Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA NON FISIK DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT SANWICH INDONESIA DI BINTARO TANGERANG SELATAN Teul Panda Banjal Universitas Teknologi Nusantara. Bogor. Indonesia teultoni@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja non fisik dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan. Metode yang digunakan adalah explanatory research dengan pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 responden dan teknik analisis data menggunakan analisis statistik dengan pengujian regresi, korelasi, determinasi dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja non fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,433 > 2,. dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,5%. Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel atau . ,930 > 2,. dengan kontribusi pengaruh sebesar 38,6%. Lingkungan kerja non fisik dan komunikasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang dibuktikan dengan uji hipotesis diperoleh F hitung > F tabel atau . ,009 > 2,. dan diperoleh persamaan regresi Y = 8,017 0,402X1 0,430X2 serta memiliki kontribusi pengaruh sebesar 61,5%. Kata Kunci: Lingkungan Kerja Non Fisik. Komunikasi. Kinerja Karyawan. PENDAHULUAN Persaingan industri di era globalisasi saat ini semakin ketat dan suatu perusahaan harus mampu menawarkan produk maupun jasa agar mampu bersaing ditataran global. Seiring dengan banyaknya kemajuan dibidang teknologi juga turut mewarnai persaingan tersebut, oleh karena itu dalam menghadapi persaingan tersebut, perusahaan harus terus mengembangkan usahanya untuk keberlanjutan Persaingan dalam industri makanan dan minuman . ood and baverag. di yang semakin kompetitif tentu memiliki tantangan bagi perusahaan untuk selalu mampu melakukan inovasi dalam rangka memenuhi kebutuhan . dan keinginan . konsumen yang beragam agar mampu menarik hati konsumen dan mempertahankan posisi persaingan. Kehadiran PT Sari Sandwich Indonesia atau lebih dikenal dengan Subway dengan adopsi branding makanan cepat saji ala Amerika. Salah satu merek sandwich yang terkenal dengan sandwich sehat dan lezat. Meski demikian Subway mengalami Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. banyak rintangan dalam perjalanannya, tak terkecuali Subway Indonesia. Pada tahun 1990-an. Subway sempat mendominasi pusat perbelanjaan besar di Jakarta dan Bali, meskipun itu hanya berlangsung sebentar. Sempat sepi peminat, kini Subway kembali eksis termasuk cabangnya di Jakarta. PT Sari Sandwich Indonesia selalu menghadapi faktor persaingan di pasar makanan cepat saji, oleh karena itu mereka mengembangkan strategi untuk melawan kekuatan internal dan eksternal. Restoran fast food sering kali menjadi andalan para generasi muda saat ini, bukan hanya sekedar makan namun seringkali restoran fast food juga tempat bersantai dan berkumpul dengan rekan kerja, rekan mahasiswa dan keperluan lainnya seperti pesta ulang tahun. Semua ini memerlukan sumber daya manusia yang handal dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, sebab karyawan merupakan salah satu aset suatu organisasi yang paling berharga, karena dengan karyawab yang dimiliki diharapkan mampu untuk menjawab semua tantangan yang ada, baik dari dalam maupun dari luar organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang diharapkan. Diperlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang baik yang mampu mendukung manajamen perusahaan dalam mencapai visi dan misinya secara baik. Kinerja merupakan salah satu komponen penting untuk mengukur keberhasilan yang dicapai suatu perusahaan. Dalam kegiatannya perusahaan harus mampu meningkatkan kinerja dari waktu ke waktu. Kinerja yang baik mampu menunjukkan jumlah pencapaian yang meningkat dan memenuhi kualitas pekerjaan yang baik dan dilakukan secara maksimal, memiliki kepercayaan diri dalam menyelesaikan semua tugas dan pekerjaan serta memiliki tanggung jawab sepenuhnya pada tugas dan kewajibannya. Selain itu juga karyawan memiliki cukup kemampuan dalam mengatasi persoalan dalam pekerjaan sehingga mampu menambah daya saing perusahaan secara baik. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Kusjono . bahwa tingkat keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari kinerja perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. PT Sari Sandwich Indonesia Bintaro Tangerang Selatan menilai kinerja karyawan dengan tujuan untuk mengevaluasi kinerja pada karyawan yang bersangkutan sehingga akan lebih mudah untuk mengetahui kemampuan, keterampilan, perilaku, kekuatan, dan kelemahan yang dimiliki karyawan. Pelaksanaan penilaian kinerja karyawan harus dilakukan transparan, agar karyawan mengetahui penilaian yang dilakukan tidak berdasar rasa suka atau tidak suka namun dengan professional. Karyawan juga merasa bahwa evaluasi yang dilakukan dapat memberikan semangat kerja. Setiap perusahaan memiliki cara dan metode dalam melakukan pengukuran kinerja serta cara dalam meningkatkan performa kinerja karyawannya, mengingat dengan penilaian kinerja dapat diketahui aspek yang masih perlu ditingkatkan dan aspek mana yang perlu dipertahankan. Adapun hasil penilaian kinerja karyawan PT Sari Sandwich Indonesia Bintaro Tangerang Selatan tahun 2020-2024 yang diperoleh penulis, disajikan dalam tabel di bawah ini: Tabel 1: Data Kinerja Karyawan PT Sari Sandwich Indonesia Bintaro Tangerang Selatan Tahun 2020-2024 Indikator Target Capaian per Tahun (%) (%) Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. 82,6% 85,4% 83,4% 75,4% Copyright A 2025 pada penulis Kualitas hasil 100% 86,2% pekerjaan yang 2 Pencapaian hasil 100% 74,8% 70,6% 71,2% 76,3% 74,4% pekerjaan sesuai 3 Pengetahuan 100% 77,5% 77,3% 81,5% 81,4% 68,2% terkait bidang 4 Kemampuan 100% 81,4% 81,6% 85,5% 68,8% 68,7% pekerjaan sesuai urutan kerja 5 Tanggung jawab 100% 77,3% 75,8% 81,8% 76,2% 75,8% pada pekerjaan Capaian Rata-Rata 79,4% 77,6% 81,1% 77,2% 72,5% Kriteria Cukup Cukup Baik Cukup Cukup Sumber: PT Sari Sandwich Indonesia Bintaro Tangerang Selatan, 2025. Berdasarkan data pada tabel di atas, kinerja yang diukur dari beberapa indikator, yaitu indikator kualitas hasil pekerjaan, indikator ketelitian dalam melaksanakan pekerjaan, indikator pencapaian hasil pekerjaan, aspek kemampuan terkait bidang pekerjaannya, indikator ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan, indikator keakuratan atau ketelitian dalam melakukan setiap detail pekerjaannya dan indikator memiliki rasa tanggung jawab pada bidang pekerjaannya pencapaian setiap tahunnya fluktuatif dengan kecenderungan menurun dimana tahun 2020 dari target 100% yang ditentukan hanya mampu dicapai sebesar 79,4%. Kemudian tahun 2022 capaian mengalami sedikit mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yang mampu dicapai sebesar 81,1%. Selanjutnya tahun 2023 hanya mampu dicapai sebesar 77,2% dan tahun 2024 hanya mampu dicapai sebesar 72,5% yang hanya masuk dalam kategori cukup. Salah satu peran penting yang harus ditekankan oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai tujuannya adalah dengan menciptakan lingkungan kerja non fisik yang baik seperti persepsi dan para karyawan mengenai lingkungan kerjanya yang mereka dapatkan sehingga karyawan dapat memberikan penilaian yang berbeda atas segala aspek dari lingkungan kerjanya. Lingkungan kerja non fisik lebih pada suasana hubungan kerja di dalam suatu organisasi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompokAy. Kinerja akan tinggi dan otomatis kinerja karyawan juga tinggi lingkungan kerja non fisik itu mencakup hubungan kerja antara bawahan dan atasan di tempat karyawan bekerja. Lingkungan kerja non fisik yang baik akan memiliki dampak yang baik pula pada peningkatan kinerja, namun sebaliknya lingkungan kerja non fisik yang kurang baik akan memiliki dampak kurang baik pula pada peningkatan kinerja. Kondisi yang terjadi di PT Sari Sandwich Indonesia menunjukkan beberapa indikator yang kurang mendukung seperti yang penulis lakukan dengan kegiatan prasurvey sebanyak 30 Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. karyawan dimana penilaian karyawan dirangkum dalam tabel berikut ini: Tabel 2: Data Lingkungan Kerja Non Fisik PT Sari Sandwich Indonesia Bintaro Tangerang Selatan Berdasar Pada Prasurvey 30 Karyawan Indikator Pernyataan Jumlah Setuju Kurang Prasurve Setuju Oran Oran Struktur Kebijakan diambil organisasi dengan rekan kerja Hubunga Selama n antara atasan pimpinan Kerjasama Selama ini antar antar karyawan karyawan mampu Perhatian Pimpinan dan dukungan memiliki perhatian yang baik pada a dengan baik Kerjasama antar Kerjasama unit bagian karyawan selama ini terjalin dengan Rata-rata Sumber: Prasurvey, 2025 Berdasarkan data pada tabel di atas, tanggapan karyawan berdasar hasil prasurvey terkait kondisi lingkungan kerja menunjukkan hampir semua indikator masih ada yang memberikan penilaian kurang setuju atau masih harus dilakukan Indikator tersebut diantaranya struktur kerja dengan penugasan disertai kebijakan, hubungan antara atasan dengan bawahan, kemudian indikator kerjasama antar karyawan, perhatian serta dukungan dari pimpinan, dan kerjasama antara bagian atau unit kerja dalam perusahaan, rata-rata yang menjawab sudah baik atau Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. setuju sebanyak 21 karyawan atau 70,0% sedangkan yang karyawan yang memberikan tanggapan masih kurang baik atau kurang setuju rata-rata sebanyak 9 karyawan atau mencapai 30,0%. Faktor lain yang penulis duga sebagai akibat dari menurunnya kinerja adalah komunikasi yang dibangun maih kurang maksimal. Komunikasi merupakan salah satu bagian penting dalam suatu perusahaan, komunikasi dalam organisasi dimaknai sebagai suatu proses penyampaian informasi, ide-ide diantara para anggota organisasi secara timbal balik dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan. Komunikasi terjalin agar tercipta pemahaman yang sama antara karyawan dengan karyawan ataupun antara karyawan dengan atasan sehingga dapat bekerja sama dengan baik. Dalam komunikasi hendaknya menggunakan bahasa yang mudah untuk dimengerti Komunikasi berperan sangat penting manakala manusia ingin berinteraksi dengan manusia lainnya dan terus berkembang menjadi komunikasi yang sangat modern dan canggih. Perkembangan dan pentingnya komunikasi pada saat ini dapat dibuktikan dengan perangkat-perangkat komunikasi yang sudah semakin canggih dan relatif sudah menyebar di setiap lapisan masyarakat. Komunikasi yang terjadi diinstitusi ini masih dinilai kurang baik karena masih sering terjadi kesalahan kerja yang ditimbulkan akibat kesalahan komunikasi. Melalui komunikasi yang bagus, maka institusi dapat berjalan sesuai harapan, dan begitu sebaliknya tanpa adanya komunikasi yang bagus maka institusi akan sulit untuk berjalan sesuai harapan. Dalam mencapai tujuan ada faktor yang harus diperhatikan, salah satunya adalah komunikasi yang kurang efetif dan sering mengakibatkan salah iterpretasi dan berakibat pekerjaan menjadi kurang optimal. Komunikasi memiliki peran dalam membantu karyawan mencapai tujuan perusahaan, serta mengimplementasikan dan mengoordinasikan aktivitas organisasi yang ikut memainkan peran dalam hampir semua tindakan organisasi yang relevan. Jika komunikasi dalam sebuah institusi tidak berjalan secara efektif seperti yang seharusnya terjadi, maka institusi tersebut tidak akan berfungsi seefektif yang seharusnya pula. Dengan demikian, komunikasi merupakan faktor penting agar suatu institusi dapat berjalan dengan baik untuk mencapai tujuan. Untuk memperoleh data terkait dengan komunikasi, penulis melakukan kegiatan prasurvey dengan menyebar kuesioner kepada 30 karyawan dengan beberapa aspek yang menjadi acuan dan diperoleh gambaran data sebagai berikut: Tabel 3: Data Komunikasi PT Sari Sandwich Indonesia Bintaro Tangerang Selatan Berdasar Pada Prasurvey 30 Karyawan Indikator Pernyataan Jumlah Setuju Kurang Prasurv Setuju Oran Oran Peng Perusahaan 16 53,3% 14 46,7% karyawan sesuai pengetahuan yang Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 Indikator Pema Pernyataan DOI: https://10. 40/jpb. Jumlah Setuju Kurang Prasurv Setuju Oran Oran 21 70,0% 30,0% Jika ada kendala dalam pekerjaan, meminta respon terhadap sesama rekan kerja Ketra Perusahaan sering 22 73,3% 26,7% Sikap Perusahaan selalu 22 73,3% 26,7% karyawan saling Kema Karyawan 23 76,7% 23,3% penyelesaian kerja Rata-rata 21 69,3% 30,7% Sumber: Prasurvey, 2025 Berdasarkan data pada tabel di atas, tanggapan karyawan berdasar hasil prasurvey terkait komunikasi menunjukkan hampir semua aspek masih ada yang memberikan penilaian kurang setuju atau masih harus dilakukan perbaikan. Indikator tersebut antara lain penempatan karyawan sesuai kemampuan dan pengetahuannya, respon atas pemahaman informasi, ketrampilan pekerjaan, sikap kerjasama yang mampu dibangun, berkreasi dalam menyelesaikan pekerjaan, dimana rata-rata yang menjawab sudah baik sebanyak 21 karyawan atau 69,3% sedangkan yang karyawan yang memberikan tanggapan masih kurang baik rata-rata sebanyak 9 karyawan atau mencapai 30,7%. Kondisi di atas harus segera diperbaiki agar penyampaian perintah terkait pekerjaan dapat dibangun dengan baik agar karyawan mampu melaksanakan secara baik dan mampu memberikan feedback pada kebijakan perusahaan. Komunikasi yang dapat membangun manajemen kerja menjadi lebih baik. Selain itu juga penting membangun komunikasi yang lebih efektif dalam mengimplementasikan kebijakan yang dibuat manajemen sehingga kinerja yang ditetapkan akan tercapai. Rumusan Masalah Adakah pengaruh lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja karyawan pada Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan ? Adakah pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan ? Adakah pengaruh secara simultan lingkungan kerja non fisik dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan ? Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja karyawan pada PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan. Untuk mengetahui pengaruh komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan lingkungan kerja non fisik dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan. TINJAUAN PUSTAKA Lingkungan Kerja Non Fisik Menurut Sedarmayanti . menyatakan bahwa Aulingkungan kerja non fisik dimana semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja baik dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahanAy. Adapun indikator yang digunakan meliputi: Struktur kerja. Hubungan antara atasan dengan bawahan. Kerjasama antar karyawan. Perhatian dan dukungan pemimpin. Kerjasama antar bagian dalam pekerjaan. Komunikasi Menurut Hutapea dan Nuriana . Aukomunikasi diartikan sebagai proses pemindahan, pengertian dalam bentuk gagasan atau komunikasi dari seseorang ke orang lain. Perpindahan pengertian tersebut melibatkan lebih dari sekedar katakata yang di gunakan dalam percakapan, tetapi juga ekspresi wajah, intonasi, titik putus voka dan sebagainyaAy. Adapun indikator yang digunkan meliputi: Pengetahuan. Pemahaman informasi. Ketrampilan. Sikap. Kemampuan Kinerja Karyawan Menurut Mangkunegara . pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Lebih lanjut indikatornya meliputi: Kualitas kerja. Kuntitas kerja. Pelaksanaan tugas. Tanggung jawab pekerjaan. METODE PENELITIAN Populasi Yang dijadikan populasi dalam penelitian ini berjumlah 58 responden PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan Sampel Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 58 responden PT Sanwich Indonesia di Bintaro Tangerang Selatan. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipakai adalah asosiatif, dimana tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat baik parsial maupun simultan Metode Analisis Data Dalam menganalisis data digunakan uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi, koefisien determinasi dan uji hipotesis. HASIL PENELITIAN Analisis Deskriptif Pada pengujian ini digunakan untuk mengetahui skor minimum dan maksimum, mean score dan standar deviasi dari masing-masing variabel. Adapun hasilnya sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Analisis Descriptive Statistics Descriptive Statistics Minimu Maxim Std. Mean Deviation Lingkungan Kerja Non fisik (X. Komunikasi (X. Kinerja Karyawan (Y) Valid N . Lingkungan kerja non fisik diperoleh varians minimum sebesar 28 dan varians maximum 46 dengan mean score sebesar 3,621 dengan standar deviasi 4,452. Komunikasi diperoleh varians minimum sebesar 29 dan varians maximum 44 dengan mean score sebesar 3,648 dengan standar deviasi 3,794. Kinerja karyawan diperoleh varians minimum sebesar 30 dan varians maximum 47 dengan mean score sebesar 3,826 dengan standar deviasi 3,542. Analisis Kuantitatif. Pada analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Analisis Regresi Linier Berganda Uji regresi ini dimaksudkan untuk mengetahui perubahan variabel dependen jika variabel independen mengalami perubahan. Adapun hasil pengujiannya sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Standardi Unstandardiz Coefficien Coefficients Sig. Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Std. Error Beta 1 (Constan. Lingkungan Kerja Non Fisik (X. Komunikasi (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh persamaan regresi Y = 8,017 0,402X1 0,430X2. Dari persamaan tersebut dijelaskan sebagai . Konstanta sebesar 8,017 diartikan jika lingkungan kerja non fisik dan komunikasi tidak ada atau nol, maka nilai kinerja karyawan sebesar 8,017 . Koefisien regresi lingkungan kerja non fisik sebesar 0,402, angka ini positif artinya setiap ada peningkatan lingkungan kerja non fisik sebesar 0,402 maka kinerja karyawan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,402 poin. Koefisien regresi komunikasi sebesar 0,430, angka ini positif artinya setiap ada peningkatan komunikasi sebesar 0,430 maka kinerja karyawan juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,430 poin. Analisis Koefisien Korelasi Analisis koefisien korelasi dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kekuatan hubungan dari variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Lingkungan Kerja Non fisik Terhadap Kinerja Karyawan Correlationsb Lingkungan Kinerja Kerja Non Fisik Karyawan (X. (Y) Lingkungan Kerja Pearson Non Fisik (X. Correlation Sig. -taile. Kinerja Karyawan Pearson (Y) Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Listwise N=58 Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,652 artinya lingkungan kerja non fisik memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja Tabel 7. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Correlationsb Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 Komunikasi (X. DOI: https://10. 40/jpb. Komunikasi Kinerja (X. Karyawan (Y) Pearson Correlation Sig. -taile. Kinerja Karyawan Pearson (Y) Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Listwise N=58 Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,621 artinya komunikasi memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. Tabel 8. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Lingkungan Kerja Non Fisik dan Komunikasi Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Komunikasi (X. Lingkungan Kerja Non Fisik (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai korelasi sebesar 0,784 artinya lingkungan kerja non fisik dan komunikasi secara simultan memiliki hubungan yang kuat terhadap kinerja karyawan. Analisis Koefisien Determinasi Analisis koefisien determinasi dimaksudkan untuk mengetahui besarnya persentase pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen baik secara parsial maupun simultan. Adapun hasil pengujian sebagai berikut: Tabel 9. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja Non fisik (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,425 artinya lingkungan kerja non fisik memiliki kontribusi pengaruh sebesar 42,5% terhadap kinerja karyawan. Tabel 10. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Model Model Summary Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Predictors: (Constan. Komunikasi (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,386 artinya komunikasi memiliki kontribusi pengaruh sebesar 38,6% terhadap kinerja karyawan. Tabel 11. Hasil Pengujian Koefisien Determinasi Lingkungan Kerja Non Fisik dan Komunikasi Secara Simultan Terhadap Kinerja Karyawan Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Komunikasi (X. Lingkungan Kerja Non fisik (X. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai determinasi sebesar 0,615 artinya lingkungan kerja non fisik dan komunikasi secara simultan memiliki kontribusi pengaruh sebesar 61,5% terhadap kinerja karyawan, sedangkan sisanya sebesar 38,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji Hipotesis Uji hipotesis Parsial (Uji . Pengujian hipotesis dengan uji t digunakan untuk mengetahui hipotesis parsial mana yang diterima. Hipotesis pertama: Terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja karyawan. Hipotesis kedua: Terdapat pengaruh yang signifikan komunikasi terhadap kinerja karyawan. Tabel 12. Hasil Uji Hipotesis Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Coefficientsa Standardize Unstandardize d Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Model 1 (Constan. Lingkungan Kerja Non Fisik (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,433 > 2,. , dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja karyawan diterima. Tabel 13. Hasil Uji Hipotesis Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Coefficientsa Standardize Unstandardized Coefficients Coefficients Std. Model Error Beta Sig. 1 (Constan. Komunikasi (X. Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,930 > 2,. , dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan komunikasi terhadap kinerja karyawan diterima. Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Pengujian hipotesis dengan uji F digunakan untuk mengetahui hipotesis simultan yang mana yang diterima. Hipotesis ketiga Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja non fisik dan komunikasi terhadap kinerja karyawan. Tabel 14. Hasil Uji Hipotesis Lingkungan Kerja Non Fisik dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan ANOVAa Sum of Squares Mean Square Model Sig. Regressio Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Y) Predictors: (Constan. Komunikasi (X. Lingkungan Kerja Non Fisik (X. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel di atas, diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,009 > 2,. , dengan demikian hipotesis ketiga yang diajukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan lingkungan kerja non fisik dan komunikasi terhadap kinerja karyawan diterima. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Karyawan Lingkungan kerja non fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan korelasi sebesar 0,652 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,5%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,433 > 2,. Dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara lingkungan kerja non fisik terhadap kinerja karyawan diterima. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Muh. Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. Fathir Yusuf. Ilham Akbar Garusu. Ahmad Hamid . dengan judul penelitiannya Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik Terhadap Kinerja Pegawai Kelurahan Se-Kecamatan Rumbai Kabupaten Bombana. Dimana dalam penelitiannya menghasilkan kesimpulan lingkungan kerja non fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan diperoleh persamaan regresi Y = 6,541 0,767X dengan kontribusi pengaruh sebesar 58,8% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel . ,627 > 1,. Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan korelasi sebesar 0,621 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 38,6%. Pengujian hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,930 > 2,. Dengan demikian hipotesis kedua yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara komunikasi terhadap kinerja karyawan diterima. Hasil penelitian yang penulis lakukan ini, mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Bralius Gideon. Imas Masriah . dengan judul Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bina Agra Mulya di Jakarta, dimana dalam penelitiannya menghasilkan kesimpulan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi pengaruh sebesar 44,5% dan uji hipotesis diperoleh nilai sig. 0,000 < 0,05. Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Lingkungan kerja non fisik dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 8,017 0,402X1 0,430X2, nilai korelasi sebesar 0,784 atau memiliki hubungan yang kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 61,5% sedangkan sisanya sebesar 38,5% dipengaruhi faktor lain. Pengujian hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,009 > 2,. Dengan demikian hipotesis ketiga yang diajukan bahwa terdapat berpengaruh signifikan antara lingkungan kerja non fisik dan komunikasi terhadap kinerja karyawan diterima. Hasil penelitian yang penulis lakukan ini, mendukung hasil penelitian yang telah dilakukan oleh N. Lilis Suryani . dengan judul penelitiannya Pengaruh Lingkungan Kerja Non Fisik dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Bangkit Maju Bersama di Jakarta, dimana dalam penelitiannya menghasilkan kesimpulan bahwa lingkungan kerja non fisik dan komunikasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan diperoleh persamaan regresi Y = 9,210 0,396X1 0,377X2, dengan kontribusi pengaruh sebesar 52,3% dan uji hipotesis diperoleh signifikansi 0,000 < 0,05. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Lingkungan kerja non fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi pengaruh sebesar 42,5%. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,433 > 2,. Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan Copyright A 2025 pada penulis Teul Panda Banjal Pengaruh Lingkungan Kerja. Hal: 682-696 DOI: https://10. 40/jpb. kontribusi pengaruh sebesar 38,6%. Uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,930 > 2,. Lingkungan kerja non fisik dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi pengaruh sebesar 61,5% sedangkan sisanya sebesar 38,5% dipengaruhi faktor lain. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,009 > 2,. Saran Berdasarkan kesimpulan yang sudah disampaikan, maka penulis memberikan seran sebagai berikut: Terkait lingkungan kerja non fisik, untuk lebih baik lagi maka perusahaan sebaiknya dalam memberikan penugasan jobdes pekerjaan karyawan secara jelas sehingga koordinasi pekerjaan antar rekan kerja mampu dibangun dengan lebih baik lagi. Terkait komunikasi, untuk lebih baik lagi maka perusahaan sebaiknya dapat menempatkan karyawan pada bidang pekerjaan sesuai dengan keahlianya sehingga karyawan mampu mengekpresikan kemampuannya secara baik. Terkait kinerja karyawan, untuk lebih baik lagi maka perusahaan sebaiknya selalu melakukan penilaian dan evaluasi capaian kinerja sehingga yang belum tercapai dapat diberikan pelatihan guna menambah kemampuan sehingga dapat membantu penyelesaian pekerjaannya. DAFTAR PUSTAKA Algifari . Analisis Regresi untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: BPFE. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Bintaro Tangerang Selatan: Rineka Cipta. Dessler. Human Resources Management. Prenticehall. London: International Inc. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS. Edisi Kelima. Semarang: Badan Penerbit Undip. Griffin R. , & Ronald. Dasar-Dasar Pemasaran. Bintaro Tangerang Selatan: Raja Handoko . Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia. Yogyakarta: BPFE. Hasibuan. Manajemen Sumber Daya ManusiaAy. Haji Masagung. Bintaro Tangerang Selatan. Istijanto . Riset Sumber Daya Manusia. Bintaro Tangerang Selatan: PT. Gramedia Pustaka