarkan temuan ini, program PkM difokuskan pada peningkatan literasi digital dan pemahaman keagamaan melalui penyuluhan, pelatihan, dan diskusi. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat. Pelatihan teknis diberikan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola media sosial dan menciptakan konten Islami yang menarik dan relevan. Diskusi interaktif juga diadakan untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman, memberikan masukan, dan berdialog mengenai isu-isu keagamaan. Selain itu, program ini juga menghadapi beberapa tantangan yang harus diatasi dengan solusi yang terarah. Tantangan utama adalah rendahnya literasi digital di kalangan masyarakat yang lebih tua dan keterbatasan akses terhadap perangkat Untuk mengatasi masalah ini, materi pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan disampaikan dalam bentuk demonstrasi langsung yang mudah dipahami. Interaksi yang intensif selama program juga membantu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya komunikasi Islami melalui media sosial dan menumbuhkan komitmen bersama untuk terus mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhir program, hasil yang dicapai menunjukkan bahwa masyarakat Desa Bukit Durian dan Akekolano telah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penggunaan media sosial sebagai sarana komunikasi Islami. Masyarakat juga menunjukkan peningkatan dalam keterampilan teknis dan kemampuan mereka untuk menciptakan serta mengelola konten Islami yang relevan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan dakwah digital yang lebih luas dan berkelanjutan di wilayah tersebut, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan nilai-nilai Islami di masyarakat pedesaan. KESIMPULAN Pengembangan komunikasi Islami berbasis media sosial di Desa Bukit Durian dan Akekolano. Kota Tidore Kepulauan, telah memberikan hasil yang positif. Melalui pendekatan berupa penyuluhan dan pembentukan jejaring komunikasi, masyarakat semakin memahami dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam interaksi sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendukung kegiatan dakwah digital. Interaksi yang intens antara pelaksana program PkM dan mitra sasaran di kedua desa menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemahaman mendalam terhadap kebutuhan lokal dan tantangan spesifik masyarakat BARAKATI: Journal of Community Service Volume 03 Nomor 1 | Agustus 2024: 75-83 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ telah membantu mengatasi hambatan yang ada, sehingga program dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk komunikasi Islami yang positif, relevan, dan membangun. Program ini membuktikan bahwa komunikasi Islami berbasis media sosial mampu meningkatkan kualitas interaksi dan penyebaran informasi di masyarakat. Selain itu, kegiatan PkM ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan masyarakat menggunakan media sosial untuk mendukung dakwah dan pengembangan Keberhasilan program ini juga menegaskan pentingnya hubungan yang erat dan kerja sama yang baik antara pelaksana program dan mitra sasaran sebagai faktor krusial dalam memastikan implementasi PkM yang efektif dan berkelanjutan. REFERENSI