PENELITIAN ASLI RANCANG BANGUN PEMANTAUAN SUHU PADA ALAT INFUSION WARMER CABINET PORTABLE BERBASIS MIKROKONTROLER ARDUINO Tomi Saputra Halawa1. Harold Situmorang1. Hotromasari Dabukke1. Khairil Abdillah1 Fakultas Pendidikan Vokasi. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Latar Belakang: Infusion Warmer Cabinet adalah perangkat Tanggal Dikirim: 17 Juli 2025 medis untuk menghangatkan cairan infus sebelum diberikan Tanggal Diterima: 25 Juli 2025 ke pasien. Penelitian ini merancang sistem pemantauan suhu Tanggal Dipublish: 25 Juli 2025 dengan sensor DS18B20 dan mikrokontroler Arduino Uno. Suhu ditampilkan pada LCD 16x2, dikendalikan oleh relay, dan diatur dengan tombol tekan. Pengujian menunjukkan Kata kunci: Infusion Warmer sistem mampu memantau suhu dengan tingkat kesalahan Cabinet. Sensor DS18B20. rendah, menjadikannya alternatif perangkat pemantau Arduino Uno. Pemantauan penghangat infus. Tujuan: Membuat rancang bangun pemantauan suhu pada Suhu. alat penghangat cairan infus atau warmer cabinet portable berbasis mikrokontroler Arduino uno dengan inovasi memiliki sistem pemantauan, memiliki ukuran yang portable, dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan alat Penulis Korespondensi: warmer cabinet / penghangat cairan infus yang sudah di jual Tomi Saputra Halawa Email: Metode Penelitian ini menerapkan pendekatan eksperimen, aktifselalu96@gmail. dimana data kuantitatif dikumpulkan melalui pengukuran suhu, durasi pemanasan. analisis naratif digunakan untuk mendeskripsikan proses perancangan, pengembang. Hasil: Perangkat ini dapat memantau suhu ruang cabinet samapai 70AC dengan toleransi deviasi A0,5AC. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mencapai suhu optimal adalah 8 menit. Simpulan: Alat Pemantauan suhu pada warmer cabinet portable yang telah dirancang berhasil memenuhi kebutuhan akan alat pemantau pemanas praktis dan efisien untuk aplikasi medis. Jurnal Mutiara Elektromedik ISSN: 2614-7963 Vol. 9 No. 1 Juni 2025 (Hal 54-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Elektromedik/issue/archive DOI: https://doi. org/10. 51544/elektromedik. How To Cite: Halawa. Tomi Saputra. Harold Situmorang. Hotromasari Dabukke, and Khairil Abdillah. AuRancang Bangun Pemantauan Suhu Pada Alat Infusion Warmer Cabinet Portable Berbasis Mikrokontroler Arduino. Ay Jurnal Mutiara Elektromedik 9 . : 54Ae61. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/elektromedik. Hak Cipta A 2025 oleh Penulis. Diterbitkan oleh Program Studi Teknik Elektromedik. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah Lisensi CC BY-SA 4. 0 (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pendahuluan Hipotermia merupakan kondisi yang dapat terjadi pada pasien pasca operasi akibat cairan infus yang terlalu dingin. Berdasarkan penelitian, pemberian cairan infus yang hangat dapat mengurangi risiko hipotermia dan Oleh karena itu, diperlukan alat yang dapat memantau serta mengontrol suhu cairan infus secara otomatis untuk memastikan keamanan Penelitian ini berfokus pada perancangan alat Infusion Warmer Cabinet Portable yang dapat memantau dan mengontrol suhu infus dengan akurasi tinggi menggunakan sensor DS18B20 dan Metode Penelitian. Desain Penelitian Penelitian ini menerapkan metode eksperimental dengan tujuan menguji hipotesis secara sistematis melalui observasi dan pengukuran langsung terhadap variabel yang diteliti dalam kondisi yang telah dikendalikan. Metode ini memungkinkan peneliti untuk menganalisis hubungan sebab akibat dengan lebih tepat. Metode eksperimental digunakan untuk: - Merancang prototipe alat pemantau suhu kabinet penghangat portabel - Membaca alat sesuai spesifikasi kebutuhan - Menguji kinerja alat untuk memastikan kesesuaian dengan tujuan desain Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Elektronika. Universitas Sari Mutiara Indonesia pada periode JanuariAeMei 2024. Intervensi Alat dirancang untuk memantau suhu ruang cairan infus medis secara terkontrol dengan spesifikasi berikut: - LCD penampil suhu ruang cabinet - Empat mode target suhu: 40AC, 50AC, 60AC, dan 70AC - Kontrol suhu menggunakan dua tombol di samping layar LCD A Tombol UP untuk menaikkan target suhu A Tombol DOWN untuk menurunkan target suhu Konsep Alat Kerja: - Alat dinyalakan (ON), indikator dan layar LCD aktif - Sensor akan otomatis membaca suhu ruang - Pilih target suhu . Ae70AC) - Heater akan bekerja secara otomatis - Sistem kontrol suhu: A Heater akan bekerja untuk mencapai suhu target A Jika suhu mencapai target, heater akan berhenti bekerja A Jika suhu turun di bawah target, heater kembali aktif Sampel Pengujian: - Jenis: Cairan infus Ringer Laktat (RL) Spesifikasi Komponen: - Mikrokontroler : Arduino Uno R3 - Sensor Suhu : DS18B20 . resisi A0. 5AC) - Display : LCD 16x2 dengan modul I2C - Pengontrol Panas : Relay 5V DC - Elemen Pemanas : Elemen pemanas keramik 300W 220V - Catu Daya DC : Adaptor 12V DC - Pemanas : 300W 220V Pengukuran dan Pengumpulan Data - Metode pengukuran Suhu: Sensor DS18B20 - Pengukuran Konsumsi DayaL: Multimeter digital - Analisis Data: Statistik deskriptif Pertimbangan Etika Penelitian ini tidak melibatkan partisipasi subjek manusia maupun hewan dalam prosesnya, sehingga tidak memerlukan persetujuan etik khusus. Hasil Proses perancangan rangka dan casing alat penghangat kabinet ini, penulis menggunakan aplikasi 'Paint' untuk membuat sketsa desain serta struktur alat. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat memahami bentuk serta konstruksi alat dengan lebih jelas. Perencanaan casing dari warmer cabinet dapat di lihat dari gambar di bawah ini. Gambar 3. 1 Desain Rangka Alat Warmer Cabinet Gambar 3. 2 Desain Warmer Cabinet Posisi Pintu Terbuka Gambar 3. 3 Desain Warmer Cabinet Posisi Pintu Tertutup 1 Pengujian alat Pengujian dilakukan dengan mengatur suhu pada 40AC, 50AC, dan 60AC Uji heater pada target suhu 40o C, untuk mencapai suhu target yaitu 40o C heating sistem memerlukan waktu 3 menit dari suhu awal ruang cabin 31o C. Gambar 3. 4 sebelum heating sistem suhu awal 31o C dan suhu target 40o C Gambar 3. 5 sesudah heating sistem suhu target tercapai 40o C Uji heater pada target suhu 50o C, untuk mencapai suhu target yaitu 50o C heating sistem memerlukan waktu 4 menit dari suhu awal ruang cabin 40o C. Gambar 3. 6 sebelum heating sistem suhu awal 40o C dan suhu target 50o C Gambar 3. 7 sesudah heating sistem suhu target tercapai 50o C Uji heater pada target suhu 60o C, untuk mencapai suhu target yaitu 60o C heating sistem memerlukan waktu 3 menit dari suhu awal ruang cabin 50o C. Gambar 3. 8 sebelum heating sistem suhu awal 50o C dan suhu target 60o C Gambar 3. 9 sesudah heating sistem suhu target tercapai 60o C 2 Tabel Hasil Pengujian No Pengujian Sensor DS18B20 Infraed Waktu yang di Selisih heating sistem pengujian suhu 40o C ruang kabin pada terget 40o C Pengujian suhu 50o C ruang kabin pada target 50o C Pengujian suhu 60o C ruang kabin pada target 60o C 39,7o C 3 menit 0,3 o C 48,8o C 4 menit 1,2o C 58,0o C 3 menit 2o C pengujian pada 70o C target 70o C 69o C 5 menit 1o C Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu cairan infus sesuai dengan pengaturan yang ditentukan dengan tingkat kesalahan maksimal 2AC. Perbandingan antara pembacaan sensor DS18B20 dan termometer inframerah menunjukkan selisih rata-rata 1,2AC, yang masih dalam batas toleransi penggunaan klinis. Selain itu, pengujian lebih lanjut dilakukan dengan variasi beban dan lingkungan yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa sistem mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan mempertahankan suhu dalam kisaran yang aman. Kecepatan pemanasan juga diuji, dengan hasil bahwa sistem mampu mencapai suhu target dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar 3-5 menit tergantung pada suhu awal cairan infus. Pengujian ketahanan juga dilakukan untuk memastikan keandalan alat dalam jangka panjang. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem tetap bekerja dengan baik setelah 100 siklus pemanasan tanpa penurunan kinerja yang Hal ini menunjukkan bahwa alat ini dapat diandalkan untuk digunakan dalam lingkungan klinis dengan pemeliharaan minimal. Diskusi Penelitian ini membuktikan bahwa perangkat pemantauan suhu pada warmer cabinet portable berhasil memenuhi tujuan yang telah ditetapkan dalam latar belakang, yaitu memastikan pemantauan suhu ruang cairan infus secara efisien dan stabil. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mendeteksi suhu dalam rentang Ae70AC dengan deviasi A0. 5AC, yang berperan penting dalam mencegah hipotermia pada pasien. Temuan ini memperkuat hipotesis awal bahwa perangkat yang dikembangkan dapat menjadi alternatif yang lebih praktis dibandingkan alat pemanas berukuran besar. Dalam pengujian ditemukan bahwa alat ini memiliki stabilitas yang sangat baik dalam kondisi operasional yang berbeda. Dalam kondisi lingkungan dengan suhu yang lebih rendah, alat tetap mampu menjaga suhu cairan infus dalam kisaran optimal. Hal ini membuktikan bahwa alat dapat berfungsi dengan baik tidak hanya dalam kondisi standar, tetapi juga dalam lingkungan yang lebih menantang. Selain itu, dilakukan analisis perbandingan dengan alat pemanas infus konvensional yang sudah ada di pasaran. Hasil menunjukkan bahwa alat yang dirancang dalam penelitian ini memiliki efisiensi daya yang baik dan waktu respons yang cepat dalam mencapai suhu target. Dengan demikian, alat ini dapat menjadi solusi alternatif yang lebih ekonomis dan efisien dalam penggunaan energi. Simpulan Rancang bangun sistem pemantauan suhu pada Infusion Warmer Cabinet Portable berbasis mikrokontroler Arduino telah berhasil dibuat dan diuji. Alat ini mampu membaca suhu ruang cairan infus sesuai dengan batas set yang telah ditentukan, serta dapat menjadi alternatif yang lebih murah dan portabel dibandingkan perangkat sejenis yang tersedia di pasaran. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambahkan fitur konektivitas IoT untuk pemantauan jarak jauh serta kalibrasi yang lebih presisi. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Vokasi Universitas Sari Mutiara Indonesia atas dukungan fasilitas selama penelitian ini. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada dosen pembimbing dan penguji yang telah memberikan masukan berharga selama proses penelitian. Referensi