JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 5. Nomor 1 Februari 2025 EDUKASI DAN AKSI BERSIH PANTAI GONDOL: UPAYA PENGEMBANGAN MINA WISATA BERKELANJUTAN DI DESA PENYABANGAN. BALI Nanda Wahyuni Al Humaero1. Shofiyati Febrina1. Alis Mukhlis1* Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. Kota Mataram. Provinsi Nusa Tenggara Barat Alamat korespondensi : alismukhlis@unram. Keyword : Abstrak : Aksi bersih mina wisata. Pantai Gondol. Desa Penyabangan, khususnya kawasan Pantai Gondol, memiliki potensi besar dalam pengembangan mina wisata yang mengintegrasikan kegiatan perikanan dengan pariwisata bahari. Namun, permasalahan sampah laut menjadi tantangan serius yang dapat mengancam keberlanjutan pengembangan kawasan ini. Program edukasi dan aksi bersih pantai dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir dalam mendukung pengembangan mina wisata berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara tim KKN Universitas Mataram dengan Balai Besar Riset Budidaya Laut Perikanan dan Penyuluhan (BBRBLPP) Gondol yang dilaksanakan pada 13 November 2024. Program mengadopsi pendekatan partisipatif melalui tiga tahapan: persiapan, edukasi, dan aksi bersih pantai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat yang tercermin dari tingginya partisipasi dalam aksi bersih pantai dan terbentuknya inisiatif lokal untuk menjaga kebersihan pantai secara berkelanjutan. Keberhasilan program ini memberikan fondasi bagi pengembangan konsep mina wisata yang mengintegrasikan potensi budidaya perikanan dengan wisata bahari, sekaligus mendukung diversifikasi ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Humaero. Febrina. & Mukhlis. Edukasi Dan Aksi Bersih Pantai Gondol: Upaya Pengembangan Mina Wisata Berkelanjutan Di Desa Penyabangan. Bali. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 5. , 1-8. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Humaero et al. PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan mina wisata yang mengintegrasikan kegiatan perikanan dengan pariwisata bahari. Konsep ini menjadi alternatif pembangunan berkelanjutan yang dapat mengoptimalkan potensi sumber daya pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Bali, sebagai salah satu destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia, telah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan berbagai model wisata pesisir yang mengintegrasikan aktivitas budidaya perikanan dengan pariwisata (Tamaratika & Rosyidie, 2. Pengembangan kawasan pesisir melalui konsep mina wisata tidak hanya mendukung pemanfaatan potensi alam secara berkelanjutan tetapi juga berperan strategis dalam mendorong diversifikasi pendapatan dan transformasi ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan yang dapat memperoleh sumber penghasilan tambahan melalui keterlibatan dalam sektor pariwisata (Mudana. Desa Penyabangan yang terletak di Kecamatan Gerokgak. Bali, terdiri dari empat dusun yaitu Dusun Gondol. Dusun Penyabangan. Dusun Triamerta, dan Dusun Sekeling dengan total jumlah penduduk sekitar 5. 239 jiwa (Desa Penyabangan, 2. Desa ini memiliki karakteristik unik dengan potensi mina wisata yang tercermin dari perpaduan kegiatan budidaya perikanan dan wisata pantai. Salah satu mata pencaharian utama masyarakat adalah sebagai buruh tambak nener dalam fasilitas Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT), yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi eduwisata pembenihan ikan. Usaha HSRT di dusun ini menggunakan teknologi sederhana dengan modal yang relatif terjangkau, namun memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian lokal dan berpotensi menjadi daya tarik wisata edukatif (Zamroni et al. , 2. Keberadaan usaha ini tidak hanya memberikan lapangan pekerjaan tetapi juga membuka peluang pengembangan mina wisata yang memadukan aktivitas budidaya dengan wisata pantai, sejalan dengan potensi pesisir Buleleng Barat yang dinilai sangat sesuai berdasarkan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW 87,. (Yudasmara, 2. Meskipun memiliki potensi pengembangan mina wisata yang besar, kawasan Pantai Gondol menghadapi tantangan serius berupa permasalahan sampah laut yang dapat mengancam pengembangan dan keberlanjutan aktivitas mina wisata. Tumpukan sampah yang dibawa oleh ombak, terutama pada musim angin dan penghujan, tidak hanya mengurangi nilai estetika pantai tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan ekosistem perairan yang menjadi basis pengembangan mina wisata (Lestari & Suryani, 2. Kondisi ini diperparah dengan minimnya infrastruktur pengelolaan sampah dan terbatasnya edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Yudasmara . menegaskan bahwa pengembangan mina wisata membutuhkan lingkungan yang bersih dan sehat untuk mendukung keberhasilan integrasi aktivitas budidaya dengan wisata bahari. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai, sekaligus mengembangkan wisata alternatif yang sesuai dengan kondisi dan potensi sumber daya alam yang ada. Program edukasi dan aksi bersih pantai menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini (Abdullah et al. , 2. Melalui kombinasi kegiatan edukasi dan aksi nyata seperti pembersihan pantai serta pemasangan papan himbauan, diharapkan dapat terbangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pantai sebagai aset berharga bagi pembangunan berkelanjutan Desa Penyabangan khususnya Dusun Gondol. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan upaya sistematis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pantai dalam mendukung pengembangan mina wisata berkelanjutan. Program edukasi dan aksi bersih pantai menjadi langkah strategis yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam konservasi lingkungan pesisir (Abdullah Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Humaero et al. et al. , 2. Melalui kombinasi kegiatan edukasi dan aksi nyata seperti pembersihan pantai serta pemasangan papan himbauan, diharapkan dapat terbangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pantai sebagai aset pengembangan mina wisata di Desa Penyabangan. Keberhasilan program ini akan memberikan fondasi kuat bagi pengembangan konsep mina wisata yang mengintegrasikan potensi budidaya perikanan dengan wisata bahari, sekaligus mendukung diversifikasi ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor pariwisata berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Program edukasi dan aksi bersih Pantai Gondol dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan kolaborasi antara tim KKN Universitas Mataram. Balai Besar Riset Budidaya Laut Perikanan dan Penyuluhan (BBRBLPP) Gondol, dan masyarakat Desa Penyabangan. Kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 13 November 2024 pukul 09. 00 WITA di kawasan Pantai Gondol. Desa Penyabangan. Kecamatan Gerokgak. Kabupaten Buleleng. Bali. Pelaksanaan program terdiri dari tiga tahapan utama: Tahap Persiapan A Survei awal lokasi untuk mengidentifikasi kondisi eksisting Pantai Gondol dan permasalahan A Koordinasi dengan BBRBLPP Gondol dan perangkat Desa Penyabangan untuk perizinan dan dukungan teknis A Penyusunan materi edukasi dan persiapan peralatan pendukung kegiatan . Tahap Pelaksanaan Edukasi A Pengenalan tim KKN dan sosialisasi program kepada masyarakat A Penyampaian materi edukasi tentang dampak sampah terhadap pengembangan mina wisata A Diskusi interaktif mengenai strategi pengelolaan sampah pantai berbasis masyarakat A Pelatihan teknik pemilahan sampah dan potensi pemanfaatannya . Tahap Aksi Bersih Pantai A Pembagian kelompok kerja dan area pembersihan A Pelaksanaan aksi bersih pantai secara kolektif A Pemilahan sampah berdasarkan jenisnya A Dokumentasi kegiatan menggunakan drone untuk evaluasi cakupan area A Pemasangan papan himbauan menjaga kebersihan pantai Monitoring dan evaluasi program dilakukan melalui pengamatan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dan kebersihan pantai pasca kegiatan. Keberhasilan program diukur berdasarkan tingkat partisipasi masyarakat, volume sampah yang berhasil dikumpulkan, dan terbentuknya inisiatif lokal untuk keberlanjutan program. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini dapat dikelompokkan menjadi tiga aspek utama: . kondisi eksisting Pantai Gondol, . pelaksanaan edukasi dan aksi bersih pantai, serta . dampak dan keberlanjutan program. Kondisi Eksisting Pantai Gondol Pantai Gondol yang terletak di Desa Penyabangan. Kabupaten Buleleng. Bali, merupakan destinasi wisata yang memiliki karakteristik unik dengan perpaduan panorama bukit karang dan hamparan pantai berpasir putih. Kawasan ini terbentuk dari proses geomorfologi yang menciptakan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Humaero et al. teluk alami, sehingga menghasilkan kondisi perairan yang relatif tenang dan tidak memiliki ombak yang Kondisi oseanografi yang stabil ini menjadikan Pantai Gondol sebagai lokasi yang ideal untuk berbagai aktivitas wisata bahari seperti berenang, snorkeling, dan diving. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng pasca pandemi Covid-19 yaitu tahun 2020 hingga 2022, secara umum, kunjungan wisatawan di lokasi-lokasi wisata di Kabupeten Buleleng mengalami tren peningkatan. Statistik menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan jumlah wisatawan pada tahun 2020 sejumlah dari 177. 098 orang meningkat menjadi 224. 209 pada tahun 2021 . eningkatan 26,6%). Jumlah wisatawan pada tahun 2022 meningkat menjadi 874. 674 orang (Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, 2. atau meningkat sebesar 290,1%. Jika dihitung rata-rata junjungan wisatawan maka terjadi peningkatan sebesar 158,4% per tahun pada periode 2020-2022 . ata diola. Keunikan lanskap Pantai Gondol yang menggabungkan elemen pegunungan dan laut menjadi daya tarik utama bagi fotografer profesional dan wisatawan yang mencari spot fotografi Gambar 1. Kondisi Pantai Gondol berpasir putih di Desa Penyabangan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali dengan perairan relatif tenang dan tidak memiliki ombak besar. Selain potensi pariwisatanya. Pantai Gondol (Gambar . juga berperan penting dalam menopang aktivitas perikanan tradisional masyarakat setempat. Kondisi perairan yang tenang dan kaya akan sumber daya ikan karang menjadikan kawasan ini sebagai fishing ground yang produktif bagi nelayan lokal. Aktivitas memancing tidak hanya dilakukan oleh masyarakat setempat untuk tujuan ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi wisata pancing yang menarik minat pengunjung dari berbagai daerah. Keberadaan terumbu karang di sekitar pantai turut mendukung keberlanjutan populasi ikan, sehingga menciptakan ekosistem yang seimbang antara aktivitas wisata dan perikanan Pelaksanaan Edukasi dan Aksi Bersih Pantai Pelaksanaan program edukasi dan aksi bersih Pantai Gondol merupakan hasil kolaborasi strategis antara Balai Besar Riset Budidaya Laut Perikanan dan Penyuluhan (BBRBLPP) dengan tim KKN Universitas Mataram. Sinergi kedua institusi ini bertujuan untuk mengoptimalkan dampak positif program terhadap kesadaran lingkungan masyarakat Desa Penyabangan. Pemilihan lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan bahwa Pantai Gondol merupakan salah satu destinasi wisata sekaligus area untuk budidaya dan penangkapan ikan yang signifikan bagi masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, program ini mengadopsi pendekatan partisipatif yang menempatkan masyarakat tidak hanya sebagai objek edukasi, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Humaero et al. Pendekatan ini dipilih untuk membangun rasa kepemilikan masyarakat terhadap program dan menjamin keberlanjutan upaya pelestarian lingkungan pantai pasca kegiatan KKN. Keterlibatan aktif masyarakat juga memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan dan keterampilan yang lebih efektif antara tim pelaksana dengan warga setempat. Sesi edukasi dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi kelompok yang dipandu oleh tim KKN dengan supervisi dari pihak BBRBLPP. Materi yang disampaikan mencakup tiga aspek utama yaitu dampak sampah terhadap ekosistem pantai, strategi pengelolaan sampah pesisir, dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai. Penyampaian materi dilengkapi dengan contoh-contoh konkret dan studi kasus yang relevan dengan kondisi lokal untuk memudahkan pemahaman peserta. Pembahasan mengenai dampak sampah terhadap ekosistem pantai difokuskan pada identifikasi berbagai jenis sampah yang sering ditemukan di Pantai Gondol dan dampak spesifiknya terhadap biota laut, kualitas air, dan estetika pantai. Tim pemateri juga menyoroti hubungan antara pencemaran pantai dengan penurunan hasil tangkapan ikan dan potensi wisata, yang secara langsung berpengaruh pada perekonomian masyarakat setempat. Dalam sesi strategi pengelolaan sampah pesisir, peserta diperkenalkan dengan konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. yang dicontohkan melalui praktik-praktik sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tim KKN juga memfasilitasi diskusi mengenai pembentukan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk perencanaan jadwal pembersihan pantai rutin dan mekanisme pengumpulan sampah yang efektif. Aspek partisipasi masyarakat mendapat penekanan khusus dalam program ini, mengingat peran vital masyarakat lokal sebagai garda terdepan dalam upaya pelestarian lingkungan pantai. Peserta didorong untuk mengidentifikasi potensi kontribusi mereka dalam menjaga kebersihan pantai, baik secara individual maupun kolektif. Diskusi juga mencakup strategi membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui keterlibatan dalam kegiatan pelestarian pantai. Sebagai tindak lanjut dari sesi edukasi, dilaksanakan aksi bersih pantai yang melibatkan seluruh peserta program (Gambar . Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan area pantai dari sampah, tetapi juga sebagai bentuk praktik langsung dari materi yang telah disampaikan. Selama kegiatan, peserta melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya dan mencatat data sampah yang terkumpul sebagai basis untuk perencanaan program pengelolaan sampah di masa mendatang. Gambar 2. Kegiatan bersih pantai Gondol. Desa Penyabangan. Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Bali kolaborasi antara Balai Besar Riset Budidaya Laut Perikanan dan Penyuluhan (BBRBLPP) Gondol dengan tim KKN Universitas Mataram. Keterangan : A = Pengumpulan sampah di sekitar pantai. B = Kegiatan bersih pantai Gondol yang dipantau menggunakan kamera Drone. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Humaero et al. Monitoring pasca kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai. Hal ini terlihat dari inisiatif warga untuk membentuk kelompok peduli lingkungan pantai dan melaksanakan kegiatan bersih pantai secara rutin. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan program serupa di lokasi-lokasi lain di sepanjang pesisir Bali. Dampak dan Keberlanjutan Program Permasalahan sampah di kawasan wisata Pantai Gondol telah menjadi isu krusial yang memerlukan penanganan serius, terutama dengan proyeksi peningkatan jumlah wisatawan pada tahun 2025 yang berpotensi meningkatkan volume sampah plastik hingga empat kali lipat (Mardiana et al. , 2. Studi Hayati et al. menunjukkan dominasi sampah plastik mencapai 83,86% dari total sampah di kawasan wisata pantai, mengindikasikan urgensi penanganan khusus untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang mendukung aktivitas perikanan dan pariwisata. Implementasi program edukasi dan aksi bersih Pantai Gondol telah menghasilkan kolaborasi sinergis antara institusi penelitian, akademisi, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan pesisir. Kemitraan multi-stakeholder ini menciptakan platform efektif untuk transfer pengetahuan dan mobilisasi sumber daya dalam upaya pelestarian lingkungan pantai, yang berdampak positif pada peningkatan produktivitas tambak pembenihan ikan bandeng dan keberlanjutan perikanan tangkap tradisional di Desa Penyabangan. Kondisi pantai yang terjaga mendukung pengembangan destinasi mina wisata yang menarik minat wisatawan untuk menikmati keindahan pantai dan mengamati aktivitas nelayan lokal. Untuk menjamin keberlanjutan program mina wisata dan aktivitas perikanan, diperlukan pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang mencakup aspek pencegahan, pengumpulan, pemilahan, dan pemanfaatan sampah pantai dengan melibatkan partisipasi aktif nelayan dan pelaku wisata. Pemerintah daerah perlu menetapkan regulasi yang mendorong pengelolaan kawasan pesisir terintegrasi, meliputi insentif bagi nelayan yang mengembangkan usaha wisata berbasis perikanan dan protokol edukasi pengunjung tentang konservasi biota laut. Penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat pesisir dan alokasi sumber daya yang memadai menjadi faktor kritis dalam menjamin keberlanjutan program mina wisata yang terintegrasi dengan sektor perikanan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan : Program edukasi dan aksi bersih Pantai Gondol telah berhasil dilaksanakan melalui kolaborasi efektif antara tim KKN Universitas Mataram. BBRBLPP Gondol, dan masyarakat Desa Penyabangan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat yang ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dalam aksi bersih pantai dan meningkatnya kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Integrasi edukasi dan aksi nyata dalam program ini berkontribusi pada upaya pengembangan mina wisata berkelanjutan di Pantai Gondol melalui peningkatan kualitas lingkungan dan estetika pantai. Program ini berhasil membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai untuk mendukung aktivitas perikanan dan pariwisata. Saran : Perlu dibentuk kelompok masyarakat peduli lingkungan pantai yang bertugas melakukan monitoring dan pembersihan pantai secara rutin. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Humaero et al. Pemerintah desa perlu menyediakan fasilitas pendukung pengelolaan sampah yang memadai di kawasan Pantai Gondol. Program edukasi tentang pengelolaan sampah dan konservasi lingkungan pantai perlu dilanjutkan secara berkala untuk menjaga keberlanjutan kesadaran masyarakat. Diperlukan pengembangan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di kawasan Pantai Gondol. Perlu dilakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas program untuk penyempurnaan kegiatan serupa di masa mendatang. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada: Kepala Desa Penyabangan yang telah memberikan izin dan dukungan dalam pelaksanaan program. Balai Besar Riset Budidaya Laut Perikanan dan Penyuluhan (BBRBLPP) Gondol atas kolaborasi dan dukungan teknisnya. Masyarakat Desa Penyabangan, khususnya warga Dusun Gondol, yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan edukasi dan aksi bersih pantai. Seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA