JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X INTEGRASI TRADISI RIMPU DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR Fatmawati1*. Azra Fauzi2, & Tri Supriyanto3 SDN Inpres Rite. Ambalawi. Bima. NTB. Indonesia STKIP Harapan Bima. NTB. Indonesia Email: fatmawati06@gmail. Artikel Info Abstrak Sejarah Artikel Diterima: 14 Sep 2025 Direvisi: 01 Okt 2025 Dipublikasi: 15 Okt 2025 Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan tradisi Rimpu dalam pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar guna meningkatkan kreativitas siswa. Tradisi Rimpu merupakan salah satu warisan budaya dari masyarakat Bima-Dompu yang mengandung nilai estetika, etika, dan spiritual yang dalam. Pembelajaran berbasis tradisi ini diharapkan dapat merangsang kreativitas siswa dalam menggali ide dan ekspresi seni, sekaligus memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini dilakukan di SDN Inpres Rite. Kabupaten Bima, dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Rimpu dalam pembelajaran seni budaya efektif meningkatkan kreativitas siswa, dengan peningkatan signifikan pada dimensi fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, pembelajaran berbasis kearifan lokal seperti Rimpu dapat dijadikan model untuk meningkatkan kreativitas dan pelestarian budaya lokal di sekolah dasar. Kata kunci: Tradisi Rimpu. Pembelajaran Seni Budaya. Kreativitas Siswa. Kearifan Lokal. Kurikulum Merdeka. Article Info Abstract Article History Received: Sep 14st, 2025 Revised: Oct 01st, 2025 Published: Oct 15st, 2025 This study aims to integrate the Rimpu tradition into Arts and Culture learning in elementary schools to enhance students' creativity. The Rimpu tradition is a cultural heritage of the Bima-Dompu community that contains deep aesthetic, ethical, and spiritual The integration of this tradition into learning is expected to stimulate students' creativity in exploring ideas and artistic expression, while also introducing them to local cultural values. The research was conducted at SDN Inpres Rite. Bima Regency, using a qualitative approach and case study design. Data was collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The findings indicate that the integration of Rimpu into Arts and Culture learning effectively enhances students' creativity, with significant improvements in the dimensions of fluency, flexibility, originality, and However, the study also identified several challenges, such as time constraints and limited facilities, that affect the effectiveness of learning. Based on these findings, learning based on local wisdom, such as Rimpu, can be a model for enhancing creativity and preserving local culture in elementary schools. Keywords: Rimpu Tradition. Arts and Culture Learning. Student Creativity. Local Wisdom. Curriculum Merdeka. PENDAHULUAN Perkembangan zaman dan arus globalisasi, budaya lokal menghadapi tantangan serius dalam Perubahan gaya hidup, pengaruh media massa, dan mode global seringkali menyebabkan generasi muda meninggalkan tradisi leluhur mereka yang dianggap AukunoAy atau kurang relevan dengan konteks modern. Kondisi ini berpotensi mengikis kekayaan budaya lokal dan identitas masyarakat. Salah satu tradisi budaya yang masih dipertahankan di wilayah Bima-Dompu. Nusa Tenggara Barat adalah tradisi Rimpu. Rimpu bukan sekadar pakaian atau penutup kepala perempuan, tetapi mengandung nilai-nilai estetika, etika, spiritual, identitas sosial, dan religius yang mendalam. Tradisi ini merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Bima dalam menerjemahkan nilai-nilai religius ke dalam budaya mereka sendiri, sehingga agama dan budaya menjadi tak terpisahkan. Nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam budaya Rimpu mencakup aspek akhlak seperti sopan santun dan menjaga pandangan, ibadah seperti pemakaian Rimpu sebagai bagian dari pemenuhan syariat menutup aurat, serta estetika seperti pemilihan motif dan warna pada kain Tembe Nggoli yang sarat makna filosofis dan spiritual (Fahrurrozi, 2019. Fahrurrozi & Nurhayati, 2. JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X Namun demikian, pelestarian Rimpu menghadapi tekanan dari berbagai aspek. Dominasi budaya modern dan tren berpakaian kontemporer yang dianggap lebih praktis dan menarik membuat sebagian generasi muda memandang Rimpu sebagai simbol tradisional yang ketinggalan zaman (Nurjanah & Srihilmawati, 2. Terbatasnya ruang formal bagi budaya lokal dalam sistem pendidikan juga menyebabkan siswa sekolah dasar kurang mendapatkan kesempatan untuk mempelajari dan menghayati tradisi seperti Rimpu secara mendalam (Rahman, 2. Selain itu, pemanfaatan nilai estetika dan filosofi Rimpu sebagai sumber kreativitas dalam pembelajaran seni budaya belum optimal, padahal unsur warna, motif, dan filosofi Rimpu berpotensi menumbuhkan imajinasi, kreativitas, serta apresiasi budaya (Munawir. Sejalan dengan kebijakan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis kearifan lokal dan penguatan Profil Pelajar Pancasila, integrasi tradisi Rimpu ke dalam pembelajaran Seni Budaya menjadi sangat relevan (Kemendikbudristek, 2. Integrasi ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan kemampuan apresiasi dan ekspresi seni, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan identitas lokal serta membangun kreativitas siswa melalui media budaya yang autentik. Dalam konteks ini. SDN Inpres Rite di Kabupaten Bima menjadi lokasi yang strategis untuk penelitian. Sekolah ini berada di lingkungan masyarakat yang masih mempraktikkan tradisi Rimpu dan memiliki potensi besar untuk menjadikan budaya tersebut sebagai sumber belajar yang kontekstual. Melalui penerapan pembelajaran Seni Budaya berbasis Rimpu di SDN Inpres Rite, siswa diharapkan tidak hanya mengenal warisan budaya daerahnya, tetapi juga terinspirasi untuk menciptakan karya seni yang kreatif dan inovatif. Bertolak dari kondisi tersebut, penelitian ini diarahkan untuk mendeskripsikan secara menyeluruh proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran Seni Budaya yang mengintegrasikan tradisi Rimpu di SDN Inpres Rite, sekaligus menganalisis dampaknya terhadap peningkatan kreativitas siswa baik dari segi ide, ekspresi, maupun apresiasi seni dan budaya. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi guru dan siswa selama integrasi berlangsung, serta merumuskan alternatif solusi yang dapat mendukung keberlanjutan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian tradisi Rimpu sekaligus pengembangan model pembelajaran seni budaya yang kreatif, kontekstual, dan selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus karena dinilai paling tepat untuk mengeksplorasi secara mendalam proses integrasi tradisi Rimpu ke dalam pembelajaran Seni Budaya dan dampaknya terhadap kreativitas siswa sekolah dasar dalam konteks alami. Desain studi kasus memungkinkan peneliti menelaah fenomena pembelajaran berbasis kearifan lokal secara kontekstual, detail, dan holistik (Creswell & Poth, 2. Penelitian dilaksanakan di SDN Inpres Rite. Kabupaten Bima. Nusa Tenggara Barat, yang berada di lingkungan masyarakat yang masih mempraktikkan tradisi Rimpu. Subjek penelitian mencakup 2 orang guru Seni, 10 Orang siswa kelas IV dan V yang mengikuti proses pembelajaran, serta kepala sekolah sebagai pendukung kebijakan dan pengelolaan kurikulum. Tahapan penelitian diawali dengan studi pendahuluan berupa kajian literatur dan observasi awal untuk mengidentifikasi potensi integrasi tradisi Rimpu. Selanjutnya disusun perangkat pembelajaran Seni Budaya berbasis Rimpu yang meliputi RPP, media, dan lembar observasi kreativitas. Tahap implementasi dilakukan dengan melaksanakan pembelajaran Seni Budaya yang mengintegrasikan nilai, simbol, dan praktik Rimpu ke dalam kegiatan kelas dan praktik seni. Data utama kemudian dikumpulkan melalui observasi langsung, pendokumentasian proses, dan pengumpulan karya siswa, yang diikuti dengan analisis dan refleksi guna mengevaluasi efektivitas integrasi Rimpu dalam meningkatkan kreativitas siswa. Seluruh temuan akhirnya dirangkum dalam laporan penelitian dan rekomendasi pengembangan. Data diperoleh dengan triangulasi metode agar hasil penelitian kredibel. Observasi partisipatif dilakukan untuk menilai keterlibatan siswa, kreativitas yang muncul, dan peran guru. Wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah dilakukan untuk menggali persepsi, pengalaman, serta tantangan yang Studi dokumentasi digunakan untuk menelaah perangkat pembelajaran, foto kegiatan, dan hasil JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X karya seni siswa, sedangkan angket kreativitas membantu mengukur dimensi kreativitas fluency, flexibility, originality, dan elaboration yang berkembang selama proses pembelajaran. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas pembelajaran, pedoman wawancara terstruktur dan semi-terstruktur, rubrik penilaian kreativitas berdasarkan teori Guilford dan Torrance, serta lembar dokumentasi hasil karya seni dan catatan kegiatan. Analisis data dilakukan secara tematik (Braun & Clarke, 2. dengan membaca keseluruhan data, memberi kode sesuai tema seperti perencanaan, implementasi, kreativitas siswa, dan tantangan, kemudian mengelompokkan kode menjadi subtema dan tema utama. Triangulasi data antar sumber guru, siswa, dan dokumen dilakukan untuk meningkatkan validitas temuan. Keabsahan data dijaga melalui penerapan prinsip kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Kredibilitas diperkuat dengan triangulasi metode dan member check, transferabilitas dijamin dengan deskripsi kontekstual yang rinci, sedangkan dependabilitas dan konfirmabilitas dipenuhi melalui audit trail dan diskusi sejawat. Penelitian ini juga mematuhi prinsip etika penelitian pendidikan dengan memperoleh persetujuan dari sekolah dan orang tua siswa, menjaga kerahasiaan identitas peserta, serta memastikan bahwa partisipasi bersifat sukarela. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Temuan Penelitian ini mengungkap bahwa integrasi tradisi Rimpu dalam pembelajaran Seni Budaya di SDN Inpres Rite berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kreativitas siswa. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi menunjukkan keterpaduan antara perencanaan, implementasi, dan hasil belajar siswa. Dalam tahap perencanaan, guru berhasil menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka, dengan mengintegrasikan unsur-unsur Rimpu seperti sejarah, simbol, makna filosofis motif, dan teknik pemakaian. Perencanaan yang matang ini memastikan kegiatan belajar tidak hanya memenuhi standar kurikulum tetapi juga memperkuat identitas budaya siswa. Proses implementasi pembelajaran berlangsung interaktif dan partisipatif. Guru mengarahkan siswa untuk menggali nilai-nilai budaya Rimpu melalui kegiatan seni yang kreatif, seperti menggambar motif Tembe Nggoli, merancang desain busana miniatur Rimpu, dan mempresentasikan makna simbolik warna. Observasi menunjukkan keterlibatan siswa yang tinggi. sebagian besar siswa aktif bertanya, berpendapat, dan mempraktikkan teknik menggambar serta mendesain pola dengan antusias. Partisipasi aktif ini menandakan bahwa integrasi tradisi lokal mampu menumbuhkan motivasi dan rasa memiliki terhadap budaya sendiri. Ringkasan temuan utama penelitian ini disajikan pada Tabel 1. Tabel tersebut memuat hubungan antara aspek perencanaan, implementasi, kreativitas siswa, dan tantangan beserta temuan kunci yang menja di dasar analisis. Tabel 1. Ringkasan Temuan dan Analisis Data Aspek Indikator Temuan Utama Perencanaan Kelengkapan RPP dan media RPP sesuai kurikulum dan mengintegrasikan Rimpu Implementasi Integrasi nilai Rimpu dalam kegiatan Kegiatan praktik Rimpu berjalan baik dengan partisipasi tinggi Kreativitas Fluency. Flexibility. Originality. Kreativitas siswa meningkat pada semua Siswa Elaboration Tantangan Hambatan fasilitas. Beberapa kendala teknis dan keterbatasan pemahaman siswa sarana ditemukan Selain itu, hasil kuantitatif angket kreativitas menunjukkan peningkatan kreativitas siswa pada semua dimensi berpikir kreatif. Persentase peningkatan pada masing-masing dimensi disajikan pada Gambar 1, yang menunjukkan bahwa fluency . elancaran id. meningkat 85%, flexibility . 80%, originality . 78%, dan elaboration . JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X Gambar 1. Persentase Peningkatan Kreativitas Siswa per Dimensi Data pada Tabel 1 dan Gambar 1 menegaskan bahwa pembelajaran Seni Budaya berbasis Rimpu tidak hanya menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif dan imajinasi siswa secara nyata. Siswa memperlihatkan keberanian dalam menggabungkan motif dan warna serta mampu menciptakan variasi desain yang unik, menandakan bahwa integrasi budaya lokal memberikan stimulus estetika yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa tradisi Rimpu efektif sebagai media pengembangan kreativitas. Peningkatan yang signifikan pada dimensi fluency dan elaboration mendukung teori Guilford dan Torrance yang menekankan pentingnya pengalaman budaya yang kaya untuk merangsang berpikir divergen. Keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran ini juga menegaskan relevansi kebijakan Kurikulum Merdeka yang mendorong pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar (Kemendikbudristek, 2. Pembelajaran yang menempatkan budaya sebagai inti proses belajar terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dan memberikan pengalaman yang bermakna. Meskipun hasilnya menggembirakan, penelitian juga menemukan tantangan yang perlu diperhatikan. Guru dan siswa menghadapi keterbatasan waktu yang membatasi eksplorasi mendalam, keterbatasan fasilitas dan bahan praktik seni, serta variasi pemahaman siswa mengenai filosofi Rimpu. Kendala-kendala ini menunjukkan perlunya dukungan sarana-prasarana yang memadai, pendalaman makna filosofis, serta strategi pengajaran yang lebih sistematis agar nilai-nilai Rimpu tidak hanya menjadi hiasan visual, tetapi benar-benar dihayati dan dipraktikkan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa integrasi tradisi Rimpu dalam pembelajaran Seni Budaya di SDN Inpres Rite mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan kreativitas siswa. Model ini dapat menjadi contoh pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal yang relevan diterapkan di sekolah lain dengan menyesuaikan potensi budaya masing-masing daerah. Pembahasan Pembelajaran Seni Budaya berbasis tradisi Rimpu di SDN Inpres Rite terbukti efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa, dengan peningkatan yang signifikan pada semua dimensi kreativitas fluency . %), flexibility . %), originality . %), dan elaboration . %). Integrasi nilai-nilai Rimpu dalam pembelajaran, seperti simbolisme warna dan motif Tembe Nggoli, memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi berbagai ide kreatif dan mengembangkan karya seni yang unik. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang mengangkat kearifan lokal dapat menstimulasi berpikir kreatif siswa (Zulkarnaen et al. Widia et al. , 2. sejalan dengan teori Guilford . dan Torrance . tentang pentingnya pengalaman budaya yang kaya untuk merangsang berpikir divergen. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu yang menghambat eksplorasi mendalam terhadap nilai JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X filosofis Rimpu, serta keterbatasan fasilitas yang mengurangi kemampuan siswa untuk mengekspresikan ide kreatif mereka secara maksimal (Dewi, 2. Meskipun demikian, pembelajaran berbasis Rimpu tidak hanya berhasil meningkatkan kreativitas, tetapi juga memperkuat identitas budaya siswa (Nurjannah et al. , 2. sesuai dengan kebijakan Kurikulum Merdeka yang mendorong integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran (Nurohman et al. , 2. Tantangan-tantangan tersebut menunjukkan pentingnya dukungan sarana dan penguatan pemahaman terhadap budaya lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dapat memfasilitasi siswa dalam memahami serta mengapresiasi warisan budaya mereka secara lebih mendalam. Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran berbasis kearifan lokal seperti Rimpu berpotensi untuk diadopsi di sekolah-sekolah lain, asalkan disesuaikan dengan konteks dan potensi budaya masing-masing daerah. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi tradisi Rimpu dalam pembelajaran Seni Budaya di SDN Inpres Rite efektif dalam meningkatkan kreativitas siswa, baik dalam dimensi fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif, tetapi juga memperkuat pemahaman dan kebanggaan terhadap identitas budaya mereka. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan waktu dan fasilitas harus diatasi untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran. Secara keseluruhan, pembelajaran yang mengangkat tradisi Rimpu terbukti memberikan dampak positif dalam memperkaya pengalaman belajar siswa dan mendukung pelestarian budaya lokal. Oleh karena itu, model pembelajaran berbasis budaya lokal ini dapat dijadikan contoh bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan mereka, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka. DAFTAR PUSTAKA