Vol. No. 1, 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202525643 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2476-9886 (Prin. ISSN: 2477-0302 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jppi Efikasi diri, motivasi, dan prestasi: studi eksploratif pada Riska Parida. Pepen Permana*). Nur Muthmainah Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Indonesia Article Info ABSTRACT Article history: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran efikasi diri dan motivasi terhadap prestasi belajar bahasa Jerman di kalangan mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan metode analisis statistik regresi linear berganda serta analisis varians (ANOVA). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kuesioner untuk mengukur efikasi diri dan motivasi, yang diadaptasi dari skala General Self-Efficacy Scale dan Academic Motivation Scale, serta pengukuran prestasi belajar melalui nilai akhir mahasiswa dalam mata kuliah keterampilan dasar bahasa Jerman. Sampel penelitian terdiri dari 76 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa efikasi diri dan motivasi hanya memberikan kontribusi kecil terhadap prestasi belajar mahasiswa, dengan koefisien determinasi (RA) sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain mungkin lebih berperan dalam menentukan prestasi belajar. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar penelitian lanjutan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang lebih kompleks dalam pembelajaran bahasa Jerman, seperti strategi belajar atau dukungan Implikasi praktis dari hasil ini adalah perlunya pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih komprehensif dalam pendidikan bahasa asing, yang tidak hanya berfokus pada motivasi dan efikasi diri, tetapi juga pada aspek teknis pengajaran yang lebih mendalam. Received Feb 22th, 2025 Revised Mar 18th, 2025 Accepted Apr 26th, 2025 Keyword: Efikasi diri Motivasi Prestasi belajar Bahasa Jerman Studi eksploratif A 2025 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Pepen Permana. Universitas Pendidikan Indonesia Email: pepen@upi. Pendahuluan Kemahiran berbahasa asing sudah menjadi keterampilan yang sangat krusial di era globalisasi ini, baik dalam konteks akademis maupun dunia kerja yang memungkinkan peluang karir dan mempeluas jaringan (Garcya & Wei, 2018. Kirkpatrick, 2. Menguasai bahasa asing merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap individu untuk berkomunikasi dan bertukar informasi secara efektif (Akhmetzadina et al. , 2023. Wilczewski & Alon, 2. Bahasa asing, termasuk bahasa Jerman, membuka peluang dalam pendidikan dan karir, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kognitif (Jasim. Nisa & Dzulfikri, 2. Belajar bahasa asing tidak hanya meningkatkan pemahaman bahasa ibu, tetapi juga meningkatkan kemampuan kognitif (Norcross, 2020. Shoghi Javan & Ghonsooly, 2. Dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia, pembelajaran bahasa asing menghadapi banyak tantangan, terutama di kalangan mahasiswa yang awalnya tidak berniat untuk mendaftar di program studi Parida. , et al Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 1, 2025, pp. yang berbuhungan dengan bahasa asing, termasuk bahasa Jerman. Program studi ini cukup diminati meskipun sering kali bukan menjadi pilihan utama saat pendaftaran (Hilman & Rahman, 2019. Pratiwi. Sari & Hidayati, 2. Di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI, banyak mahasiswa yang tidak menjadikan bahasa Jerman sebagai pilihan utama, dengan sebagian besar memilihnya sebagai opsi kedua. Selain itu, banyak di antara mereka yang tidak memiliki pengalaman belajar bahasa Jerman Dalam hal ini, efikasi diri dan motivasi belajar muncul sebagai variabel psikologis utama yang perlu dieksplorasi. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran efikasi diri dan motivasi terhadap prestasi belajar bahasa Jerman, dengan harapan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mendukung keberhasilan akademik dalam pembelajaran bahasa Jerman. Pernyataan masalah yang muncul adalah apakah efikasi diri dan motivasi mahasiswa dapat mempengaruhi prestasi belajar bahasa Jerman mereka. Mengingat adanya kontradiksi dalam literatur sebelumnya tentang pengaruh kedua faktor ini terhadap prestasi belajar, terutama dalam konteks bahasa asing, maka penting untuk mengeksplorasi bagaimana efikasi diri dan motivasi dapat memainkan peran dalam pencapaian prestasi belajar mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang bahasa Jerman Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran efikasi diri dan motivasi dalam prestasi belajar bahasa Jerman pada mahasiswa tahun pertama, dengan harapan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan akademik dalam pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jerman. Efikasi diri, menurut Bandura . , mengacu pada keyakinan seseorang terhadap kemampuan pribadi untuk menyelesaikan tugas dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Definisi ini kembali ditegaskan dalam studi Fan & Cui . dan Majumdar & Mondal . Dalam konteks akademik, efikasi diri akademik mengukur sejauh mana mahasiswa merasa yakin akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas-tugas akademik dengan sukses. Studi lainnya juga menunjukkan bahwa efikasi diri berperan penting dalam kesuksesan akademik (Abdolrezapour et al. , 2023. Fu et al. , 2023. Hayat et al. , 2020a. Yokoyama, 2. Selain itu, faktor-faktor seperti kontrol diri dan refleksi diri dapat memperkuat efikasi diri dalam menghadapi tantangan akademik (Steinberg et al. , 2. Di sisi lain, motivasi, yang mencakup motivasi intrinsik . erdasarkan minat dan kepuasa. dan motivasi ekstrinsik . erdasarkan penghargaan atau pengakuan eksterna. , juga berperan besar dalam proses belajar (Morris et al. , 2022. Oclaret, 2. Motivasi intrinsik berhubungan erat dengan perasaan suka terhadap materi pelajaran, sementara motivasi ekstrinsik lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal yang mendorong siswa untuk mencapai prestasi lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara efikasi diri dan motivasi dengan prestasi belajar bahasa Jerman pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI. Meskipun berbagai studi sebelumnya telah meneliti keterkaitan antara motivasi, efikasi diri, dan prestasi akademik, temuan-temuan tersebut belum sepenuhnya konsisten, terutama dalam konteks pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Jerman yang memiliki struktur gramatikal dan fonetik yang kompleks dan berbeda dari bahasa lain. Penelitian yang secara khusus memfokuskan pada pembelajaran bahasa Jerman masih terbatas, dan sebagian besar hanya menyoroti aspek motivasi secara terpisah tanpa mempertimbangkan efikasi diri sebagai variabel yang turut berkontribusi. Oleh karena itu, studi ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan mengevaluasi kedua variabel secara simultan dalam konteks pembelajaran bahasa Jerman. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam memperluas wawasan dan pemahaman tentang faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Jerman di tingkat pendidikan tinggi. Kerangka teori dalam penelitian ini menggabungkan dua konsep utama: pertama, efikasi diri, yang mempengaruhi seberapa yakin seseorang dalam menghadapi tugas akademik, dan kedua, motivasi, yang dapat mempengaruhi seberapa besar usaha yang dikeluarkan untuk belajar bahasa. Meskipun teori-teori klasik seperti yang dikemukakan oleh Bandura . dan Dyrnyei . telah terbukti relevan, penelitian ini juga mengakomodasi temuan-temuan terbaru yang memperlihatkan pengaruh lingkungan belajar digital, dukungan sosial, serta strategi belajar dalam konteks pembelajaran bahasa asing di era teknologi saat ini (Abdolrezapour et al. , 2023. Steinberg et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini juga diharapkan untuk tidak hanya memberikan kontribusi teoretis, tetapi juga praktis dalam merancang strategi pembelajaran bahasa Jerman yang lebih efektif. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Efikasi diri, motivasi, dan prestasiA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara efikasi diri dan motivasi dengan prestasi belajar bahasa Jerman mahasiswa tahun pertama, serta memberikan wawasan mengenai faktorfaktor yang dapat mempengaruhi hasil pembelajaran tersebut. Metode Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan untuk mengukur hubungan antara efikasi diri, motivasi, dan prestasi belajar bahasa Jerman secara objektif. Desain survei ini juga sesuai untuk mengumpulkan data secara sistematis dari mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI, yang memiliki latar belakang pendidikan yang beragam dan pengalaman belajar bahasa Jerman yang bervariasi. Variabel independen dalam penelitian ini adalah efikasi diri dan motivasi. Teknik analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi kedua variabel independen tersebut terhadap variabel dependen, yaitu prestasi belajar bahasa Jerman. Partisipan Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 76 mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI pada tahun akademik 2023/2024. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih partisipan yang memenuhi kriteria tertentu, yaitu mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan bahasa Jerman di semester pertama. Meskipun jumlah sampel ini relatif kecil, teknik purposive sampling digunakan untuk memastikan bahwa sampel yang terpilih relevan dengan tujuan penelitian, yaitu memahami dinamika hubungan antara efikasi diri, motivasi, dan prestasi belajar bahasa Jerman. Kondisi khas di Prodi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI, yakni banyaknya mahasiswa yang tidak memilih bahasa Jerman sebagai pilihan utama serta minimnya pengalaman belajar bahasa Jerman sebelumnya, mencerminkan karakteristik yang representatif bagi konteks penelitian ini. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner untuk mengukur efikasi diri dan motivasi belajar, serta teknik dokumentasi pengukuran prestasi belajar melalui nilai akhir mata kuliah keterampilan dasar bahasa Jerman (Hyren I. Lesen I. Schreiben I, dan Sprechen I). Nilai akhir tiap mata kuliah ini merupakan akumulasi berbagai aspek penilaian yang menggabungkan nilai formatif, nilai sumatif, partisipasi kelas, dan performa tugas mahasiswa. Efikasi Diri diukur menggunakan General Self-Efficacy Scale (GSE) yang dikembangkan oleh Schwarzer & Jerusalem . Skala ini mengukur tingkat keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatasi tantangan dalam konteks akademik, yang diadaptasi ke dalam konteks belajar bahasa Jerman. Motivasi diukur menggunakan Academic Motivation Scale (AMS) yang diadaptasi dari Vallerand et al. Skala ini membedakan antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Instrumen ini telah digunakan secara luas dalam penelitian sebelumnya dan terbukti memiliki validitas serta reliabilitas yang Kuesioner menggunakan skala Likert 5 poin, dengan rentang nilai sebagai berikut: 1 = sangat tidak setuju, 2 = tidak setuju, 3 = netral, 4 = setuju, 5 = sangat setuju. Hasil uji validitas instrumen dengan menggunakan tes Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) menunjukkan nilai KMO sebesar 0. 823 untuk variabel efikasi diri dan 0. 811 untuk variabel motivasi. Selain itu, hasil BartlettAos Test of Sphericity menunjukkan signifikansi 000, yang berarti bahwa item-item dalam instrumen ini secara konstruk dinyatakan valid. Sementara itu, uji reliabilitas dengan menggunakan koefisien Cronbach's Alpha menghasilkan nilai untuk variabel efikasi diri sebesar 0. 896 dan untuk variabel motivasi sebesar 0. Karena kedua nilai tersebut lebih besar dari 0. 70, dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan memiliki tingkat konsistensi internal yang tinggi dan dapat diandalkan. Prosedur Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara daring menggunakan platform pembelajaran berbasis Moodle yang disediakan oleh Prodi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI. Mahasiswa diberikan waktu satu minggu untuk mengisi kuesioner setelah diberi penjelasan mengenai tujuan penelitian dan diminta memberikan persetujuan mereka untuk berpartisipasi. Kuesioner tersebut terdiri dari tiga bagian: Bagian 1: Pertanyaan demografis untuk mengumpulkan informasi dasar mengenai partisipan, seperti Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Parida. , et al Vol. No. 1, 2025, pp. jenis kelamin, usia, dan pengalaman belajar bahasa Jerman sebelumnya. Bagian 2: Skala efikasi diri. Bagian 3: Skala motivasi. Untuk menginterpretasikan hasil pengukuran efikasi diri dan motivasi, digunakan kriteria yang diadaptasi dari standar yang digunakan oleh Bandura . dan Vallerand et al. Kriteria tersebut dirangkum dalam Tabel 1 di bawah ini: Tabel 1 Interpretasi Skor Efikasi diri / motivasi sangat rendah Efikasi diri / motivasi rendah Efikasi diri / motivasi sedang Efikasi diri / motivasi tinggi Efikasi diri / motivasi sangat tinggi Sumber:Bandura . dan Vallerand et al. 0Ae1 1Ae2 2Ae3 3Ae4 4Ae5 Sementara untuk menginterpretasikan hasil prestasi belajar mahasiswa, digunakan kriteria yang diadaptasi dari standar akademik umum (Creswell & Creswell, 2. dan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan UPI . , yang disajikan dalam Tabel 2 berikut: Tabel <2 Kriteria Interpretasi Prestasi Belajar> Interpretasi Prestasi Skor Gagal < 5,5 Kurang 5,5 Ae 5,9 Cukup 6,0 Ae 6,5 Lebih dari cukup 6,6 Ae 7,0 Cukup baik 7,1 Ae 7,5 Baik 7,6 Ae 8,0 Baik sekali 8,1 Ae 8,5 Hampir istimewa 8,6 Ae 9,1 Istimewa 9,1 - 10 Sumber: Creswell & Creswell . dan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan UPI . Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode statistik berikut: . Analisis Deskriptif: Untuk menggambarkan karakteristik demografis partisipan dan skor rata-rata pada skala efikasi diri dan motivasi. Perhitungan rata-rata ini disertai dengan standard deviation (SD) dan standard error of the mean (SEM) untuk memberikan estimasi yang lebih akurat mengenai distribusi data. Uji Asumsi Regresi: Untuk memastikan validitas dan keandalan model regresi yang digunakan. Uji asumsi ini meliputi uji normalitas residual, linearitas, multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Regresi linear berganda: Digunakan untuk menguji pengaruh efikasi diri dan motivasi terhadap prestasi belajar bahasa Jerman. Model regresi ini akan menentukan kontribusi masing-masing variabel independen . fikasi diri dan motivas. secara simultan terhadap variabel dependen . restasi belaja. Analisis varian (ANOVA): Digunakan untuk mengetahui signifikansi model regresi secara keseluruhan dalam memprediksi prestasi belajar. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah model yang digunakan dapat memprediksi prestasi belajar secara signifikan. Hasil dan Pembahasan Hasil Demografis Partisipan Penelitian ini melibatkan 76 mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI tahun akademik 2023/2024. Partisipan terdiri dari 19 mahasiswa laki-laki . %) dan 57 mahasiswa perempuan . %). 63% dari partisipan tidak memiliki pengalaman belajar bahasa Jerman sebelumnya, sementara 37% lainnya memiliki pemahaman dasar bahasa Jerman dari berbagai sumber, seperti di sekolah, kursus atau pembelajaran otodidak. Karakteristik demografis ini menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memasuki program studi tanpa latar belakang bahasa Jerman yang kuat. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Efikasi diri, motivasi, dan prestasiA Efikasi Diri dan Motivasi Belajar Mahasiswa Tabel 3 berikut menunjukkan deskripsi statistik dari variabel efikasi diri, motivasi, dan prestasi belajar. Tabel 3 Variable Efikasi Diri Motivasi Prestasi Belajar Sumber: Data diolah, 2024 Mean Std Deviation Tabel di atas menunjukkan bahwa rata-rata skor efikasi diri partisipan adalah 4. 2 dengan standar deviasi 5, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki keyakinan diri yang tinggi dalam menjalankan tugas akademik mereka. Rata-rata skor motivasi adalah 4. 5 dengan standar deviasi 0. 6, yang berarti bahwa motivasi mahasiswa, baik intrinsik maupun ekstrinsik, berada pada tingkat yang tinggi. Terkait prestasi belajar, nilai rata-rata mahasiswa dalam empat mata kuliah keterampilan dasar bahasa Jerman (Hyren I. Lesen I. Schreiben I, dan Sprechen I) adalah 8. 38 dengan standar deviasi 0. Berdasarkan pedoman akademik UPI . , nilai ini menunjukkan bahwa prestasi belajar mahasiswa secara umum termasuk dalam kategori "baik sekali" . Pengujian Asumsi Regresi Pengujian normalitas residual yang dilakukan dengan Shapiro-Wilk Test menunjukkan nilai p = 0. Hasil ini mengindikasikan bahwa residual berdistribusi normal. Uji linearitas dengan pemeriksaan plot residual terhadap nilai prediksi menunjukkan pola acak yang tidak membentuk pola tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan linear antara variabel independen dan dependen. Pengujian Multikolinearitas dengan uji Variance Inflation Factor (VIF) untuk setiap variabel menunjukkan nilai VIF yang lebih kecil dari batas ambang 5 (Efikasi Diri = 1. Motivasi = 1. Hasil ini menandakan bahwa tidak ada masalah multikolinearitas yang signifikan dalam model. Sementara penghitungan homoskedastisitas melalui uji Breusch-Pagan Test menunjukkan nilai p = 0. 54, yang lebih besar dari level Hal ini berarti bahwa varians residual adalah konstan dan memenuhi asumsi Pengaruh Efikasi Diri dan Motivasi terhadap Motivasi Belajar Untuk mengetahui pengaruh efikasi diri dan motivasi terhadap prestasi belajar, dilakukan analisis regresi linear berganda. Seperti yang disajikan dalam Tabel 4 di bawah, hasil uji regresi menunjukkan bahwa variabel efikasi diri (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (Y) dengan nilai koefisien 052 dan nilai signifikansi p 0. 817 (> 0. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri mahasiswa dalam menjalani tugas-tugas akademik tidak secara langsung mempengaruhi prestasi belajar Tabel 4 Variable Unstandardized Coefficients (B) Constant Efikasi Diri (X. Motivasi (X. Sumber: Data diolah, 2024 Standard Error Standardized Coefficients (Bet. t-value p-value Hasil yang serupa ditemukan untuk variabel motivasi (X. Koefisien regresi motivasi sebesar 0. dengan nilai signifikansi p 0. 717 (> 0. memiliki arti bahwa motivasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa dalam penelitian ini. Selain itu, hasil analisis regresi linear juga menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (RA) sebesar Ini berarti bahwa variabel efikasi diri dan motivasi hanya menjelaskan 0. 7% dari variabilitas prestasi belajar mahasiswa. Dengan kata lain, 99. 3% dari variabilitas prestasi belajar dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Lebih lanjut, berdasarkan hasil uji ANOVA untuk model regresi yang ditampilkan pada Tabel 5 di atas, didapatkan hasil nilai F hitung sebesar 0. 246 dengan nilai signifikansi 0. 782 (> 0. Nilai F hitung tersebut menunjukkan bahwa model regresi secara keseluruhan tidak signifikan dalam memprediksi prestasi belajar. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Parida. , et al Vol. No. 1, 2025, pp. Tabel 5 Source Sum of Squares Regression Residual Total Sumber: Data diolah, 2024 Mean Square Sig. Pembahasan Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa efikasi diri dan motivasi hanya memberikan kontribusi sebesar 7% terhadap prestasi belajar bahasa Jerman, sebagaimana tercermin dari nilai koefisien determinasi (RA) Nilai ini menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diuji dalam penelitian ini memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap prestasi belajar. Meskipun kontribusinya rendah, hasil ini penting untuk memahami faktor-faktor lain yang mungkin lebih dominan dalam mempengaruhi prestasi belajar bahasa Jerman sebagai bahasa asing, seperti strategi belajar, dukungan sosial, dan kecemasan berbahasa (Gao & Zuo, 2025. Hu, 2023. Kryshko et al. , 2023. Oflaz, 2. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun efikasi diri dan motivasi berperan, mereka bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan mahasiswa dalam belajar bahasa Jerman. Nilai RA yang sangat rendah ini perlu dipahami dalam konteks kompleksitas pembelajaran bahasa asing, terutama bahasa yang memiliki struktur gramatikal dan fonetik yang lebih kompleks seperti bahasa Jerman. Meskipun penelitian sebelumnya (Basileo et al. , 2024. Hayat et al. , 2020b. Laitinen et al. , 2. menyarankan hubungan positif antara efikasi diri dan prestasi belajar, temuan ini mengarah pada kesimpulan bahwa kemampuan bahasa tidak hanya bergantung pada motivasi dan keyakinan diri, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap metode pengajaran, strategi belajar, dan pengalaman belajar Penelitian oleh (Shaddad & Jember, 2024. Souzandehfar & Abdel-Al Ibrahim, 2. juga menunjukkan bahwa metode pengajaran yang efektif dan dukungan sosial dapat menjadi prediktor utama dalam prestasi belajar mahasiswa, terutama dalam pembelajaran bahasa asing yang kompleks. Oleh karena itu, model pendidikan bahasa Jerman yang efektif perlu mempertimbangkan dimensi-dimensi ini yang lebih luas, yang dapat berperan lebih besar dalam membentuk prestasi belajar mahasiswa. Meskipun nilai koefisien regresi untuk efikasi diri . dan motivasi . tidak signifikan, keduanya menunjukkan arah positif, yang mengindikasikan bahwa peningkatan efikasi diri dan motivasi berpotensi meningkatkan prestasi belajar bahasa Jerman. Hal ini sejalan dengan temuan-temuan dari penelitian sebelumnya, seperti yang diungkapkan oleh Fu et al. dan Steinberg et al. , yang menunjukkan bahwa motivasi intrinsik dan efikasi diri memiliki potensi besar dalam meningkatkan prestasi belajar jika dikelola dengan baik. Namun, rendahnya koefisien ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti dukungan sosial dan metode pengajaran, mungkin lebih signifikan dalam mempengaruhi prestasi belajar bahasa Jerman pada mahasiswa yang tidak memiliki latar belakang sebelumnya dalam bahasa tersebut (Alazemi et , 2023. Han & Li, 2025. Souzandehfar & Abdel-Al Ibrahim, 2. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun motivasi dan efikasi diri memiliki pengaruh terhadap prestasi belajar, temuan ini tidak sepenuhnya konsisten dengan studi sebelumnya yang menunjukkan hubungan signifikan antara variabel-variabel ini. Hal ini dapat dipengaruhi oleh keterbatasan metodologi, seperti ukuran sampel yang kecil, homogenitas populasi, dan pengukuran prestasi yang sempit yang hanya berdasarkan nilai akhir mata kuliah. Variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini, seperti kecemasan belajar, strategi belajar, dan dukungan sosial, mungkin memiliki dampak yang lebih besar terhadap prestasi belajar, seperti yang ditunjukkan oleh studi dari Ifenthaler et al. dan Kong et al. Penelitian lebih lanjut yang memasukkan variabel-variabel ini sebagai kontrol atau mediator dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai dinamika pembelajaran bahasa Jerman. Abdolrezapour et al. dan Steinberg et al. menekankan pentingnya dukungan sosial dan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keberhasilan akademik mahasiswa. Meskipun temuan ini bertentangan dengan beberapa penelitian sebelumnya, seperti Basileo et al. dan Maharani & Purnama . , yang menekankan pentingnya efikasi diri dan motivasi dalam prestasi akademik, temuan ini berfungsi untuk memperkaya diskursus akademik dengan menawarkan perspektif berbeda tentang kompleksitas pembelajaran bahasa asing. Pentingnya lingkungan belajar, dukungan sosial, dan metode pengajaran yang efektif telah banyak dibahas dalam literatur terkini (Steinberg et al. , 2024. Suartama et al. , 2024. Zhu et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa interaksi antar variabel sering kali lebih rumit daripada yang diharapkan dalam model-model sederhana. Oleh karena itu, hasil penelitian ini membuka ruang untuk eksplorasi lebih lanjut mengenai interaksi antara motivasi, strategi belajar, dan dukungan sosial, serta pengaruhnya terhadap prestasi belajar bahasa Jerman. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Efikasi diri, motivasi, dan prestasiA Dalam pembahasan ini, pengaruh struktur bahasa Jerman yang kompleks terhadap prestasi belajar atau kecemasan belajar yang mungkin dialami mahasiswa memang relevan secara teori. Namun, karena faktorfaktor ini tidak diuji secara langsung dalam penelitian ini, mereka tidak dapat digunakan sebagai penjelasan utama untuk temuan yang tidak signifikan. Penelitian lebih lanjut perlu mempertimbangkan faktor-faktor ini dengan memasukkannya dalam model yang lebih kompleks atau melakukan penelitian terpisah untuk mengidentifikasi pengaruh potensial mereka terhadap prestasi belajar. Salah satu kelemahan dalam penelitian ini adalah ketidakhadiran analisis subkelompok, yang seharusnya dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai variabilitas prestasi belajar berdasarkan pengalaman belajar sebelumnya mahasiswa. Sebagai contoh, mahasiswa yang telah memiliki pengalaman belajar bahasa Jerman sebelumnya mungkin memiliki tingkat motivasi dan efikasi diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memulai bahasa ini dari nol. Dengan melakukan analisis per subkelompok berdasarkan pengalaman belajar bahasa, penelitian ini bisa memberikan penjelasan yang lebih kaya mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi prestasi belajar dalam konteks yang lebih Penelitian selanjutnya disarankan untuk memasukkan analisis semacam ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih holistik. Meskipun temuan penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri dan motivasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi belajar bahasa Jerman, hasil ini tetap memiliki implikasi praktis untuk pengajaran bahasa asing. Misalnya, pendidikan bahasa Jerman di FPBS UPI dan di tempat lain bisa memfokuskan pada peningkatan strategi pembelajaran yang lebih efektif, dukungan sosial yang lebih intensif, dan pendekatan yang lebih interaktif dalam pembelajaran. Intervensi berbasis motivasi, yang lebih difokuskan pada penghargaan intrinsik, dapat membantu mahasiswa merasa lebih terlibat dalam proses pembelajaran (Yan Liu et al. , 2. Oleh karena itu, meskipun motivasi dan efikasi diri tidak terbukti sebagai faktor utama, kedua faktor tersebut tetap perlu diperhatikan dalam desain kurikulum dan metode pengajaran untuk mendukung keberhasilan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa, seperti yang disarankan Gruber & Kurahashi-Friedmann . dan Jia et al. Salah satu keterbatasan utama dari penelitian ini adalah ukuran sampel yang relatif kecil dan homogen, yang membatasi kemampuan generalisasi temuan ke populasi yang lebih luas. Selain itu, penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang hanya memberikan gambaran dari satu titik waktu, dan tidak dapat menggambarkan dinamika hubungan antara variabel sepanjang waktu. Untuk penelitian lanjutan, penggunaan desain longitudinal yang lebih luas dan teknik sampling yang lebih representatif akan sangat meningkatkan daya jelajah temuan ini. Selain itu, memperluas penelitian dengan memasukkan variabelvariabel eksternal, seperti dukungan sosial atau kecemasan berbahasa, bisa memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar bahasa Jerman. Mengakhiri pembahasan ini, perlu dicatat bahwa meskipun regresi linear berganda digunakan dalam penelitian ini, model yang lebih kompleks seperti Structural Equation Modeling (SEM) atau analisis jalur . ath analysi. mungkin lebih tepat untuk menggambarkan hubungan antar variabel yang lebih dinamis dan tidak Model mediasi atau moderasi juga dapat diperkenalkan dalam penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi pengaruh tidak langsung antara motivasi, efikasi diri, dan prestasi belajar, yang mungkin lebih sesuai dengan sifat kompleks dari hubungan psikologis ini. Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh efikasi diri dan motivasi terhadap prestasi belajar bahasa Jerman pada mahasiswa tahun pertama Prodi Pendidikan Bahasa Jerman FPBS UPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun efikasi diri dan motivasi berhubungan dengan prestasi belajar, kontribusi keduanya sangat kecil, dengan koefisien determinasi (RA) sebesar 0. Ini berarti hanya 0. dari variabilitas prestasi belajar dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun efikasi diri dan motivasi berperan, pengaruh mereka terhadap prestasi belajar bahasa Jerman tidak signifikan secara statistik. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembelajaran bahasa asing dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks selain motivasi dan efikasi diri, termasuk strategi belajar, dukungan sosial, dan kecemasan berbahasa. Temuan ini juga mengungkapkan bahwa meskipun hubungan positif ditemukan antara efikasi diri . dan motivasi . dengan prestasi belajar, nilai koefisien yang sangat kecil menunjukkan bahwa faktor-faktor lain yang tidak terukur dalam penelitian ini, seperti metode pengajaran dan dukungan sosial, mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa faktor-faktor Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Parida. , et al Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 1, 2025, pp. eksternal, seperti dukungan dari pengajar dan teman sebaya, serta metode pengajaran yang efektif, dapat menjadi faktor penentu utama dalam keberhasilan pembelajaran bahasa asing. Salah satu kontribusi penting dari penelitian ini adalah bahwa meskipun temuan ini tidak sepenuhnya konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan hubungan signifikan antara motivasi, efikasi diri, dan prestasi akademik, hasil ini memberikan perspektif baru dalam pemahaman tentang kompleksitas pembelajaran bahasa asing, khususnya bahasa Jerman. Struktur gramatikal dan fonetik bahasa Jerman yang lebih kompleks dibandingkan bahasa lain seperti bahasa Inggris mungkin juga berperan dalam membatasi pengaruh motivasi dan efikasi diri terhadap prestasi belajar. Penelitian ini juga memiliki beberapa keterbatasan, seperti ukuran sampel yang kecil dan populasi yang homogen, yang membatasi kemampuan generalisasi temuan ke populasi yang lebih luas. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dengan desain longitudinal dan sampel yang lebih besar akan sangat berguna untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang hubungan antara motivasi, efikasi diri, dan prestasi belajar dalam jangka panjang. Pengukuran variabel eksternal seperti dukungan sosial, strategi belajar, dan kecemasan belajar juga perlu dipertimbangkan dalam penelitian selanjutnya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih holistik mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran bahasa asing. Secara keseluruhan, meskipun efikasi diri dan motivasi tidak terbukti menjadi faktor utama dalam prestasi belajar bahasa Jerman, hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum dan strategi pengajaran di FPBS UPI dan lembaga pendidikan lainnya. Pendekatan yang lebih holistik yang menggabungkan dukungan sosial, strategi pembelajaran efektif, dan motivasi intrinsik perlu diterapkan untuk meningkatkan keberhasilan mahasiswa dalam pembelajaran bahasa asing. Referensi