TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Pengaruh Struktur Aset dan Profitabilitas terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2020 Sri Taufil Laily srilaily456@gmail. Universitas Mataram Lalu Hamdani Husnan husnan@gmail. Universitas Mataram Siti Aisyah Hidayati hidayati@gmail. Universitas Mataram Abstract The purpose of this study was to determine the effect of asset structure and profitability on the capital structure of banking companies listed on the Indonesian stock exchange in 2014-2020. The type of research used is causal associative with a quantitative approach. The population in this study were all banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2014-2020, namely 41 The sample used in this study were 18 companies. The data used are secondary data obtained from w. id as well as several company websites that were sampled in the study. The analytical tools used are descriptive statistical tests, classical assumption tests, multiple linear regression, and hypothesis tests consisting of t test, f test, and coefficient of determination R2 with SPSS version 22. The results of this study indicate that asset structure has a negative and significant effect on capital structure, profitability and significant negative effect on capital Keywords : asset structure, capital structure, profitability Pendahuluan Bagi perusahaan keuangan khususnya perbankan, permodalan merupakan faktor yang sangat penting sebagai penggerak bagi kegiatan usaha bank. Besar kecilnya modal bank sangat berpengaruh terhadap kemampuan bank dalam menjalankan kegiatan operasinya. Apabila modal bank sedikit, maka kapasitas usaha bank menjadi terbatas mengingat modal menunjukan kemampuan perusahaan melindungi perusahaan dari resiko-resiko usaha yang akan dihadapi. Modal bagi perbankan merupakan suatu hal yang penting, karena sebuah bank harus memiliki kecukupan modal untuk dapat beroperasi yang diisyaratkan oleh Bank Indonesia (BI). Semakin besar modal yang dimiliki oleh suatu bank maka bank memiliki kapasitas usaha yang lebih besar dan lebih mampu mengantisipasi risiko-risiko usaha yang ada. Sebaliknya, minimnya modal yang dimiliki suatu bank maka akan menyebabkan bank memiliki keterbatasan dalam menjalankan operasionalnya (Taswan dalam Budiman, 2. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang jasa, yaitu menerima dana dari pihak luar . asyarakat, industri, pihak lainny. dan meyalurkannya kepada masyarakat dan industri lainnya, sangat memungkinkan perusahaan perbankan memiliki rasio DER di atas satu. Hal ini disebabkan sebagian besar dana bank berasal dari pihak luar. Namun demikian jika kegiatan yang dilakukan manajemen yaitu pemberian pinjaman kepada masyarakat menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi dari biaya modalnya justru memberikan keuntungan bagi bank. Mengingat kondisi tersebut, perusahaan industri perbankan yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) mempunyai proporsi hutang yang lebih besar dari modalnya sendiri. Pada perbankan rata105 TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. rata memiliki tingkat DER yang tinggi, hal ini disebabkan karena karakteristik bank itu sendiri yaitu mengumpulkan dana dari investor . dalam bentuk tabungan, deposito, giro maupun pinjaman dari Bank Indonesia maupun pihak lain. Sementara modal sendiri atau ekuitas bank diperoleh dari modal sendiri dan laba yang disetorkan. Jumlah hutang yang tinggi harus diimbangi dengan modal yang tinggi karena bank harus melindungi perusahaannya dari resiko ketidakpastian akan tingkat keuntungan yang didapat. Karena bisa saja terjadi penarikan dana nasabah secara besar-besaran dalam waktu yang bersamaan . Bila hal itu tidak didukung oleh modal sendiri yang kuat maka likuiditas perusahaan akan menurun (Melayu dalam Budiman, 2. Struktur aset merupakan perbandingan antara aset tetap dan total aset. Struktur aset ini merupakan variabel penting dalam proses pendanaan karena berhubungan langsung dengan perusahaan dalam rangka meningkatkan laba. Struktur aset yang dimiliki oleh perusahaan perbankan dan perusahaan lain umumnya berbeda. Perusahaan di bidang perbankan memiliki determinasi aset yang cukup tinggi dibandingkan dengan perusahaan lainnya. Penggunaan modal eksternal biasanya digunakan ketika perusahaan telah memiliki aset tetap yang tinggi. Hal ini dapat dilakukan karena aset tetap tersebut dapat dijadikan sebagai jaminan. Variabel ini diproksikan dengan FAR . ixed assets rati. Tujuan dari penghitungan rasio ini adalah untuk mengetahui seberapa besar porsi aset tetap yang dapat dijadikan perusahaan sebagai jaminan atas pinjaman yang dilakukannya dan diukur dengan satuan persentase (%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oyesola . Joni dan Lina . , dan Indrajaya . menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sheikh . , menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. Dari penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan pengaruh struktur aset terhadap struktur modal. Selain struktur aset, faktor lain yang mempengaruhi struktur modal adalah profitabilitas. Profitabilitas sangat penting untuk diperhatikan oleh manager dalam mengambil keputusan struktur modal perusahaan. Salah satu cara untuk mengukur profitabilitas perusahaan adalah dengan Return On Asset (ROA) yaitu perbandingan antara laba sebelum pajak terhadap total aset. ROA digunakan karena aset mencakup hutang dan modal sehingga mencakup nilai secara keseluruhan tidak hanya dari sisi modal saja seperti ROE. Semakin besar nilai rasio ini semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Alnajjar . Anarfo . Sofath dan Singh . , serta Ngjeliu . , menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Namun penelitian lain yang dilakukan oleh Akpinar . menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap struktur modal. Dilihat dari hasil penelitian-penelitian terdahulu yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masih terdapat ketidakkonsistenan. Dari hal tersebut penelitian ini mencoba untuk memperbarui dari penelitian-penelitian sebelumnya dengan menggunakan dua variabel yakni struktur aktiva dan profitabilitas. Dengan demikian penelitian ini dapat di teliti kembali dengan kondisi, waktu, sektor dan tempat penelitian yang Sektor perbankan merupakan faktor utama yang mampu menunjang perekonomian di suatu Negara. Sektor perbankan menjadi salah satu lembaga keuangan negara yang memiliki peran untuk menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan modal dan investasi bagi para pemilik dana. Menurut Hasibuan . dana bank adalah sejumlah uang yang dimiliki dan dikuasai bank dalam kegiatan Dana bank terdiri dari modal internal, modal asing dan modal sendiri. Dana yang berasal dari sumber internal adalah dana yang terbentuk atau dihasilkan oleh perusahaan sendiri yaitu laba ditahan dan depresiasi, sedangkan dana yang diperoleh dari sumber eksternal adalah dana yang berasal dari kreditur, pemilik dan pengambil bagian dalam perusahaan . ana yang akan ditanamkan yang akan menjadi modal sendir. Berikut adalah nilai rata-rata asset, laba, modal . , dan hutang . pada perusahaan perbankan yang dijadikan sampel . esuai dengan kriteri. dalam penelitian ini yang dapat dilihat pada tabel 1. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Tabel 1. Rata-rata Asset. Laba Modal (Ekuita. dan Hutang (Liabilita. Perusahaan Perbankan Tahun 2014-2020 . alam ribuan rupia. Tahun Aset Laba Modal (Ekuita. Hutang 15,426,752,984 138,265,622,799 616,243,936,700 15,698,293,511 177,576,424,845 666,266,174,661 15,138,560,143 210,727,306,405 755,295,420,767 19,267,187,045 233,135,886,218 801,405,271,369 1,084,020,569,311 21,099,592,657 245,074,788,077 838,945,781,234 1,154,873,000,240 18,815,651,369 271,711,305,911 883,161,694,329 1,251,300,595,939 20,044,402,207 313,503,393,914 937,797,202,025 Rata-rata 1,012,730,029,893 17,927,205,702 227,142,104,024 785,587,925,869 Sumber : Data diolah Tabel 1 di atas menunjukkan jumlah hutang lebih besar dari pada laba. Rata-rata jumlah hutang sektor perbankan yakni sebesar Rp. 785,587,925,869, rata-rata laba sebesar Rp. 17,927,205,702, rata-rata modal . sebesar Rp. 227,142,104,024 dan rata-rata aset sebesar Rp. 1,012,730,029,893. Perusahaan perbankan rata-rata memiliki jumlah hutang yang tinggi dikarenakan karakterikstik dari bank itu sendiri adalah mengumpulkan dana sebanyakbanyaknya dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro, dan deposito maupun pinjaman dari pihak lain dan bank Indonesia. Sementara ekuitas bank tersebut diperoleh dari modal disetor dan laba bank itu sendiri yang dimana rata-rata modal sendiri . perusahaan perbankan dari tahun 2014-2020 diatas adalah sebesar Rp. 227,142,104,024. Dengan jumlah hutang yang tinggi harus didukung dengan modal sendiri dikarenakan bank harus memproteksi risiko ketidakpastian akan tingkat keuntungan yang didapat, karena sewaktu-waktu dapat terjadi penarikan dana yangbesar dari nasabah. Tinjauan Pustaka Pengertian Struktur Modal Struktur modal pada perusahaan non-keuangan berbeda dengan struktur modal perusahaan keuangan khususnya perbankan. Di dalam perusahaan perbankan struktur modal digunakan dalam rangka membiayai aktivitas operasional bank. Besarnya struktur modal sangat tergantung dari sumber dana yang diperoleh dari pihak eksternal serta sumber dana dari pihak Sumber modal suatu bank terdiri dari modal sendiri dan modal pihak ketiga. Di dalam perusahaan perbankan simpanan dari nasabah dianggap sebagai hutang, sehingga rasio untuk menghitung struktur modalnya juga relatif tinggi (Poedjiwahjino dalam Budiman, 2. Teori Struktur Modal Pecking Order Theory Teori ini menyarankan bahwa perusahaan pada awalnya akan menggunakan dana internal seperti laba yang ditahan. Setelah itu perusahaan akan menggunakan utang jika perusahaan memerlukan tambahan dana. Terakhir perusahaan akan mengeluarkan saham baru untuk mempertahankan modal yang disyaratkan. Fahmi dalam Manurung . AuPecking Order Theory merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh suatu perusahaan untuk mencari tambahan dana dengan cara menjual aset yang dimilikinya. Seperti menjual gedung . , tanah . , peralatan (Inventor. yang dimilikinya dan asset-aset lainnya, termasuk dana yang berasal dari laba ditahan . etained earning. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Trade Off Theory Kurniawan dalam Manurung . AuPerusahaan akan berutang sampai pada tingkat utang tertentu, dimana penghematan pajak dari tambahan utang sama dengan biaya kesulitan keuanganAy. Biaya kesulitan keuangan adalah biaya kebangkrutan atau reorganization, dan biaya keagenan yang meningkat akibat dari turunnya kredibilitas suatu perusahaan. Trade-off theory dalam menentukan struktur modal yang optimal memasukkan beberapa faktor antara lain pajak, biaya keagenan dan biaya kesulitan keuangan tetapi tetap mempertahankan asumsi efesiensi pasar dan simetris informasi sebagai imbangan dan manfaat penggunaan utang. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Struktur Aset Aktiva atau aset adalah segala sumber daya dan harta yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasinya. Suatu perusahaan pada umumnya memiliki dua jenis aset yaitu aset lancar dan aset tetap. Kedua unsur aset ini akan membentuk struktur aset. Struktur aset juga disebut struktur kekayaan. Struktur aset atau struktur kekayaan adalah Perimbangan atau perbandingan baik dalam artian absolut maupun dalam artian relatif antara aset lancar dengan aset tetap Riyanto dalam Budiman . Selanjutnya yang dimaksud dengan artian absolut adalah perbandingan dalam bentuk nominal, sedangkan yang dimaksud dengan artian relatif adalah perbandingan dalam bentuk persentase. Dalam suatu perusahaan, struktur aset akan mempunyai pengaruh terhadap sumbersumber pembelanjaan dalam beberapa cara. Pertama, pada perusahaan yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aset tetap, pemenuhan kebutuhan dana akan diutamakan dari modal sendiri dan modal asing hanya berfungsi sebagai pelengkap (Riyanto dalam Budiman . Hal ini akan menimbulkan adanya beban tetap yang berupa biaya tetap. Dan apabila perusahaan menggunkan modal asing dalam membelanjai aset tetapnya maka beban tetap yang akan ditanggung menjadi lebih besar. Kedua, pada perusahaan yang sebagian besar asetnya berupa aset tetap, komposisi penggunaan hutang akan lebih didominasi oleh hutang jangka panjang Brigham dalam Budiman . Karena jangka waktu terikatnya dana dalam aset tetap adalah lebih ditekankan pada utang jangka panjang. Variabel ini diproksikan dengan FAR . ixed assets Tujuan dari penghitungan rasio ini adalah untuk mengetahui seberapa besar porsi aset tetap yang dapat dijadikan perusahaan sebagai jaminan atas pinjaman yang dilakukannya dan diukur dengan satuan persentase (%). Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Profitabilitas adalah hasil bersih dari serangkaian kebijakan dan keputusan (Brigham, 2. Untuk dapat menjaga kelangsungan perusahaannya, perusahaan harus berada dalam keadaan Tanpa adanya keuntungan akan sangat sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan modal dari luar. Setiap perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaannya dalam rangka untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Tetapi, selain itu perusahaan juga harus dapat mengadakan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan operasional usaha perusahaan. Peningkatan produktivitas dan dilakukannya program efektivitas dan efisiensi merupakan langkah yang diambil perusahaan dalam rangka untuk memperoleh Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas adalah kemampuan suatu badan usaha untuk memperoleh laba bersih. Laba bersih ini merupakan ukuran pokok keberhasilan perusahaan. Laba atau berkurangnya laba, mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mendapat pinjaman dan pendanaan ekuitas, posisi likuiditas perusahaan dan kemampuan perusahaan untuk berubah. Robert dalam Purwitasari . , mengungkapkan bahwa rasio profitabilitas menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Rasio untuk menghitung profitabilitas dibagi atas enam jenis, yakni Gross Profit Margin (GPM). Net Profit Margin (NPM). Operating Return On Asset (OPROA). Return On Asset (ROA). Earning Power, dan Return On Equity (ROE). Namun dalam penelitian ini profitabilitas diukur dengan Return On TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Asset (ROA). ROA merupakan ukuran dari kinerja keuangan bank dalam memperoleh laba sebelum pajak dan total aset merupakan keseluruhan aset yang dimiliki perusahaan yang tercantum pada laporan keuangan bank yang bersangkutan. Menurut Husnan . , semakin besar ROA menunjukkan kinerja bank semakin besar. Menurut Agustina . ROA merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan . secara keseluruhan. Pengembangan Hipotesis Pengaruh Struktur Aset Terhadap Struktur Modal Struktur aset didefinisikan sebagai komposisi aset perusahaan yang menunjukkan seberapa besar aset perusahaan dapat digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan Struktur aset mencerminkan dua komponen aset secara garis besar dalam komposisinya yaitu aset lancar dan aset tetap (Dikriansyah, 2. Perusahaan yang memiliki asset besar dapat menggunakan asetnya sebagai jaminan untuk mendapatkan hutang dari pihak Perusahaan dengan nilai asset lebih besar akan mudah mendapat kepercayaan untuk mendapatkan pinjaman dari luar karena lebih mudah akses ke sumber dana dibandingkan dengan perusahaan yang masih berskala kecil. Menurut Pecking order theory perusahaan yang sebagian besar aktivanya berupa aktiva tetap akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal sendiri. Sedangkan peusahaan yang sebagian besar aktivanya berupa aktiva lancar akan mengutamakan pemenuhan dananya dengan hutang Sarnowo dan Astuti Budiman . Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi struktur aktiva, maka struktur modal semakin rendah Seftianne dan Handayani dalam Budiman . Teori ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Budiman . yang menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur pendanaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dirumuskan yaitu: H1 = Struktur aktiva berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan serta memungkinkan untuk mendapatkan laba. Apapun dilakukan untuk memperoleh laba yang maksimum. Dengan begitu untuk pengukuran laba menggunakan rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sebuah keuntungan (Wanitasari et al. , 2. Profitabilitas menjelaskan tingkat pengembalian yang di peroleh dari investasi yang ditanamakan oleh Semakin besar tingkat pengembalian maka penggunaan hutang relatif kecil. Tingkat pengembalian yang tinggi dari investasi yang ditanamkan memungkinkan perusahaan menggunakan dana internal perusahaan untuk mem biayai sebagian besar pendanaannya yang berasal dari tingkat pengembalian atas investasi tersebut. Dengan demikian laba ditahan akan semakin meningkat sehingga komponen modal sendiri pun meningkat. Menurut Pecking Order Theory yaitu dalam perusahaan cenderung memilih menggunkan modal internal daripada menggunakan hutang untuk pendanaannyakarena memiliki tingkat keuntungan yang tinggi serta dapat digunakan sebagai modal. Dalam penelitian ini semakin tinggi tingkat profitabilitas semakin rendah struktur modalnya. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang sebelumnya oleh Wanitasari et al. , . yang menerangkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap strukturAymodal. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dirumuskan yaitu: H2 = Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Kerangka Konseptual Struktur Aset (X. Struktur modal (Y) Profitabilitas (X. Gambar 1 Kerangka konseptual Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif kausalitas dengan pendekatan Penelitian asosiatif kausalitas merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih (Sugiyono, 2016:. Dalam penelitian ini menjelaskan hubungan antara dua variabel yaitu struktur aset yang diukur dengan FAR dan profitabilitas dengan ROA sebagai variabel independen dan struktur modal yang diukur dengan DER sebagai variabel dependennya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sampel survey. Dimana metode sampel survey ialah metode yang digunakan ketika ingin meneliti sebagian dari populasi. Dalam penelitian ini, penulis hanya meneliti sebagian dari perusahaan perbankan. Menurut Sugiyono . sampel survey merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah . ukan buata. Namun survey yang dimaksud dalam penelitian ini adalah survey pustaka dengan cara pengumpulan data dari buku-buku, catatan-catatan atau dokumen yang berupa jurnal-jurnal atau berbagai bentuk terbitan seperti laporan-laporan dan referensi lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Adapun kriteria sampel perbankan yang dijadikan sampel antara lain : Perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2020 . Perusahaan sektor perbankan yang tidak mengalami kerugian selama periode tahun . Perusahaan yang tidak terkena outlier Tabel 2. Kriteria Penentuan Sampel Kriteria Sampel Perusahaan Sektor Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2020 Perusahaan Yang Tidak Memiliki Laba Negatif Selama Periode Tahun Penelitian Perusahaan Yang Terkena Outlier Total Sampel Jumlah Perusahaan . Sumber : w. Metode analisis data yang digunakan adalah uji statistik deskriptif, regresi linear berganda dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi sedangkan uji hipotesis terdiri uji t, uji f, dan analisis koefisien determinasi R2. Metode ini dipilih karena dapat menyimpulkan secara langsung mengenai pengaruh masing-masing variabel bebas yang digunakan secara persial maupun TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Hasil dan Pembahasan Hasil Analisis Data Uji Statistik Deskriptif Tabel 4. Hasil Uji Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Descriptive Statistics Minimu Range Maximum Mean Std. Deviation Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic STRUKTUR ASET 4,936 ,052 4,988 2,11076 ,112389 1,261562 PROFITABILITAS 3,728 ,113 3,841 1,73167 ,087143 ,978181 STRUKTUR MODAL Valid N . 1042,04 159,374 1201,422 538,52607 14,045280 157,657880 Sumber : Data diolah Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa observasi data yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 126 data yang didapatkan dari 18 sampel perusahaan. Berdasarkan analisis statistik deskriptif pada tabel 4. 1 menunjukkan bahwa : Struktur aset yang diukur dengan FAR memiliki nilai rata-rata sebesar 2,11076 %, setiap Rp. 100 total aset . ilai pasa. yang digunakan tertanam di aset tetap sebesar 2,11076 %, dan sisanya tertanam di asset tidak lancar. Nilai tertinggi . 4,988 dan nilai terendah . 0,052. Standar deviasi 1,261562 tidak mengalami fluktuatif . karena mean lebih besar. Profitabilitas yang diukur dengan ROA memiliki nilai rata-rata sebesar 1,731167%, artinya setiap Rp. 100 total aset yang dioperasikan perusahaan, rata-rata mampu menghasilkan laba bersih sebesar 1,731167%. Nilai tertinggi . 3,841 dan nilai terendah . 0,113, dengan selisih . 3,728. Standar deviasi 0,978181 tidak mengalami fluktuatif karena nilai mean lebih besar. Struktur modal yang diukur dengan DER memiliki nilai rata-rata sebesar 538,52607, setiap Rp. 100 modal sendiri dapat digunakan untuk menjamin total hutang sebesar 535,52607 atau Rp. 1 modal sendiri. Rp. 535 hutang. Nilai tertinggi . 1201,422 dan nilai terendah . 159,374. Standar deviasi 157,657880 tidak mengalami fluktuatif . karena nilai mean lebih besar. Regresi Linear Berganda Tabel 5. Regresi Linear Berganda Struktur Modal (Y) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Struktur Aset -24. Profitabilitas -37. Dependent Variable: Struktur Modal Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Data diolah Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai konstanta sebesar 714,183 . ilai ) dan untuk struktur aset . ilai ) sebesar -24,605 sementara Profitabilitas . sebesar -37,429. sehingga dapat diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Yang berarti : = Nilai konstanta struktur modal (Y) sebesar 714,183 yang menyatakan jika variabel X1. X2 sama dengan nol yaitu struktur aset dan profitabilitas, maka struktur modal sebesar 714,183. b1 = Koefisien regresi struktur aset sebesar -24,605 artinya setiap penambahan pada variabel struktur aset sebesar 1 satuan dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan, akan menurunkan tingkat struktur modal sebesar 24,605. b2 = Koefisien Profitabilitas sebesar -37,429 artinya setiap penambahan pada variabel profitabilitas sebesar 1 satuan, dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan, akan menurunkan tingkat struktur modal sebesar 37,429. Pengujian Hipotesis . Uji Persial (Uji . Tabel 6. Hasil Uji T Regresi Struktur Modal (Y) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Struktur Aset -24. Profitabilitas -37. Dependent Variable: Struktur Modal Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Data diolah Struktur Aset Terhadap Struktur Modal Dari hasil pengujian diperoleh nilai t hitung -3,236 dan t tabel sebesar 1,65723 artinya H0 ditolak dan H1 diterima. Signifikansi 0. 001<0. 05 dan beta sebesar 24,605, yang artinya struktur aset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Dari hasil pengujian diperoleh nilai t hitung sebesar -5,935 dan t tabel sebesar 1,65723 artinya H0 ditolak dan H2 diterima. Signifikansi 0,000<0,05 dan dan beta sebesar -37,429, artinya profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Uji f (Goodness of Fi. Tabel 7 Hasil Uji F Regresi Struktur Modal (Y) ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Struktur Modal Predictors: (Constan. Profitabilitas . Struktur Aset Sig. Sumber : Data diolah Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh nilai f sebesar 21,764 dengan nilai Signifikansi 0,000<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel independen struktur aset yang diproksikan dengan FAR dan profitabilitas yang diproksikan dengan ROA mempengaruhi secara simultan variabel dependen yaitu struktur modal yang diproksikan dengan DER. Model yang digunakan untuk menguji FAR dan ROA adalah model yang fit. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Regresi Struktur Modal (Y) Model Summary Adjusted R Std. Error of Model R R Square Square the Estimate Predictors: (Constan. Profitabilitas . Struktur Aset Sumber : Data diolah R-Squared sebesar 0,196 atau 19,6% menunjukkan kemampuan dalam menjelaskan pengaruh variasi variabel dependen sebesar 19,6%. Sisanya sebesar 80,4% dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Pembahasan Pengaruh Struktur Aset Terhadap Struktur Modal Nilai koefisien dari variabel bebas struktur asset -0,217 yakni bernilai negatif. Nilai Signifikansi 0,001<0,05, maka variabel struktur aset (FAR) berpengaruh signifikan terhadap struktur modal (DER) pada tingkat signifikansi 5%. Dapat disimpulkan bahwa struktur aset secara persial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2020. Teori ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Budiman, 2. yang membuktikan bahwa struktur aktiva berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur pendanaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Artinya semakin kecil struktur aset yang dimiliki oleh perusahaan, semakin kecil aktiva tetap yang dijadikan jaminan hutang oleh perusahaan atau tambahan aset tetap lebih banyak dibelanjai dari sumber dana yang berasal dari modal sendiri . aba ditaha. Aktiva tetap dalam hal ini berfungsi sebagai jaminan kredit yang mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal. Nilai struktur aktiva yang tinggi tidak selalu mengindikasi serta dengan kenaikan DER. Karena sumber pendanaan dari eksternal memiliki resiko yang tinggi dalam pengembalian Sehingga perusahaan akan lebih mengutamakan dana internal terlebih dahulu meskipun perusahaan memiliki peluang untuk mendapatkan pinjaman lebih mudah karena terdapat aset yang besar sebagai jaminannya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meminimalisir resiko yang dihadapi oleh perusahaan jika dana internal belum mencukupi kebutuhan modalnya, dan perusahaan diharuskan untuk mencari dana tambahan dari eksternal. Pengaruh Profitabilitas Terhadap Struktur Modal Berdasarkan dari hasil uji statistik t pada tabel 4. 7 dapat diketahui bahwa tingkat signifikansi X2 . sebesar 0,000<0,05, dengan koefisien negatif maka H2 diterima. Ini berarti profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya hubungan negatif antara profitabilitas dengan struktur modal maka semakin besar tingkat profitabilitas yang diperoleh perusahaan maka struktur modal perusahaan yang berasal dari hutang akan semakin menurun. Hasil penelitian ini sesuai dengan landasan teori yaitu Pecking Order Theory yang menyatakan bahwa perusahaan lebih cenderung untuk mengutamakan menggunakan modal sendiri sebagai sumber pendanaan internal . nternal financin. terlebih dahulu dalam membiayai atau mendanai kegiatan operasional dan investasi perusahaan. Hasil yang sejalan dengan peneliti diungkapkan oleh (Wanitasari et al. , 2. , yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Profitabilitas menjelaskan tingkat pengembalian yang didapat dari investasi yang ditanamkan oleh perusahaan. Semakin besar tingkat pengembalian yang didapat dari invsetasi yang ditanamkan maka penggunaan utang relatif kecil. Tingkat pengembalian yang tinggi dari investasi yang ditanamkan perusahaan memungkinkan perusahaan menggunakan dana internal perusahaan untuk membiayai sebagian besar TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. pendanaannya yang berasal dari tingkat pengembalian atas investasi tersebut. Peningkatan profitabilitas akan meningkatkan laba ditahan, yang mempunyai preferensi pendanaan pertama dengan dana internal berupa laba ditaham, sehingga komponen modal sendiri semakin Dengan meningkatnya modal sendiri, maka rasio hutang menjadi menurun . engan asumsi hutang relatif renda. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitianini dapat ditarik kesimpulan pengaruh struktur aset dan profitabilitas terhadap struktur modal pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2020 yaitu sebagai berikut : Variabel struktur aset berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh negatif terhadap struktur modal diterima. Variabel profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa profitabilitas negatif terhadap struktur modal Referensi