BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 3 Nomor 2. July 2024 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Pengawasan Orang Tua terhadap Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Wulan Sari1. Hadi Machmud2. Laode Anhusadar3 1,2,3 Institut Agama Islam Negeri Kendari. Indonesia Received: March 5th, 2024. Revised: March 14th, 2024. Accepted: March 15th, 2024. Published: March 17th, 2024 Abstrak Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang bagaimana bentuk penggunaan gadget pada anak usia 5-6 dan bentuk pengawasan orang tua terhadap penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun di Desa Sumberjaya Kabupaten Konawe Selatan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode penelitian kualaitatif. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari informan yaitu orang tua dari anak-anak yang gemar bermain gadget dan tokoh masyarakat Desa Sumberjaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga teknik, yaitu reduksi data, penyajian data dan panarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini yang ditemukan di Desa Sumberjaya Kabupaten Konawe Selatan : dengan penggunaan aplikasi youtube oleh 10 anak, penggunaan aplikasi tiktok oleh 4 anak dan penggunaan aplikasi game oleh 2 anak. sementara untuk bentuk pengawasan orang tua pada penggunaan gadget anak usia 5-6 tahun di Desa Sumberjaya Kabupaten Konawe Selatan yaitu terdapat 9 orang tua yang memberi nasehat, 6 orang tua yang memberi batasan waktu dan 4 orang tua yang memberikan sanksi. Bentuk-bentuk pengawasan orang tua sangat penting dilakukan dalam penggunaan gadget pada anak agar anak tidak kecanduan gadget dan perkembangannya tidak terganggu. Kata kunci: Penggunaan Gadget. Pengawasan Orang Tua. Anak Usia Dini Abstract This research aims to provide an overview of the form of gadget use in children aged 5-6 and the form of parental supervision of the use of gadgets in children aged 5-6 years in Sumberjaya Village. South Konawe Regency. The approach used is a descriptive approach with qualitative research methods. Sources of data from this study were obtained from informants, namely parents of children who like to play with gadgets and community leaders in Sumberjaya Village. Interviews and observation carried out data collection techniques. The data analysis technique used is an interactive model developed by Miles and Huberman, which consists of three techniques, namely data reduction, data presentation, and The results of this study indicate that the forms of gadget use in early childhood were found in Sumberjaya Village. South Konawe Regency: with the use of the YouTube application by 10 children, the use of the Tiktok application by 4 children and the use of game applications by 2 children. while for the form of parental supervision on the use of gadgets for children aged 5-6 years in Sumberjaya Village. Konawe Selatan Regency, 9 parents gave advice, 6 parents gave time limits, and 4 parents gave Forms of parental supervision are very important in children's use of gadgets so that children are not addicted to gadgets and their development is not disturbed. Keywords: Use of Gadgets. Parental Supervision. Early Childhood Copyright . 2024 Wulan Sari. Hadi Machmud. Laode Anhusadar * Correspondence Address: Email Address: sadar. wanchines@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Wulan Sari. Hadi Machmud, & Laode Anhusadar Pendahuluan Perkembangan teknologi sekarang ini berkembang sangat pesat, salah satunya yaitu Gadget adalah perangkat elektronik yang memiliki tujuan dan fungsi khusus untuk membantu berlangsungnya kehidupan manusia menjadi lebih praktis. Dengan fungsi tersebut dan dengan kebutuhan manusia saat ini yang sudah semakin kompleks, menuntut segala pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah, praktis dan cepat. Tidak heran jika perusahaan-perusahaan elektronik saat ini mengeluarkan produk-produk yang canggih untuk mendukung pemenuhan kebutuhan manusia. Selain untuk memenuhi kebutuhan manusia yang kompleks, gadget digunakan karena euforia dari penggunaan gadget itu sendiri. Perasaan orang akan menjadi nyaman atau gembira ketika sedang menggunakan gadget atau atas keberadaan dari gadget. Dan perasaan nyaman tersebut tentunya akan menimbulkan berbagai dampak baik dan dampak buruk yang berpengaruh terhadap perilaku manusia. Dampak buruk yang ditimbulkan dapat berupa: kecanduan gadget, menjadi pribadi yang egois, penyendiri, tidak peka terhadap lingkungan, antisosial, menjadi hiperrealitas, nomophobia, dan lain sebagainya (Aji, 2015: . Gadget tidak hanya beredar dikalangan orang-orang yang membutuhkan saja. Akan tetapi gadget sudah beredar dikalangan anak usia dini. Faktanya penggunaan gadget tidak saja menjadi dominasi orang dewasa. Smartphone, tablet, notebook, dan lainnya juga sudah digunakan oleh anak-anak. Gadget sangat mudah sekali menarik perh atian dan minat anak juga sudah menjadi hal biasa jika anak-anak memakai dalam kehidupan sehari-hari. Pengawasan orang tua sangat penting dalam perkembangan teknologi dan penggunaan gadget pada anak. Dampak buruk dari gadget dapat berimbas pada fisik maupun psikologis orang yang menggunakanya, dalam hal ini yaitu anak. Adapun dampak psikologis penggunaan gadget pada anak yaitu anak menjadi mudah marah, suka membangkang, menirukan tingkah laku dalam gadget serta berbicara bebicara sendiri pada gadget, anak menjadi malas melakukan apapun, meninggalkan kewajiban untuk beribadah serta berkurangnya waktu belajar karena terlalu asyik dengan gadget. (Syifa, 2019:. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Yulia, sejumlah 166 siswa menggunakan gadget dari 170 siswa di TK Swasta Kristen Imanuel. Dan sejumlah 61 siswa lebih menyayangi gadget daripada bermain dengan teman sebayanya (Yulia, 2. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri, menunjukan bahwa gadget dapat mempengaruhi kurangnya komunikasi orang tua dan anak usia 5-6 tahun dalam penggunaan gadget , dan orang tua membiarkan anak menggunakan gadget untuk menonton video pada youtube tanpa pengawasan dari orang tua (Putri, 2. Dikuatkan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ayouby yang menyimpulkan bahwa anak usia dini sering menggunakan Sebagian besar anak usia dini menggunakan gadget hanya untuk bermain game dan menonton film animasi sehingga anak usia dini merasa sangat senang menggunakan gadget yang bisa menimbulkan dampak positif dan negative ( Ayouby, 2. Pada penelitian ini, peneliti menemukan terkait dengan aplikasi yang sering anak gunakan ketika bermain gadget bahwa gadget digunakan anak untuk media belajar dan sebagai media hiburan. Selain menggunakan aplikasi game, ada beberapa aplikasi yang cenderung sering anak gunakan seperti aplikasi youtube untuk menonton serial animasi, drama anak-anak, video asmaul husna dan membuka video surat-surat pendek dan aplikasi tiktok untuk menonton video random yang ada pada beranda aplikasi tiktoknya seperti video menari, menyanyi dan Pengawasan orang tua merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh orang tua untuk memperhatikan, mengamati dengan baik segala aktivitas anaknya dalam fungsinya sebagai guru untuk megembangkan aspek jasmaniyah dan rohaniah anaknya, sehingga anak memiliki kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan dirinya, keluarga dan lingkungannya dalam rangka membentuk kepribadian anak (Andi, 2021: . Menurut Lestari . Au BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Pengawasan Orang Tua terhadap Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Peran orang tua merupakan cara yang digunakan oleh orang tua berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak Au. Salah satu faktor atau stimulus yang dapat mempengaruhi perkembangan anak yaitu kebiasaan anak dalam bermain gadget. Peran orang tua sangat penting sekali dalam membatasi, mengawasi ketika anak sedang bermain gadget. Menurut Nurlaeni, peranan orang tua di rumah sangat penting sekali untuk menentukan perkembangan anak (Junita, 2. Enjelina melakukan penelitian yang menunjukan terdapat pola pengawasan yang berbeda-beda terhadap penggunaan gadget pada anak yaitu 3 orang tua yang menggunakan pola pengawasan authoritative parenting, 1 orang tua menggunakan pola pengawasan authorian parenting, 1 orang tua menggunakan pola pengawasan neglect parenting dan 2 orang tua menggunakan pola pengawasan indulgent parenting. Pengawasan ini dilakukan oleh orang tua agar anak tidak terkena dampak negative dari sebuah gadget yang dapat mempengaruhi perkembangan anak (Enjelina, 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sunita, menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengawasan orang tua dengan dampak penggunaan gadget pada anak. Ditemukan bahwa pengawasan orang tua yang baik akan berdampak baik kepada anak. Sebaliknya bahwa pengawasan orang tua yang kurang baik dan tidak konsisten, maka akan mempengaruhi anak terhadap dampak buruk yang ada pada gadgetnya (Sunita, 2. Diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Anggraeni, hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengawasan orang tua sangat penting dilakukan. Orang tua telah mengawasi konten-konten kepada anak saat anak menggunakan gadget bahkan orang tua sudah membatasi waktu saat menggunakan gadget. (Anggraeni, 2. Peneliti menemukan 3 bentuk pengawasan orang tua kepada anaknya ketika bermain gadget yaitu membatasi waktu, memberikan sanksi dan memberi nasehat kepada anaknya. Ditemukan orang tua yang telah melakukan pembatasan waktu terhadap penggunaan gadget pada anaknya ketika dirumah, namun jika sedang melakukan pekerjaan ia hanya fokus pada pekerjaanya, sehingga tidak lagi mengawasi anaknya dengan tegas, membebaskan anak bermain gadget dan anak bebas memilih konten sesuai kemaunya. Ditemukan pula orang tua yang memberi batasan waktu dengan konsisten, memberi nasehat dengan baik dan memberikan sanksi yang tujuanya agar anak dapat memanfaatkana waktu dengan baik dan tidak secara terus Ae menerus bermain gadget yang dapat berdampak buruk pada Peneliti menyimpulkan bahwa dalam penelitian ini, beberapa bentukbentuk pengawasan yang dilakukan orang tua seperti membatasi waktu, memberi nasehat dan memberikan sanksi masih bersifat pasif. Oleh sebab itu, agar anak usia dini terhindar dari dampak buruk yang diberikan oleh gadget, selain pengawasan pasif yang diberikan, orang tua juga harus secara aktif mengawasi anak ketika bermain gadget. Tinjauan Pustaka Fenomena gadget terhadap anak dibawah umur sudah meluas ke seluruh penjuru Indonesia. Di tengah era digital ini, gadget mampu memberikan pengaruh positif ataupun negatif pada tumbuh kembangnya anak. Menurut Pangastuti, apabila dilihat sisi positif, gadget mampu mendukung untuk menambah pengetahuan anak dan dapat membantu dalam melakukan persiapan terhadap anak untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi (Azamiah, 2. Gadget membuat anak-anak dapat duduk tenang dan tidak rewel, sehingga gadget dapat menjadi teman bermain bagi anak-anak. Orang tua perlu memahami dan memperhatikan kebutuhan anak dengan cara melakukan kesesuaian program pada gadget dengan usia dan perkembangan anak (Jasmidalis, 2. Menurut Sari dan Mitsalia, intensitas tinggi pemakai gadget dikatakan jika durasi pemakaiannya diatas 120 menit per harinya dan berkisar lebih 75 menit dalam sekali pemakaiannya. Kemudian, dalam satu hari penggunaan gadgetnya mampu mencapai atau bahkan lebih dari BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Wulan Sari. Hadi Machmud, & Laode Anhusadar 3 kali permainan, hal seperti itu dapat dikatakan sudah kecanduan. Selain itu, dengan intensitas sedang, saat pengguna membutuhkan waktu 40-60 menit/hari dan intensitas pengunaan perangkat 2-3 kali/hari. Menurut mereka, penggunaan gadget yang benar adalah penggunaan dengan intensitas rendah, yaitu dengan durasi penggunaan <30 menit/hari dan intensitas memakai gadget maksimal 2 kali pemakaian (Tifani, 2. Kecanduan gadget pada anak-anak dapat dikenali melalui beberapa perilaku yang nampak, antara lain: bermain gadget terlalu lama, sulitnya untuk berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan, kurangnya minat untuk berkegiatan dengan kegiatan non-digital, dan penurunan kinerja akademik (Fatichah, 2. Metodologi Teknik penentuan informan menggunakan purposive sam pling. Setelah melakukan purposive sampling atau penentuan informan, peneliti mengambil data wawancara dan observasi dari 10 informan yaitu orang tua dan anak yang gemar bermain gadget . Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sumberjaya. Kecamatan Lalembuu. Kabupaten Konawe Selatan. Sulawesi Teanggara yamg dilakukan selama 3 bulan mengumpulkan data dilapangan. Mulai dari tanggal 16 Februari 2023 hingga 3 April 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan Pada observasi, peneliti melakukan observasi partisipasi dirumah dengan mengobservasi 10 anak usia 5-6 tahun beserta orang tua. Wawancara dilakukan dengan wawancara terstruktur dan dokumentasi yang digunakan pada penelitian ini berupa data pendukung terhadap hasil pengamatan dan wawancara seperti dokumentasi pada saat anak bermain gadget dan dokumentasi pada saat orang tua mengawasi anak dalam bermain Pengumpulan data dilakukan melalui 3 tahap yakni reduksi data, selanjutnya peneliti melakukan pendisplay-kan dengan menyaring secara keseluruhan dalam bentuk kalimat seperti observasi, wawancara dan kutipan-kutipan sebagai bentuk penyajian data. Setelah di displaykan, selanjutnya melakukan penarikan kesimpulan yang berasal dari observasi, wawancara, catatan lapangan dan hal-hal lain yang didapatkan pada saat melaksanakan kegiatan dilapangan. Triangulasi digunakan pada penelitian ini sebagai teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain, diluar itu untuk keperluan pengecekan atau suatu pembanding terhadap data itu. Adapun teknik yang digunakan dalam pemeriksaan keabsahan data yaitu triangulasi sumber untuk menguji kejujuran dalam pengambilan data dan meyakinkan data, tehnik ini dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh dari berbagai sumber, triangulasi teknik untuk menguji apakah data yang sudah diperoleh sudah benar atau belum. yang dilakukan dengan cara mengecek pada sumber yang sama tetapi dengan tehnik yang berbeda dan triangulasi waktu untuk menguji keutuhan data yang telah diperoleh yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data pada waktu yang berbeda. Hasil dan Pembahasan Data penelitian yang ditemukan oleh peneliti tentang bentuk penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun dapat ditinjau dari beberapa bentuk penggunaan gadget antara lain : penggunaan aplikasi youtube, penggunaan aplikasi tiktok, dan penggunaan aplikasi game. Perolehan data ini diperoleh melalui pengamatan . dan wawancara serta dokumentasi dari 10 orang yang menjadi informan dan telah ditetapkan oleh peneliti. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Pengawasan Orang Tua terhadap Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Table 1. Bentuk penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun Infroman Anak 01 Anak 02 Anak 03 Anak 04 Anak 05 Anak 06 Bentuk penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun Penggunaan Penggunaan Penggunaan membuka serial animasi upin & ipin, adit dan membuka video animasi mobilmobilan, boboiboy dan upin-ipin membuka video animasi tayo the video-video squarepants dan video lucu video lucu, random yang berada pada membuka video video yang animasi tom and jerry, trom-trom dan drama anakyang muncul membuka video animasi tom and jerry, trom-trom Craftsman, dan drama anakMy Talking Tom Friends Membuka serial animasi sakura BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Wulan Sari. Hadi Machmud, & Laode Anhusadar Infroman Anak 07 Anak 08 Anak 09 Anak 010 Bentuk penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun Penggunaan Penggunaan Penggunaan simulator, nussa video shalawat, membuka video serial animasi seperti Nussa Oficcial, video membuka video sakura school simulator serta menonton serial Bermain animasi mobilgame freefire, dan animasi Tayo Truck School the little bus, animasi upin & ipin serta video kartun naruto. menonton video serial animasi Upin & ipin, tayo the little bus, pororo, dan animasi dan animasi babry, upin-ipin, shalawat, dan surat-surat Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti tentang bentuk penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun antara lain ialah sebagai sarana penggunaan aplikasi youtube, penggunaan aplikasi tiktok dan bermain game. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Pengawasan Orang Tua terhadap Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Pertama, penggunaan aplikasi youtube terdapat penggunaan aplikasi youtube untuk menonton video seperti kartun, komplikasi video lucu, drama anak-anak,lagu anak anak,video shalawat, asmaul husna, video huruf abjad, serial kartun tayo the little bus, nussa official, upin & ipin, tom and jerry, adit dan sopo jarwo, boboiboy dan serial kartun sakura. Sebagaimana pernyataan dari Nurrachmawati . yang menyatakan bahwa aplikasiaplikasi yang terdapat pada gadget bukan hanya aplikasi tentang pembelajaran mengenai huruf atau gambar, tetapi terdapat aplikasi hiburan, seperti sosial media dan asplikasi seperti youtube untuk menonton video serial kartun, dan video animasi. Kedua, penggunaan aplikasi tiktok untuk menonton video seperti konten komedi,video menari dan menyanyi serta konten makan-makan. Hal ini sejalan dengan teori ByteDance bahwa aplikasi tiktok membolehkan para pemakai untuk membuat video, memperagakan atau meniru video yang disuguhkan pada aplikasi tiktok dan menonton video yang mereka suka pada aplikasi tiktok. hal ini dapat mengasah kerativitas anak dengan cara menonton video atau meniru gerakan yang dilihatnya pada aplikasi tiktok (ByteDance : 2016 : . Sedangkan menurut Xiao dan Wang . anak-anak dapat belajar bahasa baru dari video Tiktok dan meningkatkan keterampilan bahasa mereka dengan menonton video yang dilengkapi dengan teks dan suara yang jelas. Studi yang dilakukan di China menunjukkan bahwa penggunaan Tiktok dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak-anak (Xiao & Wang, 2. Ketiga, penggunaan aplikasi game yaitu untuk bermain game online dan offline diantaranya game offlinenhya yaitu Craftsman dan My Talking Tom Friends. Sedangkan game online diantaranya freefire, dan cargo Truck Simulator. Hal ini sejalan dengan teori oleh Henri . 3: 5-. gadget yang di dalamnya terdapat berbagai game muncul dipasaran. Fenomena ini menunjukan betapa teknologi game sudah meluas ke berbagai sector Game dapat diperoleh dengan mudah melalui aplikasi pada gadget dan media internet seperti game free fire. Anak-anak menghabiskan waktunya untuk bermain game yang biasa digunakan di depan komputer atau gadget. Dari beberapa pembahasan berdasarkan pada hasil penelitian tentang bentuk penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun, ada beberapa bentuk penggunaan yang dilakukan oleh anak yaitu penggunaan aplikasi youtube yang digunakan oleh 10 anak, penggunaan aplikasi tiktok yang dilakukan oleh 4 orang anak dan penggunaan aplikasi game oleh 2 anak yaitu game freefire, craftsman, cargo truck simulator dan my talking tom and Perbandingan dengan penelitian relevan yang dilakukan oleh Saniyyah dkk . dalam penelitiannya yang berjudul AuDampak Penggunaan gadget terhadap perilaku sosial anak di Desa Jokulo KudusAy bahwa terdapat beberapa perbedaan dimana, pada penelitian Latifus dkk, terdapat 6 anak yang dijadikan sebuah informan, rata-rata mereka juga menggunakan aplikasi game, youtube dan tiktok. Namun terdapat 1 anak yang sering membuka aplikasi Whatsaap dimana anak tersebut dapat menghabiskan waktu selama 6 jam Pada penelitiannya juga terdapat anak yang sering menggunakan game mobile Bentuk pengawasan orang tua pada penggunaan gadget anak usia 5-6 tahun yang ditemukan pada penelitian yang telah dilakukan yaitu dengan berbagai macam bentuk pengawasan yaitu sebagai berikut. Masalah Penelitian Informan Penelitian Hasil Penelitian Bentuk Pengawasan Ibu 01 Pembatasan waktu Orang Tua Pada Memberi nasehat Penggunaan Gadget Ibu 02 Memberi nasehat pada anak Usia 5-6 Ibu 03 Pembatasan waktu Tahun Pemberian sanksi BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Wulan Sari. Hadi Machmud, & Laode Anhusadar Ibu 04 Ibu 05 Ibu 06 Ibu 07 Ibu 08 Ibu 09 Ibu 010 Memberi nasehat Memberi nasehat Pembatasan Waktu Pemberian sanksi Pembatasan waktu Pemberian sanksi Memberi nasehat Pembatasan waktu Pemberian sanksi Pembatasan waktu Sebagaimana yang dikemukakan pada hasil diatas, diketahui terdapat 6 orang yang melakukan pembatasan waktu, 4 orang tua yang memberikan sanksi dan 10 orang tua yang memberi nasehat. Pertama, memberikan pembatasan waktu. Pembatasan waktu terhadap penggunaan gadget pada anak harus dan penting dilakukan agar anak memiliki waktu lain selain bermain gadget yang dapat dilakukannya diluar rumah. hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan orang tua terhadap pengguunaan gadget pada anak. Sejalan dengan teori menurut Handayani . 0 : . orang tua di harapkan dapat mengawasi anaknya saat menggunakan gadget untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, perlu adanya pembatasan waktu penggunaan gadget pada anak. Juga sejalan dengan pernyataan dari Syifa dkk ( 2017:28-. aturan bagi orang tua saat memberikan gadget kepada anaknya sangat penting dengan cara . membatasi penggunaan gadget pada anak, . memberikan gadget pada anak dengan usia yang tepat, dan . buat aturan keluarga seperti No gadget jika sedang berkumpul atau waktuwaktu tertentu. Dan didukung pula oleh penelitian dari ( Suryameng 2019:. menyatakan bahwa cara orang tua dalam mendampingi dan mengawasi anak ketika menggunakan gadget antara lain batasi waktu anak dalam bermain gadget . orang tua dapat membatasi waktu anak dalam bermain gadget agar mereka tidak lupa akan kebutuhan seperti makan, belajar, mandi, dan lain sebagainya. Kedua, memberi sanksi. Pemberian sanksi dilakukan oleh sebagian orang tua agar anaknya memiliki rasa takut dan dapat mematuhi aturan yang dibuat. Sebagaimana sejalan dengan teori Fajri dan Hasmira . 1: . yang menyatakan bahwa sanksi merupakan hukuman yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya apabila anak tidak mematuhi aturan yang telah diberikan atau telah dibuat oleh orang tuanya sendiri. Sanksi tersebut memberikan efek jera pada anaknya agar menggunakan gadget sesuai dengan kebutuhan yang ada. Pemberian sanksi juga dapat membantu anak memahami konsekuensi dari penggunaan gadget yang berlebihan. Anak yang tidak diberikan konsekuensi atas penggunaan gadget yang berlebihan cenderung kurang peduli dengan dampak yang mungkin terjadi pada diri Sejalan dengan Sebuah penelitian oleh Kwon dan koleganya . menemukan bahwa sanksi yang diberikan oleh orang tua dapat meningkatkan kesadaran anak tentang konsekuensi dari penggunaan gadget yang berlebihan. Jika orang tua tidak memberikan sanksi pada anak yang menggunakan gadget secara berlebihan, anak cenderung lebih rentan terhadap kecanduan gadget. Kecanduan gadget dapat mengganggu fungsi sosial, kognitif, dan emosional anak. Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik pada anak, seperti gangguan tidur, obesitas, dan masalah penglihatan. Ketiga, memberi nasehat juga dilakukan oleh orang tua di Desa Sumberjaya Kabupaten Konawe Selatan sebagai bentuk pegawasan kepada anaknya dalam bermain gadget. Bentuk pengawasan pada anak dengan memberikan nasehat didukung oleh teori yang dinyatakan oleh Sudarsono . 1 : . bahwa pemberian nasehat dilakukan dengan memberikan nasehat yang baik dan disampaikan dengan cara lemah lembut agar anak dapat menerima nasehat BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Pengawasan Orang Tua terhadap Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini yang diberikan. Nasehat merupakan petunjuk dari orang tua kepada anak tatkala ada ketidak cocokan antara sikap anak yang seharusnya dilaksanakan. Nasehat yang diberikan orang tua kepada anak dapat menjadi tolak ukur dan membuka pemikiran baru bagi anak serta dapat mendorong anak memperbaiki diri setelah melakukan kekeliruan dalam bersikap dan bertingkah laku pada saat menggunakan gadget. Didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Rini dkk ( 2021 : . yang menyatakan bahwa upaya mengawasi dan mencegah dampak negatif penggunaan gadget pada perilaku sosial anak usia dini yaitu dengan perlunya orang tua memiliki pemahaman dalam memberikan pencegahan bagi anak-anaknya dalam mengurangi penggunaan gadget yaitu dengan melakukan bentuk-bentuk pencegahan seperti memberi arahan, memberi pengertian, memberi nasehat dan lain sebagainya. Peneliti juga melihat dan beranggapan bahwa orang tua hampir sebagian sibuk dengan pekerjaannya dan tidak begitu memiliki kemauan yang kuat untuk secara aktif memantau anak-anaknya dalam menggunakan gadget. Mereka hanya memberikan sebuah aturan, peringatan, arahan dan kecaman saja tanpa mendampingi secara aktif dan terus menerus ketika anak-anaknya sedang memainkan gadgetnya seperti mengawasi dengan aktif setiap konten-konten yang dilihat anak dan menggunakan gadget/internet secara bersama-sama. Oleh sebab itu, pengawasan-pengawasan yang dilakukan oleh orang tua di Desa Sumberjaya cenderung menunjukan bentuk pengawasan pasif dengan melakukan 3 bentuk pengawasan yaitu pembatasan waktu, memberikan sanksi dan memberi nasehat yang notabene jauh lebih mudah dan praktis untuk diterapkan kepada anaknya. Kemudian peneliti juga membandingkan dengan penelitian yang relevan dengan yang peneliti lakukan yaitu tentang pengawasan orang tua, dari penelitian yang dilakukan oleh Putri, . dengan judul penelitian AuPengawasan Orang Tua Terhadap Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di Kelurahan Sialamungu Kecamatan Tuah Madani Kota Pekan BaruAy, pada hasil penelitiannya dikatakan bahwa gadget mempengaruhi kurangnya komunikasi orang tua dan anak usia 5-6 tahun dalam penggunaan gadget, orang tua membiarkan anak menggunakan gadget tanpa adanya pengawasan. Dari 6 orang tua, hanya sebagian saja yang melakukan pengawasan kepada anaknya yaitu dengan membatasi waktu 1 jam dalam sekali penggunaan, selebihnya orang tua membiarkan dan tidak mengawasi hal inilah yang menjadi perbedaan antara penelitian pada pengawasan orang tua di Desa Sumberjaya dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri di Keluarahan Sialamungu Kecamatan Tuah Madani Kota Pekan Baru. Kesimpulan Bentuk penggunaan gadget pada anak usia dini ditemukan terdapat 10 anak menggunakan aplikasi youtube untuk menonton video seperti kartun, komplikasi video lucu, drama anak-anak, lagu anak anak video shalawat, asmaul husna, video huruf abjad, tayo the little bus, nussa official, upin & ipin, tom and jerry, adit dan sopo jarwo, boboiboy, sakura , 3 anak menggunakan aplikasi tiktok yang digunakan untuk menonton kontenkonten lucu . , menari, menyanyi, konten makan-makan, tutorial make up, vlog liburan, modifikasi motor dan mobil, melihat video binatang ,dan menggunakan apliaksi game untuk memainkan dua tipe game yaitu game online dan game offline, adapun game offline yang biasanya dimainkan diantaranya Craftsman dan My Talking Tom Friends. Sedangkan game online diantaranya freefire, dan cargo Truck Simulator. Bentuk pengawasan orang tua dalam penggunaan gadget pada anak usia 5-6 tahun ditemukan orang tua anak yang memberikan nasehat pada anak dalam menggunakan gadget, 6 orang tua anak yang memberi batasan waktu dalam penggunaan gadget pada anak dan terdapat 4 orang tua anak yang memberikan sanksi dalam penggunaan gadget pada anak. sehingga bentuk pengawasan yang banyak dilakukan oleh orang tua di Desa Sumberjaya adalah pemberian BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 2. July 2024 Wulan Sari. Hadi Machmud, & Laode Anhusadar Referensi