Jurnal Inovator. Vol. No. 72Ae77 Jurnal Inovator homepage: w. id/index/inovator Analisa Intensitas Cahaya Matahari Terhadap Daya Keluar Dan Efesiensi Pada Panel Surya Jatmiko Edi Siswantoa,*. Erna Rahayu b Program Studi Teknik Mesin. STITEKNAS Jambi. Jl. Lintas Sumatra. Mendalo Darat. Kota Jambi. Jambi 36361 Program Studi Teknik Industri STITEKNAS Jambi. Jl. Lintas Sumatra. Mendalo Darat. Kota Jambi. Jambi 36361 INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Diterima: 14 Desember 2024 Diterima setelah direvisi: 20 Desember Disetujui: 20 Desember 2024 Kata kunci: Panel surya. Imtesitas. Daya Efisiens Abstract- This analysis discusses the effect of sunlight intensity on the power released by polycrystalline silicone type solar panels. The test was carried out from morning to evening and obtained the highest intensity results of 1142. Wat/m2 with a current of 7. 38 A and a voltage of 21 V. And the lowest solar intensity was 288. 1 Wat/m2 with a current of 1. 42 A and a voltage 20. Light Intensity the largest value is 1143 W/m2 at 12. 00 pm and the smallest value is 288 W/m2 with an average of 717 w/m2, the largest input power at 12. 00 is 789 Watt and the largest output power is 98 Watt, the average input power is 495 Wat and the average is 58 Wats for output power and the greatest efficiency at 13. 00 is 12. 5% and the highest efficiency the smallest was 9. 8% at 08. 00 with average efficiency 11. 2 %. Intisari- Analias ini membahas tentang pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap daya yang dikeluarkan oleh panel surya tipe polycrystalline silicone. Pengujian dilaksanakan pada pagi hingga sore hari dan mendapatkan hasil intensitas tertinggi 1142,8 Wat/m2 dengan arus 7,38 A dan tegangan sebesar 21 V. Dan intensitas matahari terendah berada diangka 288,1 Wat/m2 dengan arus 1,42 A dan tegangannya 20,4V . Intensitas Cahaya nilai terbesar 1143 W/m2 pada pulukl 12,00 dan nilai terkecil 288 W/m2 dengan rata rata sebesar 717 w/m2. Daya input terbesar pada pukul 12. 00 sebesar 789 Watt dan daya output tebesar 98 Watt, daya input rata rata sebesar 495 Wat dan rata rata sebesar 58 Wat untuk daya output dan Efesiemsi terbesar pada pulul 13. 00 sebesar 12,5% dan Efesiemsi terkecil 9,8 % pada pulul 08. dengan eara rata efesiensi 11,2 Pendahuluan Kebutuhan energi di Indonesia sebagian besar masih mengandalkan bahan bakar fosil sebagai sumber utama kebutuhan energi. Terutama Batu Bara. Penggunaan energi yang berlebihan ini bisa menimbulkan emisi karbon yang mencemari udara, kerusakan hutan dan juga kemacetan lalu lintas akibat aktifitas tambang. Untuk mengurangi dampak tersebut yang disebabkan oleh penggunaan penggunaan energi listrik yang berlebihan tersebut maka diperlukanlah sumber energi yang baru, atau lebih dikenal dengan istilah Energi Terbarukan. Salah satu dari sumber Energi Terbarukan ini ialah Pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS). Salah satu pemanfaatan dari PLTS ini ialah sebagai sumber * Corresponding Author: E-mail: jatmikoedis@gmail. com (Jatmiko Edi Siswant. penerangan, yang mana dapat diaplikasikan di berbagai tembat baik itu jalan umum, lampu taman, area kampus, dan lain sebagainya. 1 Energi Listrik Energi Listrik merupakan energi yang berkaitan dengan perhitungan arus elektron yang dinyatakan dalam satuan Wat-jam atau KiloWatJam. Perpindahan energi listrik terjadi dalam bentuk aliran elektron melalui konduktor jenis tertentu. Energi listrik dapat disimpan sebagai energi medan elektrostatik melalui mendan listrik yang dihasilkan oleh terkumpulnya muatan elektron pad pelat-pelat kapasitor. Total energi medan listrik ditambah dengan energi medan elektromagnetik, sama dengan energi yang berkaitan dengan medan magnet yang timbul akibat aliran elektron melalui kumparan induksi . Jurnal Inovator. Vol. No. 72Ae77 2 Arus dan Tegangan Adalah partikel terkecil penyusun materi atom terdiri dari partikelpartikel sub-atom yang tersusun atas elektron, proton, dan neutron dalam berbagai gabungan. Elektron adalah muatan listrik negatif (-) yang paling Elektron dalam cangkang terluar suatu atom disebut elektron Apabila energi eksternal seperti energi kalor, cahaya, atau listrik diberikan pada materi, elektron valensinya akan memperoleh energi dan dapat berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi. Jika energi yang akan diberikan telah cukup. Sebagian dari elektron-elektron valensi terluar tadi akan meninggalkan atomnya dan statusnya akan berubah menjadi elektron Gerakan elektron-elektron bebas inilah yang akan menjadi arus listrik dalam konduktor logam. Gerak atau aliran elektron disebut arus (I) , dengan satuan ampere. Sebagian atom kehilangan elektron dan sebagian atom lainnya memperoleh elektron. Keadaan ini akan memungkinkan terjadinya perpindahan elektron dari satu objek ke objek lain. Apabila perpindahan ini terjadi, distribusi muatan positif dan negatif dalam setiap objek tidak sama lagi. Objek dengan jumlah elektron yang berlebih akan memiliki polaritas listrik negatif (-). Objek yang kekurangan elektron akan memiliki polaritas listrik positif ( ). Besaran muatan listrik ditentukan oleh jumlah elektron dibandingkan dengan jumlah proton dalam suatu Simbol untuk besaran muatan elektron ialah Q dan satuannya adalah Besarnya muatan 1 C = 6,25 x 1018 elektron. Kemampuan muatan listrik untuk mengerahkan suatu gaya dimungkinkan oleh keberadaan medan elektrostatik yang mengelilingi objek yang bermuatan Suatu muatan listrik memiliki kemampuan untuk melakukan kerja akibat tarikan atau tolakan yang disebabkan oleh gaya medan Kemampuan melakukan kerja ini disebut pontensial. Apabila satu muatan berbeda dari muatan lainnya, di antara kedua muatan ini pasti terdapat beda pontensial. Satuan dasar beda pontensial adalah volt (V). karena satuan inilah beda pontensial V sering disebut sebagai voltage atau tegangan . Peredaran arus listrik dari sumber listrik dibedakan menjadi 2 macam, yakni arus searah (Direct Curren. dan arus bolak-balik (Alternating Curren. Arus searah adalah arus listrik yang nilainya tidak berubah yaitu positif atau hanya negatif saja, serta mempunyai nilai tetap atau konstan terhadap satuan waktu. Arus bolak-balik adalah arus listrik yang memiliki arah arus yang berubah-ubah dengan bolak-balik. Sifat arus listrik bolakbalik berbentuk gelombang sinusoida sebagai akibatnya memungkinkan pengaliran energy secara efisien. 3 Radiasi Matahari Radiasi matahari adalah suatu proses perpindahan panas yang terjadi pada permukaan benda ke permukaan yang lain tanpa melalui perantara, perpindahan panas terjadi dengan gelombang eletromagnetik dan dapat menempati ruangan hampa . Lama penyinaran matahari . unshine duratio. adalah lamanya matahari bersinar sampai permukaan bumi dalam periode satu hari yang diukur dalam jam . Untuk intensitas energi yang ada dalam sinar matahari yang mencapai permukaan bumi besarnya sekitar 1000 Wat. Akan tetapi perlu diketahui bahwa daya guna konversi energi radiasi menjadi energi listrik akibat efek fotovoltaik baru mencapai 25%, sehingga produksi listrik maksimal yang dihasilkan sel surya baru mencapai 250 Wat per m2 . Gambar 1. Konsep Kerja PLTS Secara Umum . 5 Bagian bagian Pembangkit Listrik Tenaga Surya Panel Surya Panel surya adalah alat utama yang berfungsi sebagai penangkap, pengubah, dan penghasil listrik. Ukuran dari alat ini hanya sekitar 5 X 5 atau 10 X 10 cm persegi namun memiliki kemampuan mengubah atau menghasilkan daya sebesar 1 - 2 Wat. Alat ini dirangkai menjadi beberapa susunan sel surya - disebut sebagai panel surya - sesuai besar daya yang diinginkan. Alat ini menghasilkan energi listrik DC . Sel Surya diproduksi dari bahan semikonduktor yaitu silikon berperan sebagai isolator pada temperatur rendah dan sebagai konduktor bila ada energi dan panas. Secara sederhana prinsip kerja dari sistem panel surya yaitu ketika cahaya matahari mengenai panel surya , maka elektron valensi pada material sel surya akan mengalami pergerakan dari N ke P, sehingga pada kutub terminal output dari panel surya akan menghasilkan aliran energi listrik. Besarnya energi listrik ini tergantung pada jumlah sel surya yang dikombinasikan didalam panel surya dan banyaknya cahaya intensitas radiasi matahari yang mengenai panel surya tersebut . Panel Monokristalin adalah panel surya yang paling efisien, yaitu menghasilkan daya listrik persatuan luas yang paling tinggi. Memiliki efisiensi sampai dengan 15%. Bentuk dari panel ini terlihat pada gambar2. Kelemahan dari panel jenis ini adalah tidak akan berfungsi di tempat yang cahaya mataharinya kurang . , kestabilannya akan turun drastis dalam cuaca berawan . 4 Pembangkit Listrik Tenaga Surya Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan teknologi pembangkit listrik yang mengkonversi energi foton dari Matahari menjadi energi PLTS menggunakan prinsip kerja sel fotovoltaik, yaitu lapisan tipis dari bahan semikonduktor yang jika bahan tersebut mendapat energi foton akan mengeksitasi elektron dan pada akhirnya akan mengeluarkan tegangan listrik arus searah. Konsep kerja PLTS terlihat pada gambar. Gambar 2. Panel Surya Jenis Monokristalin ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 72Ae77 Baterai Baterai pada PLTS berfungsi untuk menyimpan arus listrik yang dihasilkan oleh panel surya sebelum dimanfaatkan untuk mengoperasikan Beban dapat berupa lampu refrigerator atau peralatan elektronik dan peralatan lainnya yang membutuhkan listrik DC. Accumulator atau yang akrab disebut accu/aki adalah salah satu komponen penting pada kendaraan bermotor. Selain berfungsi untuk menggerakkan motor sta-rter, aki juga berperan sebagai penyimpan listrik dan sekaligus sebagai penstabil tegangan dan arus listrik kendaraan . Menurut Syam Hardi akumulator ini berasal dari bahasa asing yaitu: accu . = baterij (Beland. , accumulator = storange battery (Inggri. , akkumulator = bleibatterie (Jerma. Pada umumnya semua bahasa bahasa itu mempunyai satu arti yang dituju, yaitu AuacumulateAy atau accumuleren. Ini semua berarti menim-bun, mengumpulkan atau menyimpan. Saat pengisian tenaga listrik dari luar diubah menjadi tenaga listrik didalam akumulator dan disimpan didalamnya. Sedangkan saat pengosongan, tenaga didalam akumulator diubah lagi menjadi tenaga listrik yang digunakan untuk mencatu energi dari suatu peralatan listrik. Terdapat banyak teknologi baterai yang tersedia untuk sistem PLTS seperti lead-acid, lithium ion. Zinc air. Nickel cadmium dan jenis lainnya. Baterai lead-acid adalah jenis baterai yang paling bayak digunakan dalam sistem PLTS karena tahan untuk pemakaian yg lama, lebih aman, mudah digunakan dan biaya yang relatif rendah per siklusnya. Baterai untuk pemakaian PLTS lazim dikenal dan menggunakan deep cycle lead acid, artinya muatan baterai jenis ini dapat dikeluarkan secara terus menerus secara maksimal mencapai kapasitas nominal . Solar charger controller Solar Charge controller berfungsi meng-atur lalu lintas listrik dari modul surya ke baterai. Alat ini juga memiliki banyak fungsi yang pada dasarnya ditujukan untuk melindungi baterai. Pengisi baterai atau charge controlleradalah peralatan elek-tronik yang digunakan untuk mengatur arus searah DC yang diisi ke baterai dan diambil dari baterai ke beban. Charge controller mengatur overcharging . elebihan pengi-sian karena baterai sudah penu. dan kelebihan tegangan . dari panel Kelebihan tegangan dan pengisian akan mengurangi umur baterai. Charge controller menerapkan teknologi Pulse Width Modulation (PWM) untuk mengatur fungsi pengisian baterai dan pembebasan arus dari baterai ke beban. Panel surya 12 V umumnya memiliki tegangan output 16 - 21 Jadi tanpa charge controller, baterai akan rusak oleh overcharging dan ketidakstabilan tegangan. Baterai umumnya di-charge pada tegangan 1414,7 V . Secara detail charger controller memiliki fungsi untuk mengatur arus untuk pengisian ke baterai, menghindari overcharging, dan Apabila baterai dalam keadaan kondisi sudah terisi penuh maka listrikyang disuplai dari modul surya tidak akan dimasukan lagi pada baterai dan sebaliknya juga jika keadaan kondisi baterai sudah kurang dari 30% maka charge controller tersebut akan mengisi kembali baterai sampai Proses pengisian baterai dan modul surya tersebut melalui charge controller akan terus berulang secara otomatis . mart chargin. selama energi surya masih cukup untuk bias diproses oleh modul surya . elama matahari terang benderan. Charge controller juga ber-fungsi melindungi baterai ketika sedang mengalami proses pengisian dari modul surya untuk menghindari arus berlebih dari proses pengisian tersebut, yang akan menyebabkan kerusakan pada baterai. Sehingga dengan cara tersebut baterai dalam pemakaiannya memiliki usia yang lebih lama. Mengatur arus yang dibebaskan atau diambil dari baterai agar baterai tidak full discharge dan overloading. Monitoring temperatur baterai. Charge controller biasanya terdiri dari satu input . ua termina. yang terhubung dengan output panel sel surya, satu output . ua termina. yang terhubung dengan baterai/aki dan satu output . ua termina. yang terhubung dengan beban. Arus listrik DC yang berasal dari baterai tidak mungkin masuk ke panel surya karena biasanya ada dioda proteksi yang hanya meleWattkan arus listrik DC dari panel surya ke baterai, bukan sebaliknya . Solar Charger Controller secara umum mempunyai 2 tipe yaitu: Pulse Width Modulation (PWM). Sistem kerja dari SCC PWM menggunakan lebar pulse dari on dan off listrik, sehingga menciptakan Tegangan kerja PWM hanya bisa menyesuaikan dengan tegangan kerja baterai, sehingga jika tegangan yang dihasilkan panel surya di bawah tegangan kerja baterai maka secara otomatis sistem panel surya tidak bisa melakukan pengisian ke baterai. MPPT (Maximun Power Point Tracke. Sistem kerja SCC MPPT dapat menyimpan kelebihan daya yang tidak digunakan oleh beban ke dalam baterai dan apabila daya yang dibutuhkan beban lebih besar dari daya yang dihasilkan oleh PV maka daya dapat diambil dari baterai . Bentuk dari alat ini terlihat pada Gambar 3. Gambar 3. SCC PWM dan MPT . Inverter Untuk kebutuhan listrik AC, energi listrik yang disimpan di baterai dirubah menjadi listrik AC menggunakan In-verter. Inverter adalah perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak balik (AC). Inverter mengkonversi arus DC 12-24 V dari perangkat seperti baterai, panel surya/solar cell menjadi arus AC 220 V. (Rusman, 2015. ) bentuk dari alat ini terlihat pada gambar dibawah. Rugi-rugi . yang terjadi pada inverter biasanya berupa dissipasi daya dalam bentuk panas. Pada umumnya efisiensi inverter adalah berkisar 50-90% tergantung dari beban outputnya. Bila beban outputnya semakin mendekati beban kerja inverter yang tertera maka efisiensinya semakin besar . Gambar 4. Inverter Pada perancangan alat yang akan digunakan dalam penelitian ini, arus beban ya akan digunakan ialah arus DC sehingga pengguaan inverter dapat diabaikan. Intensitas Cahaya Intensitas cahaya yang disebut juga sebagai I, yang mana I mempunyai satuan fisik yaitu cd atau yang disebut sebagai kandela yang berasal dari kata yunani, kandela dalam artian adalah cahaya yang dihasilkan sebuah lilin yang nyala, dalam hal ini kandel memiliki satuan lumen, dan pada kandel inilah pengukuran dilakukan berdasar intensitas dari cahaya, dan arus cahaya, dan arus cahaya dinyatakan didalam perbandingan diferential I dan ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 72Ae77 Gelombang elektromagnetik dapat digambarkan sebagai dua gelombang yang merambat secara transfersal pada dua buah bidang tegak lurus yaitu medan magnetik dan medan listrik. Merambatnya gelombang magnet akan mendorong gelombang listrik, dan sebaliknya, saat merambat, gelombang listrik akan mendorong gelombang magnet. Cahaya adalah energy berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380-750 nm. Pada bidang fisik, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun tidak. Cahaya adalah paket pertikel yang disebut Kedua definisi di atas adalah sifat yang ditunjukan cahaya secara bersamaan sehingga disebut Audualisme gelombangpartikelAy. Paket cahaya yang disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indtra penglihatan sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan area riset. Studi mengenai cahaya dimulai dengan munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti: intensitas, frekuensi atau panjang gelombang, polarisasi dan fasa cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial geometris seperti refleksi dan refraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu: interferensi, difraksi, disperse, polarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini disebut dengan optika geometris . Metode Perhitungan Pengujian panel surya 100WP ini untuk menentukan daya keluaran pada panel surya dengan menggunakan rumus sebagai berikut . Perhitungan daya listrik yang masuk pada panel surya dengan mengunakan persamaan berikut : Pin = It x Ap METODOLOGI Skema gambar penerangan parkiran tenaga suryam gambar skema alat PLTS Parkiran kampus yangn dirancang dapat dilihat pada Gambar 5 dan 6. Gambar 5 Desain Penerangan Parkiran Tenaga Surya (PPTS) Kampus STITEKNAS Jambi Keterangan: Tiang Utama PPTS Panel Surya Lampu . Box Panel (Baterai. Solar Charger Controlle. Lengan Ornamen Pengunci Pintu Box Panel Kerangka Panel Surya Baut Kerangka Panel Baut Lengan Ornamen Engsel Box Panel Dimana: Pin : Daya yang masuk pada sel surya (Wa. : Intensitas cahaya matahari (W/m. Ap : Luas penampang panel surya . Perhitungan daya listrik yang menggunakan persamaan berikut : Pout = V x I . Dimana: Pout : Daya keluaran panel surya (Wa. : Tegangan (Vol. : Arus (Ampr. Gambar 6. Rangkaian Komponen Modul Panel Tenaga Surya (Dokumentasi Pribad. Perhitungan efisisensi Panel Surya . ycu 100% yaain Dimana: : Efisiensi Panel Surya POut : Daya Output Panel Surya (Wa. PIn : Daya Input Panel Surya (Wa. Cara kerja dari penerangan parkiran tenaga surya ini adalah sebagai Pada saat panel surya terpapar cahaya matahari, maka sel-sel surya yang terdapat pada panel suya akan menerima dan menyerap paparan radiasi matahari, dan rangkaian arus listrik bersi sekumpulan sel surya yang saling terhubung . odul sury. energi listrik. Energi listrik yang telah dihasilkan panel surya . egangan dan aru. kemudian akan dialirkan ke kontroller. kontroller akan mengatur arus yang akan dialirkan ke komponen lainya seperti baterai dan lampu. Pada saat baterai telah terisi penuh, maka kontroller akan memutus arus listrik dari baterai ke panel untuk mencegah kelebihan pengecasan yang dapat merusak baterai. Arus listrik pada baterai yang akan dialirkan ke beban dapat ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 72Ae77 diatur secara otomatis oleh controller, mulai dari durasi 0 jam hingga 24 jam, 0 jam artinya arus akan dialirkan ketika panel tidak menerima cahaya matahari, dan akan diputus saat panel menerima cahaya matahari. Mulai Studi Literatur Alat dan Bahan = 288,1 W/m2 Apanel = 0,69 m2 Maka. Pin = It x APanel = 288,1 Wat x 0,69 m2 = 198,789 Wat . Daya keluar (Pou. yang dihasilkan panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan perhitungan: V = 13,2 Volt I = 1,42 Ampre Maka. POut = V x I = 13,2,4 V x 1,42 A = 19,68 Wat Prosedur Perakitan . Efisiensi yang dihalsikan panel surya tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan perhitungan menggunakan persamaan: Pengambilan Data Data Intensitas. Tegangan dan ,= Arus (Tanpa Beba. Data Tegangan dan Arus dengan beban 40 Watt Perhitungan Daya masuk, daya keluar, dan Besar energi keluar POut X 100% Besar energi masuk (PI. 20 ycOycaycyc 199 Wat ycu 100% = 9,8 % Dengan cara yang menghitung sama hasil dapat ditunjukan pada tabel tersebut divawah. efisiensi panel surya tanpa beban Daya keluar dengan beban Tabel 2. Rekap Perhitungan Analisa Data Waktu Intensitas PIut PIOut EFF (Ja. Cahaya (Wa. (Wat. (%) (W/m. Kesimpulan Selesai Gambar 7. Diagram Alir Perancangan HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data pengujian dengan waktu per 1 Jam pada kondisi cuaca yang terang maka data yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel 1 tersebut dibawah. Tabel 1. Data Hasil Pengujian Intensitas. Tegangan dan Arus Pada Panel Surya Waktu (Ja. Intensitas Cahaya (W/m. (Vol. (Ampe. 1,42 2,42 4,92 7,38 6,53 5,26 2,87 1,59 Rata-Rata Dari tabel rekap dapat diuraikan dan dianalida sebagai berikut: Intensitas Cahaya mengalami kenaikan mulai pagi sampai siang dan selanjutnya menurun sampai menjelang sore hari nilai terbesar 1143 W/m2 pada pulukl 12,00 dan nilai terkecil 288 W/m2 dengan rata rata sebesar 717 w/m2 yang dapat terlihat pada gambar grafik. tersebut dibawah. Perhitungan: A) Daya masuk (Pi. yang diterima panel surya pada tiap jam pengukuran dapat diketahui dengan perhitungan menggunakan ISSN 2615-5052 (Onlin. Jurnal Inovator. Vol. No. 72Ae77 Rusman, 2015. Pengaruh Variasi Beban Terhadap Efisiensi Solar Cell Dengan Kapasitas 50 WP. Turbo: Jurnal Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro. Volume 4 No. Tenaga Surya Di Atap Gedung Harry Hartanto Universitas Trisakti. Tim Ditjen EBTKE, 2020. Panduan Pengelolaan Lingkungan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kementrian Sumber Daya Mineral. Gambar 8. Grafik Data Perhitungan Daya input dan out put mengalami kenaikan mulai pagi sampai siang dan selanjutnya menurun sampai menjelang sore hari dan daya input terbesar pada jam12. 00 sebesar 789 Watt dengan daya output tebesar 98 Watt , untuk daya input rata rata sebesar 495 Wat dan rata rata sebesar 58 Wat untuk daya output. Efesiensi modul sama mengalami kenaikan mulai pagi sampai siang dan selanjutnya menurun sampai menjelang sore hari dan Efesiemsi terbesar pada pulul 13. 00 sebesar 12,5 % dan Efesiemsi terkecil 9,8 % pada pulul 08. Simpulan Berdasarkan Analisa dan perhitungan yang dilakukan didapatlah kesimpulan sebagai berikut: Intensitas Cahaya nilai terbesar 1143 W/m2 pada pulukl 12,00 dan nilai terkecil 288 W/m2 dengan rata rata sebesar 717 w/m2 Daya input terbesar pada pukul 12. 00 sebesar 789 Watt dan daya output tebesar 98 Watt, daya input rata rata sebesar 495Watt dan rata rata sebesar 58 Watt untuk daya output. Efesiemsi terbesar pada pulul 13. 00 sebesar 12,5% dan Efesiemsi terkecil 9,8 % pada pulul 08. 00 dengan aera rata efesiensi 11,2 %. Referensi