AYAT-AYAT PENDIDIKAN TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN Miftakhul Munir Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah PGRI Pasuruan. Indonesia E-mail: miftakhulm55@gmail. Abstract: The purpose of education in Islam is inductively by looking at the arguments of naqli that already exist in the Koran and al-Hadith, also integrating them in the context of the needs of society in general in education, so that it is hoped that the objectives of education in Islam can be applied to discourse and reality. that some people think that worship is limited to performing prayers, fasting during the month of Ramadan, issuing zakat, performing Hajj, and saying shahada. But actually worship includes all the deeds, thoughts, and feelings that are confronted or relied on by Allah. The aspect of worship is the obligation of Muslims to study it so that they can practice it in the right way. Improving the quality of education so far has not shown satisfactory results. The low quality of education is caused by many things, including the inadequate quality and distribution of teachers, the lack of educational facilities and infrastructure, inappropriate curricula, the learning environment in schools and within the family and community is not yet supportive. Keywords: Educational Verses. Educational Objectives Pendahuluan Penekanan kepada pentingnya anak didik supaya hidup dengan nilai-nilai kebaikan, spiritual dan moralitas seperti terabaikan. Bahkan kondisi sebaliknya yang Saat ini, banyak institusi pendidikan telah berubah menjadi industri bisnis, yang memiliki visi dan misi yang pragmatis. Pendidikan diarahkan untuk melahirkan individu-individu pragmatis yang bekerja untuk meraih kesuksesan materi dan profesi sosial yang akan memakmuran diri, perusahaan dan Negara. Pendidikan dipandang secara ekonomis dan dianggap sebagai sebuah investasi. Gelar dianggap sebagai tujuan utama, ingin segera dan secepatnya diraih supaya modal yang selama ini dikeluarkan akan menuai keuntungan. Sistem pendidikan seperti ini sekalipun akan memproduksi anak didik yang memiliki status pendidikan yang tinggi, namun status tersebut tidak akan menjadikan mereka sebagai individu-individu yang beradab. Pendidikan yang bertujuan pragmatis dan ekonomis sebenarnya merupakan pengaruh dari paradigma pendidikan Barat yang sekular. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 Pembahasan Definisi Pendidikan Menurut Islam Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. 1 Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah. Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup menusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat Adz Dzariyat ayat 56 : Au Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-KuAy. Jalal menyatakan bahwa sebagian orang mengira ibadah itu terbatas pada menunaikan shalat, puasa pada bulan Ramadhan, mengeluarkan zakat, ibadah Haji, serta mengucapkan syahadat. Tetapi sebenarnya ibadah itu mencakup semua amal, pikiran, dan perasaan yang dihadapkan atau disandarkan kepada Allah. Aspek ibadah merupakan kewajiban orang islam untuk mempelajarinya agar ia dapat mengamalkannya dengan cara yang benar. Ibadah ialah jalan hidup yang mencakup seluruh aspek kehidupan serta segala yang dilakukan manusia berupa perkataan, perbuatan, perasaan, pemikiran yang disangkutkan dengan Allah. 2 Kalam Allah Swt yang diturunkan kepada Muhammad Saw sebagai pedoman hidup manusia di dunia dan akhirat. Al-Qur'an memperkenalkan dirinya sebagai "Pemberi Petunjuk" sebagai mana firman-Nya: " Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada . yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar . "3 Ayat di atas secara tegas menegaskan bahwa tujuan Al-Qur'an adalah memberi petunjuk pada umat manusia. Petunjuk-petunjuknya bertujuan memberi kesejahteraan dan kebahagiaan bagi manusia, baik secara pribadi maupun kelompok, dan karena itu ditemukan petunjuk-petunjuk bagi manusia. Petunjukpetunjuk itu, diberikan Allah agar manusia mampu melaksanakan dua tugas utama yang diberikan Allah kepadanya, yaitu sebagai hamba-nya yang bertugas untuk senantiasa beribadah kepada-Nya dan sebagai Kholifah di muka bumi yang bertugas untuk memakmurkan dan mengelola alam semesta ini untuk menunjang tugas manusia itu sendiri. Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual . etunjuk prakti. maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang Abuddin Nata. Filsafat Pendidikan Islam. Cet. I, (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1. , 12. Haar Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2. , 5. Sakr Sofware. The Holy Qur'an Program ver. 50, (Mesir : Sakr, 1. Surat Al-Isro Ayat 9 Dr. Quraish Shihab. Membumikan Al-Qur'an, (Bandung : Mizan, 1. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al QurAoan dan Sunnah (Hadis. 5 Dalam firman Allah Surat Ali-Imran Ayat 102 yang bunyinya: ac AOaA aOacN IcaA a Osa aOaaO caCaOe NEEa aA A aO aaE a aUOe a cas ua caaE aOa eaa eO acO eNa aUOAUAC aCaa aNA Artinya: AuHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya. dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Ay( Q. Ali Imran ayat . Takwa secara etimologis berarti waspada diri dan takut. Takwa kepada Allah secara terminologis adalah melaksanakan perintah Allah sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan Allah sebagaimana yang dilarang oleh Allah. Penggalan ayat Auhaqqa tuqatihAy juga dapat bermaknaAubertakwa kepada Allah sesuai dengan kemampuan maksimal yang dimilikinya, ini didasarkan pada Surat At-Taqhabun. acaCaO NEEa aOA eaae a eOA Artinya: AuMaka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmuAy. (Q. At-Taghabun: . Yang dimaksud dengan AuWalatamutunna wa antum muslimuunAy antara lain adalah AuJanganlah seseorang itu meninggal melainkan ia berbaik sangka kepada AllahAy, sesuai hadits Nabi: yang artinya: AuJanganlah seorang diantara kamu mati melainkan ia berbaik sangka terhadap AllahAy (H. Musli. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda, yang artinya: AuAllah berfirman: Aku berada pada prasangka hamba-Ku terhadap diri-Ku. Jika ia berprasangka baik maka ia adalah untuk dirinya sendiri dan jika ia berburuk sangka terhadap diri-Ku maka itu adalah untuk dirinya sendiriAy. AuWalatamutunna wa antum muslimuunAy bias juga dipahami bahwa Aujanganlah seseorang muslim meninggal dunia sebelum semua aspek aktifitas lahir dan bathinnya sesuai dengan perintah Allah dan RasulNya. Adapun pengertian takwa dari akar kata yang bermakna Aymenghindar, menjauhi, atau menjaga diriAy. Quraish Shihab menjelaskan, bahwa kalimat perintah AyittaqullahAy yang secara harfiah berarti Ayhindarilah, jauhilah, atau jagalah dirimu dari AllahAy, tentu makna ini tidak lurus dan bahkan mustahil dapat dilakukan Sebab, bagaimana mungkin makhluk menghindarkan diri dari Allah atau menjauhiNya, sedangkan AyDia (Alla. bersama kamu dimana pun kamu beradaAy. Karena itu, perlu disisipkan kata atau kalimat untuk meluruskan maknanya. Misalnya, kata siksa atau yang semakna dengannya, sehingga perintah bertakwa Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. (Bandung : PT. Remaja Rosdakarya, 2. , hal. http://w. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 mengandung arti perintah untuk menghindarkan diri dari siksa Allah, baik di dunia maupun akhirat. Tujuan Pendidikan Islam Tujuan pendidikan merupakan masalah sentral dalam proses pendidikan. Karena itu, bisa dibilang tujuan pendidikan adalah nafas sebuah proses pendidikan. Menurut Noer Aly,8tujuan pendidikan menempati posisi sebagai sentral pendidikan dikarenakan empat hal, yaitu : Tujuan pendidikan mengarahkan perbuatan mendidik. Hal ini menunjukan bahwa tujuan pendidikan merupakan arah proses pendidikan. Dengan demikian, tujuan pendidikan harus dirumuskan secara jelas. Karena kalau tidak, proses pendidikan tidak akan berjalan secara efektif dan efisien. Tujuan pendidikan mengakhiri usaha pendidikan. Artinya apabila tujuan pendidikan sudah tercapai, maka secara administrasi berakhir pula usaha Karena itu, selama tujuan pendidikan belum tercapai, maka kegiatan pendidikan akan terus berlangsung. Tujuan pendidikan di satu sisi membatasi lingkup suatu usaha pendidikan, tetapi disisi lain mempengaruhi dinamikanya. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan usaha berproses yang didalamnya usaha-usaha pokok dan parsial saling terkait. Tujuan pendidikan memberi semangat dan dorongan untuk melaksanakan Hal itu berlaku pada setiap perbuatan. Contohnya : apabila kita diperintahkan untuk melakukan suatu kegiatan, tapi tanpa mengetahui tujuannya, maka keraguan akan ada pada diri kita. Tapi kalau kita mengetahui tujuannya secara jelas, maka hal ini dapat lebih memicu keinginan untuk melaksanakan perbuatan tersebut. Menurut Oemar At-Taomy9 konsep tujuan pendidikan yang beliau anggap paling sederhana adalah perubahan yang diinginkan dan diusahakan oleh proses pendidikan atau usaha pendidikan untuk mencapainya, baik pada tingkah laku individu dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat dan pada kehidupan pribadinya, atau pada kehidupan masyarakat dan pada alam sekitar tentang individu itu hidup, atau pada proses pendidikan sendiri dan proses pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai proporsi diantara professiprofessi asasi dalam masyarakat. Dengan demikain, berdasarkan definisi di atas, bahwa tujuan pendidikan diarahkan pada perubahan-perubahan yang terjadi pada tiga aspek, yaitu kehidupan individu, sosial dan professionalisme. Tujuan utama dari pendidikan Islam ialah mencapai ridla Allah. Dengan pendidikan diharapkan akan lahir individu-individu yang baik, bermoral, berkualitas sehingga bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, masyarakatnya, bangsanya serta Salim Bahreisy dan H. Said Bahreisy. Terjemahan Singkat Tafsir ibn Katsir. Cet IV (Surabaya: PT. Bina Ilm. , 2004. Hal. Hery Noer Aly,MA. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta : Logos, 1. hal 53-54. Prof. Dr. Oemar Muhammad Al-Taomy Al-Syaibany. Falsafah Pendidikan Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1. halaman 398-399. Djamaludin dan Drs. Abdullah Aly. Kapita Selekta Pendidikan Islam, (Bandung : Pustaka Setia, 1. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 umat manusia umumnya. Manusia adalah fokus utama dari pendidikan. Ia terdiri dari jasmani dan rohani. Karenanya institusi pendidikan seharusnya lebih memfokuskan perhatiannya kepada substansi kemanusiaan, membuat system yang mendukung kepada terbentuknya manusia yang baik. Pendidikan diharapkan mampu mengantarkan anak didik untuk memiliki kemakmuran materi dan juga individu yang memiliki kebahagiaan dunia dan akherat. Tujuan pendidikan identik dengan gambaran manusia terbaik menurut orang-orang tertentu. Kualitas hidup seseorang ditentukan oleh pandangan Bila pandangan hidupnya berupa agama, maka manusia yang baik yang menjadi tujuan pendidikan adalah manusia yang baik menurut agamanya. Dalam Al QurAoan Allah berfiman dalam Surat Al Baqarah ayat 1-5: AuAlif laam miin. Kitab (Al Qura. ini tidak ada keraguan padanya. petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Yait. mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Qura. yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya . Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. Ay12 Alif. Lam, miim, ayat yang cukup singkat, tetapi sangat dalam maknanya, hanya Allah yang tahu rahasianya. Sudah cukup lama para ulama al-Qur'an berbeda Allahu A'lam, hanya Allah yang mengetahui, itulah jawaban yang dikemukakan oleh para ulama abad pertama hingga abad ketiga. Tampaknya jawaban Allabu A'lam yakni Allah lebih mengetahui masih diangap jawaban yang relevan sampai saat ini, meskipun demikian jawaban itu masih dianggap kurang Pada ayat ini menggunakan isyarat jauh untuk menunjuk al-Qur'an. Semua ayat yang menunjuk kepada firman-firman Allah dengan nama al-Qur'an . ukan alKita. yang mengarah pada isyarat dekat "hadzal Qur'anAy. Penggunaan isyarat jauh ini bertujuan memberi kesan bahwa kitab suci ini berada dalam kedudukan tinggi dan sangat jauh dari jangkauan makhluk, karena ia bersumber dari Allah Yang Maha Tinggi Maha Bijaksana, sedang penggunaan kata "hadza ini" untuk menunjukkan betapa dekat tuntunan-tuntunannya pada fitrah manusia. Dalam hal ini pula yang dimaksud dengan orang-orang bertakwa adalah orang yang mempersiapkan jiwa mereka untuk menerima petunjuk atau yang telah mendapatkannya tetapi masih mengharapkan kelebihan, karena petunjuk Allah tidak Dari hal diatas dapat dipahami bahwa surah al-Baqarah ayat 1-5 ini sangat dalam pesan moralnya, dimana kalaulah dikaitkan dengan tujuan pendidikan itu sendiri dapat penulis simpulkan sebagai berikut: Menambah ketaqwaan manusia pada Allah Ahmad Tafsir. Op. Cit, hal 5. Sakr Sofware. The Holy Qur'an Program ver. 50, (Mesir : Sakr, 1. Surat al-baqorah ayat Ibid, 3. Ibid, hal 3. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 Agar manusia mempercayai akan keberadaan Allah mewujudkan manusia yang banyak beramal shaleh Mewujudkan manusia yang percaya akan hari akhir Mewujudkan kesuksesan dalam hidup. Untuk itu, pengertian pendidikan secara umum, yang kemudian dihubungkan dengan Islam sebagai suatu sistem keagamaan menimbulkan pengertian pengertian baru yang secara implisit menjelaskan karakteristik karakteristik yang dimilikinya. Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya, dalam konteks Islam inheren salam konotasi istilah AutarbiyahAy. AutaAlimAy dan AutaAdibAy yang harus dipahami secara bersama-sama. Ketiga istilah itu mengandung makna yang amat dalam menyangkut manusia dan masyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satu sama lain. Istilah istilah itu sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam. informal, formal, dan nonformal. Ghozali melukiskan tujuan pendidikan sesuai dengan pandangan hidupnya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu sesuai dengan filsafatnya, yakni memberi petunjuk akhlak dan pembersihan jiwa dengan maksud di balik itu membentuk individu-individu yang tertandai dengan sifat-sifat utama dan takwa. Dengan ini pula keutamaan itu akan merata dalam masyarakat. Hujair AH. Sanaky menyebut istilah tujuan pendidikan Islam dengan visi dan misi pendidikan Islam. Menurutnya sebenarnya pendidikan Islam telah memiki visi dan misi yang ideal, yaitu AuRohmatan Lil AAlaminAy16 Selain itu, sebenarnya konsep dasar filosofis pendidikan Islam lebih mendalam dan menyangkut persoalan hidup multi dimensional, yaitu pendidikan yang tidak terpisahkan dari tugas kekhalifahan manusia, atau lebih khusus lagi sebagai penyiapan kader-kader khalifah dalam rangka membangun kehidupan dunia yang makmur, dinamis, harmonis dan lestari sebagaimana diisyaratkan oleh Allah dalam al QurAoan. Pendidikan Islam adalah pendidikan yang ideal, sebab visi dan misinya adalah AuRohmatan Lil AAlaminAy, yaitu untuk membangun kehidupan dunia yang yang makmur, demokratis, adil, damai, taat hukum, dinamis, dan harmonis. Munzir Hitami berpendapat bahwa tujuan pendidikan tidak terlepas dari tujuan hidup manusia, biarpun dipengaruhi oleh berbagai budaya, pandangan hidup, atau keinginan-keinginan lainnya. 17 Bila dilihat dari ayat-ayat al QurAoan ataupun hadits yang mengisyaratkan tujuan hidup manusia yang sekaligus menjadi tujuan pendidikan, terdapat beberapa macam tujuan, termasuk tujuan yang bersifat teleologik itu sebagai berbau mistik dan takhayul dapat dipahami karena mereka menganut konsep konsep ontologi positivistik yang mendasar kebenaran hanya kepada empiris sensual, yakni sesuatu yang teramati dan terukur. Qodri Azizy menyebutkan batasan tentang definisi pendidikan agama Islam dalam dua hal, yaitu: Mendidik peserta didik untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai atau akhlak Islam. Ibid, hal 3. Hujair AH Sanaky. Paradigma Pendidikan Islam. Membangun Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Safiria Insania Press dan MSI, 2. , hal. Munzir Hitami. Menggagas Kembali Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Infinite Press, 2. , hal. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 Mendidik peserta didik untuk mempelajari materi ajaran Islam. Sehingga pengertian pendidikan agama Islam merupakan usaha secara sadar dalam memberikan bimbingan kepada anak didik untuk berperilaku sesuai dengan ajaran Islam dan memberikan pelajaran dengan materi-materi tentang pengetahuan Islam. Kandungan Ayat Kandungan ayat Adz Dzariyat ayat 56 Surat Adz dzariyat ayat 56 mengandung makna bahwa semua makhluk Allah, termasuk jin dan manusia diciptakan oleh Allah SWT agar mereka mau mengabdikan diri, taat, tunduk, serta menyembah hanya kepada Allah SWT. Menurut bahasa, ibadah berarti tunduk dan taat. Menurut istilah, ibadah berarti mengabdikan diri kepada Allah swt dengan jalan bertakwa. Ibadah dibagi menjadi dua, yaitu: Ibadah Mahdah, yaitu ibadah yang memiliki tata cara tertentu. Contoh: syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji. Ibadah Gairu Mahdah, yaitu ibadah yang tidak memiliki tata cara tertentu. Contoh: mencari nafkah, berhusnuzan, belajar . enuntut ilm. , membantu orang tua, makan, tidur, dan lain-lain. Kandungan surat al-Baqarah Manusia berfungsi sebagai khalifah dimuka bumi. Ayat ini menunjukkan bahwa khalifah adalah manusia sebagai makhluk Allah yang sempurna dan memiliki potensi, diantaranya hawa nafsu, pendengaran, pengelihatan, hati/perasaan, penciuman, akal pikiran, mulut, tangan, dan kaki. Fungsi khalifah di bumi yakni sebagai berikut: Menjadi pemimpin, baik bagi orang lain maupun dirinya sendiri dalam upaya mencari rida Allah dengan mengabdi dan menyembah hanya kepada-Nya. Menyejahterakan dan memakmurkan bumi. Allah menciptakan alam semesta, baik flora dan fauna untuk makhluk, khususnya manusia. Oleh karena itu, manusia wajib mengelola, merawat, dan memanfaatkan hasilnya untuk kesejahteraan seluruh makhluk. Upaya antipasi terhadap rintangan pada umat manusia karena di dalam menjalankan fungsi atau tugas manusia, iblis dan setan tidak akan hentihentinya menggoda manusia agar tersesat. Adapun cara iblis atau setan menggoda manusia adalah dengan masuk ke dalam kalbu manusia sehingga selalu menimbulkan perselisihan, permusuhan, dan perusakan. Manusia harus menjadi mukhlis agar tidak mudah tergoda iblis atau Ahmad Qodri A. Islam dan Permaslahan Sosial. Mencari Jalan Keluar (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , hal. file:///C:/Documents and Settings/munir/My Documents/TAFSIR AYATAYAT TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN A MAZGURU. file:///C:/Documents and Settings/munir/My Documents/pengertian-tujuan-danruang-lingkup. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 Kandungan Surat al-imran Kitab tersebut berfungsi mengubah masyarakat dan mengeluarkan anggotanya dari kegelapan menuju terang benderang dari kehidupan negative menuju kehidupan positif. Al-QurAoan memang adalah penerangan bagi seluruh manusia, petunjuk, serta peringatan bagi orang-orang yang bertaqwa. Pernyataan Allah ini adalah penjelasan bagi manusia, juga mengandung makna bahwa Allah tidak menjatuhkan sanksi sebelum manusia mengetahui sanksi tersebut. Dia tidak menyiksa manusia secara mendadak, karena ini adalah petunjuk, lagi Pada ayat 139 ini membicarakan tentang kelompok pada perang uhud. Pada perang uhud mereka tidak meraih kemenangan bahkan menderita luka dan poembunuhan, dan dalam perang badar mereka dengan gemilang meraih kemenangan dan berhasil melawan dan membunuh sekian banyak lawan mereka, maka itu merupakan bagian dari sunnatullah. Munasabah Ayat Dengan Hadis Hadist ini memiliki relevansi dengan ayat diatas dalam sama-sama menjelaskan bahwasannya pendidikan harus mempunyai tujuan dengan sebaik-baik. A aEaU IUNO I IcN IAI AU N Iac AU ON IaO IU c IO EA Menyiapkan manusia muslim yang taat beribadah pada tuhanya, berkepribadian shalih, sukses dalam kehidupan dunia bersiap-siap untuk kehidupan A s IaU ANU NEE NON ONO AOU oN s N OI aNA: As U ONEE aNA AO O ENEO E aE NON A NOaU NEOA. ACEA aEaU NC NNOA Kebanyakan manusia adalah sesat. elampaui bata. Allah menganjurkan manusia untuk memohon hidayah pada Allah agar tidak menjadi manusia yang ssat baik dalam keadaan sulit maupun lapang )AIcOC N cO Os IU c OE N cO Os IcOC OO E N cO Os E cI O (IEUA Metode hydala lebih penting dari materi, akan tetapi keberadaan guru itu lebih penting dari metode, sedangkan ruh . guru juga lebih penting dari segala yang berhubungan dengan endidikan tersebut. (Hikma. 23 AIC E aO ONN II aOA "Suatu kebenaran yang tidak diorganisir dengan rapi . dapat dikalahkan oleh kebathilan yang lebih terorganisir dengan rapi . Asbabun Nuzul Surat Adz Dzariyah ayat 56 Tujuan pendidikan yang utama dalam Islam menurut Al-QurAoan adalah agar terbentuk insan-insan yang sadar akan tugas utamanya di dunia ini sesuai dengan asal mula penciptaannya, yaitu sebagai abid. Sehingga dalam melaksanakan file:///C:/Documents and Settings/munir/My Documents/IBRAH 78 GORUT A TAFSIR TEMATIK PENDIDIKAN. Aly Abdul Halim Mahmud, manhaj al-tarbiyah 'inda ikhwan al-muslimin. Juz I (Mesir : Dar alWafa' 1. dalam Ahmad Nurul Kawakib . Abdul Munir. Spiritual teaching ((Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, cet ketiga, 2. Sirozi. Agenda strategis pendidikan islam (Yogyakarta: AK. Group, 2. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 proses pendidikan, baik dari sisi pendidik atau anak didik, harus didasari sebagai pengabdian kepada Allah SWT semata. Surat Ali Imran ayat 102. Sebab-sebab turunnya surat ali-Imran ayat 102 ini yaitu pada zaman jahiliyah sebelum Islam ada dua suku yaitu. Suku Aus dan Khazraj yang selalu bermusuhan turun-temurun selama 120 tahun, permusuhan kedua suku tersebut berakhir setelah Nabi Muhammad SAW mendakwahkan Islam kepada mereka, pada akhirnya Suku Aus. yakni kaum Anshar dan Suku Khazraj hidup berdampingan, secara damai dan penuh keakraban. Suatu ketika Syas Ibn Qais seorang Yahudi melihat Suku Aus dengan Suku Khazraj duduk bersama dengan santai dan penuh keakraban, padahal sebelumnya mereka bermusuhan. Qais tidak suka melihat keakraban dan kedamaian mereka, lalu dia menyuruh seorang pemuda Yahudi duduk bersama Suku Aus dan Khazraj untuk menyinggung perang AuBuAoastAy yang pernah terjadi antara Aus dengan Khazraj lalu masing-masing suku terpancing dan mengagungkan sukunya masing-masing, saling caci maki dan mengangkat senjata, dan untung Rasulullah SAW yang mendengar perestiwa tersebut segera datang dan menasehati mereka: Apakah kalian termakan fitnah jahiliyah itu, bukankah Allah telah mengangkat derajat kamu semua dengan agama Islam, dan menghilangkan dari kalian semua yang berkaitan dengan jahiliyah?. Setelah mendengar nasehat Rasul, mereka sadar, menangis dan saling berpalukan. Sungguh peristiwa itu adalah seburuk-buruk sekaligus sebaik-baik peristiwa. Demkianlah asbabun nuzul Q. Ali Imran ayat 102 menurut sahabat. Surat al-Baqarah 1-5 Tuhan menamakan Al-Quran dengan Al-Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al-Quran diperintahkan untuk ditulis. Takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya. dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya Iman ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan jiwa. Tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman itu. Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. Percaya kepada yang ghjaib yaitu, mengi'tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah. Malaikat-Malaikat. Hari akhirat dan Shalat menurut bahasa 'Arab: do'a. Menurut istilah syara' ialah ibadat yang sudah dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Mendirikan shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan http://mazguru. com/2008/11/14/tafsir-ayat-ayat-tentang-tujuan-pendidikan/ http://w. php?option=com_sobi2&sobi2Task=sobi2Details&catid=&sobi2Id=44&Itemid=&lang=en di akses pada tanggal 16 April 2010. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 melangkapi syarat-syarat, rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan Surat al- Israo ayat 09 Firman Allah SWT dalam surat al-israo ayat 09 memberikan pengertian bahwa pada saat manusia akan dikembalikan ke tingkat pikun . eperti bayi lag. sejalan dengan itu, pernah rasulullah SAW ditanya tentang kedudukan orang Maka kemudian Allah SWT menurunkan ayat ke-9 dari surat al-israo ini sebagai penegasan bahwa orang yang beriman dan selalu beramal sholeh sebelum kedatangan pikun telah medapatkan pahala yang banyak sekali, tiada terhapus sama sekali . mal jariya. dari sisi Allah SWT(HR. Ibnu Jarir dari Aufi dari ibnu Abba. 28 Analisis Ayat-Ayat Tujuan Pendidikan Tujuan adalah suatu yang diharapakan tercapai setelah sesuatu kegiatan selesai atau tujuan adalah cita, yakni suasana ideal itu nampak yang ingin Dalam tujuan pendidikan, suasana ideal itu tampak pada tujuan akhir. Adapun tujuan pendidikan adalah perubahan yang diharapkan pada subjek didik setelah mengalami proses pendidikan, baik pada tingkah laku individu dan kehidupan pribadinya maupun kehidupan masyarakat dan alam sekitarnya dimana individu hidup, selain sebagai arah atau petunjuk dalam pelaksanaan pendidikan, juga berfungsi sebagai pengontrol maupun mengevaluasi keberhasilan proses pendidikan. Tujuan pendidikan yang demikian ideal selama ini tidak pernah dengan sungguh-sungguh diterjemahkan secara operasional. Kurikulum yang dirancang dan dilaksanakan secara relevan, efisien, dan efektif akan mampu mendukung terlaksananya fungsi pendidikan nasional untuk mencerdaskan bangsa dan memajukan budaya nasional. Peningkatan mutu pendidikan dari segi pelayanan pembelajaran belum disentuh. Peningkatan mutu pendidikan selama ini masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Rendahnya mutu pendidikan ini disebabkan oleh banyak hal, antara lain mutu dan distribusi guru yang masih belum memadai, kurangnya sarana dan prasarana pendidikan, kurikulum yang kurang sesuai, lingkungan belajar di sekolah maupun dalam keluarga dan masyarakat belum mendukung. Kesimpulan Tujuan utama dalam pendidikan Islam adalah membentuk pribadi muslim yang sadar akan tujuan asal mula penciptaannya, yaitu sebagai abid . Sehingga dalam melaksanakan proses pendidikan, baik dari sisi pendidik atau anak didik, harus didasari sebagai pengabdian kepada Allah SWT semata, selain itu dalam setiap gerak langkahnya selalu bertujuan memperoleh ridho dari Yang Maha Kuasa. Pendidikan Islam mempunyai misi membentuk kader-kader khalifah fil ardl yang mempunyai sifat-sifat terpuji seperti amanah, jujur, kuat jasmani dan mempunyai file:///C:/surat-al-baqarah-ayat-1-5. Ibid,. Madinah: Jurnal Studi Islam. Volume 7 Nomor 1 Juni 2020 pengetahuan yang luas dalam berbagai bidang. Diharapkan akan terbentuk muslim yang mampu mengemban tugas sebagai pembawa kemakmuran di bumi dan AuRahmatan Lil AlaminAu. Secara umum tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani serta moral yang tinggi, untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akherat, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai anggota masyarakat. Daftar Pustaka