JePKM Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2722-807X (Prin. ISSN: 2987-1441 (Onlin. Vol. No. 1: Juni 2026, h. 1 - 9 Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya Women Empowerment Through The Establishment Of "Melati" Women Farmer Group In Karang Binangun Village. Belitang Madang Raya District Tri Rahayu. Ayu Lestari. Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Sumatera Selatan. Indonesia. Email: trirahayusabiq@gmail. Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang. Sumatera Selatan. Indonesa. Email: ayulestari@insanprimamu. ABSTRAK Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu usaha untuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga sehingga terjadinya peningkatan kualitas hidup dan kemandirian bagi perempuan. Salah satu pemberdayaan yang dilakukan pada perempuan yaitu melalui bidang pertanian seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya Kabupaten OKU Timur. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menganalisis model pemberdayaan serta mengidentifikasi strategi pemberdayaan perempuan yang diterapkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Kegiatan pemberdayaan ini dikaji dengan menggunakan strategi pemberdayaan dari Jim Ife. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pendekatan deskriptif melalui sosialisasi, pelatihan keterampilan pertanian, pendampingan kelompok, serta evaluasi program lapangan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa KWT Melati menerapkan model pemberdayaan bottom-up, yaitu dari masyarakat, oleh masyarakat, dan kembali pada masyarakat. Adapun strategi yang diaplikasikan meliputi: . perencanaan dan kebijakan yang diwujudkan melalui sosialisasi intensif, . aksi sosial nyata melalui berbagai aktivitas produktif pertanian di lahan kelompok, serta . peningkatan kesadaran dan pendidikan yang diberikan melalui pelatihan pengolahan hasil panen. Kegiatan ini bermakna penting dalam meningkatkan keterampilan, pendapatan ekonomi, serta kemandirian sosial kaum perempuan di daerah pedesaan. Kata kunci: Pemberdayaan Perempuan. Kelompok Wanita Tani. Strategi Pemberdayaan ABSTRACT Women's empowerment is an effort to increase family income, leading to an improvement in the quality of life and independence for women. One of the empowerment efforts for women is carried out through the agricultural sector, such as the "Melati" Women Farmer Group (KWT) in Karang Binangun Village. Belitang Madang Raya District. East OKU Regency. The purpose of this community service activity is to analyze the empowerment model and identify the women's empowerment strategies implemented by KWT Melati. This empowerment activity is analyzed using Jim Ife's empowerment The implementation method used in this community service includes a descriptive approach JePKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya through socialization, agricultural skills training, group mentoring, and field program evaluation. The results of the activity show that KWT Melati applies a bottom-up empowerment model, which originates from the community, is managed by the community, and returns benefits to the community. The strategies implemented include: . policy and planning achieved through intensive socialization, . social action manifested through various productive agricultural activities on the group's land, and . awareness-raising and education provided through crop processing training. This activity has significant meaning in enhancing skills, economic income, and social independence for women in rural Keywords: Women Empowerment. Women Farmer Group. Empowerment Strategy PENDAHULUAN Pemberdayaan merupakan upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperbaiki kehidupannya yang berbasis pada daya mereka sendiri dengan atau tanpa dukungan pihak luar. Pemberdayaan ditujukan untuk memfasilitasi masyarakat sehingga memiliki daya untuk memandirikan (Sutarni, 2. Kebijakan mengenai program-program pemberdayaan sudah diadopsi oleh Indonesia sejak masa Orde Baru. Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu usaha untuk dapat meningkatkan pendapatan keluarga sehingga terjadinya peningkatan kualitas hidup dan kemandirian perempuan (Muthmainnah, 2. Desa Karang Binangun merupakan salah satu desa di Kabupaten OKU Timur. Sumatera Selatan. Berdasarkan observasi, sudah banyak kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di wilayah Kabupaten OKU Timur guna meningkatkan kualitas kehidupan sosial, keagamaan, dan ekonomi masyarakat setempat (Desi dkk. , 2. Terkhususnya pemberdayaan terhadap perempuan, aktivitas kelompok di daerah ini seringkali digerakkan melalui aspek keterampilan domestik hingga program berbasis pertanian, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT). Pemberdayaan perempuan di Desa Karang Binangun seringkali dilakukan melalui aspek keterampilan seperti halnya kelompok ibu-ibu membuat makanan keripik singkong, keripik pisang, kerajinan tangan dari bambu, pengelolaan limbah plastik menjadi souvenir, dan KWT Melati. Pertanian seringkali diidentikkan dengan ranah laki-laki, di mana mereka dianggap lebih dominan dalam mengoperasikan teknologi pertanian yang tidak bisa dilakukan oleh perempuan. Padahal, masyarakat yang didominasi oleh corak agraris tidak terlepas dari keterlibatan perempuan dalam ekonomi pertanian. Kaum perempuan saat ini sudah semakin aktif terlibat dalam faktor-faktor ekonomi, termasuk dalam mendukung ekonomi rumah tangga (Hutajalu, 2. Berdasarkan observasi tersebut, terdapat potensi ekonomi industri rumahan di Desa Karang Binangun yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini kemudian membutuhkan inovasiinovasi perempuan untuk mengembangkan potensi tersebut. Untuk itu, diperlukan wadah bagi perempuan untuk memanfaatkan potensi lokal agar memiliki nilai ekonomis. Pemerintah Desa Karang Binangun kemudian membentuk KWT yang dinamakan KWT Melati. Kegiatan pemberdayaan tersebut bertujuan agar tercapainya kesejahteraan bagi perempuan. KWT Melati ini didirikan dan mulai aktif sejak tahun 2022. Melalui KWT Melati, program pemberdayaan perempuan diwujudkan dengan mengolah potensi lokal menjadi komoditas bernilai ekonomis. KWT Melati adalah kelompok yang aktif dalam melakukan kegiatan setiap minggunya. Tingkat partisipasi dari perempuan pedesaan yang tergabung dalam KWT ini juga terbilang aktif. Fenomena tingginya partisipasi kaum perempuan dalam program JEPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya kelompok di pedesaan OKU Timur ini sejalan dengan pola pergerakan kelompok ibu-ibu di kecamatan sekitarnya yang menunjukkan konsistensi serupa dalam ruang publik (Akhsanul dkk. , 2. Penguatan kelembagaan lokal melalui pendampingan intensif seperti ini menjadi pilar penting bagi keberlanjutan program pengabdian di tingkat pedesaan (Pratiwi dkk. , 2. Hal ini menjadi capaian positif mengingat jarang ditemukan perempuan-perempuan pedesaan yang ingin mengambil peran produktif di luar ranah domestik secara konsisten. Keunikan program pemberdayaan perempuan ini terletak pada pemilihan bidang pertanian sebagai basis utama gerakannya, menepis stigma lama bahwa sektor pertanian hanya milik kaum laki-laki. Berdasarkan uraian di atas, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguraikan model pendekatan pemberdayaan yang digerakkan oleh KWT Melati Desa Karang Binangun. Selain itu, pelaksanaan program ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi serta mengoptimalkan strategi pemberdayaan perempuan pada KWT Melati agar mampu mempercepat terwujudnya kemandirian ekonomi keluarga di pedesaan. METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menguraikan cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah bersama mitra di Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati yang berlokasi di Desa Karang Binangun. Kecamatan Belitang Madang Raya. Kabupaten OKU Timur. Lokasi ini dipilih sebagai sasaran pengabdian karena rekam jejak aktivitas kelompok perempuan tersebut yang terbilang konsisten dan sangat aktif mengelola organisasi sejak tahun 2022. Untuk mencapai tujuan pengabdian dalam menguraikan model serta mengoptimalkan strategi pemberdayaan perempuan, metode penyelesaian masalah yang diterapkan dikelompokkan ke dalam beberapa skema pelaksanaan berikut: Pendidikan Masyarakat: Skema ini diwujudkan melalui pelaksanaan sosialisasi terarah mengenai pentingnya penguatan kelembagaan kelompok dan peran aktif kaum perempuan pedesaan dalam menopang ekonomi keluarga. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran kritis anggota kelompok. Pelatihan (Trainin. : Skema ini diterapkan dalam bentuk pengajaran praktis dan demonstrasi langsung di area lahan pertanian milik KWT Melati. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan . budidaya tanaman pangan dan teknik pengolahan hasil panen agar memiliki nilai tambah ekonomis. Pendampingan: Tim pelaksana bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) melakukan pendampingan reguler pasca-pelatihan. Pendampingan ini diarahkan pada monitoring aktivitas mingguan kelompok, tata kelola dana kas, pengemasan produk, hingga perluasan jaringan pemasaran produk olahan pertanian mereka. Evaluasi akhir program dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan aktivitas, persentase keterlibatan anggota kelompok, serta keberlanjutan program mandiri yang dijalankan oleh KWT Melati setelah kegiatan pengabdian selesai. JEPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya HASIL DAN PEMBAHASAN Bentuk Kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Pembersihan lahan perkebunan merupakan langkah awal bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dalam melakukan aktivitasnya. Kegiatan rutin di KWT Melati ialah pembersihan lahan. Anggota KWT Melati berkumpul setiap satu minggu sekali, yakni pada hari Selasa untuk melakukan pertemuan di rumah kebun. Ketika tidak ada jadwal penanaman, kegiatan dialihkan untuk membersihkan area lahan secara gotong royong. Pembersihan lahan ini dilakukan oleh anggota secara sukarela tanpa adanya pemberlakuan jadwal piket kaku. Model kerja bakti ini berhasil menuntut munculnya kesadaran emosional dari masing-masing anggota bahwa mereka merupakan bagian penting dari kelompok Pada aspek budidaya, tanaman yang ditanam oleh KWT Melati pada umumnya berbentuk tanaman pangan musiman seperti singkong, ubi, pisang, jagung, serta tanaman obat keluarga (TOGA) seperti kunyit, serai, dan lain sebagainya. Pada lahan tanam, mereka melakukan zonasi pembagian tanaman berdasarkan tingkat daya tahan vegetasi tersebut. Sebagai contoh, tanaman singkong yang batangnya lebih keras, kuat, serta dapat tumbuh di kondisi tanah yang kurang subur ditempatkan di bagian pinggiran lahan. Sementara itu, untuk area lahan bagian tengah yang cenderung memiliki struktur tanah lebih subur ditanami komoditas seperti jagung, kacang tanah, dan ubi. Dalam kurun waktu satu tahun. KWT Melati mampu melakukan siklus penanaman sebanyak 3 hingga 4 kali tanam. Gambar 1. Penanaman Tanaman Pangan Pemanenan hasil tanaman pangan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota Panen periodik dilaksanakan setiap 3 bulan sekali atau disesuaikan dengan tingkat kematangan optimal komoditas. Selain itu, dalam satu tahun terdapat agenda panen raya, di mana KWT Melati membuat sebuah acara khusus ritual pemanenan desa. Berdasarkan data pembukuan penghasilan internal KWT Melati, dalam satu kali siklus pemanenan kelompok mampu menghasilkan jagung sebanyak 370 kg . kumulasi mencapai 720 kg dalam 1 tahu. Sementara itu, untuk komoditas singkong dalam 1 kali panen rata-rata menghasilkan 350 kg, dan komoditas pisang bisa mencapai 15 kg dalam sekali panen. Hasil panen yang diperoleh tidak hanya dijual langsung kepada pihak tengkulak dalam bentuk bahan mentah, namun KWT Melati juga melakukan proses hilirisasi berupa pengolahan hasil panen JEPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya menjadi cemilan siap konsumsi. Untuk menambah nilai ekonomi produk. KWT Melati memasarkan makanan olahan tersebut di toko-toko kelontong lokal atau menjualnya secara langsung ketika berpartisipasi dalam acara pameran pembangunan di tingkat desa, kabupaten, maupun provinsi. Hasil produk olahan unggulan KWT Melati berupa keripik pisang dengan berbagai varian rasa, keripik pare, serta keripik terong. Saat ini, kemasan produk KWT Melati sudah dilengkapi dengan label identitas berupa stiker lambang kelompok yang ditempel pada kemasan luar. Sentuhan kemasan ini membuat produk olahan menjadi lebih menarik minat konsumen sekaligus menjadi strategi pemasaran efektif agar masyarakat luar bisa lebih mengenal eksistensi KWT Melati melalui produk pangan olahan Gambar 2. Pengolahan Hasil Panen Gambar 3. Hasil Produk Olahan berupa Keripik Pisang JEPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya Gambar 4. Hasil Produk Olahan berupa Keripik Pare dan Terong Model Pemberdayaan Perempuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Model merupakan acuan dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan. Model bisa juga berupa ide yang menggambarkan suatu konsep atau cara kerja yang diberlakukan oleh suatu kelompok dalam melaksanakan proses pemberdayaan. Untuk menganalisis model pemberdayaan tersebut, terdapat beberapa indikator utama yang ditemukan oleh tim pengabdi di lapangan. Indikator pertama berkaitan dengan Sumber Pendanaan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati merupakan kelompok pemberdayaan terhadap perempuan di Desa Karang Binangun yang terbentuk pada tahun 2022. Pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT) merupakan program dari Dinas Pangan Kabupaten OKU Timur. Pada awal pembentukan. KWT Melati mendapatkan modal dari Dinas Pangan berupa uang senilai Rp1. atu juta rupia. beserta dengan bibit tanaman. Terbentuknya Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati juga tidak terlepas dari dukungan dari pihak internal, salah satunya yaitu Pemerintah Desa. Dukungan yang diberikan Pemerintah Desa ini ialah berbentuk lahan dengan luas 0,6 Ha serta pendirian bangunan rumah kebun di lahan KWT. Namun, pendanaan ini hanya berlangsung 2 tahun, untuk seterusnya dalam pengembangan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati sumber pendanaan mereka kelola secara mandiri. Sejak 2 tahun terakhir Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati mulai berdiri sendiri. Tidak ada lagi bantuan terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dari Dinas Pangan, di mana terakhir diperoleh bantuan pada tahun 2022. Setelah tidak mendapatkan bantuan dari Dinas Pangan. KWT Melati dalam pelaksanaan kegiatannya menggunakan dana kas Dana kas ini bersumber dari penjualan hasil panen yang dijual kepada tengkulak, penjualan hasil olahan menjadi cemilan yang kemudian dipasarkan ke masyarakat atau melalui acara pameran, dan dana yang didapat dari hadiah/reward mengikuti kegiatan dan lomba-lomba di Dinas Kabupaten OKU Timur. Indikator kedua adalah Partisipasi Aktor Lain. Partisipasi merupakan pusat dari pengembangan Melalui partisipasi memungkinkan individu menjalankan peran di dalam bermasyarakat. Dalam hal ini Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati melibatkan diri secara kolektif untuk berpartisipasi JEPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya dalam berbagai aktivitas. Dinas tentu tidak akan lepas tangan terhadap keberlangsungan program pemberdayaan, untuk itu perlu adanya pendamping dalam pemberdayaan. Pendamping dalam proses pemberdayaan memiliki peran untuk mendampingi proses pelaksanaan di setiap kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Pendampingan ini dilakukan oleh PPL Desa Karang Binangun sekaligus Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur. Peran pendamping dalam hal ini berupa monitoring terhadap kemajuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Pendampingan ini tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan tanam atau panen, namun setiap pertemuan rutin seringkali Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati ini didampingi oleh PPL Desa Karang Binangun. Tujuan dilakukannya pendampingan ini adalah agar pelaksanaan program pemberdayaan dapat terlaksana dengan baik, sekaligus dapat menumbuhkan motivasi serta peran dalam masyarakat terkhususnya perempuan dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan program pemberdayaan yang sesuai dengan target yang akan dicapai. Dan sesekali pendamping juga melakukan pengajaran di lahan kepada ibu-ibu KWT Melati. Selain memberikan dukungan moral yang berupa pengajaran tentang pertanian dan motivasi bagi perempuan, dukungan lain juga dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur yaitu berupa pemberian alat seperti hand traktor. Indikator ketiga yaitu Kesejahteraan Masyarakat. Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati perempuan tidak hanya mendapatkan pengalaman, ilmu melalui sosialisasi, pendampingan ataupun pengajaran. Namun, melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati mereka dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati mempunyai sistem bagi hasil. Ketika mendapatkan hasil panen yang besar Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati memperoleh bagian dari hasil tersebut berupa hasil panen dan uang. Biasanya untuk pembagian uang dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri atau mereka menyebutnya dengan THR (Tunjangan Hari Ray. Hal ini bertujuan agar ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati lebih semangat untuk melakukan kegiatan kedepannya dan selain itu melalui pembagian uang ini dapat membantu ibu-ibu dalam mempersiapkan perayaan hari raya. Dari beberapa indikator di atas terlihat bahwa pelaksanaan program pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Desa Karang Binangun merupakan program pemberdayaan yang bertumpu kepada masyarakat. Model pemberdayaan yang digunakan dalam KWT Melati adalah model pendekatan bottom-up, yaitu dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk Dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, program pemberdayaan ini dilakukan atas inisiatif dari masyarakat. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting dan dituntut untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Hal ini mengingat bahwa pemerintah mulai lepas tangan dan menyerahkan seutuhnya pelaksanaan program tersebut kepada masyarakat. Kunci keberhasilan dari program pemberdayaan ialah dengan melibatkan partisipasi masyarakat . ommunitybased developmen. itu sendiri. Adapun partisipasi dari pendamping adalah sebagai motivator agar KWT Melati tetap menjalankan programnya secara mandiri dan swadaya. Dan yang terpenting dalam program pemberdayaan yaitu tercapainya kesejahteraan. Kesejahteraan yang dialami oleh perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati berupa penghasilan tambahan dan terpenuhinya kebutuhan rumah tangga. Strategi Pemberdayaan Perempuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah kegiatan yang memiliki tujuan untuk Oleh karena itu, dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan perlu adanya strategi demi mencapai keberhasilan tersebut. Keberhasilan program pemberdayaan perempuan melalui JEPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dapat diperkuat dengan strategi-strategi pemberdayaan dari Jim Ife. Strategi pertama yang diterapkan adalah Perencanaan dan Kebijakan (Policy and Plannin. Tahapan awal yang harus dilakukan ialah perencanaan kebijakan. Tahap perencanaan ini bertujuan untuk mengembangkan perubahan struktur dan institusi sehingga memungkinkan masyarakat untuk mengakses berbagai sumber kehidupan untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Melalui kebijakan dan perencanaan, tujuan tersebut dicapai dengan mengembangkan struktur-struktur dan lembaga agar terwujudnya akses yang adil kepada sumber daya atau kesempatan untuk berpartisipasi dalam bermasyarakat (Tesoriero, 2. Pada tahapan ini. Dinas Pangan sebagai penggagas program melakukan upaya perencanaan bersama-sama dengan masyarakat, yaitu melalui sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat mengenai program tersebut dengan melibatkan kaum perempuan di Strategi kedua berupa Aksi Sosial (Social Actio. Aksi sosial dapat diartikan sebagai upaya agar sistem yang ada memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi sosial secara nyata. Dalam hal ini, terdapat peran aktif masyarakat dalam program-program pemberdayaan yang menekankan pada pendekatan aktivis. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat untuk berupaya meningkatkan kekuasaannya yang dituangkan melalui sebentuk aksi langsung dan sering dilakukan secara kolektif. Adanya keterlibatan masyarakat secara kolektif akan membuka peluang besar dalam memperoleh kondisi keberdayaan. Berdasarkan strategi kedua ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengaktualisasikan keahlian mereka. Kegiatan yang dilakukan di lapangan terbukti melibatkan partisipasi aktif dari perempuan, seperti dalam proses pembersihan lahan, penanaman tanaman pangan, panen hasil tanaman, hingga tahap pengolahan pasca-panen. Strategi ketiga adalah Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan (Consciousness Raising and Educatio. Masyarakat seringkali tidak menyadari kondisi ketidakberdayaan atau penindasan yang terjadi pada dirinya. Hal ini sering diperparah dengan tidak adanya kemampuan untuk bertahan hidup secara ekonomi dan sosial. Oleh karena itu, perlunya peningkatan kesadaran dan pendidikan menjadi aspek penting untuk diterapkan pada masyarakat. Proses edukasi ini memegang peranan krusial dalam melengkapi pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keberdayaan. Teori pemberdayaan Jim Ife juga menekankan bahwa proses pemberdayaan semestinya menitikberatkan pada pendampingan masyarakat (Tesoriero, 2. Strategi ini diwujudkan melalui adanya sosialisasi dan pengajaran yang dilakukan oleh Dinas Pangan serta Dinas Pertanian. Pengajaran ini selain memberikan ilmu pengetahuan juga menumbuhkan keterampilan . pertanian bagi perempuan dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati. Selain itu. Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati juga selalu didampingi oleh pendamping dari PPL Desa Karang Binangun, sehingga seiring dengan kegiatan yang konsisten dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati, transfer pengetahuan yang diberikan dapat terus mengalir secara berkelanjutan (Tesoriero, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dapat disimpulkan bahwa model dalam pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Karang Binangun menggunakan pendekatan bottom-up, yaitu dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Adapun strategi operasional yang dijalankan meliputi tahap perencanaan yang diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kebijakan, tahap aksi sosial melalui rangkaian aktivitas produktif rutin mingguan anggota KWT Melati, serta tahap peningkatan kesadaran dan pendidikan yang JEPKM (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. No. 1: Juni 2026 Tri Rahayu. Ayu Lestari. Pemberdayaan Perempuan Melalui Pembentukan Kelompok Wanita Tani AuMelatiAy Desa Karang Binangun Kecamatan Belitang Madang Raya diimplementasikan lewat pengajaran teknis . di lapangan. Hasil pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran kritis serta kapasitas para peserta program untuk mengelola lahan pekarangan pertanian dengan baik, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Indikator keberhasilan ini tampak nyata dari tingginya minat peserta untuk mengaplikasikan hasil penyuluhan dan pelatihan, serta komitmen kuat mereka untuk tetap melanjutkan roda kegiatan organisasi secara swadaya setelah program pengabdian ini selesai DAFTAR PUSTAKA