Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6. p-ISSN : 2655-657X http://jurnal. id/index. php/IJEC Strategi Guru dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun di TK Baiturrahman Jempong Barat Kota Mataram Sri Wahyuni 1. Raden Rachmy Diana2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Indonesia Email Korespondensi : sri15wahyuni1501@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun, kendala guru dan solusi dalam mengembangkan motorik kasar anak, serta mengetahui perkembangan motorik kasar anak di TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verification. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram memiliki tiga macam strategi yang digunakan antara lain: . Strategi pembelajaran melalui bermain. Strategi pembelajaran melalui bernyanyi/lagu dan menari. Strategi pembelajaran Adapun kendala yang dihadapi guru dalam kegiatan pembelajaran untuk mengembangkan motorik kasar anak antara lain: pertama. Kurangnya kompetensi guru, kedua faktor anak dan ketiga, fasilitas yang kurang memadai. Perkembangan motorik kasar anak di TK Baiturrahman sudah dikatakan mampu atau berkembang dengan baik. Dimana anak mampu menirukan gerakan sesuai lagu seperti gerakan senam dan gerakan saat menari. Selain Anak mampu berjalan dengan kaki dijinjit. Anak mampu berjalan maju dan mundur, anak mampu melompat dengan 1 atau 2 kaki. Anak mampu kombinasi jongkok lalu melompat dan anak mampu berlari cepat tanpa kesulitan. Penelitian ini menunjukkan pentingnya kreativitas guru dalam memilih dan memodifikasi strategi pembelajaran agar kegiatan fisik menjadi menyenangkan serta sesuai dengan kebutuhan anak. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini, khususnya dalam bidang strategi pembelajaran motorik kasar berbasis aktivitas bermain. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi guru dan lembaga PAUD dalam merancang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif untuk menstimulasi perkembangan fisik anak sekaligus meningkatkan kesehatan, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial mereka. Kata kunci: Strategi Guru. Perkembangan Motorik Kasar. Anak Usia Dini Teacher Strategies in Developing Gross Motor Skills in Chirdren Age 5-6 Years at Biturrahman Kindergarten. Jempong Barat. Mataram ABSTRACT This research aims to determine the teacherAos strategies in developing gross motor skills of children aged 5-6 years, the teacherAos obstacles and solutions in developing childrenAos gross motor skills, as well as to determine the development of childrenAos gross motor skills at TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection techniques used include observation, interviews, and While data analysis is carried out by data reduction, data presentation, and Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Data validity checks are carried out by observation persistence and triangulation. Based on the research results, it shows that the teacherAos strategies in developing gross motor skills of children aged 5-6 years at TK Baiturrahman Jempong Barat Mataram have three kinds of strategies used, including: . Learning strategies through play. Learning strategies through singing. Group learning strategies. The obstacles faced by teachers in learning activities to develop childrenAos gross motor skills include: first, lack of teacher competence, second, child factors, and third, inadequate facilities. The development of childrenAos gross motor skills at TK Baiturrahman is said to be capable or developing well. Where children are able to imitate movements according to songs such as gymnastic movements and dance movements. In addition, children are able to walk on tiptoes. Children are able to walk forward and backward 10 steps, children are able to jump with 1 or 2 feet, children are able to combine squatting and jumping, and children are able to run fast without This study highlights the importance of teacher creativity in selecting and modifying learning strategies to make physical activities enjoyable and suited to childrenAos needs. The research contributes to the development of early childhood education, particularly in the field of gross motor learning strategies based on play activities. Practically, the results of this study can serve as a reference for teachers and early childhood education institutions in designing more effective learning activities to stimulate childrenAos physical development while enhancing their health, self-confidence, and social skills. Keywords: Teacher Strategy. Gross Motor Development. Early Childhood Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. A Tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini PENDAHULUAN Anak usia dini merupakan kelompok anak yang sedang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik (Sumiyati, 2. Jadi perlu untuk memilihkan pendidikan yang layak untuk anak usia dini agar pertumbuhan dan perkembangan anak berkembang dengan optimal. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak (Suyadi, 2. Tujuan pendidikan anak usia dini adalah mengembangkan enam aspek perkembangan, yaitu: nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, dan seni. Penelitian ini menekankan pentingnya permainan sebagai metode pembelajaran yang sesuai untuk anak usia dini, karena dapat merangsang berbagai aspek perkembangan tersebut (Fauziddin & Mufarizuddin, 2. Sangat penting untuk memahami perkembangan anak usia dini untuk menyiapkan strategi stimulasi yang tepat, sehingga perkembangan anak dapat berlangsung secara optimal di berbagai aspek, baik aspek perkembangan agama dan moral, sosial emosional, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan, fisik motorik dan perkembangan kreatifitas anak. Salah satu perkembangan anak yang sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak adalah perkembangan motorik kasar anak. Motorik kasar salah satu aspek perkembangan yang harus diperhatikan oleh guru dan orang tua dalam proses pertumbuhan dan perkembangan Motorik kasar adalah kemampuan anak dalam melakukan gerakan yang melibatkan otototot besar tubuh, seperti berjalan, berlari, melompat, dan melempar (Indar Rahman & Khadijah. Kemampuan ini berkembang seiring pertumbuhan anak dan dipengaruhi oleh kematangan sistem saraf serta otot (Djuanda & Agustiani, 2. Anak usia 5Ae6 tahun Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X merupakan masa keemasan . olden ag. dalam perkembangan anak yang ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan perkembangan di berbagai aspek, termasuk perkembangan motorik kasar. Pada masa ini, stimulasi yang tepat dari lingkungan, khususnya dari pendidik di taman kanak-kanak, sangat dibutuhkan agar anak dapat mencapai tahap perkembangan sesuai usianya (Saripudin, 2. Guru sebagai fasilitator utama dalam pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, baik secara fisik, sosial, maupun psikologis (Mawarni Purnamasari & NaAoimah, 2. Pengembangan motorik kasar tidak hanya berdampak pada keterampilan fisik anak, tetapi juga berkaitan erat dengan kemampuan anak untuk berinteraksi secara positif dengan lingkungan sekitarnya (Rahman, 2. Pendapat lain mengatakan motorik kasar merupakan kemampuan gerak tubuh yang menggunakan sebagian otot besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh usia, berat badan dan perkembangan anak secara fisik misalnya melompat, berlari, menendang dan berdiri menggunakan satu kaki (Suyadi, 2. Perkembangan motorik kasar dianggap penting guna mempersiapkan anak agar dapat menyesuaikan diri di lingkungannya, membuat fisik anak menjadi terlatih dan meningkatkan kepercayaan diri pada anak. Jadi dapat disimpulkan bahwa motorik kasar dapat dikaitkan dengan kegiatan olahraga atau gerakan fisik untuk mengembangkan kesehatan fisik maupun psikologis, motorik kasar lebih menggunakan otot-otot besar pada tubuh seperti melompat maupun berlari. Oleh karena itu, pemahaman guru terhadap strategi yang efektif sangat penting agar proses pembelajaran mampu mengakomodasi kebutuhan anak secara optimal. Berdasarkan penelitian sebelumnya, masih terdapat beberapa keterbatasan dan kesenjangan dalam kajian terkait strategi guru dalam mengembangkan motorik kasar anak usia Sebagian besar penelitian, seperti yang dilakukan oleh (Rodi et al. , 2. , lebih menitikberatkan pada pemanfaatan media digital seperti book creator dalam konteks pembelajaran jasmani secara umum, namun belum secara spesifik mengulas penerapannya pada anak usia 5Ae6 tahun di satuan PAUD. Sementara itu, penelitian (Ahdad & Diana, 2. telah membahas strategi guru secara langsung dalam mengembangkan motorik kasar di masa new normal, namun fokusnya lebih pada hambatan dan kegiatan rutin yang bersifat umum tanpa menjelaskan inovasi strategi yang kontekstual dan berkelanjutan. Di sisi lain, penelitianpenelitian lain lebih banyak membahas pengembangan kecerdasan logika dan literasi digital, sehingga belum banyak yang mengeksplorasi strategi pengembangan motorik kasar dalam konteks lokal dan spesifik seperti di TK Baiturrahman Jempong Barat. Mataram. Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian yang secara mendalam mengidentifikasi dan mendeskripsikan strategi guru yang efektif dan aplikatif dalam mengembangkan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun sesuai konteks sosial dan kultural lembaga pendidikan tersebut. Lokasi yang sempit menjadi salah satu permasahan bagi para guru karena kegiatan motorik kasar motorik kasar dilakukan salah satunya dengan berolahraga, bermain yang membutuhkan lokasi yang cukup luas. Adapun permasalahan berikutnya adalah pendidikan guru yang dominan lulusan SMA di TK tersebut karena peran guru yang sesuai bidangnya seperti guru pendidikan anak usia dini yang lebih paham dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka guru berperan penting dalam membuat strategi pembelajaran bagi anak usia dini khususnya untuk mengembangkan perkembangan motorik kasar anak dengan optimal. Strategi pembelajaran merupakan suatu siasat atau rencana untuk melakukan pembelajaran yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Seorang guru yang memiliki strategi penyampaian yang baik akan dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih menarik dan kooperatif untuk memastikan siswa aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran tanpa merasa bosan atau lelah. Hal ini dapat menciptakan suasana kelas yang Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X menyenangkan bagi anak. Pendapat lain mengatakan strategi guru dalam mengoptimalkan aktivitas belajar peserta didik, termasuk penggunaan pendekatan yang tepat, menjalin kerja sama dengan orang tua, serta memberikan nasihat dan contoh perilaku yang baik, sejalan dengan temuan dalam penelitian oleh (Andriastuti, 2. Dalam studi tersebut, guru menerapkan strategi pembelajaran berpusat pada siswa yang menekankan pentingnya kerja sama dengan orang tua, pendekatan individual kepada siswa, serta penggunaan metode dan materi pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa (Saputro & Nurrahmi. Strategi ini bertujuan untuk mengoptimalkan aktivitas belajar siswa melalui berbagai langkah yang melibatkan lingkungan sosial dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan pengembangan keterampilan motorik kasar anak sangat perlu diperhatikan untuk mengetahui berbagai kegiatan ataupun aktivitas fisik motorik yang dibutuhkan oleh anak (Ananda & Tirta, 2. Strategi dapat dipahami sebagai serangkaian pendekatan, metode, atau langkah terencana yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu secara efektif. (Ahdad & Diana, 2. mengartikan strategi sebagai urutan tindakan seperti mengondisikan konsentrasi anak, memberikan contoh gerakan, hingga membimbing anak secara langsung melalui permainan fisik yang terstruktur. Sementara itu, (Haloho, 2. menekankan bahwa strategi guru terwujud melalui pemilihan metode pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan tujuan perkembangan anak, dalam hal ini untuk menstimulasi logika berpikir. (Pambudi & Windasari, 2. juga menambahkan bahwa strategi mencakup perubahan media, metode, serta penanaman nilai tanggung jawab dalam penggunaan teknologi. Dari berbagai sudut pandang tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi dalam konteks pendidikan anak usia dini merupakan kombinasi dari perencanaan, pemilihan media dan metode, serta pelaksanaan kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja strategi yang digunakan oleh guru untuk mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui kegiatan motorik kasar di TK Baiturrahman Jempong Barat. Mataram. Kontribusi penelitian ini terhadap keilmuan PAUD terletak pada penegasan pentingnya strategi pembelajaran berbasis bermain, bernyanyi, dan kerja kelompok sebagai pendekatan efektif untuk mengembangkan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan panduan bagi guru dan lembaga PAUD dalam merancang kegiatan pembelajaran yang kreatif dan adaptif, meskipun dengan keterbatasan fasilitas dan kompetensi pendidik. Dengan memahami trategi-strategi pembelajaran tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan untuk para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan selalu berinovasi mencari strategi yang tepat untuk digunakan dalam mengembangkan motorik kasar anak agar proses pembelajaran berjalan secara efektif dan efesien sehingga tujuan pembelajaran tercapai dengan baik. METODE Penelitian ini dilaksanakan di TK Baiturrahman Jempong Barat, yang berlokasi di Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat. TK ini merupakan lembaga pendidikan anak usia dini yang berstatus swasta dan berada di bawah binaan Dinas Pendidikan Kota Mataram. Lembaga ini memiliki dua kelompok belajar, yaitu kelas A . sia 4Ae5 tahu. dan kelas B . sia 5Ae6 tahu. Total peserta didik sebanyak 34 anak, terdiri atas 15 anak laki-laki dan 19 anak perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan jenis pendekatan deskriptif, dengan fokus utama pada pengamatan strategi guru dalam mengembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Baiturrahman. Jempong Barat. Mataram. Kehadiran peneliti ini dalam rangka observasi, wawancara dan mendokumentasi data-data yang berhubungan dengan fokus Observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran motorik kasar di kelas B. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X didukung oleh foto-foto aktivitas anak yang sedang bermain, menari, dan berolahraga. Wawancara dilakukan dengan guru kelas dan kepala sekolah untuk memperoleh informasi mengenai strategi pembelajaran dan kendala yang dihadapi. beberapa kutipan pernyataan responden disajikan pada bagian hasil penelitian. Dokumentasi berupa analisis terhadap RPPH, kurikulum, dan modul ajar digunakan untuk memperkuat hasil observasi dan wawancara, sehingga memberikan gambaran menyeluruh tentang strategi pembelajaran yang diterapkan di TK Baiturrahman Jempong Barat. Dalam pelaksanaannya, wawancara ini dilakukan kepada guru-guru dan kepala sekolah yang dapat memberikan informasi mengenai strategi guru dalam mengembangkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Pada proses pengumpulan data, diperoleh dengan cara pengamatan secara langsung saat kegiatan pembelajaran motorik kasar dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara bebas tanpa menggunakan pedoman wawancara terstruktur yang sistematis. Wawancara dilakukan secara tidak terstruktur dengan kepala sekolah dan tiga orang guru. Meskipun bersifat terbuka, wawancara tetap mengacu pada kisikisi yang memuat tema utama seperti: . pemahaman guru tentang perkembangan motorik kasar, . strategi pembelajaran yang diterapkan, . hambatan dan solusi dalam pelaksanaan pembelajaran, serta . evaluasi perkembangan anak. Pertanyaan disesuaikan dengan situasi dan alur pembicaraan untuk memperoleh data yang lebih mendalam dan kontekstual. peneliti dapat lebih leluasa mengajukan pertanyaan kepada guru maupun kepala sekolah mengenai perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Baiturrahman. Jempong Barat. Mataram. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti di TK Baturrahman terlihat bahwa perkembangan motorik kasar anak sudah berkembang dengan baik. Berdasarkan Tabel 1, dari total 14 anak kelompok B di TK Baiturrahman Jempong Barat, terdapat 9 anak . %) yang berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 3 anak . %) pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 2 anak . %) masih berada pada kategori Mulai Berkembang (MB) atau Belum Berkembang (BB). Anak-anak dengan kategori BSB umumnya menunjukkan kemampuan gerak dasar yang matang seperti berlari cepat, melompat dengan dua kaki, serta melakukan kombinasi jongkok dan lompatan. Sementara anak dengan kategori MB atau BB masih menunjukkan keterbatasan dalam keseimbangan tubuh dan koordinasi gerakan. Dalam konteks penilaian PAUD, kategori BSB berarti anak menunjukkan kemampuan di atas rata-rata teman sebayanya. BSH berarti sesuai dengan perkembangan usia. MB menunjukkan proses menuju penguasaan keterampilan, sedangkan BB menandakan anak masih perlu bimbingan Penilaian ini bersumber dari standar indikator perkembangan anak usia 5Ae6 tahun yang digunakan dalam Kurikulum PAUD 2022. Hasil ini diperkuat dengan Tabel sebagai berikut: Tabel 1. Perkembangan Motorik Kasar Anak Kelas B di TK Baiturrahman Jempong Barat. Kota Mataram Nama Indikator KET BSB BSH BSB BSH BSH BSH BSH BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB AFH BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB AAU BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB FMA BSH BSH BSH BSB BSH Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X Nama FMSH KOW MEAS MYA BSH BSB BSB BSB BSB BSB BSH BSB Indikator BSB BSB BSH BSB BSB BSH BSB BSB BSB BSB BSB BSB KET BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB BSB Keterangan Tabel: BSB : Berkembangan Sangat Baik BSH : Berkembang Sesuai Harapan MB : Mulai Berkembang BB : Belum Berkembang Gambar 1. Kegiatan Pembelan untuk Mengembangkan Motorik Kasar di TK Biaturrahman Hal ini sesuai dengan hasil perkembangan motorik kasar anak yang ada di TK Baiturrahman rata-rata berkembang sesuai harapan. Dari 14 peserta didik yang ada di kelas B ada tiga anak yang perkembangan motorik kasarnya masih dibilang belum berkembang dengan Adapun perkembangan motorik kasar anak antara lain. Anak mampu menirukan gerakan sesuai lagu seperti gerakan senam dan gerakan saat menari. Selain Anak mampu berjalan dengan kaki dijinjit. Anak mampu berjalan maju dan mundur, anak mampu melompat dengan 1 atau 2 kaki. Anak mampu kombinasi jongkok lalu melompat dan anak mampu berlari cepat tanpa kesulitan. Sejalan dengan teori perkembangan motorik kasar oleh Motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagaian besar atau seluruh anggota Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak, misalnya keterampilan duduk, mendendang, berlari dan sebagainya (Mirawati & Rahmawati, 2. Gallahue dan Ozmun membagi perkembangan motorik ke dalam beberapa fase, dan anak usia 5Ae6 tahun termasuk dalam fase fundamental movement phase . erakan dasa. Dalam usia ini, anak-anak sudah mampu melakukan koordinasi gerakan besar seperti berlari, melompat, melempar, menangkap, dan mulai menunjukkan kontrol gerakan yang lebih halus. Mereka juga mulai menunjukkan kemampuan ritmis dan koordinasi bilateral yaitu menggunakan dua sisi tubuh secara bersamaan (Gallahue L & David, 2. (Mirawati & Rahmawati, 2. mengatakan perkembangan motorik kasar motorik kasar adalah gerakan tubuh yang menggunakan otototot besar atau sebagaian besar atau seluruh anggota tubuh yang dipengaruhi oleh kematangan anak, misalnya keterampilan duduk, mendendang, berlari dan sebagainya. Dalam konteks ini, strategi guru menjadi faktor penting dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun, terutama di lembaga PAUD seperti TK Baiturrahman. Jempong Barat. Kota Mataram. Berdasarkan hasil analisis dari beberapa penelitian, berbagai pendekatan telah digunakan oleh guru untuk menstimulasi perkembangan motorik kasar, baik melalui kegiatan bermain, bernyanyi, seni tari, maupun kegiatan olahraga yang terstruktur. Sebagai contoh, penelitian (Saudah et al. , 2. , menunjukkan bahwa tari tradisional seperti Manasai dapat menjadi strategi efektif dalam mengembangkan motorik Gerakan dalam tari Manasai melatih koordinasi antara mata, kaki, tangan, dan kepala, serta mengembangkan kelenturan dan keseimbangan anak. Strategi ini tidak hanya memperkuat aspek fisik anak, tetapi juga mengenalkan nilai-nilai budaya lokal sejak dini. Selanjutnya, penelitian oleh (Cahyani et al. , 2. juga mendukung bahwa aktivitas tari seperti Seledet Pong dapat meningkatkan kemampuan fisik dan motorik anak usia dini. Strategi guru dalam konteks ini meliputi pendampingan aktif, bermain sambil menari, dan keterlibatan langsung guru dalam proses pembelajaran, meskipun dihadapkan pada kendala seperti keterbatasan fokus anak dan kurangnya guru tari ahli. Selain kegiatan seni, permainan fisik juga terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik kasar. Penelitian oleh (Tangse & Dimyati, 2. menyimpulkan bahwa permainan estafet dengan beragam aktivitas fisik berdampak signifikan terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun. Permainan ini melatih gerak tubuh secara menyenangkan dan membuat anak lebih aktif secara fisik. (Nurlaili, 2. dalam penelitiannya terhadap anak berkebutuhan khusus di TK IT Ya Bunayya menekankan pentingnya perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang matang oleh guru. Strategi seperti manipulasi dan imitasi menjadi bagian penting dalam pembelajaran motorik kasar, yang dilaksanakan dalam kegiatan terstruktur mulai dari pembukaan hingga evaluasi Demikian pula, (Rozzaq & Sutapa, 2. menunjukkan bahwa dalam kondisi pembelajaran tatap muka terbatas, guru tetap mampu menstimulasi motorik kasar anak dengan memodifikasi media, memberikan instruksi langsung, serta menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan dan situasi. Dengan mengacu pada temuan-temuan di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi guru yang beragam dan adaptif baik melalui seni tari, permainan, maupun aktivitas fisik terarah berkontribusi besar dalam pengembangan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun. Hal ini sejalan dengan fase perkembangan fundamental movement menurut Gallahue dan Ozmun, di mana anak-anak pada usia ini sangat potensial untuk distimulasi agar kemampuan gerak dasarnya berkembang secara optimal. Jadi dapat disimpulkan, tercapainya tujuan pembelajaran dikarenakan strategi pembelajaran yang baik. Strategi secara umum mempunyai arti sebagai acuan untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan yang diinginkan. Apabila dikaitkan dengan pembelajaran, maka strategi bisa diartikan sebagai cara dan usaha antara guru dan murid dalam suatu kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun strategi yang digunakan dalam mengembangkan otorik kasar ada tiga, yang pertama strategi pembelajaran melalui Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Volume 7 Nomor 2 Juli 2025 e-ISSN: 2655-6561 | p-ISSN: 2655-657X bermain, kedua strategi pembelajaran melalui bernyanyi/lagu, menari, dan yang ketiga adalah strategi pembelajaran melalui berkelompok. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang tepat sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan pembelajaran, khususnya dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 5Ae6 tahun. Di TK Baiturrahman Jempong Barat, guru menerapkan tiga strategi utama yaitu: strategi pembelajaran melalui bermain, strategi pembelajaran melalui bernyanyi atau lagu serta menari, dan strategi pembelajaran melalui kegiatan berkelompok. Ketiga strategi ini mampu menstimulasi perkembangan motorik kasar secara optimal, sebagaimana terlihat dari hasil observasi yang menunjukkan bahwa sebagian besar anak berada pada kategori "berkembang sesuai harapan" dan "berkembang sangat baik". Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran, yaitu kurangnya kompetensi guru, faktor internal anak, serta keterbatasan fasilitas yang tersedia. Meskipun demikian, guru tetap berusaha untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi dan kebutuhan anak. Hasil penelitian ini menguatkan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu merancang dan melaksanakan strategi pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan menyenangkan guna mendukung perkembangan motorik kasar anak usia dini secara optimal. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan anak usia dini. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat konsep bahwa strategi pembelajaran berbasis aktivitas bermain, bernyanyi, dan bergerak aktif berkontribusi signifikan terhadap perkembangan fisik motorik anak usia dini, sesuai dengan teori fundamental movement phase (Gallahue & Ozmun, 2. dan prinsip pembelajaran aktif dalam kurikulum PAUD 2022. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan bagi guru PAUD untuk terus berinovasi dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan fasilitas. Guru dapat memanfaatkan alat dan lingkungan sederhana untuk menstimulasi kemampuan fisik anak. Sementara itu, secara sosial, hasil penelitian ini mendorong kolaborasi antara lembaga pendidikan dan orang tua untuk mendukung kegiatan fisik anak, baik di sekolah maupun di rumah, sebagai bagian dari upaya bersama menumbuhkan kesehatan dan kemandirian anak sejak dini. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti memberikan beberapa rekomendasi. Pertama, guru PAUD diharapkan mampu mengembangkan variasi kegiatan motorik kasar berbasis permainan tradisional, gerak lagu, maupun aktivitas luar ruang yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Kedua, lembaga pendidikan perlu menyediakan fasilitas dan media pembelajaran yang mendukung kegiatan fisik anak agar mereka dapat bergerak bebas dan mengekspresikan diri dengan aman. Ketiga, orang tua disarankan untuk turut serta dalam mendukung stimulasi motorik kasar anak di lingkungan rumah melalui aktivitas bermain sederhana seperti berlari, menari, atau bermain bola bersama anak. Terakhir, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) atau studi komparatif guna menelaah efektivitas strategi pembelajaran tertentu terhadap perkembangan aspek fisik maupun sosial-emosional anak usia dini. DAFTAR PUSTAKA