Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Kinerja Karyawan Terhadap Kelancaran Ekspor Benang di PT. Bitratex Industries Semarang Dian Shinta Devitasari1*. Evyana Diah Kusumawati2. Tini Utami3 1,2,3 Politeknik Bumi Akpelni Semarang *e-mail korespondensi: dianshintadevitasari@gmail. Abstract The purpose of this study was to examine the effect of employee performance and work environment on the smooth yarn export of PT Bitratex Industries Semarang. Associative quantitative research is the type of this research. The research sample amounted to 92 people, while the population amounted to 1,097 workers of PT Bitratex Industries Semarang. Simple Random Sample or SRS is a probability sampling The data collection techniques used are observation, interview, documentation, and questionnaire distribution. Based on the partial T test results (X1 . ork environmen. tcount value 4. , then Ho1 is rejected and Ha1 is accepted because there is a positive and significant Employee performance has a positive and significant influence on the smooth export of yarn, then Ho2 is rejected and Ha2 is accepted based on the results of the partial T test X2 . mployee performanc. tcount value 4. 540> ttable 1. Based on the results of the F test . variable Y . mooth yarn export. obtained a value of fcount 66. 314> ftable 3. 10, then Ho3 is rejected and Ha3 is accepted, this indicates that the work environment and employee performance together have a positive and significant effect on the smooth export of yarn. The two independent variables have an effect of 8% on the smooth export of yarn. Keywords: Work Environment. Employee Performance. Export Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh kinerja karyawan dan lingkungan kerja terhadap kelancaran ekspor benang PT Bitratex Industries Semarang. Penelitian kuantitatif asosiatif merupakan jenis penelitian ini. Sampel penelitian berjumlah 92 orang, sedangkan populasi berjumlah 1. 097 orang pekerja PT Bitratex Industries Semarang. Simple Random Sample atau SRS merupakan pendekatan pengambilan sampel secara probabilitas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil uji T parsial (X1 . ingkungan kerj. nilai thitung 4,299 > ttabel 1,. , maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima karena terdapat pengaruh yang positif dan signifikan. Kinerja karyawan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kelancaran ekspor benang, maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima berdasarkan hasil uji T parsial X2 . inerja karyawa. nilai thitung 4,540 > ttabel 1,987. Berdasarkan hasil uji F . variabel Y . elancaran ekspor benan. diperoleh nilai fhitung 66,314 > ftabel 3,10. Maka Ho3 ditolak dan Ha3 diterima, ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan kinerja karyawan secara bersama-sama memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kelancaran ekspor benang. Kedua variabel independen tersebut berpengaruh sebesar 59,8% terhadap kelancaran ekspor benang. Kata Kunci: Lingkungan Kerja. Kinerja Karyawan. Ekspor PENDAHULUAN Ekspor adalah aspek penting dalam perekonomian suatu negara termasuk Indonesia. Sektor industri khususnya tekstil memainkan peran krusial dalam meningkatkan daya saing di pasar Dalam sektor non-migas, ekspor tekstil memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap pendapatan devisa negara. Terlepas dari keberhasilan perusahaan eksportir tekstil, tentunya juga dipengaruhi oleh lingkungan kerja yang kondusif dan kinerja karyawan https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang yang optimal. Faktor ini penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas produk sesuai dengan standar pasar internasional. Lingkungan kerja yang kondusif tidak hanya membantu mempertahankan kualitas benang, tetapi juga mendukung efisiensi operasional secara keseluruhan. Salah satu perusahaan swasta di Indonesia yang sukses sebagai eksportir tekstil adalah PT Bitratex Industries Semarang. Perusahaan ini memiliki sumber daya manusia berkualitas tinggi, lingkungan kerja kondusif, serta kinerja karyawan yang optimal. PT Bitratex Industries Semarang terletak di Jalan Brigjend Sudiarto Km. Kelurahan Plamongan Sari. Kecamatan Pedurungan. Semarang Timur, 50193. Jawa Tengah. PT Bitratex Industries Semarang bergerak di bidang pemintalan benang dan menerapkan sistem produksi made by order . ibuat berdasarkan pesana. Benang yang diproduksi adalah benang jenis Spun Yarn, terbuat dari serat kapas pendek yang berbentuk staple. Ada tiga jenis bahan baku yang digunakan untuk membuat benang yaitu polyester, viscose atau rayon, dan cotton. Bahan baku tersebut dibeli dari perusahaan lokal di Purwakarta. Jawa Barat, yaitu PT Indo Rama Synthetics. Untuk membuat 100 kg benang, dibutuhkan serat kapas sebanyak 102 kg. Benang yang sudah jadi dikemas dalam karton dan palet sesuai pesanan pelanggan. Kemudian akan dipasarkan di dua area. Area yang pertama adalah area lokal khusus di Pulau Jawa. Di area ini, benang dikirim menggunakan moda transportasi darat dengan truk. Sedangkan untuk area kedua, benang dikirim ke pasar internasional . uar neger. khususnya ke perusahaan yang ada di Jepang. Dikirim menggunakan moda transportasi laut dengan kapal kontainer. Di PT Bitratex Industries Semarang memiliki beberapa mesin canggih diantaranya mesin blow row, mesin carding, mesin combing, mesin drawing, mesin speed frame, mesin ring spinning, mesin winding, pengecekan dengan sinar ultra violet, dan steam boiler. Kelancaran ekspor benang PT Bitratex Industries Semarang dipengaruhi oleh dua faktor utama. Faktor internal mencakup ketidakstabilan manajemen setelah menjadi anak perusahaan PT Sritex Group. PHK karyawan, pengurangan pencahayaan untuk hemat energi, dan kelelahan akibat pekerjaan rangkap, yang menurunkan Faktor eksternal meliputi dampak pandemi Covid-19, konflik geopolitik, dan fluktuasi biaya logistik, yang menghambat stabilitas pasar global. Kombinasi kedua faktor ini menyebabkan ketidakstabilan ekspor pada tahun 2023. Berdasarkan latar belakang penelitian dan analisis yang mendalam, akhirnya penulis menentukan tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kelancaran ekspor benang di PT. Bitratex Industries Semarang secara parsial. Mengetahui pengaruh kinerja karyawan terhadap kelancaran ekspor benang di PT. Bitratex Industries Semarang secara parsial. Mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan kinerja karyawan terhadap kelancaran ekspor benang di PT. Bitratex Industries Semarang secara bersamaan serta seberapa besar pengaruh tersebut. Kajian Literatur Lingkungan Kerja Menurut Sihaloho & Siregar dalam (Setiani & Febrian, 2. , lingkungan kerja adalah segala aspek disekitar tempat kerja karyawan yang mencakup kebersihan, penerangan, kebisingan, suhu, tata ruang, hubungan manajemen dengan karyawan, serta hubungan karyawan dengan karyawan yang mempengaruhi produktivitas dan kepuasan kerja karyawan. Indikator lingkungan kerja manurut Sedarmayanti dalam (Setiani & Febrian, 2. adalah kondisi fisik tempat kerja meliputi intensitas dan kualitas cahaya, suhu udara yang nyaman, tingkat kelembaban yang sesuai, aliran udara yang baik, tingkat kebisingan yang minim, minimnya getaran mekanis, kualitas udara yang segar, pemilihan warna yang tepat, desain interior yang menarik, musik latar yang sesuai, serta adanya jaminan keamanan bagi seluruh https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Kinerja Karyawan Menurut Mangkunegara dalam (Nurfitriani, 2. menguraikan pengertian kinerja adalah hasil dari sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dan memenuhi tujuannya. Mengingat volume pekerja, jika kelompok tersebut menunjukkan tingkat dedikasi, tanggung jawab, disiplin, antusiasme, inisiatif yang tinggi untuk menyelesaikan tugas dan saling mendukung sesama karyawan, maka setiap pekerjaan yang ditugaskan oleh perusahaan harus selaras dengan tujuan perusahaan. Elemen yang mempengaruhi kinerja menurut Handoko dalam (Nurfitriani, 2. adalah karena adanya tuntutan yang harus dipenuhi agar manusia dapat hidup, motivasi adalah salah satu kekuatan utama yang mendorong manusia untuk bekerja. Kebutuhan ini sangat terkait dengan keinginan mendasar manusia untuk melakukan yang terbaik dari kemampuannya dalam setiap tugas. Selain memberikan keinginan untuk bekerja, motivasi mempengaruhi intensitas dan keberhasilan usaha seseorang. Kelancaran Ekspor Benang Menurut Poerwadarminta dalam (Kusumawardani & Mulyati, 2. AuKelancaran adalah keadaan lancarnya sesuatuAy. Definisi ini menegaskan bahwa kelancaran menggambarkan situasi di mana proses berjalan dengan baik tanpa hambatan atau kendala yang dapat mengganggu alur kerja. Menurut Pasal 1 Keputusan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai No. KEP/151 Tahun 2003 (Bea Cukai, 2. , yang dimaksud dengan Ekspor adalah barang yang dilakukan dari daerah Pabean Indonesia untuk dibawa atau dikirimkan keluar dari Negara Indonesia ke negara lain. Ekspor melibatkan proses kepatuhan terhadap peraturan perpajakan, bea keluar, dan dokumen kepabeanan yang mengatur jenis barang yang diizinkan untuk keluar dari daerah pabean. Pasal ini mendasari berbagai aturan teknis yang berkaitan dengan tata laksana ekspor, termasuk regulasi untuk pengawasan barang keluar, prosedur administrasi, serta pengenaan bea keluar jika diperlukan. Dokumen ekspor menurut Augustiningrum & Puspaningrum . Sales contract adalah perjanjian antara penjual dan pembeli yang menetapkan syarat-syarat transaksi jual beli, seperti harga, jumlah barang, dan ketentuan pengiriman. Letter of Credit L/C adalah metode pembayaran yang menjamin pembayaran kepada penjual setelah memenuhi syarat-syarat tertentu dalam transaksi perdagangan internasional. Shipping Instruction adalah dokumen yang berisi petunjuk dari pengirim kepada pihak pengangkut mengenai rincian pengiriman barang, termasuk informasi tentang alamat, jenis barang, cara pengiriman, dan persyaratan khusus lainnya. Dokumen ini memastikan pengiriman barang dilakukan sesuai instruksi pengirim. Commercial Invoice disebut juga faktur atau nota merupakan dokumen penting dalam proses perdagangan internasional yang berfungsi sebagai bukti transaksi atau penagihan. Dokumen ini disiapkan dan diterbitkan oleh eksportir dan mencakup informasi detail mengenai barang atau jasa yang telah dijual. Packing List adalah dokumen yang mencatat informasi penting seperti jumlah unit, jenis, dan berat barang yang dikemas, serta rincian tambahan mengenai jenis kemasan. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) adalah dokumen resmi yang diterbitkan untuk memberitahukan pihak berwenang mengenai pelaksanaan ekspor barang dari suatu negara. Original Bill of Lading (B/L) adalah dokumen resmi yang diterbitkan setelah proses pemuatan barang ke kapal oleh perusahaan pelayaran sebagai bukti kepemilikan barang yang dikirim. Menurut Poespo . dalam (Marfianda et al. , 2. , rangkaian serat berkesinambungan yang disebut benang digunakan untuk membuat produk rajutan atau tenun. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Penelitian Terdahulu Penelitihan terdahulu dijadikan dasar penelitian dari Jurnal Of Social Science Research. EISSN2807-4238 atas nama Siti Sahara dan Nadhifa Ubaidah Edina yang berjudul Pengaruh Kinerja Karyawan Divisi Operasional dalam Penanganan Dokumen Ekspor Bongkar Muat Petikemas pada Pengiriman Barang di PT Musica Alam Lestari. Berdasarkan analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung . lebih besar dari ttabel . , yang berarti kinerja karyawan memiliki pengaruh positif terhadap penanganan dokumen ekspor dengan R square METODE Jenis penelitian Kuantitatif asosiatif menurut (Sugiyono, 2. adalah penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh, hubungan sebab-akibat pada dua variabel atau lebih. Variabel Penelitian Variabel adalah atribut antara orang, objek, atau kegiatan yang akan diukur dan dianalisis di suatu. Dan setiap variabel satu dengan variabel lainnya berhubungan satu sama lain (Sugiyono, 2. Gambar 1. Variabel Penelitian Populasi Populasi adalah keseluruhan objek yang yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi fokus penelitian (Sugiyono, 2. Sampel Sebagian dari populasi yang telah dipilih secara tegas untuk mencerminkan total populasi disebut sampel. Sampel ditentukan dengan teknik probabilitas yaitu Simple Random Sample (SRS). Dimana setiap anggota populasi berhak menjadi sampel dan dipilih secara acak (Sugiyono, 2. Rumus Solvin: ycA ycu = 1 ycA . yce2 ycu = 1 1097 . 0,12 ycu = ycu = 92 Ket: : Jumlah populasi : Margin of eror : Jumlah sampel https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Teknik Pengumpulan Data Penelitian Lapangan Observasi, mengamati langsung proses kerja, interaksi sosial, dan penggunaan sistem informasi di tempat kerja. Wawancara, menginterview karyawan dan manajer divisi EXIM Logistik di PT Bitratex Industries Semarang untuk informasi lebih dalam. Kuesioner, mengumpulkan data kuantitatif tentang persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dan dampaknya terhadap kelancaran ekspor benang. Dokumentasi, menelaah dokumen terkait di divisi ekspor untuk memperoleh data struktur organisasi dan ekspor. Kepustakaan (Library Researc. Sebagai pemahaman teoretis melalui kutipan dan materi ilmiah yang relevan, guna mendukung pengembangan kerangka teoritis penelitian. Sumber Data Data Primer, diperoleh langsung dari penyebaran kuesioner. Data Sekunder, diperoleh dari buku dan jurnal. Teknik Analisis Data Data diolah menggunakan SPSS versi 30: Uji Validitas untuk mengetahui sejauh mana data yang dikumpulkan dari item penelitian dapat diterima atau benar mengingat kondisi aktual yang ada pada objek dikenal sebagai Dalam pengujian validitas instrumen penelitian, sering digunakan kriteria taraf signifikan ( = 0,. Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah semua instrumen penelitian yang dugunakan reliabel atau tidak. Dengan syarat nilai Cronbach's Alpha > 0. Uji Asumsi Klasik Untuk mengetahui normal atau tidak distribusi data tersebut. Diantaranya ada uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Uji Regresi Linier Berganda Untuk mengetahui nilai pengaruh pada setiap variabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Jenis Kelamin Jumlah pria 30 orang dan wanita 62 orang. Kuesioner yang disebar ke 92 orang karyawan semuanya terisi dan valid. Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan 30 responden uji coba, yang berbeda dari 92 responden sampel utama. Setelah instrumen dinyatakan valid, kuesioner dapat didistribusikan ke sampel utama. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Gambar 1. Hasil Uji Validitas Uji Reliabilitas Gambar 2. Uji Reliabilitas Dari gambar 1. 3 hasil uji reliabilitas bahwa semua variabel independen dan dependen terbukti sangat reliabel dikarenakan CronbachAos Alpa > 0,60. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Gambar 3. Histogram Bentuk histogram ini mendekati distribusi normal, ditunjukkan oleh kurva lonceng yang melapisi batang histogram. Gambar 4. P-P Plot Berdasarkan normal P-P Plot yang ditampilkan pada gambar, dapat dianalisis bahwa residual yang dihasilkan dari model regresi untuk variabel dependen kelancaran ekspor benang cenderung mengikuti distribusi normal. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Gambar 5. Kormogolov Test Dalam hasil uji ini, nilai Asymp. Sig. -taile. 077 > 0. 05, ini menandakan data terdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Gambar 6. Uji Multikolonieritas Tabel 4. 15 memberikan informasi nilai VIF variabel kinerja karyawan (X. dan variabel lingkungan kerja (X. yang menunjukkan tidak terdapat multikolinearitas pada data. Nilai toleransinya adalah 0,502 > 0,1. Dan VIF 1. 991 < 10. Uji Heteroskedastisitas Gambar 7. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Berdasarkan scatterplot ini, kita dapat menyimpulkan bahwa asumsi homoskedastisitas . esamaan varians residua. pada model regresi ini terpenuhi. Artinya, model regresi yang digunakan cukup baik dalam memprediksi kelancaran ekspor benang. Uji Regresi Linier Berganda Gambar 8. Uji Regresi Linier Berganda Y = a b1. x1 b2 . = 5. 401 (X. 426 (X. Model ini menunjukkan bahwa baik lingkungan kerja yang baik maupun kinerja karyawan yang tinggi akan berkontribusi pada peningkatan nilai variabel. Semakin baik lingkungan kerja dan semakin tinggi kinerja karyawan, maka semakin tinggi pula nilai Koefisien Determinasi R Square Tabel 1. R Square Model Summaryb Model R Square Berdasarkan nilai R Square sebesar 0,598, lingkungan kerja dan kinerja karyawan menyumbang 59,8% varians kelancaran ekspor benang. Variabel yang tidak ada dalam model memiliki dampak sebesar 40,2%. Uji Hipotesis Uji T X1 terhadap Y Nilai thitung 4,299 > ttabel 1,987 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja (X. memiliki pengaruh terhadap kelancaran ekspor benang (Y), serta Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Uji T X2 terhadap Y Nilai thitung 4,540 > ttabel 1,987 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, menunjukkan bahwa kinerja karyawan (X. memiliki pengaruh terhadap kelancaran ekspor benang (Y). Akibatnya. Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. Uji F X1 dan X2 terhadap Y Nilai Fhitung 66. 314 > Ftabel 3. Sig 0. 001 < 0,005. Ha3 disetujui dan Ho3 ditolak. Variabel kelancaran ekspor benang dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh kinerja karyawan dan lingkungan kerja. SIMPULAN Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif lingkungan kerja terhadap kelancaran ekspor benang di PT Bitratex Industries Semarang secara parsial. Terdapat pengaruh yang signifikan https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang dan positif kinerja karyawan terhadap kelancaran ekspor benang di PT Bitratex Industries Semarang secara parsial. Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara lingkungan kerja dan kinerja karyawan terhadap kelancaran ekspor benang di PT Bitratex Industries Semarang secara simultan sebesar 59,8%. Saran Berikut saran yang diberikan: Peningkatan lingkungan kerja. Pengembangan kinerja karyawan. Meningkatkan komunikasi dan kordinasi antar divisi. DAFTAR PUSTAKA