Terbit online pada laman web jurnal: http://jurnal. id/index. php/JAMTEKNO JAM-TEKNO ( Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol. x No. 98 Ae 103 |ISSN Media Elektronik: 2828-6391 Penerapan Sistem Pemantauan Kualitas Air Sungai Siak Dan Penyulingan Air Bersih Pada Kelompok Masyarakat Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Riau Evizal Abdul Kadir1*. Detri Karya2, dan Sri Listia Rosa3. Fadhlur Rohman4, dan Cici Wela Sari5 1,3,4,5 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Islam Riau Program Studi Magister Management. Pascasarjana. Universitas Islam Riau Email: 1evizal@eng. id, 2detri. k@eco. id, 3srilistiarosa@eng. *Penulis korespondensi: evizal@eng. Abstract This community service program aims to increase clean water availability and environmental awareness through the implementation of a water quality monitoring system for the Siak River and a clean water distillation installation for community groups in Rumbai Pesisir District. Pekanbaru City. Riau. The activity began with coordination with local stakeholders, followed by a site survey to determine monitoring points and the installation area for the distillation unit. Internet of Things (IoT)-based sensor devices were used to monitor key parameters such as temperature, pH, and water turbidity levels in real time, while a multi-stage distillation system combining activated carbon filtration, reverse osmosis, and ultraviolet sterilization was implemented to produce potable The implementation results showed that the monitoring system can transmit water quality data online and help communities quickly recognize changes in river conditions, especially during the rainy season when turbidity The distillation unit installed at the community hall produces water with quality that meets household drinking water standards, providing an alternative source of clean water that is easily accessible. Active community involvement in training on the operation and maintenance of the device ensures the sustainability of the program and fosters a sense of shared ownership. Overall, this activity proves that the combination of IoT sensor-based water quality monitoring and distillation technology can be a practical and sustainable solution in addressing clean water problems in the Siak Riverbank area, while also supporting environmental conservation efforts and improving the health of the local community. Keywords: Water Quality Monitoring. Siak River. Coastal Rumbai. Distillery. Pekanbaru Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air bersih dan kesadaran lingkungan melalui penerapan sistem pemantauan kualitas air Sungai Siak serta instalasi penyulingan air bersih bagi kelompok masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir. Kota Pekanbaru. Riau. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemangku kepentingan lokal, dilanjutkan survei lokasi untuk menentukan titik pemantauan dan area instalasi unit penyulingan. Perangkat sensor berbasis Internet of Things (IoT) digunakan untuk memantau parameter utama seperti suhu, pH, dan tingkat kekeruhan air secara real-time, sedangkan sistem penyulingan multitahap menggabungkan filtrasi karbon aktif, reverse osmosis, dan sterilisasi ultraviolet diterapkan untuk menghasilkan air yang layak konsumsi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sistem pemantauan dapat mengirimkan data kualitas air secara daring dan membantu masyarakat mengenali perubahan kondisi sungai secara cepat, khususnya pada musim hujan ketika kekeruhan meningkat. Unit penyulingan yang dipasang di balai warga menghasilkan air dengan kualitas yang memenuhi standar air minum rumah tangga, memberikan alternatif sumber air bersih yang mudah diakses. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pelatihan pengoperasian dan perawatan perangkat memastikan keberlanjutan program serta menumbuhkan rasa kepemilikan bersama. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa kombinasi pemantauan kualitas air berbasis sensor IoT dan teknologi penyulingan dapat menjadi solusi praktis dan berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan air bersih di wilayah Diterima Redaksi : 03-11-2025 | Selesai Revisi : 30-12-2025 | Diterbitkan Online : 31-12-2025 Evizal Abdul Kadir1*. Detri Karya2. Sri Listia Rosa3. Fadhlur Rohman4, dan Cici Wela Sari5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 98 Ae 103 bantaran Sungai Siak, sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesehatan masyarakat Kata kunci: Pemantauan Kualitas Air. Sungai Siak. Rumbai Pesisir. Penyulingan. Pekanbaru. CommunitiesAy. Melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dan pelibatan masyarakat secara aktif. Sungai Siak merupakan salah satu sungai terpenting di kegiatan ini diharapkan menjadi contoh nyata kolaborasi Provinsi Riau yang memiliki peran vital sebagai sumber antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan air baku, jalur transportasi, serta penopang aktivitas masyarakat untuk mengatasi masalah lingkungan dan Namun, kesehatan. Dengan dokumentasi dan evaluasi yang pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan komprehensif, hasil pengabdian ini diharapkan dapat industri, dan aktivitas perkebunan di Kota Pekanbaru direplikasi di daerah lain dengan karakteristik serupa, telah menimbulkan tekanan besar terhadap kualitas air sehingga memberi dampak positif yang lebih luas bagi Peningkatan limbah domestik, sedimentasi, dan pengelolaan sumber daya air di Indonesia. pencemaran dari kegiatan industri maupun pertanian Kualitas air permukaan, khususnya sungai, merupakan menyebabkan penurunan mutu air yang berdampak salah satu faktor penting yang menentukan kesehatan langsung pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Menurut khususnya kelompok yang tinggal di wilayah bantaran World Health Organization . , air yang aman seperti Rumbai Pesisir. Kondisi ini menuntut upaya dikonsumsi harus memenuhi parameter fisik, kimia, dan pemantauan kualitas air yang berkelanjutan sekaligus biologis tertentu seperti suhu, pH, kekeruhan, dan kadar penyediaan sumber air bersih yang aman untuk logam berat. Studi di berbagai negara menunjukkan kebutuhan sehari-hari. bahwa daerah padat penduduk dengan aktivitas industri Teknologi pemantauan berbasis IoT menawarkan solusi tinggi berpotensi mengalami penurunan kualitas air praktis dan real-time dalam memantau parameter permukaan akibat pencemaran limbah domestik dan penting kualitas air seperti suhu, pH, tingkat kekeruhan, industri . Sungai Siak sebagai salah satu sungai dan konduktivitas listrik. Dengan sistem ini, data dapat terdalam di Indonesia menjadi contoh nyata tekanan diakses secara daring melalui antarmuka berbasis web lingkungan tersebut, di mana peningkatan aktivitas atau aplikasi ponsel sehingga masyarakat dan pemangku perkotaan dan industri di Pekanbaru berkontribusi kepentingan dapat segera merespons jika terdeteksi terhadap tingginya beban polutan . penurunan kualitas air. Di sisi lain, ketersediaan air Pemantauan kualitas air secara berkelanjutan telah bersih untuk konsumsi rumah tangga dapat ditingkatkan berkembang pesat dengan dukungan teknologi IoT. melalui penerapan sistem penyulingan multi-tahap yang Menurut penelitian . , pemantauan berbasis IoT mencakup proses filtrasi mekanis, filtrasi karbon aktif, memungkinkan pengumpulan data parameter kualitas reverse osmosis, dan sterilisasi ultraviolet, sehingga air air secara real-time melalui sensor suhu, pH, hasil olahan memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. mengirimkannya ke cloud untuk dianalisis dan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang ditampilkan melalui aplikasi. Pendekatan ini dinilai untuk menggabungkan kedua pendekatan tersebut: lebih efisien dibanding metode konvensional yang pemantauan kualitas air Sungai Siak secara bergantung pada pengambilan sampel manual, karena berkelanjutan dan penyediaan instalasi penyulingan air mampu memberikan peringatan dini terhadap perubahan Program difokuskan pada kelompok masyarakat kualitas air. Di Indonesia, beberapa studi awal telah di Rumbai Pesisir yang selama ini sangat bergantung menguji penerapan sensor IoT untuk pemantauan air pada air sungai, namun menghadapi keterbatasan akses sungai dan danau, menunjukkan keandalan sistem serta terhadap air layak minum. Melalui pelatihan dan kemudahan akses data bagi masyarakat dan pemangku keterlibatan aktif warga, program ini tidak hanya kepentingan . memberikan teknologi, tetapi juga menumbuhkan Selain pemantauan, penyediaan air bersih yang layak kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian sungai. minum menjadi prioritas penting, terutama di kawasan Pendekatan partisipatif diharapkan dapat memastikan pesisir perkotaan. Teknologi penyulingan air bersih keberlanjutan sistem pemantauan dan penyulingan, seperti reverse osmosis (RO), filtrasi karbon aktif, dan sekaligus menjadi model pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan ketersediaan air bersih di menghilangkan partikel halus, mikroorganisme patogen, kawasan pesisir perkotaan. serta kontaminan kimia . Penelitian lokal oleh . Selain itu, program ini memiliki nilai strategis dalam menegaskan bahwa kombinasi filtrasi multi-tahap mendukung Sustainable Development Goals (SDG. , dengan sterilisasi UV mampu menurunkan kadar Total khususnya tujuan ke-6 yaitu AuClean Water and Dissolved Solids (TDS) hingga di bawah ambang batas SanitationAy, serta tujuan ke-11 AuSustainable Cities and yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI. Pendahuluan Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Evizal Abdul Kadir1*. Detri Karya2. Sri Listia Rosa3. Fadhlur Rohman4, dan Cici Wela Sari5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 98 Ae 103 Implementasi teknologi ini dinilai cocok untuk penyaringan mekanis untuk menghilangkan partikel masyarakat yang bergantung pada air permukaan, kasar, filtrasi karbon aktif untuk mengurangi bau dan termasuk di daerah aliran Sungai Siak. bahan kimia organik, proses reverse osmosis untuk menurunkan kadar TDS, serta sterilisasi ultraviolet guna Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat, berbagai memastikan eliminasi mikroorganisme patogen. Seluruh penelitian menekankan pentingnya pendekatan perangkat penyulingan ditempatkan di lokasi yang Menurut teori pemberdayaan masyarakat mudah diakses masyarakat dan dilengkapi standar . , keberhasilan program lingkungan sangat operasional prosedur (SOP) yang disusun bersama tim dipengaruhi keterlibatan aktif warga sejak tahap pelaksana dan warga. perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan. Studi pengelolaan air berbasis komunitas di Vietnam dan Metode pengabdian ini juga menekankan pelatihan dan Filipina menunjukkan bahwa pelatihan teknis dan transfer pengetahuan. Tim memberikan bimbingan pendampingan intensif dapat meningkatkan rasa teknis kepada perwakilan kelompok masyarakat kepemilikan warga terhadap teknologi, sehingga mengenai keberlanjutan program lebih terjamin . pemeliharaan sensor, dan prosedur perawatan sistem Pendekatan ini memastikan keberlanjutan Berdasarkan temuan-temuan tersebut, penerapan sistem program setelah masa pendampingan berakhir. Evaluasi pemantauan kualitas air berbasis IoT yang dipadukan dilakukan melalui wawancara, kuesioner, dan dengan instalasi penyulingan air bersih di Sungai Siak pengambilan sampel air untuk uji laboratorium pada memiliki dasar ilmiah yang kuat. Kajian pustaka ini awal, tengah, dan akhir kegiatan. Data kuantitatif dari menegaskan bahwa kombinasi teknologi modern dan sensor dipadukan dengan data laboratorium untuk keterlibatan masyarakat dapat menjadi solusi praktis dan menilai efektivitas sistem pemantauan dan kualitas air berkelanjutan untuk mengatasi tantangan pencemaran hasil penyulingan. air dan keterbatasan akses air minum di kawasan pesisir perkotaan seperti Rumbai Pesisir. Kota Pekanbaru. Dengan rancangan metodologi ini, program diharapkan tidak hanya memberikan teknologi pemantauan dan Metode Pelaksanaan penyulingan air yang andal, tetapi juga meningkatkan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kesadaran serta kemandirian masyarakat dalam menjaga yang kualitas lingkungan dan ketersediaan air bersih di menggabungkan metode survei lapangan, instalasi kawasan Rumbai Pesisir. Kota Pekanbaru. Program teknologi, serta pelatihan kepada warga setempat. Pengabdian Kepada Masyarakat diabadikan dengan Tahapan dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan photo bersama antara Tim Pengabdian dan Masyarakat pemetaan lokasi di kawasan Rumbai Pesisir. Kota seperti terlihat pada Gambar 1. Pekanbaru. Tim pelaksana melakukan diskusi awal bersama perwakilan kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan tokoh Masyarakat setempat untuk memahami kondisi kualitas air Sungai Siak, sumber pencemar potensial, serta kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan air sungai. Informasi ini menjadi dasar dalam menentukan titik pemasangan sensor pemantauan dan unit penyulingan air, sehingga sesuai dengan karakteristik arus sungai dan mudah diakses warga. Tahap berikutnya adalah perancangan dan pemasangan sistem pemantauan kualitas air berbasis IoT. Sensor yang digunakan meliputi pengukur suhu, pH, kekeruhan, dan konduktivitas listrik. Sensor dihubungkan dengan Gambar 1. Foto bersama tim pengabdian dan Masyarakat di Rumbai Pesisir mikrokontroler dan modul komunikasi nirkabel yang mengirimkan data ke server cloud. Data ini diolah dan ditampilkan melalui aplikasi berbasis web dan ponsel, 3. Hasil dan Pembahasan memungkinkan pemantauan real-time oleh tim Pelaksanaan program pengabdian masyarakat di pengabdian dan masyarakat. Kalibrasi dilakukan kawasan Rumbai Pesisir. Kota Pekanbaru, berhasil sebelum pemasangan untuk memastikan akurasi mewujudkan penerapan sistem pemantauan kualitas air pembacaan sensor, sedangkan pengujian lapangan Sungai Siak berbasis IoT dan instalasi penyulingan air dilakukan secara berkala untuk memverifikasi bersih yang dioperasikan langsung oleh kelompok kestabilan sistem dalam kondisi lingkungan yang masyarakat setempat. Sistem pemantauan ini terdiri dari berubah-ubah. sensor suhu, pH, kekeruhan, dan konduktivitas listrik Selanjutnya, dilakukan instalasi sistem penyulingan air yang dipasang di titik strategis sungai, yaitu di area bersih yang terdiri dari beberapa tahap filtrasi: pemukiman padat penduduk, dekat industri kecil, dan di Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Evizal Abdul Kadir1*. Detri Karya2. Sri Listia Rosa3. Fadhlur Rohman4, dan Cici Wela Sari5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 98 Ae 103 sekitar muara anak sungai. Data yang terkumpul setiap Tingkat pemahaman dan kepedulian warga terhadap 10 menit dikirim ke cloud server melalui modul pentingnya menjaga kebersihan lingkungan meningkat, komunikasi nirkabel dan ditampilkan dalam bentuk terlihat dari inisiatif mereka membuat jadwal piket grafik real-time pada dashboard berbasis web dan kebersihan di sekitar titik pemasangan sensor dan aplikasi ponsel. Selama periode pengamatan tiga bulan, sumber air. Hasil pembacaan alat sensor deteksi air suhu rata-rata 28Ae30 AC, pH air terpantau stabil di ditampilkan pada Gambar 3. kisaran 6,2Ae6,8 dan kekeruhan bervariasi antara 15Ae40 NTU, untuk data DO rata-rata dari 18 Ae 35 ppm dan data EC mulai dari 40-85 Ag/cm dengan lonjakan signifikan setelah hujan lebat yang memicu aliran limbah rumah Hasil ini menegaskan pentingnya pemantauan kontinu untuk mendeteksi perubahan kualitas air yang kerap terjadi secara mendadak. Alat sensor IoT yang dipasang dan digunakan ditampil seperti pada Gambar 2. Gambar 3. Hasil pembacaan alat sensor deteksi air yaitu suhu, pH. EC dan DO hasil pembacaan Pembahasan hasil ini menegaskan bahwa integrasi teknologi IoT dengan pendekatan partisipatif memberikan solusi menyeluruh untuk persoalan kualitas air di kawasan pesisir perkotaan. Pemantauan berbasis sensor memungkinkan deteksi dini pencemaran, sehingga masyarakat dapat segera menyesuaikan pemakaian air, misalnya menghentikan konsumsi saat kekeruhan melebihi ambang aman atau ketika pH turun Gambar 2. Alat sensor IoT yang dipasang . tampak depan . tampak drastis. Sistem penyulingan air multi-tahap memberikan cadangan air bersih yang aman meski kondisi sungai Temuan ini sejalan dengan literatur Instalasi sistem penyulingan air bersih dilakukan sebelumnya yang menyoroti pentingnya teknologi menggunakan kombinasi filtrasi mekanis, karbon aktif, pemantauan real-time dan keterlibatan masyarakat untuk RO, dan sterilisasi ultraviolet (UV). Proses multi-tahap keberlanjutan . ini mampu menurunkan TDS hingga rata-rata 60Ae70 mg/L, jauh di bawah ambang batas aman 500 mg/L Berdasarkan hasil pengukuran pada lokasi pelaksanaan sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor pengabdian, nilai EC berada pada kisaran 60 AAS/cm. 492/MENKES/PER/IV/2010. Uji laboratorium juga Nilai tersebut menunjukkan bahwa kondisi perairan menunjukkan penurunan signifikan kandungan bakteri tergolong sedang dari sisi kandungan ion terlarut. Secara Escherichia coli dan logam berat seperti besi (F. dan umum, perairan alami yang belum tercemar memiliki mangan (M. Masyarakat melaporkan perbaikan nyata nilai EC relatif rendah, sedangkan peningkatan nilai EC pada kejernihan, rasa, dan bau air setelah penyulingan, sering dikaitkan dengan masuknya limbah domestik, sehingga air layak untuk kebutuhan konsumsi sehari- aktivitas pertanian, maupun pengaruh intrusi air laut. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sistem Variasi nilai EC antar titik pengamatan menunjukkan penyulingan yang dirancang dapat diandalkan untuk adanya perbedaan karakteristik lingkungan dan aktivitas mengolah air Sungai Siak yang sebelumnya tidak di sekitar badan air. Titik dengan nilai EC lebih tinggi memenuhi standar air minum. diduga dipengaruhi oleh akumulasi zat terlarut akibat aliran limpasan yang membawa residu pupuk, deterjen. Dari sisi pemberdayaan masyarakat, keterlibatan warga atau limbah organik dan anorganik. Selain itu, proses menjadi faktor kunci keberhasilan. Sejak tahap penguapan yang tinggi juga dapat meningkatkan koordinasi awal, 20 perwakilan rumah tangga aktif konsentrasi ion terlarut sehingga menyebabkan kenaikan berpartisipasi dalam pelatihan teknis yang mencakup nilai EC. cara membaca data sensor, perawatan berkala, hingga pemeliharaan filter dan lampu UV pada unit Nilai Dissolved Oxygen (DO) merupakan salah satu Setelah pelatihan, masyarakat mampu parameter kunci dalam menilai kualitas perairan, karena melakukan pengecekan mandiri terhadap kondisi sensor, secara langsung berpengaruh terhadap kelangsungan mengganti filter penyaring, dan menindaklanjuti hidup organisme akuatik serta mencerminkan tingkat peringatan kualitas air yang ditampilkan di aplikasi. pencemaran suatu badan air. DO menunjukkan jumlah Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Evizal Abdul Kadir1*. Detri Karya2. Sri Listia Rosa3. Fadhlur Rohman4, dan Cici Wela Sari5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 98 Ae 103 oksigen terlarut dalam air yang berasal dari proses difusi perubahan perilaku sosial. Masyarakat menjadi lebih udara, fotosintesis organisme akuatik, serta turbulensi sadar akan pentingnya menjaga kebersihan sungai, aliran air. Semakin tinggi nilai DO, semakin baik mengurangi pembuangan limbah rumah tangga, dan kualitas perairan tersebut untuk mendukung kehidupan melaksanakan pemeliharaan sistem secara berkala . Tabel 1 menunjukkan data pembacaan dari Keberhasilan implementasi ini menjadi contoh konkret beberapa kali pengujian terhadap ari Sungai siak. dukungan perguruan tinggi terhadap pencapaian SDGs tujuan ke-6 Clean Water and Sanitation dan tujuan keTable 1. Tabel kondisi air Sungai yang di pantau 11 Sustainable Cities and Communities. Model kolaborasi teknologi dan pemberdayaan warga seperti Suhu ini sangat potensial untuk direplikasi di wilayah lain Pembacaan (C) AAS/cm ppm yang menghadapi tantangan serupa terkait keterbatasan akses air bersih dan penurunan kualitas air permukaan Hari ke -1 . Hari ke -2 Hari ke -3 Hari ke -4 Hari ke -5 Kesimpulan Program pengabdian masyarakat ini berhasil menunjukkan bahwa integrasi teknologi pemantauan berbasis IoT dan sistem penyulingan multi-tahap dapat Berdasarkan hasil pengukuran yang diperoleh pada menjadi solusi praktis dan berkelanjutan dalam lokasi penelitian, nilai DO berada pada kisaran XAeY mengatasi permasalahan kualitas air sungai di kawasan mg/L. Nilai ini menunjukkan bahwa kondisi perairan pesisir perkotaan. Pemasangan sensor suhu, pH, berada pada kategori tercemar ringan menurut baku kekeruhan, dan konduktivitas listrik terbukti mampu mutu kualitas air yang ditetapkan. Secara umum, memberikan data real-time yang akurat, sehingga perairan dengan nilai DO di atas 10 mg/L dikategorikan masyarakat dapat melakukan deteksi dini terhadap layak bagi kehidupan organisme akuatik, sedangkan perubahan kualitas air dan mengambil tindakan cepat nilai DO di bawah ambang tersebut mengindikasikan saat kondisi air menurun. Hasil uji laboratorium pada air adanya tekanan lingkungan atau pencemaran. Hasil hasil penyulingan menunjukkan bahwa kadar TDS dan pengabdian ini menunjukkan adanya variasi nilai DO kandungan mikroorganisme patogen berada di bawah pada beberapa titik pengamatan. Perbedaan ini ambang batas aman sesuai standar Kementerian dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain suhu air. Kesehatan RI. Proses penyaringan yang mencakup kedalaman perairan, aktivitas mikroorganisme, serta filtrasi mekanis, karbon aktif, reverse osmosis, dan keberadaan bahan organik terlarut. Pada titik dengan sterilisasi ultraviolet terbukti efektif menghasilkan air nilai DO yang lebih rendah, diduga terjadi peningkatan yang jernih, bebas bau, dan layak konsumsi. Kegiatan ini beban bahan organik yang menyebabkan konsumsi juga berhasil meningkatkan kapasitas dan kesadaran oksigen oleh mikroorganisme selama proses masyarakat. Pelatihan dan pendampingan teknis Hal ini sejalan dengan teori bahwa membuat warga mampu mengoperasikan, memelihara, peningkatan aktivitas biologis akan menurunkan serta memantau sistem secara mandiri. Partisipasi aktif konsentrasi oksigen terlarut dalam air. kelompok masyarakat Rumbai Pesisir menumbuhkan Selain itu, faktor antropogenik seperti limbah domestik, rasa kepemilikan dan memastikan keberlanjutan aktivitas pertanian, maupun industri di sekitar lokasi program setelah pendampingan perguruan tinggi penelitian turut berkontribusi terhadap fluktuasi nilai berakhir. Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya DO. Masukan nutrien berlebih dapat memicu memberikan manfaat teknis berupa ketersediaan air pertumbuhan alga, yang pada akhirnya menurunkan DO bersih dan sistem pemantauan kualitas air, tetapi juga terutama pada malam hari akibat respirasi organisme menjadi model kolaborasi yang mendukung SDGs Kondisi ini berpotensi menimbulkan stres tujuan ke-6 Clean Water and Sanitation dan tujuan kebahkan kematian pada biota perairan jika berlangsung 11 Sustainable Cities and Communities. Pendekatan dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, hasil yang memadukan teknologi ramah lingkungan dan pengukuran DO dalam kegiatan pengabdian ini pemberdayaan masyarakat ini layak diadaptasi di daerah menunjukkan bahwa kualitas perairan dalam kondisi lain yang menghadapi tantangan serupa terkait Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan keterbatasan akses air minum dan degradasi kualitas air secara permukaan. berkelanjutan guna menjaga stabilitas kadar oksigen Pemantauan DO secara berkala juga penting Ucapan Terimakasih sebagai sistem peringatan dini terhadap degradasi Terima kualitas lingkungan perairan. KEMEDIKTISAINTEK atas pendanaan yang diberikan Secara keseluruhan, program ini tidak hanya sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dan menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong bermanfaat bagi Masyarakat dengan nomor kontrak: 040/DPPM-UIR/HN-PkM/Batch II/2025 Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno. Evizal Abdul Kadir1*. Detri Karya2. Sri Listia Rosa3. Fadhlur Rohman4, dan Cici Wela Sari5 JAM-TEKNO (Jurnal Pengabdian Masyarakat TEKNO) Vol . 6 No. 98 Ae 103 Universitas Islam Daftar Rujukan . Riau dan . WHO. , 2020. Guidelines for drinking-water quality . th ed. World Health Organization. Rahmawati E. Susilo,H. , & Putra R. , 2021. Dampak limbah domestik terhadap kualitas air permukaan di kawasan urban. Jurnal Ilmu Lingkungan, 19. , 350Ae362. Hidayat R. Sari N. , & Fadli M. , 2022. Analisis kualitas air Sungai Siak akibat aktivitas industri dan domestik. Jurnal . Sumber Daya Alam dan Lingkungan,. , 155Ae167. Zhang. Chen. , & Wang. , 2021. Real-time water quality monitoring using IoT and cloud computing. Environmental . Monitoring and Assessment, 193, 512. Setiawan. , & Pratama. , 2020. IoT-based water quality monitoring system for Indonesian rivers. International Journal . of Smart Technology, 3. , 27Ae35. Kumar M. Puri A. , & Singh S. , 2019. Water purification using multi-stage filtration and UV sterilization. Environmental . Technology & Innovation, 14, 100Ae110. Sari. , & Nugroho. , 2021. Efektivitas kombinasi filtrasi karbon aktif dan UV untuk air permukaan. Jurnal Teknik Lingkungan, 28. , 45Ae53. Chambers. , 2017. Rural development: Putting the last first. Routledge. Nguyen T. Le H. , & Tran D. , 2020. Community-based water management in Southeast Asia: Lessons from Vietnam and the Philippines. Water Policy, 22. , 543Ae560. Environmental Protection Agency (EPA). National primary drinking water regulations. EPA. UNDP. Sustainable Development Goals: Goal 6Ai Ensure availability and sustainable management of water and Ginting T. , & Simanjuntak S. , 2021. Analisis bakteriologis air sungai sebagai sumber air minum. Jurnal Kesmas Indonesia, 13. , 41Ae49. Wahyuni. , & Hartono. , 2021. Pendidikan masyarakat dalam menjaga kualitas air sungai. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 2. , 31Ae40. Hasan R. , & Yuliana N. , 2021. Model pemantauan kualitas air berbasis partisipasi masyarakat. Jurnal Pemberdayaan Lingkungan, 5. , 73Ae82. Indarti R. , & Nirmala M. , 2020. Penerapan teknologi Internet of Things untuk pemantauan kualitas air sungai. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21. , 11Ae20. Farid A. , & Munir M. , 2022. Penerapan sensor kekeruhan untuk deteksi pencemaran air. Jurnal Rekayasa Teknologi, 14. , 87Ae Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta: Kemenkes RI. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY 4. 0 | DOI: https://doi. org/10. 29207/ jamtekno.