P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 OPTIMASI PENJADWALAN PRODUKSI MINYAK KELAPA SAWIT DENGAN METODE GUPTA OPTIMIZATION OF CRUDE PALM OIL PRODUCTION SCHEDULING WITH GUPTA METHOD Widi Ihdina Nabillaa. Rina Filia Sarib a Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara Medan widiihdinanabilla@gmail. b Program Studi Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara Medan rinafiliasari@uinsu. ABSTRAK Penjadwalan adalah proses mengendalikan, mengatur, dan memaksimalkan suatu pekerjaan serta beban kerja dalam proses produksi, yang bertujuan untuk meminimalkan waktu proses produksi. Penelitian ini berisi tentang penjadwalan produksi minyak kelapa sawit dengan menghitung waktu produksi setiap job, dengan mencari nilai makespan yang optimal di salah satu PT. Perkebunan Nusantara. Untuk megoptimalkan penjadwalan mesin digunakan metode GUPTA. Penelitian ini menghasilkan penjadwalan produksi pada mesin dengan urutan J2-J3-J5-J4. Dengan metode GUPTA nilai makespan . yang dihasilkan 920 menit sedangkan dari perusahaan nilai makespan . nya 840 menit. Kata Kunci : Optimasi. Penjadwalan Produksi. GUPTA. Makespan. Flowshop ABSTRACT Scheduling is the process of controlling, managing and maximizing a job and workload in the production process, which aims to minimize the time of the production process. This research contains the scheduling of palm oil production by calculating production time of each job, by finding the optimal makespan value in one of the Archioelago Plantation. To optimize machine scheduling the GUPTA method is used. The resulted in production schedulling on machines is J2-J3-J5-J5. With GUPTA Method, the value of makespan . is 920 minutes. The company value of makespan . is 840 minutes. Keywords : Optimization. Production Scheduling. GUPTA. Makespan. Flowshop PENDAHULUAN parafin, perawatan badan dan perawatan Minyak kelapa sawit (Crude Palm Oi. Produksi dihasilkan dari tumbuhan kelapa sawit. terbanyak pada tahun 2018 berasal dari Minyak kelapa sawit ialah bahan baku perkebunan besar swasta sebesar 25,44 juta AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 59,32%. Produksi Optimasi. (Wid. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 berikutnya dari perkebunan rakyat yang jumlah produksinya menggapai 15,30 . Perebusan Tandan juta ton ataupun senilai 35,67%. Produksi ke dalam boiler tempat rebusan yang terbuat minyak kelapa sawit terkecil dihasilkan oleh dari bahan plat baja berlubang . , perkebunan besar negeri yang mempunyai kemudian dimasukkan ke dalam sterilizer jumlah produksi sebesar 2,15 juta ton yaitu bejana alat perebusan selama 90 menit. ataupun senilai 5,01%. Produksi minyak Proses perebusan bertujuan agar mematikan kelapa sawit terbanyak pada tahun 2019 enzim-enzim kualitas minyak. sebanyak 30,06 juta ton ataupun senilai TBS ditimbang setelah itu dipindahkan . Perontokan Buah dari Tandan 62,08%. Produksi terbanyak berikutnya dari Pada tahap ini proses perontokan buah perkebunan rakyat yang jumlah produksinya yang masih melekat di tandan, setelah itu mencapai 16,22 juta ton ataupun senilai dikumpulkan lalu dibawa oleh digester. 33,51%. Produksi minyak kelapa sawit Bertujuan terkecil dihasilkan oleh perkebunan besar brondolan . dari tangkai tandan. negeri yang mempunyai jumlah penciptaan . Pengolahan Minyak dari Brondolan sebesar 2,13 juta ton ataupun senilai 4,41%. Buah dibawa oleh Fruit Conveyor lalu Proses produksi kelapa sawit diawali dimasukkan ke dalam digester agar buah dengan mengelolah bahan baku berupa tersebut lepas dari biji. Dalam proses tandan buah segar (TBS). Proses pengolahan TBS bantuan uap dengan temperatur stabil dan memperoleh minyak dengan kualitas terbaik, normal antara 100A Ae 130AC. Setelah selesai tingkatan keasaman yang sangat rendah, lalu dimasukkan ke pengepresan Scew Press serta minyak yang dapat dipucatkan. Proses . lat pengepresa. supaya minyak terpisah tersebut melewati waktu yang panjang serta dari biji. Saat proses pengepresan diperlukan tambahan suhu antara 10% - 15% terhadap kapasitas jumlah pengepresan. Maka hasil . ataupun TBS dari tempat pengangkutan hasil hingga menghasilkan minyak kelapa sawit. menghasilkan minyak agresif . dan Berikut tahapan proses produksi minyak ampas beserta biji. kelapa sawit : Proses Pemurnian Optimasi. (Wid. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 Minyak dari oil tank dialirkan ke Oil 337 GUPTA dapat menentukan nilai index untuk Purifer buat memisahkan sisa kotoran yang tiap pekerjaan serta dapat mengurutkan mempunyai kandungan air. Setelah itu pekerjaan dengan ketentuan nilai index dialirkan ke Vacuum Drier. Setelah itu melewati Sarvo Balance, sampai minyak menentukan nilai Cmax. Metode GUPTA kelapa sawit dipompa melalui Oil Storage dapat menyelesaikan permasalahan mesin Tank . angkit timbu. yang berjumlah lebih dari dua dengan Proses . ncreasing menggunakan mesin yang bekerja secara setiap proses pada mesin awal dengan mesin berurutan tahap demi tahap. Proses tersebut selanjutnya, sehingga dapat menentukan nilai yang paling optimal. Proses dilakukan memakai lebih dari 2 tipe mesin Berdasarkan rumusan masalah terkait dengan tipe berbeda. Satu mesin hanya bisa penjadwalan produksi minyak kelapa sawit, digunakan buat Untuk GUPTA. oleh perusahaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan disalah satu mengoptimalkan waktu sehingga efektif PT. Perkebunan Nusantara dengan melalui serta efisien. Dalam penjadwalan produksi langkah sesuai urutan alur yang sudah dibuat minyak kelapa sawit terjalin proses alokasi dan dilakukan. Penelitian ini melalui tahapan sumber daya . dalam melaksanakan mulai dari survei lapangan, mengidentifikasi serangkaian tugas pada periode tertentu, oleh masalah, mengumpulkan data, perancangan model, pengujian model, akurasi, sampai minyak kelapa sawit menggunakan metode perencanaan dan penjadwalan yang tepat Penjadwalan . penulisan laporan. Penelitian Untuk mengoptimalkan penjadwalan terapan, dilakukan dengan menelaah sumber mesin pada penelitian ini digunakan metode yang berkaitan dengan penelitian terdahulu. GUPTA. Metode GUPTA dapat digunakan buku, jurnal tedahulu yang berkaitan. Data untuk meminimalkan makespan. Metode dalam penelitian ini adalah data sekunder AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Optimasi. (Wid. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 437 berupa bukti, catatan atau laporan yang telah tersusun dan diperoleh dari perusahaan. Membuat perhitungan data yang sudah dikumpulkan menggunakan Microsoft Excel. Hasil yang diperoleh dari penjadwalan Mulai produksi yaitu total waktu secara optimal serta makespan yang paling minimum. Mengidentifikasi masalah Dalam penelitian ini langkah metode GUPTA dapat menentukan nilai index untuk Megumpulkan data Urutan memastikan nilai Cmax . dari Perancangan Model setiap urutan mesin dalam mengidentifikasi Pengujian Model urutan job, terdapat bahwasannya jumlah urutan yang lebih dari Akurasi satu, maka setiap urutan akan dihitung duration time, start time, dan ready time Selesai dalam masing-masing mesin. Final output Gambar 1. Tahapan Penelitian ialah nilai Cmax pada mesin terakhir, yaitu Mengumpulkan data yang digunakan dengan mengakumulasikan nilai ready time untuk menghitung waktu proses penjadwalan dari masing-masing job pada mesin terakhir. Pada penelitian ini data yang Ada juga urutan job tersebut diperoleh dari digunakan pada tahun 2021. perhitungan nilai index dalam masing- Menghitung waktu proses penjadwalan masing job pada setiap mesin. Urutan job produksi setiap job pada mesin bersumber ialah urutan nilai index dari yang terkecil pada rencana kerja yang diperoleh serta sampai terbesar dalam satu kali perhitungan nilai index. Pola nilai index memperbolehkan membentuk satu ataupun lebih urutan job. Membentuk model matematika pada tergantung pada kuantitas nilai index yang penjadwalan produksi tipe flowshop. Model parallel, semakin banyak nilai parallel, maka matematika ini bertujuan untuk memastikan akan menjadi banyak penjadwalan produksi yang optimal dengan Model sistematis permasalah ini dirumuskan nilai makespan yang minimum. untuk menemukan solusi optimal dalam Optimasi. (Wid. jumlah urutan job. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 si=ei/min(P1 P2,P2 P3,P3 P4,P4 Pm. Mengurutkan nilai si dari setiap job. Job Metode GUPTA dengan nilai si paling besar mendapat urutan Metode heuristik dikemukakan oleh GUPTA pada tahun 1972. Metode GUPTA sehingga urutan pengerjaan diakhiri dengan job nilai si terkecil. permasalahan jumlah mesin yang lebih dari Dari hasil urutan pengerjaan yang 2, sebab metode ini menggabungkan masing- diperoleh, dapat dihitung nilai makespan masing proses mesin waktu awal dan proses minimum setiap urutan. mesin waktu selanjutnya untuk mencari nilai Metode GUPTA dapat menentukan nilai yang sangat minimum dan hanya dapat Kelebihan dari metode GUPTA ialah . ncreasing index valu. , dan menentukan nilai Cmax. Langkah-langkah penjadwalan memusatkan pada satu kelompok mesin, mesin dengan metode GUPTA : sedangkan kekurangan dari GUPTA yaitu Menentukan nilai index untuk setiap job hanya dapat menyelesaikan kasus untuk lebih dari 2 mesin saja. Langkah pengerjaan pada metode GUPTA ialah: Tampilkan data waktu pada mesin Jumlahkan setiap waktu proses mesin pada job secara berurutan (P1 P. ,(P2 P. ,(P3 P. (P. m = total mesin proses. Memilih nilai minimum pada penjumlahan Menentukan nilai ei Pi1 < pim maka ei = 1 Pi1 Ou pim maka ei = -1 Pij = waktu job j pada mesin Menghitung nilai si Ket : = Nilai index pada job ke-i = Index. Apabila waktu mesin i job ke i > mesin i job ke i 1 = 1 Apabila waktu mesin I job ke i < job ke i 1 = -1 tim = Waktu mesin I pada job ke-i tim 1 = Waktu mesin I pada job ke i 1 Mengurutkan nilai index dari setiap job dengan aturan mengurutkan nilai index ke nilai index paling . ncreasing index valu. Menentukan nilai Cmax. AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 Optimasi. (Wid. P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 637DAN PEMBAHASAN HASIL Setelah dilakukan perancangan dan penjadwalan produksi dan waktu setiap job akan dijabarkan sebagai berikut Tabel 1. Data waktu job setiap mesin Job/Mesin Waktu Proses . Untuk menentukan nilai indeks, maka E digunakan persamaan F. ) = minEE E t im Oe t im 1 E Untuk i=2, maka EE A e F( 2 ) = minE EE E t 2,1 Oe t 2, 2 EE t 2, 2 Oe t 2,3 EE t 2,3 Oe t 2, 4 E E EE 1 E E = minEE E E EE E E 15 Oe 120 EE 120 Oe 90 EE 90 Oe 60 E E E E 1 EE 1 EE 1 E E = minEE E EE EE E EE E E Oe 105 EE 30 EE 30 E E A e = minE EE E t 3,1 Oe t 3, 2 EE t 3, 2 Oe t 3,3 EE t 3,3 Oe t 3, 4 E E E E 1 EE 1 EE 1 E E = minEE E E EE E E 15 Oe 30 EE 30 Oe 10 EE 10 Oe 60 E E E E 1 EE 1 EE 1 E E = minEE E EE EE E EE E E Oe 15 EE 20 EE Oe 50 E E Optimasi. (Wid. F( 4 ) = minE EE E t 4,1 Oe t 4, 2 EE t 4, 2 Oe t 4,3 EE t 4,3 Oe t 4, 4 E E E E 1 EE 1 EE 1 E E = minEE E E EE E E 20 Oe 30 EE 30 Oe 30 EE 30 Oe 10 E E E E 1 EE 1 EE 1 E E = minEE E EE EE E EE E E Oe 10 EE 0 EE 20 E E A e = minE EE E t 5,1 Oe t 5, 2 EE t 5, 2 Oe t 5,3 EE t 5,3 Oe t 5, 4 E E E E 1 EE 1 EE 1 E E = minEE E E EE E E 60 Oe 60 EE 60 Oe 45 EE 45 Oe 30 E E E E 1 EE 1 EE 1 E E = minEE E EE EE E EE E E 0 EE 15 EE 15 E E Tabel 2. Data nilai index setiap job mesin Job Index 1/105 1/50 1/10 1/15 Berdasarkan tabel 2 diatas, maka diperoleh nilai index dari terendah ke nilai index paling tinggi . ncreasing index valu. J2 Ae J3 Ae J5 - J4 Tabel 3. Menentukan Cmax . Job Mesin 1 Mesin 2 Mesin 3 Makespan = 920 menit Mean Flow Time = 615 menit Mesin 4 AdMathEdu | Vol. 12 No. 2 | Desember 2022 P-ISSN: 2088-687X / E-ISSN: 2656-7040 Tabel 4. Urutan Job Urutan Job J2-J3-J5-J4 Waktu Proses . didapatkan melalui perhitungan Cmax dari selama ini telah berjalan bisa jadi tidak menghasilkan nilai makespan 920 menit. membutuhkan input dan improvisasi, tetapi Jadwal operasional yang telah ditentukan yaitu 25 hari dalam satu bulan maka 920 menit x 25 hari = 23000 menit. Perusahaan sebuah industri dan selalu meningkatkan menerapkan 14 jam sehari selama 25 hari, maka waktu yang dimiliki perusahaan yaitu UCAPAN TERIMA KASIH Job/Mesin Pada metode GUPTA adalah urutan stabilitas job yang paling efisien dengan nilai 920 menit dan mean flow time 615 menit. Keberlanjutan 14 jam x 60 menit x 25 hari = 21000 menit. Peneliti berterima kasih kepada salah Jika perusahaan menerapkan metode ini satu PT. Perkebunan Nusantara yang telah maka akan mengalami overtime 2000 menit mengizinkan untuk melakukan penelitian. karena makespan dengan metode GUPTA Serta kepada seluruh pihak yang telah masih melebihi due date. Maka hal tersebut terlibat dalam penulisan jurnal ini. dapat diselesaikan dengan menambah jam DAFTAR PUSTAKA