Moderasi : Journal of Islamic Studies | Page : 781-800 Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | e-ISSN/p-ISSN : 2809-2872/2809-2880 Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer Ning Mukaromah1 Sekolah Tinggi Agama Islam Salahuddin (STAIS) Pasuruan. Indonesia. mukaromahning17@gmail. Submit : 20/11/2025 | Review : 02/12/2025 s. d 21/12/2025 | Publish : 24/12/2025 Abstract Studies on Islamic education in Indonesia have predominantly focused on nationally recognized intellectual figures, while the contributions of local pesantren scholars remain underexplored in academic discourse. This article examines the relevance of the educational thought of KH. AD. Rahman Syakur in addressing contemporary educational challenges. Using a qualitative library research approach, the study analyzes Sajadah Khidmah: Meneladani Khidmah dan Keistiqamahan KH. AD. Rahman Syakur as the primary source, supported by scholarly literature on Islamic education and pesantren traditions. Data were examined through descriptive qualitative content The findings indicate that KH. AD. Rahman SyakurAos educational thought emphasizes khidmah-based education, moral and ethical formation . khlaq and ada. , teacher exemplarity, and the integration of religious knowledge with social realities through community-oriented fiqh. These principles remain highly relevant in responding to technological disruption, moral decline, and the increasing commercialization of modern education. The study highlights the importance of reconstructing local pesantren scholarship as a contextual, humanistic, and socially transformative model of Islamic education. Keywords : Pemikiran Pendidikan Islam. KH. AD. Rahman Syakur. Era kontemporer Pendahuluan Pendidikan dalam perspektif Islam tidak dapat dilepaskan dari realitas masyarakat sebagai ruang pembentukan manusia dan peradaban. Ibnu Khaldun dalam al-Muqaddimah menegaskan bahwa manusia merupakan makhluk sosial . l-insan madani bi al-abA. , yang eksistensi dan perkembangannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial (Aoumra. Pendidikan, menurut Ibnu Khaldun, memiliki fungsi strategis sebagai (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer instrumen pewarisan nilai, pembentukan akhlak, serta penguatan tatanan sosial yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pendidikan tidak semata dipahami sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi sebagai mekanisme peradaban yang membentuk kualitas individu dan masyarakat secara simultan (Khaldun, 2015. Khoirudin, 2. Pesantren merupakan institusi pendidikan yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat dan berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu, pembentukan moral, serta penguatan struktur sosial keagamaan. Pesantren telah lama diakui kontribusinya dalam membangun karakter, spiritualitas, dan etos sosial umat. Namun demikian, akselerasi era modern yang ditandai oleh disrupsi teknologi dan perubahan sosial menuntut pesantren untuk terus bertransformasi agar tetap relevan dengan dinamika zaman kontemporer (Choirudin, 2024. Hakim & Supriyadi, 2024. Mastuhu. Pesantren melainkan entitas pendidikan dengan karakteristik khas, yakni sistem pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dan relasi bonding yang kuat antara kiai dan santri. Dalam struktur ini, kiai berperan sebagai otoritas keilmuan sekaligus pengasuh utama, sehingga pendidikan berlangsung secara holistik melalui keteladanan, pengasuhan, dan kehidupan kolektif santri. Model pendidikan semacam ini menempatkan pesantren sebagai institusi sosial yang memiliki daya transformasi masyarakat (Fahham, 2. Seiring perkembangannya, pesantren mengalami transformasi kurikulum dengan mengintegrasikan pendidikan agama dan pendidikan Banyak pesantren mengadopsi kurikulum madrasah dan sekolah formal, atau menyusun kurikulum integratif yang menggabungkan Masuknya ilmu-ilmu matematika, sains, dan bahasa asing menunjukkan kemampuan adaptif pesantren dalam merespons kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan identitas keislamannya. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 782 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer Pendidikan Islam menurut para pemikir klasik dan kontemporer pada dasarnya berorientasi pada pembentukan manusia yang beradab . nsan kami. , berkarakter, serta mampu menjalankan fungsi kekhalifahan dan pengabdian kepada Allah (Kambali et al. , 2019. Muhaimin, 2. Orientasi ini menegaskan bahwa pendidikan Islam tidak hanya menekankan aspek transfer pengetahuan . aAoli. , tetapi juga transformasi nilai . dan pembiasaan moral-spiritual . aAodi. , yang saling melengkapi dalam membentuk pribadi muslim yang utuh. Kerangka normatif pendidikan Islam tersebut menemukan artikulasi praksisnya secara konkret dalam sistem pendidikan pesantren. (Mastuhu, 1. menegaskan bahwa pesantren merupakan institusi pendidikan yang tumbuh dari tradisi keilmuan Islam Nusantara dengan penekanan pada pembentukan akhlak, pendalaman spiritual, dan pembelajaran kitab kuning secara berjenjang. Melalui disiplin hidup, keteladanan kiai, penguatan sanad keilmuan, serta kehidupan kolektif santri, pesantren membentuk habitus religius Kekhasan ini tercermin kesederhanaan, kemandirian, keikhlasan, serta relasi emosional yang kuat antara kiai dan santri. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat transmisi ilmu agama, tetapi juga berperan sebagai motor perubahan sosial masyarakat. Integrasi kurikulum agama dan umum yang diadopsi oleh banyak pesantren modern menunjukkan kemampuan adaptif lembaga ini dalam merespons tuntutan Oleh karena itu, pemikiran pendidikan Islam yang lahir dari lingkungan pesantren senantiasa memiliki relevansi tinggi dalam dinamika pendidikan nasional, terutama ketika pendidikan diposisikan sebagai instrumen pembentukan karakter dan transformasi sosial masyarakat. Pendidikan Islam di Indonesia banyak dikaji melalui pemikiran tokoh KH. Hasyim AsyAoari, misalnya menekankan pendidikan sebagai ibadah dengan fondasi utama etika dan adab, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta penggunaan metode pesantren tradisional seperti wetonan dan sorogan dalam bingkai Ahlussunnah wal JamaAoah (Faisal et Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 783 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer , 2021. Ramdoni et al. , 2021. Yuniari, 2. Sementara itu. KH. Abdurrahman Wahid mengembangkan paradigma pendidikan Islam yang bercorak neomodernisme, humanisme, dan pluralisme, dengan orientasi pada toleransi, kesalehan sosial, pembebasan, serta kurikulum yang (Kurniawati & Junaidi, 2023. Sari & Ningtias, 2021. Sugiyantoro, 2. Meskipun kajian terhadap tokoh-tokoh nasional tersebut telah memberikan kontribusi teoretis yang signifikan, kajian mengenai pemikiran pendidikan Islam ulama lokal yang berakar pada praksis sosial masyarakat masih relatif Menurut Ibnu Khaldun ulama lokal memiliki posisi strategis sebagai aktor pendidikan yang berinteraksi langsung dengan realitas sosial Mereka tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang merumuskan model pendidikan kontekstual sesuai kebutuhan masyarakat. Salah satu ulama lokal yang memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis masyarakat adalah KH. AD. Rahman Syakur, seorang ulama kharismatik asal Pasuruan yang dikenal atas dedikasinya dalam dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat. Pemikiran pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur lahir dari rihlah intelektual yang panjang meliputi Blitar. Kediri. Lasem. Sidogiri, hingga Besuk serta pengalaman pengabdian langsung di Desa Karanganyar. Kecamatan Kraton. Kabupaten Pasuruan. Perjalanan keilmuan dan sosial tersebut membentuk orientasi pemikiran pendidikan yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan khidmah. Pendidikan, dalam pandangan beliau, merupakan bagian integral dari dakwah dan upaya pemberdayaan masyarakat. Keunikan pemikiran pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur terletak pada orientasi pendidikannya yang berbasis khidmah dan transformasi sosial masyarakat. Berdasarkan narasi dan refleksi yang terekam dalam Sajadah Khidmah, pendidikan dipahami tidak sekadar Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 784 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer sebagai proses transmisi ilmu atau peningkatan status sosial, tetapi sebagai bentuk ibadah dan pengabdian jangka panjang untuk membangun peradaban masyarakat dari akar rumput. Pendidikan ditempatkan sebagai instrumen dakwah kultural yang menyentuh aspek moral, spiritual, dan sosial secara simultan. Selain itu. KH. AD. Rahman Syakur mengembangkan model pendidikan kemasyarakatan yang terintegrasi antara dakwah, pendidikan formal, dan pembinaan sosial. Konsep Wareg. Waras. Wasis yang beliau gagas menunjukkan sintesis antara kesejahteraan hidup, kesehatan spiritual sosial, dan kecerdasan intelektual sebagai fondasi pembangunan Model ini memperlihatkan ciri khas kepemimpinan kiai yang tidak hanya berfungsi sebagai otoritas keilmuan, tetapi juga sebagai living role model yang hadir langsung dalam dinamika kehidupan sosial Keunikan inilah yang membedakan pemikiran pendidikan KH. AD. Rahman Syakur dari pola pendidikan pesantren pada umumnya dan menjadikannya relevan untuk dikaji dalam konteks pendidikan Islam Kondisi sosial Desa Karanganyar sebelum kedatangan KH. AD. Rahman Syakur menunjukkan realitas kemerosotan moral dan minimnya akses pendidikan agama. Desa ini dikenal sebagai Audesa hitamAy akibat tingginya praktik kriminalitas dan lemahnya kehidupan keagamaan. Realitas tersebut mendorong KH. AD. Rahman Syakur untuk melakukan pembinaan masyarakat secara komprehensif melalui pendirian lembaga pendidikan formal (MTsAeMA Sunan Ampe. , penguatan pendidikan diniyah, pesantren, serta pengajian kitab sebagai basis transformasi sosial. Gagasan tersebut menegaskan bahwa pendidikan diposisikan sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat, bukan sekadar sarana Pendidikan pembentukan manusia berakhlak, berdaya, dan produktif secara sosial, sejalan dengan pandangan Ibnu Khaldun yang menempatkan pendidikan (Aoumra. Dengan Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 785 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer mengintegrasikan dimensi moral, sosial, dan intelektual dalam kehidupan Berangkat dari realitas tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi pemikiran pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menempatkan pemikiran ulama lokal sebagai sumber pengetahuan yang signifikan dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis komunitas. Kebaruan penelitian ini terletak pada rekonstruksi model pendidikan Islam berbasis khidmah sosial yang lahir dari praksis ulama lokal, sebagai alternatif konseptual terhadap dominasi model pendidikan Islam normatif-tekstual. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan karya Sajadah Khidmah sebagai primary source utama untuk menelusuri gagasan, nilai, dan orientasi pemikiran pendidikan KH. AD. Rahman Syakur. Buku tersebut pengabdian beliau dalam membangun ekosistem pendidikan Islam di tingkat komunitas. Penggunaan sumber primer ini dipadukan dengan literatur sekunder berupa karya-karya klasik dan kontemporer termasuk pemikiran Ibnu Khaldun untuk memperkuat analisis teoretis dan kontekstual BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kepustakaan . ibrary researc. dengan paradigma postpositivisme, yang menempatkan realitas sosial dan pemikiran tokoh sebagai konstruksi makna yang dapat dipahami melalui penafsiran kritis terhadap teks dan konteks. Pendekatan ini dipilih karena penelitian difokuskan pada penelaahan gagasan, nilai, dan praktik pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur sebagaimana terekam dalam sumber-sumber tertulis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang bertumpu pada analisis dokumen dan literatur untuk Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 786 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer membangun pemahaman teoretis dan konseptual. Noeng Muhadjir menegaskan bahwa penelitian kepustakaan berorientasi pada kajian filosofis dan pemikiran, bukan pada pengumpulan data empiris langsung (Anggraeny & Sari, 2. Sejalan dengan itu, (Zed, 2. dan (Hamzah, 2. menjelaskan bahwa library research mencakup analisis kritis terhadap buku, manuskrip, dan karya ilmiah untuk merekonstruksi gagasan dan kerangka konseptual suatu pemikiran. Sumber data utama . rimary sourc. dalam penelitian ini adalah buku Sajadah Khidmah: Meneladani Khidmah dan Keistiqamahan KH. AD. Rahman Syakur (Musthofa, 2. , yang memuat biografi, rihlah intelektual, praktik dakwah, serta gagasan pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur. Sumber primer ini dilengkapi dengan sumber sekunder berupa karya-karya klasik dan kontemporer tentang pendidikan Islam, pemikiran ulama pesantren, serta literatur yang relevan dengan teori pendidikan dan dakwah Islam. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. secara deskriptif-kualitatif. Analisis difokuskan pada identifikasi tema-tema utama pemikiran pendidikan, orientasi dakwah, model pembinaan masyarakat, serta bentuk-bentuk karya nyata KH. AD. Rahman Syakur dalam transformasi sosial keagamaan masyarakat. Untuk menajamkan analisis dampak dakwah, peneliti menelusuri keterkaitan antara gagasan normatif yang dikemukakan dalam teks dengan realisasi pendidikan diniyah, dan pembinaan sosial-keagamaan masyarakat. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber literatur, yaitu dengan membandingkan narasi dan gagasan dalam buku Sajadah Khidmah dengan literatur pendukung, penelitian terdahulu, serta kerangka teoretis pendidikan Islam, termasuk pemikiran Ibnu Khaldun. Teknik ini digunakan untuk memastikan konsistensi makna, menghindari bias tunggal sumber, serta memperkuat validitas interpretasi terhadap pemikiran dan praktik pendidikan KH. AD. Rahman Syakur. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 787 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer HASIL Biografi Singkat KH. AD. Rahman Syakur Bagian ini disusun berdasarkan sumber utama buku Sajadah Khidmah yang merekam riwayat hidup, perjalanan keilmuan, serta praktik dakwah KH. AD. Rahman Syakur (Musthofa, 2. KH. AD. Rahman Syakur bernama lahir Ahmad Dardiri lahir di Blitar pada tahun 1933 dan tumbuh dalam lingkungan keluarga religius yang kuat. Sejak muda, ia menempuh rihlah intelektual di berbagai pesantren besar Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti APIS Blitar. Jampes Kediri. Al-Hidayah Lasem, hingga Sidogiri, yang membentuk fondasi keilmuan salafiyah serta etos kesederhanaan dan khidmah dalam dirinya. Pengalaman belajar di pesantren dijalani dalam kondisi hidup yang sangat sederhana, yang menumbuhkan ketekunan, kemandirian, dan kedalaman spiritual. Ketekunan intelektualnya tercermin dari penguasaan kitab-kitab fiqih klasik, khususnya Fath al-Qarib, yang dipelajarinya berulang kali, serta kemampuannya merespons persoalan fiqih masyarakat secara aplikatif. Di Pesantren Sidogiri, kedekatannya dengan KH. Cholil Nawawie menempatkannya sebagai santri kepercayaan yang aktif dalam diskusi ilmiah dan pengajaran, hingga dikenal luas atas keluasan dan ketajaman ilmunya. Selain mengajar. KH. AD. Rahman Syakur juga menghasilkan karyakarya keilmuan yang berorientasi pada kebutuhan umat, di antaranya Tajhizul Mayyit dan tulisan-tulisan fiqih kemasyarakatan yang disusun dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami masyarakat. Pilihan bahasa dan tema tersebut menunjukkan orientasi pendidikannya yang tidak elitis, tetapi membumi dan kontekstual. Puncak pengabdian sosial-keagamaannya berlangsung di Desa Karanganyar. Pasuruan, tempat ia menetap dan mendirikan Pesantren Sabilul Muttaqin. Di wilayah ini. KH. AD. Rahman Syakur merintis lembaga pendidikan formal seperti MTs dan MA Sunan Ampel, memperkuat pendidikan diniyah, serta mengembangkan pengajian kitab sebagai basis Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 788 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer transformasi sosial masyarakat. Melalui peran tersebut, ia tampil sebagai ulama lokal yang tidak hanya mentransmisikan ilmu, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan Islam berbasis komunitas. Selain berkiprah di bidang pendidikan. KH. AD. Rahman Syakur aktif dalam struktur Nahdlatul Ulama dan dipercaya sebagai Rais Syuriah PCNU Pasuruan. Melalui peran keulamaan dan kepemimpinannya, ia dikenal menekankan pembangunan manusia yang seimbang antara kecukupan hidup, kesehatan spiritual-sosial, dan kecerdasan intelektual. KH. AD. Rahman Syakur wafat pada tahun 2020, meninggalkan warisan keilmuan, keteladanan moral, serta lembaga pendidikan yang hingga kini terus berfungsi sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Pemikiran Pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur berakar kuat pada tradisi pesantren dan terintegrasi dengan praktik dakwah yang kontekstual. Analisis ini merujuk pada buku Sajadah Khidmah sebagai sumber primer yang merekam perjalanan intelektual, dakwah, dan pengabdian beliau (Musthofa, 2. Pemikiran pendidikan beliau tidak disusun dalam bentuk konsep teoretik sistematis, tetapi terwujud secara praksis melalui keteladanan, kelembagaan pesantren, karya tulis, dan peran struktural dalam organisasi keagamaan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan dan dakwah dalam pandangan KH. AD. Rahman Syakur merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, di mana pendidikan berfungsi sebagai medium utama dakwah Pendidikan sebagai Strategi Dakwah . Dakwah Melalui Keteladanan . i al-ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah utama KH. AD. Rahman Syakur . i al-ua. Beliau menampilkan akhlak yang lembut, sikap tawaduAo, ketenangan, dan istiqamah yang menjadikan dirinya figur rujukan moral dan spiritual Keteladanan ini menciptakan relasi emosional yang kuat Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 789 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer antara kiai dan umat, sehingga pesan dakwah diterima secara alami tanpa paksaan. Temuan ini sejalan dengan (Aulia, 2. yang menegaskan bahwa keteladanan para nabi merupakan fondasi pembentukan moral (Husna, 2. juga menemukan bahwa metode hikmahAi yang mengedepankan kelembutan dan kebijaksanaanAimenjadi pendekatan dakwah paling efektif. (Syahidah, 2. menambahkan bahwa dakwah Nabi saw. bertumpu pada keteladanan, kelembutan, dan kemudahan. Penelitian ini memperkuat temuan-temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dakwah QurAoani tersebut diimplementasikan secara nyata dalam konteks pesantren dan masyarakat lokal Pasuruan. Pendidikan Pesantren sebagai Basis Dakwah Berkelanjutan Hasil penelitian menemukan bahwa pendidikan pesantren diposisikan KH. AD. Rahman Syakur sebagai instrumen dakwah jangka panjang. Pendirian Pesantren Sabilul Muttaqin di Karanganyar Pasuruan merupakan bentuk konkret dari pandangan bahwa perbaikan umat harus dimulai dari pendidikan. Pesantren dijalankan sebagai ruang transmisi ilmu, internalisasi adab, dan pembinaan kedisiplinan santri melalui pengajaran kitab kuning dan fikih praktis. Temuan ini menguatkan penelitian (Mujahidin, 2. dan (Harisah, 2. yang menegaskan peran pesantren sebagai lembaga pendidikan sekaligus agen perubahan sosial. (Aziz et al. , 2. juga menunjukkan bahwa pesantren modern berfungsi sebagai pusat pendidikan, sosial, dan dakwah. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan bahwa pesantren lokalAibukan hanya pesantren besar nasionalAimemiliki daya transformasi sosial yang signifikan. Dakwah Melalui Karya Tulis Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. AD. Rahman Syakur menggunakan karya tulis sebagai sarana dakwah bil-qalam yang bersifat praktis dan solutif. Karya seperti Tajhizul Mayyit dan Fiqih Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 790 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer Kemasyarakatan ditulis dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami dan diamalkan masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan orientasi dakwah yang responsif terhadap kebutuhan umat. Temuan ini selaras dengan penelitian (Habudin & Holilah, 2. tentang efektivitas dakwah berbasis nadhom, (Rohman, 2. tentang dakwah melalui karya sastra, serta (Fauzana, 2. mengenai dakwah bil-qalam di era digital. Penelitian ini memperluas kajian tersebut dengan menunjukkan bahwa karya tulis fiqih praktis tetap relevan sebagai media dakwah di masyarakat tradisional dan pedesaan. Dakwah Struktural melalui Nahdlatul Ulama Selain dakwah kultural, hasil penelitian menemukan bahwa KH. AD. Rahman Syakur juga menjalankan dakwah struktural melalui perannya sebagai Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan. Melalui NU, beliau mendorong penguatan moderasi beragama, pendidikan, dan kesejahteraan umat dengan konsep Wareg. Waras. Wasis. Temuan ini sejalan dengan (Zakariya et al. , 2. dan (Pasaribu, 2. yang menunjukkan efektivitas strategi dakwah NU dalam membangun moderasi dan menangkal radikalisme. Penelitian ini menegaskan bahwa peran ulama lokal dalam struktur NU menjadi elemen penting dakwah transformatif di tingkat akar rumput. Pemikiran Pendidikan KH. AD. Rahman Syakur Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur bertumpu pada pembentukan akhlak, penguatan ilmu diniyah, dan pengabdian sosial. Pendidikan diarahkan untuk mencetak insan berilmu, beradab, dan berkhidmah kepada umat. Pendidikan sebagai Khidmah dan Amanah Pendidikan dipahami sebagai amanah spiritual dan bentuk ibadah sosial. Pandangan ini sejalan dengan (Hermawan & Ahmad, 2. , (Setiono & Rena, 2. , serta (Ihsanillah, 2. , yang menekankan khidmah sebagai inti pendidikan Islam. Penelitian ini Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 791 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer menunjukkan bahwa nilai khidmah tidak hanya bersifat normatif, tetapi diinstitusionalisasikan dalam praktik pendidikan pesantren. Penekanan pada Akhlak. Adab, dan Keteladanan Guru Hasil merupakan fondasi pendidikan. Guru diposisikan sebagai teladan moral sebelum pengajar ilmu. Temuan ini konsisten dengan penelitian (Ferihana, 2023. Hidayat, 2020. Nadhirah, 2. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan peran keteladanan guru dalam menjaga keberlanjutan nilai moral di pesantren. Etos Belajar. Kemandirian, dan Kedisiplinan Santri Hasil penelitian menunjukkan bahwa KH. AD. Rahman Syakur menanamkan etos belajar tinggi, kedisiplinan, dan kemandirian santri melalui pembiasaan dan keteladanan. Temuan ini diperkuat oleh (Marzuki, 2025. Maulana & Sobiroh, 2024. Siti Mahmudah Noorhayati. Penelitian ini menegaskan pesantren sebagai ruang efektif pembentukan karakter tangguh dan mandiri. Integrasi Ilmu dengan Realitas Sosial (Fiqih Kemasyarakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan diarahkan agar santri mampu mengintegrasikan teks agama dengan realitas sosial. Pendekatan fiqih kemasyarakatan menjadikan ilmu sebagai solusi problem umat. Temuan ini sejalan dengan (Junaidi, 2025. Masrukin et , 2025. Nuzula, 2. serta memperkuat relevansi pendidikan Islam . Kesederhanaan dan Keistiqamahan Kesederhanaan dan keistiqamahan diposisikan sebagai nilai inti pembentuk keberkahan ilmu. Temuan ini sejalan dengan (Nikmah, 2. dan menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh nilai yang ditanamkan. Pesantren sebagai Pusat Pembentukan Ilmu dan Adab Pesantren dipahami sebagai institusi utama pewarisan ilmu dan Temuan ini diperkuat oleh (Kamaludin. Endin Mujahidin, 2023. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 792 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer Manidhom et al. , 2024. Muhammad Tambrin. Moch Isra Hajiri, 2. Penelitian ini menegaskan kembali relevansi pesantren sebagai pusat pendidikan karakter di era modern. Berdasarkan hasil penelitian dan dialog dengan penelitian terdahulu, pemikiran pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur merepresentasikan model pendidikan pesantren berbasis khidmah, keteladanan, dan relevansi Kontribusi utama penelitian ini terletak pada pengungkapan peran ulama lokal dalam mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan transformasi sosial secara praktis. Relevansi Pemikiran Pendidikan KH. AD. Rahman Syakur di Era Kontemporer Pemikiran pendidikan KH. AD. Rahman Syakur memiliki relevansi kuat terhadap tantangan pendidikan kontemporer, khususnya dalam menghadapi disrupsi teknologi, krisis keteladanan, serta perubahan karakter peserta didik di era digital. Penekanan beliau pada akhlak, adab, dan keteladanan guru menjadi nilai fundamental pendidikan karakter yang semakin tergerus oleh model pembelajaran berbasis teknologi yang cenderung menempatkan relasi guruAemurid secara instrumental. Dalam konteks ini, pendidikan tidak cukup berorientasi pada penguasaan kompetensi kognitif, tetapi juga menuntut pembinaan moral dan spiritual secara berkelanjutan. Dari sisi pedagogis, gagasan KH. AD. Rahman Syakur mengenai kemasyarakatan relevan dengan tuntutan pendidikan era Society 5. Peserta didik tidak hanya dituntut menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kontekstual, solutif, dan adaptif terhadap problem sosial. Pendidikan yang memadukan teks keagamaan dengan konteks sosial sebagaimana diajarkan beliau menawarkan model pembelajaran yang tidak terjebak pada tekstualisme, sekaligus tidak tercerabut dari nilai-nilai normatif Islam. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 793 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer Secara sosial, pandangan beliau tentang pendidikan sebagai Konsep menegaskan bahwa pendidik tidak sekadar berperan sebagai pengajar profesional, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual yang bertanggung jawab membentuk karakter peserta didik. Orientasi pendidikan berbasis khidmah memberikan landasan etik bagi praktik pendidikan yang humanis dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan (Jamil et al. , 2. yang menunjukkan bahwa pendidikan holistik berbasis adab, akhlak, dan keteladanan guru efektif membentuk peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan tangguh menghadapi dinamika sosial. Temuan (Jadidah, 2. juga menegaskan bahwa konsep adab guruAemurid dalam pemikiran Al-Ghazali, terutama keteladanan guru dan internalisasi nilai moral, relevan dengan pendidikan karakter modern dan dapat diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis teknologi. Keselarasan ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan pesantren tidak bertentangan dengan modernitas, melainkan dapat menjadi fondasi etis dalam pengembangan pendidikan kontemporer. Implikasi praktis dari pemikiran KH. AD. Rahman Syakur menuntut guru dan pesantren untuk tidak hanya mengadopsi inovasi teknologi pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa proses pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan akhlak, penguatan adab, serta keterlibatan sosial peserta didik secara nyata. Dengan demikian, pemikiran pendidikan KH. AD. Rahman Syakur tidak hanya relevan sebagai warisan keilmuan pesantren, tetapi juga menawarkan paradigma pendidikan Islam yang adaptif, humanis, dan Melalui rekonstruksi pemikiran berbasis khidmah, fiqih kemasyarakatan, dan praksis pesantren lokal, penelitian ini menghadirkan model pendidikan Islam kontekstual yang menjembatani tradisi keilmuan pesantren dengan tuntutan pendidikan kontemporer berbasis karakter dan transformasi sosial. Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 794 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Islam KH. AD. Rahman Syakur merepresentasikan model pendidikan pesantren berbasis khidmah yang berorientasi pada pembentukan akhlak, integrasi ilmu dengan realitas sosial, serta transformasi masyarakat secara Melalui pendekatan dakwah bi al-uAl, pendidikan pesantren, karya tulis fiqih praktis, dan peran struktural dalam Nahdlatul Ulama, beliau menempatkan pendidikan tidak semata sebagai proses transmisi pengetahuan, tetapi sebagai instrumen pembinaan moral, spiritual, dan sosial umat. Hasil kajian menegaskan bahwa konsep pendidikan KH. AD. Rahman Syakur memiliki relevansi tinggi dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer, khususnya di tengah disrupsi teknologi, krisis Penekanannya pada akhlak, adab, keteladanan guru, serta integrasi ilmu dengan realitas sosial melalui fiqih kemasyarakatan menawarkan paradigma pendidikan Islam yang kontekstual, humanis, dan adaptif tanpa kehilangan akar nilai-nilai keislaman. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada rekonstruksi pemikiran ulama lokal sebagai sumber pengetahuan yang sahih dan signifikan dalam pengembangan pendidikan Islam berbasis komunitas. Dengan menjadikan Sajadah Khidmah sebagai sumber primer, penelitian ini memperkaya khazanah studi pendidikan Islam melalui model pendidikan pesantren kontekstual yang menjembatani tradisi keilmuan pesantren dengan tuntutan pendidikan kontemporer berbasis karakter dan transformasi sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai khidmah, keteladanan, dan orientasi kemasyarakatan yang dikembangkan KH. AD. Rahman Syakur layak dijadikan rujukan konseptual dan praktis bagi guru dan lembaga pendidikan Islam, sekaligus membuka ruang bagi penelitian lanjutan yang mengkaji pemikiran ulama lokal lainnya secara komparatif guna memperkuat pendidikan Islam Vol. 05 No. 02 Desember 2025 | 795 (Ning Mukaroma. Relevansi Pemikiran Pendidikan Islam KH. Ad. Rahman Syakur di Era Kontemporer Indonesia yang berkarakter, berkelanjutan, dan berakar pada realitas sosial Referensi