Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 TAFSIR DAN ANALISIS MIMPI NABI YUSUF (KAJIAN TERHADAP QS YUSUF/12: 1-. Andi Ruhbanullaila Rifai Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar 80600222027@uin-alauddin. Achmad Abubakar Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Achmad. abubakar@uin-alauddin. Muhammad Irham Muhammad. irham@uin-alauddin. Abstract the prophet Yusuf which focuses on a dream he saw ini his childhood. This story is contained ini QS Yusuf verse 4 where in this verse the prophet Yusuf tells his dream in detail to his father, thus causing his brothers to be jealous. The dream seen by the prophet Yusuf later became a reality and was mentioned in the QS Yusuf verse 100. The purpose of this research is to find out what the meaning of the dream of the prophet Yusuf which is called ruAoyah shalihan and what kind of life the prophet Yusuf went through until this dream actually happened. This type of research is library research of literature, namely by referring to tafsir book, book, journals and research that are relevant to the story of the prophet Yusuf. The research method that the author uses is the tahlili method, namely by presenting information related to surah Yusuf by explaining the asbab an-nuzul and its munasabah. The results of the research show that the dream of the prophet Yusuf seeing eleven stars and the moon and sun bowing down to him is a sign of The eleven stars in his dream were interpreted as the prophet YusufAos eleven brothers. The sun and moon were his father and mother. This dream finally came true when the prophet YaAoqub, his mother and eleven brothers visited him in Egypt while prostrating before him. Keywords: dream, interprete, prophet Yusuf, tahlili Abstrak: Artikel ini membahas kisah nabi Yusuf yang difokuskan pada mimpi yang ia lihat di masa Kisah ini dimuat dalam QS Yusuf ayat 4 yang mana pada ayat tersebut nabi Yusuf menceritakan mimpinya secara detail kepada sang ayah, sehingga menimbulkan kecemburuan saudara-saudaranya. Mimpi yang dilihat oleh nabi Yusuf kemudian menjadi nyata dan disebutkan di dalam QS. Yusuf ayat Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui apa makna mimpi nabi Yusuf yang disebut dengan ruAoyah shalihan dan menjadikan sosok Nabi Yusuf sebagai teladan, baik dalam kesabarannya, ketaataannya kepada Allah, dan kecerdasannya. Jenis Penelitian ini adalah library research atau kepustakaan yaitu dengan merujuk kepada kitab tafsir, buku, jurnal serta penelitian yang relevan dengan kisah Nabi Yusuf. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode tahlili yaitu menyajikan informasi terkait surah Yusuf dengan menguraikan asbab an-nuzul, munasabahnya, analisa mufradat dan interpretasi mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimpi nabi Yusuf melihat sebelas bintang serta bulan dan matahari bersujud kepadanya merupakan salah satu tanda kenabian. Sebelas bintang dalam mimpinya ditakwilkan dengan saudara nabi Yusuf yang berjumlah sebelas, matahari dan bulan adalah ayah dan ibunya. Mimpi tersebut benar terjadi ketika Nabi YaAoqub beserta ibu dan sebelas saudara Nabi Yusuf mengunjunginya ke Mesir seraya bersujud di hadapannya. Kata Kunci Mimpi. Takwil. Nabi Yusuf, tahlili. PENDAHULUAN Al-QurAoan adalah sumber hukum pertama bagi umat Nabi Muhammad. Maka seorang yang memahami al-QurAoan baik makna dan rahasia-rahasia yang terkandung di Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 dalamnya adalah orang yang seharusnya mendapatkan kebahagiaan, karena ia dapat mengetahui bagaimana menjadi hamba terbaik serta mampu membedakan antara jalan yang benar dan sesat. 1 Kesempurnaan al-QurAoan tidak hanya dapat dilihat dari bahasa yang digunakan, tapi juga isinya yang mencakup banyak hal. Salah satu hal menarik yang terkandung dalam al-QurAoan adalah kisah-kisah umat terdahulu yang memuat hikmah dan dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan umat Muslim. Kisah-kisah di dalam al-QurAoan begitu istimewa dengan tema-tema yang sangat bermanfaat untuk melatih jiwa. Gaya bahasa yang digunakan beragam, begitu pula dengan pemaparannya, ada yang disampaikan dengan dialog dan biografis. Ada yang diuraikan dengan maksud ancaman, adapula sebagai pembangkit jiwa. 2 Hal tersebut tidak lain agar umat Muslim yang senantiasa menggunakan akalnya mau berfikir sehingga menjadikan kisah-kisah tersebut sebagai pelajaran, tidak terbatas pada cerita belaka saja. Salah satu kisah menarik di dalam al-QurAoan adalah kisah Nabi Yusuf yang oleh al-QurAoan disebut sebagai kisah terbaik. Ungkapan tersebut terdapat dalam QS Yusuf/12: 3: a AOaA a a aI a ea a esOa uaOas aeE Ua eOCa eIA ca aAeN OaCA a a a a a eAOas aeE aA a aANa eOCA Terjemahnya: Kami menceritakan kepadamu (Muhamma. kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-qurAoan ini kepadamu Kisah tersebut dimulai dengan menceritakan mimpi nabi Yusuf serta dipilihnya sebagai Nabi, kemudian dilanjutkan dengan rencana buruk saudara-saudaranya, dan diakhiri dengan pertemuan Nabi Yusuf dengan orangtuanya. Dalam kisah ini, mimpi Nabi Yusuf menjadi objek menarik untuk dikaji, apa makna mimpinya dan bagaimana pula lika-liku kehidupan Nabi Yusuf hingga mimpi yang dilihatnya benar-benar terjadi Penelitian tentang kisah nabi Yusuf secara umum telah banyak dilakukan oleh pengkaji ilmu, contohnya karya Ali Imron dengan judul Simiotika al-QurAoan. Pada MannaAo Al-Qaththan. Maba>hit. Fi> AoUlu>m Al-QurAoa>n, terj. Aunur Rafiq al-Mazi. Pengantar Studi Ilmu al-Qur'an (Pustaka al-Kautsar, 2. , h. M Abdul Jadul Mawla dan M. Abu al-Fadhl Ibrahim. Buku Induk Kisah-Kisah Al-QurAoan (Jakarta: Zaman, 2. , h. Syihabuddin Qalyubi. Stilistika Al-QurAoan: Pengantar Orientasi Studi Al-QurAoan (Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1. , h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 penilitian ini, penulis berfokus pada ayat mengenai mimpi nabi Yusuf, yaitu menguraikan mimpi Nabi Yusuf serta takwilnya, yang diungkapkan oleh mufassir dengan menjelaskan term-term yang digunakan pada ayat tersebut untuk memperkuat Penelitian ini dimaksudnya untuk mengetahui takwil mimpi Nabi Yusuf serta fase kehidupannya hingga ia dapat mencapai kedudukan yang tinggi dan mulia di langit dan di bumi. Sehingga dengan membacanya, kaum muslimin dapat mengambil pelajaran dari kesabaran Nabi Yusuf dalam menjalani kehidupannya yang penuh dengan ujian. METODE Dalam mengkaji ayat tentang mimpi Nabi Yusuf, maka diperlukan sebuah metode yang mumpuni agar kisah yang disajikan di dalam al-QurAoan dapat dipahami dengan Metode yang digunakan adalah metode analisa/tahlili yaitu menjelaskan secara rinci QS Yu>suf/12: 1-6 dengan menuraikan asba>b an-nuzu>l, munasabah serta term-term yang digunakan dalam ayat-ayat tersebut. Jenis penelitian ini adalah kepustakaan yaitu merujuk kepada kitab-kitab tafsir, kamus, buku dan jurnal-jurnal yang relevan dengan kajian ini. PEMBAHASAN Gambaran Umum Surah Yusuf Penamaan surah Yusuf Dalam urutan surah di dalam al-QurAoan, surah Yu>suf adalah surah yang ke dua belas yaitu setelah surah Hu>d yang mana surah ini juga turun setelah surah Hu>d dengan jumlah 111 ayat. Surah ini adalah surah yang ke 53 diturunkan kepada Rasulullah saw. dan dinamai dengan surah Yusuf karena di dalamnya memuat kisah nabi Yusuf secara khusus yang tidak dimuat pada surah lainnya. 4 Berbeda dengan kisah Nabi lainnya yang diceritakan berulang-ulang pada surah yang berbeda namun dengan makna yang Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6 (Ciputat: Lentera Hat. , h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 5 Selain Yusuf, surah ini juga disebut dengan a. sanul qa. , a>yatu lissa>Aoili>n, ta. diq al-kutub as-samawiyyah as-sabiqah dan Ibrah li ulil alba>b. sanul qi. bermakna kisah-kisah terbaik. Disebut demikian karena dalam surah Yu>suf memuat kisah dua nabi, raja serta kerajaannya, orang-orang shaleh yang kesemuanya berkaitan dengan kehidupan nabi Yusuf yang mengandung banyak pesan Ayatu lissa>Aoili>n bermakna tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang Sedangkan makna Ibrah li ulil alba>b adalah pelajaran bagi orang yang berakal karena di dalam surah ini terdapat banyak pelajaran serta nasehat bagi hamba yang Adapun ta. diq al kutub as-samawiyyah as-sabiqah dan Ibrah li ulil alba>b memiliki arti membenarkan kitab-kitab samawi sebelum al-QurAoan, disebut demikian karena kisah nabi yusuf tertera pada kitab suci sebelumnya. Surah Yu>suf sebagaimana yang disebutkan oleh Wahbah Zuhaili dan M. Quraish Shihab adalah termasuk surah makkiyah, namun dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa beberapa ayat dari Yusuf adalah madaniyyah yaitu pada ayat 1, 2, 3 dan ayat ke 77 seperti yang tertera pula dalam tafsir al-Qur. u>bi yang menyebutkan Ibnu Abbas dan Abu Qadatah mengatakan bahwa empat diantara surah Yu>suf adalah Madaniya. 8 Hal ini dibantah oleh Quraish Shihab dengan mengatakan bahwa pendapat tersebut adalah pendapat yang lemah dengan mengemukakan bahwa seluruh ayat dalam surah Yu>suf merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 9 Lebih jelasnya. Sayyid Quthb menyebutkan bahwa tiga ayat pertama yang dikalim sebagai ayat madaniyah merupakan pendahuluan dari surah Yu>suf untuk memulai kisah Nabi Yusuf. Sebab potongan huruf A IAyang mengawali surah ini serta ungkapan al-QurAoan diturunkan dengan bahasa Arab merupakan redaksi bernuansa makkiyah. Al-Qurtubi, al-Jami'> li Ahka>m al-Qur'a>n (Beirut: Daar al-Fikr, 1. , h. Kementrian Agama RI. Tafsir Ringkas Al-QurAoanul Karim: Jilid 1 (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-QurAoan, 2. Jalaluddin as Suyuti. Jalaluddin al-Mahalli. Tafsir Jalalain Jilid 1 (Jakarta: Pustaka al-Kautsar. Al-Qurtubi, al-Jami' Li Ahkam al-Qur'an, h. M Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah, h. Sayyid Quthb. Tafsi>r Fi> Z}ilal Al-QurAoan: Jilid 6, (Jakarta: Gema Insani, 2. , h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Selain itu, ayat ketujuh yang disebut sebagai ayat madaniyah memiliki kesinambungan dengan ayat kedelapan yang mana pada ayat tersebut terdapat kata ganti yang mengarah pada Yusuf dan saudara-saudaranya yang tercantum dalam ayat tujuh, maka menurut Sayyid Quthb tidaklah mungkin jika kedua ayat ini diturunkan secara terpisah. Meskipun surah Yu>suf tergolong makkiyah, namun kandungan surahnya sangatlah lembut dan penuh kasih sayang bahkan tidak menyebutkan ancaman serta peringatan keras layaknya pada beberapa surah makkiyah. Asbabun Nuzul Surah Yusuf Wahbah Zuhaili dalam tafsirnya menuliskan bahwa sebab turunnya surah Yusuf adalah ketika seorang Yahudi bertanya tentang kisah Nabi Yusuf kepada Nabi Muhammad, maka turunlah surah Yu>suf. 13 Dalam riwayat lain disebutkan bahwa sahabat bertanya kepada Rasulullah saw: AoWahai Rasulullah, maukah engkau bercerita kepada kami tentang kisah-kisah?Au kemudian turunlah surah Yu>suf ayat 3. 14 Dalam riwayat lain disebutkan bahwa SaAoad bin Abi Waqqash berkata. AoAl-QurAoan telah diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw, dan kemudian membacakannya kepada sahabat, selang berapa waktu sahabat berkata AoSeandainya engkau menceritakannya kepada kamiAo setelah itu turunlah ayat ke 3 dari surah YusufAo. Munasabah surah Surah Yu>suf diturunkan setelah surah Hu>d yang juga merupakan nama nabi sehingga memuat topik yang sama yaitu berisi kisah para nabi dan penetapan wahyu atas Rasulullah saw. 16 Surah Yu>suf sebagaimana surah Hu>d dan Yu>nu>s diturunkan pada situasi yang sangat kritis setalah peristiwa israAo miAoraj yang diragukan oleh sebagian besar penduduk Makkah. Kesedihan Nabi diperparah oleh kepergian Khadijah dan Sayyid Quthb. Tafsi>r Fi> Z}ilal Al-QurAoan: Jilid 6, h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r: Fi> Al-AoAqi>dah Wa Al-Syari>Aoah Wa Manhaj: jilid 6 (Beirut: Da>r al-Fikr, 1. , h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir, h. Jalaluddin al-Mahalli. Tafsir Jalalain Jilid 1, h. Al-Qurtubi. Tafsir al-Qur. ubi: Jilid 9, h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 paman beliau Abu Thalib, dimaka surah ini menjadi penguat hati nabi yang ketika beliau dirundung duka yang teramat dalam. Adapun dengan surah setelahnya yaitu surah ar-RaAod, keduanya memiliki hubungan dan kesesuaian tema, makna, maksud dan spesifikasi al-QurAoan. Hal ini diungkapkan oleh Wahbah Zuhaili bahwa surah Ar-RaAod juga berbicara tentang kisah nabi sebagaimana dalam surah Yusuf, dan di dalamnya mengisahkan tentang pertolongan Allah terhadap hambanya yang beriman serta bertakwa. Kesesuaian dari segi tujuan dan maksudnya dapat dilihat pada QS Yu>suf/12: 39 dan QS ar-RaAod/13: 2, 16 yang menekankan keEsaan Allah Swt. Kajian QS Yu>suf Ayat 1-6 QS Yu>suf/12 : 1-6 dan terjemahnya A Oa e aNA aA aasc U OacaOac aI eI a e aCOaaIA a AO a eO aE Uaa eO aIaA a U A auOac aOa eOOaOa Ca eOA AsNA a aA eO aIA Ua AO aIN Ca e aOA a AA a aI a ea a esOa uaOas aeE Ua eOCa eIa aa auI aIA ca aAOaCA a a a a a eAOas aeE aA a aANa eOCA U A aa aI ea aIA a AA aE a as aU aU aA a aaU A aue Ca aNA aAOa aINa eOa aOsNA a aA auOcaU aaUea a aA a AA ca aOA AOaOA a Ua eAA aA e a a AU Ea a eCA a AEA a UA aa eOCa aI a a a eU a as eI aOA a AA a A eIA ca aA Ca aN aU aOA AaU aNA a se AA ca Aau e aa a aE Aa as aIs aae Oa aE aIse U au acI OA U A Ucaa acI aA AsEA a A aa aIa aO aE aU e a aAu AsNA a AIA a AuEOA a AIa aOA a AA Aa aI aI a a acI asA a Ua aacE aaUaa aOc aI aE aIN a e aaU aO aE a aA a aAOaO aN Ua eCA a aa AOas aeEA a aUaA aaUaa acI Oa e aIA A aOs UI a aIs UIA a AsI aa au e aCa au acI a aacEA a Ua AOaO aa aaU aeE aIN Ca e aO au aeA Terjemahnya: Alif Lam Ra, ini adalah ayat-ayat kitab . l-QurAoa. yang jelas. Sesungguhnya kami menurunkannya berupa al-QurAoan bebahasa arab agar kamu mengerti. Kami menceritakan kepadamu (Muhamma. kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-qurAoan ini kepadamu, dan sesungguhnya engkau sebelum itu termasuk orang yang tidak mengetahui. , ketika Yusuf berkata kepada ayahnya. AoWahai ayahku sesungguhnya aku . melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya bersujud kepadaku. Dia . Aowahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudarasaudaramu, mereka akan membuat tipu daya . ntuk membinasaka. mu, sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusiaAu. Dan demikianlah Tuhan memilih engkau . ntuk menjadi nab. dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan . ikmat-Ny. kepadamu dan kepada keluarga YaAoqub, sebagaimana dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua Rudi Haryanto, 'Kesabaran dalam Berdakwah Menurut al-Qur'an Surah yusuf'. Al-qolam: Jurnal dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. , 173Ae87. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 orang kakekmu sebelum itu, . Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya tuhanmu Maha Mengetahui Maha Bijaksana. Au Kosa kata dalam QS Yusuf/12 : 1-6 Pada QS Yu>suf/12: 1-6 terdapat banyak kosakata yang dapat penulis uraikan sebagai berikut: A ICadalah jamak dari kata a cU A CAyang bermakna hikayat, kisah atau cerita. Pada ayat ini A ICadapat berbentuk ma. dar dengan makna pengkisahan, namun dapat juga berbentuk isim mafAou>l dengan makna dikisahkan. A OOIAadalah kata kerja dalam bentuk ma>. i>, yang bermakna Aokami telah mewahyukanAo. Berasal dari kata UAOA yang bermakna memberi. 21 Ketika menggunkan kata ini, al-QurAoan kerap menggunakan . amir na. nu, sebagaimana juga pada kata anzala. A IANOIAmerupaka isim fa>Aoil yang berasal dari kata UA OANA- UA AI Ae OAI Ae AEAyang berarti lupa, lalai, atau menutup. 22 Quraisy Shihab dalam menguraikan makna kata ini menuliskan bahwa asal kata Aoal-gha>fili>nAo bermakna ketertutupan. Dari makna ini dikatakan pula bahwa sampul yang digunakan untuk menutup sesuatu dinamai dengan AEAA. Selain itu. A AIAdapat diartikan dengan AolengahAo. Aoyang tidak mengetahuiAo bukan karena lemahnya akal namun karena kurangnya perhatian. AA. Asal kata A Aadalah A Ayang berarti bapak. Adapun tambahan taAo taAoni. adalah sebagai pengganti hurufnya, yang jika diterjemahkan bermakna ayahku. A OAmerupakan fiAoil ma>. i> yang berasal dari kata A OAyang berarti melihat24 dengan penambahan huruf A Ayang merupakan kata ganti untuk Ao sayaAo yang pada ayat ini menunjuk pada Yusuf sendiri. Jadi A OAbermakna aku telah melihat. Ahmad Warson Munawwir. Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap, 2nd edn (Surabaya: Pustaka Progressif, 1. , h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r jilid 6, h. 21Ahmad Warson Munawwir. Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap, h. Ahmad Warson Munawwir. Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap, h. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6, h. Ahmad Warson Munawwir. Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 A OIAmerupakan isim fa>Aoil dengan wazn A AIAyang berasal dari kata aA a aAyang berarti sujud. 25 Sehingga Aosa>jidi>nAo bermakna yang bersujud. Kata ini merupakan bentuk jamak dengan alamat iAorabnya yakni waw dan nun dan sebab menggambarkan keadaan sujud, dan hal ini merupakan ciri khas orang yang AOA c A O IAadalah bentuk ta. gir dari kata A IAyang digunakan untuk menunjukkan kasih Kasih sayang yang pada umumnya tercurah kepada anak terkhusus anak yang masih kecil. AIOA. ca Kata ini mengikuti pola UA ANAyang merupakan masdar dari kata AAIA. kata AIOA ca dan AIOA ca adalah dua kata yang memiliki perbedaan. AIOA ca adalah sebutan untuk sesuatu yang terjadi ketika tidur, sedangkan AIOA ca adalah pengaruh gambaran yang turun dari khayalan menuju pancaindera sehingga menjadi sesuatu yang nyata. Kata AIOA ca memiliki makna suatu keadaan yang mulia dan mempunyai tingkatan yang tinggi. AOOIA. Kata ini berasal dari kata A EAyang berarti kembali. Namun dari segi bahasa. A OOIAdapat berarti penjelasan dengan mengembalikan sesuatu kepada hakikatnya. Takwil yang dimaksudkan adalah penafsiran terhadap mimpi. AOA. Kata A OAadalah jamak dari A Ayang berarti Aoperistiwa-peristiwaAo. Kata ini berasal dari kata yang berarti AobaruAo, atau AoterjadiAo. Dalam surah Surah Yusuf, kata ini dimaknai dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi, dan juga dipahami dengan arti mimipi. Interpretasi Mufassir terhadap QS Yu>suf/12 : 1-6 Ahmad Warson Munawwir. Kamus Al-Munawir Arab-Indonesia Terlengkap, h. Jalaluddin al-Mahalli. Tafsir Jalalain Jilid 1, h. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah Jilid 6, h. Al-Qurtubi, al-Jami' Li Ahkam al-Qur'an, h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r: Fi Al-AoAqi>dah Wa Al-Syari>Aoah Wa Manhaj: Jilid 1, h. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah Jilid 6, h. Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Pada bab sebelumnya telah disebutkan bahwa surah Yu>suf adalah surah yang hanya membahas satu kisah secara utuh yaitu kisah Nabi Yusuf yang di dalamnya memuat beberapa tema berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi oleh Nabi Yusuf mulai dari kecil hingga ia menjadi Nabi. Dalam menafsirkan surah tersebut pun, beberapa mufassir seperti wahbah az-Zuhaili dan Quraish Shihab mengelompokkan ayat berdasarkan tema kehidupan Nabi Yusuf, yang akan penulis uraikan sebagai Tiga ayat pertama sebagai pengantar kisah Tiga ayat pertama dari surah Yusuf ini oleh mufassir dinyatakan sebagai pendahuluan dari kisah Nabi Yusuf. Al-Qurthubi. Wahbah Zuhaili dan Ibnu katsir, dalam menafsirkan surah Yusuf ini, menjadikan tiga ayat pertama tersebut dalam satu Surah Yu>suf dimulai dengan tiga huruf alphabet bahasa Arab (A )IAyang dikenal dengan nama huruf muqa. aAoah dimana huruf-huruf tersebut digunakan sehari-hari untuk merangkai kalimat baik secara lisan ataupun tulisan yang dituangkan dalam karya sastra orang Arab saat itu. 32 selain itu, huruf-huruf tersebut merupakan indikasi kemukjizatan al-QurAoan yang terletak di awal beberapa surah, dan tidak ada manusai manapun yang mampu membuat semisal al-QurAoan dengan menggunakan huruf-huruf Berkenan dengan huruf muqa. aAoah ini. Zamakhsyari bahwa huru-huruf tersebut disebutkan berulang-ulang di awal surah agar lebih hebat tantangan dan celaannya kepada Orang Arab yang ingin menandingi al-QurAoan. Setelah huruf al-muqa. aAoah. Allah menyebutkan Aotilka aayatul kitabil mubinAo, yang dimaksudkan kiab dalam ayat ini adalah al-QurAoan yang jelas. Maksudnya bahwa ayat-ayat di dalam al-QurAoan menjelaskan hal-hal yang samar, dari yang hahal hingga yang haram, serta menerangkan hukum-hukum syariAoat, 34 dan juga ayat yang telah dijanjikan di dalam kitab Taurat. M Quraisy Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6, h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r Jilid 1, h. 34Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r: Fi Al-AoAqi>dah Wa Al-Syari>Aoah Wa Manhaj: Jilid 6, h. Al-Qurtubi, al-Jami' Li Ah. a>m al-Qur'a>n, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Pada ayat berikutnya disebutkan bahwa al-QurAoan diturunkan dengan bahasa Arab yang merupakan bahasa yang paling fasih, paling jelas serta paling luas dan tepat dalam menyampaikan makna yang terkandung di dalamnya. Lebih jelas. Ibnu Kastir mengungkapkan al-QurAoan diturunkan kepada orang yang paling mulia dan melalui malaikat yang paling mulia pula serta di belahan bumi yang paling mulia pula. 36 Selain itu masyarakat pertama yang ditemui al-QurAoan adalah masyarakat yang menggunakan bahasa Arab. 37 Kemudian ayat diakhiri dengan redaksi AolaAoallakum taAoqilu>nAoAo Aoagar kalian memahaminyaAo. Sayyid Quthb menuliskan bahwa ayat ini mengajak manusia menggunakan akalnya untuk merenungkan fenomena tersebut. Pada ayat ketiga, al-QurAoan menuntun kita kepada kisah yang disebut dengan Aoa. sanul qa. Ao atau kisah terbaik di dalam al-QurAoan. Disebutkan demikian, karena dalam surah ini terdapat banyak pelajaran dan hikmah serta menyentuh berbagai aspek kehidupan, baik dalam beragama maupun bermasyarakat dilengkapi dengan ibrah dan Di sisi lain. Wahbah Zuhaili juga menyebutkan bahwa yang dimaksud Aoa. sanul qa. Ao adalah pengkisahan dengan metode dan penjelasan yang baik, serta menggunakan bahasa indah serta lafaz yang fasih. Adapun pada redaksi Aowa in kunta laminal ga>fili>nAo Aoesungguhnya kamu sebelumnya termasuk orang-orang yang belum mengetahuiAo, al-Qurthubi dan Sayyid Quthb berbeda pandangan. Menurut Sayyid Quthb, maksud ayat tersebut yaitu bahwa Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi di kalangan kaum yang belum pernah menaruh perhatian terhadap tema-tema yang diuraikan di dalam al-QurAoan. Sedangkan al-Qurthubi menafsirkannya dengan orang-orang yang lupa atas apa yang telah dikabarkan kepada nabi Muhammad. Abul Fida' 'Imaduddin Isma'il bin Umar bin Katsir. Tafsir al-Qur'an al-A. im, (Jepang: Muassasatu Qurthub. , h. Quraih Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Sayyid Quthb. Tafsi>r Fi> Z}ilal Al-QurAoa>n: Jilid 6, h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r: Fi Al-AoAqi>dah Wa Al-Syari>Aoah jilid 6, h. Sayyid Quthb. Tafsi>r Fi Z}ilal Al-QurAoa>n: Jilid 6, h 328. Al-Qurtubi, al-Jami' Li A. ka>m al-Qur'a>n, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 Mimpi Nabi Yusuf Mimpi Nabi Yusuf dalam surah ini diceritakan pada ayat keempat. Ayat keempat inipun oleh Quraish Shihab disebut dengan episode pertama dari kisah Nabi Yusuf. QS Yu>suf/12: 4 ca A aa aI ea aI U aaOA A aa eOCa aI a a a eU a as eIA a AA aE a as aU Ua aA a aaU Aaue Ca aNA a aA auOcaU aaUea a aA a AA a A eIA aUNA a UAaOA a AA Terjemahnya: , ketika Yusuf berkata kepada ayahnya. AoWahai ayahku sesungguhnya aku . melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya bersujud kepadaku. Uraian ayat al-QurAoan tentang mimpi Nabi Yusuf ini menggunakan kalimat berita yang sifatnya tidak hanya menyampaikan informasi melainkan juga menjelaskan, serta menguatkan. Contohnya yang dapat dilihat pada lafaz A uAdan kata A OAyang diulang pada ayat dan kalimat yang sama, 42 yang oleh Quraish Shihab disebutkan sebagai penguat bahwa Yusuf benar-benar melihat benda-benda langit tersebut bersujud kepadanya. Al-Baqa>Aoi berpendapat bahwa penyebutan kata tersebut bisa jadi berupa isyarat bahwa dalam mimpinya. Yusuf tidak serta merta melihat kesemuanya sedang bersujud melainkan melihat proses bagaimana benda-benda langit tersebut awalnya berdiri kemudian atas perintah Allah bersujud kepadanya. Pendapat diatas ditentang oleh Zamakhsyari dengan alasan bahwa fiAoil tersebut bukanlah penegasan melainkan perkataan pendahulu untuk menjawab pertanyaan YaAoqub yang tersimpan Aobagaimana engkau melihatnyaAo yaitu setalah kata ca AOIA A eIA A aO eICa aI aAsehingga A aOeIA a AA a A a a eO a aN eIAmenjadi jawaban atas pertanyaan tersebut dengan kembali mengatakan Aoaku telah melihatnyaAo. Quraisy Shihab dalam tafsirnya menguraikan makna yang dalam terhadap redaksi A aE a aOeNAyang menunjuk kepada Nabi YaAoqub, dimana menurutnya ayat ini seakan42 Sayyid Quthb. Tafsi>r Fi Z}ilal Al-QurAoa>n: Jilid 6, h. Quraissh Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6, h. Al-Qurtubi, al-Jami' li A. ka>m al-Qur'a>n, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 akan mengisyaratkan tentang kedekatan Yusuf dengan ayahnya sampai-sampai ayat ini tidak menyebut nama YaAoqub tapi justru menyebutnya dengan kata Ao abi>hiAo. Selain itu, dapat pula dilihat oada penggunaan kata AA a aA Oa aAoleh Yusuf yang menggambarkan bagaimana Yusuf memuliakan ayahnya dengan menggunakan huruf AoYao dan juga oenambahan AotaAo pada kata AoabAo yang berartiAoayahkuAo. 45 Dialog Nabi Yusuf kepada ayahnya menjadi indah sebab dimulai dengan kata AA a aA Oa aAyang menunjukkan panggilan sayang seorang anak kepada ayahnya. Pada ayat ini. Yusuf menceritakan mimpinya kepada Nabi YaAoqub yang dimana ia melihat ada sebelas bintang, pun bulan dan matahari yang bersujud kepadanya. Ibnu Abbas berkata bahwa mimpi para Nabi adalah wahyu. 47 Dan ar-ruAoyah . a>li. an benarbenar terjadi jika seorang yang bermimpi adalah orang yang shalih, yang kemudian ditakwilkan oleh orang shalih pula serta memiliki ilmu tentang itu. Ibnu Abbas, adh-Dhahak dan Qatadah mengungkapkan bahwa sebelas bintang yang dilihat Yusuf dalam mimpinya adalah mengarah pada saudaranya yang berjumlah sebelas orang. Sedang matahari dan bulan adalah ayah dan ibunya. 49 Namun Qatadah menyebutkan bahwa bulan tersebut menunjukkan bibinya dikarenakan ibunya telah Takwil sebelas bintang dalam mimpi nabi Yusuf. Ibnu Jarir ath-Thabari mengungkapkan bahwa suatu hari Rasulullah saw didatang oleh seorang petani Yahudi kemudian berkata : Aowahai Muhammad ceritakan kepadaku tentang sebelas bintang dalam mimpi Nabi Yusuf, dan sebutkan pula namanya!Au Rasulullah saw tidak lantas Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6, h. Muhammad Irwan. AoMakna Kontekstual Dialog Kisah Nabi Yusuf As Dalam Al-QurAoanAo. JurnalAl-Ibrah,X. September. ,83Ae107 r al-Qur'a>n al-A. im, h. Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r: Fi Al-AoAqi>dah Wa Al-Syari>Aoah Wa Manhaj: jilid 6, h. Abul Fida' 'Imaduddin Isma'il bin Umar bin Katsir. Tafsi>r al-Qur'a>n al-A. im, h. Al-Qurtubi, al-Jami' li A. ka>m al-Qur'a>n, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 menjawab melainkan hanya terdiam hingga jibril turun dan memberitahu namanamanya. Namun sebelum memberitahukannya. Rasulullah saw balik bertanyaAu Aoapakah kau akan beriman jika aku kabarkan tentang namnamanya?Au Yahudi itupun menyetujuinya, lalu Rasulullah saw bersabda: Aomereka adalah Jiryan. Thariq. Dziyal. Dzul Kanfat. Qabis. Wastab. Omodan. Faliq. Misbah. Dharuh. Dul Farag. DhiyaAo dan Nur. Au Kemudian Yahudi itu membenarkannya. Berkenan dengan penafsiran terhadap mimpi nabi Yusuf yang disebutkan pada ayat ke empat, beberapa mufassir seperti Quraish Shihab. Ibnu Jarir ath-Thabari. Ibnu Katsir dan al-Qurthubi memiliki pandangan yang sama bahwa benda-benda langit yang dilihat Nabi Yusuf dalam mimpinya adalah saudara-saudara dan orangtuanya yang bersujud di hadapannya. Sedangakan Sayyid Quthb dalam menafsirkan ayat empat, tidak memfokuskan pada jumlah bintang, matahari dan bulan, melainkan pada peristiwa dalam mimpi nabi Yusuf yang dikaitkan dengan insting nabi YaAoqub bahwa mimpi tersebut adalah tanda bahwa nabi Yusuf akan menghadapi persoalan besar, tanpa menjelaskan persoalan besar seperti apa yang dimaksudkan. Namun demikian, pada ayat 100, ia menyebutkan bahwa sujudnya keluarga Yusuf merupakan taAobir YaAoqub terhadap mimpinya dahulu. Setelah Nabi Yusuf menceritakan mimpinya, maka sang ayah kemudian memberinya nasehat agar merahasiakan mimpi yang ia lihat kepada saudarasaudaranya. Hal ini dikisahkan dalam ayat kelima: a se AA ca AOaO ua e a aE Aasa aIs aae Oa aE aIse U ua acI OA aAIA a aU eAA aA e a a AU Ea a eCA a AEA ca aACa aN Ua aOA U aA Ucaa acIA AsNA a AIA a AuEOA a AaOA a AA Terjemahnya: wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya . ntuk membinasaka. mu, sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia. Pada ayat ini secara tidak langsung menginformasikan bahwa YaAoqub memiliki kemampuan untuk manaAobirkan mimpi dan bahwa YaAoqub telah merasakan adanya rasa iri dan benci oleh anak-anaknya terhadap Yusuf sehingga melarang Nabi Yusuf untuk menceritakan karena khawatir saudara-saudara Yusuf mencelakainya. 52 Oleh Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r: Fi Al-AoAqi>dah Wa Al-Syari>Aoah Wa Manhaj: jilid 6, h. Al-Qurtubi, al-Jami' li A. ka>m al-Qur'a>n, h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 karenanya, dengan penuh kasih sayang ia meminta Yusuf untuk merahasiakan mimpinya serta menjelaskan bahwa bisa saja karena mimpi tersebut, saudaranya akan melakukan tipu daya. Quraish Shihab menguraikan bahwa AE E eO UA a aA AaOa aEOeO IAkalimat Aomereka akaan melakukan tipu dayaAo menunjukkan bahwa YaAoqub sangat yakin dan merasakan kecemburuan saudara-saudara Yussuf. Sebab jika tidak demikian, tentulah YaAoqub hanya akan berkata Aoaku khawatir mereka akan melakukan tipu dayaAo. Kemudian nasehat YaAoqub dilengkapi dengan penjelasan bahwa setan adalaah musuh yang nyataa bagi manusia, dan tidak akan segan-segan menanamkan permusuhan di antara saudarasaudara sekalipun. Pada ayat selanjutnya, al-Qurthubi menafsirkan bahwa itu adalah pujian dari Allah Swt kepada Yusuf serta nikmat yang ia berikan baik berupa nikmat tempat tinggal maupun mengetahuan tentang takwil. 54 Jika ayat sebelumnya adalah berupa nasehat YaAoqub kepada Yusuf tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi padanya jika ia membeberkan mimpinya kapada saudara-saudaranya, maka pada ayat ini. YaAoqub memberikan kabar gembira untuk menenangkan hati anaknya, bahwa mimpi yang ia lihat adalah bersumber dari Allah swt sebagai isyarat keitimewaannya. Tak sampai disitu. YaAoqub juga mengabarkan bahwa Allah akan mengajari dan memberinya tugas untuk menafsirkan mimpi di masa yang akan datang. Analisa Kebenaran TaAobir YaAoqub Terhadap Mimpi Nabi Yusuf Pada QS Yu>suf ayat kelima, ketika nabi YaAoqub mengatakan Aojanganlah engkau menceritakan mimpimuAo, ia menggunakan redaksi A OAbukan A NIAyang juga bermakna Syekh Abu SaAoad al-WaAodi mengemukakan bahwa ruAoya adalah mimpi yang benar dan mimpi yang benar dalam al-QurAoan adalah mimpi yang berfungsi sebagai pendorong, penyuruh peringatan serta kabar gembira. 55 Maka ruAoya digunakan untuk mengungkapkan mimpi yang menunjukkan penyaksian dengan mata kepala ataupun 53Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6, h. Al-Qurtubi, al-Jami' li A. ka>m al-Qur'a>n, h. Ibnu Sirin. Tafsir Shahih 100 Mimpi (Jakarta: Cendekia, 2. , h. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 mata hati. 56 Hal terebut juga merupakan bagian dari kenabian sebagaimana nabi Muhammad yang menerima wahyu melalui mimpi yang nyata. Mimpi para nabi kerap mengandung kebenaran dimana Allah menyingkap berbagai peristiwa di dalamnya yang sebelumnya belum pernah terjadi. Begitupula dengan mimpi Nabi Yusuf. 57 Pada pembahasan sebelumnya, penulis telah menguraikan beberapa penafsiran terhadap mimpi Nabi Yusuf yang terdapat dalam surah Yusuf ayat empat dan lima, yang dibuktikan pada ayat-ayat setelahnya. Kebenaran mimpi Nabi Yusuf dapat dijelaskan sebagai berikut: Sebelas saudara beserta ayah dan ibu nabi Yusuf bersujud Mimipi nabi Yusuf yang disebutkan pada ayat keempat ditakwilkan dengan sujudnya saudara-saudara Nabi Yusuf bersama ayah dan ibunya di hadapan Nabi Yusuf. Pendapat ini disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir. Ath-Thabari, al-Misbah. Wahbah az-Zuhaili dan al-Qurthubi, hal ini sejalan dengan ungkapan nabi Yusuf pada QS. Yusuf/12: 100: AO aI eNA a aA acU aaCa aN UeaA a UaAOaO eOa e a aa aca ea OA a Ua Ue aa a a a aA a aUA Ua a aa eU aO a eA aAeN aa a a a aI eI a cINA c a ANa a eeU ae a e a aOa eU aINa OA a AU aCUc aaCae a eA e acACa e aO nCae aaOa as aA a AA a aAeOae aa aI eN a e a a eI OacA ca A OA UcaAeA aOc aI Ua a a aOA U sAU Oa aA e cAse aN a esOa eU aseNa ea a eU acaI a aA AaU aa eO a aO es aI eO a aI es aIA Terjemahnya: Dan dia (Yusu. menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana. Mereka tunduk bersujud kepadanya (Yusu. Yusuf berkata: Aowahai ayahku inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Sungguh Tuhanku telah menjadikannya kenyataan. Sungguh Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketia Dia membebaskan aku dari penjara, dan ketika membawa kamu dari dusun, setelah setan merusak . antara aku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadapa apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Ayat di atas menceritakan tentang pertemuan Nabi Yusuf dengan keluarganya yang telah bertahun-tahun lamanya. Nabi YaAoqub beserta anak-anaknya berangkat ke Mesir untuk menemui Raja yang tidak lain adalah anaknya sendiri. Nabi Yusuf. Mereka semua lantas bersujud di hadapan Nabi Yusuf sebelum akhirnya diangkat dan Abdullah bin Muhammad ath-Thayyar. Rahasia Alam Mimpi: Kaidah Islami Menafsirkan Mimpi . Pustaka Arafah, t. , h. Muhammad Hanif, 'Kisah Nabi Yusuf dalam al-Qur'an: Kajian Stilistika al-Qur'an Surah Yusuf', al-'Af'idah, vol. 2, no. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 didudukkan oleh Nabi Yusuf di singgasananya. Menyaksikan hal itu. Nabi Yusuf pun mengingatkan sang ayah tentang mimpi yang pernah ia ceritakan di masa kecilnya. Berkenan dengan ayat di atas. Wahbah az-Zuhaili menuliskan bahwa mimpi tersebut menjadi nyata sebab mimpi seorang nabi adalah hak dan benar sebagaimana mimpi nabi Ibrahim menyembelih IsmaAoil. 58 Adapun Quraish Shihab mengungkapkan bahwa mereka, yaitu sebelas saudara, ayah dan ibunya berujud kepada Allah dengan menjadikan Nabi Yusuf sebagai kiblatnya. 59 Sedangkan dalam tafsir Jalalain disebutkan bahwa kesemuanya bersujud dengan cara membungkukkan badan tidak dengan meletakkan kening. Dan yang demikian itu adalah hal lumrah pada zaman dahulu sebagai bentuk penghormatan. Dalam memaknai sujud. Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang dalam hadis tersebut Rasulullah menyebutkan secara detail seperti apakah sujud itu, yakni dengan menjadikan tujuh anggota tubuh sebagai tumpuan, diantaranya dahi, kedua telapak tangan, hidung, kedua lutut, dan ujung-ujung kedua kaki. Maka sujud sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah saw dan kerap dilakukan di dalam shalat, tidak bisa disamakan dengan benda langit yang pada hakikatnya tidak memiliki bagian-bagian tubuh untuk melakukan sujud sebagaimana Hal ini dapat dikaitkan dengan shalat dimana sujud merupakan bagian dari gerakan shalat dan menjadi puncak penghambaan. dalam shalat, tubuh bergerak sebagaimana bendal langit berotasi dan berevolusi. Rotasi dan revolusi jika dipahami dari sudut pandang matematis, maka sudut tempuhnya adalah 360 derajat. Dalam shalat pun tubuh akan bergerak dengan sudut 360 derajat. Dari sini diketahui bahwa gerakan benda langit dan gerakan shalat memiliki kesamaan. Maka sujudnya bendabenda langit yang dilihat nabi Yusuf dalam mimpinya tidaklah seperti sujudnya Wahbah az-Zuhaili. Tafsi>r Al-Muni>r: Fi Al-AoAqi>dah Wa Al-Syari>Aoah Wa Manhaj: jilid 7, h. Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan Dan Kesan Dan Keserasian Al-QurAoan Jilid 6, h. Jalaluddin al-Mahalli. Tafsir Jalalain Jilid 1, h. Itsnaini. Dkk. AoShalat Dalam Pandangan Matematik'. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 1. September . , 167Ae69. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 manusia dalam shalat melainkan berputas sejauh 360 derajat sebagai tanda bahwa ia sedang bersujud. Yusuf akan menjadi orang yang mulia Ketika Nabi Yusuf menceritakan mimpinya kepada YaAoqub. YaAoqub menampakkan wajah yang gembira sebab mimpi tersebut menunjukkan tanda-tanda keutamaan Nabi Yusuf, yang mengabarkan bahwa kelak puteranya akan diberi ilmu oleh Allah serta kesempurnaan nikmat, dan juga mendapatkan anugerah sebagaimana kakeknya. Nabi Ibrahim dan Ishaq. 63 Apa yang disampaikan YaAoqub terebut adalah prihal kenabian bahwa ia akan diangkat menjadi Nabi sebagaimana kedua kakeknya, serta medapatkan kenikmatan yang begitu besar dimana hal tersebut hanya Allah berikan kepada manusia pilihan. Ucapan nabi YaAoqub tersebut benar terwujud dimana Nabi Yusuf diangkat menjadi Rasul serta diberi kekuasaan yang penuh atas negeri Mesir. Ia dapat menjelajahi negeri mesir sesui kehendaknya sebagaimana yang dikisahkan dalam QS Yusuf/12: 56 Aodan demikianlah kami memberi kedudukan kepada Yussuf di negeri Mesir, pergi menuju kemana saja yang ia kehendaki di bumi Mesir ituAu. Dengan kekuasaannya pula, ia dapat membuat rekayasa sehingga semua keluarganya berkumpul di Mesir. Itulah kenikmatan yang diperoleh Nabi Yusuf setelah melalui berbagai hukuman dunia yang menyedihkan. Dibuangnya Yusuf ke dalam sumur oleh saudaranya yang dengki mungkin menjadi hal buruk bagi Nabi Yusuf, namun bukankah dengan begitu kisah hidup Nabi Yusuf berakhir jadi indah. 64 buah dari kesabaran dan ketaqwaannya terhadap Allah atas ujian yang begitu berat serta godaan syaithan yang hampir saja menjerumuskan Nabi Yusuf pada kemaksiatan. Keteguhan hati Nabi Yusuf sama sekali tidak menyulitkan hidupnya bahkan ketika mendekam di penjara. Dalam setiap hukuman yang ia terima, ia menghadirkan Allah sebagai pelindung dan pemilik hidupnya, sehingga rasa tenang dan tentram tak pernah hilang dari hari-harinya. 62 Itsnaini. Dkk, 'Shalat Dalam Pandangan Matematik'. M Abdul Jadul Mawla dan M. Abu al-Fadhl Ibrahim. Buku Induk Kisah-Kisah Al-QurAoan, h. Dapit Amril and Hafizzullah Hafizzullah, 'Figur Nabi Yusuf AS Bagi Kaum Milenial Dalam Menghadapi Era 4. Jurnal Ulunnuha, 9. , 49Ae62 suf/12: 36 dimana dua pemuda yang dimasukkan dalam penjara yang sama, menceritakan mimpi mereka kepada nabi Yusuf, kemudian pada ayat ke 41 disebutkan bagaimana nabi Yusuf menjelaskan makna dari mimpi mereka. Yaitu: pemuda pertama bermimpi memeras anggur yang ditakwilkan bahwa ia akan dibebaskan, dan pemuda kedua yang bermimpi memawa roti di atas kepalanya dan sebagiannya dimakan oleh burung, ditakwilkan akan mendapatkan hukuman eksekusi. Takwil tersebut benar terjadi, si pemeras anggur di bebaskan tidak berselang lama seteah itu, dan pemuda yang membawa roti di atas kepalanya dihukum mati dengan cara disalib, dan burung memakan sebagian dari kepalanya. Dalam kisahnya. Nabi Yusuf juga menakwilkan mimpi sang Raja yang diceritakan pada ayat 43-48. Raja yang bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus merasa penasaran tentang makna mimpinya sehingga kegelisahannya terhadap mimpi tersebut disampaikan oleh pemuda yang mimpinya pernah ditakwilkan oleh nabi Yusuf dan telah dibebaskan dari penjara. lantas menanyakan hal itu kepada nabi Yusuf. Maka Ia menakwilkan bahwa tujuh tahun mendatang hasil bercocok tanam akan melimpah dan tujuh tahun berikutnya adalah masa paceklik, sehingga masyarakat mesir sebaiknya serius dalam bercocok tanam demi menghasilkan bulir-bulir yang berkualitas dan dapat mereka simpan untuk menghadapai masa krisis di tujuh tahun setelahnya. Apa yang ditakwilan oleh Nabi Yusuf Sungguh benar adanya. Raja yang mempercayainya pun melakukan apa yang diusulkan oleh Nabi Yusuf sehingga situasi di Mesir dapat terkendali. PENUTUP Kisah nabi Yusuf adalah kisah terbaik di dalam al-QurAoan karena kisahnya dimuat dalam satu surah secara utuh dan tidak dimuat di surah lain sebagaimana kisah Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist Volume 7. No. Juni 2024 p-ISSN: 2615-2568 e-ISSN: 2621-3699 nabi lainnya. Itulah sebabnya mengapa kisahnya disebut dengan kisah terbaik. Cerita nabi Yusuf dimulai dengan mimpinya melihat sebelas bintang serta matahari dan bulan bersujud kepadanya. Mimpi ini kemudian ditakwilkan dengan saudara nabi Yusuf yang berjumlah sebelas, dan matahari adalah nabi YaAoqub, serta bulan adalah ibunya, mimpi tersebut juga bermakna bahwa kelak nabi Yusuf akan menjadi manusia mulia yang memilki kedudukan tinggi di bumi, kepadanya diberikan tugas mulia sebagaimana dan juga ilmu takwil yang hanya diberikan Allah kepada manusia pilihan. Atas hikmah dan kasih sayang Allah kepada nabi Yusuf, apa yang diucapkan YaAoqub terkait mimpi nabi Yusuf benar terjadi. Ia menjadi Raja yang memiliki kuasa atas negeri mesir, ia mampu menakwilkan mimpi yang dengan itu, atas izin Allah Mesir bisa mengatasi paceklik, dan sebagaimana yang ia lihat dalam mimpinya, semua saudara, ayah dan ibunya bersujud di hadapannya. Penelitian ini ditujukan kepada semua kalangan yang ingin mempelajari alQurAoan, terkhusus kisah nabi Yusuf. Dalam penyusunannya, terdapat banyak kekurangan baik dari segi substansi maupun metodenya, maka penulis mengharap kritik dan saran dari pembaca sebagai referensi untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik dan bermanfaat. Al-QurAoan adalah kitab yang memuat kisah-kisah penuh hikmah dan dapat menjadi referensi dalam pemecahan masalah dalam kehidupan kaum muslimin. Melalui penelitian ini diharapkan kaum muslim menyadari bahwa di dalam al-QurAoan terdapat banyak rahasia-rahasia yang bisa ditemukan dengan melakukan kajian mendalam terhadap al-QurAoan. Dan melalui kisah Nabi Yusuf, kaum muslimin menyadari bahwa segala ujian yang berikan Allah Swt adalah untuk meningkatkan ketakwaan hambanya, menguatkan mental hambanya sehingga dengan itu, kaum muslimin dapat menjadi pejuan-pejuang tangguh sebagai generasi penegak agama Islam. DAFTAR PUSTAKA