At-Thufuly: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini | | e-ISSN: 2774-3268 Vol. No. 2 Mei 2024 | Hal 88-99 PENGEMBANGAN MEDIA PANTABTANG UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TANGGUNG JAWAB ANAK KELOMPOK B DI TK PKK NGADRI Nurlailatul Fitri1. Devi Candra Nindiya2. Dessy Farantika3 1,2,3Universitas Nahdlatul Ulama Blitar. Indonesia Abstract:. Media are objects that can be manipulated, observed, listened to, read, or talked about using certain tools. Therefore, learning media are various useful forms, both physical and technical, which can help teachers in conveying learning material to At the Ngadri PKK Kindergarten educational institution, especially group B, there are still many students who lack a responsible attitude, especially towards After the researcher carried out a needs analysis of the problems that emerged in group B children, here the researcher took the initiative to develop a PanTabTang media (Star Savings Boar. This media was developed as an alternative in increasing the responsible attitude of group B children at the Ngadri PKK Kindergarten. The aim of this research and development is to test the level of validity, practicality and effectiveness of the PanTabTang media for group B children at PKK Ngadri Kindergarten. This research and development uses the ADDIE development model which goes through 5 stages, namely . Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluation. The research and development results show that the first media expert obtained a score of 100% from the first media expert, the second media expert obtained a score of 91. 67%, and from the teacher response questionnaire sheet he obtained a score of 95. The results of product trials from student observation sheets achieved a normalized gain value of 0. Keyword: PanTabTang Media. Attitude. Responsibility Abstrak: Media adalah objek yang dapat dimanipulasi, diobservasi, didengarkan, dibaca, atau dibicarakan dengan menggunakan alat tertentu. Oleh karena itu, media pembelajaran adalah berbagai bentuk yang bermanfaat, baik secara fisik maupun teknis, yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada murid-murid. Pada lembaga pendidikan TK PKK Ngadri terutama kelompok B masih terdapat banyak anak didik yang kurang memiliki sikap tanggung jawab terutama pada diri sendiri. Setelah peneliti melakukan analisis kebutuhan terhadap permasalahan yang muncul pada anak kelompok B, disini peneliti berinisiatif untuk mengembangkan sebuah media PanTabTang (Papan Tabungan Bintan. Media ini dikembangkan sebagai alternative dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak kelompok B di TK PKK ngadri. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menguji tingkat kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan dari media PanTabTang terhadap anak kelompok B di TK PKK Ngadri. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang melalui 5 tahap yaitu . Analisis. Desain. Pengembangan. Penerapan. Evaluasi. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan hasil validasi media PanTabTang dari ahli media yang pertama memperoleh skor 100%, dari ahli media yang kedua memperoleh skor 91,67%, dari lembar angket respon guru memperoleh skor 95,56%. Hasil uji coba produk dari lembar observasi siswa dalam capaian nilai gain ternormalisasi yaitu 0,81. Kata Kunci: Media PanTabTang. Sikap. Tanggung jawab Nurlailatul Fitri et al : [Pengembangan Media Pantabtang. ] 88 PENDAHULUAN Memiliki sikap tanggung jawab merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap individu di dunia. Menurut Retno, tanggung jawab adalah suatu sikap dan tindakan yang harus diambil oleh seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain dan lingkungan sekitarnya (Nurrohma, 2. Mendidik anak usia dini dengan sikap tanggung jawab adalah salah satu dasar pendidikan yang harus diutamakan dan dilaksanakan karena menanamkan sikap tanggung jawab kepada anak-anak sejak dini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pendidikan yang sangat krusial. Sebagai orang tua dan guru, penting untuk memberikan pembinaan perilaku dan sikap yang baik pada anak sejak dini. Hal ini akan membantu anak untuk memiliki kepribadian dan sikap yang bertanggung jawab. Menurut Mulyasa, guru di sekolah memegang peran yang sangat krusial dalam menanamkan sikap bertanggung Guru dihormati karena memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kesuksesan proses belajar mengajar (Nurrohma, 2. Sebagai seorang pendidik, peran guru tidak hanya terfokus pada proses mengajar, namun juga meliputi tugastugas seperti mendidik, mengasuh, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik agar mereka dapat mencapai tujuan hidupnya secara maksimal. Selain itu, guru juga memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan peserta didik agar siap menghadapi dunia kerja dan berwirausaha. Permasalahan umum yang muncul ketika kegiatan pembelajaran berlangsung di tingkat TK adalah anak belum sepenuhnya memiliki sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Hal tersebutlah yang membuat siswa bertingkah laku semaunya sendiri tanpa memikirkan sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Salah satu cara guru untuk meningkatkan sikap tanggung jawab adalah dengan penggunaan media. Media merupakan sarana atau hasil yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi, yang dapat merangsang pikiran, emosi, dan memfasilitasi proses pembelajaran pada anak. Menurut Syastra. Media pembelajaran adalah segala bentuk yang bermanfaat, baik secara fisik maupun teknis, yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada murid (Tafonao, 2. Pada saat melakukan observasi di TK PKK Ngadri pada bulan juli 2023, ditemukan permasalahan yang muncul dalam sikap tanggung jawab anak kelompok B di TK PKK Ngadri diantaranya ketika kegiatan berdoa berlangsung masih banyak anak yang mengatur temannya yang tidak ikut berdoa, berdoa sambil bermain, tidak merapikan alat setelah digunakan, asyik mengamati teman dan mengabaikan tugasnya, anak Ae anak yang selalu meminta bantuan gurunya untuk menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya mereka lakukan sendiri. Saat ditanya alasan tidak menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, anak tersebut menjawab karena merasa malas, lelah, dan bosan dengan tugas tersebut. Oleh karena itu, saat sedang Nurlailatul Fitri et al : [Pengembangan Media Pantabtang. ] 89 belajar, anak-anak cenderung mencari kegiatan lain seperti berlari-lari di dalam kelas atau mengganggu teman yang sedang mengerjakan tugas, sehingga tidak dapat menyelesaikan tanggung jawabnya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dengan mempertimbangkan permasalahan-permasalahan diperlukan adanya inovasi dalam pembelajaran yang dapat semangat dan motivasi anak-anak dalam mempelajari konsep tanggung jawab, salah satunya adalah dengan memanfaatkan media PanTabTang. Media PanTabTang ini sangat berguna dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak dengan Dengan media PanTabTang ini anak menjadi bersemangat untuk melakukan hal-hal yang dapat membangun sikap tanggung jawab anak. Dengan memanfaatkan media dalam proses belajar mengajar, pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Menurut Wijaya. Sumiharsono, pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pengajaran dapat memperkuat ketertarikan siswa terhadap hal-hal yang baru, sehingga mereka tidak merasa jenuh dan tetap terdorong untuk belajar (Raihan dkk. , 2. Media PanTabTang adalah salah satu jenis media pembelajaran yang dikembangkan dari bahan papan kayu yang dilengkapi berbagai macam tabung yang dihias dengan kain flanel secara unik dan kepingan Ae kepingan bintang dengan aneka warna yang nantinya akan di masukkan kedalam tabung Ae tabung yang sudah disiapkan dan kepingan Ae kepingan bintang tersebut akan dikeluarkan pada satu minggu sekali dengan jumlah yang sesuai dari hasil yang didapatkan sebagai evaluasi terhadap hasil kerja anak, diharapkan anak akan lebih memikul tanggung jawab terhadap kesepakatan yang telah dibuat bersama. Dalam bahasa Inggris, istilah sikap dikenal sebagai "attitude" yang mengacu pada cara seseorang menanggapi situasi yang dihadapi. Menurut definisi yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia karya W. Poerwodarminto, sikap dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan berdasarkan keyakinan yang didasarkan pada norma-norma yang berlaku dalam masyarakat dan umumnya juga norma agama. Namun, keputusan yang diambil oleh manusia seringkali dipengaruhi oleh situasi yang dihadapi dan sepenuhnya didasarkan pada keyakinan atau kepercayaan pribadi mereka (Suharyat, 2. Menurut Gibson, dkk, sikap dapat diinterpretasikan sebagai cara untuk mengekspresikan aktivitas. Sikap merupakan perasaan yang dapat berupa positif atau negatif yang dipersiapkan, dipelajari, dan diatur melalui pengalaman, yang memengaruhi respons seseorang terhadap individu, objek, dan situasi tertentu (Tewal dkk, 2. Sikap merupakan respons yang ditunjukkan oleh seseorang terhadap suatu objek sosial melalui perilaku yang dapat diamati. Meskipun tidak terlihat secara langsung, sikap dapat diprediksi melalui tindakan yang masih tersembunyi. Setiap individu memiliki berbagai macam sikap yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kemampuan, minat, pengalaman, pengetahuan, intensitas emosi, dan situasi lingkungan yang berbeda. Menurut Carl Jung, sikap adalah kesiapan yang terdapat dalam batin seseorang untuk bertindak atau merespons dengan cara yang khusus. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sikap merupakan sikap atau 90 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 keyakinan yang teguh yang dimiliki oleh individu yang memengaruhi perilaku atau tindakan mereka (Wiguna, 2. Sebagai individu, kita memiliki kesadaran akan perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja yang kita lakukan, yang dikenal sebagai tanggung jawab. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah kewajiban untuk memikul segala hal. Jika seorang anak usia dini tidak memenuhi tanggung jawabnya terhadap tugasnya, maka ia dapat dikenai sanksi yang bertujuan untuk memperbaiki dan membuatnya menyadari kesalahannya. Setiap orang harus menyadari tanggung jawabnya terhadap diri sendiri, lingkungan sekitar, dan Tuhan (Fathna, 2. Menurut Abdullah Munir, tanggung jawab adalah kemampuan individu untuk menunaikan kewajiban yang dipengaruhi oleh dorongan hati (Nurrohma, 2. Tanggung jawab dapat diartikan sebagai tindakan dan upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya yang seharusnya dilaksanakan, baik terhadap diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya. Retno mengatakan bahwa tanggung jawab adalah ketika seseorang berusaha menyelesaikan tugas atau tanggung jawabnya dengan sukarela dan tanpa adanya Selain itu, penting untuk tetap konsisten dalam perkataan dan perbuatan agar dapat dipercaya oleh orang lain (Nurrohma, 2. Ketika berbicara tentang tanggung jawab, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan, yaitu tanggung jawab kepada Tuhan, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan tanggung jawab pribadi (Fathna, 2. Dalam studi pengembangan media ini, kriteria yang dipakai sesuai dengan kurikulum 2013, anak harus mengikuti kemajuan sesuai dengan Standar Tingkat Pencapaian Pendidikan Anak (STPPA) yang telah ditetapkan dalam peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tujuan dari hal ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak mencapai standar yang telah ditetapkan dan diatur oleh pemerintah. Pada usia 5-6 tahun, anak-anak sudah mulai menunjukkan kemampuan untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang Ini merupakan bagian yang sangat penting dalam perkembangan mereka (Rohyati, 2. Lingkup perkembangannya meliputi : . Memahami hak-hak yang . Menaati peraturan yang berlaku dalam kelas . egiatan, atura. Menjaga diri sendiri. Bertanggung jawab atas semua tindakannya untuk kebaikan dirinya sendiri. Menurut National Education Association (NEA), media adalah objek yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan dengan menggunakan alat tertentu. Istilah media sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu "medius" yang berarti tengah, perantara, atau pengantar (Sari, 2. Menurut Syastra (Tafonao, 2. Media pembelajaran adalah berbagai bentuk yang bermanfaat, baik secara fisik maupun teknis, yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Dengan adanya media pembelajaran, tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat lebih mudah tercapai. Pemanfaatan media pembelajaran memiliki peran yang sangat krusial dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Menurut Joni Purwono, dkk Dengan Nurlailatul Fitri et al : [Pengembangan Media Pantabtang. ] 91 memanfaatkan media dalam kegiatan pembelajaran, proses belajar dapat menjadi lebih menarik dan menyenangkan (Tafonao, 2. Penggunaan media pembelajaran dalam kegiatan mengajar dapat meningkatkan minat siswa terhadap materi baru, sehingga mereka tidak merasa bosan dan tetap termotivasi untuk belajar. Media merupakan sarana atau hasil yang digunakan untuk menyampaikan pesan, yang dapat merangsang pikiran, emosi, dan memacu proses pembelajaran pada anak (Raihan dkk. , 2. Media PANTABTANG adalah salah satu jenis media pembelajaran yang dikembangkan dari bahan papan kayu dengan ukuran 120 x 70 cm yang dilapisi dengan kain flanel dan dilengkapi dengan berbagai macam tabungan yang dihias dengan kain flanel secara unik dan kepingan Ae kepingan bintang dengan aneka warna yang nantinya akan di masukkan kedalam tabung Ae tabung yang sudah disiapkan dan kepingan Ae kepingan bintang tersebut akan dikeluarkan pada satu minggu sekali dengan jumlah yang sesuai dari hasil yang didapatkan sebagai penilaian atas apa yang sudah dikerjakan oleh anak, dengan harapan anak akan lebih bertanggun jawab atas apa yang sudah disepakati bersama, mulai dari kegiatan pembelajaran dimana tugas Ae tugas yang diberikan dapat diselesaikan tepat waktu, dapat menjaga kebersihan dan kerapian dalam kelas, dan dapat berdoa dengan mengangkat kedua Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, dapat disimpulkan oleh penulis bahwa sikap adalah bentuk pengaruh yang dapat berdampak positif atau negatif terhadap seseorang, sehingga dapat memengaruhi kecenderungan individu untuk mendekati atau menjauhi hal yang diinginkan. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan media PanTabTang yaitu menggunakan jenis penelitian Research & Development (R&D). Metode R&D (Research and Developmen. adalah jenis penelitian pengembangan yang sesuai untuk mencari produk baru atau mengembangkan produk yang sudah Menurut Sukmadinata (Saputro, 2. , kegiatan penelitian dan pengembangan yang dikenal sebagai Research & Development bertujuan untuk menciptakan produk baru atau meningkatkan kualitas produk yang sudah ada. Sugiyono juga mengungkapkan bahwa metode Research & Development digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kinerja produk tersebut (Haryati, 2. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu : . analysis, . design, . development, . implementation, dan . Menurut Sezer dkk (Rayanto & Sugianti, 2. , model ADDIE adalah pendekatan yang menekankan pada analisis tentang interaksi dan koordinasi antara setiap komponen yang dimiliki dalam fase yang berbeda. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuantitatif. Data kuantitatif dari penelitian ini didapatkan dengan cara mengisi lembar angket validasi 92 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 produk, lembar angket kepraktisan produk, dan lembar observasi murid untuk menilai kefekektifan media. Dalam penelitian ini, terdapat 2 teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu angket dan observasi. Subjek penelitian ini adalah 15 anak dari kelompok B di TK PKK Ngadri. Objek yang diteliti adalah media PanTabTang (Papan Tabungan Bintan. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: . Observasi, yang berupa lembar observasi yang akan digunakan oleh peneliti untuk menilai peningkatan sikap tanggung jawab anak. Angket, yang merupakan lembar penilaian yang akan digunakan oleh ahli media dan guru kelompok B untuk menilai kevalidan dan kepraktisan media tersebut. Dalam penelitian pengembangan media PanTabTang, teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data yang terdiri dari skor yang diperoleh dari pengisian angket oleh validator ahli media, respon guru, dan observasi siswa akan dianalisis secara kuantitatif. Sementara itu, saran dan komentar yang diberikan oleh para ahli media dan respon guru akan dianalisis secara kualitatif. Angket yang diperuntukkan bagi para ahli media dan respon guru bertujuan untuk mengevaluasi kevalidan dan kepraktisan media PanTabTang. Lembar angket yang diberikan kepada ahli media dan respon guru akan diolah menggunakan skala likert dengan rentang skala antara 1 hingga 5 sebagai alat ukur untuk menilai pencapaian kriteria media PanTabTang dalam meningkatkan sikap tanggung jawab. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kegiatan penelitian dan pengembangan ini dimulai dengan melakukan analisis dan observasi langsung selama proses pembelajaran. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di kelas kelompok B di TK PKK Ngari terkait kebutuhan siswa. Permasalahan yang ditemukan yaitu anak belum memiliki sikap tanggung jawab pada diri anak yang terlihat dari kegiatan anak sehari-hari seperti ketika kegiatan berdoa berlangsung masih banyak anak yang mengatur temannya yang tidak ikut berdoa, berdoa sambil bermain, tidak merapikan alat setelah Berdasarkan informasi yang diperoleh, peneliti akan merancang sebuah media menarik bernama PanTabTang (Papan Tabungan Bintan. dengan tujuan meningkatkan sikap tanggung jawab anak. Selain itu, peneliti juga akan berkonsultasi dengan dosen pembimbing untuk mendapatkan masukan terkait rancangan media Dalam penelitian ini, produk media PanTabTang akan diuji melalui proses validasi oleh ahli media dan respon dari guru kelas. Sebelum diuji oleh ahli media, peneliti telah menyiapkan instrumen yang akan digunakan untuk menilai kevalidan dan kepraktisan media PanTabTang. Pengujian produk dilakukan kepada dua validator ahli media. Peneliti mengujikan produk kepada validator ahli media yang pertama yaitu Ibu Raras Ayu Prawinda. Pd. Berdasarkan penilaian ahli media yang pertama terdapat dua aspek penialain dengan enam butir pertanyaan dengan perolehan skor 90% dengan Nurlailatul Fitri et al : [Pengembangan Media Pantabtang. ] 93 kategori Ausangat validAy, anak tetapi mendapat saran dan masukan dari ahli media pertama dengan kesimpulan media layak diujicobakan dengan melakukan beberapa Selanjutnya peneliti mengujikan produk kepada validator ahli media yang kedua yaitu Ibu Suprapti. Pd. Pada saat melakukan uji coba produk, peneliti mendapat masukan bahwa peneliti kurang valid dalam menyusun pertanyaan, sehingga disini peneliti perlu menambahkan jumlah aspek penilaian dan pertanyaan yang semual dua aspek penilaian dengan enam pertanyaan menjadi empat aspek penilaian enan dua belas pertanyaan. Berdasarkan penilaian ahli media yang kedua memperoleh skor 91,67% dengan kategori Ausangat validAy dengan kesimpulan media dapat diujicobakan tanpa revisi. Setelah dilakukannya revisi media sesuai dengan saran yang di berikan oleh para validator ahli media, peneliti melakukan pengujian media kembali kepada validator ahli media yang pertama yaitu Ibu Raras Ayu Prawinda. Pd. berdasarkan penilaia ahli media setelah di revisi terdapat empat aspek penilaian dengan dua belas pertanyaan memperoleh skor 100% dengan kategori Ausangat validAy. hasil penilaian dari para validator ahli media dapat diartikan bahwa media PanTabTang layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Uji coba media PanTabTang dilakukan di TK PKK Ngadri pada kelompok B. Data diperoleh dengan mengisi lembar angket yang sudah disiapkan oleh peneliti dan diserahkan kepada guru kelompok B yaitu Ibu Erna Wahyuningsih. Pd. AUD. Berdasarkan hasil respon guru tentang kepraktisan media PanTabTang bisa dilihat dari presentase perolehan dari respon guru yaitu 95,56%. Oleh karena itu skor tersebut termasuk dalam kategori Ausangat praktisAy. Sehingga media PanTabTang memiliki tingkat kepraktisan untuk diterapkan di TK PKK Ngadri pada kelompok B. Peneliti juga melakukan uji coba produk kepada anak kelompok B di TK PKK Ngadri. Sebelum penggunaan media, peneliti menyampaikan beberapa indikator yang akan di nilai setiap hari selama penelitian berlangsung. Setelah anak menyimak peneliti dan memahami apa yang disampaikan oleh peneliti, barulah kegiatan pembelajaran di mulai dan peneliti langsung melakukan observasi dan mengisi lembar observasi pada setiap aspek perkembangan yang dinilai. Penilaian ini dilakukan setiap hari pada saat penelitian berlangsung guna untuk mengetahui peningkatan sikap tanggung jawab anak dari sebelum di terapkan media PanTabTang dan sesudah diterapkan media PanTabTang. Hasil lembar observasi anak sebelum dan sesudah diterapkan media PanTabTang dalam tabel berikut : Tabel 5. Hasil observasi sebelum diterapkannya media PanTabTang Nama CHY DMS Penilaian aspek yang dikembangkan Sikap Tugas 94 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 Kebersihan dan Total GST GND KTR KNS ALT STR WHY Berdasarkan tabel 5 diatas dapat disumpulkan bahwa hampir keseluruhan anak masih kurang memiliki sikap tanggung jawab, sehingga akan terus dilakukan penerapan media PanTabTang kepada anak setelah kegiatan pembelajaran selesai. Tabel 6. Hasil observasi setelah diterapkan media PanTabTang Nama Penilaian aspek yang dikembangkan Sikap Tugas Kebersihan dan CHY DMS GST GND KTR KNS ALT STR WHY Total Berdasarkan tabel 6 diatas dapat disumpulkan bahwa hampir keseluruhan anak sudah menunjukkan peningkatan terhadap sikap tanggung jawab. Berdasarkan pengukuran peningkatan sikap tanggung jawab anak menggunakan media PanTabTang sebelum dan sesudah menggunakan media dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan terhadap sikap tanggung jawab anak. Berdasarkan hasil tersebut untuk mengidentifikasi tingkat keefektifan dari media PanTabTang yang sudah dikembangkan dan diujicobakan dapat dihitung menggunakan rumus berikut: Nurlailatul Fitri et al : [Pengembangan Media Pantabtang. ] 95 Berdasarkan hasil penilaian di atas, dapat disimpulkan bahwa nilai gain (N- gai. yang diperoleh mencapai 0,81 yang artinya media PanTabTang AuefektifAy dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak. Gambar 1. Grafik hasil observasi peningkatan sikap tanggung jawab anak Berdasarkan hasil temuan dan pengumpulan informasi yang telah dilakukan, produk yang dihasilkan dan dikembangkan dalam penelitian ini adalah media PanTabTang (Papan Tabungan Bintan. Diharapkan produk ini mampu meningkatkan sikap tanggung jawab anak. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan pedoman proses pengembangan produk R&D (Research and Developmen. dengan model ADDIE yang disesuaikan sesuai dengan kondisi dan faktor-faktor yang memengaruhi penelitian. Uji kevalidan adalah metode untuk mengetahui hasil dari produk kepada para ahli media yang melakukan validasi. Hasil validasi media PanTabTang (Papan Tabungan Bintan. dari validator pertama memperoleh skor 90% dengan kategori "sangat valid". Sementara itu, hasil dari validator kedua mendapatkan skor 91,67% dengan kategori "sangat valid". Media PanTabTang ini telah disempurnakan sesuai dengan saran dan komentardari para validator media yaitu warna yang digunakan lebih mencolok sehingga lebih menarik sehingga dapat menarik minat siswa. Sejalan dengan pendapat Wijaya. Sumiharsono (Raihan dkk. ,2. Pemanfaatan media pembelajaran dalam kegiatan belajar dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap materi baru, sehingga mereka tidak merasa bosan dan tetap termotivasi untuk mengembangkan pengetahuan. Kepraktisan media PanTabTang dapat diketahui dengan memberikan kuesioner kepada guru kelas dan melakukan observasi serta evaluasi terhadap penggunaan media PanTabTang di kelompok B di TK PKK Ngadri. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa respon guru terhadap media tersebut sangatlah praktis. Menurut guru yang bertindak sebagai pengamat di kelas, media merupakan alat yang sangat praktis sehingga dapat dimanfaatkan oleh siswa dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan sikap tanggung jawab mereka. Media PanTabTang ini terbuat dari papan kayu dengan ukuran 120 x 70 cm dengan di lapisi kain flanel warna hijau dan di lengkapi tabungan-tabungan dengan berbagai karakter hewan dengan warna warni yang nantinya akan digunakan untuk menabung kepingan bintang hal ini untuk menarik perhatian siswa dan 96 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 meningkatkan semangat dalam kegiatan pembelajaran. Media PanTabTang ini digunakan untuk membantu siswa dalam meningkatkan sikap tanggung jawab. Sikap tanggung jawab merupakan kesadaran dari setiap orang untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Sikap bertanggung jawab yang dimiliki merupakan perilaku yang membuat seseorang menjadi mandiri dan dapat dipercaya oleh orang lain. Menurut Retno. Tanggung jawab adalah seorang individu yang berusaha untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawabnya secara sukarela dan tanpa adanya tekanan, serta harus tetap konsisten dalam perkataan serta tindakannya ntuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain (Nurrohma, 2. Dengan memanfaatkan media, diharapkan anak-anak menjadi lebih tertarik dan tidak merasa jenuh saat mengikuti kegiatan pembelajaran. Media adalah sarana atau hasil yang dipakai untuk menyampaikan pesan yang dapat menstimulasi pikiran, perasaan, dan mendorong proses belajar mengajar. Menurut Tafonao . Media pembelajaran merupakan berbagai bentuk yang berguna, baik secara fisik maupun teknis, yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada Dengan adanya media pembelajaran, pencapaian tujuan pembelajaran dapat lebih mudah terwujud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dalam sikap tanggung jawab pada anak. Dari hasil akhir angket sebelum dan setelah penerapan media PanTabTang, terlihat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan dari survei sebelum dan setelah penerapan media PanTabTang menunjukkan adanya peningkatan sikap tanggung jawab pada anak. Berdasarkan hasil uji coba pada 15 anak, media PanTabTang terbukti efektif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak dengan nilai gain yang signifikan. Dengan demikian, terjadi peningkatan sikap tanggung jawab pada anak dengan nilai 0,81. Menurut Mariana Wahyu Astuti dan Mellevi Agustin Ningrum . , pengembangan media gatuko yang menggunakan aplikasi android sangat berhasil dalam memperkenalkan sikap tanggung jawab pada anak usia dini. KESIMPULAN Kevalidan media yang didukung oleh hasil validasi yang dilakukan oleh para ahli media terbukti valid. Hasil validasi awal mencapai skor 90% dengan kategori "sangat valid", sedangkan hasil validasi kedua mencapai skor 91,67% dengan kategori "sangat valid". Setelah dilakukan revisi produk dan uji validasi ulang, validator pertama memberikan skor 100% dengan kategori "sangat valid". Dari hasil angket respon guru, dapat diketahui bahwa media yang digunakan sangat praktis dengan skor 95,56%. Media tersebut juga terbukti efektif dalam meningkatkan sikap tanggung jawab anak, seperti yang terlihat dari perolehan skor nilai gain sebesar 0,81. Hal ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan N-gain dapat diinterpretasikan sebagai efektif dengan nilai N-gain yang ternormalisasi lebih besar dari 0,70. Nurlailatul Fitri et al : [Pengembangan Media Pantabtang. ] 97 DAFTAR PUSTAKA