Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jurrikes. Available Online at: https://prin. id/index. php/JURRIKES Pengaruh Metode Peer Education terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pasantren Aceh Besar Dewi Sartika Universitas Abulyatama. Indonesia Korespondensi penulis: dewisartika_psik@abulyatama. Abstract. Scabies is one of the infectious skin diseases that is still often found in Indonesia, especially in environments with high population densities such as Islamic boarding schools and orphanages. This disease is caused by an infestation of the Sarcoptes scabiei mite which causes severe itching, especially at night, so that it can interfere with the quality of sleep and daily activities of the sufferer. This condition not only has an impact on physical health, but also affects the psychological and social aspects of students. Scabies prevention efforts require adequate knowledge from each individual in order to maintain good personal hygiene and the This study aims to determine the influence of health education through the peer education method on increasing students' knowledge in preventing scabies. The research method uses a quasi experiment design with a one group pre-test post-test approach. The research sample was taken using the total sampling technique, covering all students who were respondents. Data analysis was carried out by paired samples t-test to see differences in knowledge before and after the intervention. The results showed a p-value of 0. 000 (<0. which means that there is a significant influence of the peer education method on improving student knowledge. In other words, the delivery of health information through peers is considered effective because communication takes place more intimately, is easy to accept, and is able to increase awareness of the importance of maintaining personal and environmental hygiene. Keywords: Adaptation. Education. Hygiene. Peer. Skabies Abstrak. Skabies merupakan salah satu penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di Indonesia, terutama pada lingkungan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi seperti pesantren dan panti asuhan. Penyakit ini disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei yang menimbulkan rasa gatal hebat, terutama pada malam hari, sehingga dapat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari penderita. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis dan sosial santri. Upaya pencegahan skabies membutuhkan pengetahuan yang memadai dari setiap individu agar dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode peer education terhadap peningkatan pengetahuan santri dalam mencegah skabies. Metode penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling, mencakup seluruh santri yang menjadi responden. Analisis data dilakukan dengan uji paired samples t-test untuk melihat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (<0,. yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari metode peer education terhadap peningkatan pengetahuan santri. Dengan kata lain, penyampaian informasi kesehatan melalui teman sebaya dinilai efektif karena komunikasi berlangsung lebih akrab, mudah diterima, serta mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa metode peer education dapat diterapkan sebagai strategi edukasi kesehatan yang berkelanjutan di pesantren untuk mencegah penyebaran skabies, sekaligus menjadi model pembelajaran kesehatan yang partisipatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan remaja santri dalam konteks kehidupan sehari-hari, serta berkontribusi nyata pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat pesantren secara menyeluruh. Kata kunci: Adaptasi. Edukasi. Kebersihan. Peer. Skabies LATAR BELAKANG Skabies merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berperan besar dalam peningkatan morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Setiap tahunnya, sekitar 300 juta kasus skabies tercatat secara global (Alfian, 2. Received: July 22, 2025. Revised: Agustus 05, 2025. Accepted: Agustus 19, 2025. Online Available: Agustus 21. Pengaruh Metode Peer Education terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pasantren Aceh Besar Skabies adalah penyakit parasit pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei var Angka kejadian skabies di negara ini menunjukkan adanya fluktuasi, bahkan dapat mengalami peningkatan. Penyebaran, prevalensi, dan data terkait penyakit parasit di wilayah tersebut sangat dipengaruhi oleh karakteristik populasi serta area yang menjadi subjek Sebagai contoh, diperkirakan sekitar 86% anak-anak berusia 5 hingga 9 tahun di Sierra Leone terinfeksi skabies, sementara penelitian di sebuah kota miskin di Bangladesh menunjukkan bahwa hampir seluruh anak-anak berusia 6 hingga 9 tahun mengalami penyakit Pada tahun 2011, tercatat sekitar 6. 135 kasus skabies di Indonesia, yang berjumlah 2,9% dari total 238. 952 anak-anak. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2012, diperkirakan sekitar 3,6% dari seluruh populasi mengalami infeksi skabies (Depkes RI, 2. Sebagai perbandingan, menurut laporan dari Dinas Kesehatan Aceh, pada tahun 2015 tercatat 523 kasus skabies, sementara pada tahun 2016 jumlah kasusnya mencapai 5. Namun, pada tahun 2017, angka kasus mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 10,57%, dengan sejumlah besar laporan kasus yang berasal dari masyarakat setempat (Ulaiya. Skabies merupakan penyakit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yang dapat berkembang dengan pesat jika kondisi lingkungan tidak memadai dan tidak didukung oleh pola hidup yang sehat. Tungau Sarcoptes scabiei menimbulkan perubahan warna pada kulit, terutama di area seperti sela-sela jari, siku, dan selangkangan. Penyakit ini sering menyerang individu yang tinggal dalam lingkungan dengan tingkat kebersihan pribadi yang rendah, ketimpangan sosial dan ekonomi, masalah kesejahteraan anak, serta kondisi sosial, politik, dan lingkungan yang kurang mendukung. Pencegahan perilaku pada penyakit scabies pada pasantren dapat dilakukan dengan kesadaran akan kebersihan diri, menghindari kontak langsung ataupun tidak langsung dengan penderita scabies, tidak menggunakan barang secara bersamaan, akan tetapi anak Pasantren suka/gemar bertukar, pinjam meminjam pakaian, handuk, sarung, bahkan bantal guling dan kasurnya kepada sesama santri, sehingga disinilah faktor penyebab penyakit mudah tertular dari satu santri ke santri yang lainnya (Ridwan 2. SKABIES Skabies merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabiei. bisa menimbulkan rasa gatal, infeksi, serta lesi kulit. Penyakit ini kerapkali melanda kanak- kanak di area yang padat serta dengan sanitasi yang kurang baik, semacam di Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. pondok pesantren. Penyebaran skabies di pesantren bisa terjalin dengan kilat mengingat interaksi yang sangat dekat antara santri, dan keadaan kebersihan yang kurang terpelihara. Skabies merupakan Masalah yang terkait dengan kesehatan masyarakat secara luas yang memengaruhi Sarcoptes scabiei var hominis, organisme yang termasuk dalam kelas Arthropoda, menyebabkan infeksi pada sekitar 300 juta orang di seluruh dunia. Tungau jantan memiliki ukuran yang hampir dua kali lebih kecil daripada betina, yang memiliki panjang sekitar 0,4 mm. Setelah melakukan perkawinan sekitar empat hingga enam kali, tungau jantan mulai menggali kulit dan bertelur di permukaan kulit. Proses produksi telur berlangsung dari satu hingga tiga telur per hari, dan jumlah ini bisa meningkat menjadi tiga hingga delapan telur per hari. Kemudian, tungau muda keluar dari liang kulit dan berkembang biak di permukaan Skabies dapat mempengaruhi seseorang tanpa memandang status sosial atau ekonomi Penyakit ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga di negara maju. Sebagai contoh, di Jerman, skabies dapat muncul secara sporadis atau dalam bentuk endemik yang berkelanjutan. Di India, prevalensi skabies diperkirakan sekitar 20,4% (Egenten, 2. Faktor-faktor seperti kurang mandi, penggunaan handuk, pakaian, alat mandi, dan perlengkapan tidur bersama-sama dapat mempengaruhi risiko penularan penyakit ini. Dalam upaya menjaga kesehatan, kebersihan meliputi kebersihan pribadi, kebersihan di tempat kerja, serta kebersihan lingkungan sosial. Penularan skabies akan lebih mudah terjadi jika kebersihan pribadi tidak dijaga dengan baik. Beberapa kebiasaan, seperti mencuci tangan secara rutin, mandi menggunakan sabun, mengganti pakaian dan pakaian dalam secara teratur, menghindari peminjaman pakaian, mencuci rambut dengan sampo, tidak meminjam handuk, serta menjaga kebersihan kuku, dapat membantu menurunkan risiko tertular skabies (Parman, 2. Pengertian Peer Education Peer education merupakan pembelajaran yang dilakukan dengan memilih salah satu orang yang menjadi pendidik sebaya di dalam kelompoknya, yang dilatih untuk mengubah pengetahuan, sikap, dan perilaku di dalam kelompok tersebut. Keuntungan melakukan metode ini yaitu informasi yang disampaikan oleh pendidik sebayanya akan mendapatkan umpan balik secara langsung, penggunaan bahasa yang tepat dan hampir sama akan mudah dimengerti dalam kelompok sebayanya dan mengurangi kesalahpahaman dalam menerima Peer education efektif dalam meningkatkan perubahan sikap, keyakinan, dan perilaku pada kelompok (Desnita, 2. Peer education adalah salah satu metode promosi Kesehatan yang dapat meningkatkan pengetahuan santri di pesantren . urhayati 2016 dalam Ahmad K,F 2. , sikap dan perilaku Pengaruh Metode Peer Education terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pasantren Aceh Besar menjaga kebersihandiri . okhmawati,2. dengan teman sesama santri dijadikan sebagai sumber informasi dan pemberian pengetahuan. Dalam penelitian Ariani dan Damayanti menjelaskan bahwa kelompok sejawat memberikan pengaruh kuat pada remaja, hal ini dapat dimengerti karna remaja lebih banyak berada di luar rumah bersama teman sejawatnya sebagai kelompok Santri Dayah juga lebih kuat interaksi sosial atar sejawat, karena satu lingkungan asrama adalah termasuk teman sejawat (Ariani dan Damayanti, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan Jenis kuantitatif dengan . esain pretest- posttest one gru. Dalam desain ini, peneliti mengukur variabel dependen . engetahuan, sikap, dan perilak. re-tes. dan setelah . ost-tes. memberikan edukasi mengenai skabies. Populasi dan Sample Dalam penelitian ini, populasi terdiri dari seluruh santri yang ada di pasantren Ruhul Islam Anak Bangsa, yang berjumlah 64 santri. Sampel dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu dengan melibatkan seluruh populasi sebagai sampel. Maka jumlah sampel yang akan digunakan pada penelitian ini 64 Responden dari santri dayah Ruhul Islam Anak Bangsa. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling, yang berarti setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian dari pengetahuan santri tentang skabies dan sanitasi lingkungan sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan dengan metode peer education, responden diberikan Pendidikan Kesehatan dengan metode peer education dan media leaflet. Berikut adalah data umum hasil penelitian tentang pengaruh Pendidikan Kesehatan metode peer education terhadap pengetahuan santri dalam pencegahan skabies di pasantren Ruhul Islam Banda Aceh. Tabel 1 Pengetahuan Sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan dengan pengetahuan sesudah dan sebelum diberikan edukasi kesehatan dengan Metode Peer Education Pengetahuan pre-test Pengetahuan Post test Mean 62,50 90,50 Std. Deviasi 11,799 7,114 P-Value 0,000 Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Berdasarkan table diatas menunjukan bahwa nilai signifikansi yaitu p-value = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang skabies dengan metode peer education terhadap pengetahuan santri Ruhul Islam Anak Bangsa Banda Aceh. Tabel 2 Hasil uji paired sample T-Test Pengetahuan pre test Mean -28,000 8,964 T-Table -17,110 P-value 0,000 PEMBAHASAN Data hasil penelitian yang didapatkan nilai pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan yaitu nilai paling rendah ada padaangka 30 dan paling tinggi 75 rata-rata nilai responden adalah 62,50 dengan standar deviasi 11,799. secara keseluruhan, dari hasil Nilai mean menunjukkan bahwa pengetahuan santri tentang skabies masih kurang. Pencegahan penyakit skabies dapat dilakukan dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan menghindari berbagi barang milik orang yang terinfeksi seperti pakaian, handuk, dan lain-lain. Barang-barang yang digunakan oleh penderita harus diisolasi dan dicuci terlebih dahulu dengan air panas, pakaian dan kain harus disetrika sebelum digunakan untuk membunuh tungau tersebut. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Ezdha et al . yaitu pengaruh pendidikan kesehatan tentang skabies dengan audiovisual terhadappengetahuan dan sikap santri di pondokpesantren mendapatkan hasil sebelum dilakukan pendidikan kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang yaitu 17 orang . ,6%) dengan nilai rata-rata 62,93 dan standar deviasi 23,883. Data hasil penelitian yang didapatkan nilai pengetahuan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pengetahuan responden meningkat dengan Nilai paling rendah ada pada angka 75 dan paling tinggi 100, rata-rata nilai responden adalah 90,50 dengan standar deviasi 7,114. secara keseluruhan. Nilai mean menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang skabies sebagian besar ada peningkatan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode pendidikan kesehatan dengan menggunakan pendekatan peereducation memiliki pengaruh terhadap upaya pencegahan skabies. Pengaruh Metode Peer Education terhadap Perubahan Pengetahuan dalam Pencegahan Skabies di Pasantren Aceh Besar Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dengan metode peer education sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang, hal ini bisa dibuktikan dengan nilai ratarata 62,50. Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan dengan metode peer education Tingkat pengetahuan santri tentang skabies dan sanitasi lingkungan rata-rata nilai responden 90,50. Dapat disimpulkanterdapatperbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan. Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan metode peer education pengetahuan santri tentang skabies dipasantren Ruhul Islam Anak Bangsa Aceh Besar. DAFTAR REFERENSI Agustasari. Kusumaningtyas. , & Hanifarizani. Pengaruh media audio visual terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi calon pengantin. Jurnal Kebidanan, 11. , 18-24. https://doi. org/10. 47560/keb. Akmal. Semiarty. , & Gayatri. Hubungan personal hygiene dengan kejadian skabies di pondok pendidikan Islam Darul Ulum. Palarik Air Pacah. Kecamatan Koto Tangah Padang tahun 2013. Jurnal Kesehatan Andalas, 2. , 164-167. https://doi. org/10. 25077/jka. Alfian. Abi Muhlisin. , & Kep. Gambaran faktor risiko kejadian scabies di Pondok Pesantren Nur Huda II Sambi Boyolali. Darsini. Fahrurrozi. , & Cahyono. Pengetahuan: Artikel review. Jurnal Keperawatan, 12. , 13. Dewi. Herawati. , & Adiputra. Penggunaan e-money terhadap perilaku konsumtif mahasiswa yang dimediasi kontrol diri. EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuanga. , 5. , 1-19. https://doi. org/10. 24034/j25485024. Egeten. Engkeng. , & Mandagi. Hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan penyakit skabies di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8. Hafif Alif. Hubungan personal hygiene dengan penyakit skabies pada santri di Pondok Pesantren Pelajar Walisongo Lamongan. Harahap. Pengaruh edukasi risiko pernikahan dini melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pada remaja di SMP Negeri 10 Kota Padangsidimpuan tahun 2023. Hilma. , & Ghazali. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian skabies di Pondok Pesantren Mlangi Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta. JKKI: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. https://doi. org/10. 20885/JKKI. Vol6. Iss3. Art6 Indah. Mania. , & Nursalam. Peningkatan kemampuan literasi matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran problem based learning di kelas VII SMP Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan Ae Volume 4. Nomor 3. Desember 2025 e-ISSN: 2828-9374. p-ISSN: 2828-9366. Hal. Negeri 5 Pallangga Kabupaten Gowa. MaPan: Jurnal Matematika dan Pembelajaran, 4. , 200-210. https://doi. org/10. 24252/mapan. Marga. Pengaruh personal hygiene terhadap kejadian penyakit skabies. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9. , https://doi. org/10. 35816/jiskh. Nurlaily. , & Priyantiningsih. Hubungan PHBS dengan kejadian scabies di Pondok Pesantren Ngangkruk Desa Bandungsari Ngaringan Kabupaten Grobogan. Indonesia Jurnal Kebidanan, 4. , 1-7. https://doi. org/10. 26751/ijb. Nursalam. , & Efendi. Pendidikan dalam keperawatan. Oratmangun. , & Ariastita. Analisis hubungan karakteristik masyarakat dan bentuk partisipasi pengelolaan sampah di Kelurahan Maro. Distrik Merauke. Jurnal Teknik ITS, 9. C139-C146. https://doi. org/10. 12962/j23373539. Parman. Hamdani. Rachman. , & Pratama. Faktor risiko hygiene perorangan santri terhadap kejadian penyakit kulit skabies di Pesantren Al Baqiyatushshalihat Tanjung Jabung Barat tahun 2017. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 17. Prasetyo. Fauziyah. , & Anisa. Dampak edukasi kesehatan higiene diri terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit skabies. Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicin. , 11. Rahman. Filsafat ilmu pengetahuan. Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sadali. Eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam. Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1. , 53-70. https://doi. org/10. 30863/attadib. Satria. Komara. , & Suzanto. Pengaruh sikap karyawan terhadap Majalah Bisnis IPTEK, 11. , https://doi. org/10. 55208/7tnm7e53 Suhartini. Magdalena. , & Novita. Hubungan dukungan suami, dukungan kader, dan dukungan keluarga terhadap perilaku keikutsertaan dalam kelas ibu hamil di Desa Giri Makmur Kabupaten Garut tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3. , https://doi. org/10. 55681/sentri. Suriya. , & Rosdiana. Pengaruh perilaku personal hygiene terhadap kejadian skabies di Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 10. , 97-102. Wahyuni. Romansyah. , & Hardi. Pengaruh implementasi model problem based learning berbasis blended learning terhadap kemampuan memecahkan masalah. J-KIP Pendidikan, 3. , 576-583. https://doi. org/10. 25157/j-kip.