JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA Volume 7. No. 1, 28 - 37. e_ISSN: 2622-7029 https://journal. id/unj/index. php/jvote/index PERANCANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI ANDROID PSR 12 PADA MATA PELAJARAN PENGENDALI SISTEM ROBOTIK Wahyu Trilaksono * Moch. Sukardjo Pitoyo Yuliatmojo Pendidikan Teknik Elektronika. Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Pendidikan Teknik Elektronika. Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Pendidikan Teknik Elektronika. Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Info Artikel Catatan Artikel: Diterima: 31 Mei 2024 Revisi: 08 Juni 2024 Disetujui: 15 Juni 2024 DOI : 10. 21009/jvote. Kata Kunci: Android Media Pembelajaran Pengendali Sistem Robotik Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi Android PSR 12 pada mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik untuk peserta didik kelas XII kejuruan Teknik Elektronika Industri serta menguji tingkat kelayakan berdasarkan ahli materi, ahli media, ahli desain instruksional dan peserta didik kelas XII TEI SMKN 5 Kota Bekasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terbatas sampai tiga tahapan, yaitu Analyze (Analisi. Design (Desai. dan Development (Pengembanga. Produk akhir yang dihasilkan berupa aplikasi Android PSR 12 yang telah divalidasi oleh ahli media, ahli desain instruksional dan ahli materi. Hasil uji kelayakan oleh ahli desain instruksional memperoleh persentase penilaian sebesar 95%. Hasil uji kelayakan oleh ahli media memperoleh persentase penilaian sebesar 82,7%. Hasil uji kelayakan oleh ahli materi memperoleh persentase penilaian sebesar Penilaian oleh peserta didik pada uji coba perorangan memperoleh penilaian sebesar 89,1% dan pada uji coba kelompok kecil memperoleh persentase sebesar 87,6%. Sehingga berdasarkan kategori kelayakan, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis aplikasi Android PSR 12 dikategorikan sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Artikel : Wahyu Trilaksono . Perancangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android PSR 12 Pada Mata Pelajaran Pengendali Sistem Robotik. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, 7. , 28 - 37 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang strategis bagi setiap individu karena memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia berkualitas. pendidikan memperkuat modal manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan nilaiAcnilai positif yang mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi (Kartikasari, 2015. Khan & Fauzee, 2. Pendidikan juga merupakan alat paling penting dalam mendorong pembangunan sosial ekonomi suatu negara, karena peningkatan tingkat pendidikan penduduk memiliki hubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui perluasan sektor ekonomi serta peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan (Pal, 2. Di dalam proses pendidikan, pembelajaran adalah inti dari kegiatan belajar mengajar yang berfungsi mentransfer pengetahuan, membentuk keterampilan, dan membangun karakter guna menghasilkan warga negara yang produktif dan bermoral (Kandia et al. , 2. Belajar sendiri merupakan proses sepanjang hayat yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, yang ditandai dengan perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap. Oleh karena itu, guru memiliki peran sentral dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, salah satunya melalui pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual. Media pembelajaran yang baik mampu mengkonkretkan materi abstrak menjadi lebih mudah dipahami, meningkatkan partisipasi siswa, serta memperkuat daya ingat terhadap materi (Kuswanto & Radiansah, 2018. Syah & Hidayatullah, 2. Agar pembelajaran berjalan secara optimal, diperlukan media pembelajaran Coressponding author: Wahyu Trilaksono. Universitas Negeri Jakarta. Indonesia . ahyutrilaksono@unj. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika yang sesuai dan relevan dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar, memperjelas konsep yang abstrak, dan menciptakan interaksi yang meaningful antar peserta didik dan pendidik (Nurazizah, 2024. Awaliyah & T, 2. Dalam konteks pendidikan kejuruan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pembelajaran tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga psikomotorik. Mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik (PSR) merupakan salah satu mata pelajaran produktif pada jurusan Teknik Elektronika Industri, dengan komposisi praktik sebesar 70 % dan teori 30 %. Mata pelajaran ini mencakup pengenalan robotika, komponen elektronika, sensor, aktuator, serta pengoperasian sistem robotik berbasis mikrokontroler. Sejumlah penelitian telah mengembangkan media pembelajaran PSR, seperti modul berbasis STEM (Guna & Risfendra, 2. , bahan ajar menggunakan model Dick & Carey (Darmawan, 2. , serta alat bantu pembelajaran berupa trainer robot line follower analog (Hibatullah et al. , 2. , yang semuanya menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian lainnya membahas pengembangan mobile learning berbasis aplikasi smartphone sebagai media pembelajaran mandiri (P. Sibarabi et al. , 2. Pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan masih tergolong rendah, padahal perangkat ini memiliki potensi besar untuk mendukung proses belajar yang lebih fleksibel dan mandiri. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis mobile learning menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, khususnya pada materi sistem pengapian sepeda motor (Wijaya et al. , 2. Perkembangan teknologi yang pesat menuntut guru untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran, terutama dalam bidang STEM (Science. Technology. Engineering, and Mathematic. Salah satu teknologi yang berpotensi besar untuk digunakan sebagai media pembelajaran adalah robotika, yang dinilai mampu melibatkan peserta didik secara kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta meningkatkan motivasi belajar mereka sejak usia pendidikan dasar (Ardiana Aristawati & Budiyanto, 2. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi Android bernama PSR 12, yang dilengkapi dengan materi dan jobsheet interaktif mencakup seluruh Kompetensi Dasar (KD) semester ganjil, mulai dari KD 3. hingga KD 3. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebagian besar peserta didik masih memperoleh nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran PSR, serta rendahnya minat belajar terhadap materi berbasis teori. Aplikasi ini dirancang untuk dapat digunakan secara mandiri oleh peserta didik melalui perangkat smartphone Android, dengan fitur yang memungkinkan integrasi antara teks, gambar, animasi, dan simulasi rangkaian elektronika berbasis Arduino Uno. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan aplikasi PSR 12 mampu menjadi media pembelajaran yang interaktif, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep dan praktik pengendalian sistem robotik (Ardiansyah & Nana, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitas aplikasi tersebut sebagai media pembelajaran, serta kontribusinya dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih bermakna dan berbasis teknologi digital. METODE Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian Research & Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze. Design. Develop. Implement. Evaluat. Berikut gambar 1 model pengembangan ADDIE. Gambar 1. Model Pengembangan ADDIE | 29 Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Langkah-langkah model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan, yaitu: . Analyze (Analisi. yang bertujuan untuk menganalisis kebutuhan kurikulum baku, kondisi lingkungan belajar, dan target pengguna media. Design (Desai. yang bertujuan untuk merumuskan rancangan media pembelajaran yang sesuai dengan hasil analisis. Development (Pengembanga. yang bertujuan untuk merealisasi rancangan media pembelajaran dengan melibatkan tim pakar atau teman sejawat untuk memberikan masukan. Implementation (Implementas. yang bertujuan untuk menggunakan media pembelajaran adaptif dan meminta umpan balik dari pengguna tentang kualitas media pembelajaran tersebut. Evaluate (Evaluas. yang bertujuan untuk mengevaluasi dan merevisi media pembelajaran. Perencanaan penelitian dimulai dengan melakukan observasi selama kegiatan Praktik Kegiatan Mengajar (PKM) yang dimana terdapat permasalahan diantaranya belum adanya sumber buku yang valid untuk proses pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan masih kurang menarik dan masih banyak peserta didik yang mendapat nilai akhir di bawah Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Pengujian tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis Aplikasi Android dengan validasi aspek penilaian materi, jobsheet dan soal akan dinilai oleh pakar ahli materi, untuk validasi aspek penilaian penggunaan media, komunikasi visual dan tipografi akan dinilai oleh pakar ahli media dan untuk penilaian validasi aspek penilaian tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran dan efek terhadap kegiatan pembelajaran akan dinilai oleh pakar ahli desain Para pakar ahli materi, ahli media dan ahli desain instruksional diminta untuk melakukan validasi produk yang telah dihasilkan, kemudian diminta untuk memberikan saran berupa masukan mengenai produk yang sudah dibuat. Berdasarkan saran dan masukan dari beberapa pakar ahli, produk berupa Aplikasi Android kemudian direvisi sesuai dengan saran dan masukan. Selanjutnya dilakukan pengujian terhadap peserta didik yaitu siswa dan siswi kelas XII pada mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif yaitu memaparkan produk hasil rancangan produk media pembelajaran dan menguji tingkat kelayakan produk yang dikembangkan. Kemudian menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu memaparkan kelayakan produk yang diterapkan pada KD mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik. Setelah data kualitatif diperoleh kemudian diubah menjadi data kuantitatif dengan menggunakan skala Likert. Tingkatan bobot nilai yang digunakan sebagai skala pengukuran yaitu 1,2,3,4 yang dapat diwujudkan dalam beragam kata-kata dari sangat tidak setuju, tidak setuju, setuju dan sangat setuju. Setelah data diperoleh, langkah selanjutnya yaitu menghitung skor rata-rata hasil penilaian dengan rumus . sebagai berikut. P : Presentasi yang dicari, x : Jumlah nilai jawaban responden, dan xi : Jumlah nilai ideal ycE= Ocycu ycu 100% Oc ycuycn Selanjutnya adalah penunjukan kategori berdasarkan skala pengukuran kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Kriteria kelayakan dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Kriteria Kelayakan Media Skor dalam Persen <21% 21% Ae 40 % 41% Ae 60% 61% Ae 80% 81% Ae 100% Kategori Tidak Layak Kurang Layak Cukup Layak Layak Sangat Layak Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika HASIL DAN DISKUSI Hasil penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah metodologi penelitian dan pengembangan (Research and Developmen. menggunakan model ADDIE, meskipun dalam penelitian ini hanya diterapkan hingga tiga tahapan ADDIE, yaitu Analyze (Analisi. Design (Desai. , dan Development (Pengembanga. Pada tahap Analisis, terdapat tiga bagian, yakni analisis kinerja untuk menganalisis masalah dalam proses pembelajaran, analisis siswa untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik yang beragam, dan analisis tujuan pembelajaran untuk menentukan kompetensi yang harus dimiliki peserta didik. Tahap Desain meliputi perancangan tampilan media, materi pembelajaran, jobsheet praktikum, serta latihan soal yang akan digunakan dalam media pembelajaran. Sedangkan pada tahap Pengembangan, desain media yang telah dirancang digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan Aplikasi PSR 12 menggunakan software Android Studio, yang mendukung bahasa pemrograman Java dan XML. Langkah-langkah pengembangan dimulai dengan penentuan nama aplikasi dan pemilihan versi Android yang kompatibel, hingga tahap terakhir, yaitu mengompres file dalam Android Studio menjadi file . Tampilan dari produk media pembelajaran Aplikasi Android PSR 12 pun diperlihatkan sebagai hasil akhir pengembangan ini. Gambar 2. Tampilan Awal Aplikasi PSR 12 Gambar 3. Tampilan Menu Utama PSR 12 Gambar 4. Tampilan Menu Materi Gambar 5. Tampilan Menu Jobsheet Gambar 6. Tampilan Menu Latihan Soal Gambar 7. Tampilan Menu Informasi | 31 Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Hasil Pengujian Setelah pembuatan draf media pembelajaran Aplikasi Android PSR 12 selesai, langkah selanjutnya adalah memvalidasi produk oleh para ahli dan peserta didik. Validasi ahli melibatkan tiga validator yaitu ahli desain instruksional, ahli media dan ahli materi. Selain itu, ada uji coba kelayakan untuk peserta didik yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok One To One dan kelompok Small Group dari peserta didik kelas XII kejuruan Teknik Elektronika Industri di SMKN 5 Kota Bekasi. Berikut ini adalah hasil penilaian ahli desain instruksional terhadap produk pengembangan melalui instrumen angket yang dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Persentase Hasil Uji Kelayakan Oleh Ahli Desain Instruksional 1 Tujuan Pembelajaran Skor Maksimum Materi Pembelajaran Media Pembelajaran Aspek Penilaian Skor Hasil Uji Dampak Terhadap Kegiatan Pembelajaran Rata-rata Keseluruhan Persentase Keterangan Sangat Layak Sangat Layak 91,7% Sangat Layak 83,3% Sangat Layak Sangat Layak Persentase hasil uji kelayakan oleh ahli desain instruksional dapat disajikan dalam bentuk diagram batang seperti yang ditampilkan pada Gambar 8. Gambar 8. Diagram Persentase Hasil Uji Kelayakan Oleh Ahli Desain Instruksional Berdasarkan hasil diagram tersebut, data kelayakan oleh ahli desain instruksional dari aspek tujuan pembelajaran yaitu bernilai 100%, aspek materi pembelajaran yaitu bernilai 100%, aspek media pembelajaran yaitu bernilai 91,7% dan aspek dampak terhadap kegiatan pembelajaran yaitu bernilai 83,3%. Rata-rata dari keseluruhan aspek memperoleh persentase 95%, sehingga jika dilihat dari kategori kelayakan, maka penilaian berdasarkan ahli desain instruksional dinyatakan dalam kategori sangat layak. Berikut ini adalah hasil penilaian validasi ahli media terhadap produk pengembangan melalui instrumen angket yang dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Persentase Hasil Uji Kelayakan Oleh Ahli Media Penggunaan Media Skor Maksimum Komunikasi Visual Tipografi Aspek Penilaian Skor Hasil Uji Rata-rata Keseluruhan Persentase Keterangan 81,2% Sangat Layak Sangat Layak 81,2% Sangat Layak 82,7% Sangat Layak Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Data persentase hasil uji kelayakan ahli media dapat digambarkan dengan diagram batang yang ditunjukkan pada Gambar 9. Gambar 9. Diagram Persentase Hasil Uji Kelayakan Oleh Ahli Media Berdasarkan hasil diagram tersebut, data kelayakan oleh ahli media dari aspek penggunaan media yaitu bernilai 81,2%, aspek komunikasi visual yaitu bernilai 85% dan aspek tipografi yaitu bernilai 81,2%. Rata-rata dari keseluruhan aspek memperoleh persentase 82,7%, sehingga jika dilihat dari kategori kelayakan, maka penilaian berdasarkan ahli media dinyatakan dalam kategori sangat layak. Berikut ini adalah hasil penilaian validasi ahli materi terhadap produk pengembangan melalui instrumen angket yang dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Persentase Hasil Uji Kelayakan Oleh Ahli Materi Materi Skor Maksimum Jobsheet Soal Aspek Penilaian Skor Hasil Uji Rata-rata Keseluruhan Persentase Keterangan 91,6% Sangat Layak Sangat Layak 87,5% Sangat Layak Sangat Layak Data persentase hasil uji kelayakan ahli materi dapat digambarkan dengan diagram batang yang ditunjukkan pada Gambar 10. Gambar 10. Diagram Persentase Hasil Uji Kelayakan Oleh Ahli Materi | 33 Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Berdasarkan hasil diagram pada Gambar 10 tersebut, data kelayakan oleh ahli materi dari aspek materi yaitu bernilai 91,6%, aspek jobsheet yaitu bernilai 90% dan aspek soal yaitu bernilai 87,5%. Rata-rata dari keseluruhan aspek memperoleh persentase 90%, sehingga jika dilihat dari kategori kelayakan, maka penilaian berdasarkan ahli materi dinyatakan dalam kategori sangat layak. Berikut ini adalah uji kelayakan peserta didik kelompok One to One terhadap produk pengembangan melalui instrumen angket yang dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Persentase Hasil Uji Coba One to One Aspek Penilaian Peserta Penggunaan Media Hasil Uji AAM ADK Jumlah Persentase Ketarangan Rata-rata Skor Maks 87,5% Sangat Layak Tampilan Media Audio dan Video Hasil Uji Skor Maks Hasil Uji Skor Maks 88,8% 90,2% Sangat Layak Sangat Layak 81,1% (Sangat Laya. Data persentase hasil uji coba One to One dapat digambarkan dengan diagram batang yang ditunjukkan pada Gambar 11. Gambar 11. Diagram Persentase Hasil Uji Coba One to One Berdasarkan hasil diagram tersebut, data kelayakan uji coba One to One dari aspek penggunaan media yaitu bernilai 87,5%, aspek tampilan media yaitu bernilai 90,2% dan aspek dampak terhadap proses pembelajaran yaitu bernilai 88,8%. Rata-rata dari keseluruhan aspek memperoleh persentase 89,1%, sehingga jika dilihat dari kategori kelayakan, maka penilaian berdasarkan uji coba One to One dinyatakan dalam kategori sangat layak. Berikut ini adalah uji kelayakan peserta didik kelompok Small Group terhadap produk pengembangan melalui instrumen angket yang dapat dilihat pada Tabel 6. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Tabel 6. Persentase Hasil Uji Coba Small Group Aspek Penilaian Peserta Penggunaan Media Hasil Uji APW RAP MFA MDM YMS Jumlah Persentase Ketarangan Rata-rata Skor Maks 87,5% Sangat Layak Tampilan Media Audio dan Video Hasil Uji Skor Maks Hasil Uji Skor Maks 90,4% 86,3% Sangat Layak Sangat Layak 87,6% (Sangat Laya. Data persentase hasil uji coba Small Group dapat digambarkan dengan diagram batang yang ditunjukkan pada Gambar 12. Gambar 12. Diagram Persentase Hasil Uji Small Group Berdasarkan hasil diagram pada Gambar 12 tersebut, data kelayakan uji coba kelompok kecil dari aspek penggunaan media yaitu bernilai 87,5%, aspek tampilan media yaitu bernilai 86,3% dan aspek dampak terhadap proses pembelajaran yaitu bernilai 90,4%. Rata-rata dari keseluruhan aspek memperoleh persentase 87,6%, sehingga jika dilihat dari kategori kelayakan, maka penilaian berdasarkan uji coba kelompok kecil dinyatakan dalam kategori sangat layak. Pembahasan Berdasarkan hasil validasi data di atas, media pembelajaran berbasis Aplikasi Android PSR 12 pada mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik kelas XII di SMK Negeri 5 Kota Bekasi dikategorikan sangat layak digunakan untuk proses pembelajaran. Produk yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran berbasis Aplikasi Android PSR 12 untuk mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik kelas XII yang dapat digunakan menggunakan smartphone Android dengan minimum versi 5. 0 Lollipop. Terdapat 7 pilihan yang ditampilkan pada menu utama, yaitu pilihan panduan, materi, jobsheet, latihan soal, kompetensi, daftar pustaka dan informasi. Tampilan panduan berisi tentang panduan menggunakan aplikasi PSR 12 secara keseluruhan. | 35 Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Tampilan materi berisi materi robotic, controller, sensor, actuator, unit konversi daya dan user Tampilan jobsheet dibagi menjadi 6 pilihan yaitu jobsheet 1 berisi praktik sensor ultrasonic dan lcd i2c, jobsheet 2 berisi praktik driver motor l298n dan motor dc, jobsheet 3 berisi praktik sensor infrared dan motor servo, jobsheet 4 berisi praktik system smart parking, jobsheet 5 berisi praktik robot avoider dan jobsheet 6 berisi praktik robot line follower. Tampilan latihan soal berisi 8 latihan soal yang terhubung dengan Google Form, jumlah latihan soal sesuai dengan rpp yang dipakai pada Tampilan kompetensi berisi silabus dan RPP yang digunakan pada media. Tampilan informasi berisi tentang informasi aplikasi dan informasi pengembang. Tampilan daftar pustaka berisi daftar pustaka untuk materi yang terdapat pada aplikasi PSR 12. Faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis aplikasi Android PSR 12 meliputi beberapa aspek. Faktor pendukung antara lain adanya motivasi dan semangat dari orang tua serta orang-orang terdekat dalam menyelesaikan skripsi, arahan dan bimbingan dari dosen pembimbing serta beberapa guru di SMK Negeri 5 Kota Bekasi yang memberikan saran agar pengembangan media sesuai dengan tujuan penelitian, kemudahan dalam proses pengajuan surat penelitian melalui birokrasi kampus, serta kemudahan dalam memperoleh informasi dan data yang dibutuhkan untuk menyusun materi dalam media pembelajaran. Di sisi lain, terdapat pula faktor penghambat, seperti kendala teknis pada perangkat yang digunakan, di mana software Android Studio memerlukan spesifikasi perangkat yang cukup tinggi, sementara perangkat yang dimiliki peneliti tergolong rendah, sehingga proses pengembangan menjadi lebih lama. Selain itu, waktu yang dibutuhkan untuk mendesain media, baik dari segi tampilan maupun materi yang cukup banyak, juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengembangan aplikasi ini. Kelebihan dan kelemahan dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis Aplikasi Android PSR 12 adalah sebagai berikut: media pembelajaran ini dapat digunakan kapan saja dan di mana saja oleh peserta didik untuk mempelajari mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik, serta dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai alat bantu mengajar dalam proses pembelajaran. Selain itu, media ini dapat digunakan tanpa memerlukan koneksi internet . Namun, model pengembangan ADDIE yang digunakan terbatas hanya sampai tahap ketiga, yaitu tahap Development (Pengembanga. Selain itu, media pembelajaran ini hanya dapat diakses pada smartphone Android dengan versi minimal 5. 0 Lollipop dan pada beberapa perangkat, tampilan media tidak selalu sesuai harapan karena perbedaan ukuran layar pada setiap perangkat Android. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa produk akhir yang dikembangkan berupa media pembelajaran berbasis aplikasi Android pada mata pelajaran Pengendali Sistem Robotik untuk kelas XII di SMK Negeri 5 Kota Bekasi, memiliki karakteristik sebagai berikut: Media dikembangkan menggunakan metode Research and Development (Penelitian dan Pengembanga. dengan menerapkan model pengembangan ADDIE, namun hanya mencakup tiga tahapan, yaitu Analyze (Analisi. Design (Desai. , dan Development (Pengembanga. Produk akhir yang dihasilkan berupa aplikasi Android bernama PSR 12, yang dikembangkan menggunakan perangkat lunak Android Studio. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik, dengan rincian sebagai berikut: uji kelayakan oleh ahli desain instruksional memperoleh persentase 95%, oleh ahli media 82,7% dan oleh ahli materi 90%. Selain itu, uji coba perorangan oleh peserta didik mencapai 89,1%, sedangkan uji coba kelompok kecil memperoleh 87,6%. Secara keseluruhan, rata-rata persentase kelayakan media pembelajaran mencapai 88,8%. Berdasarkan kategori penilaian kelayakan, media pembelajaran berbasis Android PSR 12 dikategorikan sangat layak untuk digunakan oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika REFERENSI