JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 PENGARUH DESENTRALISASI DAN KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL STUDI PADA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS Oleh: Irma Wulandari Fakultas Ekonomi Universitas Langlangbuana Jl. Karapitan No. Gmail: imawdr@gmail. ABSTRAK Desentralisasi dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen merupakan konsep yang populer sekaligus kompleks yang diidentifikasikan sebagai faktor yang dapat menyukseskan maupun menggagalkan tercapai nya kinerja manajerial yang maksimal guna menghasilkan kinerja manajer yang maksimal. Fenomena yang terjadi pada organisasi di indonesia adalah kinerja manajerial yang belum sempurna. Demikian pula desentralisasi dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen belum menunjukkan kondisi yang ideal. Maksud penelitian ini adalah untuk mencapai kebenaran melalui pengujian . adanya pengaruh desentralisasi dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. Hasil penelitian diharapkan menjadi bukti bahwa model yang ditawarkan dapat menjadi solusi pemecahan masalah pada kinerja manajerial. Data yang digunakan diperoleh melalui survei dengan mendistribusikan kuesioner pada Balai Besar Pulp dan Kertas, diolah secara statistik dengan menggunakan SEM-PLS. Metode penelitian menggunakan metode explanatory research untuk mendapatkan jawaban mendasar sebab akibat dengan menganalisa penyebab terjadinya masalah pada kinerja manajerial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : . desentralisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial dan . karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Kata kunci : Desentralisasi. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Kinerja Manajerial. PENDAHULUAN Secara garis-garis Perusahaan yang memiliki beberapa pusat pertanggungjawaban biasanya memilih salah satu dari dua pendekatan pengambilan keputusan untuk mengelola kegiatan mereka yang rumit dan beragam: tersentralisasi atau Pada pengambilan keputusan tersentralisasi . entralized decision makin. , berbagai keputusan dibuat pada tingkat manajemen puncak dan manajer pada jenjang yang lebih rendah bertanggung jawab atas pengimplementasian keputusan-keputusan tersebut. Di lain pihak, pengambilan keputusan terdesentralisasi . ecentralized decision makin. memperkenankan manajer pada jenjang yang lebih rendah untuk membuat dan mengimplementasikan keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan wilayah pertanggungjawaban mereka. Desentralisasi memandang bahwa dikarenakan hierarki yang di bawah adalah mereka yang akan berhadapan langsung dengan karyawan, maka hierarki yang di bawah tersebut perlu diberi keleluasaan untuk bisa memutuskan cara yang terbaik dalam melakukan pekerjaan, dan tak harus diputuskan dari hierarki yang lebih tinggi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Sistem informasi akuntansi manajemen menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan-tujuan manajemen tertentu. Inti dari sistem informasi akuntansi manajemen adalah proses yang dideskripsikan oleh aktivitasaktivitas, seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Informasi mengenai peristiwa ekonomi diproses untuk menghasilkan keluaran . yang memenuhi tujuan sistem tersebut. keluaran ini bisa mencakup laporan khusus, biaya produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, bahkan komunikasi pribadi. Perusahaan mendesain sistem informasi akuntansi manajemen dalam membantu organisasi yang bersangkutan melalui para manejernya, yaitu dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengambilan keputusan. Pertumbuhan ekonomi menyebabkan tingkat persaingan bisnis antar perusahaan semakin lama semakin ketat. Adanya perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomi memunculkan tantangantantangan dan peluang dalam bisnis. Bagi perusahaan hal itu merupakan suatu tantangan agar dapat bertahan dan berkembang serta dapat tetap unggul dalam Keunggulan daya saing perusahaan dapat dicapai dengan salah satu cara, yaitu meningkatkan kinerja manajerial. Kinerja manajer yang tinggi akan menghasilkan kinerja perusahaan yang tinggi Untuk itu, merupakan suatu keharusan bagi suatu perusahaan untuk memiliki manajer yang produktif dan inovatif agar dapat melihat dan menggunakan peluang mengimplemtasikan proses adaptasi yang tepat. Selain itu, dalam meningkatkan kinerjanya, para manajer tidak lepas dari kemampuannya dalam melaksanakan tugas manajerial yang meliputi perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan staf, negoisasi, dan perwakilan. Manajemen juga KAJIAN PUSTAKA DESENTRALISASI Pelimpahan wewenang pada dasarnya merupakan proses pengalihan tugas kepada orang lain yang sah atau terlegitimasi . enurut mekanisme tertentu dalam organisas. dalam melakukan berbagai aktivitas yang ditujukan untuk pencapaian tujuan organisasi, yang jika tidak dilimpahkan akan menghambat proses pencapaian tujuan tersebut. Menurut Subeki Ridhotullah dan Mohammad Jauhar . desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Sistem akuntansi manajemen menyediakan informasi, baik keuangan maupun non-keuangan, kepada manajer dan karyawan organisasi. Informasi akuntansi manajemen disusun untuk keperluan spesifik para pembuat keputusan dan jarang disebarkan ke pihak luar organisasi. Laporan akuntansi keuangan, di lain sisi, mengomunikasikan format informasi ekonomi yang standar kepada individu dan organisasi yang merupakan pihak eksternal perusahaan, seperti pemegang saham, kreditur . ank, pemegang obligasi, dan supplie. , regulator, serta pejabat pajak. Menurut Kautsar Riza Salman dan Mochammad Farid . Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dari berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Menurut Chenhall dan Morris . dalam Yuni Anisa Rahayu . , terdapat empat karaktersistik sistem informasi akuntansi manajemen, yaitu: Broad Scope (Lingkup Lua. Timeliness (Tepat Wakt. Aggregation (Agregas. Integration (Integras. KINERJA MANAJERIAL Kinerja merupakan suatu fungsi dari motivasi dan kemampuan. Untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan seseorang sepatutnya memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu. Kesediaan dan keterampilan seseorang tidaklah cukup efektif untuk mengerjakan sesuatu tanpa pemahaman yang jelas tentang apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Pengertian kinerja Manajer yang dikemukakan oleh Ulber Silalahi . adalah satu ukuran tentang bagaimana manajer secara efektif melaksanakan tugas-tugas dan secara efisien menggunakan sumber-sumber untuk mencapai tujuan-tujuan organisasional melalui pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. KERANGKA PEMIKIRAN & HIPOTESIS JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 HIPOTESIS Hipotesis dalam penelitian ini, yaitu : Adanya pengaruh desentralisasi terhadap kinerja manajerial. Adanya pengaruh karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial. METODE PENELITIAN Objek yang di teliti adalah desentralisasi, karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen serta kinerja manajerial pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK). Metode penelitian menyangkut prosedur dan cara melakukan pengolahan data yang diperlukan untuk menjawab atau memecahkan masalah penelitian termasuk menguji hipotesis. Penelitian ini ditempuh melalui penelitian survey dimana informasi yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan terhadap Balai Besar Pulp dan Kertas. Pengukuran variabel-variabel, diukur oleh instrumen pengukuran dalam bentuk kuesioner . tem pertanyaa. yang bersifat tertutup dan diberikan peluang untuk dapat menjawab secara terbuka untuk memberikan kesempatan responden memberikan keterangan atas pilihan jawaban. Setiap jawaban kuesioner . tem pertanyaa. diberi skor dan skor yang diperoleh mempunyai tingkat pengukuran atau satuan skala Populasi atau Sumber Informasi Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah karyawan pada Balai Besar Pulp dan Kertas yang berjumlah 40 orang. Metode Penarikan Sampel Structural Equation Modeling (SEM) dengan penaksiran PLS (Partial Least Squar. akan digunakan dalam penelitian ini untuk menguji hipotesis penelitian. Teknik analisis statistika (SEM) tersebut digunakan karena adanya hubungan kausal antar variabel dan setiap variabelnya unobserved. Menurut Hair et al . , ukuran sampel minimal untuk SEM-PLS dapat ditentukan dengan cara: Rule of Thumb Penentuan ukuran sampel minimal dengan menggunakan rule of thumb adalah sepuluh kali jumlah arah panah terbanyak yang menunjuk kepada variabel laten model jalur PLS (Hair et al, 2014:. Power Analysis Penentuan ukuran sampel minimal dengan menggunakan cara power analysis juga didasari oleh bagian dari model dengan arah panah yang terbanyak. Lebih lanjut Hair et al . merekomendasikan beberapa ukuran sampel minimal yang dapat diambil untuk SEM-PLS dengan berbagai tingkat signifikan R2. Sehingga dalam penelitian ini dengan menggunakan power analysis pada tingkat signifikan 5% dan R2=0,5% maka sampel yang di ambil sebanyak 38 Teknik Pengumpula Data Sumber data yang digunakan adalah : Data primer adalah data yang diambil langsung dari perusahaan tempat dilakukannya penelitian melalui pembagian kuesioner. Data sekunder adalah data yang diperoleh dri buku-buku literatur yang ada disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan. Pengujian Validitas JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Suatu instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen (Suharsimi Arikunto, 2010:. Uji validitas skala sikap digunakan rumus pearson product moment. Suatu pertanyaan dikatakan valid dan dapat mengukur variabel penelitian yang dimaksud jika nilai koefisien validitasnya lebih dari atau sama dengan 0,50 (Imam Ghozali, 2016:. Pengujian Reliabilitas Keandalan atau reliabilitas . menunjukkan sejauh mana tingkat kekonsistenan pengukuran dari suatu responden ke responden yang lain atau dengan kata lain sejauh mana pernyataan dapat dipahami sehingga tidak menyebabkan beda interpretasi dalam pemahaman pertanyaan tersebut. Sekumpulan pertanyaan untuk mengukur suatu variabel dikatakan reliabel dan berhasil mengukur variabel yang kita ukur jika koefisien reliabilitasnya lebih besar atau sama dengan 0,7 (Kaplan dan Saccuzo, 2005:. Teknik Koefisien Reliabilitas untuk skala sikap menggunakan rumus Alpha Cronbach. Sekumpulan pernyataan untuk mengukur suatu variabel dikatakan reliabel dan berhasil mengukur variabel yang kita ukur jika koefisien reliabilitasnya lebih besar atau sama dengan 0,7 (Kaplan & Saccuzo, 2005:. HASIL DAN PEMBAHASAN Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) adalah sebuah lembaga penelitian dan pengembangan di bawah Kementrian Perindustrian. Sejak berdirinya pada tanggal 14 November 1968. BBPK telah memiliki banyak pengalaman dalam melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan, perumusan standar. konsultasi, pelatihan, pengujian, sertifikasi dan kalibrasi. BBPK berlokasi di Jl. Raya Dayeuhkolot no. Bandung BBPK berawal dari Lembaga Penelitian Selulosa (LPS) dengan status proyek. Proyek ini adalah hasil integrasi Proyek Balai Rayon dan Selulosa dengan Proyek Pilot Rayon yang merupakan hibah dari Republik Federasi Jerman. Pada tahun 1979. LPS berubah menjadi BBS (Balai Besar Selulos. , dan kemudian menjadi BBPK sejak 29 November 2002. Berdasarkan hasil pendistribusian kuesioner dapat dilihat mengenai demographic profile of respondents pada Balai Besar Pulp dan Kertas yang menggambarkan karakteristik responden mengenai jenis kelamin, umur, latar belakang pendidikan, masa kerja. Selanjutnya karakteristik responden dapat dilihat dibawah ini: Tabel 4. Demografi Profil Responden Frekuensi Persentase Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Tidak Teridentifikasi 65,79 28,95 5,26 Umur <30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun >50 tahun Tidak Teridentifikasi Frekuensi Persentase 10,53 28,95 7,89 39,47 13,16 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Pendidikan Terakhir SLTA Tidak Teridentifikasi Masa Kerja : <5 tahun 5-10 tahun 11-20 tahun >20 tahun Tidak Teridentifikasi Frekuensi Frekuensi Persentase 15,79 42,11 15,79 5,26 21,05 Persentase 2,63 15,79 10,53 52,63 18,42 Berdasarkan tabel 4. 1 diatas dapat terlihat sebaran responden berjenis laki-laki lebih banyak dibandingkan berjenis perempuan yaitu 25:11 atau sekitar 65,79% : 28,95%. Selanjutnya dari karakteristik umur responden didominasi umur >50 tahun sekitar 15 responden atau 39,47%. Selanjutnya pada karakteristik pendidikan terakhir terlihat responden lebih banyak memiliki jenjang pendidikan S1 . yaitu 16 responden atau sebanyak 42,11% sedangkan pada karakteristik masa kerja rata-rata responden memiliki masa kerja antara >20 tahun atau sebesar 52,63% . Hasil Analisis Deskriptif Interpretasi data hasi tanggapan responden dapat digunakan untuk memperkaya pembahasan, melalui gambaran data tanggapan responden dapat diketahui bagaimana kondidi setiap indikator variabel yang sedang diteliti, dilakukan kategorisasi terhadap tanggapan responden berdasarkan rata-rata skor tanggapan responden. Prinsip kategori rata-rata skor tanggapan responden. Sugiyono . yaitu berdasarkan rentang skor maksimum dan skor minimum dibagi jumlah kategori yang diinginkan menggunakan rumus sebagai Rentang Skor Kategori= Sehingga dapat dibuat kategori skor sebagai berikut: Tabel 4. Pedoman Kategorisasi Rata-Rata Skor Tanggapan Responden Skor Tanggapan 1,00 Ae 1,80 1,81 Ae 2,60 2,61 Ae 3,40 3,41 Ae 4,20 4,21 Ae 5,00 Kategori Tidak Baik/Tidak Memadai/Sangat Rendah/Tidak Pernah Kurang Baik/Kurang Memadai/Rendah/Jarang Cukup/Cukup Memadai/Kadang-Kadang Baik/Tinggi/Memadai/Sering Sangat Baik/Sangat Tinggi/Sangat Memadai/Selalu Analisis Deskriptif Desentralisasi Desentralisasi diukur melalui 5 dimensi dan dioperasionalisasikan menjadi 9 Berikut rekapitulasi distribusi desentralisasi pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK). JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Tabel 4. Rekapitulasi Rata-rata Skor Distribusi Tanggapan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) pada Desentralisasi Indikator Distribusi Tanggapan Kewenangan pengembangan produk atau 55% Menetapkan produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan Dimensi Kebijakan dalam pengambilan produk atau jasa baru Pengambilan keputusan sesuai Pemecatan karyawan Mean Skor Kategori 3,42 Memadai 3,42 Memadai 3,42 Memadai 3,45 Memadai 3,39 Dimensi Kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja Pengambilan Pertimbangan keuntungan Dimensi Penentuan investasi dalam skala besar Pembuatan anggaran Prioritas kekurangan dana Dimensi Pengalokasian anggaran Penetapan harga jual Dimensi Penentuan harga jual Grand Mean 3,42 Cukup Memadai Memadai 3,42 Memadai 3,42 3,42 Memadai Memadai Memadai 3,42 Memadai 3,42 3,45 3,45 3,43 Memadai Memadai Memadai Memadai Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan skor total skor rata-rata secara keseluruhan . rand mea. dari variabel desentralisasi sebesar 3,43 berada diantara interval 3,41-4,20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa desentralisasi pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) dikategorikan memadai. Grand mean sebesar 3,43 ekuivalen dengan 68,53%. Artinya bahwa desentralisasi pada Balai Besar Pulp dan Kertas sudah berjalan sangat baik karena yang menunjang desentralisasi tersebut telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan otorisasi yang telah ditetapkan oleh Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK). Tetapi apabila dibandingkan dengan skor ideal . %) ternyata desentralisasi masih menghadapi kendala. Gap antata skor ideal 100% dengan skor aktual 68,53% menunjukkan nilai sebesar 31,47%. Seharusnya gap ini dapat dieliminir sehingga kondisi dilapangan mengenai desentralisasi berada pada level 100% yaitu skor optimal desentralisasi. Gap ini merupakan bentuk kuantifikasi atas kondisi aktual desentralisasi, sehingga diharapkan bisa berkurang agar tercapai kondisi ideal yang diharapkan yaitu desentralisasi sangat memadai . emua responden menjawab skala . Analisis Deskriptif Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen diukur melalui 4 dimensi dan dioperasionalisasikan menjadi 10 indikator. Berikut rekapitulasi distribusi karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK). JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Tabel 4. Rekapitulasi Rata-rata Skor Distribusi Tanggapan Balai Besar Pulp dan Kertas pada Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Indikator Informasi dari dalam dan luar Informasi dari luar organisasi Informasi keuangan Informasi non keuangan Estimasi peristiwa dimasa yang akan Dimensi Broad scope /lingkup luas Frekuensi pelaporan Kecepatan pelaporan Dimensi Timeliness/tepat waktu Kejelasan area setiap manajer Mencegah terjadinya over load Dimensi Aggregation/agregasi Koordinasi antar segmen sub unit Dimensi Integration/intergrasi Grand Mean Distribusi Tanggapan Mean Skor Kate-gori 4,03 Baik 3,42 3,42 3,42 Baik Baik Baik 3,42 Baik 3,54 4,03 3,68 3,86 Baik Baik Baik Baik 4,26 Baik 4,08 Baik 4,17 3,92 3,92 3,87 Baik Baik Baik Baik Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan skor total skor rata-rata secara keseluruhan . rand mea. dari variabel karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 3,87 berada diantara interval 3,41 Ae 4,20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada Balai Besar Pulp dan Kertas dikategorikan baik. Grand mean sebesar 3,87 ekuivalen dengan 77,45%. Artinya bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada Balai Besar Pulp dan Kertas sudah berjalan sangat baik karena broad scope /lingkup luas, timeliness/tepat waktu, aggregation/agregasi, dan integration/intergrasi yang menunjang karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen pada Balai Besar Pulp dan Kertas telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Tetapi apabila dibandingkan dengan skor ideal . %) ternyata karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen masih menghadapi kendala. Gap antara skor ideal 100% dengan skor aktual 77,45% menunjukkan nilai sebesar 22,55%. Seharusnya gap ini dapat dieliminir sehingga kondisi dilapangan mengenai karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berada pada level 100% yaitu skor optimal karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Gap ini merupakan bentuk kuantifikasi atas kondisi aktual karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen, sehingga diharapkan bisa berkurang agar tercapai kondisi ideal yang diharapkan yaitu karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen sangat baik . emua responden menjawab skala . Analisis Deskriptif Kinerja Manajerial Kinerja manajerial diukur melalui 8 dimensi dan dioperasionalisasikan menjadi 26 indikator. Berikut rekapitulasi distribusi kinerja manajerial pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK). JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Tabel 4. Rekapitulasi Rata-rata Skor Distribusi Tanggapan Balai Besar Pulp dan Kertas pada Kineerja Manajerial Indikator Membuat pedoman dan tata cara pelaksanaan tujuan Membuat kebijakan, prosedur Penganggaran Membuat program kerja Dimensi Planning/perencanaan Melakukan perekrutan pegawai Mempertahankan angkatan kerja Mewawancarai calon pegawai Memilih pegawai Menempatkan pada bagian yang Mempromosikan pegawai Dimensi Staffing /pemilihan staff Memberikan pengarahan Membimbing Melatih Memimpin Mengembangkan bawahan Menjelaskan peraturan Dimensi Supervising/pengawasan Menyampaikan tentang visi, misi dan kegiatan Menghadiri pertemuan Konsultasi dengan perusahaan Dimensi Representing /perwakilan Mengumpulkan mempersiapkan informasi untuk catatan, laporan dan rekening Dimensi Investigating/investigasi Tukar dengan orang di bagian lain Dimensi Coordinating/koordinasi Memperoleh kesepakatan dalam pembelian dan penjualan Perjanjian kontrak barang dan Dimensi Negotiating /negosiasi Menilai dan mengukur proposal Penilaian kinerja pegawai Penilaian catatan hasil Dimensi Evaluating/evaluasi Grand Mean Distribusi Tanggapan Mean Skor Kategori 3,55 Baik 3,71 Baik 3,55 3,63 3,61 3,50 3,47 3,61 3,84 3,79 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 3,79 3,67 3,47 3,63 3,66 3,87 3,71 3,68 3,67 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 3,42 Baik 3,42 Baik 3,42 Baik 3,42 Baik 3,50 Baik 3,50 Baik 3,79 Baik 3,79 Baik 3,42 Baik 3,42 Baik 3,42 3,74 Baik Baik 3,76 Baik 3,55 3,68 3,60 Baik Baik Baik Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa hasil perhitungan skor total skor rata-rata secara keseluruhan . rand mea. dari variabel kinerja manajerial JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 sebesar 3,60 berada diantara interval 3,41 Ae 4,20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kinerja manajerial pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) dikategorikan baik. Grand mean sebesar 3,60 ekuivalen dengan 71,91%. Artinya bahwa kinerja manajerial pada Balai Besar Pulp dan Kertas sudah berjalan sangat baik karena indikator-indikator kinerja manajerial yang membentuk kinerja manajer pada Balai Besar Pulp dan Kertas tersebut. Tetapi apabila dibandingkan dengan skor ideal . %) ternyata kinerja manajerial masih menghadapi kendala. Gap antara skor ideal 100% dengan skor aktual 71,91% menunjukkan nilai sebesar 28,09%. Seharusnya gap ini dapat dieliminir sehingga kondisi dilapangan mengenai kinerja manajerial berada pada level 100% yaitu skor optimal kinerja Gap ini merupakan bentuk kuantifikasi atas kondisi aktual kinerja manajerial, sehingga diharapkan bisa berkurang agar tercapai kondisi ideal yang diharapkan yaitu kinerja manajerial sangat baik . emua responden menjawab skala . Analisis Pengaruh Desentralisasi dan Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kausalitas antar variabel-variabel laten, penulis memakai metode struktural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path (PLS-PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software smart-PLS. Analisis data dimulai dengan menghitung skor untuk masing-masing dimensi dengan nilai-nilai variabel-variabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimesi parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai smart-PLS diperoleh hasil penaksiran parameter model sebagai Tabel 4. Hasil perhitungan nilai-nilai loading factor Variabel Dimensi Desentralisasi Kebijakan pengambilan produk atau jasa 0,895 Kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja Penentuan investasi dalam skala besar Pengalokasian anggaran Penentuan harga jual Broad scope/lingkup luas Timeliness/tepat waktu Aggregation/agregasi Integration/integrasi Planning/perencanaan Staffing/pemilihan staf Supervising/pengawasan Representing/perwakilan Investigating/investigasi Coordinating/koordinasi Negotiating/negosiasi Evaluating/evaluasi 0,850 0,882 0,943 0,946 Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Kinerja Manajerial 0,781 0,894 0,536 0,775 0,793 0,672 0,782 0,778 0,869 0,843 0,828 0,933 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Berdasarkan hasil penaksiran nilai-nilai parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas lebih besar dari 0,5. Gambar 4. Diagram Jalur Loading Factor Evaluasi Model Pengukuran Evaluasi model pengukuran bertujuan untuk memastikan reliabilitas dan validitas dari ukuran-ukuran konstruk sehingga mendukung untuk kecocokan keberadaan ukuran-ukuran tersebut dalam model jalur. Kriteria kunci nya meliputi indicator reliability, composite reliability yang memperlihatkan tingkat interval consistency reliability yang dimiliki oleh suatu konstruk dan convergent validity yang diukur oleh nilai average variance extracted (AVE), serta dilengkapi oleh discriminant validity yang ditetapkan ketika loading indikator-indikator pada konstruk tinggi dari crossloading dengan konstruk lainnya. Informasi lain yang dapat diperoleh dari analisis model pengukuran memberikan dimensi-dimensi yang paling berkaitan erat dengan variabel penelitian, dilihat dari dimensi yang memliki loading faktor paling besar. Model Pengukuran Desentralisasi Variabel desentralisasi diukur menggunakan 5 dimensi yaitu Kebijakan dalam pengambilan produk atau jasa baru. Kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja. Penentuan investasi dalam skala besar. Pengalokasian anggaran, dan Penentuan harga jual. Dimensi ini adalah dimensi reflektif. Hasil estimasi parameter model pengukuran variabel ini diperlihatkan seperti gambar 4. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Gambar 4. Diagram Jalur Desentralisasi Tabel 4. Hasil Perhitungan Model Pengukuran Desentralisasi Item Kebijakan produk atau jasa baru Kebijakan hubungan kerja Penentuan investasi dalam skala Pengalokasian anggaran Penentuan harga jual Average Variance Extracted (AVE) Construct Reliability Loading Factor 0,895 Indicator Reliability t-hitung p-value 0,891 16,009 0,000 0,850 0,849 19,863 0,000 0,882 0,879 12,180 0,000 0,943 0,946 0,817 0,957 0,945 0,947 43,709 41,481 0,000 0,000 Outer loading dan konstruk reflektif pengukuran desentralisasi semuanya bernilai diatas 0,80 dan 0,90. Dimensi Kebijakan pengambilan produk atau jasa mempunyai nilai loading 0,895, diatas ambang batas 0,70 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Kemudian dimensi kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja mempunyai nilai loading 0,850 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Selanjutnya dimensi penentuan investasi dalam skala besar mempunyai nilai loading 0,882 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Sedangkan dimensi Pengalokasian anggaran mempunyai nilai loading 0,943 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Dan untuk dimensi Penentuan harga jual mempunyai nilai loading 0,946 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability tertinggi . Nilai composite reliability 0,957 berada pada interval 0,9 dan 1 sehingga masih dapat diterima untuk menunjukkan bahwa konstruk reflektif desentralisasi mempunyai tingkat internal consistency reliability yang baik. Nilai AVE sebesar 0,817 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran Aeukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat convergent reliability yang baik. Discriminant validity yang diuji melalui cross loading . menunjukkan bahwa ke lima dimensi mempunyai nilai loading tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konsruk desentralisasi. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Tabel 4. Cross Loading . onstruk Desentralisas. Item Kebijakan dalam pengambilan produk atau jasa baru Kebijakan dalam pemutusan hubungan Penentuan investasi dalam skala Pengalokasian anggaran Penentuan harga jual DES KSIAM 0,895 0,463 0,591 0,850 0,523 0,628 0,882 0,463 0,538 0,943 0,946 0,530 0,491 0,650 0,640 Model Pengukuran Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Variabel Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen diukur menggunakan 4 dimensi yaitu Broad scope /lingkup luas. Timeliness/tepat waktu. Aggregation/Agregasi, dan Integration/Integrasi. Dimensi ini adalah dimensi Hasil estimasi model pengukuran ditampilkan pada Gambar 4. Gambar 4. Diagram Jalur Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Tabel 4. Hasil Perhitungan Model Pengukuran Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Item Broad scope /lingkup luas Timeliness/tepat waktu Aggregation/Agregasi Integration/Integrasi Average Variance Extracted (AVE) Construct Reliability Loading Factor 0,781 0,894 0,536 0,775 Indicator Reliability 0,774 0,894 0,524 0,772 t-hitung p-value 9,430 20,633 3,186 9,145 0,000 0,000 0,002 0,000 0,574 0,839 Outer loading dan konstruk reflektif pengukuran karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen semuanya bernilai diatas 0,50 dan 0,80. Dimensi Broad scope /lingkup luas mempunyai nilai loading 0,781, diatas ambang batas 0,70 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Kemudian dimensi Timeliness/tepat waktu mempunyai nilai loading 0,894 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability tertinggi . Selanjutnya dimensi Aggregation/Agregasi mempunyai nilai loading 0,536 dan tidak signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Sedangkan dimensi Integration/Integrasi mempunyai nilai JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 loading 0,775 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Nilai composite reliability 0,839 berada pada interval 0,8 dan 0,9 sehingga masih dapat diterima untuk menunjukkan bahwa konstruk reflektif karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen mempunyai tingkat internal consistency reliability yang baik. Nilai AVE sebesar 0,574 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran Aeukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat convergent reliability yang baik. Discriminant validity yang diuji melalui cross loading . menunjukkan bahwa ke empat dimensi mempunyai nilai loading tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konsruk karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen. Tabel 4. Cross Loading . onstruk Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajeme. Item Broad scope /lingkup luas Timeliness/tepat waktu Aggregation/Agregasi Integration/Integrasi DES 0,470 0,520 0,165 0,417 KSIAM 0,781 0,894 0,536 0,775 0,588 0,768 0,339 0,656 Model Pengukuran Kinerja Manajerial Variabel Kinerja Manajerial diukur menggunakan 8 dimensi yaitu planning/perencanaan, staffing/pemilihan ,supervising/pengawasan, representating/perwakilan,I nvestigating/investigasi, coordinating/koordinasi, negotiating/negosiasi, dan evaluating/evaluasi. Dimensi ini adalah dimensi reflektif. Hasil estimasi model pengukuran ditampilkan pada Gambar 4. Gambar 4. Diagram Jalur Kinerja Manajerial Tabel 4. Perhitungan Model Pengukuran Variabel Kinerja Manajerial Item Planning/perencanaan Staffing/Pemilihan Staff Supervising/Pengawasan Representating/Perwakilan Investigating/Investigasi Coordinating/Koordinasi Negotiating/Negosiasi Loading Factor 0,793 0,672 0,782 0,778 0,869 0,843 0,828 Indicator Reliability 0,789 0,668 0,779 0,778 0,868 0,845 0,825 t-hitung p-value 11,663 5,786 12,463 11,000 22,751 11,981 11,777 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Evaluating/Evaluasi Average Variance Extracted (AVE) Construct Reliability 0,933 0,665 0,940 0,934 50,639 0,000 Outer loading dan konstruk reflektif pengukuran kinerja manajerial untuk dimensi Planning/perencanaan mempunyai nilai loading 0,793 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Kemudian dimensi Staffing/Pemilihan Staff mempunyai nilai loading 0,672 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Selanjutnya dimensi Supervising/Pengawasan mempunyai nilai loading 0,782 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Tidak demikian halnya dengan dimensi Representating/Perwakilan mempunyai nilai loading 0,778 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Dan untuk dimensi Investigating/Investigasi mempunyai nilai loading 0,869 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Kemudian untuk dimensi Coordinating/Koordinasi mempunyai nilai loading 0,843 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Dimensi Negotiating/Negosiasi mempunyai nilai loading 0,828 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability . Sedangkan dimensi Evaluating/Evaluasi mempunyai nilai loading tertinggi 0,933 dan signifikan . =0,. pada taraf nyata 5%. Dimensi ini mempunyai indicator reliability tertinggi . Nilai composite reliability 0,940 berada pada interval 0,9 dan 1 sehingga masih dapat diterima untuk menunjukkan bahwa konstruk reflektif kinerja manajerial mempunyai tingkat internal consistency reliability yang baik. Nilai AVE sebesar 0,665 berada diatas tingkat minimum yang diminta 0,50 maka ukuran Ae ukuran dari konstruk reflektif ini mempunyai tingkat convergent reliability yang baik. Discriminant validity yang diuji melalui cross loading . menunjukkan bahwa ke lima dimensi mempunyai nilai loading tertinggi untuk konstruknya sedangkan semua cross loading dengan konstruk-konstruk lainnya adalah rendah, sehingga memberikan bukti untuk discriminant validity konsruk desentralisasi. Tabel 4. Cross Loading (Konstruk Kinerja Manajeria. Item Planning/perencanaan Staffing/Pemilihan Staff Supervising/Pengawasan Representating/Perwakilan Investigating/Investigasi Coordinating/Koordinasi Negotiating/Negosiasi Evaluating/Evaluasi DES 0,359 0,756 0,604 0,548 0,473 0,490 0,632 0,540 KSIAM 0,716 0,547 0,603 0,579 0,677 0,772 0,628 0,712 0,793 0,672 0,782 0,778 0,869 0,843 0,828 0,933 Analisis Model Struktural Pengujian Collinearity Model struktural menjelaskan hubungan kausalitas antara variabel Analisis model struktural terkait dengan pengujian hipotesis penelitian. Sebelum melakukan analisis tersebut, dibutuhkan untuk menguji model struktural untuk collinearity. Alasannya adalah bahwa estimasi koefisien-koefisien jalur dalam model struktural berlandaskan kepada regresi OLS dari setiap variabel laten endogen atas konstruk-konstruk yang berhubungan terhadapnya. Dalam regresi berganda, estimasi koefisien-koefisien jalur akan bias jika terdapat tingkat JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 collinearity yang signifikan antara konstruk-konstruk prediktornya. Untuk mengevaluasi collinearity digunakan ukuran variance inflation factor (VIF), dalam konteks PLS-SEM, nilai toleransi 0,20 atau kurang dan nilai VIP 5 atau lebih menunjukkan terdapat problem collinearity (Hair et al,2014:. Tabel 4. Penilaian Collinearity Konstruk Desentralisasi Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Manajemen 1,429 1,429 Evaluasi Model Struktural Model struktural merepresentasikan hubungan diantara variabel-variabel Dalam penelitian ini model struktural terkait kepada dua hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kausalitas diantara variabel-variabel laten. Model struktural dalam pebnelitian ini melibatkan dua variabel laten eksogen . esentralisasi dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajeme. dan satu variabel laten endogen . inerja manajeria. Hasil perhitungan koefisien-koefisien jalur standardized untuk modal struktural pengaruh desentralisasi dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial diperlihatkan dalam Gambar 4. Gambar 4. Koefisien-Koefisien Standardized Model Struktural Pengujian Hipotesis Hipotesis statistik 1 H0 : 11 = 0 :Desentralisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial H0 : 11 O 0:Desentralisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial Hipotesis statisik 2 H0 : 11 = 0 Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen tidak berpengaruh terhadap kinerja manajerial H0 : 11 O 0: Karakteristik berpengaruh terhadap kinerja manajerial JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik uji t-student seperti apa yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Kriteria pengujian adalah H0 ditolak jika p-value lebih kecil dari , dengan = 0,05. Hasil pengujian dirangkum pada tabel di bawah ini Tabel 4. Hasil pengujian hipotesis Hipotesis Statistik H0 : 11 = 0 H0 : 11 O 0 H0 : 11 = 0 H0 : 11 O 0 Koefisien Jalur p-value Keterangan 0,268 2,090 0,037 H0 ditolak 0,618 3,800 0,000 H0 ditolak Hasil pegujian hipotesis 1 Berdasarkan tabel dapat dilihat nilai thitung variabel desentralisasi . lebih besar dari tkritis . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah H0 ditolak, maka kesimpulan statistiknya adalah desentralisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. Hasil pengujian hipotesis 2 Berdasarkan tabel dapat dilihat nilai thitung variabel karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen . lebih besar dari tkritis . yang berarti hasil uji hipotesis 2 adalah H0 ditolak, maka kesimpulan statistiknya adalah karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja manajerial. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai f2 sebesar 1,006. Karena nilai f2 diatas 0,35 . atasan nilai effct size larg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh karakteristik sistem infomasi akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial adalah large. Ukuran lain yang digunakan untuk mengevaluasi model struktural adalah koefisien determinasi (R. Mempresentasikan hubungan antara variabel-variabel desentralisasi dan karakteristik sistem infomasi akuntansi manajemen sebagai prediktor dan variabel laten endogen kinerja manajerial memberikan hasil perhitungan R2=0,730. Sehingga dapat disimpulkan bahwa 73,0% varians dalam variabel kinerja manajerial dijelaskan oleh variabel desentralisasi dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen, sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Pembahasan Bagian ini membahas hasil uji empirik untuk setiap rumusan masalah dan Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan analisis verifikatif yang kemudian dibandingkan dengan teori dan hasil penelitian sebelumnya. Selain menggunakan hasil jawaban kuesioner, dalam menanggapi permasalahan dalam penelitian ini, informasi terbuka dari hasil tanggapan reponden sangat diperlukan sebagai tambahan untuk mendukung saran yang akan diajukan sebagai pemecahan masalah. Penelitian ini bersifat pengujian . teori yang digunakan untuk membangun hipotesis. Untuk penelitian ini hipotesis dibangun berdasarkan teori penjelasan logis dan hasil-hasil penelitian sebelumnya yang diuji dengan fakta yang ada secara empiris. Teoritical framework yang dibangun peneliti sebagai model konseptual dari hubungan antara faktor-faktor yang diidentifikasi untuk memberikan solusi atas pemecahan masalah pada kinerja manajerial telah diuji . oodness of fi. secara JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 statistik baik untuk outer model . eterkaitan variabel manifest dengan variabel lainny. dan untuk inner model . eterkaitan variabel exogenous dan variabel Hasil pengujian kecocokan model untuk outer model yang dispesifikasikan berdasarkan operasionalisasi variabel dengan mempertimbangkan orientasi reflektif menunjukkan convergent validity yaitu korelasi antara item score dengan construct score menunjukkan outer loading pada rentang 0,5-0,9. Hal ini memberikan arti bahwa variabel manifest memiliki kemampuan cukup tinggi dalam merefleksikan variabel latennya. Dan menunjukkan thitung diatas tkritis 1,96. Untuk discriminant validity yaitu validitas dari konstruk yang terbentuk dilihat berdasarkan nilai Average Variance Extracted (AVE). Semua variabel berada pada rentang 0,536-0,946 dimana direkomendasikan nilai AVE adalah lebih besar dari 0,5. Selanjutnya evaluasi model pengukuran measurement model . uter mode. juga dapat dilihat dari nilai composite reliability (CR) dimana nilai composite reliability lebih besar dari 0,70 hasil ini sesuai dengan yang dharapkan. Semakin besar nilai (Goodness of Fi. maka semakin fit suatu model. Hasil pengujian kecocokan model untuk inner model, hipotesis diterima dengan nilai thitung diatas nilai tkritis 1,96. Hipotesis telah diuji dan mendukung teori sehingga apabila hipotesis yang sama dengan penelitian yang sama tetapi dengan unit analisis dan sampel yang berbeda konsisten hasilnya dari masa ke masa maupun dari pengujian ke pengujian teori akan tetap bertahan sampai teori yang lain menggesernya. Sehingga penelitian dapat membangun dan mengembangkan Pengaruh Desentralisasi Terhadap Kinerja Manajerial Berdasarkan hasil penelitian desentralisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial menunjukkan bahwa variabilitas kinerja manajerial pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) bisa dijelaskan oleh beberapa dimensi diantaranya, yaitu: kebijakan pengambilan produk atau jasa dalam pengembangan dan menetapkan produk atau jasa sesuai dengan kebutuhan, . kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja seperti pengambilan keputusan sesuai persetujuan serta pemecatan karyawan, . penentuan investasi dalam skala besar melalui pengambilan keputusan investasi maupun mempertimbangkan keuntungan, . pengalokasian anggaran seperti pembuatan anggaran dan memprioritaskan anggaran yang kekurangan dana kemudian . penentuan harga jual melalui penetapan harga jual. Semua dimensi desentralisasi pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) sudah dalam kategori memadai. Sehingga desentralisasi dapat meningkatkan kinerja manajerial. Pengaruh Karakteristik Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial Berdasarkan hasil penelitian bahwa karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) . Koefisien ini menunjukan bahwa variabilitas kinerja manajerial dijelaskan oleh karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dengan direfleksikn oleh Broad Scope/lingkup luas seperti informasi yang ada didalam dan diluar perusahaan . udah memada. , informasi keuangan maupun non keuangan serta estimasi peristiwa dimasa yang akan datang . udah memada. Timeliness/ tepat waktu melalui frekuensi pelaporan dan kecepatan pelaporan . udah memada. , lalu Aggregation/agregasi mengenai kejelasan area setiap manajer perusahaan . udah memada. , dan terakhir Integration/integrasi melalui koordinasi antar segmen sub unit . udah memada. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis dan hasil penelitian, maka simpulan penelitian adalah sebagai berikut: Desentralisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Kinerja manajerial belum maksimal karena kebijakan dalam pengambilan produk atau jasa baru, kebijakan dalam pemutusan hubungan kerja, penentuan investasi dalam skala besar, pengalokasian anggaran dan penentuan harga jual belum berjalan secara . Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja Kinerja manajerial sepenuhnya belum maksimal karena Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen seperti broad scope /lingkup luas, timeliness/tepat waktu, aggregation/agregasi dan integration/integrasi yang terjadi di Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) belum ideal. SARAN C Saran Operasional . Desentralisasi yang tinggi dapat menjaga kinerja manajerial, dilakukan dengan Memberikan keleluasaan kepada karyawannya untuk melakukan kewenangan dalam pengembangan produk/jasa. Lebih meningkatkan intensitas dalam pengambilan keputusan investasi dan selalu mempertimbangkan keuntungan yang diperoleh. Mendorong karyawan untuk memberi prioritas pengalokasian anggaran yang mengalami kekurangan dana. Karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen dapat lebih berjalan secara efektif dalam kinerja manajerial, tetapi harus dilakukan dengan cara melakukan secara rutin review atas broad scope /lingkup luas, timeliness/tepat waktu, aggregation/agregasi dan integration/integrasi, sehingga setiap saat akan diketahui atau terdeteksi secara dini mengenai kesalahan dan kelemahan kinerja manajerial. Saran Pengembangan ilmu . Memenuhi karakteristik scientific research yaitu replicability dan generalizability (Sekaran & Bougie, 2013:. maka disarankan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian kembali berdasarkan hasil penelitian ini dengan metode penelitian yang sama, pada unit analisis dan sampel yang berbeda agar menunjukkan hasil yang sama sehingga akan meningkatkan keyakinan terhadap penelitian yang telah dilakukan dan kegunaan penelitian dapat diterima luas karena scope keberlakuan hasil penelitian diterima leh beerbagai macam organisasi. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa desentralisasi dan karakteristik sistem informasi akuntansi manajemen berpengaruh terhadap kinerja Hasil pengujian hipotesis memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan akuntansi manajemen terutama dalam bidang akuntansi manajemen di Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) khususnya kinerja manajerial. Diharapkan peneliti lain untuk melakukan penelitian dibidang kinerja manajerial menggunakan variabel lain yang mempengaruhi kinerja manajerial seperti gaya kepemimpinan dan budaya JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. Juni 2017 DAFTAR PUSTAKA