Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli, 2022, 8. : 583-594 PENGARUH LUAS PANEN PADI. PRODUKTIVITAS. JUMLAH PENDUDUK DAN CURAH HUJAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH THE REGRESSION OF PADDYAoS HARVESTED AREA. RICEAoS PRODUCTICITY. POPULATIONS AND RAIN INTENSITY TO FOOD SECURITY IN PROVINCE OF CENTRAL JAVA Polykarvos Nubun*. Yuliawati Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-56. Salatiga Jawa Tengah Email: polykarvosnubun22@gmail. (Diterima 02-01-2022. Disetujui 11-04-2. ABSTRAK Ketahanan pangan merupakan sebuah isu pokok yang sangat penting dalam memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat karena memiliki dampak yang menentukan kestabilan dalam bidang ekonomi, sosial dan politik di dalam sebuah negara secara khususnya Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas panen padi, produktivitas beras, jumlah penduduk dan curah hujan terhadap ketahanan pangan di 29 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini mengenalisis 4 variabel bebas menggunakan data sekunder berupa data panel, dengan cross-section 29 kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah dan runtun waktu . ime serie. selama 3 tahun mulai dari tahun 2018 sampai tahun 2020. Alat analisis yang digunakan berupa regresi date panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM),untuk mengolah data ini menggunakan program Eviews 11 SV . Hasil penelitian menunjukan secara bersama-sama variebal luas panen padi, produktivitas beras, jumlah penduduk dan curah hujan terhadap ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan. Secara persial menunjukan bahwa variabel: . Luas panen padi tidak signifikan dan berhubungan positif terhadap ketahanan pangan. Produktivitas beras secara individu berpengaruh signifikan dan berhubungan negative terhadap ketahanan pangan. Jumlah penduduk secara individu berpengaruh signifikan dan berhubungan negatif terhadap ketahanan pangan. Curah hujan secara individu tidak signifikan dan berhubungan positif terhadap ketahanan pangan. Hasil uji asumsi klasik dari penelitian ini menunjukkan bahwa model regresi data panel terbebas dari gejala normalitas, multikolinearitas, autokorelasi dan heteroskedastisitas. Kata kunci: luas panen, produktivitas, jumlah penduduk, intensitas hujan. ABSTRACT In Indonesia, food security is an important issue in meeting the needs and welfare of the community because it has a decisive impact on economic, social and political stability in Indonesia. This research aims to analysis the impact of paddyAos harvested area, riceAos productivity, populations, and rain intensity on food securities in 29 districts on Province of Central Java. The analysist consists of four independent variables used secondary data . anel analysi. with cross-section on 29 districts in three years, from 2018 to 2020 . ata time serie. The tool of analysis used is the regression method . anel analysi. called fixed effect model (FEM), all of data is processed by Eviews 11 SV . The result shows that paddyAos harvested area, riceAos productivity, populations, and rain intensity are significant to food securities. As partial shown of the variable . PaddyAos harvested doesn't have significant correlation to food securities and has positive correlation to food securities. The productivity of rice has a significant and negative correlation to food The variable of populations has significant and negative correlation to food The RainAos intensity doesn't have significant correlation and has positive correlation PENGARUH LUAS PANEN PADI. PRODUKTIVITAS. JUMLAH PENDUDUK DAN CURAH HUJAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH Polykarvos Nubun. Yuliawati to food securities. The results of classic assumption-test indicates that the model of the regression . anel analysi. are independent from normalities, multicollinearities, autocorrelations, and Keywords: harvested area, productivity, populations, rain intensity. PENDAHULUAN Ketahanan sebuah isu pokok yang sangat penting Techno-Geek menyebutkan ada lima hal yang harus kesejahteraan masyarakat karena memiliki ketahanan pangan nasional yaitu . kondisi ekonomi, politik, sosial, dan dalam bidang ekonomi, sosial dan politik . sarana dan di dalam sebuah negara secara khususnya prasarana publik yang baik. Indonesia. Pembangunan ekonomi dan . ketersediaan lahan dan iklim. Bagi Indonesia, pangan sering diidentikkan masyarakat serta kesediaan pangan sangat dengan beras karena jenis pangan ini penting dan menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan pembangunan dan ketahanan sehingga ketahanan pangan diidentikkan pangan Indonesia. Letak Indonesia secara dengan ketersediaan beras. Beberapa menyebabkan adanya perbedaan baik dari mengancam ketahanan pangan menurut Hapsari dan Rudianto . selain kecocokan dalam memilih tanaman yang dapat tumbuh dengan baik termasuk tanaman pangan. penurunan produksi Pada dasarnya ketahanan pangan yang disebabkan karena perubahan iklim. Prediksi iklim yang akan terjadi pada tahun 2020 seseorang untuk mengakses pangan. menurut Badan Meteorologi. Klimatologi Indonesia, pengertian ketahanan pangan dan Geofisika (BMKG) dalam Kompas . yaitu potensi musim kemarau lebih Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 yang kering . ulai Juni 2. pada daerah bisa diidentifikasi menjadi empat dimensi sentra produksi pertanian khususnya di yaitu: ketersediaan pangan, akses pangan, sebagian Sumatera. Jawa. Kalimantan, sosial-ekonomi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli, 2022, 8. : 583-594 Sulawesi Selatan dan Bali. Hanani . Beberapa kelemahan dari penggunaan Machmud Cobb-Douglas, adanya pandemi Covid-19 berpotensi (Soekartawi, 1. sebagai berikut: menimbulkan gangguan pada produksi dan . Fungsi tersebut dapat diubah dalam distribusi produk pangan dan pertanian bentuk linier yang mengambil log pada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, menjadi fungsi log linier seperti: Ln Y = Ln b0 b1lnX1 b2lnX2 b3lnX3 Ketahanan pangan di Provinsi Jawa b4lnX4 AA Tengah ditopang oleh ketersediaan pangan . Fungsi dari 29 kabupaten. Setiap kabupaten digunakan dalam perhitungan angka memiliki karakteristik berbeda dalam hal luas panen padi, produktivitas, jumlah melihat koefisien produksi . penduduk dan curah hujan. Kondisi- . Jumlah koefisien produksi . dapat kondisi inilah yang akan digunakan untuk diartikan sebagai tolak ukur bagi mengukur ketahanan pangan di Provinsi ekonomis skala usaha Jawa Tengah dengan menggunakan data . Variabel input kadang-kadang lebih sekunder selama tiga tahun terakhir besar dari tiga, jika menggunakan . Tujuan penelitian ini yaitu fungsi produksi Cobb-Douglas akan untuk menganalisis pengaruh luas panen lebih mudah karena lebih sederhana Fungsi Cobb- penduduk dan curah hujan terhadap Douglas digunakan untuk mengetahui dari ketahanan pangan di 29 kabupaten kota aspek produksi yaitu produksi marginal yang berada di Provinsi Jawa Tengah. arginal produc. , tingkat kemampuan Cobb-Douglas merupakan fungsi batas untuk mensubstitusi . arginal rate atau persamaan yang melibatkan dua variabel atau lebih variabel, dimana . actor variabel dependen yang dijelaskan dengan intensit. , dan rata-rata produksi . verage Y, sedangkan variabel lainnya disebut Di dalam teori ekonomi terdapat beberapa perbedaan antara faktor produksi (Soekartawi. PENGARUH LUAS PANEN PADI. PRODUKTIVITAS. JUMLAH PENDUDUK DAN CURAH HUJAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH Polykarvos Nubun. Yuliawati Analisis kegiatan faktor produksi jangka pendek yaitu dari faktor produksi yang Menurut (Sadono Darwanto ketahanan pangan sangat bergantung pada Soekimo, 2. Faktor produksi yang jumlahnya tetap sering disebut input tetap, dipasok di tingkat nasional. Beras dapat artinya tidak berubah- ubah atau tidak dikatakan sebagai produk subsisten karena produk yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga Ketahanan pangan secara umum produsen atau petani dan sisanya dijual ke didefinisikan sebagai: Ausuatu kondisi yang timbul ketika semua orang memiliki akses fisik, sosial, dan ekonomi yang teratur METODE PENELITIAN cukup/cukup, dilakukan di kabupaten yang berada di Provinsi Jawa kebutuhan dan pilihan pangan masyarakat Tengah dengan mengakses data melalui dalam kehidupannya. aktif dan sehatAy. sumber data di Badan Pusat Statistik Pemerintah Indonesia melalui Dewan Provinsi Jawa Tengah dari tahun 2018- Ketahanan Pangan bekerjasama dengan Penelitian ini dilaksanakan bulan World Food Programme (WFP), membuat Agustus sampai dengan bulan Oktober Atlas Ketahanan Pangan pada tahun 2005 Penelitian ini merupakan jenis dan kemudian memperbaharuinya dengan membuat Peta Ketahanan Pangan. bersifat asosiatif. Penelitian kuantitatif pendekatan berikut: ketersediaan pangan, akses pangan dan penggunaan pangan sebab-akibat variabel-variabel (Dewan Ketahanan Pangan, 2. Indonesia. Penelitian Jika tertuang dalam UU No. 7 tahun 1996 penelitian explanatory, yaitu penelitian Definisi menekankan bahwa konsep ketahanan mengapa dan bagaimana sebuah fenomena pangan terdiri dari lima bagian, yaitu: Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi Aspek aman, aspek pemerataan dan aspek data panel, yang menggabungkan data Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli, 2022, 8. : 583-594 time series dan cross-section. Dalam lahan sawah dan 2,26 juta hektar . regresi data panel terdapat tiga pendekatan bukan lahan sawah. teknik yang dapat digunakan, yaitu: Topografi Provinsi Jawa Tengah Estimasi Common Effect Model (CEM), meliputi daerah pesisir, dataran rendah. Fixed Effect Model (FEM) dan Random dataran tinggi dan daerah perbukitan Effect Model (REM) (Widarjono, 2. dengan pegunungan yang lamdai dan Dari segi iklim. Provinsi Jawa Tengah memiliki iklim tropis dengan HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Tengah Umum Provinsi Jawa berselang-seling sepanjang tahun. Suhu Jawa Tengah merupakan salah satu bulanan adalah dengan rata-rata minimum Provinsi yang letaknya diapit oleh dua 21,30 C dan maksimum 30,70 C. Curah Provinsi besar yaitu Jawa Barat dan Jawa hujan tahunan bervariasi dari 1. 000 hingga Timur. Secara geografis letaknya antara 5 Ao Ao 4 dan 8 3 Lintang Selatan dan antara Ao mm/tahun, diklasifikasikan sebagai zona iklim basah. Ao 108 30 dan 111 30 Bujur Timur. Batas Biasanya wilayah Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun, ada bulan yang banyak Utara berbatasan dengan Laut Jawa, hujan seperti bulan Oktober-Desember, di beberapa tempat di bulan ini jumlah hari Samudra Hindia dan Provinsi Daerah hujan dari 10 hari sampai 22 hari. Curah Istimewa hujan mulai sedikit menurun pada bulan Selatan Yogyakarta. Sebelah Barat dengan Provinsi Jawa Barat dan sebelah April-September. Timur berbatasan dengan Provinsi Jawa Penentuan Estimasi Regresi data Panel Timur. Uji Statistik F (Chow Tes. Secara administratif Provinsi Jawa Uji Chow Test digunakan untuk Tengah terbagi menjadi 29 kabupaten dan 6 kota dengan Kota Semarang sebagai digunakan antara Estimasi Common Effect ibukota Provinsi. Luas wilayah Jawa Model atau menggunakan Estimasi Fixed Tengah sebesar 3,25 juta hektar atau Effect Model. Uji Chow dilakukan dengan sekitar 25,04% dari luas Pulau Jawa menggunakan kriteria pengujian apabila . ,70% dari luas Indonesi. Luas yang . -value > 0. maka estimasi Common ada terdiri dari 922 ribu hektar . ,47%) Effect Model yang terpilih, namun jika . - PENGARUH LUAS PANEN PADI. PRODUKTIVITAS. JUMLAH PENDUDUK DAN CURAH HUJAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH Polykarvos Nubun. Yuliawati value <0. maka estimasi Fixed Effect hasil dari pengujian uji Hausman yang Model dan dilanjutkan uji Hausman. ditunjukan pada Gambar 2. Adapun hasil dari pengujian uji chow Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects yang ditunjukan pada Gambar 1. Test Summary Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Cross-section random Effects Test Cross-section F Cross-section Chi-square Statistic Prob. Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Gambar 1. 2 Hasil Analisis Uji Hausman Test Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukan oleh tabel diatas, diketahui Gambar 1. 1 Hasil tes Redundant Fixed EffectsLikelihood Ratio bahwa nilai p-value < maupun chi-square Berdasarkan hasil pengujian yang tidak signifikan . -value < 0. hal ini ditunjukan oleh tabel diatas, diketahui sesuai dengan kriteria pengujian yang bahwa nilai p-value < maupun chi-square telah dilakukan, dapat dilihat bahwa hasil tidak signifikan . -value < 0. hal ini uji Hausman sesuai dengan kriteria pengujian yang ChiAiSquare sebesar 0. 000 lebih kecil dari telah dilakukan, dapat dilihat bahwa hasil 05 sehingga dapat disimpulkan pada uji chow yakni nilai cross-section ChiAi Square sebesar 0. 0000 lebih kecil dari Fixed Effect model. 05 sehingga dapat disimpulkan pada Analisis Hasil Regresi data Panel yakni nilai cross-section Berdasarkan analisis statistik yang Fixed Effect model. Uji Hausman Chow, uji Hausman dan uji Langrange Uji Hausman Multiplier, memilih model yang akan digunakan antara Estimasi Random Effect model atau digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Estimasi Fixed Effect. Uji model estimasi model dengan fixed effect Hausmant sebagaimana tersaji pada Gambar 3. menggunakan kriteria pengujian apabila . -value > 0. maka Random effect model yang terpilih namun jika . -value < . maka fixed effect model. Adapun Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli, 2022, 8. : 583-594 bersama-sama memiliki pengaruh yang Dependent Variable: LNY Method: Panel Leas t Squares Date: 11/17/21 Tim e: 11:41 Sam ple: 2018 2020 Periods included: 3 Cros s -s ections included: 29 Total panel . obs ervations : 87 signifikan terhadap ketahanan pangan di Variable Coefficient Std. Error t-Statis tic Prob. LNX1 LNX2 LNX3 LNX4 29 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Koefisien Determinasi (Uji R. Effects Specification Cros s -s ection fixed . um m y variables ) Root MSE Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Wats on s tat R-s quared Adjus ted R-s quared of regres s ion Sum s quared res id Log likelihood F-s tatis tic Prob(F-s tatis ti. Dari hasil analisis menggunakan estimasi Fixed Effect Model koefisien determinasi uji R2 Gambar 3. Estimasi Model Fixed Effect Berdasarkan tabel di atas, terdapat untuk mengetahui nilai konstan dan parameter untuk setiap dependen Y terhadap variabel independen variabel independen, termasuk hubungan luas panen (X. , produktivitas beras (X. , dengan variabel jumlah penduduk (X. , curah hujan (X. dependen Y (Ketahanan Panga. Hasil Pada model estimasi Fixed effect model nilai R-square sebesar 0,988022, hal ini koefisien C adalah -19. Dengan menunjukkan bahwa kontribusi seluruh asumsi semua variabel bebas bernilai positif, maka nilai variabel terikat adalah - variabel terikat sebesar 98,80% dan sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel Uji Simultan (Uji . lainnya di luar model. bersama-sama menggunakan estimasi fixed effect modelt yang dilakukan, diketahui bahwa variabel luas panen padi (X. tidak signifikan. Jika dengan menggunakan estimasi model disimpulkan bahwa variabel luas panen padi tidak signifikan terhadap ketahanan ketahanan pangan di 29 kabupaten di pangan di 29 kabupaten di Provinsi Jawa Provinsi Jawa Tengah. Dapat disimpulkan bahwa semua variabel nilai probabilitas 0,4582, maka dapat Pada taraf signifikansi 0,05%, uji f 0,05% untuk ketahanan pangan dengan probabilitas dari uji-f adalah 0,00000. Berdasarkan hasil analisis dengan Berdasarkan hasil pengujian di Luas Panen Padi (X. ketahanan pangan (Y) variabel dependen atau tidak berpengaruh Interpretasi Hasil Analisis Uji f dilakukan untuk mengetahui Tengah. Sedangkan nilai koefisien luas bebas secara PENGARUH LUAS PANEN PADI. PRODUKTIVITAS. JUMLAH PENDUDUK DAN CURAH HUJAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH Polykarvos Nubun. Yuliawati panen padi (X. 37230, artinya provinsi lainnya yang memiliki luas lahan jika luas panen padi bertambah 1% maka pertanian seperti Jawa Barat dan Jawa ketahanan pangan akan turun sebesar - Timur yang hanya memiliki luas lahan baku sawah malah mengalami kenaikan Hasil dari analisis luas panen padi masing-masing sebesar 12,452 hektare tidak signifikan dan berhubungan negatif dan 130,631 hektar. Berdasarkan Data terhadap ketahanan pangan di Provinsi Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng baru Jawa Tengah. Ini menunjukkan terjadinya saja mengkonfirmasi bahwa luas panen penurunan luas panen padi di Provinsi padi di Jawa Tengah pada tahun 2019 Jawa Tengah menyebabkan penurunan yang hanya seluas 1. 68 juta hektare terhadap ketahanan pangan. Ada beberapa mengalami penyusutan sebesar 143. faktor yang mempengaruhi penurunan hekter atau sebesar 7,88% dibandingkan Luas panen di Provinsi Jawa Tengah, . Bangun Widoyono BPS Jateng Sentot Produktivitas beras (X. terhadap Ketahanan Pangan (Y) beberapa temuan-temuan dilapangan yang dapat memperkuat terjadinya penurunan Berdasarkan hasil analisis dengan Luas panen padi. Menurutnya ada sawah menggunakan estimasi fixed effect modelt yang seharusnya ditanami tetapi ditanami yang dilakukan, diketahui bahwa variabel dengan tanaman lainnya dan ada juga produktivitas beras (X. berpengaruh sawah yang sama dengan produktivitasnya Jika dalam satu periode tanam, pada tahun 0,05% 2018 terjadinya pergeseran musim tanam pangan dengan nilai probabilitas 0,0000, yang disebabkan oleh musim kemarau maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang berkepanjangan. Menurut Kantor Wilayah signifikan terhadap ketahanan pangan di Kementerian Agraria Tata 29 kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ruang/BPN Provinsi Jawa Tengah Sedangkan nilai koefisien luas panen padi menjelaskan adanya penyusutan lahan (X. adalah -0,049689 artinya jika luas ketahanan pangan akan turun sebesar - 0,049689. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli, 2022, 8. : 583-594 Curah Hujan (X. terhadap ketahanan pangan (Y) Dari hasil analisis diatas diketahui bahwa variabel produktivitas berpengaruh Berdasarkan hasil analisis dengan terhadap ketahanan pangan 29 kabupaten menggunakan estimasi fixed effect modelt yang berada di Provinsi Jawa Tengah. yang dilakukan, diketahui bahwa variabel Demikian jika produktivitas mengalami curah hujan (X. tidak signifikan. Jika menggunakan taraf signifikansi 0,05% ketahanan pangan, dikarenakan untuk untuk ketahanan pangan dengan nilai produktivitas diperoleh dari hasil jumlah disimpulkan bahwa variabel curah hujan 0,7701, semakin kecil jumlah rasio ketersedian pangan di 29 kabupaten di Provinsi Jawa pangan yang diperoleh maka semakin baik Tengah. Sedangkan nilai koefisien curah terhadap ketahanan pangan. hujan (X. 013315, artinya jika (X. luas panen padi bertambah 1% maka ketahanan pangan akan naik sebesar Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan estimasi fixed effect modelt Berdasarkan pada hasil analisis di yang dilakukan, diketahui bahwa variabel sehingga baru mengetahui Produktivitas. Jumlah Penduduk Ketahan Pangan (Y) (X. Jika kita menggunakan taraf berhubungan negatif terhadap ketahanan pangan di 29 kabupaten yang ada Provinsi pangan dengan nilai probabilitas 0,0000. Jawa Tengah. Produksi Padi 29 kabupaten maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang berada di Provinsi Jawa Tengah jumlah penduduk berpengaruh signifikan mengalami penurunan sepanjang tahun 2019, penurunan Produksi gabah kering kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. disebabkan musim kemarau yang cukup Sedangkan 0,05% penduduk (X. 714093, artinya Menurut Kepada Badan Pusat jika luas panen padi bertambah 1% maka Statistik (BPS) Jawa Tengah Bapak Sentot ketahanan pangan akan naik sebesar Bangun Widoyono, menjelaskan musim kemarau yang berkepanjangan membuat PENGARUH LUAS PANEN PADI. PRODUKTIVITAS. JUMLAH PENDUDUK DAN CURAH HUJAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH Polykarvos Nubun. Yuliawati luas panen mengalami penurunan. Pada tahun 2018 luas pertanian yang dipanen bisa mencapai 1,7 juta hektare sedangkan Uji Normalitas pada tahun 2019 luas pertanian yang Adapun dipanen hanya sekitar 1. 577 juta hektare. normalitas yang ditunjukan pada gambar Dengan di bawah ini sebagai berikut: memproduksi sekitar 9,1 juta ton atau Series: Standardized Residuals Sa mpl e 2018 2020 Obse rvati ons 87 turun sekitar 700. 000 ton dari produksi Me an Me di an Ma xi mum Mi ni mum Std. De v. Ske wne s s Kurtos i s tahun lalu dimana bisa produksi sebesar 9,8 juta ton gabah, penurunan produksi di Jarque -Bera 1. Gambar 4. Hasil Pengujian Uji Normalitas faktor cuaca dan bukan karena dampak Probabi l i ty Provinsi Jawa Tengah disebabkan adanya Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukan pada gambar 4. 4 diketahui Musim kemarau memang bahwa nilai probabilitas signifikan karena terbilang panjang dan berdampak buruk lebih besar dari 0,05. Hal ini sesuai untuk luas pertanian di Jateng. Data dari dengan dengan kriteria pengujian yang Dinas Perkebunan telah dijabarkan terlihat bahwa hasil dari (Distanbu. Jateng hingga bulan Oktober uji normalitas yaitu nilai probabilitas jumlah sawah yang mengalami gagal 517739 lebih besar dari 0. panen hingga sampai bulan September maka dapat disimpulkan bahwa data 2019 telah mencapai 17. 902 hektare. berdistribusi Normal. Kabupaten Kabupaten yang paling banyak Uji Multikolinearitas Pertanian mengalami gagal panen ada di Cilacap Kriteria pearson correlation untuk 000 hektare dan kedua yang uji multikolinearitas adalah jika nilai terparah terjadi di Kabupaten Kebumen koefisien korelasi tidak melebihi 0. dan kemudian di Kabupaten Grobogan sesuai dengan Gujarati . mengungkapkan untuk mendeteksi ada Uji asumsi Klasik atau tidaknya multikolinearitas. Terdapat empat asumsi klasik yang LNX1 LNX2 LNX3 LNX4 harus dipenuhi sebelum dilakukan regresi pada model persamaan yaitu normalitas. LNX1 LNX2 LNX3 LNX4 Gambar 5. Hasil Uji Multikolinearitas Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli, 2022, 8. : 583-594 Berdasarkan hasil pengujian yang Heteroskedasticity Test: Glejser Null hypothesis: Homoskedasticity F-statistic Obs*R-squared Scaled explained SS diketahui bahwa nilai koefisien antar variabel lebih kecil dari 0,9. Hal ini sesuai Gambar 7. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan kriteria pengujian bahwa hasil dari 297427 Prob. 178418 Prob. Chi-Square. 14478 Prob. Chi-Square. Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan oleh gambar 1. 7, dapat koefisien korelasi antar variabel yang diketahui bahwa nilai probabilitas Obs*R- lebih dari 0,9. Maka dapat disimpulkan square sebesar 0. Hal ini sesuai bahwa data yang dilakukan pengujian dengan kriteria pengujian uji Glejser tidak memiliki masalah multikolinearitas. memiliki nilai nilai probabilitas Obs*R- Uji Autokorelasi square lebih besar dari pada signifikan Hasil pengujian uji autokorelasi . 2695 > 0,. maka dapat disimpulkan yang ditunjukan pada gambar 4. 5 sebagai Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags F-statistic Obs*R-squared 219950 Prob. 574861 Prob. Chi-Square. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian menganalisis pengaruh luas panen padi, produksi beras, jumlah penduduk dan Gambar 6. Hasil Uji Autokorelasi Berdasarkan hasil pengujian yang curah hujan terhadap ketahanan pangan di ditunjukkan oleh gambar 4. 5, dapat 29 kabupaten yang berada di Provinsi diketahui bahwa nilai probabilitas Obs*R- Jawa square sebesar 0. Hal ini sesuai Breusch- Tengah. Seluruh Godfrey memiliki nilai nilai probabilitas simultan, sedangkan variabel luas panen Obs*R-square lebih besar dari pada padi tidak signifikan dan berhubungan signifikan . 2760 > 0,. maka dapat negatif terhadap ketahanan pangan di 29 disimpulkan bahwa data terbebas dari kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Uji Heteroskedastisitas signifikan ada dua variabel yaitu variabel Hasil Variabel produksi beras dan jumlah penduduk, heteroskedastisitas yang ditunjukan pada 6 sebagai berikut. berhubungan negatif dan untuk variabel PENGARUH LUAS PANEN PADI. PRODUKTIVITAS. JUMLAH PENDUDUK DAN CURAH HUJAN TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI PROVINSI JAWA TENGAH Polykarvos Nubun. Yuliawati Indonesia(PERHEPI). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). 6 Mei 2020. Hapsari. dan Rudiarto. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerawanan dan Ketahanan Pangan dan Implikasi Kebijakannya di Kabupaten Rembang. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 5. : 125140. https://kumparan. com/techno-geek/5faktor-yang-mempengaruhi ketahanan-pangan-di-indonesia1ruhcfSbocZ/full. Diakses Agustus 2020 Kompas,2020. "BagaimanaPrediksiIklimT ahun2020?IniKataBMKG",:https://s com/read/2019/12/31/1 94226323/bagaimana-prediksiiklim-tahun-2020-ini-katabmkg?page=all. Diakses 04 Agustus Machmud. Arah Kebijakan Ekonomi Pangan Pada Masa Pandemi COVID-19 Setelahnya. Materi Seminar Nasional Antisipasi Krisis Pangan. Kerjasama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). 6 Mei Sadono. Soekirno. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta Soekartawi, 1990. Prinsip-prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. Rajawali Pers. Jakarta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang jumlah penduduk berhubungan positif kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Variabel kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini dari hasil uji asumsi klasik menunjukan bahwa model regresi pengaruh luas panen padi, produktivitas beras, jumlah penduduk dan curah hujan terhadap ketahanan pangan di Provinsi Jawa Tengah normalitas, multikolinearitas, autokorelasi dan heteroskedastisitas. DAFTAR PUSTAKA