ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29538-29544 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Sistem Pencatatan Manual dan SAK EMKM dalam Pengelolaan Persediaan Toko Sembako Ibu Murti Kelurahan Dukuh Kota Salatiga Fitri M. Sihombing1. Minasari Nasution2 Akuntansi Perpajakan. Politeknik Unggul LP3M Medan e-mail: fitrimeldayanicihombing@gmail. com1, bundaminasari@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pencatatan manual dan penerapan Standar Akuntansi Keuangan untuk Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) dalam manajemen persediaan di Toko Sembako Ibu Murti, yang terletak di Kelurahan Dukuh. Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi langsung dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa praktik pencatatan saat ini masih sederhana dan manual, yang tidak sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Selain itu, pemilik bisnis belum melakukan dokumentasi sistematis dari arus masuk dan keluar persediaan, meningkatkan risiko kesalahan pencatatan dan kehilangan stok. Penerapan SAK EMKM diharapkan dapat memberikan informasi keuangan yang lebih akurat, transparan, dan bermanfaat untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih baik. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar UMKM secara bertahap beralih dari pembukuan manual ke sistem akuntansi yang lebih terstruktur yang mematuhi standar yang berlaku. Kata kunci : Sistem Pencatatan Manual. SAK EMKM. Manajemen Inventaris Abstract This study aims to evaluate the manual recording system and the application of the Financial Accounting Standards for Micro. Small, and Medium Entities (SAK EMKM) in inventory management at Toko Sembako Ibu Murti, located in Kelurahan Dukuh. Salatiga City. The research employs a descriptive qualitative method, with data collected through direct observation and document analysis. The findings indicate that the current recording practice remains simple and manual, which does not conform to generally accepted accounting principles. Moreover, the business owner has not carried out systematic documentation of inventory inflows and outflows, increasing the risk of recording errors and stock losses. The implementation of SAK EMKM is expected to provide more accurate, transparent, and useful financial information to support better business decision-making. Therefore, this study recommends that MSMEs gradually transition from manual bookkeeping to a more structured accounting system that complies with applicable Keywords : Manual Recording System. SAK EMKM. Inventory Management PENDAHULUAN Menurut Ismail et al. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) berkontribusi secara signifikan dalam mendorong dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi. UMKM memberikan sumbangsih besar serta membawa berbagai dampak positif bagi sektor ekonomi, salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja yang dapat menurunkan angka Dengan demikian. UMKM turut berkontribusi dalam upaya pengentasan Di samping itu, masyarakat berpenghasilan rendah juga memiliki peluang untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi yang bersifat produktif. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merupakan badan profesi yang bertugas mendorong terciptanya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan berbagai entitas di Indonesia (Mamengko et al. , 2. Dalam rangka mendorong terbentuknya UMKM yang maju, mandiri, dan memiliki orientasi modern. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29538-29544 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 IAI menetapkan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada pertemuan yang berlangsung pada 18 Mei 2016. Standar ini mulai diberlakukan secara efektif pada tanggal 1 Januari 2018. Penerapan SAK EMKM diharapkan dapat mempermudah sekitar 57,9 juta pelaku UMKM di Indonesia dalam menyusun laporan keuangan secara sederhana dan akurat, tanpa harus dihadapkan pada kerumitan standar akuntansi Dibandingkan dengan SAK ETAP. SAK EMKM disusun dengan format yang lebih ringkas dan sederhana, serta diperuntukkan bagi entitas yang belum dapat memenuhi ketentuan yang berlaku dalam SAK ETAP (Fatah Maulana et al. , 2. Yayasan merupakan salah satu jenis organisasi nirlaba yang berbadan hukum dan berfokus pada kegiatan sosial, kemanusiaan, serta keagamaan. Di sisi lain, usaha kecil seperti toko sembako atau toko yang menyediakan kebutuhan pokok harian juga termasuk jenis usaha yang memerlukan penerapan sistem akuntansi (Wahyuni & 2. Dengan adanya pencatatan dan pelaporan keuangan, pemilik usaha dapat memantau perkembangan usahanya secara lebih efektif, termasuk informasi mengenai jumlah utang, stok barang, tren penjualan, serta keuntungan yang diperoleh setiap periode. Meskipun akuntansi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan usaha kecil, kenyataannya masih banyak pelaku usaha berskala kecil yang belum mengintegrasikan sistem akuntansi dalam kegiatan operasional mereka (Sisilia Anyel Faridawati et al. , 2. Toko Sembako Ibu Murti merupakan usaha yang bergerak dalam penjualan berbagai macam kebutuhan pokok. Mengingat banyaknya jenis barang serta tingginya frekuensi keluar masuk stok, muncul kekhawatiran akan potensi kehilangan atau pencurian barang. Karena itu, dibutuhkan sistem akuntansi persediaan yang tertata dengan baik untuk menghindari potensi penyimpangan dalam kegiatan operasional. Persediaan di Toko Sembako Ibu Murti pun tidak selalu tersedia secara lengkap, karena pada waktu tertentu dapat terjadi keterbatasan stok. Toko Sembako Ibu Murti belum menghitung secara menyeluruh seluruh biaya yang timbul saat proses pembelian dan pengeluaran persediaan, di mana hanya mencantumkan harga beli yang tertera pada faktur tanpa memperhitungkan biaya tambahan seperti ongkos angkut dan biaya lainnya. Sistem pencatatan persediaan yang digunakan masih sangat sederhana, hal ini disebabkan oleh keterbatasan pemahaman pemilik usaha dalam menyusun laporan persediaan yang pencatatan berdasarkan SAK EMKM dilakukan dengan prinsip akuntansi yang disederhanakan namun tetap andal dan dapat digunakan untuk keperluan internal maupun eksternal, seperti pengambilan keputusan usaha atau pengajuan pinjaman ke lembaga keuangan. Dalam Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), pelaku usaha hanya diwajibkan untuk menyusun tiga laporan keuangan utama, yaitu Laporan Posisi Keuangan. Laporan Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan (Reski, 2. Proses pencatatannya tidak memerlukan metode atau istilah teknis yang rumit, sehingga dapat dilakukan oleh pelaku UMKM yang belum memiliki latar belakang akuntansi formal. Selain itu, pencatatan dilakukan dengan prinsip akrual yang sederhana, di mana aset, liabilitas, pendapatan, dan beban dicatat saat terjadi, dengan pendekatan yang efisien dan praktis. Hasil prasurvei mengungkap bahwa pemilik Toko Sembako Ibu Murti belum melakukan pencatatan persediaan secara memadai dan belum mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Saat ini, pencatatan inventaris masih dilakukan manual di lembar kertas biasa, hanya berdasar pengamatan langsung stok di gudang, sehingga tidak sejalan dengan ketentuan standar pencatatan persediaan yang berlaku. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengadakan suatu penelitian lebih lanjut dengan judul AuSistem Pencatatan Manual dan SAK EMKM dalam Pengelolaan Persediaan Toko Sembako Ibu Murti Kelurahan Dukuh Kota Salatiga. METODE Penelitian ini menerapkan metode penelitian lapangan . ield researc. , yaitu dengan cara memperoleh data secara langsung dari lokasi atau tempat berlangsungnya kegiatan yang diteliti. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara mendalam melalui observasi maupun interaksi langsung dengan subjek atau objek penelitian di lingkungan nyata (Nurrisa et al. , 2. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kualitatif. Penelitian ini tertuju Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29538-29544 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 pada Toko Sembako Ibu Murti yang berada Di Kelurahan Dukuh Kota Salatiga. Peneliti memilih Toko Sembako Ibu Murti yang berada di Kelurahan Dukuh sebagai lokasi penelitian karena Toko Sembako Ibu Murti termasuk salah satu toko sembako yang besar dan berada Di Kelurahan Dukuh Kota Salatiga. Proses pengumpulan data merupakan bagian penting dalam suatu penelitian, karena data yang diperoleh akan menjadi landasan utama dalam proses analisis (Sofwatillah et al. , 2. Pemilihan teknik yang tepat dalam mengumpulkan data merupakan langkah strategis yang tidak dapat diabaikan, sebab tanpa pemahaman yang benar mengenai cara memperoleh data, peneliti berisiko mendapatkan hasil yang tidak valid, kurang akurat, dan tidak memenuhi kriteria penelitian yang telah ditentukan (Fahmi, 2. Tujuan dari pengumpulan data adalah untuk memperoleh berbagai sumber informasi yang dibutuhkan. Dalam penerapan teknik pengumpulan data, hal ini dilakukan guna memperoleh informasi secara mendalam dan bersifat kualitatif maka yang dilakukan oleh penulis adalah melalui Dokumentasi dan Observasi lapangan. Teknik Analisis data yang digunakan adalah metode Deskriptif. Menurut Bhavesh A. Prabhakar . dijelaskan bahwa metode deskriptif kualitatif merupakan pendekatan yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menganalisis temuan penelitian tanpa bertujuan menarik generalisasi yang lebih luas. Permasalahan yang dapat dikaji melalui metode ini mencakup studi kualitatif, studi perbandingan . , serta studi korelasional yang mengkaji hubungan antar unsur yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem Pencatatan Manual dan SAK EMKM dalam Pengelolaan Persediaan Penelitian menunjukkan bahwa Toko Sembako Ibu Murti masih mengandalkan pencatatan manual dalam mengelola transaksi usaha sehari-hari. Pencatatan ini dilakukan secara sederhana, hanya melalui buku tulis biasa yang berisi catatan pembelian dan penjualan. Tidak tersedia kartu persediaan yang dapat menunjukkan pergerakan barang secara rinci. Akibatnya, informasi mengenai stok barang hanya bisa diketahui setelah dilakukan pengecekan fisik langsung di Sistem pencatatan manual memang relatif mudah dijalankan karena tidak membutuhkan perangkat lunak maupun pelatihan khusus. Akan tetapi, sistem ini memiliki kelemahan utama yaitu rawan kesalahan perhitungan, keterlambatan dalam penyajian data, serta kesulitan dalam menyusun laporan keuangan yang sesuai standar. Kondisi ini sejalan dengan temuan Rahmalia & Komariyah . yang menyatakan bahwa pencatatan manual meningkatkan risiko kesalahan serta keterlambatan dalam penyusunan laporan. Meskipun demikian, hasil penelitian juga menemukan bahwa terdapat usaha untuk menyesuaikan pencatatan dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro. Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Pemilik toko sudah berupaya mengidentifikasi arus masuk dan keluar barang serta mencatat hasil penjualan dalam format sederhana. Walaupun penerapannya belum sepenuhnya sesuai, hal ini menunjukkan adanya kesadaran untuk menerapkan standar akuntansi yang berlaku bagi UMKM. Dengan demikian, sistem manual yang dijalankan dapat dipandang sebagai tahap awal menuju penerapan SAK EMKM secara lebih optimal. Tabel 4. Sisa Persediaan Toko Sembako Ibu Murti Nama Barang Unit Harga satuan Total Beras . Kil. @ Rp. Rp. Mie Sedap Goreng . @ Rp. Rp. Mie Sedap Rebus . Karto. @ Rp. Rp. Minyak Goreng Sania 2 liter . @ Rp. Rp. Kecap Sedap 225 @ Rp. Rp. Telor/kg @ Rp. Rp. Total Rp. Sumber: Data diolah . Tanggal 1/06/2025 Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29538-29544 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tabel 4. 2 Pembelian Persediaan Bulan Juni 2025 Tanggal Nama Barang Unit Harga satuan 05/06/2025 Beras . Kil. @ Rp. 08/06/2025 Mie Sedap Goreng . @ Rp. Mei Sedang Rebus . Karto. @ Rp. 13/06/2025 Minyak Goreng Sania 2 liter . @ Rp. Kecap Sedap 225 ml . 5 @ Rp. 22/06/2025 Telor/kg @ Rp. Total Sumber: Data diolah . Total Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Tabel 4. 3 Penjualan Barang Juni 2025 Nama Barang Unit Harga satuan Total Beras . Kil. @ Rp. 000 Rp. Mie Sedap Goreng . 10 @ Rp. 000 Rp. Mei Sedang Rebus . Karto. 12 @ Rp. 000 Rp. 20/06/2025 Minyak Goreng Sania 2 liter . 5 @ Rp. 000 Rp. Kecap Sedap 225 ml . @ Rp. 000 Rp. Total Rp. Sumber: Data diolah . Tanggal 10/06/2025 Perhitungan Persediaan Dagangan Menggunakan Metode FIFO Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah penggunaan metode First In. First Out (FIFO) untuk menilai persediaan. Prinsip FIFO berarti barang yang pertama kali masuk ke gudang akan dijual terlebih dahulu. Metode ini sangat relevan untuk usaha sembako, karena sebagian besar barang dagangan berupa bahan makanan atau kebutuhan pokok yang memiliki masa kadaluarsa tertentu. Penerapan metode FIFO membantu pemilik toko dalam beberapa hal. Pertama, barang tidak menumpuk terlalu lama di gudang, sehingga kualitas produk tetap terjaga. Kedua, risiko kerugian akibat barang rusak atau kadaluarsa dapat ditekan. Ketiga, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) menjadi lebih akurat, karena barang yang keluar dicatat berdasarkan harga pembelian pertama. Dalam praktiknya, pemilik toko mencatat transaksi pembelian dan penjualan menggunakan tabel sederhana. Hasil perhitungan menunjukkan adanya konsistensi dalam menggunakan FIFO, meskipun pencatatan masih manual. Temuan ini sejalan dengan teori akuntansi persediaan yang menegaskan bahwa FIFO memberikan hasil yang lebih wajar untuk barang dagangan dengan sifat mudah rusak (Safitri, 2. Dengan demikian, metode ini dapat dianggap sebagai langkah tepat dalam menjaga keseimbangan antara pencatatan manual dan penerapan standar akuntansi. Toko Sembako Ibu Murti menerapkan metode pencatatan persediaan FIFO (First In. First Ou. , yaitu pendekatan di mana barang yang dibeli terlebih dahulu akan dijual terlebih dahulu. Dalam sistem ini, biaya perolehan dari barang yang masuk lebih awal dicatat terlebih dahulu sebagai harga pokok penjualan (HPP). Apabila jumlah barang yang terjual melebihi stok awal, maka pengambilan akan dilanjutkan dari pembelian berikutnya secara berurutan sesuai waktu kedatangan barang. Pada bulan Juni 2025, terjadi beberapa transaksi penjualan di Toko Sembako Ibu Murti, yaitu: Tanggal 10 Juni 2025, dilakukan penjualan beras sebanyak 5 unit . etara dengan 125 kilogra. , yang diambil dari persediaan awal tanggal 1 Juni sebanyak 2 unit, dan dari pembelian 5 Juni sebanyak 3 unit. Mie Sedap Goreng sebanyak 10 karton, diambil dari stok 1 Juni sebanyak 3 karton, dan 8 Juni sebanyak 7 karton. Mie Sedap Rebus sebanyak 12 karton, terdiri dari 4 karton dari 1 Juni, dan 8 karton dari pembelian 8 Juni. Tanggal 20 Juni 2025, dilakukan penjualan: Minyak Goreng Sania sebanyak 5 karton, dengan rincian 1 karton dari stok 1 Juni, dan 4 karton dari pembelian 13 Juni. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29538-29544 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Kecap Sedap sebanyak 7 karton, yang terdiri dari 3 karton dari tanggal 1 Juni, dan 4 karton dari 13 Juni. Metode FIFO ini diterapkan agar stok barang di toko tetap segar dan tidak mengalami penurunan kualitas atau melewati masa kedaluwarsa, sekaligus memudahkan dalam perhitungan harga pokok penjualan yang lebih akurat. 10 Juni Dihitung dari: 1 Juni 5 Juni Tabel 4. 4 Pencatatan Metode FIFO HPP Penjualan beras . Uni. Mie Sedap Goreng . Mie Sedap Rebus . Uni. Beras 1 Juni 8 Juni Mie Sedap Goreng 1 Juni 8 Juni Mie Sedap Rebus 2 unit x 320. 3 unit x 320. Jumlah 3 unit x 143. 7 unit x 143. Jumlah 4 unit x 132. 8 unit x 132. Jumlah Total 20 Juni Penjualan Minyak Goreng Sania . dan kecap sedap . 1 Juni Minyak 1 unit x 231. 13 Juni Sania 4 unit x 231. Jumlah 1 Juni 13 Juni Kecap 3 unit x 231. 4 unit x 231. Jumlah Total Harga Pokok Penjualan selama bulan Juni 2025 menurut metode FIFO: HPP 10 Juni HPP 20 Juni Total HPP Sumber : Data diolah . Penetapan Metode Penilaian Persediaan di Toko Sembako Ibu Murti Selain menerapkan FIFO, toko juga memilih metode pencatatan perpetual untuk menilai Metode perpetual berarti setiap transaksi pembelian dan penjualan langsung dicatat sehingga saldo persediaan dapat diketahui setiap saat tanpa harus menunggu akhir periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode perpetual memberikan beberapa keuntungan bagi Toko Sembako Ibu Murti. Pertama, pemilik toko dapat mengetahui jumlah persediaan kapan saja, meskipun datanya masih dicatat manual. Kedua, laporan keuangan dapat disusun lebih cepat karena tidak perlu melakukan penyesuaian besar di akhir periode. Ketiga, sistem ini memudahkan pemantauan pergerakan barang yang frekuensinya cukup tinggi. Namun, penerapan metode perpetual dengan pencatatan manual tetap menyimpan kelemahan, yaitu keterbatasan ketelitian dan kecepatan dalam pencatatan. Kesalahan perhitungan atau pencatatan ganda masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, metode ini baru akan benar-benar efektif jika didukung dengan sistem komputerisasi. Walaupun demikian, langkah yang diambil pemilik toko menunjukkan kesadaran untuk beralih ke pencatatan yang lebih sistematis dan akurat. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29538-29544 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Penerapan SAK EMKM dalam Pengelolaan Persediaan dan Laporan Keuangan Sederhana Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa pemilik Toko Sembako Ibu Murti sudah mulai menyusun laporan keuangan sederhana dengan mengacu pada SAK EMKM. Terdapat tiga jenis laporan utama yang disusun, yaitu: Laporan Posisi Keuangan yang menyajikan informasi mengenai aset berupa kas, persediaan, serta kewajiban yang ada. Laporan Laba Rugi yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, harga pokok penjualan, beban, serta laba bersih yang Catatan atas Laporan Keuangan yang berisi penjelasan singkat mengenai metode penilaian persediaan dan dasar pencatatan yang digunakan. Laporan ini memang masih bersifat sederhana dan belum sekomprehensif laporan akuntansi perusahaan besar. Akan tetapi, laporan tersebut sudah cukup memberikan gambaran mengenai posisi keuangan toko. Bahkan, laporan ini bisa digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan bisnis, seperti menentukan strategi pembelian barang atau mengevaluasi keuntungan bulanan. Dengan demikian, penerapan SAK EMKM di Toko Sembako Ibu Murti dapat dikatakan sudah dimulai meskipun masih dalam tahap adaptasi. Hasil ini selaras dengan pendapat Nurrisa et al. yang menegaskan bahwa penerapan SAK EMKM mampu meningkatkan transparansi laporan keuangan UMKM, sekaligus membuka peluang lebih besar dalam mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan. SIMPULAN Sistem pencatatan di Toko Sembako Ibu Murti masih bersifat manual dengan media buku tulis dan kertas, sehingga menimbulkan ketidaktepatan laporan, kesulitan memantau stok, serta risiko kehilangan barang. Pengelolaan persediaan juga belum optimal karena biaya tambahan seperti ongkos angkut tidak diperhitungkan. Walau metode FIFO sudah digunakan, penerapan SAK EMKM belum sepenuhnya dilakukan, sehingga laporan keuangan belum sesuai standar. Jika SAK EMKM diterapkan secara menyeluruh, toko dapat menyusun laporan posisi keuangan, laba rugi, dan catatan keuangan yang lebih akurat, transparan, serta mendukung efektivitas pengelolaan usaha dalam jangka panjang DAFTAR PUSTAKA