DETERMINAN PERALIHAN TENAGA KERJA PERTANIAN: KASUS PERALIHAN PETANI HORTIKULTURA KE SEKTOR NON PERTANIAN DI DESA MAJARAN. KECAMATAN SALAWATI. KABUPATEN SORONG Agus Nur Mansyah1. Hendra Sudirman2. Sitti Hadija Samual3* 1,2,3 rogram Studi Agribisnis Fakultas Sains Terapan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong *Email Korespondensi: sitihadijasamual@unimudasorong. ABSTRAK Desa Majaran memiliki kondisi tanah yang subur serta lahan pertanian yang cukup luas. Desa ini memproduksi berbagai jenis tanaman hortikultura diantaranya semangka, cabai kriting, cabai rawit, kacang panjang, tomat, buah naga, jeruk manis, labu, dan mentimun yang dipasarkan ke daerah lainnya di Kabupaten Sorong. Namun, seiring dengan perkembangan zaman terjadi peralihan dari sektor pertanian ke non pertanian. Masyarakat banyak yang beralih ke pabrik, kuli bangunan, tukang ojek, usaha warung makan, dan lain-lain. Sedangkan para remaja cenderung memilih profesi selain petani, seperti bekerja di perusahaan, menjadi guru, dan lain-lainTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usaha tani hortikultura, dan determinan peralihan tenaga kerja pertanian ke sektor non pertanian di Desa Majaran. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dilakukan pada bulan Juni hingga Juli 2023 di Desa Majaran Kecamatan Salawati. Kabupaten Sorong. Total sampel yang dalam penelitian ini berjumlah 60 responden, yang terbagi atas 30 responden petani aktif dan 30 petani yang telah beralih ke sektor non Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis usahatani dan analisis regresi logic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan usahatani di Desa Majaran secara umum terdiri dari usahatani semangka, cabai kriting, cabai rawit, kacang panjang, tomat, buah naga, jeruk manis, labu, dan mentimun. Rata-rata pendapatan petani hortikultura di Desa Majaran adalah Rp. 266 juta/bulan. Determinan peralihan petani hortikultura ke sektor non pertanian di Desa Majaran adalah pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga. Kata kunci: Determinan. Pertanian. Sektor Non Pertanian ABSTRACT Majaran Village boasts a sizable amount of arable land and rich soil. This town grows a variety of horticultural products that are sold to other regions in Sorong Regency, such as watermelon, curly chilies, cayenne peppers, long beans, tomatoes, dragon fruit, sweet oranges, pumpkins, and But with time, the agricultural sector gives way to the non-agricultural sector. Numerous individuals have resorted to jobs in factories, building sites, as motorbike taxi drivers, food vendors, and so forth. Teenagers, on the other hand, are more likely to select jobs in industries outside than farming, such teaching or corporate work. The purpose of this study is to ascertain the revenue of horticulture farming enterprises in Majaran Village as well as the factors that influence the migration of agricultural laborers to the non-agricultural sector. Quantitative research of this kind was conducted in Majaran Village. Salawati District. Sorong Regency, between June and July of 2023. The survey included 60 respondents in all, 30 of whom were still farming and 30 of whom had moved to other non-agricultural sectors. Logic regression analysis and farming analysis are the data analysis methods employed in this study. According to the ISSN: 2962-3634 CIWAL: Jurnal Pertanian https://jurnal. id/index. php/ciwal CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 research's findings, the most common agricultural products grown in Majaran Village were watermelons, long beans, tomatoes, dragon fruit, curly chilies, cayenne peppers, sweet oranges, pumpkins, and cucumbers. In Majaran Village, horticulture farmers make an average of IDR 4,981,266 million every month. The determinants of the transition of horticultural farmers to the non-agricultural sector in Majaran Village are education and the number of family dependents. Keywords: Determinants. Agriculture. Non-Agricultural Sector PENDAHULUAN Mayoritas masyarakat indonesia bekerja pada sektor pertanian. Pertanian sendiri memiliki peran yang sangat negara-negara tingkat ekonomi rendah, karena sektor pekerjan bagi banyak penduduk di negara berkembang. Kemampuan sektor pertanian untuk menyediakan lapangan pekerjaan menjadi potensi ekonomi yang dapat memperkuat dan mempercepat berkembang (Nadziroh, 2. Pertanian memiliki fungsi dalam hal ketahanan petani dan pengentasan kemiskinan. Selain melalui peningkatan produktivitas serta daya saing komoditas, sehingga kualitas (Kusumaningrum, et al. , 2. Tenaga kerja pertanian menjadi unsur penting sebagai pelaksana dalam kegiatan pertanian seperti pemeliharaan, hingga pemasaran hasil Petani juga turut menentukan tingkat produktivitas dan efisiensi sektor diterapkannya praktik pertanian yang berkelanjutan yang memenuhi standar lingkungan yang baik. Dalam hal pertumbuhan ekonomi, tenaga kerja sektor pertanian memberikan andil yang besar bagi Produk Domestik Bruto (PDB) holtikultura (Sayifullah, et al. , 2. Secara hortikultura terhadap PDB nasional atas dasar harga berlaku menunjukkan trend meningkat dari tahun 2015 sampai tahun Data tersebut menunjukkan bahwa sektor hortikultura memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan guna mendukung pendapatan nasional dan secara khusus perekonomian petani di daerah perdesaan (Guampe, et al. Tanpa tersedianya tenaga kerja pertanian dalam jumlah yang cukup. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 pertanian tidak akan mampu memenuhi hilangnya habitat alami, deforestasi, kebutuhan pangan dan bahan baku yang lingkungan sehingga dapat mengancam Fenomena pergeseran tenaga kerja pertanian telah terjadi belakangan ini ketahanan pangan di Indonesia (Suratha. Individu yang sebelumnya bekerja di Dampak negatif dari peralihan bidang pertanian beralih ke bidang non- tenaga kerja pertanian, telah mendorong Pergeseran beberapa peneliti untuk menganalisis kehilangan sumber daya potensialnya mengantisipasi terjadinya pergeseran (Nurdiaman, et al. , 2. Jika banyak yang lebih besar. Menurut hasriliani petani beralih ke sektor non-pertanian, . , menganaslisis faktor penyebab jumlah tenaga kerja yang tersedia di pergeseran pekerjaan anak petani ke sektor pertanian akan berkurang. Hal ini dapat menyebabkan penurunan produksi Kembangringgit Kecamatan Pungging produk pertanian karena keterbatasan Kabupaten tenaga kerja untuk melakukan kegiatan pertanian dianggap kurang bergengsi, seperti penanaman, pemeliharaan, dan sulit, atau kurang menarik, sehingga Pergeseran tenaga kerja pertanian individu cenderung mencari peluang juga dapat mengakibatkan hilangnya kerja di sektor non-pertanian yang keahlian dan pengetahuan pertanian dianggap lebih menjanjikan secara sosial Ketika banyak petani beralih atau ekonomi. Mojokerto. Desa Pekerjaan ke pekerjaan non-pertanian, generasi Persepsi individu tentang potensi muda mungkin kurang tertarik atau pendapatan di sektor pertanian juga memiliki pengetahuan yang terbatas Persepsi Hal pendapatan yang lebih tinggi di sektor pangan, keberlanjutan pertanian, dan non-pertanian dapat menjadi insentif pemeliharaan tradisi pertanian. Dari sisi lingkungan, akibat penurunan jumlah pekerjaan pertanian dan mencari peluang petani dan lahan pertanian yang beralih fungsi hal ini dapat berdampak pada dilakukan oleh Tulangow, et al. , . Penelitian CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 dan menemukan bahwa berkurangnya bangunan, tukang ojek, usaha warung lahan pertanian, upah petani yang makan, dan lain-lain. Sedangkan para rendah, serta kegiatan sosial yang remaja cenderung memilih profesi selain petani, seperti bekerja di perusahaan, menjadi guru, dan lain-lain. Jika hal ini meninggalkan sektor pertanian untuk mendapat penghasilan yang lebih besar. dampak terhadap eksistensi tenaga kerja Penelitian Dailabi . menemukan pertanian sehingga berkurangnya hasil hal yang sama, dimana faktor luas lahan, pertanian untuk memenuhi kebutuhan faktor tingkat pendidikan dan faktor masyarakat akibat peralihan tenaga kerja tingkat upah merupakan faktor yang sektor non pertanian. Selain itu, lahan pertanian berpotensi semakin berkurang tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri. digunakan untuk pertanian tidak lagi Kasus pergeseran tenaga kerja Lahan diolah secara maksimal, dan semakin pertanian juga terjadi di Desa Majaran. Kecamatan Kabupaten Sorong. Provinsi Papua Barat Daya. Desa ini berada di wilayah dataran tinggi supermarket, dan sebagainya. Salawati, dengan luas 10 km2. Desa ini memiliki Penelitian ini bertujuan untuk kondisi tanah yang subur dan lahan mengetahui determinan peralihan tenaga pertanian yang cukup luas. Desa ini kerja pertanian ke sektor non pertanian memproduksi berbagai jenis tanaman di Desa Majaran. Penelitian ini menjadi hortikultura seperti semangka, cabai penting dilakukan untuk mengetahui kriting, cabai rawit, kacang panjang, faktor-faktor pergeseran tenaga keja dari tomat, buah naga, jeruk manis, labu, dan sektor pertanian ke non pertanian, mentimun yang dipasarkan ke daerah sehingga dapat diperoleh rekomendasi lainnya di Kabupaten Sorong. Namun kebijakan untuk mencegah peralihan demikian, seiring dengan perkembangan zaman terjadi peralihan dari sektor pergeseran tenaga kerja pertanian ke pertanian ke non pertanian. Masyarakat sektor non pertanian di Desa Majaran banyak yang beralih ke pabrik, kuli Selain CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 belum pernah di lakukan oleh peneliti variable dipenden dan independen. HASIL DAN PEMBAHASAN METODE PENELITIAN Jenis kelamin responden Penelitian yang digunakan data Pada sektor pertanian maupun non pertanian, tingkat produktivitas tenaga kerja laki-laki lebih tinggi dari tenaga menggunakan kuesioner. Sumber data di kerja perempuan (Srikandhi, 2. peroleh dari petani holtikultura yang Jumlah petani laki-laki sebanyak 97% masih aktif dan yang dulunya petani sedangkan petani perempuan di Desa Majaran hanya 3%. Hal tersebut juga beralih ke non pertanian. Variabel pada terjadi pada responden petani yang telah penelitian ini yaitu pendidikan, usia, beralih sektor ke non responden berjenis kepemilikan lahan, jumlah tanggungan kelamin laki-laki sebesar 83%, dan keluarga. Sumber pengairan. Penelitian perempuan sebesar 17%. Hal tersebut menunjukkan tenaga kerja di Desa Kecamatan Desa Salawati. Majaran Kabupaten Majaran lebih dominasi laki-laki. Sorong. Populasi dan Sampel Penelitian Sampel pada penelitian ini yaitu terdiri Usia Responden dari 30 responden yang berprofesi Usia responden pada penelitian ini sebagai petani holtikultura dan 30 bervariasi dari yang termuda yaitu 28 responden non petani yang pernah tahun hingga tertua berusia 80 tahun. berprofesi sebagai petani hortikultura Rentang Teknik gabungan dari dua kelompok responden yakni petani dan non petani. Dilihat dari kuesioner dan observasi. Teknik analisis kategori usia, petani usia 36-55 tahun memiliki persentase paling besar yaitu 6%, sedangkan untuk non petani usia 25-45 tahun memiliki persentase paling memanfaatkan surber daya alam, tenaga besar yaitu 40. Dengan demikian, kerja, serta modal, dan menggunakan pekerja di Desa Majaran baik petani CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 maupun non petani dapat dikategorikan sebagai usia produktif (Aisyah, 2. berdasarkan apakah mereka memiliki Tingkat pendidikan responden atau menyewa. Pendidikan petani pada tingkat Pendidikan Sekolah Jumlah tanggungan keluarga Dasar sebanyak 44% sedangkan pada Tingkat tanggungan keluarga responden, responden non petani sebanyak 17%. oleh responden petani dengan jumlah Ditingkat SMP sebanyak 33% untuk tanggungan keluarga 1 orang sebanyak 7%, 2 orang sebanyak 40%, 3 orang responden non petani. Selanjutnya pada sebanyak 9%, 4 orang sebanyak 20% dan tingkat SMA pada responden petani 5 orang sebanyak 3%. Sedangkan pada tanggungan keluarga 1 orang sebanyak tingkatan Strata 1 baik petani maupun 37%, 2 orang sebanyak 37%, 3 orang non pertanian memiliki presentase yang sebanyak 16%, 4 orang sebnyak 10% sama sebesar 3%. dan 5 orang sebanyak 0%. Hal tersebut Status kepemilikan lahan pertanian Majaran rata-rata keluarga pada non pertanian sebanyak 1 Kepemilikan lahan pertanian di Desa dan 2 anggota keluarga. Sumber pengairan kepemilikan lahan sendiri dan sewa. Sumber perairan yang digunakan Status kepemilikan lahan sendiri pada oleh responen petani petani sebesar 83% dan non pertanian menggunakan air sumur sebanyak 87%. Sedangkan kepemilikan lahan sewa pada petani menggunakan air pam. Sumber perairan sebesar 17% dan pada non pertanian terhadap biaya petani selama masa Tabel menunjukkan kepemilikan lahan di dominasi oleh non pertanian sebesar Perbedaan status kepemilikan mempengaruhi petani terhadap modal. Selain Analisis Pendapatan Usaha Tani Hortikultura di Desa Majaran CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 Pendapatan usahatani adalah balas biaya tunai perbulan yakni sebesar jasa atas penggunaan faktor produksi 761 sedangkan pendapatan atas Kegiatan biaya total tunai perbulan 2. usahatani bertujuan untuk memperoleh Jika di lihat dari R/C rationya atas biaya pendapatan optimal sebagai imbalan atas total dengan nilai R/C rationya sebesar usaha dan kerja yang telah dilakukan 0,37%. Hal ini menunjukan bahwa oleh petani hortikultura dengan berbagai usahatani hortikultura cabai kriting yang macam hasil komoditasnya. Rata-rata dilakukan petani responden memperoleh pendapatan usaha tani hortikultura di penerimaan yang sedikit di bandingkan Desa Majaran di uraikan sebagai berikut. Hasil analisis usahatani semangka Komoditi Semangka Komoditi Cabai rawit Hasil analisis usahatani cabai rawit 100 dan total biaya perbulan di ketahui penerimaanya dalam sebulan pendapatan atas biaya tunai 000 dan total biaya dalam sebulan pendapatan perbulan atas sedangkan pendapatan atas biaya total biaya tunai yakni sebesar 1. tunai perbulan 4. Jika di lihat sedangkan pendapatan perbulan atas dari R/C rationya atas biaya tunai dengan biaya total tunai 1. Jika di lihat dari R/C rationya atas biaya total R/C rationya sebesar 0,70% dikatakan layak dengan nilai R/C hortikultura semangka yang dilakukan 1,85%. Hal penerimaan yang sedikit di bandingkan hortikultura cabai rawit yang dilakukan dibandingkan dengan biaya usaha tani Komoditi Cabai Kriting yang dikeluarkan Hasil analisis usahatani cabai Komoditi Kacang Panjang 000 perbulan dan total biaya Hasil analisis usahatani kacang pendapatan atas panjang di ketahui penerimaanya dalam CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 00 dan total biaya Hasil analisis usahatani buah naga dalam sebulan 11. 000 pendapatan di ketahui penerimaanya dalam sebulan atas biaya tunai perbulan yakni sebesar 000 dan total biaya dalam sebulan 000 sedangkan pendapatan atas pendapatan atas biaya tunai biaya total tunai perbulan 9. Jika di lihat dari R/C rationya atas biaya sedangkan pendapatan atas biaya total total dikatakan layak dengan nilai R/C tunai perbulan 572. Jika di lihat dari R/C rationya atas biaya total dikatakan layak dengan nilai R/C rationya sebesar 1,84%. Hal 1,08%. Hal ini menunjukan bahwa dilakukan petani responden memperoleh usahatani hortikultura buah naga yang dilakukan petani responden memperoleh dibandingkan dengan biaya usaha tani yang dikeluarkan. dibandingkan dengan biaya usaha tani yang dikeluarkan. Komoditi Tomat Hasil analisis usahatani tomat di Komoditi Jeruk Manis ketahui penerimaanya dalam perbulan Hasil analisis usahatani jeruk 250 dan total biaya dalam manis di ketahui penerimaanya dalam 000 dan total biaya perbulan atas biaya tunai yakni sebesar dalam perbulan 2. perbulan atas biaya tunai yakni sebesar perbulan atas biaya total tunai 439. Jika di lihat dari R/C rationya atas biaya perbulan atas biaya total tunai 1. total dikatakan layak dengan nilai R/C Jika di lihat dari R/C rationya atas biaya total dikatakan layak dengan nilai R/C 1,03%. Hal 1,40%. hortikultura tomat yang dilakukan petani hortikultura jeruk manis yang dilakukan yang lebih besar dibandingkan dengan biaya usaha tani yang dikeluarkan. Hal dibandingkan dengan biaya usaha tani Komoditi Buah Naga yang dikeluarkan. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 Komoditi Labu yang lebih besar usaha tani yang Hasil analisis usahatani labu di ketahui penerimaanya dalam semusim Berdsarkan keseluruhan analisis 000 dan total biaya dalam komoditi usaha tani di Desa Majaran, perbulan atas biaya tunai yakni sebesar dengan total penerimaan perbulan Rp 000 dan pendapatan perbulan Rp Jika di lihat dari R/C 396, dimana rata-rata perbulan rationya atas biaya total dikatakan layak dari 9 komoditi yaitu, penerimaanya dengan nilai R/C rationya sebesar 214 biaya perbulan 8. 3,38%. Hal ini menunjukan bahwa serta pendapatan perbulannya 4. hortikultura terdapat dilakukan petani responden memperoleh Determinan Peralihan Petani Hortikultura Ke Sektor Non Pertanian dibandingkan dengan biaya usaha tani Faktor-faktor yang dikeluarkan. sektor non pertanian pada penelitian ini Komoditi Mentimun terdiri dari lima variabel independent. Hasil analisis usahatani mentimun yaitu: . Pendidikan, . Usia, . di ketahui penerimaanya dalam perbulan Kepemilikan Rp. 000 dan total biaya dalam tanggungan Keluarga, dan . sumber pendapatan atas Variabel inilah yang diduga biaya tunai perbulan yakni sebesar 000 sedangkan pendapatan atas peralihan petani ke sektor non pertanian biaya total tunai perbulan 7. di Desa Majaran. petani hortikultura Jika di lihat dari R/C rationya atas biaya yang masih aktif (Y=. , dan yang total dikatakan layak dengan nilai R/C dulunya petani beralih ke sektor non pertanian (Y=. , dimana Y sebagai 1,98%. Hal Lahan, . menunjukan bahwa ushatani hortikultura digunakan pada taraf nyata . sebesar 5 Variabel penguji berdasarkan Jumlah Pengujian CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 dari hasil pengolahan data dapat di lihat Rata-rata penerimaan perbulan petani pada tabel 1. hortikultura di Desa Majaran adalah Variabel Pendidikan (X. Tabel 1. Signifikansi Pada Taraf Nyata 5 % Odds Koefisien Standerror signifikan Usia (X. pemilikan lahan (X. Jumlah T. Kel (X. Sumber pengairan (X. _cons Hosmer and lomeshow Sumber: Data Primer 2023 . Hasil Rp. 214, dan biaya perbulan Rp. bahwa determinan yang berpengaruh signifikan terhadap petani hortikultura ke sektor non pertanian, yaitu tingkat Rp. nilai R/C ratio usahatani pendidikan dan tanggungan keluarga hortikultura di Desa Majaran lebih besar dengan taraf nyata 5%. Sementara faktor dari 1, sehingga dapat di kategorikan usia, kepemilikan lahan, dan sumber Determinan peralihan petani pengairan ditemukan tidak berpengaruh hortikultura ke sektor non pertanian di signifikan terhadap peralihan petani ke Desa Majaran adalah pendidikan dan sektor non pertanian di Desa Majaran, jumlah tanggungan keluarga. Kecamatan Salawati. Kanupaten Sorong. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di Desa Majaran secara umum terdiri dari atas usahatani semangka, cabai kriting, cabai rawit, kacang panjang, tomat, buah naga, jeruk manis, labu, dan mentimun. DAFTAR PUSTAKA