The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 12 Ae 16 DOI: https://doi. org/10. 35801/ts. p-ISSN : 2686-3111 e-ISSN : 2686-3103 Pelatihan Pembuatan Minyak Atsiri Limbah Daun Cengkih Serta Pemanfaatan Sebagai Obat Kumur Bagi Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Tompaso Kabupaten Minahasa Dewa Gede Katja1,*. Vanda Selvana Kamu1. Nurharis Munandar1, dan Jonathan Cavin Ezra Sinaga1 Program Studi Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam Ratulangi. Jalan Kampus Kleak. Manado. Indonesia 95115 *Email: dewakatja@unsrat. Abstrak Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) telah dilaksanakan dengan judul Pelatihan Pembuatan Minyak Atsiri Limbah Daun Cengkih Serta Pemanfaatan Sebagai Obat Kumur Bagi Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Tompaso Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini diawali dengan produksi minyak atsiri dari limbah daun cengkih, pembuatan formulasi obat kumur, serta dilanjutkan dengan perumusan kegiatan. Siswa-siswi SMA Negeri 1 Tompaso memiliki potensi untuk menjadi kader pembawa informasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat limbah daun cengkih yang dapat dijadikan bahan baku obat kumur. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan bagi siswa-siswi dalam memanfaatkan limbah daun cangkih. Metode yang digunakan adalah pelatihan tentang pembuatan obat kumur dari limbah daun cengkih serta evaluasi kepada peserta. Dari kegiatan ini, siswa-siswi SMA Negeri 1 Tompaso telah mampu memahami dan mengetahui cara produksi minyak atrisi dari limbah daun cengkih serta dapat membuat obat Kata kunci: Minyak atsiri. daun cengkih. obat kumur. Siswa SMA Negeri 1 Tompaso Abstract The Community Partnership Program (PKM) activity has been carried out with the title Training on Making Essential Oil from Clove Leaf Waste and Utilization as Mouthwash for Students of SMA Negeri 1 Tompaso. Minahasa Regency. This activity began with the production of essential oil from clove leaf waste, the creation of mouthwash formulations, and continued with the formulation of activities. Students of SMA Negeri 1 Tompaso have the potential to become cadres who bring information to the surrounding community about the benefits of clove leaf waste which can be used as raw material for mouthwash. This activity aims to provide knowledge and skills for students in utilizing clove leaf waste. The method used is training on making mouthwash from clove leaf waste and evaluation of participants. From this activity, students of SMA Negeri 1 Tompaso have been able to understand and know how to produce essential oil from clove leaf waste and can make mouthwash. Keywords: Essential oil. clove leaves. Students of SMA Negeri 1 Tompaso PENDAHULUAN Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Salah satu jenis obat tradisional yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia yaitu minyak atsiri. Minyak atsiri diperoleh dari hasil penyulingan bagian tanaman seperti bunga, kulit, akar, kayu daun atau buah yang memiliki kandungan senyawa atsiri (Loppies et al. , 2. Minyak atsiri sering digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti menghambat pertumbuhan bakteri . atau menghancurkan sel bakteri . , serta sebagai antiinflamasi (Violantika et al. , 2. Salah satu jenis tanaman yang sering diolah menjadi minyak atsiri yaitu Tanaman Cengkih. Tanaman Cengkih menjadi komoditas sektor perkebunan yang menyumbang pendapatan petani di Sulawesi Utara (Nongka et al. , 2. Berdasarkan data oleh Badan Pusat Statistika (BPS) pada tahun 2021. Sulawesi Utara produksi perkebunan cengkih mencapai sekitar 152,61 ton. Bagian tanaman cengkih yang The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 12Ae16 Katja et al. | Pelatihan PembuatanA. sering dimanfaatkan yaitu bagian buahnya, sedangkan daunya dibuang sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, daun cengkeh memiliki kandungan minyak sekitar 1-4% dengan kadar eugenol 80-85% (Kurniasari & Purwaningsih, 2. Penelitian oleh Andries et al. , cengkih memiliki aktivitas antibakteri yang sangat kuat pada bakteri penyebab masalah di mulut, dibuktikan melalui hasil zona hambat yang diperoleh yaitu sekitar 29,02 mm . angat kua. Oleh karena itu, daun cengkih memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai obat kumur. Mulut merupakan salah bagian tubuh manusia yang rentan terinfeksi dari patogen seperti bakteri. Adanya aktivitas bakteri dimulut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti sakit gigi, kerusakan jaringan, dekalsifikasi dan juga terkikisnya permukaan gigi, yang nantianya dapat menyebabkan terjadinya karies gigi (Subekti et al. , 2. Selama ini masyarakat sering menggunakan obat kumur komersial untuk mengatasi masalah kesehatan mulut. Tetapi, obat kumur komersial pada umumnya mengandung kadar alkohol yang cukup tinggi dengan kandungan alkohol sekitar 25% atau lebih, serta juga mengandung bahan kimia lainnya. Penggunaan obat kumur komersial dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker mulut, tenggorakan, dan faring (Gurning et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang dapat menggantikan obat kumur komersial yang aman bagi tubuh. Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dapat menggunakan produk bahan alam sebagai bahan dasar pembuatan obat kumur. Limbah daun cengkih memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan obat kumur untuk mengatasi masalah kesehatan Daun cengkih telah terbukti memiliki aktivitas penghambatanyang sangat kuat pada bakteri yang hidup di mulut. Maka berdasarkan uraian tersebut peneliti tertarik untuk melakukan kegiatan penyuluhan dan workshop pemanfaatan limbah daun cengkih sebagai obat kumur. METODE PELAKSANAAN Lokasi Kegiatan Kegiatan penyuluhan dan workshop mengenai AuPelatihan Pembuatan Minyak Atsiri Limbah Daun Cengkih Serta Pemanfaatan Sebagai Obat KumurAy dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tompaso. Kecamatan Tompaso. Kabupaten Minahasa. Metode Produksi minyak atsiri dari limbah daun cengkih Preparasi Limbah daun cengkih yang telah dikumpulkan, dicuci dengan air bersih dan dipotong- potong kecil kemudian dikering anginkan selama 5-7 hari. Daun cengkih yang telah kering kemudian diblender. Setelah itu, hasil blender dalam bentuk serbuk, lalu dimikronisasi menggunakan ayakan 200 mesh, sehingga diperoleh serbuk daun cengkih. Penyulingan Daun cengkih yang telah menjadi serbuk kemudian dimasukkan ke dalam ketel dan diatur agar tidak terlalu padat. Cara penyulingan yang digunakan adalah distilasi air-uap. Suhu penyulingan sekitar 95oC dengan lama penyulingan 5 jam. Minyak yang dihasilkan kemudian ditampung dalam botol. Setelah itu, dilakukan pemisahan antara air dan minyak menggunakan corong pisah. Menjelaskan pemanfaatan limbah daun cengkih sebagai bahan baku pembuatan obat The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 12Ae16 Katja et al. | Pelatihan PembuatanA. kumur yang berguna bagi kesehatan. Penyuluhan mengenai cara pengolahan limbah daun cengkih untuk pembuatan obat Workshop pemanfaatan limbah daun cengkih sebagai obat kumur yang berguna bagi Keberhasilan kegiatan dilakukan dengan diskusi, tanya jawab terutama dari aspek pengetahuan. dan afektif serta praktek cara mengolah limbah daun cengkih sebagai bahan baku pembuatan obat kumur. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Tompaso, kabupaten Minahasa, provinsi Sulawesi Utara yang diadakan pada tanggal 25 September Siswa-siswi SMA Negeri 1 Tompaso sudah mengenal tanaman cengkih, tetapi masyarakat hanya memanfaatkan buah dari tanaman cengkih, sedangkan daun cengkih dibuang sebagai limbah yang dapat mencemari lingkungan. Semua siswa-siswi belum memiliki ketrampilan dalam memanfaatkan serta mengolah tanaman cengkih menjadi tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat membantu menjaga kesehatan mulut. Selain itu, belum pernah diadakan pelatihan ataupun sosialisasi bagaimana cara memanfaatkan limbah daun cengkih menjadi obat kumur yang bernilai ekonomi. Oleh karena itu, dosen serta mahasiswa jurusan Kimia. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sam Ratulangi termotivasi untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang manfaat limbah daun cengkih yang dapat dijadikan sebagai obat kumur. Obat kumur dari minyak atsiri daun cengkuh juga dapat berpotensi menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan perekonomian di desa Tompaso. Limbah daun cengkih dibuat serbuk yang selanjutnya dilakukan proses penyulingan untuk didapatkan minyak atsiri. Minyak atsiri yang diperoleh selanjutnya digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat kumur. Kegiatan diawali dengan pembersihan daun cengkih, yang merupakan tahapan paling penting dalam pembuatan serbuk untuk mencegah pengotor . ebu, atau mikroorganism. yang tidak diinginkan yang dapat menurunkan kualitas serbuk daun cengkih yang Selanjutnya, tahapan pengeringan yang bertujuan untuk menghilangkan kadar air yang terdapat pada daun cengkih. Pengeringan dilakukan pada suhu 45-60 oC karena pada rentang suhu tersebut sampel telah mencapai suhu kritis air sehingga pengeringan berlangsung sempurna dan proses penghalusan menjadi serbuk dapat dilakukan lebih Untuk membuat suatu produk berupa serbuk simplisia dari tanaman, diperlukan tahaptahap pelaksanaan berikut: Mengumpulkan bahan baku yaitu suatu sampel yang mengandung senyawa aktif yang berbeda-beda. Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau materialmaterial asing lainnya dari sampel yang digunakan. Pencucian sampel dilakukan untuk menghilangkan debu atau mikroorganisme yang melekat pada sampel. Peranjangan yaitu beberapa jenis bahan simplisia perlu mengalami proses Peranjangan bahan simplisia dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan, pengepakan dan penghalusan. Pengeringan dilakukan dengan tujuan mendapatkan sampel yang sudah tidak The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 12Ae16 Katja et al. | Pelatihan PembuatanA. memiliki kadar air. Sortasi kering merupakan tahap akhir pembuatan simplisia yang bertujuan untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian tanaman yang tidak diinginkan. Proses ini dilakukan sebelum simplisia dibuat serbuk untuk kemudian disimpan. Setelah proses pembersihan dan pengeringan telah selesai, kemudian dilanjutkan dengan proses penghalusan menggunakan blender, yang selanjutnya dilakukan dimikronisasi menggunakan ayakan 200 mesh, sehingga diperoleh serbuk cengkih. Pembuatan serbuk dilakukan agar penyimpanan dapat berlangsung lebih lama serta menghindari tumbuhnya mikroorganisme berbahaya. Setelah diperoleh serbuk limbah daun cengkih, selanjutnya dilakukan proses penyulingan untuk mendapatkan minyak atsiri dari daun cengkih. Penyulingan merupakan teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih. Penyulingan bekerja berdasarkan prinsip titik didih yang spesifik. Ketika campuran dipanaskan, komponen-komponen degan titik didih terendah akan menguap terlebih dahulu. Uap tersebut kemudian didinginkan dan dikondensasikan kembali menjadi cairan, yang dikenal sebagai distilat. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini, metode yang digunakan yaitu penyulingan air . ater Setalah proses penyulingan, maka akan dihasilkan campuran antara air dan minyak atrsiri pada tempat penampungan. Minyak berada di atas air, hal ini terjadi karena berat molekul air lebih besar dari berat molekul minyak. Kemudian, air dan minyak atsiri dipisahkan menggunakan corong pisah. Minyak atsiri yang diperoleh kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat kumur. Pelatihan pembuatan obat kumur dapat memberikan pemahaman bagi siswa-siswi tentang pemanfaatan minyak atsiri dari limbah daun cengkih sebagai bahan baku pembuatan obat kumur. Hal ini karena pada awal pelatihan telah dilakukan pre-tes untuk melihat pemahaman peserta, mengenai tanaman cengkih yang dapat dimanfaatkan menjadi obat kumur. Sebanyak 30% memiliki pemahaman yang cukup mengenai manfaat tanaman cengkih yang dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan obat kumur. akhir kegiatan diadakan post-test. Hasil post-test yang didapat semua peserta telah mengetahui bahwa tanaman cengkih dapat dijadikan sebagai obat kumur. Selain itu, peserta juga menyarankan untuk diadakan kegiatan lanjutan mengenai pengemasan produk secara lebih higienis dan standar uji BPOM sehingga layak untuk dipasarkan. KESIMPULAN Kegiatan pelatihan pembuatan obat kumur dari limbah daun cengkih kepada siswasiswi SMA Negeri 1 Tompaso telah berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme dan peningkatan pemahaman peserta mengenai tanaman obat dan pembuatan serbuknya, dari awalnya tingkat pemahaman hanya 5% meningkat menjadi 100%. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kepada siswa-siswa SMA Negeri 1 Tompaso dalam membuat obat kumur dari limbah daun cengkih yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Sam Ratulangi yang telah membiayai kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Klaster 2 (PKM_K. dengan kontrak nomor: 2548/UN12. 13/PM/2025. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan sekolah dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Tompaso. The Studies of Social Science Volume 08. Issue 01. April 2026 12Ae16 Katja et al. | Pelatihan PembuatanA. DAFTAR PUSTAKA