Magistrorum Et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 119 - 129 P-ISSN: 2722-9270 edu/jms Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan GerejaGereja di Indonesia (PGI) Giner Maslebu1*. Novriest Umbu Walangara Nau2. Sampoerno2. Rendy Hermanto Abraham2. Indra Wisnu Wibisono2. Teguh Wahyono3. Hindriyanto Dwi Purnomo3. Budhi Kristianto3. Dewita Karema Sarajar4. Gunawan Yuli Agung Suprabowo5. Sylvie C. Leuwol6. Ferry Nahusona7. Irma Amy Picauly8 Fakultas Sains dan Matematika. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Fakultas Psikologi. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Fakultas Teologi. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Klinik Pratama. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Campus Ministry. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Kristen Satya Wacana. Indonesia ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Received 25-9-2024 Revised 12-10-2024 Accepted 4-12-2024 Teen ministry is a categorical service targeting the age group between children . unday schoo. and youth. Stereotypical pressures, high expectations without adequate support, combined with massive changes due to technological and information advancements, can trigger mental health issues among young people if not managed wisely. Another challenge faced is the spirituality of teenagers. The Communion of Churches in Indonesia (PGI) recognizes the need to organize activities for teenagers and their mentors as a platform to equip both teenagers and mentors with various knowledge and capacities that are expected to empower them in their ministry and everyday national life. Mentorship conducted by experts at Universitas Kristen Satya Wacana covers issues related to psychological development, talent and interest development, artificial intelligence and its implementation in ministry, as well as environmental care movements through tree planting activities in As a result, the participants gained valuable experiences, as reflected in the satisfaction survey, where the majority of respondents were satisfied with the mentorship, and 100% of respondents gained additional knowledge. Key words: Pendampingan. PGI. Remaja DOI: 24246/jms. ABSTRAK Remaja merupakan suatu pelayanan kategorial yang menyasar kelompok usia antara anak-anak . ekolah mingg. dan pemuda. Tekanan stereotip, ekspektasi tinggi tanpa dukungan memadai, dibarengi dengan perubahan masif akibat kemajuan teknologi dan informasi dapat memicu permasalahan kesehatan mental generasi muda jika tidak dikelola dengan bijak. Tantangan lain yang dihadapi adalah mengenai spiritualitas remaja. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melihat perlunya mengadakan kegiatan bagi remaja dan Corresponding author: giner. maslebu@uksw. Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) (Giner Maslebu. Novriest Umbu Walangara Nau. Sampoerno. Rendy Hermanto Abraham. Indra Wisnu Wibisono. Teguh Wahyono. Hindriyanto Dwi Purnomo. Budhi Kristianto. Dewita Karema Sarajar. Gunawan Yuli Agung Suprabowo. Sylvie C. Leuwol. Ferry Nahusona. Irma Picaul. pendamping/pembina remaja sebagai platform untuk memperlengkapi para remaja dan pembina dengan berbagai pengetahuan dan kapasitas yang diharapkan mampu membekali remaja dan pembina dalam pelayanan dan kehidupan berbangsa sehari-hari. Pendampingan yang dilakukan oleh para ahli di UKSW meliputi isu-isu seputar perkembangan psikologis, pengembangan bakat-minat, kecerdasan buatan dan implementasi dalam pelayanan serta gerakan cinta lingkungan lewat aksi tanam pohon di desa. Hasilnya, para peserta mendapatkan pengalaman berharga yang tampak dalam hasil survey kepuasan dimana mayoritas responden puas terhadap pendampingan dan 100 % responden memperoleh tambahan pengetahuan. PENDAHULUAN Salah satu fokus perhatian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), sebagaimana juga telah diamanatkan melalui Sidang Raya (SR) maupun sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) adalah mempersiapkan generasi muda gereja yang mendedikasikan diri untuk memberi dampak positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa dengan prinsip dan nilai-nilai oikoumenis serta berwawasan berkebangsaan. PGI menyadari bahwa dalam rangka mempersiapkan orang muda yang berintegritas, berkarakter Kristus, dan mampu berkarya di konteks Indonesia maupun global bukanlah perkara mudah sehingga diperlukan kerja keras dan kerjasama seluruh elemen gereja dan bangsa. Remaja merupakan suatu pelayanan kategorial yang menyasar kelompok usia antara anak-anak . ekolah mingg. dan pemuda (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, 2. Remaja didefinisikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosial emosional (Santrock et al. , 2. Hasil observasi Biro Pemuda dan Remaja PGI di lapangan menunjukkan bahwa remaja cenderung tidak tertarik untuk terlibat aktif dalam pelayanan karena beberapa hal berikut: . Tidak ada yang mendengarkan dan memperhatikan mereka di gereja. Merasa bahwa perannya tidak ada di dalam gereja. Kurangnya kepedulian gereja terhadap permasalahan remaja. Pemikiran tentang gereja yang seringkali menyalahkan budaya zaman sekarang. Ketidakpercayaan akan peran anak muda dan disalokasi sumber daya. Kebutuhan mentoring yang kurang difasilitasi. Tidak ada aksi nyata untuk menjaring anak-anak usia remaja. Gereja sudah gagal untuk beradaptasi dengan zaman sekarang dan generasi muda. Gereja dianggap membosankan. Tidak adanya fasilitas yang mendukung perkembangan mereka di . Tidak adanya komunitas yang sesuai. Gereja terlihat overprotective pada Sebagai bagian integral masyarakat, harapan tinggi diletakkan di bahu generasi muda sebagai generasi penerus yang berdaya. Akan tetapi, tak dapat juga dipungkiri bahwa hingga saat ini partisipasi orang muda dalam pengambilan keputusan dan kebijakan-kebijakan penting menyangkut hak hidup mereka juga kerap dikecilkan oleh stereotip yang mengesampingkan potensi mereka. Akibatnya, generasi muda merasa terkurung dengan berbagai ekspektasi yang disematkan kepada mereka tanpa adanya dukungan yang memadai. Tekanan stereotip, ekspektasi tinggi tanpa dukungan memadai, dibarengi dengan perubahan masif akibat kemajuan teknologi dan informasi dapat memicu permasalahan kesehatan mental generasi muda jika tidak dikelola dengan bijak. Menurut Indonesia National Adolescent Mental Health Survey 2022, sebanyak 15,5 juta . ,9%) remaja mengalami masalah mental dan 2,45 juta . ,5%) remaja mengalami gangguan mental, atau satu dari tiga remaja berusia 10-17 tahun di Indonesia memiliki gangguan kesehatan mental. Dari jumlah itu, baru 2,6% yang mengakses layanan konseling, baik emosi maupun perilaku (Arif, 2. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 119-129 Ada berbagai tantangan yang terus digumuli dalam kerangka pelayanan remaja dan generasi muda, yaitu narkoba dan pergaulan bebas, pembentukan karakter remaja, serta dampak jangka panjang dari berbagai krisis seperti krisis lingkungan, stabilitas ekonomi dan Manurut kajian Corning dan Noyes, para remaja juga rentan terhadap beberapa masalah kontekstual seperti perlakuan kasar, kekerasan, dan perilaku seksual yang berbahaya (Situmorang et al. , 2. Hal tersebut dengan mempertimbangkan juga kehidupan bersama di dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk yang terus mengupayakan adanya Gereja, melalui pembinaan remaja dan orang muda, juga memegang peranan penting dalam mempromosikan perdamaian dan toleransi antarumat beragama. Riset PGIICRS mengenai dinamika aktivisme digital kaum muda Indonesia dalam wacana kebebasan beragama dan berkeyakinan menyatakan bahwa karakter generasi muda Indonesia . en-Z) yang lebih cair dan fleksibel dalam hal keagamaan memandang agama sebagai pedoman hidup dan identitas. Tantangan lain yang dihadapi adalah mengenai spiritualitas remaja. Bilangan Riset Center merilis Indeks Spiritualitas Gen Z Kristen Indonesia pada tahun 2021 yang menyebutkan indeks spiritualitas Gen Z cenderung rendah dibandingkan kelompok usia/generasi yang lain (Bilangan Research Center, 2. Temuan ini seharusnya menjadi alarm bagi para pembina remaja dan orang muda untuk segera melakukan tindakan nyata mengingat populasi gen Z yang cukup besar di gereja dan masyarakat. Langkah-langkah efektif dalam pemuridan dan mengokohkan persekutuan komunal perlu diterapkan. Selain itu gereja perlu menyadari bahwa nasib generasi berikutnya juga ada di tangan remaja-remaja ini. Jika sedari kecil iman mereka sudah kokoh di dalam Tuhan dan diperkuat dengan kondisi keluarga yang mendukung, maka mereka tidak akan meninggalkan iman mereka. Berangkat dari berbagai kegelisahan tersebut. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melihat perlunya mengadakan kegiatan bagi remaja dan pendamping/pembina remaja sebagai platform untuk memperlengkapi para remaja dan pembina dengan berbagai pengetahuan dan kapasitas yang diharapkan mampu membekali remaja dan pembina dalam pelayanan dan kehidupan berbangsa. Tim Pengabdian Masyarakat yang oleh PGI dipercayakan kepada UKSW merancangkan berbagai aktivitas yang melibakan seluruh peserta. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi pemaparan materi oleh tim sesuai dengan bidang kepakaran masing-masing, latihan pengembangan bakat minat dan pementasannya oleh Tim Campus Ministry serta kerjasama dengan pihak Djarum dalam Program Bakti Lingkungan melalui aksi penanaman pohon di lokasi yang ditetapkan oleh Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ). METODE PELAKSANAAN Langkah/Tahapan Pendampingan Alpha Camp Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu: Koordinasi bersama bersama antara Univesitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Sinode Gereja Kristen Jawa selaku tuan rumah Alpha Camp dan PGI untuk mempersiapkan kegiatan, secara khusus idealisme materi yang diharapkan. Penyiapan materi oleh Narasumber UKSW Finalisasi data dan profil seluruh peserta. Materi yang disiapkan menjawab beberapa aspek yaitu, psikologi, bakat minat, teknologi dan kecerdasan buatan. Pelaksanaan Alpha Camp Kelompok peserta dibedakan menjadi peserta remaja dan penamping. Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) (Giner Maslebu. Novriest Umbu Walangara Nau. Sampoerno. Rendy Hermanto Abraham. Indra Wisnu Wibisono. Teguh Wahyono. Hindriyanto Dwi Purnomo. Budhi Kristianto. Dewita Karema Sarajar. Gunawan Yuli Agung Suprabowo. Sylvie C. Leuwol. Ferry Nahusona. Irma Picaul. Para narasumber dari UKSW menyampaikan materi pada masing-masing kelompok peserta. Kelas bakat minat berpuncak pada Pentas Seni Musikal sebelum Ibadah Penutupan Alpha Camp. HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan Alpha Camp 2024 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dipercayakan oleh Persekutuan GerejaGereja di Indonesia (PGI) untuk menyelenggarakan kegiatan aras nasional yaitu Alpha Camp bekerja sama dengan Sinode Gereja Kristen Jawa (GKJ) dalam pelayanan kerohanian dan life skills yang berkualitas bagi para remaja dan pendamping dari puluhan sinode anggota PGI. Atas dasar tersebut pimpinan menugaskan tim pelaksana untuk terlibat dalam berbagai pertemuan online maupun offline. Gambar 1. Koordinasi PGI-GKJ-UKSW secara daring Kegiatan Alpha Camp diselenggarakan dalam tema AuAku adalah Yang Awal dan Yang Akhir . Wahyu 22: 12-. Ay. Tema ini sejalan dengan Tema PGI periode pelayanan 2019Ae Allah yang hadir melampaui ruang dan waktu, dalam chronos dan kairos. Kemahahadiran Allah ini juga berlaku bagi para remaja yang sedang berjuang dalam pergumulan generasinya, mengingatkan para generasi muda dan pembina bahwa Allah hadir dan tidak pernah meninggalkan mereka. Adapun yang menjadi subtema adalah AuMenjadi Generasi Alpha: Attentive. Lively. Powerful. Harmonious. AuthenticAy. Subtema ini berisi nilai-nilai yang ingin dibagikan selama Alpha Camp berlangsung. Attentive, berbicara tentang kemampuan remaja untuk mengobservasi dan menilai tanda-tanda zaman. Sikap atentif akan memampukan remaja untuk mengembangkan sensitivitas dalam merespon berbagai perkembangan yang terjadi dalam semangat solidaritas sebagai sesama warga bangsa. Lively, berarti penuh kehidupan dan energi, aktif. Alpha Camp akan mengajak generasi muda untuk aktif bergerak menjadi bagian dari perubahan dan solusi dari tantangan yang dihadapi generasi ini. Powerful, berbicara tentang mengembangkan potensi generasi muda sepenuhnya dan menyalurkan berbagai bakat mereka sebagai langkah awal pembinaan kepemimpinan orang muda. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 119-129 Harmonious, berbicara tentang semangat hidup bermasyarakat yang majemuk, bahkan dengan kemajemukan denominasi gereja yang ada di Indonesia. Authentic, berarti generasi muda mampu menjadi diri sendiri yang merefleksikan karakter Kristus. Dalam kerjasama dengan PGI dan GKJ. Universitas Kirsten Satya Wacana mengambil porsi secara khusus untuk menangani area kegiatan yang merupakan pembekalan materi bagi peserta dan pendamping. Tenaga Pendidik UKSW yang berasal dari berbagai fakultas sesuai dengan agihan sesi yang direncanakan oleh panitia nasional mengambil bagian sebagai pembicara/narasumber. Kegiatan Alpha Camp diselenggarakan dengan menyajikan ekposur UKSW bagi peserta dan pendamping yakni Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN). Penyelenggaraan dua kegiatan besar secara berdampingan ini menjadi ruang untuk saling mengisi kegiatan satu dengan yang lain sehingga meningkatkan manfaat menyeluruh bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. UKSW turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan bakti lingkungan dengan melibatkan Djarum Foundation dalam kemitraan di sesi ini. Seluruh peserta dan pendamping mengambil langkah nyata dalam menunjukkan eksistensinya sebagai insan yang berkepedulian tinggi untuk melestarikan lingkungan dan mencintai bumi. Kawan konservasi Taman Nasional Gubung Merbabu menjadi lokasi dilaksanakannya kegiatan bakti lingkungan, khususnya di Desa Tajuk. Kopeng. UKSW terlibat secara menyeluruh pada rangkaian pelaksanaan Alpha Camp baik dalam sesi ibadah dengan keterlibatan Campus Ministry yang secara langsung menjadi koordinator acara ibadah, pemberian materi kepada peserta dan pendamping oleh dosen-dosen UKSW yang ditugaskan, hingga seluruh aktivitas hari terakhir dalam bentuk bakti lingkungan dan UKSW menjadi tuan rumah untuk seluruh rangkaian penutupan kegiatan Alpha Camp PGI tahun 2024. Pelaksanaan Alpha Camp Hari Pertama Rangkaian kegiatan Alpha Camp dimulai dengan seremoni pembuka yang dilangsungkan di Pendopo DPRD Kota Salatiga, 25 Juni 2024. Rektor UKSW. Prof. Intyas Utami. Si. Ak. , hadir dan memberikan sambutan. UKSW sebagai universitas yang berdiri dengan 18 sinode gereja pendukung menyambut gembira keterlibatan UKSW dalam kegiatan aras nasional ini dan menyampaikan komitmen UKSW sebagai lembaga perguruan tinggi untuk membentuk anak-anak dan remaja sebagai generasi penerus bangsa yang hebat. Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) (Giner Maslebu. Novriest Umbu Walangara Nau. Sampoerno. Rendy Hermanto Abraham. Indra Wisnu Wibisono. Teguh Wahyono. Hindriyanto Dwi Purnomo. Budhi Kristianto. Dewita Karema Sarajar. Gunawan Yuli Agung Suprabowo. Sylvie C. Leuwol. Ferry Nahusona. Irma Picaul. Gambar 2. Rektor UKSW Menghadiri Pembukaan Alpha Camp di Pendopo DPRD Kota Salatiga Hari Kedua Kegiatan Alpha Camp dilanjutkan pada tanggal 26 Juni 2024 di lingkungan kampus UKSW Diponegoro. Pembukaan sesi di hari ini oleh Pdt. Gomar Gultom. Th dan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tentang menjadi generasi alpha. Sesi ini menekankan peralihan antar generasi, yakni generasi dulu tidak seberuntung masa kini dengan segala kemudahan teknologi. Peserta Alpha Camp didorong untuk menjalin kerjasama, kreativitas, sembari mengingat semua jaman punya kesusahan dan kelebihannya masing-masing. Apapun itu tetaplah berserah pada Tuhan, bekerja keras, membangun etos yang tinggi, karena dibutuhkan saat ini adalah orang yang jujur, dan mampu berkomunikasi dengan semua orang. Gambar 3. Sesi Pembukaan Materi Sesi di tanggal 26 Juni 2024 berlanjut dengan pemberian materi secara paralel bagi peserta dan pendamping. Sesi tersebut antara lain AuRemaja: Sesi tematis: Aku dan Potensi DirikuAy dimana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi Universitas Kristen Satya Wacana (FISKOM) dan Fakultas Psikologi menjadi narasumber bagi peserta, sementara sesi pendamping dengan topik Aumendampingi remaja dalam era digitalAy diisi oleh Fakultas Teologi. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 119-129 Gambar 4. Sesi materi bagi para peserta remaja di kampus UKSW Peserta remaja melanjutkan sesi di siang hari dengan kelas-kelas minat dan bakat tahap 1, dimana Campus Ministry menjadi penanggung jawab bagi sesi ini. Seluruh peserta remaja dibagi ke dalam berbagai kelompok sesuai dengan bakatnya masing-masing dan diberi pengarahan dan pengajaran oleh Tim Campus Ministry UKSW, terbentuk kelas-kelas berdasarkan konsep talent show, sementara pendamping mengikuti sesi menerapkan disiplin positif dalam pembinaan remaja. Gambar 5. Sesi materi bagi para pendamping di kampus UKSW Sesi materi terakhir pada hari ini adalah Aubermain asyik dengan AIAy yaitu pengenalan dan pendalaman tentang AI dan pemanfaatannya untuk remaja dalam hidup sehari-hari dan pelayanan dan bagi pendamping adalah memanfaatkan teknologi untuk pelayanan remaja . ateri yang aplikati. Sesi terkait AI dikelola Fakultas Teknologi dan Informasi UKSW. Kegiatan di tanggal 26 Juni 2024 ditutup dengan ibadah kreatif, dipimpin CM di Balairung Utama UKSW. Gambar 6. Sesi Campus Tour Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) (Giner Maslebu. Novriest Umbu Walangara Nau. Sampoerno. Rendy Hermanto Abraham. Indra Wisnu Wibisono. Teguh Wahyono. Hindriyanto Dwi Purnomo. Budhi Kristianto. Dewita Karema Sarajar. Gunawan Yuli Agung Suprabowo. Sylvie C. Leuwol. Ferry Nahusona. Irma Picaul. Hari Ketiga Pada tanggal 27 Juni 2024, kegiatan Alpha Camp berlangsung di Hotel DAoEmmerick. Universitas Kristen Satya Wacana terlibat dalam satu sesi yakni kelas minat bakat tahap 2, yang merupakan sesi lanjutan dari sesi awal di UKSW. Gambar 7. Aktivitas pada hari ketiga didampingi di CM UKSW Tujuan dari sesi ini adalah untuk meningkatkan keterampilan peserta remaja, sekaligus menjadi persiapan seremoni penutupan Alpha Camp, dimana kelompok-kelompok berbeda talent show akan membawa penampilan bersama. Campus Ministry menjadi penanggung jawab untuk seluruh rangkaian kegiatan minat bakat dengan melibatkan Kepala Campus Ministry dan personel tim. Hari Keempat Rangkaian penutup kegiatan Alpha Camp di tanggal 28 Juni adalah sesi bakti lingkungan, kerjasama antara PGI-UKSW-Djarum Foundation, dimana sebanyak 400 bibit pohon ditanam di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu. Desa Tajuk. Bibit pohon tersebut adalah endemik kawasan TN. Gunung Merbabu sebagai bentuk kepedulian lingkungan, khususnya merespon kebakaran besar yang sempat melanda area ini. Penanaman pohon ini diharapkan menjadi sumber penghijauan yang berhasil bagi kawasan sekitar dan juga untuk meningkatkan cadangan air bersih yang juga dialirkan hingga ke Salatiga. Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 119-129 Gambar 8. Tanam Pohon bekerjasama dengan Djarum Foundation Gambar 9. Talent Show di Gedung BU UKSW Selanjutnya, rangkaian akhir kegiatan di hari ini adalah seremoni penutup di Balairung Utama UKSW. Seluruh peserta menampilkan talent show yang telah dipersiapkan dalam kelas minat bakat dan juga melaksankan rangkaian ibadah penutup. Hadir dalam kegiatan ini dari pihak UKSW adalah Wakil Rektor Bidang Keuangan. Infrastruktur dan Perencanaan (WR KIP) untuk menyampaikan sambutan penutup sekaligus apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi mendukung kegiatan Alpha Camp tahun 2024. Ibadah penutupan kegiatan ini dapat dilakukan streaming melalui kanal YouTube pada link: https://w. com/watch?v=eAMqyzQKHts Pendampingan Remaja dalam Alpha Camp Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) (Giner Maslebu. Novriest Umbu Walangara Nau. Sampoerno. Rendy Hermanto Abraham. Indra Wisnu Wibisono. Teguh Wahyono. Hindriyanto Dwi Purnomo. Budhi Kristianto. Dewita Karema Sarajar. Gunawan Yuli Agung Suprabowo. Sylvie C. Leuwol. Ferry Nahusona. Irma Picaul. Gambar 10. Ibadah Penutupan Alpha Camp di Kampus UKSW Hasil Evaluasi Pelaksanaan PkM Dalam rangka mengukur efektivitas pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, maka dilakukanlah penjaringan kepuasan peserta dan aspek penambahan pengetahuan baru. Survei kepuasan mendapatkan respon sebanyakan 69 orang dengan nilai 1=Sangat Tidak Memuaskan, 2=Tidak Memuaskan, 3=Cukup Memuaskan, 4=Memuaskan dan 5=Sangat Memuaskan. Hasilnya dapat dilihat pada Gambar 11. Jumlah Tingkat Kepuasan Gambar 11. Grafik Tingkat Kepuasan Peserta Alpha Camp 2024 Dari grafik diatas, 41% responden memilih opsi sangat memuaskan, 48% responden memilih opsi memuaskan, dan 11% responden memilih cukup memuaskan, sedangkan untuk opsi tingkat kepuasan 1 dan 2 masing-masing 0%. Selain itu, terkait ada tidaknya pengetahuan baru yang didapatkan oleh para peserta selama kegiatan pengabdian berlangsung mendapatkan respon 100% peserta YA sebagaimana yang ditunjukkan pada Gambar 12. Berbagai temuan dari survei yang dilakukan ini menunjukkan bahwa kegiatan Alpha Camp yang difasilitasi oleh UKSW memberikan kepuasan dan kontribusi pengetahuan kepada peserta. Apakah anda mengalami penambahan pengetahuan setelah materi ini disampaikan? TIDAK Gambar 12. Tingkat penambahan pengetahuan selama Alpha Camp SIMPULAN UKSW bekerjasama dengan PGI dan Sinode GKJ telah berhasil memfasilitasi terlaksananya kegiatan Alpha Camp 2024. Kegiatan ini diperuntukkan bagi para remaja Jurnal Magistrorum Et Scholarium. Volume 05 Nomor 02. Desember 2024, 119-129 maupun para pendamping dengan berbagai materi yang dipaparkan, seperti aspek perkembangan psikologis remaja, pengembangan bakat minat, kecerdasan buatan dan relasinya dengan pelayanan masa kini serta exposure dengan lingkungan melalui kegiatan penanaman Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berharga bagi seluruh Tingkat keberhasilan kegiatan ini sangat baik dan hal tersebut ditunjukkan melalui hasil survei kepuasan peserta yang tinggi dan pengakuan terhadap aspek tambahan pengetahuan dari para responden, sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA