CARMIN Journal of Community Service Vol. 5 No. Poster Edukatif sebagai Media dalam Meningkatkan Pemahaman dan Perilaku Cegah Stunting Ratnasari Ratnasari1. Hafsah Mukaromah2*, dan Sahrul Prayoga3 S1 Rekayasa Perangkat Lunak. Fakultas Teknologi dan Informatika. Universitas Aisyah Pringsewu. Lampung. Indonesia S1 Farmasi. Fakultas Kesehatan. Universitas Aisyah Pringsewu. Lampung. Indonesia S1 Teknik Informatika. Fakultas Teknologi dan Informatika. Universitas Aisyah Pringsewu. Lampung. Indonesia *hafsahmukaromah@aisyahuniversity. ABSTRACT The Community Service Program of Aisyah University Pringsewu was held in Pekon Sinar Baru. Sukoharjo District. Pringsewu Regency, from 2 to 27 December 2024, as part of the implementation of the Tri Dharma of Higher Education. This program aims to provide real contributions in overcoming community problems, one of which is stunting in toddlers. Stunting prevention is carried out through counseling and socialization activities, utilizing educational poster media and PowerPoint presentations, held at the Sinar Baru Village Hall. This activity involved residents from four hamlets and health workers, with a total of 50 participants. This activity was conducted in four stages: preparation, counseling, poster installation, and The preparation stage involves preparing educational materials and identifying community nutritional problems. Counseling focused on education about the importance of balanced nutrition, exclusive breastfeeding, complementary feeding, and supplements for pregnant women and toddlers. Educational posters were installed to visually and sustainably strengthen community understanding. Evaluation was conducted by distributing pre-test and post-test questionnaires, as well as participant satisfaction surveys. The results of the activity showed an increase in community knowledge about stunting and family nutrition, with a positive response from participants, including health cadres. This activity succeeded in encouraging collective awareness of the importance of early stunting prevention and strengthening synergy between students, the village government, and the community in efforts to improve the quality of children's health in Pekon Sinar Baru. Keywords: Counseling. Educational Poster. Public Health. Stunting ABSTRAK Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aisyah Pringsewu dilaksanakan di Pekon Sinar Baru. Kecamatan Sukoharjo. Kabupaten Pringsewu, pada 2Ae27 Desember 2024 sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam mengatasi permasalahan masyarakat, salah satunya stunting pada balita. Pencegahan stunting dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan sosialisasi dengan menggunakan media poster edukatif serta presentasi PowerPoint yang diselenggarakan di Balai Pekon Sinar Baru. Kegiatan ini melibatkan warga dari empat dusun serta tenaga kesehatan, dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahapan: persiapan, penyuluhan, pemasangan poster, dan evaluasi. Tahap persiapan mencakup penyusunan materi edukatif dan identifikasi permasalahan gizi masyarakat. Penyuluhan difokuskan pada edukasi tentang pentingnya gizi seimbang. ASI eksklusif. MPASI, dan suplemen bagi ibu hamil serta balita. Poster edukatif dipasang untuk memperkuat pemahaman masyarakat secara visual dan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan dengan penyebaran kuesioner pre-test dan post-test serta survei kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. A2025. Carmin: Journal of Community Service Ratnasari et al. , 2025 pengetahuan masyarakat tentang stunting dan gizi keluarga, dengan respon positif dari peserta, termasuk kader kesehatan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini, serta memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak di Pekon Sinar Baru. Kata Kunci: Penyuluhan. Poster Edukatif. Kesehatan Masyarakat. Stunting How to cite: Ratnasari. Mukaromah. , & Prayoga. Poster edukatif sebagai media dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku cegah stunting. Carmin: Journal of Community Service, 5. , 63-69. PENDAHULUAN Pekon Sinar Baru adalah salah satu dari 16 pekon yang berada di wilayah Kecamatan Sukoharjo. Pekon ini terletak sekitar 1kilometer dari pusat Kecamatan Sukoharjo dan berjarak kurang lebih 5kilometer dari ibu kota Kabupaten Pringsewu. Berdasarkan data tahun 2021. Pekon Sinar Baru memiliki luas wilayah sekitar 750 hektar dengan jumlah penduduk sebanyak 716 jiwa. Mayoritas pekerjaan penduduk Pekon Sinar Baru yaitu bertani dan berkebun. Beberapa permasalahan yang terjadi di Pekon Sinar Baru salah satunya adalah stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1. 000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun (Jl et al. , 2. Stunting dapat menyebabkan anak menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit dan berisiko mengalami penurunan produktivitas di masa depan (Imeldawati, 2. Jika sebagian besar generasi muda mengalami stunting, hal ini berpotensi menurunkan produktivitas nasional secara keseluruhan, yang pada akhirnya dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi dan memperburuk tingkat kemiskinan (Zakiyanpri et al. , 2. Selain itu, pada stadium lanjut, stunting juga dapat berujung pada risiko obesitas yang mengkhawatirkan, sehingga memperbesar kemungkinan terkena berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kanker (Supriyatni et al. , 2. WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2022, sekitar 22,3% balita di seluruh dunia mengalami stunting, dengan jumlah mencapai 148,1 juta anak (Ikasari & Pusparina, 2. Masa balita merupakan fase krusial dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, karena pada periode ini terjadi pertumbuhan otak yang pesat hingga mencapai 80% serta peningkatan kemampuan intelektual (Marshall et al. , 2. Fase ini dikenal sebagai golden age yaitu waktu yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, yang akan menentukan keberhasilan perkembangan di masa depan. Jika terjadi malnutrisi pada tahap ini, dampaknya bisa bersifat permanen dan sulit diperbaiki. Malnutrisi juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat anak lebih mudah terserang penyakit, yang pada akhirnya dapat menghambat pertumbuhan dan berisiko menyebabkan stunting (Humairoh et al. , 2. Penelitian Dewey & Begum . menyebutkan stunting pada usia 24 bulan berkorelasi dengan keterlambatan perkembangan kognitif, penurunan pencapaian sekolah . ata-rata berkurang 0,9 tahun sekola. serta produktivitas ekonomi yang lebih rendah, misalnya di Brasil: tambahan 1% tinggi badan terkait kenaikan upah 2,4%. Hal ini menunjukkan bahwa masalah stunting menjadi perhatian serius karena berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, perkembangan kognitif, serta produktivitas anak di masa depan. Salah satu langkah pencegahan stunting adalah melalui edukasi yang bertujuan untuk membimbing dan mendorong masyarakat khususnya ibu hamil dan menyusui agar memiliki kesadaran serta kemampuan dalam menjaga kesehatan dan mencukupi kebutuhan gizinya (Sausan et al. , 2. Berdasarkan survei yang telah dilakukan di Pekon Sinar Baru ada beberapa faktor yang memengaruhi tingginya angka stunting, meliputi kurangnya pengetahuan ibu tentang asupan gizi yang seimbang selama kehamilan dan masa menyusui, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, serta praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Selain itu, peran kader kesehatan dalam edukasi masyarakat sering Carmin: Journal of Community Service, 5. , 2025, 63-69 | 64 Ratnasari et al. , 2025 kali terhambat oleh kurangnya pelatihan atau materi yang relevan, sementara koordinasi dengan bidan desa terkadang kurang optimal dalam memastikan pemantauan kesehatan balita secara Permasalahan stunting di Pekon Sinar Baru diatasi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dapat mengimplementasikan berbagai solusi yang melibatkan edukasi, pemberdayaan, dan peningkatan akses kesehatan. Program ini dapat dimulai dengan penyuluhan kepada ibu-ibu mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif, pemilihan makanan bergizi, serta pemberian makanan tambahan yang sehat dengan bahan lokal (Hadina et al. , 2. Selain itu, kader kesehatan dan bidan desa juga akan dilibatkan dalam pelatihan untuk memperkuat pemahaman mereka tentang deteksi dini stunting dan intervensi gizi yang tepat (Beribe et al. Agar edukasi dapat tersampaikan dengan baik maka diperlukan suatu cara pemberian edukasi yang menarik, salah satunya menggunakan media visual seperti poster yang memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kesehatan (Sumartono & Astuti, 2. Poster yang menarik, informatif, dan mudah dipahami mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu kesehatan penting (Barik et al. , 2. Sebagai langkah pencegahan stunting, dilakukan penyuluhan dan sosialisasi melalui media poster edukatif di Balai Pekon Sinar Baru. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat mengenai urgensi pencegahan stunting sejak dini sebagai langkah strategis dalam menurunkan angka stunting dan memperbaiki kualitas kesehatan anak di Pekon Sinar Baru. METODE Universitas Aisyah Pringsewu melaksanakan kegiatan KKN di Pekon Sinar Baru. Kecamatan Sukoharjo. Kabupaten Pringsewu, yang berlangsung selama hampir satu bulan, mulai tanggal 2 hingga 27 Desember 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun 1, 2, 3, dan 4. Metode KKN merupakan salah satu bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai wujud kontribusi institusi pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional (Maryadi & Fitria, 2. Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dengan terjun langsung ke tengah masyarakat di luar lingkungan kampus, sekaligus mengidentifikasi dan menangani berbagai permasalahan pembangunan secara nyata (Kamaludin et al. , 2. Program ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan utama masyarakat, seperti rendahnya partisipasi anak-anak dalam pendidikan agama di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), tingginya angka hipertensi pada lansia, dan stunting pada balita. Mahasiswa KKN berkolaborasi dengan pemerintah desa, kader kesehatan, bidan desa, serta kelompok masyarakat lainnya untuk menyusun dan melaksanakan berbagai kegiatan yang relevan. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan stunting pada balita. Pencegahan stunting dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi secara langsung kepada Masyarakat menggunakan media poster sebagai alat bantu visual di Balai Pekon Sinar Baru. Metode yang digunakan meliputi: Tahap Persiapan Tahap awal difokuskan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan berhasil. Kegiatan ini mencakup pengajuan proposal kegiatan, mengajukan izin kegiatan, penyusunan materi edukatif yang relevan, pembuatan poster edukatif, pengaturan lokasi, serta penyesuaian jadwal dengan ketersediaan peserta. Selain itu, dilakukan pula identifikasi penyebab stunting dan kebutuhan edukasi di Pekon Sinar Baru guna memahami tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik gizi Masyarakat (Arasy et al. , 2. Penyuluhan dan Sosialisasi Penyuluhan dilakukan melalui penyampaian materi edukasi gizi menggunakan presentasi PowerPoint dan media poster sebagai alat bantu visual untuk menjelaskan stunting, penyebab, dampak, dan pencegahannya kepada ibu hamil dan menyusui. Materi mencakup pentingnya ASI eksklusif, pemilihan makanan bergizi, prinsip gizi seimbang dan pentingnya suplemen, seperti tablet tambah darah bagi ibu hamil dan balita serta penyediaan makanan tambahan sehat berbahan lokal. Jumlah peserta kegiatan ini sebanyak Carmin: Journal of Community Service, 5. , 2025, 63-69 | 65 Ratnasari et al. , 2025 50 orang diantaranya ibu hamil, ibu menyusui, ibu yang mempunyai anak balita, kader kesehatan dan bidan desa untuk memperkuat pemahaman mereka tentang deteksi dini stunting dan strategi intervensi gizi. Pemasangan Poster Edukatif Poster stunting dipasang di Balai Pekon Sinar Baru sebagai media visual yang menyampaikan informasi penting terkait stunting, mulai dari dampaknya hingga langkahlangkah pencegahannya. Poster ini dirancang dengan tampilan yang menarik dan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat (Khairunisa et al. , 2. Tujuan pemasangan poster ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mencegah stunting sejak dini. Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan kuesioner pre-test dan post-test serta survei kepuasan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan tingkat kepuasan peserta setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ini (Yoga et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan tentang pencegahan stunting melalui media poster edukatif diselenggarakan oleh mahasiswa KKN Universitas Aisyah Pringsewu Periode Desember di Balai Pekon Sinar Baru pada Rabu, 18 Desember 2024. Pada kegiatan ini, mahasiswa melibatkan warga Pekon Sinar Baru dari Dusun 1 hingga Dusun 4, serta menggandeng tokoh masyarakat seperti bidan desa, kader kesehatan, dan petugas dari Posyandu maupun Puskesmas, dengan total peserta penyuluhan sebanyak 50 orang. Penyuluhan dilakukan menggunakan media visual berupa poster edukatif yang berisi informasi tentang stunting, penyebab, dampak, dan cara pencegahannya. Berdasarkan analisis kondisi dan permasalahan terkait stunting pada Mitra Sasaran di Pekon Sinar Baru ada beberapa faktor yang memengaruhi tingginya angka stunting di Pekon Sinar Baru meliputi kurangnya pengetahuan ibu tentang asupan gizi yang seimbang selama kehamilan dan masa menyusui, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, serta praktik pemberian MPASI yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Selain itu, peran kader kesehatan dalam edukasi masyarakat sering kali terhambat oleh kurangnya pelatihan atau materi yang relevan, sementara koordinasi dengan bidan desa terkadang kurang optimal dalam memastikan pemantauan kesehatan balita secara menyeluruh. Sehingga, diperlukan kegiatan edukatif yang dapat meningkatkan pengetahuan orang tua balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan kader kesehatan tentang stunting serta upaya pencegahannya. (Ilmiah & Pendidikan, 2. Setelah kegiatan penyuluhan dan sosialisasi selesai, mahasiswa KKN berfoto bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Kepala Pekon Sinar Baru . ihat Gambar . Gambar 1 Mahasiswa berfoto bersama DPL dan Kepala Pekon Sinar Baru Hasil pelaksanaan kegiatan ini meliputi empat tahapan yaitu tahap persiapan, penyuluhan dan sosialisasi materi edukasi, pemasangan poster edukatif dan tahap evaluasi kegiatan. Tahap persiapan mencakup pengajuan proposal kegiatan, penyusunan materi dalam format Carmin: Journal of Community Service, 5. , 2025, 63-69 | 66 Ratnasari et al. , 2025 PowerPoint, pembuatan poster edukatif, penyusunan daftar hadir, serta pelaksanaan wawancara dengan mitra sasaran untuk mengidentifikasi faktor penyebab stunting dan kebutuhan akan penyuluhan ini (Syahwildan et al. , 2. Setelah tahap persiapan, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan dan sosialisasi stunting menggunakan media PowerPoint dan poster sebagai alat Materi yang disampaikan meliputi: Pengenalan Stunting Penjelasan tentang apa itu stunting, faktor penyebab, dampaknya terhadap pertumbuhan anak, dan pentingnya pencegahan. Kesehatan Gizi Keluarga: Informasi mengenai pentingnya gizi yang seimbang dalam pertumbuhan anak dan kesehatan keluarga secara umum. Selain itu edukasi terkait penyediaan makanan tambahan sehat berbahan local (PMT) (Febrianti et al. , 2. Pencegahan Stunting melalui Gizi Keluarga: Cara-cara praktis yang dapat dilakukan oleh keluarga untuk mencegah stunting, termasuk pola makan yang baik, pemilihan makanan bergizi, dan pentingnya mengkonsumsi suplemen, seperti tablet tambah darah bagi ibu hamil dan balita (Haresmita et al. , 2. Demo makanan tambahan berbahan lokal dengan seluruh peserta kegiatan . ihat Gambar . Gambar 2 Demo makanan tambahan berbahan lokal setelah kegiatan penyuluhan dan sosialisasi Pada tahap ketiga, dilakukan pemasangan poster edukatif tentang stunting di Balai Pekon Sinar Baru untuk menyampaikan informasi mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini (Ortega et al. , 2. Tahap terakhir kegiatan ini adalah evaluasi, yang dilakukan melalui penyebaran kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait stunting berdasarkan materi dari poster dan presentasi PPT yang disampaikan (Ariyani et al. , 2. Selama penyuluhan, ibu-ibu dan kader kesehatan memberikan respon positif terhadap materi yang diberikan (Muchtar et al. , 2. Selain itu, peserta juga diminta mengisi survei kepuasan untuk menilai pelaksanaan program edukasi dan sejauh mana tujuan penyuluhan telah tercapai. SIMPULAN Kegiatan penyuluhan tentang pencegahan stunting yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Universitas Aisyah Pringsewu di Balai Pekon Sinar Baru berhasil dilaksanakan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti ibu-ibu dari empat dusun, kader kesehatan, bidan desa, serta petugas Posyandu dan Puskesmas. Penyuluhan ini mengangkat isu pentingnya pengetahuan tentang stunting serta gizi keluarga, dengan media visual poster edukatif dan presentasi PowerPoint sebagai alat bantu utama. Rangkaian kegiatan dimulai dari tahap persiapan hingga evaluasi, menunjukkan pendekatan yang sistematis dan terstruktur. Materi yang disampaikan tidak hanya mengenalkan stunting, tetapi juga memberikan solusi praktis mengenai pola makan sehat dan pentingnya asupan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Respon positif dari peserta, termasuk Carmin: Journal of Community Service, 5. , 2025, 63-69 | 67 Ratnasari et al. , 2025 kader kesehatan, mengindikasikan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan upaya pencegahannya. Dengan demikian, kegiatan ini telah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya penurunan angka stunting di Pekon Sinar Baru. Saran untuk kelanjutan kegiatan ini antara lain mencakup perlunya pelatihan rutin bagi kader kesehatan serta pengembangan media edukatif yang variatif dan mudah diakses guna memperkuat peran mereka dalam edukasi masyarakat. Kerja sama lintas sektor juga perlu ditingkatkan melalui koordinasi yang lebih intensif. Selain itu, intervensi gizi berbasis lokal hendaknya dilakukan secara berkelanjutan, disertai dengan monitoring dan evaluasi secara berkala. Mengingat tingginya respons positif dari masyarakat, program ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian berdasarkan kondisi DAFTAR PUSTAKA