Vol. No. Mei 2025, hal, 37-43 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol2. Iss01. Peningkatan Kualitas Bacaan Al-QurAoan Peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari JaAofar Shiddiq. Nasar Radfan. Hermawan Hermawan. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia E-mail: jafarshiddiq63201@gmail. com, . nasarradfan17@gmail. com, . hermawan@stai-ali. Info Artikel Kata kunci : Al-QurAoan Tahsin Ibu-Ibu Randusari Penulis Koresponden : JaAofar Shiddiq E-mail: jafarshiddiq63201@gmail. ABSTRAK Pengabdian yang dilakukan di Dusun Randusari ini dilatar belakangi oleh kurangnya kualitas bacaan peserta Tahsin IbuIbu Masjid Agung Randusari. Padahal disisi lain mereka mempunyai semangat yang tinggi dalam membaca Al-QurAoan. Maka dari itu peneliti melakukan pengabdian terhadap peserta Tahsin Ibu-Ibu di Masjid Agung Randusari dengan mengadakan kegiatan AuPeningkatan Kualitas Bacaan Al-QurAoan Peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung RandusariAy. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu Ibu Masjid Agung Randusari. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemaparan materi makhorijul huruf beserta latihan pengucapannya dengan menggunakan AuBuku Metode Asy-SyafiAoiAy dan MBS (Metode Baca Sima. yang mana peserta dikumpulkan dalam satu kelas kemudian satu per satu dari peserta diminta untuk membaca sembari dikoreksi oleh pengajar. Setelah mengikuti kegiatan yang peneliti adakan selama satu bulan, kualitas bacaan peserta meningkat walau tidak semuanya. Dengan selesainya kegiatan yang dilakukan peneliti, diharapkan para peserta Tahsin ibu-Ibu dapat berlatih secara mandiri dalam mengucapkan huruf Ae huruf hijaiyah menggunakan Buku Tajwid Asy-SyafiAoi sesuai dengan apa yang peneliti ajarkan dan saling belajar satu sama lain sampai yang belum bisa menjadi bisa. Dengan demikian, program yang dilaksanakan dapat menjadi berkelanjutan walau pun kegiatannya sudah selesai. PENDAHULUAN Dusun Randusari adalah dusun yang berada di Desa Watusigar Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul. Dengan Luas Wilayah yang sebagian besar adalah lahan Pertanian, sehingga mayoritas penduduk dusun Randusari bermata pencaharian buruh tani. Sedangkan pendidikan formal yang terdapat di Dusun Randusari diantaranya adalah satu Taman Kanak-kanak, dua Sekolah Dasar (Maulana & Darisman, 2. Adapun pendidikan non formal yang ada di dusun ini adalah Masjid Agung Randusari. Yang mana masjid ini menjadi pusat pendidikan agama bagi warga setempat. Kegiatan yang dilakukan di masjid ini selain pengajian. TPA dan sholat adalah Tahsin Ibu-Ibu. Kegiatan ini diadakan sepekan sekali dengan menggunakan Metode Tsaqifa dalam pengajarannya. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Kualitas Bacaan Al-QurAoan Peserta TahsinAA. Menurut Abdul Rauf metode tahsin adalah salah satu cara untuk tilawah Al-QurAoan yang menitikberatkan pada makhroj . empat keluarnya huru. , sifat-sifat huruf dan ilmu tajwid. Metode ini melalui talaqqi . ertemu langsun. dan musyafahah . embetulan bibir saat membac. langsung dengan Guru atau Syaikh yang sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah A( ADella Indah Fitriani & Fitroh Hayati, 2. Menurut Ahmad An-Nuri, tashin (A )OIAberasal dari kata (A ae ac eOIaA- aA ) aacI Ae Oa a acIAyang artinya memperbaiki, membaguskan, menghiasi, mempercantik, membuat lebih baik dari semula. Tilawah (A )EOAberasal dari kata (A EOA- A )E Ae OEOAyang artinya bacaan, dan )A (EO ECIAartinya bacaan AlQurAoan. Dan tilawah secara istilah adalah membaca Al-QurAoan dengan bacaan yang menjelaskan huruf-hurufnya dan berhati-hati dalam melaksanakan bacaannya, agar lebih mudah memahami makna yang terkandung di dalamnya. Tahsin tilawah adalah upaya memperbaiki dan membaguskan bacaan Al-QurAoan (Ahmad Annuri, 2. Sedangkan pada kegiatan Tahsin Ibu-Ibu di Masjid Agung Randusari ini, dalam pengajarannya tidak menitik beratkan pada benarnya makhorijul huruf dan sifat-sifat huruf. Bahkan hanya mementingkan kelancaran membaca tanpa memperhatikan sifat dan makhorijul hurufnya, sehingga meskipun bacaan peserta tahsin terlihat lancar saat membaca namun pada kenyataannya masih jauh dari tata cara membaca Al-QurAoan yang benar, mulai dari. sifat, makhorij, hukum bacaan dan panjang pendeknya. Pembelajaran BTAQ merupakan mata pelajaran sebagai proses pembelajaran untuk mempelajari bacaan dan nilai-nilai yang terkandung didalam Al-QurAoan karena Al-QurAoan merupakan kitab suci umat Islam. Oleh karena itu, dalam membaca Al-QurAoan kita dituntut untuk membaca secara tartil sebagaimana Allah berfirman dalam Q. S Al-Muzammil ayat: 4 yang artinya: AuDan Bacalah Al-QurAoan dengan tartilAy. Tartil menurut arti kata yaitu perlahan-lahan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tartil berarti membaca sesuai dengan hukum tajwid, secara perlahan-lahan dengan baik dan benar karena itu bisa membantu untuk memahami dan mentadabburi maknanya. Karena Al-QurAoan berbeda dengan buku bacaan atau kitab yang lainnya. Ketika kita membaca satu huruf Al-QurAoan maka ada sepuluh pahala kebaikan bagi yang Dan ketika salah dalam melafalkan huruf atau makhrojul sudah jelas akan merubah kepada makna dan artinya. Maka dari itu membaca secara tartil harus lebih diperhatikan sehingga dapat memperjelas bacaannya, huruf-huruf Al-QurAoan dan berhati-hati dalam membacanya. Sehingga dengan membaca Al-QurAoan secara tartil pun selain mempermudah dalam membaca akan mempermudah dalam menghafal ayat ayat Al-QurAoan. (Fitriani & Hayati, 2. Melihat begitu besarnya keutamaan yang akan didapatkan seorang hamba jika bisa membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid, maka sangat disayangkan jika Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A JaAofar Shiddiq. Nasar Radfan & Hermawan Ibu-Ibu yang mengikuti tahsin di Masjid Randsari tidak mendapatkan keutamaan ini. Mengingat mereka sangat besemangat dalam membaca Al-QurAoan dan mengingat pula bahwa bulan ramadhan akan segera tiba. Oleh karena itu, penulis berniat melakukan pendampingan belajar tahsin guna meningkatkan kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari. Sehingga mereka bisa menikmati bacaan karena membaca dengan benar dan tartil dan juga berkesempatan untuk mendapatkan pahala berlimpah saat membaca Al-QurAoan terutama saat bulan ramadhan tiba. METODE PENGABDIAN Sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian, peneliti melakukan observasi terlebih dahulu terhadap kegiatan pembelajaran Tahsin Ibu-Ibu yang ada di Masjid Agung Randusari. Pada tahap ini peneliti mencoba menjadi pengajar dalam satu perteuan. Tujuan dari hal ini adalah untuk mengetahui kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari dan kekurangankekurangan apa saja yang perlu diperbaiki guna meningkatkan kualitas bacaan peserta. Selain itu peneliti juga melakukan penggalian data mengenai kegiatan dari beberapa peserta dan pengajar itu Dari hasil observasi yang dilakukan ditemukanlah hasil bahwa ternyata kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari masih jauh dari kata sempurna. Pasalnya, masih banyak ditemukan kesalahan dalam bacaan yang meliputi. panjang pendek, hukum bacaan, makhorijul huruf dan sifat huruf. Contoh paling sederhana adalah keliru membaca huruf Aoain (A)A dengan AungaAy, yang mana huruf tersebut tidak keluar dari tempatnya yang asli. Meskipun ketika membaca, bacaan peserta terlihat lancar. Hal itu timbul karena memang pengajar tetap kegiatan ini tidak mendetailkan materi pelajaran karena mengingat peserta kegiatan adalah Ibu-Ibu yang sudah berumur 40 ke atas. Dari hasil analisis observasi, maka dirumuskanlah kegiatan pendampingan belajar membaca Al-Quran guna meningkatkan kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Dalam pengabdian yang dilakukan di Masjid Agung Randusari yang berlokasi di Dusun Randusari. Desa Watusigar. Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul dengan sasaran peserta Tahsin Ibu-Ibu yang bermukim di desa Randusari ini, peneliti menggunakan metode Kelassikal Baca Simak (KBS). Setrategi mengajar menggunakan kelassikal baca simak yaitu mengajar dengan setrategi kelassikal . embelajaran secara massal, kelompok atau kela. yang kemudian dilanjutkan mengajar individu. tetapi disimak oleh pendidik dan peserta didik lainnya. pelajaran yang dimulai dari pokok pelajaran yang paling rendah terus bertahap secara berurutan sampai pada peserta didik pelajaran yang tinggi. Dengan demikian apabila ada Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Kualitas Bacaan Al-QurAoan Peserta TahsinAA. peserta didik yang membaca yang lain menyimak. sehingga apabila salah dalam membaca kawankawan dan pendidik bisa langsung menegurnya (Mulia dkk. , 2. Dalam menjalankan metode ini, peneliti tetap memilih Masjid Agung Randusari sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan. Adapun waktu kegiatan adalah hari Senin. Rabu. JumAoat dan Ahad setelah sholat maghrib sampai dengan sholat isyaAo. No. Nama No. Nama Sartini Karni Sani Ngadini Heni Sunarti Cicik Suwarni Jumirah Nur Atik Rubinem Ngatemi Witri Lagiyem Sumar Andah Tabel 1. Nama-nama peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari Adapun langkah pelaksanaan yang ditempuh adalah. pertama-tama peneliti mengumpulkan Ibu-Ibu dalam satu ruangan di dalam masjid dengan membawa mushaf dan buku panduan AuMetode Asy-SyafiAoiAy sebagai buku pendamping belajar makhorijul huruf dan sifat-sifat huruf hijaiyah. Sebelum memulai kegiatan, peneliti yang juga sebagai pemateri memberikan wejangan tentang kutamaan membaca Al-qurAoan dan materi makhorijul huruf sekalian dengan latihannya, baru setelah itu semua peserta dan pemateri membaca beberapa ayat Al-QurAoan bersama-sama, lalu dilanjutkan dengan membaca satu per satu oleh peserta sembari pemateri membenarkan bacaan peserta yang meliputi panjang pendek, hukum bacaan, makhorij dan sifat. Demikian kegiatan pendampingan dilakukan selama satu bulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah dilakukan kegiatan pengabdian dengan pendampingan kegiatan belajar membaca Al-QurAoan Ibu-Ibu jamaah Masjid Agung Randusari selama satu bulan, didapati hasil bahwa beberapa peserta yang sebelumnya belum mengenal secara mendalam huruf-huruf hijaiyah, sudah mengenal huruf-huruf tersebut dengan baik mulai dari. makhrojnya, sifatnya dan cara Tidak hanya sampa di situ, bahkan beberapa dari peserta bahkan sudah mampu membaca Al-QurAoan dengan lebih baik dari pada sebelumnya. Para peserta juga menuturkan bahwa Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA A JaAofar Shiddiq. Nasar Radfan & Hermawan mereka lebih mengenal huruf - huruf hijaiyah dan hukum Ae hukum tajwid dengan lebih mendalam. Walaupun tidak dipungkiri masih ada beberapa dari peserta tahsin yang belum mengalami perkembangan secara signifikan, akan tetapi dengan izin Allah bacaan mereka mengalami dari yang sebeumnya belum lancar menjadi sedikit lancar, dari yang sebelumnya belum terlalu mengenal hukum bacaan menjadi paham meski belum menyeluruh, dari yang belum mengetahui tanda waqof menjadi paham kapan harus berhenti kapan harus melanjutkan bacaan. Mempelajari Al-Qur'an adalah fardhu kifayah, tetapi membacanya dengan tajwid adalah fardhu 'ain, dan setiap kesalahan dalam membaca mushaf adalah dosa. Kita diharuskan untuk selalu mempelajari Al-Qur'an dari para profesional atau para ahli untuk menghindari dosa tersebut. Di sisi lain, jika kita membaca kitab suci tanpa dasar sejarah yang jelas . , bacaan kita akan dianggap tidak mencukupi, dan apa yang kita baca mungkin tidak otentik. Banyak dari kita (Musli. yang tidak mengetahui sejarah kitab suci tersebut. (Jipi, 2. Untuk meminimalisir hal diatas maka pendampingan yang dilakukan oleh peneliti diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik di masyarakat khususnya dalam bidang Jika mereka mampu untuk membaca Al-QurAoan dengan bacaan yang sesuai dengan kaidah tajwid, maka duharapkan mereka akan terhindar dari dosa membaca Al-QurAoan dengan tidak tepat dan dapat meraih pahala yang lebih sempurna serta keutamaannya dari Allah TaAoala. Gambar 1. Kegiatan Tahsin Gambar 2. Ramah Tamah Bersama Peserta Dengan terlaksanakannya program pendampingan belajar membaca Al-QurAoan ini, yang mana untuk mengenalkan makhorijul hurufnya menggunakan buku AuMetode Tajwid Asy-SyafiAoIAy, diharapkan para peserta bisa terus meningkatkan kemampuan bacaannya dengan latihan mandiri pengucapan huruf Ae huruf hijaiyah menggunakan buku tersebut mengingat peneliti sudah mengajarkan cara pemakaiannya. Tidak hanya itu, para peserta juga diharapkan dapat saling Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Peningkatan Kualitas Bacaan Al-QurAoan Peserta TahsinAA. mengoreksi bacaan satu sama lain sehingga ilmu yang sudah diajarkan tidak berhenti pada mereka KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pendampingan yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas bacaan peserta Tahsin Ibu-Ibu Masjid Agung Randusari membuahkan hasil yang baik. Hal ini ditandai dengan semakin mengenalnya para peserta terhadap huruf-huruf hijaiyah dan semakin baiknya bacaan, pengucapan dan tajwid mereka. Hal ini sangat berpengaruh sekali terhadap perkembangan spiritaal masyarakat Randusari. Watusigar. Ngawen. Gunung Kidul. Semakin baik kualitas bacaan Al-QurAoan mereka, semakin besar pula peluang mereka untuk mendapatkan keutamaan dari Allah TaAoala. Melihat begitu besarnya dampak pengabdian ini bagi masyarakat, maka peneliti menyarankan kepada peserta dan orang-orang yang belum tepat ketika membaca Al-Quran untuk tidak bosan belajar dan memilih guru yang bisa benar-benar membimbing untuk bisa mahir dalam membaca Al-QurAoan. Dan hendaklah yang sudah mahir mengajari yang kurang mahir, tidak malu ketika belajar dan sabar dalam belajar. Dengan terlaksananya program pendampingan kepada masyarakat ini, peneliti mengucapkan terimakasih kepada pihak takmir masjid dan guru pengampu yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melaksanakan program pengabdian di masyarakat Dusun Randusari. Watusigar. Ngawen. Gunung Kidul ini. Tak lupa juga ucapan terima kasih juga kepada para peserta dan pihak lainnya yang bersedia berkontribusi dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA / REFERENCES