Bilingual: Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 6 No. 2, 2024 DOI: 10. 36985/2cfss559 e Ae ISSN: 2302 - 6596 PERANAN PSIKOLINGUISTIK TERHADAP PRESTASI SISWA SMK NEGERI 1 SIANTAR 1Netti Marini, 2Resmi Sinurat, 3Berlian R Turnip Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Simalungun. Pematang Siantar. Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Psikolinguistik terhadap prestasi belajar mahasiswa SMK Negeri 1 Siantar. Dalam mengajar, guru harus menghadapi sekelompok siswa dengan karakteristik dan psikologi yang berbeda. Hal ini, dikarenakan adanya perbedaan kemampuan psikolinguistik anak, serta latar belakang setiap anak. Kemampuan psikolinguistik anak, bukan hanya diperoleh saat duduk di bangkus sekolah tetapi juga dipengaruhi oleh orangtua serta lingkungan tumbuh kembangnya. Dalam pengajaran bahasa, aspek psikologis adalah hal terpenting untuk meningkatkan pemahaman anak di dalam belajar. Jadi, psikolinguistik sangat berperan penting dalam proses belajar. Keberhasilan proses belajar mengajar juga ditentukan oleh kemampuan berbahasa anak. Sehingga, penting untuk memberikan edukasi Bahasa yang baik bagi anak sejak usia dini. Untuk itu, penelitian ini akan menagalisis, peran psikolinguistik anak dengan hasil Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas. Kata Kunci: Psikolinguistik. Bahasa. Hasil Belajar. Prestasi Abstract This study aims to determine the role of Psycholinguistics on student achievement at SMK Negeri 1 Siantar. In teaching, teachers must face a group of students with different characteristics and This is due to differences in children's psycholinguistic abilities, as well as the background of each child. Children's psycholinguistic abilities are not only acquired while sitting in the school bench but are also influenced by parents and their growth and development environment. In language teaching, the psychological aspect is the most important thing to improve children's understanding in learning. So, psycholinguistics plays an important role in the learning process. The success of the teaching and learning process is also determined by children's language skills. Thus, it is important to provide good language education for children from an early age. For this reason, this study will analyze the role of children's psycholinguistics with student learning outcomes in high school. Keywords: Psycholinguistics. Language. Learning Outcomes. Achievement PENDAHULUAN Prestasi akademik siswa tidak hanya dipengaruh oleh faktor eksternal seperti lingkungan pendidikan dan metode pengajaran, tetapi juga oleh faktor internal seperti kemampuan bahasa dan Dalam pembelajaran bahasa yang merupakan salah satu permasalahan manusia yang paling kompleks, aktivitas berbahasa tidak hanya bersifat mekanis tetapi juga mental. Artinya aktivitas berbahasa juga berkaitan dengan proses dan aktivitas mental . Oleh karena itu, penelitian linguistik yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa perlu dilengkapi dengan penelitian interdisipliner antara linguistik dan psikologi yang biasa disebut dengan psikolinguistik. Pembelajaran itu sendiri adalah suatu sistem. Artinya pembelajaran merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari komponen-komponen berbeda yang saling mendukung. Oleh karena itu keberhasilan pembelajaran tergantung pada faktor-faktor yang terlibat dalam pembelajaran. Komponen tersebut adalah guru, siswa, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode dan teknik pembelajaran, penilaian, dan fasilitas yang diperlukan. Agar pembelajaran bahasa berhasil, faktor-faktor ini juga harus dipertimbangkan ketika mempelajari suatu bahasa. Pernyataan di atas mengisyaratkan bahwa pembelajaran khususnya pembelajaran bahasa tidak hanya perlu mempertimbangkan guru dan materi pembelajaran bahasa, tetapi juga siswa sebagai subjek belajar agar pembelajaran berhasil. Pertanyaan mengapa pemerolehan bahasa di masa dewasa menghasilkan bentuk bahasa yang berbeda dengan pemerolehan bahasa di masa kanak-kanak berkaitan erat dengan struktur dan organisasi otak manusia. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Bilingual: Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 6 No. 2, 2024 DOI: 10. 36985/2cfss559 e Ae ISSN: 2302 - 6596 Pendidikan bahasa merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan, yang tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, tetapi juga mendukung pengembangan kemampuan kognitif siswa. Psikolinguistik sebagai cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dan proses mental, memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana siswa memproses informasi linguistik dan bagaimana hal tersebut berdampak pada prestasi akademik mereka. Psikolinguistik merupakan gabungan dari dua cabang ilmu, yaitu psikologi dan linguistik. Psikologi mempelajari aspek pikiran dan perilaku, sedangkan linguistik berfokus pada bahasa. Menurut Field . Psikolinguistik juga dapat dinyatakan sebagai ilmu yang meneliti tentang hubungan antara proses yang terjadi pada otak manusia ketika manusia itu berbahasa (Field, 2003: . Sejalan dengan pernyataan tersebut. Nikelas . 8: . menyatakan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang menelaah bahasa, seperti tentang susunan bahasa, pemerolehan bahasa dan tentang hubungannya dengan bentuk-bentuk komunikasi lainnya. Proses psikolinguistik ini juga dapat terjadi ketika adanya kegiatan belajar yang ditujukan untuk penguasaan kaidah kebahasaan yang dapat disebut sebagai pembelajaran bahasa. Sebagai kesimpulan, psikolinguistik dapat dianggap sebagai penelitian mengenai interaksi antara pikiran dan bahasa. Bidang ini menyelidiki hubungan antara cara pikir manusia dengan bahasa, melihat bagaimana proses berlangsung di otak saat kita berbicara dan memahami bahasa. Terdapat tiga aspek utama dalam psikolinguistik, yakni produksi bahasa, persepsi bahasa, dan akuisisi bahasa. Produksi bahasa berkaitan dengan langkah-langkah yang terlibat dalam membentuk serta mengomunikasikan arti melalui bahasa. Persepsi bahasa berkaitan dengan cara kita menafsirkan dan memahami baik bahasa lisan maupun tulisan. Akuisisi bahasa merujuk kepada proses seorang individu dalam belajar bahasa, baik yang pertama maupun yang kedua. Teori-teori ini sangat berkontribusi dalam bidang pengajaran bahasa. Banyak pakar mengadopsi teori ini sebagai landasan Ini Pendekatan ini beranggapan bahwa bahasa dan pemikiran adalah dua fenomena yang saling terkait namun sepenuhnya terpisah. Proses belajar dipahami sebagai kegiatan kognitif individu yang dimulai dalam diri sendiri dan kemudian berkembang ke dalam konteks sosial. Berdasarkan uraian di atas penulis dapat merumuskan pendekatan pemecahan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apa yang dimaksud Psikolinguistik? Bagaimana peran Psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa? Bagaimana Hubungan Psikolinguistik dengan Hasil Belajar dan Prestasi Siswa SMK Negeri 1 Siantar Kabupaten Simalungun? II. METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan menggunakan objek partisipan. Studi ini berfokus pada maksim percakapan dalam ujaran. Bodgan dan Taylor . menyatakan bahwa desain kualitatif adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa bentuk lisan dan tulisan yang dapat dianalisis oleh manusia. Sedangkan desain kualitatif menggunakan data verbal yang membutuhkan informan (Djajasudarma, 2006: . Perancangan ini melibatkan bahasa dalam masyarakat yang dapat diarahkan ke latar belakang dan individu yang memiliki relasi sebagai bagian dari kesatuan yang utuh. Jadi, dalam studi bahasa, jumlah informan tidak dihitung. Dengan kata lain jumlah informan dianggap sesuai dengan kebutuhan studi. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis peranan Psikolinguistik terhadap Prestasi Siswa di SMK Negeri 1 Siantar. Dalam hal ini, siswa akan kita analisis berdasarkan Prestasi hasil Belajar. Mengetahui Pemerolehan kemampuan Psikolinguistik Siswa, akan diberikan survei kepada orangtua Data dari Hasil survei tersebut, akan di klasifikasikan berdasarkan perolehan nilai prestasi siswa di SMK Negeri Siantar. 2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Kelas XI SMK Negeri 1 Siantar. Kabupaten Simalungun. 3 Data dan Sumber Daya Data This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Bilingual: Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 6 No. 2, 2024 DOI: 10. 36985/2cfss559 e Ae ISSN: 2302 - 6596 Data dari penelitian ini adalah hasil survey yang dilakukan terhadap orangtua siswa, serta data Perolehan hasil prestasi Siswa kelas XI SMK Negeri 1 Siantar. 4 Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data, peneliti melakukan langkah-langkah pengumpulan data sebagai Memperoleh Data Hasil Belajar Siswa SMK N 1 Mewawancarai orangtua peserta. Patton . menyebutkan bahwa wawancara ditujukan untuk menyesuaikan aktivitas yang terjadi dengan pemahaman tentang aktivitas itu sendiri. Dalam teknik pengumpulan data ini, penulis ingin mendapatkan pemahaman yang mendalam dari orantua siswa tentang bagaimana proses pemerolehan Bahasa Anak sejak usia dini, dan akan di analisis dengan hasil prestasi siswa. Patton . mengatakan bahwa dalam proses wawancara sebaiknya peneliti menggunakan pedoman umum untuk mengingatkan pewawancara tentang aspek-aspek yang diperlukan dalam penelitian yang sesuai dengan check-list. Dengan teknik pengumpulan data ini, penulis akan menggunakan pedoman wawancara untuk meyakinkan peneliti tentang informasi yang diperoleh dari informasi perkembangan pemerolehan kemampuan Psikolinguistik siswa terhadap prestasi Hasil Belajar. 5 Teknik Analisis Data Analisis data menggunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman . dengan tiga tahap analisis data. Tahapannya adalah. reduksi data . penyajian data, dan . penarikan kesimpulan atau verifikasi. Reduksi data mengacu pada proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan, abstrak, dan transformasi data mentah yang muncul dalam catatan lapangan tertulis i. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Psikolinguistik Kata pscychology berasal dari bahasa Greek (Yunan. , yaitu dari akar kata psyche yang berarti jiwa, ruh, sukma dan logos yang berarti ilmu. Jadi, secara etimologi psikologi berati ilmu jiwa. Pengertian Psikologi sebagai ilmu jiwa dipakai ketika Psikologi masih berada atau merupakan bagian dari filsafat, bahkan dalam kepustakaan kita pada tahun 50-an ilmu jiwa lazim dipakai sebagai padanan Psikologi. Kini dengan berbagai alasan tertentu . isalnya timbulnya konotasi bahwa Psikologi langsung menyelidiki jiw. istilah ilmu jiwa tidak dipakai lagi. Pergeseran atau perubahan pengertian yang tentunya berkonsekuensi pada objek Psikologi sendiri tadi tentu saja berdasar pada perkembangan pemikiran para peminatnya. Bruno (Syah, 1995: . secara rinci menge- mukakan pengertian Psikologi dalam tiga bagian yang pada prinsipnya saling Pertama. Psikologi adalah studi mengenai ruh. Kedua. Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai kehidupan mental. Ketiga. Psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai tingkah laku Sejalan dengan pendapat di atas Martinet . 7: . mengemukakan bahwa linguistik adalah telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. Secara lebih rinci dalam Webster . 8: . dinyatakan EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya http://educare. e- fkipunla. net Generated: 26 July, 2009, 06:. mengemukakan bahwa linguistics is the study of human speech including the units, nature, structure, and modification of language. Linguistik adalah studi tentang ujaran manusia termasuk unitunitnya, hakikat bahasa, struktur, dan perubahan-perubahan bahasa. Lain halnya Dalam Oxford Advanced Learner Dictionary (Nikelas, 1988: . menyatakan linguistics is the science of language, its structure, acquisition, relationship to other forms of communication. Linguistik adalah ilmu tentang bahasa yang menelaah, misalnya tentang struktur bahasa, pemerolehan bahasa dan tentang hubungannya dengan bentuk-bentuk lain dari komunikasi. Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Linguistik merupakan bidang studi mengenai bahasa dengan ciri-ciri tertentu, struktur-struktur yang terkandung di dalamnya, baik yang dianalisis secara rinci seperti bunyi, bentuk kata, tata kalimat, dan arti, maupun yang diteliti secara lebih umum melalui linguistik makro seperti sosiolinguistik, psikolinguistik, dan lain sebagainya. Berdasarkan pengertian psikologi dan Linguistik pada uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari perilaku berbahasa, baik prilaku yang tampak maupun perilaku yang tidak tampak. Untuk lebih jelasnya, mengenai pengertian Psikolinguistik berikut ini dikemukakan Psikolinguistik. Aitchison (Dardjowidojo, 2003: . This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Bilingual: Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 6 No. 2, 2024 DOI: 10. 36985/2cfss559 e Ae ISSN: 2302 - 6596 berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang bahasa dan jiwa. Sejalan dengan pendapat di Field . 3: . mengemukakan psycholinguistics explores the relationship between the human mind and language. Psikolinguistik membahas hubungan antara otak manusia dengan bahasa. Jiwa atau otak beroperasi ketika terjadi pemakaian bahasa. Karena itu. Harley (Dardjowidjojo: 2003: . berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang proses mental dalam pemakaian bahasa. Sebelum menggunakan bahasa, seorang pemakai bahasa terlebih dahulu memperoleh bahasa. Dalam kaitan ini. Levelt (Marat, 1983: . mengemukakan bahwa Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan dan pemerolehan bahasa oleh manusia. Kridalaksana . 2: . pun berpendapat sama dengan menyatakan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia serta kemampuan berbahasa dapat diperoleh. Dalam proses berbahasa terjadi proses memahami dan menghasilkan ujaran, berupa kalimat-kalimat. Karena itu. Emmon Bach (Tarigan, 1985: . mengemukakan bahwa Psikolinguistik adalah suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara/pemakai bahasa membentuk/membangun kalimatkalimat bahasa tersebut. Sejalan dengan pendapat di atas. Slobin (Chaer, 2003: . mengemukakan bahwa psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan bagaimana kemampuan bahasa diperoleh manusia. Apabila dikaitkan dengan keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa, hal ini berkaitan dengan keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pendapat di atas pun secara tersurat menyatakan bahwa Psikolinguistik pun mempelajari pemerolehan bahasa oleh manusia sehingga manusia mampu berbahasa. Lebih jauhnya bisa berkomunikasi dengan manusia lain, termasuk tahapan-tahapan yang dilalui oleh seorang anak manakala anak belajar berbahasa sebagaimana dikemukakan oleh Palmatier (Tarigan, 1985: . bahwa Psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari perkembangan bahasa anak. Semua bahasa yang diperoleh pada hakikatnya dibutuhkan untuk Karena itu. Slama (Pateda, 1990: . mengemukakan bahwa Psikolinguistik adalah telaah tentang hubungan antara kebutuhan-kebutuhan kita untuk berekspresi dan berkomunikasi dan benda-benda yang ditawarkan kepada kita melalui bahasa yang kita pelajari sejak kecil dan tahap-tahap Menurut pendapat para ahli yang telah disebutkan, dapat disimpulkan bahwa Psikolinguistik adalah bidang yang mengkaji perilaku dalam berbahasa, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi. Ini mencakup proses produksi bahasa, penguasaan bahasa, serta pemahaman bahasa oleh para pengguna Perilaku yang terlihat dalam komunikasi meliputi tindakan berbicara dan menulis atau saat seseorang menghasilkan bahasa, sementara perilaku yang tidak terlihat berkaitan dengan cara seseorang memahami apa yang didengar atau dibaca hingga menjadi pengetahuan, atau ketika ia sedang memproses informasi yang akan diucapkan atau dituliskan. Psikolinguistik dalam Pembelajaran Bahasa Suwarno . 2: . menyatakan bahwa pembelajaran merupakan usaha disadari untuk menguasai kaidah kebahasan. Belajar bahasa dilakukan secara formal dalam setting formal pula, misalnya pembelajaran bahasa dalam kelas. Kegiatan belajar bisa dimanapun asalkan proses belajar itu diarahkan pada penguasaan kaidah kebahasaan secara disadari, maka proses itu disebut pembelajaran. Pada proses belajar secara formal maupun non formal proses psikolinguistik bekerja untuk memperoleh bahasa melalui pembelajaran tersebut. Dalam konteks pembelajaran bahasa, pemahaman dari salah satu keterampilan berbahasa akan berkelanjutan dengan didasari semangat trial and error sebab ide atau gagasan serta kemampuan anak dalam mengucap bahasa memerlukan proses kontemplatif diri yang tidak instan. Sama halnya dengan Thorndike. Otto Jespersen . -seorang pakar linguistik yang berkebangsaan Denmark-telah menganalisis bahasa menurut psikologi mentalistik yang juga berkaitan dengan behavioristik. Seseorang yang mengimplikasikan psikolinguistik dalam pembelajaran bahasa semakin penting bila diposisikan sebagai landasan . keberhasilan pengajaran jika didasarkan ke arah Aopendidikan karakterAo. Artinya, apabila implikasi itu telah dipahami secara komprehensif, etika seorang dewasa dalam berinteraksi dengan anak tidak semna- mena. Orang dewasa yang memahami kondisi psikis anak akan menciptakan hubungan yang bijaksana dalam berkomunikasi. Teori Kognitif dan Bahasa Menurut teori kognitif, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga untuk berpikir dan memecahkan masalah. Siswa yang memiliki kemampuan kognitif yang kuat dalam hal This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Bilingual: Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 6 No. 2, 2024 DOI: 10. 36985/2cfss559 e Ae ISSN: 2302 - 6596 pemrosesan bahasa cenderung lebih mudah menyerap informasi yang diajarkan di sekolah. Pemahaman terhadap teks-teks akademik sangat bergantung pada kemampuan siswa untuk menghubungkan informasi baru dalam pengetahuan yang sudah ada dalam memori mereka. Oleh karena itu, psikolinguistik dapat menjelaskan mengapa beberapa siswa lebih cepat memahami materi dibandingkan yang lainnya. Hasil Belajar Keberhasilan sebuah proses pembelajaran dapat ditentukan melalui pola interaksi yang efektif di kelas. Interaksi pembelajaran merupakan suatu kegiatan berkomunikasi yang dilakukan secara timbal balik antara siswa dengan guru dalam memahami, mendisukusikan dan memprakikan materi pelajaran di kelas (Yamin, 2007:. Pentingnya interkasi atau komunikasi yang baik harus menjadi perhatian bagi guru, karena pencapaian sebuah tujuan pembelajaran tentunya sangat bergantung pada komunikasi. Kemampuan komunikasi siswa, sangat berperan dalam tercapainya hasil belajar yang baik. Hubungan Psikolinguistik dengan Hasil Belajar dan Prestasi Siswa SMK Negeri 1 Siantar Kabupaten Simalungun Keterampilan Bahasa dan Prestasi Akademik Berdasarkan temuan dari berbagai penelitian yang dikaji, keterampilan bahasa merupakan faktor yang sangat menentukan dalam prestasi akademik siswa. Siswa yang memiliki keterampilan membaca yang baik cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap materi pelajaran yang berbasis teks. Demikian juga, siswa yang mahir dalam menulis mampu mengungkapkan ide-ide mereka dengan lebih jelas, yang mempengaruhi kualitas tugas tertulis dan ujian mereka. Pemahaman yang lebih baik terhadap bahasa yang digunakan dalam instruksi juga memungkinkan siswa untuk lebih memahami pertanyaan ujian dan tugas yang diberikan oleh guru. Siswa dengan keterampilan bahasa yang baik dapat mengidentifikasi informasi penting dalam teks akademik dan menggunakan pengetahuan mereka untuk menjawab soal dengan tepat. Pemahaman Teks dan Pembelajaran Dalam pembelajaran, pemahaman terhadap teks menjadi salah satu keterampilan utama yang mendukung keberhasilan akademik. Psikolinguistik menjelaskan bagaimana siswa memproses informasi dalam bentuk tulisan. Proses ini melibatkan beberapa tahap, seperti decoding . enguraikan kata-kat. , pemahaman konteks, dan integrasi informasi. Siswa yang lebih efisien dalam memproses teks akan lebih mudah dalam memahami materi dan menghubungkannya dengan pengetahuan yang sudah dimiliki. Siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami teks sering kali menghadapi hambatan dalam mencapai prestasi akademik yang optimal. Guru perlu memahami bahwa keterampilan pemahaman teks ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan bahasa dasar siswa. Peran Kognisi dalam Pembelajaran Pemrosesan bahasa yang efisien berkaitan erat dengan kemampuan kognitif siswa. Siswa yang dapat menghubungkan informasi verbal dengan konsep-konsep yang lebih abstrak atau rumit cenderung lebih sukses dalam belajar. Oleh karena itu, pengajaran yang melibatkan aspek-aspek kognitif seperti penyusunan informasi, pengorganisasian ide, dan penggunaan strategi memori dapat membantu siswa mengatasi tantangan dalam pembelajaran. Implikasi untuk Pembelajaran Menggunakan pengetahuan psikolinguistik dalam desain pembelajaran dapat memberikan dampak positif terhadap prestasi siswa. Beberapa teknik yang bisa diterapkan adalah penggunaan bahasa yang sederhana namun tepat, pengajaran berbasis konteks yang dapat mempermudah pemahaman materi, serta latihan berbicara dan menulis untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa. Pembelajaran yang lebih interaktif dan komunikatif dapat memperkuat pemahaman bahasa siswa serta mempercepat proses belajar. IV. KESIMPULAN Psikolinguistik memiliki peranan penting dalam prestasi akademik siswa. Kemampuan bahasa yang baik berhubungan langsung dengan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran dan mengungkapkan ide-ide mereka. Oleh karena itu, penerapan konsep-konsep psikolinguistik dalam pembelajaran dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan bahasa mereka, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap prestasi akademik siswa SMK Neger 1 Siantar. This is an open access article distributed under the Creative Commons Attribution 4. 0 International License Bilingual: Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 6 No. 2, 2024 DOI: 10. 36985/2cfss559 e Ae ISSN: 2302 - 6596 DAFTAR PUSTAKA