Jurnal CyberTech Vol. No. September 202x, pp. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 SISTEM PAKAR UNTUK IDENTIFIKASI KERUSAKAN CONTINUOUS VARIABLE TRANSMISSION (CVT) SEPEDA MOTOR YAMAHA NMAX MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS: ADI BEDOEL MOTOR SERVICE) Andreas Maslon Saragih. #1. Ahmad Fitri Boy. #2. Sri Murniyanti. #1. Article Info Article history: Received Jun 12th, 202x Revised Aug 20th, 202x Accepted Aug 26th, 202x Keyword: Sistem Pakar Certainty Factor Identifikasi Kerusakan CVT Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma ABSTRACT Transmisi pada kendaraan sepeda motor ada beberapa jenis seperti transmisi manual, transmisi semi otomatis, dan transmisi otomatis. Transmisi otomatis pada kendaraan sepeda motor atau yang biasa dikenal dengan sebutan Continuosly Variable Transmission (CVT). CVT adalah transmisi yang dapat membuat dapat merasakan kenyamanan karena pengendara hanya perlu menarik gas dan tanpa harus memindahkan transmisi, karena transmisi akan berpindah secara otomatis. Karena masih banyak pemilik kendaraan yang tidak mengetahui kelemahan dari CVT kendaraannya, maka hal ini tentunya akan menghambat saat berkendara. Bagi orang awam tentunya sulit untuk menentukan apa yang terjadi pada kendaraannya, dia harus membawa kendaraannya ke bengkel atau service motor. Masalah lain muncul, jika posisi dia dekat dengan bengkel, maka tidak terlalu ada masalah, tetapi jika posisi dia jauh ini yang menjadi Dengan alasan itulah maka diangkat penelitian dengan judul AuSistem Pakar Untuk Identifikasi Kerusakan Continuous Variable Transmission (CVT) Sepeda Motor Yamaha Nmax Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Website (Studi Kasus: Adi Bedoel Motor Servic. Ay. Penelitian tersebut bertujuan untuk menciptakan suatu sistem berbasis komputerisasi, kemudian dengan diterapkannya sistem tersebut maka hasil yang didapatkan akan benar-benar akurat dan cepat. Dapat dikatakan bahwa dengan pengujian sistem berdasarkan gejala-gejala yang ada akan memberikan jawaban kerusakan sepeda motor. Hal ini karena penerapan metode yang di masukkan ke dalam coding program sehingga sistem ini dapat membantu masyarakat dan mekanik. Copyright A 2019 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: Nama : Andreas Maslon Saragih Program Studi : Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Email : andereasmaslonsaragih@gmail. PENDAHULUAN Sepeda motor masih menjadi andalan utama dan paling terjangkau bagi mayoritas masyarakat Indonesia, kendaraan roda dua tersebut dipilih sebagai alat transportasi. Sifatnya yang praktis dan efisien. membuat sepeda motor menjadi favorit. Penggunaan sepeda motor untuk kebutuhan mobilitas harian sangatlah efektif dibandingkan penggunaan kendaraan lainnya. Sehingga hal ini lah yang mendorong banyaknya pengguna sepeda motor di Indonesia . Industri sepeda motor adalah contoh menarik dalam Journal homepage: https://ojs. P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 persaingan bisnis. Dimana saat ini, produsen sepeda motor Yamaha yang menciptakan skuter matic kelas premium yang memimpin pasar. Hal ini sangat mengherankan karena produk Yamaha ini tergolong baru dikelasnya yang diluncurkan dan diperkenalkan pada masyarakat Indonesia pada bulan februari 2015 lalu yaitu yamaha NMAX . Karena tergolong sebagai kendaraan baru, maka masih banyak pengguna yang belum memahami betul bagaimana keunggulan dan kelemahan dari yamaha NMAX, kecuali yang memang memiliki pengetahuan di dunia otomotif. Setiap kendaraan tentunya memiiki keunggulan dan kelemahan masing-masing, kelemahan seperti kerusakan yang terjadi yang tidak dipahami oleh pemilik kendaraan tersebut. Salah satu contoh kerusakan yang masih jarang diketahui oleh sebagian besar pemilik yamaha NMAX yaitu kerusakan CVT (Continuous Variable Transmissio. Transmisi pada kendaraan sepeda motor ada beberapa jenis seperti transmisi manual, transmisi semi otomatis, dan transmisi otomatis. Transmisi otomatis pada kendaraan sepeda motor atau yang biasa dikenal dengan sebutan Continuosly Variable Transmission (CVT). CVT adalah transmisi yang dapat membuat dapat merasakan kenyamanan karena pengendara hanya perlu menarik gas dan tanpa harus memindahkan transmisi, karena transmisi akan berpindah secara otomatis . Karena masih banyak pemilik kendaraan yang tidak mengetahui kelemahan dari CVT kendaraannya, maka hal ini tentunya akan menghambat saat berkendara, misalnya saat tanjakan atau saat berboncengan. Kendaraan sulit untuk melaju pada saat tanjakan atau saat berboncengan karena kerusakan pada CVTnya. Bagi orang awam tentunya sulit untuk menentukan apa yang terjadi pada kendaraannya, dia harus membawa kendaraannya ke bengkel atau service motor. Masalah lain muncul, jika posisi dia dekat dengan bengkel, maka tidak terlalu ada masalah, tetapi jika posisi dia jauh ini yang menjadi masalah. Untuk mengatasi hal itu, dibutuhkan suatu sistem terkomputerisasi agar masyarakat dapat langsung mengetahui penyebab dan kerusakan pada kendaraannya kemudian dapat langsung menganalisanya dan hal ini memungkinkan mempercepat proses perbaikan. Salah satu sistem yang dapat digunakan yaitu sistem Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam. Sebagai contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang diderita pasien serta dapat memberikan penatalaksanaan terhadap penyakit tersebut . Dalam sistem pakar terdapat klasifikasi diagnosis, metode yang dapat digunakan untuk diagnosis yaitu salah satunya metode Certainty Factor (CF). Teori CF diusulkan oleh Shortliffe dan Buchanan pada 1975 untuk mengakomodasi ketidakpastian pemikiran seorang pakar. Seorang pakar . isalnya dokte. sering kali menganalisis informasi yang ada dengan ungkapan seperti AumungkinAy. Aukemungkinan besarAy. Auhampir pastiAy. Untuk mengakomodasi tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi. Metode Certainty Factor digunakan ketika menghadapi suatu masalah yang jawabannya tidak pasti, ketidakpastian ini bisa merupakan probabilitas . METODE PENELITIAN 1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah salah satu cabang dari Artificial Intelligence yang membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli dibidangnya . 2 Transmisi Otomatis Transmisi otomatis adalah transmisi kendaraan yang pengoperasiannya dilakukan secara otomatis dengan memanfaatkan gaya sentrifugal. Transmisi yang digunakan yaitu transmisi otomatis AuVAy belt atau yang dikenal dengan CVT (Continuous Variable Transmissio. CVT adalah sistem transmisi daya dari mesin menuju ban belakang menggunakan sabuk yang menghubungkan antara drive pulley dengan driven pulley menggunakan prinsip gaya gesek . Pulley Penggerak/ pulley primer (Drive Pulley/ Primary Pulle. adalah komponen yang berfungsi mengatur kecepatan sepeda motor berdasar gaya sentrifugal dari roller, yang terdiri dari beberapa Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 3 Algoritma Certainty Factor Metode Certainty Factor (CF) ini dipilih ketika dalam menghadapi suatu masalah, sering ditemukan jawaban yang tidak memiliki kepastian penuh. Untuk mengakomodasi hal ini maka digunakan Certainty Factor (CF) guna menggambarkan tingkat keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi . Certainty factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan pertama kali oleh MYCIN penemunya untuk menunjukkan besarnya kepercayaan. Ia menggunakan metode ini saat melakukan diagnosis dan terapi terhadap penyakit meningitis dan infeksi darah. 4 Rancangan Flowchart Sistem Di bawah ini merupakan flowchart metode identifikasi kerusakan CVT sepeda motor yamaha NMAX menggunakan metode certainty factor adalah sebagai berikut : Mulai Inisialisasi gejala. Input Data Kerusakan Input Data Gejala Tidak Hitung Cf G1 = Cf1gejala Cf2gejala * . -Cf1gejal. Cf G2 = Cf1gejala Cf2gejala *. -Cf1gejal. Hasil = Max(CF G1. Hasil Identifikais Selesai Gambar 1. Flowchart Metode Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Menentukan sumber pengetahuan mengenai kerusakan dan gejala-gejala kerusakannya. Berikut tabel pengetahuan yang akan digunakan dalam identifikasi kerusakan CVT sepeda motor yamaha NMAX adalah sebagai berikut : Tabel 1. Data Kerusakan CVT Kode Kerusakan Kerusakan K01 Roller K02 Pulley atau Rumah Roller K03 Mangkuk Kopling K04 Kampas Kopling K05 V-Belt K06 Gear Rasio Refresentasi Pengetahuan Kaidah identifikasi biasanya dituliskan dalam bentuk jika-maka (IF. THEN). Kaidah ini dapat dikatakan sebagai hubungan impliksi dua bagian, yaitu bagian premise . dan bagian konklusi . Apabila bagian premise dipenuhi maka bagian konklusi juga akan bernilai benar. Sebuah kaidah terdiri dari klausaklausa. Sebuah klausa mirip sebuah kalimat subyek, kata kerja dan objek yang menyatakan suatu fakta. Ada sebuah klausa premise klausa konklusi pada sebuah kaidah. Suatu kaidah juga dapat terdiri atas beberapa premise dan lebih dari satu konklusi. Antara premise dan konklusi dapat berhubungan dengan AuORAy atau AuANDAy. Berikut kaidah-kaidah identifikasi dalam menganalisa kerusakan: Rule 1 : IF Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan THEN Kerusakan Roller Rule 2 : IF Akselerasi di putaran mesin atas lambat AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan THEN Kerusakan Pulley atau Rumah Roller Rule 3 : IF Akselerasi di putaran mesin bawah tersendat-sendat AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat THEN Kerusakan Mangkuk Kopling Rule 4 : IF Muncul suara berdencit AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat AND Akselerasi di putaran mesin bawah lambat AND Tidak ada tenaga pada motor THEN Kerusakan Kampas Kopling Rule 5 : IF Muncul suara berisik di bagian CVT AND Akselerasi awal seperti slip AND Akselerasi tidak sesuai dengan tarikan gas THEN Kerusakan V-Belt Rule 6 : IF Muncul suara dengung yang cukup keras AND Gigi transmisi terdengar seperti bergesekan AND Ada kebocoran seal THEN Kerusakan Gear Rasio Berdasarkan pernyataan diatas maka kaidah tersebut dapat disimpan dalam bentuk sebuah tabel sehingga dapat lebih mudah untuk dimengerti. Dimana bentuk tabel dengan kaidah diatas adalah seperti berikut ini: Tabel 2. Data Basis Pengetahuan Kerusakan CVT Kerusakan CVT Kode Gejala Gejala K01 K02 K03 K04 K05 K06 Motor terasa begetar lebih G01 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Tabel 2. Data Basis Pengetahuan Kerusakan CVT . Kerusakan CVT Kode Gejala G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 Gejala K01 Timbul suara gemeretak Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan Akselerasi di putaran mesin atas lambat Akselerasi di putaran mesin bawah tersendat-sendat Muncul suara berdencit Akselerasi di putaran mesin bawah lambat Tidak ada tenaga pada motor Muncul suara berisik di bagian CVT Akselerasi awal seperti slip Akselerasi tidak sesuai dengan tarikan gas Muncul suara dengung yang cukup keras Gigi transmisi terdengar seperti bergesekan Ada kebocoran seal K02 K03 K04 K05 K06 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Menentukan Nilai Bobot Untuk dapat melakukan perhitungan berdasarkan rumus diatas, maka oleh pakar diberikan bobot dari setiap gejala terhadap kerusakan yang ada. Yang dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Perancangan Kaidah (Rul. Untuk Gejala Kerusakan CVT Gejala G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 Kerusakan K01 K02 K03 K04 K05 K06 Adapun nilai bobot certainty factor yang digunakan dapat ditentukan sebagai berikut: Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Tabel 4. Interpretasi Nilai Bobot Uncertain Term Tidak Berpengaruh Kurang Berpengaruh Berpengaruh Sangat Berpengaruh Bobot 0 s/d -0. 0 s/d 0. 5 s/d 0. 8 s/d 1. Melakukan perhitungan Adapun contoh kasus kerusakan CVT yamaha NMAX yang pernah terjadi di Adi Bedoel Service adalah dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 5. Contoh Kasus Kerusakan CVT No. Gejala Keterangan G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 G09 G10 G11 G12 G13 G14 Oo Oo Oo Oo Dari tabel kasus kerusakan di atas dapat terlihat bahwa dalam identifikasi kerusakan CVT berdasarkan gejala-gejala yang terjadi pada sepeda motor, dari data tersebut maka dapat diketahui kerusakan tersebut berdasarkan tingkat kepakaran seorang ahli yang menangani kasus tersebut, dengan melakukan perhitungan untuk mendapat nilai CF berdasarkan gejala-gejala yang terjadi pada sepeda motor. Berikut ini merupakan perhitungan nilai CF dari tabel 3. 6, yaitu : Kerusakan Roller Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak = 0. = 0. Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan = 0. = 0. Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat = 0. 984 0*. = 0. Kerusakan Pulley atau Rumah Roller Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan = 0 0. = 0. Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 = 0. = 0. Kerusakan Mangkuk Kopling Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat = 0 0. = 0. Kerusakan Kampas Kopling Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat = 0 0. = 0. Kerusakan V-Belt Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat = 0 0*. = 0 Kerusakan Gear Rasio Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan = 0 0*. = 0 Motor terasa begetar lebih keras AND Timbul suara gemeretak AND Akselerasi di putaran mesin atas terasa tertahan AND Akselerasi di putaran mesin atas lambat = 0 0*. = 0 MAX (CF1. CF2. CF3. CF4. CF5. CF. MAX . ,984, 0,91, 0,6, 0,5, 0, . MAX = 0,984 Berdasarkan hasil identifikasi yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kerusakan yang terjadi pada sepeda motor yamaha NMAX adalah kerusakan Roller dengan tingkat kepastian 0. 984 atau dengan persentase 98. ANALISA DAN HASIL Hasil tampilan antar muka adalah tahapan dimana sistem atau aplikasi siap untuk dioperasikan pada keadaan yang sebenarnya sesuai dari hasil analisis dan perancangan yang dilakukan, sehingga akan diketahui apakah sistem atau aplikasi yang dibangun dapat menghasilkan suatu tujuan yang dicapai, dan aplikasi sistem pendukung keputusan ini dilengkapi dengan tampilan yang bertujuan untuk memudahkan penggunanya. Fungsi dari interface . ini adalah untuk memberikan input dan menampilkan output dari aplikasi. Pada aplikasi ini memiliki interface yang terdiri dari Menu login. Data Kerusakan. Data Kendaraan. Data Gejala. Data Rule dan Menu Proses. Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 1 Halaman Utama Dalam halaman utama untuk menampilkan pada tampilan Menu pada awal sistem yaitu Menu login dan menu utama. Adapuan Menu halaman utama sebagai berikut. Menu Login Sebelum masuk dan mengakses aplikasi, admin harus melakukan login terlebih dahulu dengan cara meng-input user name dan password dengan benar sesuai dengan sistem database dan akan masuk ke menu utama, namun jika tidak maka harus mengulangi untuk meng-input user name dan password dengan benar. Di bawah ini merupakan tampilan form login adalah sebagai berikut: Gambar 2. Form Login Menu Utama Menu Utama digunakan sebagai penghubung untuk form data kerusakan, data kendaraan, data gejala, proses rule, proses perhitungan dan laporan. Berikut adalah tampilan Menu Utama: Gambar 3. Menu Utama 2 Halaman Administrator Dalam administrator untuk menampilkan Menu pengolahan data pada penyimpanan data ke dalam database yaitu Form data kendaraan, data gejala, proses rule, proses perhitungan dan laporan. Adapun Menu halaman administrator utama sebagai berikut. Form Masukan Data Kerusakan Pada form masukan data kerusakan admin dapat melakukan pengolahan data kerusakan berupa menambah data kerusakan yang terdapat pada database. Berikut tampilan form data kerusakan: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Gambar 4. Form Masukan Data Kerusakan Form Data Kendaraan Pada form masukan data kendaraan admin dapat melakukan pengolahan data kendaraan berupa menambah data kendaraan yang terdapat pada database. Berikut tampilan form data kendaraan: Gambar 5. Form Data Kendaraan Form Data Gejala Pada form masukan data gejala admin dapat melakukan pengolahan data gejala berupa menambah data geajal yang terdapat pada database. Berikut tampilan form data gejala: Gambar 6. Form Data Gejala Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Form Data Rule Pada form masukan data rule admin dapat melakukan pengolahan data rule berupa menambah data rule yang terdapat pada database. Berikut tampilan form data rule: Gambar 7. Form Data Rule Form Proses Identifikasi Berikut ini merupakan tampilan dari Form proses identifikasi yang berfungsi untuk melakukan proses identifikasi kerusakan kendaraan dengan metode certainty factor: Gambar 8. Form Proses Identifikasi Form Laporan Hasil Identifikasi Laporan ini berfungsi untuk menampilkan data hasil identifikasi kerusakan kendaraan. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. Jurnal Cyber Tech P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Gambar 8. Form Laporan Hasil Identifikasi 3 Pengujian Berikut ini merupakan hasil pengujian yang dilakukan pada sistem pakar dalam mengidentifikasi kerusakan CVT sepeda motor yamaha NMAX menggunakan metode certainty factor. Gambar 9. Tampilan Hasil Pengelompokkan Data KESIMPULAN Berdasarakan perumusan dan pembahasan bab-bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai Jurnal Cyber Tech Vol. No. September 201x : xx Ae xx P-ISSN : 9800-3456 E-ISSN : 2675-9802 Dalam menganalisa masalah dalam mengidentifikasi kerusakan continuous variable transmission (CVT) sepeda motor yamaha NMAX yaitu dengan menentukan gejala-gejala yang menyebabkan kerusakan CVT, kemudian setiap gejala diberikan nilai bobot berdasarkan ketentuan metode certainty factor, selanjutnya dilakukan proses identifikasi. Dalam merancang aplikasi sistem pakar dalam mengidentifikasi kerusakan continuous variable transmission (CVT) sepeda motor yamaha NMAX menggunakan metode Certainty Factor yaitu dengan merancang aplikasi berbasis webiste kemudian membuat form-form yang berkaitan dan mendukung untuk proses identifikasi seperti membuat form data kendaraan, form data kerusakan, form data gejala, form data basis aturan dan membuat form proses identifikasi. Setelah semua form dibuat selanjutnya melakukan perhitungan identifikasi kerusakan CVT terhadap sepeda motor baru. Sistem yang telah dirancang selanjutnya diimplementasikan dengan memasukkan data-data sesuai dengan yang ada pada bab-bab sebelumnya, kemudaian jika hasil outputnya sesuai dengan data manual maka dalam pengujian ini sistem berjalan dengan baik, menambahkan data ke database, perintah update untuk merubah data di database, perintah delete untuk menghapus data di database. UCAPAN TERIMA KASIH Pada kesempatan ini diucapkan terimakasih kepada Bapak. Ibu dan keluarga atas segala doa, semangat dan motivasinya. Selain itu, terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu untuk menyelesaikan artikel ilmiah ini, yaitu : Bapak Dr. Rudi Gunawan. SE. Si, selaku Ketua STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Mukhlis Ramadhan. ,M. Kom selaku Wakil Ketua I Bidang Akademik STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Puji Sari Ramadhan. Kom. ,M. Kom selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi STMIK Triguna Dharma Medan. Bapak Ahmad Fitri Boy. Kom. Kom selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dalam penyelesaian skripsi ini. Ibu Sri Murniyanti. M selaku dosen pembimbing II yang telah meluangkan waktunya untuk membimbing dalam penyelesaian skripsi ini. REFERENSI