Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 01 (Desember 2. 69 Ae 79 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. Peran Suami Sebagai Nabi. Imam, dan Raja dalam Keluarga Menjadi Kunci Keluarga Bahagia Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono. Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta, herusubagyo1957@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Sugagyo et. AuPeran Suami Sebagai Nabi. Imam, dan Raja dalam Keluarga Menjadi Kunci Keluarga BahagiaAy Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 4, no. 1 (December 19, 2. : 69-79, accessed December 19, 2023, https://doi. org/10. 52489/juteolog. American Psychological Association 7th edition (Subagyo et. all, 2023, p. Received: 21 February 2023 Accepted: 15 July 2023 Published: 19 Desember 2023 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact herusubagyo1957@gmail. Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono Abstract Many Christian families today are found to be unhappy, this is because they do not understand how to manage family life according to God's will. Family life without involving God in it will not experience happiness. The method used is a qualitative descriptive method. In conclusion, a happy family is created when a husband plays a role in three things, namely as a Faith. Prophet and King. As a priest, he is responsible for bringing all family members to worship God. As a prophet, he must have a strong relationship with God. As a King, responsible for the welfare of the family. The three roles above make the husband play optimally, play a role spiritually, namely bringing the family close to God . s Faith and Prophe. and play a physical role to be able to prosper the family . s kin. Keywords: Husband's Role. Happy Family. Happy Christian Family. Family Life Today Abstrak Banyak dijumpai kehidupan keluarga kristen masa kini yang tidak bahagia hal ini disebabkan mereka belum memahami cara mengelola kehidupan keluarga menurut kehendak Tuhan. Kehidupan keluarga tanpa melibatkan Tuhan didalamnya tidak akan mengalami kebahagiaan. Metode yang digunakan adalah metode deskritif kualitatif. Kesimpulan, keluarga bahagia tercipta ketika seorang suami berperan dalam tiga hal yaitu sebagai Iman. Nabi dan Raja. Sebagai Imam, ia bertanggunjawab membawa seluruh anggota keluarga beribadah kepada Allah. Sebagai Nabi, ia harus memiliki relasi yang kuat dengan Tuhan. Sebagai Raja, bertanggungjawab dalam mensejahterakan keluarga. Ketiga peran di atas menjadikan suami berperan secara maksimal, berperan secara rohani yaitu membawa keluarga dekat kepada Tuhan . ebagai Iman dan Nab. dan berperan secara jasmani mampu menyejahterakan keluarga . ebagai raj. Kata kunci: Peran suami. Keluarga Bahagia. Keluarga Kristen bahagia,Kehidupan Keluarga Masa Kini PENDAHULUAN Pernikahan berasal dari kata nikah, yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ikatan . perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama (KBBI. , n. Perkawinan atau pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (UUTP, 1. Menurut definisi diatas, pernikahan adalah suatu ikatan suci . erdasarkan ketuhana. yang dilakukan oleh seorang pria dan seorang wanita dengan tujuan membentuk suatu keluarga yang bahagia. Tujuan utama dari pernikahan adalah keluarga bahagia. Namun pada kenyataan terdapat begitu banyak keluarga yang tidak bahagia termasuk dalam hal ini keluarga kristen. Mengapa mereka tidak bahagia karena mereka belum memahami dalam mengelola sebuah keluarga yang alkitabiah. Mazmur 127 memberi petunjuk pada setiap keluarga tentang bagaimana cara mengelola kehidupan keluarga menurut kehendak Allah. Kehidupan keluarga tanpa melibatkan Allah didalamnya akan berakhir dengan sia-sia (Subagyo, 2023, p. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 Desember 2023 Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono Pernikahan menurut iman kristen bukan hanya melibatkan dua pihak yaitu seorang lakilaki dengan seorang wanita saja namun ada satu pribadi lagi yang terlibat di dalamnya yaitu Tuhan. Secara umum, pernikahan dapat diartikan sebagai hubungan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dimana keduanya mengadakan kesepakatan untuk hidup bersama secara sah dan hidup sebagai pasangan suami Istri (Paath et al. , 2. Pernikahan merupakan wadah Ilahi yang telah dirancang dan dibentuk oleh Allah sendiri sejak penciptaan (Kej. 2:18-. Dalam Kejadian pasal 1 dikatakan bahwa Allah bertindak secara aktif merancangkan dan mempersatukan manusia, yakni laki-laki dan perempuan dan memberkati mereka menjadi sebuah keluarga (Paath et al. , 2. Keluarga Kristen didasarkan pada Alkitab bahwa pada awalnya Allah telah membentuk suatu lembaga pernikahan di taman Eden, seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya (Kej 2:24. Jadi sejak awal penciptaan. Allah sudah merencanakan keluarga bahagia bagi manusia yang diciptakan-Nya. (Mendrofa, 2. Keluarga taman Eden dibentuk Allah dengan tujuan agar patuh dan tunduk pada otoritas dan kehendak Allah dan melakukan apa yang menjadi kehendak Allah (Nikijuluw, 2015, p. Allah sendiri yang berinisiatif membentuk keluarga dan menempatkan keluarga tersebut di taman Eden. Allah berfirman, "tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja" (Kej. Kemudian Allah mengambil "salah satu rusuk" Adam dan dari tulang rusuk itu dibangun-Nya seorang perempuan (Haw. Pengertian "rusuk" disini adalah ruang . (Liubana, 2. Ketika Tuhan Allah mengambil "ruang" dari tubuh Adam, maka yang bersangkutan menjadi "tidak lengkap" lagi tanpa seorang perempuan. Tanpa Hawa. Adam tidak dapat menurunkan keturunan sebagaimana diperintahkan Tuhan pada Kejadian 1:28, karena hanya perempuan yang dapat memberikan anak-anak kepadanya. Tanpa seorang perempuan, maka Adam kehilangan "sebagian dirinya", yang membuatnya "tidak utuh" (Liubana, 2. Pernikahan merupakan kehendak Tuhan TUHAN Allah berfirman: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia (Kej. Artinya pernikahan sejak awal merupakan kehendak Tuhan dengan tujuan supaya ciptaanNya berkembang biak . eranakcucu dan bertambah banya. , berkuasa atas bumi (Alkitab, 2. Frasa tidak baik manusia (Ada. seorang diri saja artinya manusia (Ada. itu membutuhkan penolong, membutuhkan teman, tidak maksimal jika hidup seorang diri. Adam ditempatkan di taman Eden, suatu tempat yang lengkap dan sempurna, tanpa kekurangan apapun. Adam setiap saat bisa berhubungan dan bersekutu dengan Allah, namun Adam tidak bisa melihat bahwa dirinya belum lengkap. Tuhanlah . ukan Ada. yang mengatakan bahwa tidak baik kalau manusia (Ada. itu seorang diri saja, artinya seorang laki-laki tidak lengkap dalam hidupnya jika tidak didampingi wanita (Thurman, 1997, p. Tidak ada ciptaan lain yang dapat mengisi kesendirian dan kebutuhan-kebutuhan Adam. kesendirian dan kebutuhan Adam hanya dapat diisi oleh seorang wanita. Kemudian ketika Adam tidur. Allah mengambil salah satu tulang rusuknya dan membangun-Nya Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 Desember 2023 Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono menjadi wanita dan menempatkan wanita tersebut bersama dengan Adam di Eden. Adam merespon karya Allah di atas dengan mengatakan AuInilah dia, tulang dari tulang rusukkuAy (Kej. Frasa Auinilah dia tulang dari tulangkuAy dalam terjemahan lain dikatakan Auakhirnya inilah dia, sebuah pernyataan seorang yang merindukan kekasihnya yang menyerukan AuDimanakah kamu selama ini kekasihku?Ay (Thurman. , 1997, p. Ungkapan di atas adalah reaksi Adam bahwa Hawa menjadi jawaban terhadap kesendiriannya. Inilah gambaran dari pasutri dalam menjalani hidup berkeluarga dimana mereka saling membutuhkan dan saling Posisi Hawa sebagai penolong yang sepadan telah menimbulkan banyak penafsiran. Ada penafsir yang mengatakan bahwa Hawa sebagai penolong dalam perannya mengusahakan taman Eden (Kej. , penafsir lain mengatakan bahwa yang dimaksud sebagai penolong disini adalah perannya sebagai wanita yang akan melahirkan keturunan (Kej. sedang penafsir lainnya lagi mengatakan bahwa peran wanita dalam kehidupan nyata adalah penolong suaminya dalam banyak hal. Namun kalau mencermati nats Kejadian 1:28, yang dimaksudkan sebagai penolong disini lebih condong pada peran dan tugasnya dalam melahirkan keturunan . Dukungan untuk menguatkan penafsiran diatas adalah ketika mereka jatuh dalam dosa. Allah menjanjikan bahwa keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Hawa sebagai penolong yang sepadan artinya memiliki tugas fungsi yang berbeda, sehingga laki-laki dan perempuan adalah pasangan yang saling melengkapi. Perkawinan Adam dan Hawa adalah cikal bakal dari perkawinan pasutri dan menjadi landasan sebuah perkawinan yang dikehendaki Allah. Pernikahan di taman Eden seharusnya menjadi role model dari semua pernikahan pasutri sekarang ini. Keluarga Eden dipenuhi kebahagiaan dan damai sejahtera karena mereka bertada dalam suasana keintiman dengan Allah (Christi, 2020, pp. 1Ae. Namun demikian sangat disayangkan bahwa pernikahan pertama di atas, yang awalnya dipenuhi dengan suasana sukacita dan damai sejahtera pada akhirnya berubah menjadi malapeka yang luar biasa ketika mareka jatuh ke dalam dosa. Alkitab menulis, ketika Hawa sedang dicobai si ular. Adam sedang ada bersama dia, perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan AA. Lalu dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia. AA. (Kej. Frasa AuAdam ada bersama-sama dengan diaAy memberi gambaran kepada kita bahwa Adam sebagai pemimpin, tidak berusaha mencegah istrinya ketika sedang dicobai oleh ular, bahkan seolah Adam justru membiarkannya sehingga peristiwa tragis itu terjadi. Adam seorang pemimpin yang tidak tegas, oleh karena ketidaktegasannya mereka diusir dari taman Eden dan memulai hidup dalam penderitaan. Hal ini menjadi gambaran pada keluarga kristen masa kini, ketika seorang suami tidak berfungsi maksimal akan berakibat fatal pada keluarganya. Institusi keluarga yang semula damai dan penuh sukacita berubah total sebagai dampak masuknya dosa ke dalam institusi tersebut. Konflik sumai istri pertama terjadi dalam keluarga, frasa yang mengatakan Au "Perempuan yang Engkau berikan sebagai temanku telah memberi buah tersebut lalu aku memakannya (Kej. (Alkitab Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 Desember 2023 Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono BIMK, 2005, p. , menunjukkan indikasi terjadi konflik dimaksud sehingga hubungan antar anggota keluarga menjadi bermasalah. Konfusianisme mengatakan bahwa keluarga sebagai komponen terpenting dalam kehidupan manusia, kekuatan masyarakat bahkan Negara sangat dipengaruhi oleh integritas keluarga (Nikijuluw, 2015, p. Basic pemikiran konfusianisme mengatakan bahwa ikatan keluarga yang kuat akan berdampak pada keberhasilan para anggotanya dalam berbagai bidang kehidupan, mereka yang gagal membangun keluarga akan sulit berhasil dalam membangun kehidupan di tengah masyarakat (Nikijuluw, 2015, p. maka peran seorang pemimpin dalam hal ini suami sangat berperan sekali dalam membangun keluarga yang bahagia. Posisi suami dalam keluarga Selayaknya sebagai sebuah intitusi maka di keluarga seharusnya mempunyai pemimpin . Peranan seorang pemimpinan dalam sebuah organisasi atau sebuah keluarga terlihat begitu penting, karena dari seorang pemimpinlah dapat merubah keadaan dan membuat semua tujuan dan cita-citanya dapat terwujud sesuai dengan harapan (Haryono, 2015, p. Alkitab menetapkan bahwa yang menjadi kepala dalam keluarga adalah suami, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat (Ef. Peran suami sebagai kepala keluarga sangatlah penting, sebab perannya sangat menentukan tercapainya keluarga bahagia. Kasus Adam dan Hawa di atas menunjukkan bahwa peran suami sebagai pemimpin atau kepala keluarga adalah sangat menentukan. Kebahagiaan keluarga tercapai ketika suami bertindak benar dihadapan Allah dan istri membantunya sesuai perannya sebagai seorang AupenolongAy sebaliknya keluarga akan menderita ketika suami dan istri bertindak sebaliknya. Keluarga bahagia tidak diperoleh dengan waktu yang cepat melainkan memerlukan proses, memerlukan tahapan demi tahapan dan membutuhkan usaha yang serius dari mereka. Alkitab menulis bahwa pernikahan yang sempurna jika pasangan tersebut menjadi Ausatu dagingAy. Menjadi satu daging tersebut dimulai ketika pasutri tersebut menikah (Thurman. 1997, p. Hal ini merupakan suatu proses yang akan terus berlangsung secara terus menerus selama mereka hidup. Hidup berkeluarga adalah sebuah perjalanan yaitu perjalanan ziarah untuk berjumpa dengan Allah. Keluarga yang melibatkan kuasa Allah adalah keluarga bahagia karena Allah akan turut bekerja di dalam keluarga tersebut (Subagyo, 2023, p. Bangunan rumah melambangkan AukebahagiaanAy. Dikatakan bahwa keluarga yang tidak melibatkan otoritas Allah akan sia-sia atau dalam pengertian lain Autidak bahagiaAy. Keluarga yang dibangun dengan cara apapun tanpa melibatkan otoritas Allah di dalamnya tidak akan mengalami kebahagiaan (Subagyo, 2023, p. Untuk mewujudkan keluarga Kristen yang bahagia paling tidak ada delapan karakteristik kunci yang harus diusahakan yaitu: Pertama, memiliki visi pernikahan yang kedua, tidak cinta uang. ketiga, memahami dan menghargai berbagai perbedaan. keempat, komitmen pada janji pernikahan. kelima, kerja keras, cerdas, mawas, ikhlas dan keenam, meningkatkan kualitas hubungan secara terus menerus. ketujuh, memelihara Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 Desember 2023 Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono homesitas keluarga yang baik. kedelapan, memiliki obsesi yang agung (Angin & Yeniretnowati, 2. Walau sejak awal penciptaan. Allah telah merancang keluarga bahagia namun hal tersebut tidak terjadi dengan sendirinya, para anggota keluarga harus berjuang dengan niat yang sungguh dengan cara mengundang Allah ikut campur tangan dalam mewujudkannya. Keluarga bahagia harus dimotori oleh seorang suami karena ia, pemimpin yang ditetapkan Allah. Hanya karya Allah saja yang dapat memberikan kebahagian dalam perkawinan, karena Dialah yang menciptakan lembaga tersebut. Setiap pasutri yang dalam membina kehidupan perkawinannya tanpa mengikuti rencana Allah akan berakhir dengan kegagalan(Thurman. 1997, p. Itu sebabnya Pemazmur mengingatkan bahwa AuJika bukan Tuhan yang membangun rumah maka sia-sialah usaha orang yang membangunnya (Mz. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskritif kualitatif. Metode penelitian ini memiliki tujuan untuk melukiskan, menggambarkan, menjelaskan, menerangkan, dan menjawab secara rinci permasalahan yang akan diteliti (Sugiyono, 2. Metode ini dilakukan dengan mendalami atau mempelajari sejumlah dokumen terkait topik penelitian antara lain berupa buku, skripsi, tesis, jurnal, surat kabar, majalah dan sumber data lainnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada zaman Perjanjian Lama, jabatan Nabi. Imam, dan Raja pada awalnya merupakan tiga jenis jabatan berbeda yang diperuntukkan pada orang-orang tertentu yang dipilih Allah. Imam bertugas menjadi perantara atau penghubungan antara Allah dan umat-Nya. Nabi berperan sebagai penerima wahyu dari Allah untuk disampaikan pada umat dan Raja bertindak sebagai pemimpin dan memerintah bangsa Israel pada zaman itu. Seorang pria sebagai ayah dan kepala rumah tangga mengemban tugas sebagai imam, nabi dan raja (Tim-Rekdaksi. Tuhan telah mempercayakan kepada setiap ayah tanggung jawab untuk mewujudkan pernyataan yang mendasar dari alkitab, yaitu kebapaan (Kol. 3:19-. Menjadi seorang bapa yang sesungguhnya merupakan gambaran yang paling sempurna tentang Allah yang harus diperankan oleh setiap suami (Tim-Rekdaksi, 2. Suami sebagai gambaran figur Allah di dalam keluarganya. Karenanya seorang suami harus bertanggung jawab mewakili Kristus ditengah-tengah keluarganya. Peran suami sebagai Nabi Jabatan nabi memiliki penekanan kuat pada hati yang peka terhadap suara Tuhan sekaligus keberanian untuk memberitakan suara Tuhan yang didengarnya kepada umat-Nya (Joy. Dalam perannya sebagai pendengar, seorang nabi harus sensitif dalam membedakan suara Tuhan, suara hati, suara pikirannya sendiri, dan bahkan suara setan (Joy, 2. Untuk memperoleh kepekaan yang kuat terhadap suara Tuhan maka nabi harus memiliki relasi . yang kuat dengan Tuhan. Yesus memiliki hubungan yang kuat dengan Allah Bapa. Alkitab menulis bahwa pada waktu hari masih sangat gelap. Yesus bangun lalu pergi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 Desember 2023 Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono ke daerah yang sepi untuk berdoa (Mrk. (Alkitab, 2018, p. Kepekaan seorang suami yang berperan sebagai nabi dalam mendengar suara Tuhan dapat dimulai dari seberapa banyak waktu yang mereka alokasikan untuk membaca, merenungkan, dan merindukan firman Tuhan (Joy, 2. Berdasarkan kajian dalam Alkitab (PL dan PB), tugas seorang nabi setidaknya terdapat lima tugas utama yaitu, pertama, menerima dan menyampaikan pesan Tuhan, kedua, mengajar, ketiga, bernubuat, keempat, berdoa safaat dan kelima, memberi petunjuk kepada umat (Tim-Redaksi. Rubrik. Kristen, 2. Seorang nabi juga dapat dikatakan bertindak sebagai penyambung lidah Tuhan, artinya nabi adalah perantara atau penghubung antara Allah dengan umat-Nya. Nabi diharapkan dapat memberi jawaban atas persoalan sehari-hari, khususnya mengenai masa depan bangsa Israel pada waktu itu (Binsar Jonathan Pakpahan, , p. Dalam Perjanjian Lama, setiap orang tidak dapat memiliki akses langsung kepada Tuhan. Mereka butuh perantara sebagai jembatan penghubung yaitu nabi. Seorang nabi adalah pribadi yang dipilih dan diurapi oleh Tuhan menjadi "juru bicara-Nya" (Zaluchu. Para nabi di dalam Perjanjian Lama adalah orang-orang yang secara khusus dipilih oleh Allah untuk disampaikan firman-Nya kepada umat (Tim-Redaksi. Rubrik. Kristen, 2. Setelah menerima pesan dari Tuhan, nabi harus menyampaikan pesan tersebut kepada umat. Pesan di atas dapat berupa nasehat, nubuatan, penghiburan atau tegoran bagi umat Tuhan, nabi harus menyampaikan pesan tersebut apa adanya (Tim-Redaksi. Rubrik. Kristen, 2. Dalam Yohanes 10:27, tertulis, karena domba-domba-Ku selalu mendengarkan suaraKu dan Aku mengenal mereka dan mereka selalu mengikut Aku(Alkitab, 2018, p. , ayat ini menggambarkan adanya hubungan yang erat antara gembala dan domba-dombanya. Sikap mendengarkan mengandung makna bahwa domba-domba tersebut memahami dengan baik maksud dari suara gembalanya (Listyaningsih, 2. Seorang suami berperan sebagai nabi, pendengar suara Tuhan yang baik dan disertai semangat untuk melakukan firman tersebut dalam kehidupan sehari-hari, niscaya akan memperoleh kedamaian dalam kehidupan keluarganya (Listyaningsih, 2. Peran suami sebagai Imam Diatas telah disampaikan bahwa salah satu tugas imam sebagai perantara antara Tuhan dan Hal itu ditunjukkan dengan memimpin umat beribadah kepada Allah, termasuk dalam upacara pengurbanan hewan, dan berusaha agar peribadahan itu dapat berlangsung secara teratur dan benar menurut tata kebiasaan yang berlaku (Binsar Jonathan Pakpahan, , p. Imam juga bertugas untuk menyampaikan firman Tuhan ketika seseorang meminta petunjuk kepada mereka (Ul. Peran Imam lain yaitu menyampaikan berkat kepada umat (Bil. 6:22-. Di dalam keluarga haruslah ada seorang imam dan Allah sudah menentukan hal itu yang memerankan adalah kaum pria dalam hal ini suami (Cole Edwin Louis, 2. Selanjutnya Cole mengatakan, apakah anda seorang hamba Tuhan atau bukan, suami adalah seorang iman dalam keluarga. Suami adalah seorang imam, entah percaya atau tidak. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 Desember 2023 Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono entah menerima atau tidak, entah menghidupi atau bahwa tidak menghiraukan sama sekali, suami adalah seorang imam (Cole Edwin Louis, 2. Tugas seorang imam bukan hanya melayani Tuhan, melainkan juga melayani orang-orang yang dipercayakan untuk dikasihi, artinya seorang suami harus melayani keluarganya yaitu istri dan anak-anaknya. Pelayanan yang seperti ini seharusnya dikerjakan dengan serius, untuk itu dibutuhkan seorang suami yang sungguh-sungguh dapat mengerjakannya dengan berhasil karena Allah sudah memberikan petunjuk yang dibutuhkan untuk maksud diatas yaitu firman-Nya yang tertulis di Alkitab (Cole Edwin Louis, 2. Peran suami sebagai Raja Dalam Kejadian 2:15, ketika Allah menciptakan manusia kemudian menempatkannya dalam taman Eden. Kata AumenempatkanAy dapat diterjemahkan antara lain : AumengangkatAy. AumelantikAy. Aumemberi tugasAy kepada seorang raja untuk menjalankan tugas dan fungsinya (Christi, 2020, pp. Adam diangkat dan diberi tugas menjadi pemimpin dalam keluarga di taman Eden untuk AumemerintahAy dalam tugasnya mengusahakan dan memelihara taman itu. Dalam kontek kehidupan keluarga saat ini, seorang suami menerima otoritas dari Allah sebagai raja, kepala, pemimpin dalam keluarganya dengan tugas untuk mengatur, mengusahakan dan melindungi keluarganya (Christi, 2020, p. Setidaknya ada tiga tugas utama seorang raja yaitu . Memimpin rakyat, . Melindungi rakyat dari serangan musuh, . Mensejahterakan rakyat. Pertama seorang Raja haruslah siap dan bersedia untuk memperjuangkan Kerajaannya dari ancaman pihak lain . Dalam mempertahankan kekuasaannya, jangankan harta, nyawa pun akan dipertaruhkan oleh sang Raja sebagai bentuk tanggungjawabnya. Tak heran jika dahulu sering terjadi pertumpahan darah hanya demi mempertahankan kekuasaan serta memperjuangkan kerajaannya (Wardoyo, 2. Seorang suami adalah pemimpin yang memperjuangkan keluarganya dari berbagai problema kehidupan agar terus berjalan sesuai yang dikehendaki. Dalam Efesus 5:25. Paulus menulis pesan kepada para suami. AuHai suami hendaklah kamu mengasihi istrimu sama seperti Kristus sudah mengasihi kitaA. Ay (Alkitab, 2018, p. Point utama yang disampaikan oleh pesan di atas adalah seorang suami harus berani berkorban pada Tugas kedua seorang raja adalah melindungi rakyat dari serangan musuh. Tugas berat raja adalah melindungi kerajaannya dari serangan musuh. Jaman dulu seorang raja akan mempertaruhkan nyawanya guna melindungi kedaulatan kerajaan. Demikian juga seorang suami harus menjadi pelindung bagi keluarganya. Paulus menulis kesaksiannya dalam Filipi 4:13 mengatakan saya bisa menghadapi segala keadaan karena Kristus yang selalu memberi kekuatan kepada saya (Alkitab, 2018, pp. 531Ae. Seorang suami dapat berperan menjadi pelindung keluarga yang baik, bila ia memiliki relasi yang baik dengan Tuhan. Relasi ini berdampak pada iman yang semakin bertumbuh bahwa Tuhan senantiasa memberi kekuatan ketika menghadapi permasalahan hidup. Tugas ketiga seorang raja adalah mensejahterakan rakyat. Tugas seorang raja sebagai pemimpin bukan hanya memikirkan keamanan wilayah kekuasaannya saja, namun raja Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 4 No. 1 Desember 2023 Heru Subagyo. Hestyn Natal Istinatun. Ari Suksmono dituntut untuk sanggup mensejahterakan rakyatnya dari kemiskinan. Sebab rakyat yang hidup menderita, dapat memicu timbulnya beragam gejolak rakyatnya. Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi pemberontakan dari rakyatnya sendiri (Wardoyo, 2. Seorang suami harus berusaha atau bekerja dengan sungguh agar dapat mensejahterakan keluarganya. Alkitab menulis AuHendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya. Kor. Yang dimaksud AuistrinyaAy disini mencakup juga pada seluruh anggota keluarga. Sorang suami harus bertanggungjawab dalam membiayai kebutuhan keluarga. KESIMPULAN Sejak awal. Allah telah merancang keluarga bahagia namun hal tersebut tidak terjadi secara otomatis, para anggota keluarga harus berjuang dengan niat yang sungguh dengan cara mengundang Allah ikut campur tangan dalam mewujudkannya. Keluarga bahagia harus dimotori oleh seorang suami karena ia, pemimpin yang ditetapkan Allah. Hanya karya Allah saja yang dapat memberikan kebahagian dalam perkawinan, karena Dialah yang menciptakan lembaga tersebut. Setiap pasutri dalam membina kehidupan perkawinannya tanpa mengikuti rencana Allah akan berakhir dengan kegagalan. Keluarga sebagai komponen terpenting dalam kehidupan manusia, kekuatan masyarakat bahkan Negara sangat dipengaruhi oleh integritas keluarga, ikatan keluarga yang kuat akan berdampak pada keberhasilan para anggotanya dalam berbagai bidang kehidupan, namun mereka yang gagal membangun keluarga akan sulit berhasil dalam membangun kehidupan di tengah masyarakat, seorang pemimpin dalam hal ini suami sangat berperan sekali dalam membangun keluarga yang Keluarga bahagia tercipta ketika seorang suami berperan dalam tiga hal yaitu sebagai Iman. Nabi dan Raja. Sebagai Imam, ia bertanggunjawab membawa seluruh anggota keluarga beribadah kepada Allah. Salah satu peran nabi adalah mendengar suara Tuhan, untuk itu suami harus memiliki relasi . yang kuat dengan Tuhan. Suami berperan sebagai Raja, bertanggungjawab dalam mensejahterakan keluarga, dalam hal ini suami mampu membiayai kebutuhan hidup keluarganya. DAFTAR PUSTAKA