Analisis Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Prefabricated Vertical Drain Kombinasi Vacuum Dan Preloading (Studi Kasus Pada Proyek X) Di Perumahan Semarang Timur (Analysis of Soft Soil Refinement using Prefabricated Vertical Drain Combinated With Vacuum and Preloading (Case Study on Project X) at East Semarang Housing Are. ) Lukman Hakim1. Maria Wahyuni2. Rinda Karlinasari3 email: 17b10083@student. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Dhuwur Semarang 50234 Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Katolik Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Dhuwur Semarang 50234 Dosen Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Sultan Agung Jl. Kaligawe Raya IV Terboyo Kulon Semarang 50112 Abstrak Tanah lunak menjadi salah satu kendala ketika proses konstruksi berlangsung di atas tanah ini seperti konsolidasi tanah yang cukup lama. Konsolidasi tanah berkaitan dengan tekanan air pori dan tekanan air pori berlebih di dalam tanah ketika saat beban bekerja. Tanah lunak memiliki tekanan air pori yang besar, sehingga diperlukan perbaikan tanah. Perbaikan tanah lunak dalam penelitian ini menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) kombinasi vacuum dan preloading. Pemodelan perhitungan dilakukan secara numeris dengan software PLAXIS V20. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya penurunan tanah dan excess pore pressure tiap masing-masing pemodelan. Perbaikan tanah PVD kombinasi vacuum dan preloading jarak PVD 1 m, kedalaman PVD 24,5 m, tekanan vacuum 80 kPa, tinggi timbunan 2 m dan tinggi preloading 2 m. Hasil pemodelan secara numeris PVD kombinasi preloading ketika masa akhir konstruksi dengan total waktu 78 hari penurunan konsolidasi sebesar 0,514 m dengan excess pore pressure 0,6509 kN/m2 dan nilai safety factor sebesar 1,725. Hasil pemodelan secara numeris PVD kombinasi vacuum ketika masa akhir konstruksi dengan total waktu 204 hari penurunan konsolidasi sebesar 0,229 m dengan excess pore pressure 0,8683 kN/m2 dan nilai safety factor sebesar 3,55. Kata kunci : Tanah Lunak. Konsolidasi. Excess Pore Pressure. PVD. Preloading. Vacuum Consolidastion. Abstract Soft soil becomes one of the obstacles when the construction process takes place on this soil, such as soil consolidation which takes a long time. Soil consolidation is related to pore water pressure and excess pore water pressure in the soil when the load is applied. Soft soil has a large pore water pressure, so soil improvement is needed. Soft soil improvement in this study used a combination of vacuum and preloading Prefabricated Vertical Drain (PVD). Modeling calculations are done numerically with PLAXIS V20 software. The aim of the research is to determine the amount of land subsidence and excess pore pressure for each modeling. PVD soil improvement combination of vacuum and preloading PVD distance of 1 m. PVD depth of 5 m, vacuum pressure of 80 kPa, embankment height of 2 m and preloading height of 2 m. The results of the numerical modeling of PVD combined preloading at the end of construction with a total time of 78 days, consolidation settlement of 0. 514 m with an excess pore pressure G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 of 0. 6509 kN/m2 and a safety factor value of 1. The results of numerical modeling of PVD combined vacuum at the end of construction with a total time of 204 days, consolidation settlement of 0. 229 m with an excess pore pressure of 0. 8683 kN/m2 and a safety factor value Keywords: Soft Soil. Consolidation. Excess Pore Pressure. PVD. Preloading. Vacuum Consolidation. PENDAHULUAN Menurut Rachlan . dan Bina Marga . tanah lunak adalah tanah yang terdiri dari tanah lempung yang memiliki kadar air yang tinggi, permeabilitas rendah, kompresibilitas tinggi dan secara visual dapat ditembus dengan ibu jari minimum sedalam 25 mm. Keberadaan tanah lunak menjadi salah satu masalah dalam bidang Tanah lunak selalu menjadi permasalahan sebelum memulai kegiatan pembangunan karena sifat tanah lunak memiliki daya dukung yang rendah, permeabilitas yang tinggi, kembang susut yang besar dan penurunan tanah yang Dari sifat tanah tersebut maka perlu dilakukan perbaikan tanah. Masalah yang sering terjadi pada tanah lunak adalah penurunan yang disebabkan proses Penurunan konstruksi yang berada di atasnya. Jika kegiatan konstruksi baru dimulai saat tanah terkonsolidasi, maka akan memerlukan waktu yang sangat lama. Proyek yang akan dilakukan penelitian adalah proyek perumahan di Kota Semarang tepatnya di Semarang Timur. Pada proyek ini akan dibangun perumahan dan pertokoan. Pada kawasan ini dahulunya merupakan area rawarawa dan diperlukan penyilidikan tanah . oil investigatio. Penyelidikan tanah yang dilakukan yaitu Borlog, dari hasil pengujian tanah yang telah dilakukan tanah merupakan tanah lunak. Kondisi tanah merupakan tanah lunak dimana kandungan air dan udara lebih banyak dibandingkan partikel tanah padat. Kandungan air dan udara yang tinggi pada tanah lunak menyebabkan tanah tersebut memiliki nilai kemampumampatan yang relatif tinggi yang menyebabkan tanah mengalami penurunan akibat terdisipasinya air pori yang terkandung pada tanah lunak . onsolidasi tana. jika tanah diberikan beban struktur, sehingga diperlukan Perbaikan menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) yang dikombinasikan dengan vacuum dan preloading. TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka diperlukan dalam penulisan Tugas Akhir ini sebagai pengetahuan tentang tanah lunak, teori konsolidasi, metode perbaikan tanah lunak dan metode perhitungan PLAXIS. Tinjauan pustaka didapat dari internet, jurnal, bukubuku yang menunjang dalam penulisan. Berikut tinjauan pustaka yang digunakan: Penurunan tanah segera (Immediate Settlement-S. Penurunan segera merupakan proses pemampatan dari akibat perubahan elastis pada tanah tanpa adanya perubahan kadar air. Penurunan segera terjadi seketika saat beban diberikan. Das . untuk penurunan segera didasarkan pada dasar teori elastis. Bentuk rumus dapat dilihat pada persamaan 2. 1 berikut ini: 1- 2 Ai B E x Ip. Ai = Penurunan elastis . p = Tekanan bersih yang dibebankan . /m. B = Lebar timbunan . G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 = Angka poison . oissonAos rati. E = Modulus elastisitas Tanah . odulus youn. Penurunan Konsolidasi Menurut Das dkk . proses konsolidasi dibagi menjadi 3 tahapan yaitu tahap 1 pemampatan awal, tahapan 2 konsolidasi primer dan tahapan ke 3 konsolidasi sekunder. Tabel 1 Korelasi N-SPT dengan Kohesi Tanah Kohesif NKohesi SPT Konsistensi Undrained . N/m. Very Soft <12,5 Soft to 12,5 Ae 40 Medium Stiff 40 Ae 75 15Very Stiff 75 Ae 200 >30 Hard > 200 Tabel 2 Korelasi N-SPT dengan Sudut Geser Tanah Pasir Konsistensi N-SPT Sangat tidak < 30 Tidak padat 4 Ae 10 30o - 35o 10 Ae 35o Ae 40o Agak padat Padat 30 - 50 40o Ae 45o Sangat padat > 50 > 45o Permeabilitas Tanah Gambar 1 Grafik Hubungan Antara Waktu Dengan Pemampatan Korelasi data SPT dengan Kohesi dan Sudut Geser Dalam Kohesi tanah merupakan kekuatan tarik menarik antar partikel didalam suatu Nilai kohesi dan sudut geser dalam tanah bisa didapatkan melalui pengujian pengujian direct shear strength test dan triaxial test. Korelasi N-SPT dengan kohesi dapat dilihat pada Tabel 1 dan hubungan sudut geser dalam dan jenis tanah dapat dilihat pada Tabel 2 Permeabilitas tanah merupakan suatu sifat bahan berpori yang bisa mengalirkan rembesan dari cairan yang berupa air ataupun minyak mengalir melawati pori-pori tanah. Koefisien tanah dipilih berdasarkan penelitian Wesley pada tahun 1997 dapat dilihat pada Tabel 3 Tabel 3 Nilai Permeabilitas Tanah Ukuran Koefesien Permeabilitas. Partikel k . Pasir 5 x 10 -5 - 1 x 10-5 Pasir halus 1 x 10-5 - 5 x 10-5 Pasir 1 x 10-6 Ae 2 x 10-5 Lanau 1 x 10-7 Ae 5 x 10-6 Lempung 1 x 10-11 Ae 1x 10-8 Indeks Pemampatan (C. dan Indeks Pengembangan (C. Terzaghi dan Peck . memberi saran apabila tidak tersedia hasil percobaan di labolatorium bisa menggunakan rumus empiris untuk G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 menghitung indeks pemampatan yang dapat dilihat sebagai berikut: Kondisi lempung yang struktur . Cc = 0,009 x (LL-. Kondisi lempung yang terbentuk kembali . Cc = 0,007 x (LL-. AA. Angka pori . oid rati. Bowles . memperkirakan nilai modulus elastisitas tanah (E) dan angka poisson () disajikan dalam Tabel 5 dan Tabel 6. Tabel 5 Nilai Perkiraan Modulus Elastisitas Tanah Jenis Tanah Konsistensi E . N/m. Sangat Lunak Sedang Lempung Angka . perbandingan antara volume rongga (V. dengan volume butiran (V. Menurut Das dkk . untuk menghitung angka pori dirumuskan sebagai berikut: e = V a. Angka pori merupakan rasio antara volume pori dengan volume butir tanah. Tabel angka pori menurut Das dkk dapat dilihat pada Tabel 4 Keras Berpasir Berlanau Pasir Tidak padat Padat Pasir dan Krikil Tidak padat 0,80 Pasir padat dengan butiran seragam 0,45 Pasir berlanau yang lepas dengan butiran 0,65 Pasir yang padat dengan 0,40 Lempung kaku Lempung lembek Tanah Lempung Organik Glacial till 0,60 0,90-1,40 0,90 2,50-3,20 Korelasi data SPT dengan Modulus Young dan Angka Poisson Modulus Young adalah perbandingan antara regangan terhadap tegangan sehingga menunjukan besar nilai elastisitas tanah. Lanau Loess Cadas Padat Tabel 4 Hubungan Angka Pori Dengan Berbagai Macam Jenis Tanah Angka Pori Jenis Tanah Pasir lepas dengan butiran Tabel 6 Nilai Perkiraan Angka PoissonTanah Jenis Tanah Poisson () Lempung jenuh 0,40 Ae 0,50 Lempung tak jenuh 0,10 Ae 0,30 Lempung berpasir 0,20 Ae 0,30 Lanau 0,30 Ae 0,35 Pasir padat 0,20 Ae 0,40 Pasir kasar 0,15 Pasir halus 0,25 Batu 0,10 Ae 0,40 Loess 0,10 Ae 0,30 G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 h. Prefabricated Vertical Drain (PVD) Prefabricated Vertical Drain (PVD) adalah suatu sistem drainase buatan yang dipasangan secara vertikal dimasukan kedalam tanah lunak. Bahan dari PVD terbuat dari sintetis yang dibagi menjadi dua komponen penting yaitu filter dan core atau yang biasanya disebut jaket dan inti. Fungsi dari filter sebagai serat penyaring geotekstil yang mempermudah air masuk ke dalam inti Core atau inti pada PVD dilapisi dengan jaket dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2 Material Prefabricated Vertical Drain Prefabricated Vertical Drain Gambar 3 Skema Kombinasi Preloading dan Prefabricated Vertical Drain Prefabricated Vertical Drain (PVD) Kombinasi Vacuum. Menurut Dam et al . metode vacuum consolidation didasarkan pada gagasan penerapan penghisapan vakum dengan massa tanah yang terisolasi untuk mengurangi tekanan atmosfer di dalamnya, sehingga dengan cara mengurangi tekanan air pori di tanah tersebut tegangan efektif dapat meningkat tanpa mengubah tegangan Prinsip utamanya adalah dengan menghilangkan tekanan atmosfer yang ada di tanah yang akan dikonsolidasi dan tetap bertahan dalam kondisi vacuum sampai waktu tertentu. Tipe tanah yang cocok untuk metode ini adalah tanah dengan konsistensi very soft hingga soft, dengan nilai N-SPT sebesar 0 Ae 4. Tekanan vacuum yang digunakan 80 kPa. Kombinasi vacuum dan PVD dapat dilihat pada Gambar 4. (PVD) Kombinasi Preloading Perbaikan preloading dikombinasikan dengan PVD bertujuan untuk memperpendek waktu perbaikan lapisan tanah lunak yang cukup tebal. PVD akan menyebabkan terjadinya aliran pori arah horizontal dan arah vertikal yang menyebabkan air dikeluarkan lebih Kombinasi preloading dan PVD dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 4 Skema Kombinasi Vacuum dan Prefabricated Vertical Drain G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 METODE PENELITIAN Mulai Perumusan masalah Studi Literatur Pengumpulan Data Data Sekunder Data pengujian tanah SPT Data Labolatorium Pemilihan Data Data lengkap TIDAK Pemodelan PVD dengan Preloading menggunakan PLAXIS 2D TIDAK Pemodelan PVD dengan Vacuum menggunakan PLAXIS Review hasil pembahasan OK TIDAK Perbandingan hasil pemodelan Kesimpulan dan saran Selesai G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 uji SPT titik BH1 kedalaman 0 SPT tanah merupakan dengan konsistensi medium, kedalaman 4 Ae 9,5 m merupakan tanah lempung sedikit kepasiran dengan konsistensi soft, kedalaman 9,5 Ae 2,4 m merupakan tanah lempung abu-abu dengan konsistensi soft to medium dan kedalaman 24,5 Ae 30 m merupakan tanah lempung abuabu dengan konsistensi stiif. Rekapitulasi parameter tanah titik BH1 untuk pemodelan di dalam PLAXIS dapat dilihat pada Tabel ANALISIS PEMBAHASAN Data yang digunakan pada tugas akhir ini keseluhan merupakan data sekunder. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi pengujian SPT dan pengujian laboratorium. Data pengujian SPT yang digunakan yaitu titik BH1. Rekapitulasi parameter tanah titik BH1 untuk pemodelan di dalam PLAXIS dapat dilihat pada Tabel 4. Berdasarkan hasil uji tanah timbunan dengan konsistensi soft, sampai 2 m merupakan tanah lempung yang tanah hasil Tabel 7 Rekapitulasi Parameter Tanah Titik BH1 Konsistensi . N/m. Indeks Kompresi (C. Timbunan preload Stiff Lempung Soft 2m-4m Lempung Medium Lempung Soft 5m - 24. Lempung abu-abu Soft to Medium 5m-30m Lempung abu-abu Stiff Pasir Timbunan Pasir Timbunan Platform Medium Kedalaman Nspt Jenis Tanah Elv ( 0 m2. 0 m-2m Tabel 7 Rekapitulasi Parameter Tanah Titik BH1(Lanjuta. Indeks Pengembang(Cs Kohesi (C) Stiff Lempung Soft Lempung Medium Lempung Soft 5m - 24. Lempung abu-abu Soft to Medium 5m-30m Lempung abu-abu Stiff Pasir Timbunan Pasir Timbunan Platform Medium Kedalaman Nspt Jenis Tanah Elv ( 0 m-2. Timbunan preload 0 m-2m 2m-4m Konsistensi G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Tabel 7 Rekapitulasi Parameter Tanah Titik BH1(Lanjuta. Kedalaman Sudut Geser . /har. Stiff Lempung Soft Lempung Medium Lempung Lempung abu-abu Lempung abu-abu Pasir Timbunan Platform Soft Soft to Medium Stiff Medium Nspt Jenis Tanah Timbunan Preload 2m-4m 5m - 24. 5m-30m Pasir Timbunan Elv ( 0 m2. 0 m-2m Konsistensi Tabel 7 Rekapitulasi Parameter Tanah Titik BH1(Lanjuta. Kedalaman unsat . N/m. N/m. Stiff Lempung Soft Lempung Medium Lempung Lempung abu-abu Lempung abu-abu Pasir Timbunan Platform Soft Soft to Medium Stiff Medium Nspt Jenis Tanah Timbunan Preload 2m-4m 5m - 24. 5m-30m Pasir Timbunan Elv ( 0 m2. 0 m-2m Konsistensi Tabel 7 Rekapitulasi Parameter Tanah titik BH1(Lanjuta. Kedalaman Elv ( 0 m2. 0 m-2m Nspt Jenis Tanah Timbunan Preload 2m-4m Konsistensi Poisson Ratio Void Ratio Stiff Lempung Soft Lempung Medium Lempung Soft 5m - 24. Lempung abu-abu Soft to Medium 5m-30m Lempung abu-abu Stiff Pasir Timbunan Pasir Timbunan Platform Medium Tahapan pelaksanaan analisis pemodelan di dalam PLAXIS harus dilakukan sesuai tahapan pekerjaan. Tahapan pelaksanaan konstruksi . tage constructio. perbaikan tanah dalam pemodelan PLAXIS PVD kombinasi preloading dapat dilihat Tabel 8 dan stage construction PVD kombinasi vacuum dapat dilihat pada Tabel 9. G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Tabel 8 Tahapan Pelaksanaan Konstruksi Pemodelan Preloading dan PVD Tabel 9 Tahapan Pelaksanaan Konstruksi Pemodelan Vacuum Staging Pelaksanaan Preloading Dengan PVD Total No Tahapan Hari Hari Initial Condition Timbunan Platform Pemasangan PVD dan PHD Timbunan Platform Timbunan Tanah 1 m Staging Pelaksanaan Vacuum Timbunan Tanah 2 m Timbunan Preloading 1 m Timbunan Preloading 2 m Konsolidasi 30 Hari Tahapan Hari Initial Condition Timbunan Platform Pemasangan PVD dan PHD Timbunan Platform Vacuum On Total Hari Timbunan Tanah 1 m Konsolidasi Timbunan Tanah 1 m Timbunan Tanah 2 m Konsolidasi Timbunan tanah 2 m Masa Tunggu 120 Hari Vacuum off Konsolidasi 1 Tahun Konsolidasi 3 Tahun Konsolidasi 10 Tahun Konsolidasi 1 Tahun Konsolidasi 3 Tahun Konsolidasi 10 Tahun Perhitungan dilakukan secara numeris menggunakan software PLAXIS V20. Pemodelan PLAXIS PVD kombinasi preloading dapat dilihat pada Gambar 5. Pemodelan PLAXIS PVD kombinasi vacuum dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 5 Pemodelan Prefabricated Vertical Drain Kombinasi Preloading G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Gambar 6 Pemodelan Prefabricated Vertical Drain Kombinasi Vacuum Excess pore pressure Dalam mengecek grafik tekanan air pori dipilih salah satu titik dalam pemodelan di dalam software. Titik yang digunakan yaitu titik . , -4, . , -. , -16,. , hasil excess pore pressure vs time PVD kombinasi preloading dapat dilihat pada Gambar hasil excess pore pressure vs time PVD kombinasi vacuum dapat dilihat pada Gambar 8. Titik C Titik B Titik A Gambar 7 Grafik Excess Pore Pressure vs Time Akhir Konstruksi PVD Kombinasi Preloading G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Hasil grafik titik A puncak excess pore pressure ketika phase timbunan preloading 2 m sebesar 30,791 kN/m2, titik B puncak excess pore pressure ketika phase timbunan preloading 1 m sebesar 23,668 kN/m2, titik C puncak excess pore pressure ketika phase timbunan tanah 1 m sebesar 20, 152 kN/m2. konstruksi dengan Diambil contoh titik A excess pore pressure sampai masa nilai 30,791 kN/m2, maka untuk konsolidasi 90 % = 30,791 x 0,1 = 3,0791 kN/m2. Untuk nilai excess pore pressure masa akhir konstruksi sebesar 0 kN/m2 < 3,0791 kN/m2, maka konsolidasi 90% dapat tercapai. Titik C Titik B Titik A Gambar 8 Grafik Excess Pore Pressure vs Time Akhir Konstruksi PVD Kombinasi Vacuum Berdasarkan Gambar 8 hasil grafik titik A puncak excess pore pressure ketika phase timbunan tanah 1 m sebesar 6,42 kN/m2, titik B puncak excess pore pressure ketika phase timbunan tanah 1 m sebesar 11,873 kN/m2, titik C puncak excess pore pressure ketika phase timbunan tanah 1 m sebesar 17,926 kN/m2. Diambil contoh titik B excess pore pressure sampai masa akhir konstruksi dengan nilai 6,42 kN/m2, maka untuk konsolidasi 90 % = 11,873 x 0,1 = 1,1873 kN/m2. Untuk nilai excess pore pressure masa akhir Hasil penurunan tanah PVD kombinasi preloading sampai masa konstruksi sebesar 0 kN/m2 < 1,1873 kN/m2, maka konsolidasi 90% dapat Total Displacement (U. Total displacement PVD kombinasi preloading terbagi menjadi 7 yaitu ketika konsolidasi timbunan pertama, konsolidasi timbunan preloading 1, konsolidasi masa akhir konstruksi, konsolidasi 1 tahun, konsolidasi 3 tahun dan konsolidasi 10 akhir konstruksi dapat dilihat pada Gambar 9. Hasil penurunan tanah PVD G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 kombinasi preloading sampai masa konsolidasi 10 tahun dapat dilihat pada Gambar 10. Total displacement PVD kombinasi vacuum terbagi Total penurunan dibagai menjadi 10 yaitu ketika timbunan pasir akhir platform, vacuum diaktifkan, proses konstruksi timbunan tanah pertama, konsolidasi timbunan tanah pertama, konsolidasi masa akhir konstruksi, konsolidasi 1 tahun, konsolidasi 3 tahun dan konsolidasi 10 tahun. Hasil penurunan tanah PVD kombinasi vacuum sampai masa akhir konstruksi dapat dilihat pada Gambar 11. Hasil penurunan tanah PVD kombinasi vacuum sampai masa konsolidasi 10 tahun dapat dilihat pada Gambar 12. Gambar 9 Grafik Total Displacement vs Time Akhir Konstruksi PVD Kombinasi Preloading Gambar 10 Grafik Total Displacement vs Time Sampai 10 Tahun PVD Kombinasi Preloading G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Gambar 11 Grafik Total Displacement vs Time Akhir Konstruksi PVD Kombinasi Vacuum Gambar 12 Grafik Total Displacement vs Time Sampai 10 Tahun PVD Kombinasi Vacuum Rekaptulasi Hasil Analisis Rekaptulasi hasil pemodelan total displacement dapat dilihat pada Tabel 11 untuk pemodelan PVD dengan preloading dan Tabel 12 untuk pemodelan PVD dengan vacuum. Berdasarkan tabel di atas hasil total konsolidasi penurunan tanah dalam jangka waktu yang panjang sama-sama menunjukan hasil yang kecil. Perbaikan tanah lunak menggunakan PVD kombinasi vacuum menunjukan bahwa penurunan dalam jangka waktu yang panjang lebih kecil dari pada perbaikan PVD G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Tabel 11 Rekapitulasi Penurunan Konsolidasi Metode PVD Kombinasi Preloading Tahap Pelaksanaan Konsolidasi timbunan 1 m Konsolidasi timbunan 2 m Konsolidasi Konsolidasi atau akhir Konsolidasi 1 Konsolidasi 3 Konsolidasi 5 Konsolidasi 10 tahun Total Hari Penurunan . Selisih Penurunan . 0,245 0,245 0,589 0,344 1,020 0,431 1,534 0,514 untuk timbunan tanah pertama, maka tekanan air pori dibawah timbunan Fase selanjutnya timbunan tanah ke dua. Selama dalam fase ini tekanan air pori naik lagi, kemudian tekanan air pori menurun lagi. Nilai tekanan air pori selanjutnya seperti itu sampai tekan air pori kecil dan pusat tekanan air pori berubah di luar pemasangan PVD. Tabel 13 Rekapitulasi Excess Pore Pressure Metode PVD Kombinasi Preloading 1,993 0,459 2,055 0,062 2,083 0,028 2,115 0,032 Timbunan 1 Konsolidasi timbunan 1 m Timbunan 2m Konsolidasi timbunan 2 m Timbunan Konsolidasi Timbunan Konsolidasi atau akhir Konsolidasi 1 Konsolidasi 3 Konsolidasi 10 tahun Tabel 12 Rekapitulasi Penurunan Konsolidasi Metode PVD Kombinasi Vacuum Tahap Pelaksanaan Timbunan pasir akhir Vakum Aktif Timbunan tanah 1m Konsolidasi timbunan 1m Timbunan tanah 2m Konsolidasi tanah 2m Akhir . asa Konsolidasi 1 tahun Konsolidasi 3 tahun Konsolidasi 5 tahun Konsolidasi 10 tahun Total Hari Penurunan . Selisih Penurunan . 0,004 0,004 1,042 1,038 1,131 0,089 1,395 0,264 1,487 0,092 1,709 0,222 1,938 0,229 1,989 0,051 2,066 0,077 2,099 0,033 2,124 0,025 Rekapitulasi hasil pemodelan excess pore pressure dapat dilihat pada Tabel 13 untuk pemodelan PVD dengan preloading dan Tabel 14 untuk pemodelan PVD dengan Berdasarkan Tabel 13 hasil excess pore pressure yang sudah dijabarkan dapat dijelaskan bahwa pada fase timbunan tanah pertama tekanan air pori yang besar berkumpul dibawah tengah timbunan Kemudian dilakukan konsolidasi Tahap Pelaksanaan Total Hari Maks . N/m. Min . N/m. 0,000 -21,65 2,952 -24,52 0,387 -38,03 1,505 -37,90 0,8235 -53,40 0,82668 -48,31 8,442 -66,81 0,6509 -48,05 0,1850 -17,64 0,06775 -9,523 0,01595 -3,168 Berdasarkan Tabel 14 hasil excess pore pressure yang sudah dijabarkan dapat dijelaskan bahwa pada fase timbunan akhir platform tekanan air pori yang besar berkumpul di bawah tengah timbunan Ketika vakum aktif maka tekanan air pori di bawah timbunan berkurang dan pusat tekanan air pori berubah di luar pemasangan PVD. Selama fase pekerjaan konstruksi timbunan tanah nilai tekanan air pori naik turun. Nilai tekanan air pori akan terus menurun dari masa akhir konstruksi sampai waktu 10 tahun dan pusat tekanan air pori berubah di luar pemasangan PVD. G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 Tabel 14 Rekapitulasi Excess Pore Pressure Metode PVD Kombinasi Vacuum Tahap Pelaksanaan Timbunan pasir akhir platform Vakum Aktif Timbunan tanah Konsolidasi timbunan 1m Timbunan tanah Konsolidasi timbunan tanah Akhir konstruksi asa tungg. Konsolidasi 1 Konsolidasi 3 Konsolidasi 10 Total Hari Maks . N/m. Min . N/m. 0,3410 -6,361 3,253 -63,69 8,738 -83,55 1,370 -68,21 8,219 -90,47 0,4106 -71,11 0,8683 -52,51 0,4421 -41,12 0,07712 -26,57 0,06528 -14,42 Rekapitulasi hasil pemodelan safety factor dapat dilihat pada Tabel 15 untuk pemodelan PVD dengan preloading dan Tabel 16 untuk pemodelan PVD dengan Tabel 15 Rekapitulasi Safety Factor Metode PVD Kombinasi Preloading Tahap Total Pelaksanaan Hari Akhir konstruksi 1,725 Konsolidasi 1 tahun 1,904 Konsolidasi 3 tahun 1,907 Konsolidasi 10 1,901 Tabel 16 Rekapitulasi Safety Factor Metode PVD Kombinasi Vacuum Tahap Total Pelaksanaan Hari Akhir konstruksi 3,55 asa tungg. Konsolidasi 1 tahun 3,955 Konsolidasi 3 tahun 1095 3,977 Konsolidasi 10 4,009 1,5. Berdasarkan tabel yang sudah disajikan safety factor pemodelan PVD kombinasi vacuum lebih besar dari pemodelan PVD kombinasi preloading. KESIMPULAN Dari hasil pengolahan data dan analisis pada penelitian yang berjudul AuAnalisis Perbaikan Tanah Lunak Menggunakan Prefabricated Vertical Drain Kombinasi Vacuum dan Preloading (Studi Kasus Pada Proyek X) dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Tanah lunak merupakan tanah yang memiliki kadar air yang cukup tinggi, permeabilitas yang rendah sehingga sering menimbulkan masalah di dalam Pada parameter kohesi . , sudut geser (), (C. , (C. parameter tanah yang sangat penting dalam menentukan hasil dari penurunan Parameter permeabilitas tanah . merupakan parameter yang penting dalam menentukan laju disipasi air pori eksess pada lapisan tanah lunak akibat beban timbunan dan preloading. Prefabricated vertical drain (PVD) berfungsi sebagai saluran untuk mengeluarkan air pori tanah dapat mudah keluar menuju ke permukaan Prefabricated vertical drain (PVD) preloading atau vacuum supaya waktu konsolidasi tanah lebih cepat dari pada konsolidasi tanah alami. Dalam pemodelan perbaikan tanah Berdasarkan tabel di atas safety factor pada akhir konstruksi semua kombinasi pemodelan memenuhi jangka pendek . hort perio. > 1,3. Safety factor dari 1 tahun, 3 tahun, dan 10 tahun setelah akhir konstruksi semua kombinasi pemodelan memenuhi jangka panjang . ong perio. > lunak, tekanan air pori sangat dipengaruhi oleh beban timbunan tanah, timbunan preload dan tekanan Pusat tekanan air pori sebelum dilakukan perbaikan tanah berada di bawah timbunan tanah. Tekanan air pori bernilai kecil menunjukan bahwa. G-SMART Jurnal Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang | ISSN : 2620-5297 . Volume 8 | Nomor 2 | Desember 2024 air didalam tanah dapat dikeluarkan dengan maksimal. SARAN Adapun saran yang diberikan kepada penelitian selanjutnya yang berkaitan menggunakan PVD kombinasi vacuum dan preloading adalah sebagai berikut: Dalam analisis pemodelan perbaikan tanah lunak sebaiknya dilakukan pemodelan analisis 3D agar hasilnya dapat lebih akurat. Bila analisis yang dilakukan sampai melakukan analisis variasi jarak dan kedalaman pemasangan PVD. Das. Endah. , dan Mochtar. : Prinsip-prinsip rekayasa geoteknis jilid 1. Jakarta: Erlangga, 178. Darjanto. Soepriyono. Muhtadi. dan Setiawan. : Problem pelaksanaan reklamasi/timbunan di atas tanah lunak dalam rekayasa geoteknik. Teknik Sipil Universitas Narotama Surabaya. A-395 Ae A-400. Darwis. : Dasar-dasar teknik perbaikan tanah. Jakarta: Erlangga, 1172. DAFTAR PUSTAKA