PENGARUH PENGENDALIAN INTERNAL DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN (STUDI PADA PT PLN AREA BOJONEGORO) Nurul Fauziyah Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Islam Darul AoUlum Lamongan e-mail : nurulfauziyah@unisda. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of internal control and utilization technology information on the quality of financial statements on PLN Area Bojonegoro. Data used this study using primary data obtained from respondents who worked as an accounting section, finance, or The sampling method using a purposive sampling method with the number of respondents is 38 people, 35 usable responses were gathered. Data analysis techniques used include multiple linear regression using SPSS 18. 0 for windows. The result showed that . internal control are positive and significant effect on the quality of financial statements . utilization technology information are positive and significant effect on the quality of financial statements . the simultaneous internal control and utilization technology information are positive and significant effect on the quality of financial Keywords : Internal Control. Utilization Technology Information. Quality Of Financial Statements. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pada PLN Area Bojonegoro. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari responden yang bekerja sebagai pegawai bagian akuntansi, keuangan atau tata usaha. Metode penentuan sampel menggunakan metode puposive sampling dengan jumlah responden 38 orang, diperoleh 35 responden yang dapat dimasukkan dalam pengolahan data. Teknik analisis data yang digunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 18. 0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan . pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan . secara simultan pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Kata Kunci : Pengendalian Internal. Pemanfaatan Teknologi Informasi. Kualitas Laporan Keuangan. PENDAHULUAN Setiap perusahaan pada suatu periode akan melaporkan semua kegiatan keuangannya dalam bentuk ikhtisar keuangan atau laporan keuangan. Pelaporan keuangan menjadi sarana bagi perusahaan untuk mengkomunikasikan berbagai informasi dan pengukuran secara ekonomi mengenai sumberdaya yang dimiliki serta kinerja kepada berbagai pihak yang mempunyai kepentingan atas informasi Informasi dalam laporan keuangan mempunyai potensi untuk mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh para investor. Informasi akan bermanfaat jika menyebabkan investor mengubah kepercayaan dan tindakan mereka (Soetedjo, 2009: . Laporan keuangan harus disusun berdasarkan sistem pengendalian internal sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Peran aiatem pengendalian internal adalah untuk meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Hasil pemeriksaan BPK atas BUMN dan badan lainnya dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) 1 tahun 2016 mengungkapkan 57 temuan yang memuat 99 permasalahan. Permasalahan tersebut terdiri atas 65 kelemahan sistem pengendalian internal dan 34 kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dan mengakibatkan kerugian senilai Rp12,19 miliar. Hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) pada BUMN dan badan lainnya secara umum menyimpulkan rancangan sistem pengendalian internal belum sepenuhnya efektif untuk mencapai tujuan pengendalian dan belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. umber: w. Selain pengendalian internal faktor lain yang berpengaruh pada kualitas laporan keuangan adalah pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan (Kurniawan, 2. Perusaahan wajib mengembangkan dan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan mengembangkan sebuah sistem pengendalian internal memerlukan pemahaman yang seksama terhadap kemampuan teknologi informasi dan risikonya, begitu pula dengan penggunaan teknologi informasi untuk mencapai tujuan pengendalian sebuah perusahaan (Romney dan Steinbart, 2016: . Penelitian ini mengkaji mengenai pengendalian internal. TINJAUAN PUSTAKA Pengendalian Internal Pengendalian internal adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan direksi entitas, manajemen, dan personel lainnya, yang dirancang untuk memberikan kepastian yang beralasan terkait dengan pencapaian sasaran kategori sebagai berikut: efektivitas dan efesiensi operasi. keandalan pelaporan keuangan. dan ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku (Rama dan Jones 2011:. Pengendalian internal adalah suatu kebijakan, prosedur, metode, dokumentasi, peralatan fisik, dan manusia yang komponen-komponen di dalamnya saling menunjang dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan perusahaan (Purwaji. Wibowo, dan Lastanti, 2016:. Perusahaan tidak akan berjalan dengan baik apabila salah satu komponen sumber daya manusi tidak menjalankan pengendalian internal dengan baik, semua sumber daya manusia yang terlibat dalam perusahaan berperan dalam pengendalian internal. Lima komponen pengendalian internal yang saling berhubungan menurut Purwaji. Wibowo, dan Lastanti . sebagai berikut: Lingkungan pengendalian (Control Environmen. Lingkungan pengendalian suatu perusahaan mencakup sikap manajemen dan seluruh karyawan terhadap pentingnya pengendalian yang ada didalam perusahaan tersebut. Penilaian Risiko (Risk Assessmen. Penilaian risiko adalah mekanisme yang ditetapkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas operasional Semua perusahaan pasti akan menghadapi risiko . aik berasal dari dalam maupun luar perusahaa. seperti perubahan lingkungan operasi, perubahan teknologi, ancaman persaingan, perubahan selera konsumen, dan perubahan undang-undang. Aktivitas Pengendalian (Control Activitie. Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan, prosedur dan mekanisme yang ditetapkan oleh manajemen untuk memastikan bahwa aktivitas perusahaan telah sejalan dengan tujuan yang ditetapkan. Pemantauan (Monitorin. Pemantauan adalah proses penentuan kualitas kinerja pengendalian internal yang dilakukan secara rutin sepanjang waktu. Pemantauan mencakup kegiatan penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu serta pengambilan tindakan koreksi. Informasi dan Komunikasi Informasi dan komunikasi merupakan elemen penting dalam pengendalian internal perusahaan. Informasi mengenai lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, dan pemantauan diperlukan oleh manajemen sebagai pedoman operasional. Pemanfaatan Teknologi Informasi Menurut Romney dan Steinbart . Informasi adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki pengambilan Teknologi informasi dapat didefinisikan sebagai suatu alat yang yang digunakan untuk mengolah dan mengirimkan atau menyajikannya secara elektronik menjadi informasi yang bermanfaat bagi pemakainya (Jogiyanto, 2008:. Teknologi informasi sangat berguna untuk memperbaiki kinerja individu dan organisasi. Teknologi yang digunakan dalam sistem teknologi informasi adalah teknologi komputer, teknologi komunikasi dan teknologi lainnya yang dapat memberikan nilai tambah untuk organisasi. Teknologi informasi merupakan hal yang penting yang harus dimiliki oleh setiap Suatu sistem teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan yang mendasar untuk menjalankan semua aktivitas perusahaan terutama aktivitas Teknologi informasi berperan sebagi alat bantu pembuatan keputusan Pemanfaatan teknologi informasi mencakup adanya pengolahan data, pengolahan informasi, sistem manajemen dan proses kerja secara elektronik dan pemanfaatan kemajuan teknologi informasi (Kurniawan, 2. Hal yang harus perhatikan dalam pemanfaatan teknologi informasi menurut Haza . sebagai berikut: Tersedianya komputer yang cukup untuk pelaksanaan tugas. Jaringan internet telah terpasang diunit kerja. Jaringan komputer telah dimanfaatkan sebagai penghubung dalam pengiriman data dan informasi antar unit kerja. Setiap proses akuntansi dilakukan secara komputerisasi. Pengolahan data keuangan menggunakan software sesuai dengan peraturan. Adanya jadwal pemeliharaan peralatan secara teratur. Laporan akuntansi dan manajerial dihasilkan dari sistem yang terintegrasi. Peralatan yang sudah usang dan rusak segera diperbaiki. Kualitas Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan bentuk pertanggungjawaban atas kepengurusan sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas. Laporan keuangan yang diterbitkan harus disusun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku agar laporan keuangan tersebut dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau dibandingkan dengan laporan keuangan entitas lain (Armando. Tujuan laporan keuangan yaitu untuk menyajikan laporan posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya secara wajar dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (Harahap, 2007:. Karakteristik kualitatif informasi laporan keuangan menurut Harahap . sebagai berikut: Dapat Dipahami Kualitas penting informasi yang disajikan dalam laporan keuangan adalah kemudahannya untuk segera sapat dipahami oleh pemakai. Relevan Laporan keuangan dikatakan bermanfaat apabila informasi di dalamnya relevan dengan kebutuhan pengguna untuk proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relavan jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan cara membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Materialitas Informasi dipandang material jika kelalaian untuk mencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasi tersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atas dasar laporan keuangan. Keandalan Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang tulus atau jujur . aithful representatio. dari yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Penyajian Jujur Informasi dalam laporan keuangan harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan. Substansi Mengungguli Bentuk Transaksi, peristiwa dan kondisi lain dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi dan bukan hanya bentuk hukumnya. Netralitas Informasi harus diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan tidak bergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak tertentu, tidak boleh ada usaha untuk menyajikan informasi yang menguntungkan beberapa pihak, sementara hal tersebut akan merugikan pihak lain yang mempunyai kepentingan yang berlawanan. Pertimbangan Sehat Penyusunan laporan keuangan adakalanya menghadapi ketidakpastian peristiwa dan keadaan tertentu, seperti ketertagihan piutang yang diragukan, perkiraan masa manfaat pabrik serta peralatan, dan tuntutan atas jaminan garansi yang mungkin timbul. Pertimbangan sehat mengandung unsur kehatihatian pada saat melakukan perkiraan dalam kondisi ketidakpastian sehingga aktiva atau penghasilan tidak dinyatakan terlalu tinggi dan kewajiban atau beban tidak dinyatakan terlalu rendah. Kelengkapan Informasi dalam laporan keuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan . mengakibatkan informasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karena itu tidak dapat diandalkan dan tidak sempurna ditinjau dari segi relevansi. Dapat Dibandingkan Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan antarperiode untuk mengidentifikasi kecenderungan . posisi dan kinerja Hipotesis Arikunto . menyatakan hipotesis diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hubungan Antara Pengendalian Internal dengan Kualitas Laporan Keuangan Pengendalian internal mencakup kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, dan sistem informasi yang digunakan untuk melindungi aset-aset perusahaan dari kerugian atau korupsi, dan untuk memelihara keakuratan data keuangan (Rama dan Jones, 2011:. Sasaran pengendalian internal yaitu mencakup efektivitas dan efesiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. dan pengamanan aset. Mahaputra dan I Wayan Putra . menyatakan sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hubungan Antara Pemanfaatan Teknologi Informasi dengan Kualitas Laporan Keuangan Komputer sebagai salah satu komponen dari teknologi informasi merupakan alat yang bisa melipatgandakan kemampuan yang dimiliki manusia dan komputer juga bisa mengerjakan sesuatu yang manusia mungkin tidak mampu Pengolahan data dengan komputer akan meningkatkan nilai data tersebut. Suatu sistem informasi meliputi infrastruktur . omponen fisik dan perangkat kera. , perangkat lunak, manusia, prosedur dan Banyak sistem informasi memanfaatkan informasi teknologi. Sistem informasi mengidentifikasi, merekam, dan menyebarkan informasi mendukung tercapainya tujuan pelaporan keuangan dan tujuan pengendalian internal (Tuanakotta, 2015:. Irfan Ikhwanul Haza . menyatakan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hubungan Antara Pengaruh Pengendalian Internal dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dengan Kualitas Laporan Keuangan Prosedur pengendalian ditetapkan untuk menstandarisasi proses kerja, sehingga menjamin tercapainya tujuan organisasi dan mencegah atau mendeteksi terjadinya kesalahan (Kurniawan, 2. Laporan keuangan yang berkualitas adalah laporan keuangan yang jauh dari kesalahan, yang dapat memberikan informasi yang andal dan relevan untuk pengambilan keputusan para pengguna laporan keuangan. Pemanfaatan terknologi informasi sangat dibutuhkan dalam membuat laporan keuangan yang berkualitas, teknologi informasi dapat meningkatkan efesiensi pekerjaan, dan mengurangi risiko terjadinya kekeliruan dan kesalahan pencatatan atau perhitungan. Suatu sistem yang berkualitas, dirancang, dibangun dan dapat bekerja dengan baik apabila bagian bagian yang terintegrasi dengan sistem tersebut beroperasi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Salah satu bagian di dalam sistem informasi akuntansi yang menunjang kelancaran kerja sistem informasi akuntansi tersebut adalah pengendalian internal. Menurut Mahaputra dan I Wayan Putra . menyatakan pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian lain yang dilakukan oleh Primayana dkk . menyatakan pengendalian internal dan pemenfaatan teknologi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterandalan pelaporan Berdasarkan landasan teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang telah dipaparkan, maka hipotesis yang dirumuskan sebagai berikut: H1: Pengendalian internal berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. H2: Pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap kualitas laporan H3: Pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi secara bersamasama berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Gambar 1. Kerangka Konseptual Pengendalian Internal (X. Kualitas Laporan Keuangan (Y) Pemanfaatan Teknologi Informasi (X. Keterangan : = Berpengaruh secara parsial = Berpengaruh secara simultan METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertempat di salah satu BUMN di Indonesia yaitu PT PLN (Perser. Area Bojonegoro dan 8 . kantor rayon PT PLN (Perser. yang tersebar diwilayah Bojonegoro. Tuban. Lamongan. Populasi dan teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT PLN (Perser. Area Bojonegoro. Menurut Arikunto . sampel merupakan sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari: Manajer. Assistant Manajer. Supervisor, dan staff karyawan. Teknik pengambilan sampel atas responden dilakukan dengan teknik nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling\. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011: . Berdasarkan populasi diatas peneliti tidak melakukan penelitian kepada semua karyawan yang berada di PT PLN (Perser. Area Bojonegoro, dari jumlah populasi sebanyak 141 responden yang memenuhi kriteria dan dapat dijadikan sampel sebanyak 38 responden. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang langsung diperoleh dari sumbernya tanpa perantara melalui kuesioner yang diberikan kepada para Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kuesioner secara personal dimana kuesioner disampaikan dan dikumpulkan langsung oleh peneliti. Definisi Operasional Tabel 1. Operasional Variabel Variabel Variabel X1 Pengendalian Internal Konsep Variabel Pengendalian internal merupakan suatu kebijakan, prosedur, metode, dokumentasi, perlatan fisik, dan manusia yang komponenkomponen di dalamnya saling menunjang dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan peusahaan. Variabel X2 Pemenfaatan Teknologi Informasi Teknologi informasi adalah segala cara atau alat yang terintegrasi yang digunakan untuk menjaring data, mengolah dan mengirimkan atau menyajikan secara elektronik menjadi informasi dalam berbagai format yang bermanfaat bagi pemakainya. Indikator Lingkungan pengendalian Penilaian risiko Aktivitas pengendalian Pemantauan Informasi dan komunikasi Sumber Purwaji dkk, . Tersedianya komputer. Jaringan internet. Pemanfaatan Proses akuntansi secara Pengolahan Jadwal peralatan secara teratur. sistem yang terintegrasi. Perbaikan komputer. Haza . Variabel Y Kualitas Laporan Keuangan Suatu laporan keuangan dapat memberi manfaat bagi para pemakainya maka laporan keuangan tersebut harus mempunyai nilai informasi yang berkualitas dan berguna dalam pengambilan keputusan. Dapat dipahami Relevan Materialitas Keandalan Penyajian jujur Subtansi mengungguli bentuk Netralitas Pertimbangan sehat Kelengkapan Dapat dibandingkan Harahap . Metode Analisis Data Motode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan regresi linier berganda meliputi uji koefesien determinasi (R. Uji t, dan Uji F. Pengukuran kualitas data menggunakan Uji validitas dan reliabilitas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Peneliti mengambil sampel sebanyak 8 kantor Rayon yang tersebar di Bojonegoro. Tuban. Lamongan dan 1 kantor Area Bojonegoro. Kuesioner yang diberikan sebanyak 38 dan kuesioner yang kembali sebanyak 38 atau 100%. Jumlah kuesioner yang dapat diolah sebanyak 35 atau 92%, kuesioner yang tidak dapat diolah sebanyak 3 atau 8%. Hasil Uji Validitas Tabel 2 Hasil Uji Validitas Variabel KMO MSA Nilai Kritis Keterangan Pengendalian Internal Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) Kualitas Laporan keuangan 0,868 > 0,5 Valid 0,840 > 0,5 Valid 0,718 > 0,5 Valid Sumber: hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18. Dari hasil uji validitas yang terlihat pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai KMO MSA pada setiap variabel memiliki nilai > 0,5. Hasil tersebut menandakan bahwa instrumen dinyatakan valid. Hasil Uji Reliabilitas Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pengendalian Internal CronbachAos Alpha Nilai Kritis Keterangan 0,926 > 0,6 Reliabel Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) Kualitas Laporan keuangan 0,922 > 0,6 Reliabel 0,929 > 0,6 Reliabel Sumber: hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18. Tabel 4. 2 Menujukkan nilai CronbachAos Alpha atas setiap variabel > 0,6. Hasil tersebut menjukkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini dinyatakan Uji Multikolinieritas Tabel 4 Hasil Uji Multikolinieritas Model Collinearity Statistics Tolerance (Constan. Pengendalian Internal Pemanfaatan TI VIF ,472 ,472 2,119 2,119 Sumber: hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18. Berdasarkan Tabel diatas terlihat bahwa nilai Tolerance lebih dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10 untuk setiap variabel, hasil tersebut menunjukkan bahwa model persamaan regresi tidak terdapat masalah multikolinieritas dan dapat digunakan dalam penelitian ini. Uji F Tabel 5 Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of Squares Regression 1450,877 Residual 90,723 Total 1541,600 Sumber: hasil pengolahan data primer dengan SPSS 18. Mean Square 725,439 2,835 Sig. ,000a 255,879 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dalam pengujian menujukkan hasil fhitung sebesar 255,879 > ftabel sebesar 2,90, dengan nilai signifikansi = 0, 000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara simultan dari semua variabel yang meliputi pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan. Uji t Tabel . Hasil Uji t Coefficientsa Model (Constan. Pengendalian Internal Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta 2,197 1,601 ,961 ,107 ,563 1,372 9,020 Sig. ,180 ,000 Pemanfaatan Teknologi ,568 Informasi Dependent Variable: Kualitas Laporan Keuangan ,074 ,481 7,698 ,000 Sumber : data primer yang diolah dengan SPSS 18. Variabel pengendalian internal memiliki t hitung sebesar 9,020 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Thitung sebesar 9,020 > ttabel senilai 1,695 dan nilai sig 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Variabel pemanfaatan teknologi informasi memiliki t hitung sebesar 7,698 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Thitung sebesar 7,698> ttabel senilai 1,695 dan nilai sig 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Pembahasan Variabel pengendalian internal memiliki t hitung sebesar 9,020 > ttabel 1,695 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05, artinya signifikan. Hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, bahwa pengendalian internal berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Dari hasil pengujian hipotesis ditemukan adanya bukti yang menujukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan dan hubungannya positif. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Mahaputra dan I Wayan Putra . yang menyatakan bahwa pengendalian internal berpemgaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. variabel pemanfaatan teknologi informasi memiliki t hitung sebesar 7,698 > ttabel 1,695 dengan nilai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05, artinya signifikan. Hal ini berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan Dari hasil pengujian hipotesis ditemukan adanya bukti yang menujukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan dan hubungannya Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Haza . yang menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil pengujian menujukkan hasil fhitung sebesar 255,879 > ftabel sebesar 2,90, dengan nilai signifikansi = 0, 000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh secara simultan dari semua variabel yang meliputi pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan. Semakin besar penerapan sistem pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi maka kualitas laporan keuangan akan semakin baik. Adanya penerapan sistem pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan, mengurangi tindak kecurangan dan kekeliruan dalam pencatatan laporan keuangan, serta dapat memberi keyakinan yang memadai bagi para pengguna laporan keuangan atas keterandalan laporan keuangan tersebut. Laporan keuangan yang berkualitas akan memberikan keyakinan bagi para pengguna dalam pengambilan Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Primayana. Atmadja, dan Darmawan . yang menyatakan bahwa pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi secara simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap kualitas laporan keuangan. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil analisis tentang pengaruh pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan sistem pengendalian internal maka semakin tinggi tingkat untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam mencapai tujuan mengenai keandalan suatu laporan keuangan kepada pihak pengguna laporan keuangan tersebut sehingga dapat dipercaya. Pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan sistem pengendalian internal maka semakin tinggi tingkat untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam mencapai tujuan mengenai keandalan suatu laporan keuangan kepada pihak pengguna laporan keuangan tersebut sehingga dapat dipercaya. Pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Adanya penerapan sistem pengendalian internal dan pemanfaatan teknologi informasi yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan, mengurangi tindak kecurangan dan kekeliruan dalam pencatatan laporan keuangan, serta dapat memberi keyakinan yang memadai bagi para pengguna laporan keuangan atas keterandalan laporan keuangan tersebut. Saran Peneliti dimasa mendatang diharapkan dapat menyajikan hasil penelitian yang lebih berkualitas lagi dengan adanya beberapa masukan mengenai beberapa hal, sebagai berikut: Untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan perusahaan, manajemen harus lebih memperhatikan karyawannya untuk dapat memahami dan meningkatkan pengendalian internal serta dapat memanfaatkan teknologi informasi saat ini yang sudah semakin canggih, sehingga mampu membuat laporan yang Untuk penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel atau mengganti variabel dengan variabel lain yang lebih berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, misalnya kompetensi sumber daya manusia. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan waktu penelitian yang tepat, terutama penelitian dengan menggunakan data primer, karena penelitian menggunakan data primer memerlukan waktu yang lama. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas daerah penelitian, sehingga hasil penelitian lebih mungkin disimpulkan umum. DAFTAR PUSTAKA