Planta Simbiosa Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura e-ISSN 2685-4627 https://doi. org/10. 25181/jplantasimbiosa. vXiX. x Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah Terhadap Pemberian Pupuk Bokashi Growth and Production Responses of Shallot to the Application of Bokashi Fertilizer Annisa Fitri1. Reza Zulfahmi1*. Dede Tiara1. Mustika Adzania Lestari1. Hevia Purnama Sari1 . Desti Aulia Putrantri 1 Jurusan Budidaya Tanaman Pangan. Politeknik Negeri Lampung. Jl. Soekarno Hatta No. Rajabasa Raya. Kec. Rajabasa. Kota Bandar Lampung. Lampung 35141 E-mail: rezazulfahmi@polinela. Submitted: 06/08/2025. Accepted: 13/10/2025. Published: 30/10/2025. ABSTRAK Bawang merah (Allium ascalonicum L. ) tergolong komoditas hortikultura unggulan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Pengunaan pupuk anorganik secara terusmenerus dalam budidaya bawang merah dapat menurunkan kualitas tanah dan berdampak pada hasil Sehingga, diperlukan penggunaan pupuk organik sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik serta mendukung pertanian berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas brebes terhadap pemberian pupuk bokashi berbagai dosis. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu dosis pupuk bokashi dengan 6 taraf perlakuan: B0 (Kontro. B1 . kg /m. B2 . ,5 kg /m. B3 . kg /m. B4 . ,5 kg/m. B5 . kg/m. Setiap perlakuan diulang empat kali dengan sepuluh sampel sehingga diperoleh 280 satuan percobaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dosis pupuk bokashi 3 kg/mA merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas Brebes. Perlakuan ini menghasilkan panjang daun 36,50 cm, diameter daun 0,75 cm, panjang umbi 3,24 cm, diameter umbi 2,84 cm, bobot segar umbi 11,89 g, bobot kering umbi 8,32 g, bobot segar umbi per rumpun 46,44 g, dan bobot kering umbi per rumpun 32,50 g. Namun, perlakukan pupuk bokashi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan anakan buah. Kata Kunci: Bawang merah. Bokashi. Brebes. Pertumbuhan. Produksi ABSTRACT Shallot (Allium ascalonicum L. ) is an important horticultural commodity that significantly contributes to the Indonesian economy. Continuous use of inorganic fertilizers in shallot cultivation decreases soil quality and affects yield. Therefore, organic fertilizers are needed to reduce dependence on inorganic inputs and support sustainable farming. This study aimed to determine the growth and yield of the Brebes shallot variety under different doses of bokashi fertilizer. The experiment was arranged in a Randomized Block Design (RBD) with one factor, namely bokashi dose, consisting of six treatments: B0 . B1 . kg/mA). B2 . 5 kg/mA). B3 . kg/mA). B4 . kg/mA), and B5 . kg/mA). Each treatment was repeated four times with ten samples, resulting in 280 experimental units. The results showed that bokashi 3 kg/mA was the most effective dose, producing leaf length of 36. 50 cm, leaf diameter of 0. 75 cm, bulb length of 3. 24 cm, bulb diameter of 2. 84 cm, fresh bulb weight of 11. 89 g, dry bulb weight of 8. 32 g, fresh bulb weight per clump of 46. 44 g, and dry bulb weight per clump of 32. 50 g. However, bokashi application had no significant effect on the number of leaves and tillers. Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 91-96 Fitri, et. : Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. Keywords: Bokashi. Brebes. Growth. Shallot. Yield Copyright A 2025 Author. This work is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Salah satu komoditas hortikultura unggulan yang berkontribusi besar terhadap prekonomian Indonesia yaitu bawang merah (Allium ascalonicum L. Persentasi konsumsi bawang merah di Indonesia sebesar 96,82% berasal dari rumah tangga (BPS, 2. Harga bawang merah akan menurun apabila hasil produksi bawang meningkat. Pada tahun 2022-2023 hasil produksi bawang merah menurun dibandingkan tahun 2021 (BPS, 2. sehingga harga bawang merah meningkat. Ketepatan varietas bawang merah menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya bawang merah. Varietas berebes termasuk salah satu varietas unggul bawang merah yang sering digunakan oleh petani di Indonesia. Berdasarkan Lampiran SK. Menteri Pertanian No. 594/Kpts/TP 290/8/1984, keungulan bawang merah varietas berebes yaitu memiliki produksi yang tinggi sebesar 10 ton/ha umbi kering dan resisten terhadap penyakit busuk umbi yang disebabkan oleh patogen Botrytis allii. Menurut penelitian Upe & Sau . Bima Brebes menunjukkan adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan dan ratarata potensi hasil mencapai 12. 08 t ha-1. Salah satu faktor penting dalam upaya meningkatkan produksi tanaman bawang merah adalah pemupukan. Pemupukan memperbaiki kondisi kesuburan tanah dan memenuhi unsur hara dalam proses pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk organik lebih diutamakan karena berasal dari bahan alami sehingga tidak meninggalkan residu bagi lingkungan. Pupuk bokashi termasuk jenis pupuk organik yang dikembangkan dengan bantuan Effective Microorganisms 4 (EM. , yang memiliki peran penting dalam memperbaiki struktur dan meningkatkan kesuburan tanah (Hakim & Anandari, 2. Aplikasi bokashi menjadikan tanah lebih gembur dan efiesiensi penyerapan air menjadi lebih baik karena meningkatnya porositas tanah serta menambah kandungan bahan organik yang mendukung pembentukan humus dalam tanah secara alami (Lasmini et al. , 2. Aplikasi pupuk bokasi dapat memperbaiki kondisi kesuburan tanah sehingga meningkatkan perkembangan vegetatif dan produksi tanaman bawang merah (Andri et al. Penelitian Handayani et al. membuktikan bahwa aplikasi pupuk bokashi mampu menjadi solusi alternatif dalam menurunkan intensistas penggunaan pupuk NPK. Aplikasi bokashi memberikan produksi bawang merah (Zulfahmi et al. Selaras dengan penelitian (Dolla et al. , 2. yaitu aplikasi bokashi terhadap seluruh parameter pengamatan tanaman bawang merah seperti tinggi tanaman, jumlah umbi per petak, jumlah Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 91-96 Fitri, et. : Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. daun, dan bobot umbi kering per petak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas brebes terhadap pemberian pupuk bokashi berbagai METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2024 di Lahan Percobaan Jurusan Budidaya Tanaman Pangan Politeknik Negeri Lampung. Bandar Lampung. Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini antara lain: bawang merah varietas berebes, furadan, serta pupuk bokashi yang dibuat menggunakan sekam, berangkasan tanaman legum, dedak, dan kotoran hewan dengan perbandingan 2:2:1:4, yang dicampur secara merata. Adonan kemudian disusun secara berlapis, dimana setiap lapisan ditambahkan larutan EM4 dan molase Selanjutnya diambil sampel adonan yang dikepalkan untuk mengecek kadar air, dengan memastikan tidak ada air yang Proses fermentasi dilakukan selama 21 hari hingga bokashi siap Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah koret, cangkul, label, roll meter timbangan digital, sprayer, dan alat tulis. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu dosis pupuk Bokashi dengan 6 taraf perlakuan. Taraf perlakuan yang diberikan antara lain: B0 (Kontro. B1 . kg /m. B2 . ,5 kg /m. B3 . kg /m. Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 91-96 B4 . ,5 kg/m. B5 . kg/m. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali dan sepuluh sampel sehingga diperoleh 280 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu panjang daun . , diameter daun . , jumlah daun . , panjang umbi . , diameter umbi . , jumlah anakan . , bobot segar umbi . , bobot kering umbi . , bobot segar umbi per rumpun . , dan bobot kering umbi per rumpun . Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANARA), jika terdapat perlakukan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji lanjut pada taraf 5% menggunakan uji Duncan Multi Range Test (DMRT). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis ragam menunjukan bahwa dosis pupuk bokashi yang diberikan (B1. B2. B3. B4, dan B. berpengaruh signifikan terhadap panjang daun, diameter daun, panjang umbi, bobot segar umbi, diameter umbi, bobot kering umbi, bobot segar umbi per rumpun, dan bobot kering umbi per rumpun. Sedangkan jumlah daun dan jumlah anakan buah tidak berbeda nyata (Tabel 1 dan . Proses fermentasi pupuk bokashi yang cepat menghasilkan pupuk dengan mikroorganisme yang menguntungkan dalam jumlah tinggi, serta mengandung senyawa organik yang mudah diserap oleh tanaman (Vatika et al. , 2. Fitri, et. : Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. Tabel 1. Pengaruh pupuk bokasi terhadap panjang daun . , diameter daun, jumlah daun, panjang umbi, dan diameter umbi Perlakuan B0 (Kontro. B1 . kg /m. B2 . ,5 kg /m. B3 . kg /m. B4 . ,5 kg /m. B5 . kg /m. Panjang Daun . 34,20 d 34,22 d 34,25 d 35,64 c 36,50 b 37,45 a Diameter Daun Jumlah Daun Panjang Umbi . Diameter Umbi . 0,69 d 0,70 c 0,70 c 0,72 b 0,72 b 0,75 a 2,98 c 2,98 c 3,00 c 3,10 b 3,12 b 3,24 a 2,59 c 2,60 c 2,68 b 2,72 b 2,72 b 2,84 a Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut uji DMRT pada taraf 5% Penggunaan bokashi memberikan respon pertumbuhan dan hasil produksi bawang merah yang signifikan (Jakunda et al. , 2020. Khadijah et al. , 2. Penelitian Cahaya et al. , . Muazam & Arifin, . menunjukkan aplikasi pupuk bokashi berpengaruh signifikan terhadap rata-rata tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah daun, bobot umbi segar per rumpun dan per petak, diameter umbi, serta bobot umbi kering per rumpun dan per petak. Kemudian, penelitian Afrita et al. , . menunjukkan bahwa pemberian bokashi bengaruh sangat signifikan pada variabel tanaman, bobot basah umbi per rumpun, bobot basah umbi per plot, umur panen, bobot kering umbi per rumpun, bobot kering umbi per plot. Pengaruh signifikan juga terdapat pada variabel diameter umbi sedangkan variabel jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, dan jumlah umbi per plot tidak signifikan. Tabel 2. Pengaruh pupuk bokasi terhadap jumlah anakan, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar umbi perrumpun, dan bobot kering umbi per rumpun Perlakuan B0 (Kontro. B1 . kg /m. B2 . ,5 kg /m. B3 . kg /m. B4 . ,5 kg /m. B5 . kg /m. Jumlah Anakan Buah Bobot Segar Umbi . 11,27 b 11,37 b 11,44 b 11,43 b 11,50 b 11,89 a Bobot Kering Umbi . 7,89 b 7,96 b 8,00 b 8,00 b 8,05 b 8,32 a Bobot Segar Umbi per Rumpun . 35,65 c 35,66 c 35,74 c 40,50 b 41,04 b 46,44 a Bobot Kering Umbi per Rumpun . 24,95 c 24,96 c 25,00 c 28,34 b 28,72 b 32,50 a Keterangan: Nilai rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata menurut uji DMRT pada taraf 5% Dosis pupuk bokashi terbaik pada penelitian ini yaitu B5 . kg/m . Pada parameter panjang daun, diameter daun, panjang umbi, diameter umbi, bobot segar umbi, bobot kering umbi, bobot segar umbi per rumpun, dan bobot kering umbi per rumpun berturut-turut sebesar sebesar 37,45 cm, 0,75 cm, 3,24 cm, 2,84 cm, 11,89 gram, 8,32 gram, 46,44 gram, dan 32,50 gram. Penelitian Planta Simbiosa Volume 7 . Oktober 2025: 91-96 Fitri, et. : Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. ini sesuai dengan penelitian (Efendi et , 2. yaitu perlakuan bokashi 3 kg per plot menghasilkan pertumbuhan dan dibanding perlakuan lain. Diperoleh hasil 35,11 cm pada variabel tinggi tanaman, sebanyak 10,44 helai jumlah daun per rumpun dan 6,67 jumlah anakan per rumpun. Bobot per tanaman mencapai 43,39 g, sedangkan bobot total per plot tercatat sebesar 1,09 kg. Ketersediaan meningkat seiring dengan peningkatan dosis bokashi dalam media tanam, sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal (Vatika et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa dosis pupuk bokashi 3 kg/mA merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah Brebes. Perlakuan menghasilkan panjang daun 36,50 cm, diameter daun 0,75 cm, panjang umbi 3,24 cm, diameter umbi 2,84 cm, bobot segar umbi 11,89 g, bobot kering umbi 8,32 g, bobot segar umbi per rumpun 46,44 g, dan bobot kering umbi per rumpun 32,50 g. Namun, perlakukan pupuk bokashi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan anakan buah. DAFTAR PUSTAKA