ANALISIS PENGARUH UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK, PROFITABILITAS. DAN LEVERAGE TERHADAP AUDIT DELAY PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE DI BURSA EFEK INDONESIA Christoven Roynaldi Email: christovenroynaldi1706@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ukuran kantor akuntan publik, profitabilitas, dan leverage terhadap audit delay. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor property dan real estate di Bursa Efek Indonesia sebanyak 77 perusahaan. Dari hasil pemilihan sampel diperoleh 41 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan jumlah data sebanyak 205 data penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Bentuk penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi logistik, dan pengujian hipotesis. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel profitabilitas dan leverage berpengaruh negatif terhadap audit delay. Sedangkan ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh terhadap audit delay. KATA KUNCI: Ukuran KAP. Profitabilitas. Leverage, dan Audit Delay PENDAHULUAN Laporan keuangan adalah bentuk hasil akhir dari pelaporan keuangan yang memberikan informasi mengenai kinerja perusahaan selama satu periode. Laporan keuangan merupakan sumber informasi yang penting bagi perusahaan dan berbagai pihak lain yang berkepentingan atas laporan keuangan tersebut. Laporan keuangan yang disajikan secara akurat dan tepat waktu dapat bermanfaat bagi pengguna laporan keuangan, seperti manajemen perusahaan, investor, kreditor, pemerintah, dan pihak lain sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Untuk pengguna di luar perusahaan, laporan keuangan harus diaudit terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada pemegang Proses audit harus dilaksanakan dengan hati-hati, tepat, dan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dengan mengumpulkan bukti-bukti yang memadai. Pemenuhan standar audit oleh auditor berdampak langsung dengan durasi atau waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikanlaporan audit dan kualitas hasil audit. Perbedaan waktu antara tanggal laporan keuangan dan opini audit dalam laporan keuangan mengindikasikan tentang lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor. Perbedaan waktu ini disebut audit delay. Semakin lama auditor Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 menyelesaikan pekerjaan auditnya berarti semakin panjang audit delay-nya. Namun bisa jadi auditor memperpanjang audit delay dengan menunda penyelesaian audit laporan keuangan karena alasan tertentu, misalnya pemenuhan standar untuk meningkatkan kualitas audit oleh auditor yang akhirnya memakan waktu yang lebih Banyak faktor yang dapat memengaruhi audit delay meliputi ukuran kantor akuntan publik (KAP), profitabilitas, dan leverage. Kantor akuntan publik (KAP) merupakan badan usaha yang telah mendapatkan izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi para akuntan publik untuk memberikan Ukuran kantor akuntan publik (KAP) dibagi menjadi 2 yaitu KAP The Big Four dan KAP Non Big Four. KAP yang termasuk The Big Four dengan Non Big Four memiliki karakteristik yang berbeda. KAP yang termasuk The Big Four diyakini dapat bekerja lebih efisien dalam melakukan perencanaan audit, memiliki sumber manusia yang lebih baik, danlebih berpengalaman dalam melakukan audit. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan menciptakan laba dengan aset yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dengan profitabilitas yang lebih tinggi pasti memiliki audit delay yang lebih singkat dibandingkan dengan perusahaan yang memiliki profitabilitas yangrendah. Leverage adalah rasio utang yang dapat memberikan gambaran kewajiban perusahaan yang harus diselesaikan di masa depan. Semakin tinggi kewajiban suatu perusahaan akan membuat perusahaan berada dalam kondisi keuangan yang tidak baik karena sebagian besar penghasilan perusahaan akan dipakai untuk melunasi kewajiban. Pada akhirnya, hal tersebut dapat membuat perusahaan mengalami kendala pada saat proses penyelesaian laporan audit. KAJIAN TEORITIS Audit adalah proses sistematis yang dilakukan untuk mengevaluasi bukti-bukti dari suatu informasi yang digunakan untuk melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit harus independen dan apa adanya sehingga proses audit hanya dapat dilakukan oleh orang yang kompeten dan Konsep terpenting yang digunakan dalam proses audit adalah bukti (Tandiotong, 2016: . Secara keseluruhan proses audit yang sistematis berkaitan dengan perolehan dan penilaian bukti audit. Bukti audit adalah informasi atau fakta yang Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 dapat digunakan auditor untuk memeriksa kembali apakah informasi yang sedang diperiksa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkanatau tidak. Proses pengumpulan bukti dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengecekan fisik barang digudang, dokumentasi barang, observasi, dan perhitungan ulang Setelah proses perolehan bukti, auditor harus melakukan evaluasi bukti audit yang dilakukan untuk menetapkan tingkat kesesuaian informasi yang diterima dari perusahaan dengan kriteria yang telah ditetapkan. Auditor harus menyelesaikan laporan keuangan audit dengan tepat waktu, dimana sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2016 yang menyatakan bahwa perusahaan wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan paling lambat pada akhir bulan keempat setelah tahun buku berakhir . Jangka waktu antara tanggal tahun buku berakhir dengan tanggal waktu laporan keuangan audit dipublikasi disebut audit delay Audit delay adalah lamanya waktu yang dibutuhkan untuk proses penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor yang diukur dari perbedaan waktu tanggal tutup buku dengan tanggal opini audit dalam laporan keuangan. Proses penyelesaian audit yang lama akan mempengaruhi audit delay yang berdampak buruk terhadap reaksi pasar dan menyebabkan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan ekonomi khususnya pengguna laporan keuangan (Kurniawan dan Herry, 2015: . Variabel audit delay dapat diukur dengan melihat rentang waktu antara laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan keuangan audit (Widayanti, 2016: . Pada penelitian ini audit delay diukur dengan menggunakan variabel dummy di mana perusahaan yang menerbitkan laporan audit lebih dari 120 hari akan diberi angka 1 dan perusahaan yang menerbitkan laporan audit kurang dari 120 hari akan diberi angka 0. Ukuran kantor akuntan publik (KAP) merupakan gambaran besar kecilnya ukuran suatu KAP yang digunakan oleh perusahaan dalam melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan. Ukuran kantor akuntan publik mencerminkan besar atau kecilnya suatu perusahaan kantor akuntan publik (Arsih & Anisykurlillah, 2015: . KAP yang termasuk kategori besar umumnya adalah KAP yang berafiliasi dengan KAP Big Four. KAP the bigfour di Indonesia yaitu: KAP Price Waterhouse Coopers, yang bekerja sama dengan KAP Haryanto Sahari &Co. Tanudiredja. Wibisana & Co. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 KAP KPMG (Klynveld Peat Marwick Goerdele. , yang bekerja sama dengan KAPSidharta. Sidharta dan Wijaya. KAP Ernst and Young, yang bekerja sama dengan KAP Purwanto. Sarwoko & Sandjaja. KAP Deloitte Touche Thomatsu, yang bekerja sama dengan Oesman Bing Satrio & Co. Kantor akuntan publik yang masuk the big four diyakini dapat bekerja lebih efisien dalam melakukan proses audit, memiliki sumber daya manusia yang lebih berkualitas, dan lebih profesional dalam melakukan proses audit (Apriyani, 2015: . Semakin besar kantor akuntan publik, maka proses audit akan semakin pendek. Sebaliknya, semakin kecil kantor akuntan publik, maka proses audit akan semakin Ukuran kantor akuntan publik dapat diukur dengan menggunakan variabel dummy di mana perusahaan yang diaudit oleh KAP afiliasi the big four diberi angka 1 dan perusahaan yang diaudit oleh KAP afiliasi non the big four diberi angka 0 (Puspitasari & Latrini, 2014: . Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Iswahyudi . Apriyani . dan Kusumawardani . menunjukkan bahwa ukuran kantor akuntan publik memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay. Hal tersebut berarti perusahaan yang diaudit oleh KAP yang berafiliasi dengan the big four memiliki audit delay yang singkat. KAP yang berafiliasi dengan the big four diyakini dapat bekerja lebih efektif dan efisien dalam melakukan proses audit. Sehingga KAP yang berafiliasi dengan the big four dianggap dapat mempercepat proses audit laporan keuangan. Profitabilitas dalam kegiatan operasional perusahaan adalah bagian penting yang menjamin keberlangsungan hidup perusahaan pada masa yang akan datang. Keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan dalam bersaing dengan tingkat profitabilitas yang dihasilkan oleh perusahaan. Profitabilitas adalah rasio keuangan yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham (Hanafi, 2016: . Profitabilitas dapat digunakan juga sebagai skala dalam menentukan perusahaan apakah mengalami kondisi keuangan yang baik atau buruk. Tingkat profitabilitas yang tinggi cenderung dianggap dapat mengurangi tingkat audit delay. Semakin tinggi Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 profitabilitas berarti semakin pendek waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian proses Sebaliknya, semakin rendah profitabilitas maka akan semakin panjang juga waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses audit. Hal tersebut berkaitan dengan perusahaan yang memiliki tingkat laba tinggi mempunyai kemampuan untuk membayar audit fee yang lebih tinggi sehingga perusahaan dapat menentukan kantor akuntan publik (KAP) yang dapat melakukan penyelesaian audit yang lebih cepat. Variabel profitabilitas dapat diukur dengan return on asset ratio (Liwe. Manossoh, dan Mawikere, 2018: . Rumus profitabilitas dapat dirumuskan sebagai berikut: Profitabilitas (ROA) = Laba Bersih x 100% Total Aset Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wahyuningsih . Amani . , dan Alfiani & Nurmala . menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay. Hal tersebut berarti profitabilitas yang semakin tinggi membuat audit delay suatu perusahaan menjadi lebih singkat. Profitabilitas adalah rasio yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tingkat penjualan, aset, dan modal saham. Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi cenderung menjadi sebuah kabar baik yang dapat menarik minat para investor untuk berinvestasi. Sehingga perusahaan cenderung mengambil kebijakan untuk mempublikasi laporan keuangan secepatmungkin. Rasio leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya seberapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Leverage digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (Kasmir, 2015: . Leverage merupakan rasio keuangan yang memberikan gambaran tingkat penggunaan liabilitas sebagai sumber pembiayaan perusahaan. Leverage adalah rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aset perusahaan dibiayai oleh hutang (Fahmi, 2017: . Perusahaan dengan rasio leverage yang tinggi mencerminkan perusahaan akan masukdalam kategori extreme. Kondisi ini dapat memungkinkan perusahaan tidak dapat melunasi utang-utangnya. Resiko perusahaan yang extreme ini dapat mengindikasi bahwa perusahaan sedang mengalami masalah keuangan yang merupakan berita buruk dan dapat berpengaruh buruk terhadap keputusan dan penilaian stakeholder. Berita buruk ini membuat perusahaan cenderung menunda publikasi laporan keuangan agar Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 kabar tersebut tidak langsung sampai ke pihak stakeholder. Semakin tinggi rasio leverage maka akan semakin panjang juga waktu yang dibutuhkan oleh auditor dalam proses penyelesaian audit. Sebaliknya, semakin rendah rasio leverage maka akan semakin pendek juga waktu yang dibutuhkan oleh auditor dalam proses penyelesaian Variabel leverage dapat diukur dengan menggunakan debt to asset ratio (Pinasthi & Nurbaiti, 2016: . Rumus leverage dapat dirumuskan sebagai berikut: Leverage (DAR) = Total Utang X 100% Total Aset Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Agruningrum . Hernawati & Rahayu . , dan Pinasthi & Nurbaiti . menunjukkan bahwa leverage memiliki pengaruh positif terhadap audit delay. Hal tersebut berarti leverage yang semakin tinggi dapat memperpanjang audit delay suatu perusahaan. Leverage adalah rasio yang memberikan gambaran tingkat penggunaan liabilitas sebagai sumber pembiayaan perusahaan. Perusahaan dengan leverage yang tinggi cenderung menjadi sebuah kabar buruk yang dapat menarik minat para investor untuk berinvestasi. Sehingga perusahaan cenderung memperlambat untuk mempublikasi laporan keuangan agar kabar tersebut tidak langsung sampai ke pihak pemangku kepentingan . Berdasarkan kajian teoritis yang telah dikemukakan, maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut: H1: Ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap Audit Delay H2: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap Audit Delay H3: Leverage berpengaruh positif terhadap Audit Delay METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dalam proses pengumpulan data dan informasi. Penulis menggunakan studi dokumentasi. Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang berasal dari catatan dan dokumen perusahaan yang berhubungan dengan objek penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan audit perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2016 sampai dengan 2020 yang diperoleh dari w. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan model empiris atau kuantitatif yang merupakan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 analisis yang diterapkan dalam bentuk angka-angka melalui Software Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi21. PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Hasil pengujian statistik deskriptif ukuran kantor akuntan publik (KAP), profitabilitas, leverage, dan Opini Audit dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2 berikut: Tabel 1 Analisis Statistik Deskriptif Data Profitabilitas Leverage Valid N . Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Output SPSS 21, 2022 Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa data yang digunakan dalam penelitian, yaitu sebanyak 240 data merupakan data dari 48 perusahaan selama 5 tahun mulai dari tahun 2016 sampai dengan 2020. Variabel profitabilitas memiliki nilai minimum sebesar 0,7089. Nilai maksimum sebesar 0,3589. Nilai rata-rata profitabilitas sebesar 0,0192 dan nilai standar deviasi sebesar 0,0906. Variabel leverage memiliki nilai minimum sebesar 0,0230. Nilai maksimum sebesar 5,8049. Nilai rata-rata leverage sebesar 0,3723 dan nilai standar deviasi sebesar 0,4474. Tabel 2 Analisis Statistik Deskriptif Dummy Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Ukuran KAP Big Non Big Four Four Audit Delay Audit Non Audit Delay Delay Total Sumber: Output SPSS 21, 2022 Berdasarkan Tabel 2, diketahui bahwa data yang digunakan dalam penelitian yaitu 205data merupakan data dari 41 perusahaan selama 5 tahun mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Hasil statistik ukuran kantor akuntan publik (KAP) menunjukkan Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 bahwa perusahaan yang diaudit oleh auditor yang berafiliasi dengan KAP The Big Four berjumlah 42 dari 205 data sampel atau sebesar 20,5 persen. Sedangkan, perusahaan yang diaudit oleh auditor yang tidak berafiliasi dengan KAP The Big Four berjumlah 163 dari 205 data atau sebesar 79,5 persen. Hasil statistik audit delay menunjukkan bahwa perusahaan yang mengalami audit delay berjumlah 37 dari 205 data sampel atau sebesar 18 persen. Sedangkan, perusahaan yang tidak mengalami audit delay berjumlah 168 dari 205 data sampel atau sebesar82 persen. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji multikolinearitas dan uji Hasil pengujian multikolinearitas dan autokorelasi dapat dilihat pada Tabel 3 dan 4 berikut: Tabel 3 Hasil Uji Multikolinearitas Model Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Error Beta Tolerance VIF (Constan. UkuranKAP 1Profitabilita Leverage Dependent Variable: AuditDelay Sumber: Output SPSS 21, 2022 Berdasarkan Tabel 3, pengujian multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance untuk variabel ukuran kantor akuntan publik sebesar 0,985, variabel profitabilitas sebesar 0,676, dan variabel leverage sebesar 0,684. Sedangkan nilai VIF untuk variabel ukuran kantor akuntan publik sebesar 1,016, variabel profitabilitas sebesar 1,478 dan variabel leverage sebesar 1,463. Secara keseluruhan, hasil pengujian menunjukkan nilai tolerance lebih dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas pada model regresi di penelitian ini. Berdasarkan Tabel 4, yang memuat output SPSS untuk pengujian autokorelasi denganmetode Durbin-Watson, dapat diketahui bahwa nilai Durbin-Watson signifikansi lima persen, dengan jumlah data (N) sebanyak 204 data dan jumlah variabel independen sebanyak 3 . , maka diperoleh nilai DU sebesar 1,793 dan DL sebesar 1,774. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Durbin-Watson sebesar 1,913 lebih kecil dari 4-DU . - 1,793 = 2,. sehingga dapat diketahui bahwa tidak terdapat permasalahan autokorelasi pada model regresi ini. Tabel 4 Hasil Uji Autokolerasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. LAG_RES Dependent Variable: Unstandardized Residual Std. Error of Estimate DurbinWatson Sumber: Output SPSS 21, 2022 Analisis Pengaruh Ukuran KAP. Profitabilitas, dan Leverage terhadap Audit Delay Analisis Regresi Logistik Tabel 5 Hasil Pengujian Regresi Logistik Variables in the Equation Wald UkuranKAP Profitabilitas Step 1a Leverage Constant Variable. entered on step 1: UkuranKAP. Profitabilitas. Leverage. Sig. Exp(B) Sumber: Output SPSS 21, 2022 Berdasarkan Tabel 5, persamaan analisis regresi logistik yang terbentuk sebagai Keterangan 1, 2, 3 = Oe0,821 Oe 0,241X Oe 12,033X Oe 1,667X a : Audit Delay : Konstanta : Koefisien regresi : Ukuran Kantor Akuntan Publik : Profitabilitas : Leverage : error Berdasarkan data persamaan hasil pengujian analisis regresi logistik yang terbentuk dari nilai constant () dan nilai koefisien dari variabel independen. Penjelasan dari persamaan regresi dapat diinterpretasikan sebagai berikut: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Nilai konstanta . sebesar -0,821 berarti jika semua variabel independen yaitu ukuran kantor akuntan publik (X. , profitabilitas (X. , dan leverage (X. bernilai nol, maka audit delay (Y) akan bernilai negatif sebesar -0,821. Nilai koefisien regresi variabel ukuran kantor akuntan pubik . bernilai negatif sebesar 0,241 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan ukuran kantor akuntan publik mengalami kenaikan 1 satuan maka audit delay akan mengalami penurunan sebesar 0,241 satuan. Nilai koefisien regresi variabel profitabilitas . bernilai negatif sebesar 12,033 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan profitabilitas mengalami kenaikan 1 satuan maka audit delay akan mengalami penurunan sebesar 12,033 Nilai koefisien regresi variabel leverage . bernilai negatif sebesar 1,667 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan leverage mengalami kenaikan 1 satuan maka audit delay akan mengalami penurunan sebesar 1,667 satuan. Uji Kelayakan Model Regresi Tabel 6 Hasil Uji Kelayakan Model Regresi Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square Sig. Sumber: Output SPSS 21, 2022 Berdasarkan Tabel 6 menunjukkan bahwa nilai statistik Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test dengan probabilitas signifikansi sebesar 0,247 dimana nilai tersebut lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan model dapat diterima karena cocok dengan data. Koefisien Determinasi (R. Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Estimation terminated at iteration number 5 because parameter estimates changed byless than . Sumber: Output SPSS 21, 2021 Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Pada Tabel 7, koefisien determinasi yang diperoleh dari nilai Nagelkerke R Square yaitu sebesar 0,156 atau sebesar 15,6 persen. Nilai Nagelkerke R Square tersebut menunjukkan bahwa kemampuan ukuran KAP, profitabilitas, dan leverage berpengaruh terhadap penerimaan audit delay sebesar 15,6 persen, sedangkan sisanya sebesar 8 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Analisis Pengaruh Pengaruh ukuran kantor akuntan publik terhadap audit delay. Ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini disebabkan kantor akuntan publik dengan ukuran besar . filiasi the big fou. maupun kecil . filiasi non big fou. tidak dapat menjamin bahwa mereka dapat menyelesaikan proses audit dengan tepat waktu. Pengaruh profitabilitas terhadap audit delay. Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini disebabkan semakin tinggi rasio profitabilitas dapat memengaruhi waktu yang dibutuhkan perusahaan dalam hal publikasi laporan keuangan audit dengan tepat waktu, sehingga perusahaan cenderung mempercepat proses audit dan publikasi laporan keuangan. Tindakan ini dilakukan agar dapat menarik minat para investor yang ingin menginvestasikan modal di perusahaan. Pengaruh leverage terhadap audit delay. Leverage berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini disebabkan perusahaan yang memiliki rasio hutang yang tinggi tidak selalu mencerminkan bahwa perusahaan sedang menghadapi kesulitan keuangan yang menyebabkan perusahaan memperlambat proses audit dan publikasi laporan keuangan audit. Mungkin saja perusahaan dengan tingkat hutang yang tinggi memiliki cadangan dana dan modal yang besar, sehingga perusahaan tetap berada pada kondisi perusahaan yang baik dan stabil. DAFTAR PUSTAKA