Jurnal Ilmiah IKIP Mataram https://ojs. id/index. php/jiim Septembert 2022. Vol. No. p-ISSN: 2355-6358 e-ISSN: 2774-938X Analisis Diare dan Demam Berdarah Dengue Ditinjau dari Ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah di Komplek Depag. Cipocok Jaya. Kota Serang Enggar Utari. Mukrimah. Laila Rahma Zahranie. Savira Hidayanti. Valentini. Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Jl. Ciwaru Raya No. Cipare. Kec. Serang. Banten 442117. *Corresponding Author e-mail: 2224190006@untirta. Diterima: Juni 2022. Direvisi: Agustus 2022. Dipublikasi: September 2022 Abstract The limitations of TPS and TPA in the community have resulted in decreased public awareness, causing deviant behavior such as littering, which will cause big problems in the environment, especially problems in helath. The purpose of this study is it to determine the quality of public health in terms of the availability of garbage disposal sites in the ministry of religion complex. Cipocok Jaya. Serang City. The methodin this study uses random sampling and the location is determined based on purposive sampling with consideration to analyze the effect of the presence of TPS and TPA on the quality of publict health. From the results of the study, it can be found that there is a link between the availability of TPS and the quality of public health, this relationship is shown from cases of diarrhea and dengue which reached 38% of the population had experienced and 20% had symptoms of diarrhea and dengue fever, the remaining 42% of people had never experienced cases of diarrhea and dengue fever found in the ministry of religion complax which has limited availability of TPS with environmental conditions that are still was found scattered garbage. Keywords: Dengue Fever. Diarrhea. Public Health. Garbage Disposal. Prevalence Abstrak Keterbatasan TPS dan TPA dalam lingkungan masyarakat mengakibatkan kepedulian masyarakat menurun sehingga menimbulkan perilaku menyimpang seperti, membuang sampah sembarangan, dimana akan menimbulkan permasalahan besar dalam lingkungan, terutama masalah dalam kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui kualitas kesehatan masyarakat di lihat dari ketersediaan tempat pembuangan sampah di Komplek Depag. Cipocok Jaya. Kota Serang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pengambilan sampel secara acak dan lokasi ditentukan berdasarkan purposive sampling dengan pertimbangan untuk menganalisis pengaruh keberadaan TPS dan TPA terhadap kualitas kesehatan masyarakat, hubungan ini ditunjukan dari kasus Diare dan DBD yang mencapai 38% masyarakat pernah mengalami dan 20% terkena gejala Diare dan DBD, selebihnya 42% masyarakat tidak pernah mengalami kasus Diare dan DBD yang ditemui di Komplek Depag yang memiliki ketersediaan TPS terbatas dengan kondisi lingkungan yang masih ditemukan sampah yang berserakan. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue. Diare. Kesehatan Masyarakat. Pembuangan Sampah. Prevelensi Sitasi: Utari. Mukrimah. Zahranie. Hidayanti. Valentini. Analisis Diare dan Demam Berdarah Dengue Ditinjau dari Ketersediaan Tempat Pembuangan Sampah di Komplek Depag. Cipocok Jaya. Kota Serang: Jurnal Ilmiah IKIP Mataram. PENDAHULUAN Sampah adalah sisa matrial yang tidak dibutuhkan, tidak digunakan, dan tidak bermanfaat lagi bagi manusia (S. Exposto, 2. Sampah Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 merupakan barang yang tidak terpakai kembali oleh manusia dan dibuang begitu saja. Pandangan masyarakat terhadap sampah itu menjijikkan dan kotor dan harus dibakar atau dibuang dengan benar. Menurut (Sulaiman et al, 2. permasalahan sampah bukan suatu hal yang awam di indonesia, dimana sampah selalu meningkat seiring dengan kepadatan penduduk serta lahan yang terus menyempit sehingga membuat tempat pembuangan akhir untuk sampah kurang memadai, yang mengakibatkan terjadinya permasalahan yang harus segera dipecahkan. Jika tempat pembuangan sampah tidak ditindak lanjuti, maka penimbunan sampah akan terus bertambah sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan dan kerugian terhadap masyarakat. Tidak hanya itu sampah juga menyebabkan polusi udara, air dan tanah, yang dapat menjadi sumber penyakit bagi manusia. Pengelolaan sampah berkelanjutan harus bersifat partisipatif, tidak hanya didorong oleh kesadara masyarakat, akan tetapi juga keterlibatan pemangku kepentingan yang didorong oleh keterlibatan lembaga publik dalam pembentukan pengelolaan dan kerjasama dalam pengelolaan sampah (Mulasari, 2. Sesuai UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, menjelaskan bahwa sampah menjadi persoalan yang mendunia dan membutuhkan pengolahan secara menyeluruh dan terintegrasi dari hulu sampai hilir untuk mencapai manfaat ekonomi, dapat mengubah pola pikir masyarakat, serta menjadikan lingkungan masyarakat yang sehat. Kesehatan memiliki arti sebagai kesejahteraan sehat jasmani dan rohani yang memungkinkan setiap individu untuk melakukan aktivitas kehidupan sosial dan ekonomi produktif. (Eilana & Sri, 2. Permasalahan kesehatan yang ditimbulkan dari sampah diantaranya pencemaran sampah pada sumber daya air yang menjadi sumber penyakit sehingga menyebabkan sanitasi yang buruk, ketersediaan air bersih di lingkungan masyarakat menjadi patokan kesehatan. Air bersih merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia (Eliana, 2. Permaslahan lainnya yang bisa timbul dari sampah adalah penyakit yang dibawa oleh serangga vektor pembawa penyakit seperti nyamuk dan lalat. Penyakit yang biasa ditumblkan dari kedua serangga vektor ini yaitu diare dan demam berdarah dengue. Diare masih menjadi masalah besar di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah maksimum kasus diare dan gastroenteritis karena infeksi spesifik . olitis infeksiu. pada tahun 2009 adalah 143. 696, namun pada tahun 2010, diare tetap menjadi penyakit terbanyak pada pasien rawat inap. Dengan 889 kasus dan 1. 289 kasus kematian, kasus diare ini dipengaruhi oleh lingkungan hidup di mana lalat vektor penyakit dapat berkembang. Permasalahan Deman Berdarah Dengue juga tidak kalah besar dibandingkan diare (Irwana, 2. Demam berdarah dengue adalah demam akut yang menyebabkan kematian akibat infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Aedes aegypti endemik di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia (Soedarto, 2. Demam berdarah dengue disebabkan oleh empat virus dengue yang ditularkan oleh Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Sebagian besar nyamuk ini tersebar di daerah tropis dan subtropis antara Indonesia dan Australia Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 bagian utara (Kemenkes RI, 2. Masalah dengan perkembangan demam berdarah dengue ini disebabkan karena permasalahan sampah botol dan sampah lainnya yang bisa menjadi tempat genangan air untuk perkembangbiakan nyamuk demam berdarah (Irwana, 2. Menurut data Tahun 2020, jumlah kasus terkait DBD sebanyak 46 dan diare sebanyak 1. Prevalensi dapat digunakan untuk penyakit lama atau baru, karena indikator yang dihitung dapat digunakan untuk menemukan pasien baru. Prevalensi penyebut dalam Semua kasus, baik dari kasus lama maupun baru (Widoyono. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan analisis prevalensi penyakit diare dan demam beradarah dengue di Komplek Depag. Cipocok Jaya. Kota Serang. Adanya penumpukan sampah yang ditemui di sepanjang lingkungan merupakan alasan yang melatarbelakangi kajian ini mengenai pengaruh keberadaan TPS dan TPA terhadap kesehatan masyarakat. Seperti yang sudah dibahas bahwa perilaku membuang sampah sembarangan pada masyarakat juga dapat dipengaruhi oleh ketersediaan TPS dan TPA pada suatu daerah. Ketersediaan TPS dan TPA yang minim ini bisa menjadi penyebab utama penumpukan sampah pada suatu daerah, penumpukan sampah ini mengambil andil penuh terhadap kesehatan masyarakat. Kajian ini membuktikan keterkaitan antara keberadaan jumlah TPS dan TPA pengaruhnya terhadap lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat sekitar. METODE Penelitian ini dilaksanakan di cipocok jaya komplek depag. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling degan pertimbangan untuk menganalisis pengaruh keberadaan TPS dan TPA terhadap kualitas kesehatan di komplek depag. Seperti Tertera Pada Gambar 1. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode simple random sampling. Dimana setiap unit populasinya memiliki kemungkinan banyaknya populasi sama dengan yang dipilih sebagai sampel terdiri dari 100 orang dari keluarga yang Analisis kesehatan akan ditinjau dari keberadaan TPS dan TPA dalam hubungan kebersihan lingkungan serta kualitas dari kesehatan masyarakat yang tinggal di komplek depag. Tahap kegiatan . melakukan survey dengan menyebarkan gfrom kepada responden . melakukan observasi jumlah ketersediaan TPS dan mendokumentasikannya. Kriteria pemilihan responden: Responden yang akan dipilih yaitu anggota keluarga yang berada di komplek depag yang berasal dari keluarga yang berbeda. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Gambar 1. Peta Lokasi TPS ke TPA Cipocok Jaya. Kota Serang (Sumber : https://w. com/maps/dir/Komplek Depag Ciwar. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilaksanakan di Cipocok Jaya Kompleks Depag dan Cilowong Kota Serang. Penumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dan melakukan observasi ketersediaan TPS dan TPA di kompleks Depag. Angket (Kuisione. ini disebarkan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kompleks Depag dengan partisipan sebanyak 100 orang dari keluarga yang berbeda. Setelah itu, akan dilakukan observasi dokumentasi ketersediaan TPS, data yang diperoleh akan dianalisis dengan mengaitkan hubungan berdasarkan literatur dari kajian pustaka. Analisis Data Data yang dianalisis merupakan data kuantitatif berupa data hasil kuisoner dari masyarakat yang akan diubah menjadi diagram. Dengan ini, analisis data menggunakan metode deskriptif untuk menyajikan data hasil kuisioner menggunakan diagram lingkaran dan diagram batang dari tabel inventarisasi data jumlah TPS di kompleks Depag untuk mengkaji hubungan antara kualitas kesehatan dengan jumlah TPS yang tersedia. HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah TPS di kompleks Depag. Kota Serang. Kecamatan Cipocok Jaya Peneliti mengamati secara umum terdapat 44 TPS batu dan semen dengan kapasitias 1,5 mA sampai 4 mA. Terlihat bahwa persebaran lokasi TPS tidak merata dan terdapat beberapa lokasi TPS. Jarak antar TPS relatif sempit seperti yang terlihat pada gambar 1. Peta Lokasi TPS ke TPA Cipocok Jaya. Kota Serang. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Gambar 1. Diagram batang hasil tabel jumlah TPS Kompleks Depag Gambar 2. Diagram Lingkaran Hasil Kuisoner Gambar 3. Data primer, kasus DBD dan Diare masyarakat Komplek Gepag Saat ini kota serang hanya memiliki satu fasilitas TPA. TPA tersebut adalah TPA Cilowong yang terletak di Kecamatan Taktakan, sebelah barat Kota Serang. Setiap tahun. TPA Cilowong selalu mengalami peningkatan limbah. Jika Kondisi ini tidak disertai dengan pembuangan sampah yang baik. TPA dapat dengan cepat mengisi dan memperpendek TPA. Nilai TSK tertinggi Pada penelitian ini adalah 0,42 kg/orang/hari. Cipocok Jaya menempati urutan berikutnya Pada nilai TSK sebesar 0,34 kg/orang/hari. Untuk beberapa sub wilayah lainnya, nilai TSK tidak berbeda aignifikan, sekitar 0,28-0,30 kg/orang/hari. Nilai TSK menunjukkan bahwa jumlah sampah yang dihasilkan suatu daerah sangat bergantung pada jumlah penduduknya. Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 Semakin banyak orang di suatu daerah, semakin banyak kemungkinan setiap orang akan menghasilkan sampah. Tabel 1. Hasil pengukuran dan analisis Timbulan sampah di seluruh wilayah Kota Serang Sub kawasan Jiwa Cipocok Jaya Serang Kasemen Walantaka Taktakan Curug Total TSK TSK . alam Tahu. Berat Sampah . g/har. 49, 93 145, 98 50, 05 45, 28 33, 78 23, 05 348, 08 0,35 kg/orang/tahun 127, 75 kg/orang/tahun Dari data yang diperoleh didapatkan keismpulan bahwasannya terdapat kaitan yang pasti antara ketersediaan TPS dan TPA dengan kualitas kesehatan. Ketersediaan TPS akan berpengaruh terhadap prilaku masayrakat yang perduli akan kondisi lingkungannya. Ketersediaan TPS dan TPA yang kurang memadai akan menyebabkan perilaku menyimpang dari masyarakat seperti membuang sampah domestik sembarangan disungai ataupun memilih opsi menimbun sampah pada tempat yang tidak layak seperti di depan rumah. Adanya tindakan menyimpang dari masyarakat ini dapat mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat sendiri. Kualitas ini dapat diukur dari keberadaan serangga vektor seperti nyamuk dan lalat yang dapat membawa penyakit. Seperti pada data yang ada, bahwa sebagian masyarakat yang melihat keberadaan botol dengan ditumbuhi jentik nyamuk dan melihat sampah domestik berserakan dilingkungan menunjuk opsi bahwasannya mereka pernah mendengar keberadaan kasus DBD pada lingkungannya dan mereka menunjuk opsi bahwasannya keluarga mereka pernah terkena diare, hal ini menunjukan adanya pengaruh negatif dari hungan keterbatasan TPS dengan prilaku masyarakat dan kualitas kesehatan masyarakat. Berdasarkan BPS kota Serang . , luas kecamatan Cipocok Jaya di kota Serang sekitar 11,82% atu 31,54 kmA/sq. km, dengan jumlah desa atau kelurahan sebanyak 8 dan populasi penduduk sebanyak 98. data tahun 2020, jumlah kasus terkait dengan DBD ditemukan sebanyak 45 kasus dan diare 1. 890 kasus. Seiring bertambahnya jumlah penduduk, semakin bertambah pula jumlah sampah yang dihasilkan dan begitu pula dengan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. Pertamabahan sampah akan meningkatkan kebutuhan sarana pengelolaan sampah, terutama berkenaan dengan kebutuhan sarana TPA (Hanafiah, 2. Pembahasan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya tentang pengaruh TPS. TPA dan pengelolaan sampah dengan kesehatan masyarakat. Penelitian yang dilakukan oleh mangguang . , berdasarakan analisis ditemukan hubungan yang signifikan antara tempat pembuangan sampah dan perkembangan diare pada balita (P = 0,. Menurut Hamzah . , hasil Jurnal Ilmiah IKIP Mataram | Volume 9. Nomor 2, 2022 analisis menunjukkan adanya hubungan antara pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita. Menurut Notoatmodjo . , pengelolaan sampah yang baik tidak hanya untuk kesehatan tetapi juga untuk keindahan Pengolahan sampah di sini meliputi pengumpulan, pengangkutan, pemusnahan, atau pengolahan sampah sedemikian rupa sehingga sampah tidak mengganggu dan tidak berdampak pada kesehatan masyarakat dan lingkungan (Ragil, 2. Konsep pengelolaan fasilitas persampahan khususnya fasilitas TPS Kota Serang telah diatur dalam Dokumen Umum Penataan Ruang (RUTR) Kota Serang dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2013, namun konsep pengelolaan dan perencanaan pembangunannya masih bersifat umum. Rencana pengemabangan fasilitas TPS di Kota Serang dalam dokumen ini bertujuan untuk mengembangkan fasilitas TPS jenis kontainer kapasitas 8-10 mA dan wilayah pelayanan yang relatif luas . ang dapat melayani 1-2 desa/keluraha. Pada kenyataannya pengelolaan sampah di kota serang khususnya di Kecamatan Cipocok Jaya, tidak menerapkan konsep tersebut. Selain itu, peletakan fasilitas TPS di komplek Depag. Cipocok Jaya, pengelola belum memiliki standar teknis khusus. Seblumnya, penempatan fasilitas TPS di Kota Serang hanya didasarkan pada kebutuhan yang muncul dari tuntutan Menurut Darmasetiawan . , salah satu kriteria dalam penentuan lokasi TPS adalah lokasi TPS yang tidak jauh dari sumber sampah dan berada di tengah wilayah pelayanan. Dengan hal tersebut, paradigma penentuan lokasi TPS ke depan perlu mempertimbangkan aspek masyarakat yang biasa digunakan dalam penentuan lokasi fasilitas TPS, serta aspek masyarakat sebagai pengguna fasilitas tersebut. Perilaku membuang sampah sembarangan ini juga dapat berbentuk dari jumlah sampah yang dihasilkan sudah didistribusikan ke luar TPS. Dalam keadaan ini, sampah tidak dibuang bersama dengan sampah yang berserakan di sekitarnya, sehingga terdapat anggapan bahwa lingkungan pribadi tidak hanya terkontaminasi oleh sampah individu, tetapi juga oleh sampah dari luar individu (Pratama, 2. Adanya perilaku menyimpang ini juga dapat dipengaruhi oleh terbatasnya ketersediaan TPS. Lingkungan kotor ini pembawa berbagai jenis penyakit seperti nyamuk penyebab demam berdarah dan lalat penyebab diare. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa ketersediaan TPS akan berpengaruh terhadap perilaku menyimpang seperti membuang sampah Akibatnya, akan banyak sampah ditemui, dimana sampah ini akan menimbulkan permasalahan besar jika menjadi tempat hidup serangga vektor yaitu nyamuk dan lalat. Tentu hal ini akan berdampak negatif bagi kualitas kesehatan masyarakat setempat, seperti penyakit DBD dan diare. DAFTAR PUSTAKA