WIDHARMA JURNAL ABDIMAS WIDYA DHARMA E ISSN 2962-3758 Volume 03 No. 02 Agustus 2024 PENGENALAN KEARIFAN LOKAL KALIMANTAN SELATAN UNTUK SISWA SD MELALUI BOOKLET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DI SD IT ROBBANI BANJARBARU Nana Citrawati Lestari1. Ria Mayasari2. Arina Wulandari3. Muhammad Arifin4 Fakultas Sains dan Humaniora. Universitas PGRI Kalimantan nanacitra@upk. Fakultas Sosial dan Humaniora. Universitas PGRI Kalimantan riamayasari@upk. Fakultas Sosial dan Humaniora. Universitas PGRI Kalimantan arina_wulandari86@upk. Fakultas Sosial dan Humaniora. Universitas PGRI Kalimantan muhammadarifin2015@upk. Article Info ARTICLE HISTORY Received: 22/07/2024 Reviewed: 07/08/2024 Revised: 11/08/2024 Accepted: 12/08/2024 DOI: 54840/widharma. Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools can be done by introducing local wisdom culture. The learning resource used in this PKM activity is a booklet based on the local wisdom of South Kalimantan. The use of a local wisdom-based booklet can help teachers in implementing learning activities in schools. The selection of a booklet is because of its smaller size than a book and its concise content. In addition, visualizing the local wisdom booklet that the PKM team uses is designed to be more dominant with pictures, so its appearance will be more attractive. The purpose of this design is for the booklet to be more attractive to students and easier to understand. This community service activity is carried out in several forms of activities, namely observation, booklet distribution, socialization, discussion, and asking for feedback from respondents. The introduction of South Kalimantan's local wisdom to elementary school students through booklets as a learning source at IT Robbani Banjarbaru Primary School can be carried out well and effectively. Participants also responded positively to the implementation of the activity and the booklet presented. In other words, this activity has achieved the intended objectives. Keywords : booklet, learning resources, local wisdom PENDAHULUAN Kalimantan Selatan terletak di tengah Indonesia, berbatasan dengan Laut Jawa. Selat Malaka. Provinsi Kalimantan Timur, dan Provinsi Kalimantan Tengah. Provinsi ini terkenal dengan komunitas Muslim terbesar di Kalimantan dan didominasi oleh Suku Banjar . ari akar bahasa Melay. Hingga kini, provinsi ini dikenal dengan peradaban sungainya selama berabad-abad. Kalimantan Selatan memiliki 11 kabupaten dan 2 kotamadya dengan keunikan kearifan lokalnya masing-masing. Mereka juga memiliki komoditas sumber daya alam yang cukup besar, seperti batu bara, kayu, damar, rotan, dan lain-lain (Humaida, et al. , 2. Kearifan lokal di Kalimantan Selatan sangat beragam baik keunikan karakteristiknya maupun nilai filosofisnya, seperti bahasa ibu, peribahasa, kerajinan pakaian, rumah, kuliner, sistem pertanian, sistem irigasi, masyarakat sungat, rumah adat, nilai filosofis Banjar, budaya, adat, tradisi, aktivitas sosial ekonomi dan lain sebagainya (Humaida, et al, 2. Kearifan lokal misalnya sebuah tradisi atau kebiasaan di masyarakat bisa saja kehilangan nilai dan maknanya sejalan dengan perkembangan zaman Nana Citrawati Lestari. Ria Mayasari, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 dan kebudayaan baru yang mulai meninggalkannya (Arifin, et al. , 2. Kearifan lokal perlu dilestarikan karena pada dasarnya merupakan identitas dari suatu daerah. Kearifan lokal menjadi kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga agar tidak tergerus oleh budaya lain. Gagasan tentang pendidikan berbasis kearifan lokal berawal dari sebuah ungkapan yang disampaikan oleh Jhon Naisbit pada tahun 1990 yang kemudian direspons dan dikembangkan oleh sebagian para pakar sosial dengan ungkapan Authinks globaly acts localyAy yang artinya Auberpikir global dan bertindak lokalAy (Mulawarman, 2. Budaya kearifan lokal perlu dikenalkan dan diajarkan di sekolah agar menumbuhkan sikap cinta budaya (Iswatiningsih, 2. Kita dapat menyelipkan nilai kearifan lokal khas Kalimantan Selatan dalam proses pembelajaran pada materi pembelajaran di Dengan menggunakan sumber belajar berbasis kearifan lokal, kita dapat mengenalkan kepada siswa tentang kearifan lokal khas Kalimantan Selatan (Ananda & Mayasari, 2. Sumber belajar yang digunakan pada kegiatan PKM ini berupa booklet berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan. Pemilihan booklet ialah karena ukurannya yang lebih kecil dari buku dan isinya yang ringkas. Selain itu visualisasi booklet kearifan lokal yang Tim PKM gunakan didesain lebih dominan dengan gambar sehingga tampilannya akan lebih menarik. Penggunaan booklet berbasis kearifan lokal dapat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, satuan pendidikan dapat menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kearifan lokal atau karakteristik daerahnya. Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar dapat dilakukan dengan mengenalkan budaya kearifan lokal. Tujuan desain ini ialah agar booklet tersebut dapat lebih menarik perhatian siswa dan lebih mudah Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini antara lain untuk: . untuk memperkenalkan kearifan lokal Kalimantan Selatan kepada siswa. memupuk rasa cinta siswa terhadap budaya lokal Kalimantan Selatan. memperkenalkan booklet berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan sebagai sumber belajar di sekolah dasar. TINJAUAN PUSTAKA Kearifan Lokal Kata kearifan lokal secara etimologi disebut kebijakan setempat (Local Wisdo. , pengetahuan setempat (Local Knowledg. , dan kecerdasan setempat (Local Geniu. Dari aspek etimologi, kearifan lokal merupakan pengetahuan yang muncul dari periode panjang yang berevolusi bersamasama masyarakat dan lingkungannya dalam sistem lokal yang sudah dialami bersama-sama. Secara substansial, kearifan lokal pada dasarnya mengandung nilai-nilai, cara pandang masyarakat pengikutnya, yang bersifat dinamis dan tidak statis yang cenderung mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Nilai-nilai yang diyakini kebenarannya dan menjadi acuan dalam bertingkah-laku sehari-hari masyarakat setempat (Wahyu, 2. Kearifan Lokal Kalimantan Selatan Kearifan lokal di Kalimantan Selatan sangat beragam baik keunikan karakteristiknya maupun nilai filosofisnya, seperti bahasa ibu, peribahasa, kerajinan pakaian, rumah, kuliner, sistem pertanian, sistem irigasi, masyarakat sungat, rumah adat, nilai filosofis Banjar, budaya, adat, tradisi, aktivitas sosial ekonomi dan lain sebagainya (Humaida, et al. , 2. Kearifan lokal atau local wisdom merujuk pada pengetahuan, praktik, dan nilai-nilai yang berkembang di suatu komunitas sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan alam, sosial, dan budaya mereka. Di Kalimantan Selatan, kearifan lokal tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sistem pertanian, adat istiadat, seni budaya, hingga kepercayaan tradisional. Kearifan lokal ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat identitas budaya, dan mempromosikan keberlanjutan komunitas lokal. Sumber Belajar Sumber belajar merujuk pada berbagai bahan, alat, dan media yang digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran (Abdullah, 2. Sumber belajar dapat berupa buku teks, artikel ilmiah, media digital, laboratorium, serta pengalaman dan praktik lapangan. Keberadaan dan pemanfaatan sumber belajar yang tepat sangat penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran Nana Citrawati Lestari. Ria Mayasari, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 dan pencapaian tujuan pendidikan. Sumber belajar merujuk pada berbagai bahan, alat, dan media yang digunakan untuk memfasilitasi proses pembelajaran. Sumber belajar dapat berupa buku teks, artikel ilmiah, media digital, laboratorium, serta pengalaman dan praktik lapangan. Keberadaan dan pemanfaatan sumber belajar yang tepat sangat penting dalam mendukung efektivitas pembelajaran dan pencapaian tujuan pendidikan. Booklet Sebagai Sumber Belajar Pengertian booklet menurut French adalah buku kecil yang terdiri dari 32 sampai 96 halaman dan maksimum berjumlah 100 halaman dengan 4 halaman sampul. Pendapat lainnya menyebutkan bahwa booklet berisi kurang dari 40. 000 kata. Booklet memiliki cakupan bahasan yang terbatas, penyampaiannya sederhana dan hanya berfokus pada satu tujuan (Dewi, et al. Media booklet dapat dijadikan sumber belajar karena bentuknya sederhana serta menyediakan data akurat yang dapat membantu siswa memahami konsep materi (Intika, 2. Booklet adalah salah satu sumber belajar yang efektif untuk menyampaikan informasi secara ringkas dan terfokus. Dengan desain visual yang menarik dan konten yang terstruktur, booklet dapat mendukung pembelajaran mandiri dan aktif. Meskipun memiliki keterbatasan dalam hal ruang dan interaksi, booklet tetap menjadi alat pembelajaran yang berharga dalam berbagai konteks pendidikan. METODE KEGIATAN PENGABDIAN Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Robbani Banjarbaru. Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada bulan November-Desember 2023. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam beberapa bentuk kegiatan. Bentuk kegiatan tersebut antara lain observasi, pembagian booklet, sosialisasi, diskusi, dan meminta umpan balik responden. Instrumen utama yang digunakan dalam kegiatan berupa booklet berbasis kearifan lokal. Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan ini adalah dosen dari Universitas PGRI Kalimantan sendiri, yaitu Ria Mayasari. Pd. HASIL DAN PEMBAHASAN Kearifan lokal Kalimantan Selatan sangat beragam, terdiri dari budaya, tradisi, bahasa, dan adat istiadat yang menjadi identitas masyarakat setempat. Dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan, kearifan lokal memiliki peran yang sangat penting dan menjadi ciri khas dari masyarakat tersebut. Kearifan lokal juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa, sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Oleh karena itu, kearifan lokal Kalimantan Selatan perlu untuk diperkenalkan kepada siswa, seperti pada siswa sekolah dasar. Berdasarkan kurikulum pendidikan di Indonesia, pengenalan kearifan lokal sudah menjadi salah satu bagian penting dalam pembelajaran. Sehingga diharapkan siswa dapat memahami kearifan lokal dan membangun rasa cinta dan kepedulian terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Melalui pengenalan kearifan lokal Kalimantan Selatan pada siswa sekolah dasar, siswa dapat mengenal dan memahami keanekaragaman budaya, nilai dan norma dari masyarakat setempat. Pengenalan kearifan lokal dapat dilakukan melalui penggunaan media pembelajaran yang menarik seperti video, cerita rakyat, tarian dan lagu daerah, serta kegiatan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah atau pusat kesenian. Pengenalan dapat dilakukan melalui berbagai media maupun sumber Pengenalan kearifan lokal ini juga bisa dilakukan melalui sumber belajar berupa booklet. Booklet dapat dijadikan sumber belajar karena bentuknya sederhana serta menyediakan data akurat yang dapat membantu siswa memahami konsep materi (Intika, 2. Booklet sering digunakan sebagai bahan belajar karena bentuknya yang mudah dipahami dan sederhana, sehingga siswa dapat dengan mudah memahami konsep materi. Selain itu, data dalam booklet biasanya disusun dengan cermat dan akurat, membuatnya menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya. Keakuratan dan ketepatan informasi dalam booklet ini dapat membantu siswa belajar dan memahami konsep materi dengan lebih Dalam pembelajaran, booklet dapat membantu siswa untuk memperoleh informasi dengan mudah Nana Citrawati Lestari. Ria Mayasari, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 dan cukup cepat. Di bawah ini adalah gambar sampul depan dan belakang dari booklet yang digunakan pada kegiatan. Gambar 1. Tampilan Sampul Depan dan Belakang Booklet Kearifan Lokal Kalimantan Selatan Penggunaan booklet berbasis kearifan lokal dapat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, satuan pendidikan dapat menambahkan muatan lokal yang ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai dengan kearifan lokal atau karakteristik daerahnya. Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar dapat dilakukan dengan mengenalkan budaya kearifan lokal. Contoh kearifan lokal yang diperkenalkan dalam booklet ialah mengenai jenis buah-buahan khas Kalimantan Selatan yang diperjual-belikan di Pasar Terapung Lok Baintan. Hal ini bisa dilihat pada contoh isi booklet pada Gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Contoh Bagian Dalam (Is. Booklet Kearifan Lokal Kalimantan Selatan Dalam konteks pengenalan kearifan lokal, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa kebanggaan dan cinta tanah air siswa terhadap kebudayaan Kalimantan Selatan. Selain itu, kegiatan ini juga akan membantu siswa untuk mengembangkan rasa peduli dan toleransi terhadap keberagaman budaya di lingkungan sekitarnya. Dengan memperkenalkan kearifan lokal sejak usia dini, diharapkan siswa akan memiliki pemahaman yang lebih baik dan lebih mendalam tentang kebudayaan daerah, sehingga dapat memperkuat identitas budaya dan melestarikannya untuk generasi selanjutnya. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan ini sangat penting dan perlu terus didorong dan dikembangkan. Nana Citrawati Lestari. Ria Mayasari, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 Gambar 3. Siswa Terlihat Antusias Belajar Menggunakan Booklet Kearifan Lokal Kalimantan Selatan Pengenalan kearifan lokal Kalimantan Selatan untuk siswa SD melalui Booklet sebagai Sumber Belajar di SD IT Robbani Banjarbaru dapat terlaksana dengan baik dan efektif. Kegiatan PKM ini dapat dikatakan berhasil karena sudah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yang sebelumnya telah tertuang di dalam proposal kegiatan. Para peserta juga memberikan respons yang positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan booklet yang telah disajikan. Dengan kata lain, kegiatan ini sudah mencapai tujuan sesuai yang diharapkan. Data respons siswa diperoleh melalui pengisian angket respons oleh para siswa. Proses pengisian angket respons disajikan pada Gambar 4 di bawah ini. Gambar 4. Siswa Mengisi Angket Respon terhadap Penggunaan Booklet Kearifan Lokal Guru berperan sebagai fasilitator dan pusat pembelajaran terdapat pada siswa itu sendiri (Wulandari, et al. , 2. Guru hendaknya dapat berinovasi dalam mempersiapkan alat pendidikan. Alat pendidikan yang dimaksud mencakup bahan ajar atau sumber belajar, media pembelajaran, teknologi, dan sumber daya lain yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan alat pendidikan yang relevan dan efektif dapat membantu meningkatkan pemahaman dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran (Kusumawati, et al, 2. Oleh karena itu penggunaan booklet ini sangat bermanfaat sebagai salah satu inovasi guru dalam proses pembelajaran. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan PKM ini yaitu bahwa pelaksanaan kegiatan PKM yang bertujuan untuk memperkenalkan kearifan lokal Kalimantan Selatan kepada siswa ini sudah terlaksana. Melalui pengenalan kearifan lokal, siswa dapat memperluas pengetahuannya tentang kebudayaan daerah yang menjadi bagian dari identitasnya, sehingga membantu untuk mengembangkan rasa cinta terhadap budaya lokal Kalimantan Selatan. Dengan mengenal lebih dekat kearifan lokal, individu akan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dan merasakan rasa kebersamaan dalam Nana Citrawati Lestari. Ria Mayasari, et. al /WIDHARMA Vol 03 No 02 Tahun 2024 kebudayaan daerah. Pengenalan booklet berbasis kearifan lokal Kalimantan Selatan sebagai sumber belajar di Sekolah Dasar merupakan upaya penting dalam melestarikan kebudayaan, meningkatkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan memperkaya kurikulum di sekolah dasar. Saran yang dapat diberikan kepada tim lain yang juga ingin melaksanakan pengabdian serupa yaitu perlunya dilakukan penilaian dan evaluasi terhadap kegiatan ini, sehingga dapat diketahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap Kearifan lokal Kalimantan Selatan. Selain itu juga sebaiknya dalam pelaksanaan kegiatan perlu mengajak lebih banyak pemangku kepentingan yang terkait, seperti Kelompok Kerja Guru. Dewan Guru, dan Kepala Sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengenalan Kearifan Lokal Kalimantan Selatan ini. Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan kegiatan ini dapat berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau lebih banyak DAFTAR PUSTAKA