Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) p-ISSN: 2797-2879, e-ISSN: 2797-2860 Volume 5, nomor 4, 2025, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/jppi. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS Terpadu kelas Vi di SMP Negeri 1 Tilongkabila Muhammad Awalludin Sanggulu*. Meyko Panigoro. Maya Dama. Roy Hasiru. Sudirman Universitas Negeri Gorontalo. Kota Gorontalo. Indonesia *Coresponding Author: awallsanggulu15@gmail. Dikirim: 06-10-2025. Direvisi: 14-10-2025. Diterima: 15-10-2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keterampilan instruksional guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu di kelas Vi SMP Negeri 1 Tilongkabila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 32 siswa kelas Vi sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan instruksional guru dan prestasi akademik siswa. Koefisien determinasi (RA) yang diperoleh dari hasil analisis regresi sebesar 0,423, yang menunjukkan bahwa 42,3% variasi hasil belajar siswa dapat dijelaskan oleh keterampilan mengajar guru, sedangkan 57,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi instruksional guru memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Nilai Adjusted R-Square sebesar 0,423 menunjukkan bahwa efektivitas guru dalam mengelola dan menyampaikan pembelajaran berkontribusi secara signifikan terhadap keberhasilan akademik siswa, sementara faktor eksternal di luar ruang lingkup penelitian ini juga memberikan pengaruh. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan pedagogik guru sebagai upaya strategis untuk mendukung dan meningkatkan hasil belajar siswa di kelas. Kata Kunci: Keterampilan Mengajar. Hasil Belajar. Pelajaran IPS. Siswa SMP Abstract: This study aims to examine the influence of teachersAo instructional skills on studentsAo learning outcomes in the Integrated Social Studies subject for Grade Vi at SMP Negeri 1 Tilongkabila. The study employed a quantitative approach involving 32 eighthgrade students as the research sample. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation, while data analysis was conducted using a simple linear regression method. The results of the study indicate a positive and significant relationship between teachersAo instructional abilities and studentsAo academic achievement. The coefficient of determination (RA) obtained from the regression analysis was 0. 423, indicating that 42. of the variation in studentsAo learning outcomes can be explained by teachersAo teaching skills, while the remaining 57. 7% is influenced by other variables not examined in this study. Based on these results, it can be concluded that teachersAo instructional competence plays a substantial role in improving studentsAo learning achievement. The Adjusted R-Square value 423 demonstrates that teachersAo effectiveness in managing and delivering instruction contributes significantly to studentsAo academic success, while external factors beyond the scope of this study also have an impact. These findings emphasize the importance of enhancing teachersAo pedagogical skills as a strategic effort to support and improve studentsAo learning outcomes in the classroom Keywords: Teaching Skills. Learning Outcomes. Social Studies Subject. Junior High School Students @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sanggulu dkk. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar SiswaA PENDAHULUAN Menurut Research . , pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan karakter manusia agar selaras dengan nilai-nilai Secara fundamental, tujuan pendidikan adalah untuk memberikan dasar yang kuat bagi peserta didik dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta mempersiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial dan teknologi yang terus berubah. Yarmayani & Afrila . menegaskan bahwa pendidikan merupakan faktor utama yang menentukan kualitas suatu bangsa. Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kapasitas intelektual, tetapi juga menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang terbuka dan demokratis. Selain itu, pendidikan berkontribusi besar dalam mengoptimalkan potensi peserta didik melalui pengembangan kemampuan kognitif, karakter pribadi, dan aspek emosional mereka. (Kolb, 1. menyatakan bahwa kegiatan pendidikan dirancang untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu, seperti pengembangan kepribadian siswa, kemampuan sosial, kesiapan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, serta keterampilan vokasional untuk memasuki dunia kerja (Panigoro et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), (Theodora, 2. menyebutkan bahwa sumber belajar dapat berupa buku teks, surat kabar, majalah, media pembelajaran, situasi kelas, maupun lingkungan sekitar. Namun, hasil penelitian Karwono . menunjukkan bahwa berbagai sumber belajar di sekitar sekolah belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut untuk kreatif dan memiliki keterampilan dalam memanfaatkan beragam sumber belajar agar proses pembelajaran menjadi lebih Hasil belajar dapat diamati melalui perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa yang terjadi akibat adanya motivasi dan dorongan untuk berhasil (Anunu et al. Motivasi yang dikelola dengan baik dapat memengaruhi seberapa besar usaha yang dilakukan siswa dalam mencapai tujuan belajarnya (Witri, 2. menyatakan bahwa perubahan tersebut muncul melalui usaha yang konsisten dan berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu, yang tercermin dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa. Hasil belajar mencakup keseluruhan pengalaman belajar siswa yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proses belajar tidak hanya sebatas penguasaan konsep teori, tetapi juga mencakup pembentukan kebiasaan, minat, bakat, persepsi, kemampuan bersosialisasi, serta cita-cita dan motivasi pribadi (Maya et al. , 2. Menurut Gianistika et al. , . menjelaskan bahwa belajar merupakan proses perubahan perilaku atau penampilan melalui berbagai kegiatan seperti membaca, mengamati, mendengarkan, dan meniru. Sejalan dengan itu, (Blongkod et al. , 2. mendefinisikan hasil belajar sebagai pencapaian yang diraih individu setelah melalui proses pembelajaran. Menurut Gumohung et al. , . menyatakan bahwa keterampilan mengajar merupakan kompetensi pedagogik inti yang memerlukan latihan yang sistematis dan berkelanjutan agar dapat dikuasai secara efektif. Penguasaan yang baik terhadap keterampilan ini memungkinkan pendidik untuk mengorganisasi serta memfasilitasi proses pembelajaran dengan lebih efisien dan tepat secara pedagogis. Keterampilan mengajar bersifat universal, yang berarti harus dimiliki oleh setiap pendidik mulai dari guru pendidikan anak usia dini, sekolah @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sanggulu dkk. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar SiswaA dasar, menengah, hingga dosen di perguruan tinggi sebagai bagian penting dari kompetensi profesional. Khoirun . guru yang memahami secara mendalam dan mampu menerapkan keterampilan dasar mengajar secara konsisten dan terpadu akan lebih mampu meningkatkan kualitas keseluruhan proses pembelajaran di kelas. Di antara berbagai kemampuan instruksional, keterampilan menjelaskan memiliki peran yang sangat penting karena menjadi salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan dalam proses mengajar. Penjelasan yang efektif mencerminkan kemampuan guru dalam menyampaikan pengetahuan secara jelas dan terstruktur, sehingga peserta didik dapat memahami, menginternalisasi, dan menerapkan materi pembelajaran dengan lebih baik. Menurut Nurfadilah et al. dua alasan utama mengapa keterampilan mengajar memiliki hubungan yang kuat dengan hasil belajar siswa, yaitu: Guru berperan sebagai manajer kelas yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu kreatif, inspiratif, dan antusias dalam menyampaikan materi serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Mengajar merupakan suatu keterampilan. Semakin tinggi keterampilan guru dalam mengajar, semakin baik pula hasil belajar siswa. Upaya guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa sangat bergantung pada sejauh mana guru mampu menguasai dan menerapkan komponen keterampilan mengajar (Chrisvianty et al. , 2. Ayu . menegaskan bahwa salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil belajar adalah kemampuan guru dalam menjelaskan materi dengan jelas dan Dengan demikian, peran guru dapat dikategorikan sebagai faktor eksternal . yang turut memengaruhi keberhasilan proses belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 1 Tilongkabila, ditemukan beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran. Hasil belajar siswa masih tergolong kurang optimal dan belum mencapai standar yang diharapkan (Tanjung. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya keterampilan mengajar guru serta lingkungan belajar yang kurang mendukung. Selain itu, (Karawono, 2. menyebutkan bahwa sebagian guru di sekolah tersebut belum sepenuhnya menerapkan teknik mengajar yang efektif, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi belajar siswa. Keterampilan mengajar yang masih monoton juga menyebabkan minat belajar siswa rendah, karena pembelajaran yang bersifat berulang dan tidak bervariasi membuat siswa cepat bosan dan tidak tertarik dengan kegiatan belajar. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan keterampilan mengajar yang lebih bervariasi dan inovatif, agar siswa dapat belajar melalui berbagai pengalaman dan metode. Sejalan dengan pendapat (Goddard, 2. , keterampilan mengajar yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar siswa Ai semakin efektif dan menarik metode yang digunakan guru, semakin tinggi pula prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik. Berikut disajikannya Jumlah siswa kelas Vi tahun ajaran 2023/2024, sebagai @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sanggulu dkk. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar SiswaA Tabel 1. Hasil Ulangan Harian Kelas Vi Tahun Ajaran 2023/2024 Kelas Jumlah Siswa Vi 1 Vi 2 Vi 3 Vi 4 Vi 5 Vi 6 Jumlah Jumlah Siswa Tidak Tuntas Tuntas Presentase Ketuntasan Tuntas Tidak Tuntas Berdasarkan maasalah atau fenomena yang saya temukan di Lokasi, seperti pada tabel di atas masih rendah nilai siswa yang belum memenuhi nilai KKM ulangan harian. maka peneliti tertarik mengangkat judul pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ips terpadu kelas Vi di Smp Negeri 1 TilongkabilaAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2. Penelitian kuantitatif adalah teknik yang didasarkan pada filosofi positivis, digunakan untuk menguji populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, sementara analisis data bersifat kuantitatif atau statistik, dengan tujuan menguji hipotesis yang ada. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 11 bulan, dimulai pada Desember 2024 dan berakhir pada September 2025. Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah SMP Negeri 1 Tilongkabila. Observasi pertama saya menunjukkan banyak masalah, yaitu hasil belajar siswa yang tidak optimal di SMP Negeri 1 Tilongkabila, di mana kinerja mereka tidak memenuhi standar yang diharapkan atau potensi penuh. Hal ini terjadi karena kurangnya kemampuan pedagogis instruktur dan lingkungan pendidikan. Hasil belajar anak yang tidak memadai disebabkan oleh kompetensi mengajar pendidik yang kurang baik dan kualitas sumber daya penting yang tidak mencukupi bagi guru maupun staf. Di SMP Negeri 1 Tilongkabila, pendidik tidak sepenuhnya menggunakan bakat pedagogis mereka, yang menyebabkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berkurang. Selain itu, kurangnya kemampuan pedagogis instruktur mengakibatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran berkurang. Di SMP Negeri 1 Tilongkabila, kompetensi pedagogis guru dianggap tidak memadai dan monoton, sehingga menyebabkan siswa tidak menyukai lingkungan belajar. (Development, 2. Akibatnya, pendidik harus mengembangkan beragam bakat pedagogis untuk memfasilitasi pembelajaran siswa melalui berbagai metodologi, karena strategi pembelajaran yang efektif pasti akan menghasilkan hasil pendidikan yang baik. Peneliti memulai dengan melakukan observasi di lokasi penelitian. Selanjutnya, peneliti mengumpulkan data dengan membagikan kuesioner kepada siswa untuk mendapatkan informasi yang selanjutnya akan memperkuat penelitian. Selain menyebarkan survei, saya juga melakukan banyak wawancara dengan anak-anak dan instruktur di lokasi penelitian. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sanggulu dkk. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar SiswaA HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil uji statistik yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis untuk menentukan apakah hipotesis nol (HCA) diterima atau ditolak. Langkah awal yang dilakukan adalah menentukan nilai t-tabel yang sesuai. Nilai t-tabel ditentukan berdasarkan derajat kebebasan . dan tingkat signifikansi yang digunakan, yang dalam penelitian ini ditetapkan sebesar 5%. Berdasarkan perhitungan n Ae k Ae 1 = 32 Ae 1 Ae 1 = 30, diperoleh nilai t-tabel sebesar 1,697 . ihat lampira. Dengan menggunakan program SPSS versi 22 untuk analisis statistik, diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,559, yang lebih besar daripada nilai t-tabel yaitu 1,697. Selain itu, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,016, lebih kecil dari 0,05, menunjukkan bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel keterampilan mengajar guru (X) memiliki pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap hasil belajar siswa (Y). Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Model Unstandardized Coefficients (Constan. Standardized Coefficients Beta Std. Error Sig. Selanjutnya, hasil analisis koefisien determinasi yang disajikan pada tabel menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,423, atau setara dengan 42,3%. Hal ini berarti bahwa sekitar 42,3% variasi dalam hasil belajar siswa (Y) dapat dijelaskan oleh variabel keterampilan mengajar guru (X), sedangkan sisanya sebesar 57,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian Tabel 3. Hasil Uji Koefisien Determinasi (RA) Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh pendidik PPKN Reni Anggraeni. Khairun Nisa, dan Hasnawati . tentang dampak penguasaan pedagogik guru terhadap prestasi akademik siswa pada mata pelajaran PPKN. Tujuan penelitian, analisis data, dan pembahasan menunjukkan bahwa kualitas pengajaran guru secara signifikan memengaruhi hasil belajar siswa pada materi PPKN di SDN 35 Cakranegara. Hasil uji hipotesis menggunakan regresi linier dasar menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003, yang kurang dari 0,05, sehingga mengarah pada penerimaan Ha dan penolakan H0. Selain divalidasi oleh nilai signifikansi, hal ini juga diperkuat oleh nilai statistik t. Statistik t yang dihitung melebihi nilai tabel t . ,507 > 1,. , yang menunjukkan penerimaan Ha dan penolakan H0. Nilai koefisien R sebesar 0,451 menunjukkan bahwa variabel independen (Keterampilan Mengajar Gur. menyumbang 45,1% varians pada variabel dependen (Hasil Belaja. , sedangkan sisanya sebesar 54,9% disebabkan oleh variabel lain. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogis instruktur memengaruhi hasil belajar siswa kelas lima dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SDN 35 Cakranegara. @2025 JPPI . ttps://jurnal. com/index. php/jpp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sanggulu dkk. Pengaruh Keterampilan Mengajar Guru terhadap Hasil Belajar SiswaA KESIMPULAN Nilai t-tabel ditentukan berdasarkan derajat kebebasan . dan tingkat signifikansi yang digunakan, yang dalam penelitian ini ditetapkan sebesar 5%. Dengan perhitungan derajat kebebasan n Ae k Ae 1 = 32 Ae 1 Ae 1 = 30, diperoleh nilai ttabel sebesar 1,697 . ihat lampira. Berdasarkan hasil analisis menggunakan program SPSS versi 22, diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,559, yang lebih besar daripada nilai t-tabel yaitu 1,697. Selain itu, nilai signifikansi sebesar 0,016, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa variabel keterampilan mengajar guru (X) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa (Y). Hasil analisis koefisien determinasi yang ditampilkan pada tabel sebelumnya menunjukkan bahwa nilai Adjusted RA sebesar 0,423, atau setara dengan 42,3%. Hal ini berarti bahwa sekitar 42,3% variasi hasil belajar siswa (Y) dapat dijelaskan oleh variabel keterampilan mengajar guru (X), sedangkan sisanya yaitu 57,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini mengusulkan bahwa peningkatan kemampuan pedagogis guru dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berbagai teknik pedagogis yang diterapkan secara efektif dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik. Dengan demikian, peningkatan keterampilan pedagogis guru berkorelasi dengan peningkatan hasil belajar siswa. Guru dengan kemampuan pedagogis yang baik mampu menciptakan lingkungan belajar yang menarik, efektif, dan partisipatif, sehingga dapat memfasilitasi pemahaman siswa serta meningkatkan motivasi belajar mereka. Analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai RA sebesar 0,423 atau 42,3%, yang mengindikasikan bahwa keterampilan mengajar guru menyumbang 42,3% terhadap hasil belajar siswa, sedangkan 57,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti motivasi belajar, lingkungan belajar, media pembelajaran, dan faktor internal siswa. DAFTAR PUSTAKA