Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis 5. : 16-21 https://jurnal. net/index. php/jikab doi: https://doi. org/10. 53088/jikab. ISSN: 2962-2433 Perbandingan Penerapan Metode Net Dan Gross Up Pada Pajak Penghasilan Karyawan di PT. YTI Singgih Bagus Pangestu1. Maya Widyana Dewi2. Sri Laksmi Pardanawati3 Fakultas Ekonomi Bisnis. Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia. Sukoharjo. Indonesia Alamat Email: Singgihbagus182@gmail. Widyamine77@gmail. Laksmi. aas@gmail. Sitasi Artikel: Pangestu. Dewi. , & Pardanawati. Perbandingan Penerapan Metode Net Dan Gross Up Pada Pajak Penghasilan Karyawan di PT. YTI. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis. https://doi. org/10. 53088/jikab. Abstract: This study aims to compare the calculation of Income Tax Article 21 using the Net Method and the Gross Up Method on the salaries and allowances of permanent employees at PT YTI. This research uses a qualitative descriptive approach by collecting, processing, and analyzing data to obtain a clear understanding of the problem under study. The data used in this study consist of primary and secondary data obtained directly from the company as well as supporting documents and reports. The analysis was conducted by comparing the calculation results of PPh Article 21 using the two methods in order to determine the most efficient method for the company. The results show that the calculation of PPh Article 21 using the Net Method produces a tax payable of Rp9,350,400, while the Gross Up Method results in a higher tax payable of Rp9,842,526. The difference between the two methods is Rp492,126. Although the Gross Up Method provides higher income benefits for employees because the company provides tax allowances, it increases the tax burden for the company. Therefore, the Net Method is considered more efficient and beneficial for the company in managing its PPh Article 21 obligations. Keywords: Gross Up Method. Net Method. Tax Efficiency. Tax Method Comparison. Withholding Tax Article 21. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan perhitungan Pajak Penghasilan (PP. Pasal 21 dengan menggunakan metode Net dan metode Gross Up pada gaji serta tunjangan karyawan tetap di PT YTI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai permasalahan yang diteliti. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh secara langsung dari perusahaan serta dari dokumen dan laporan pendukung lainnya. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan PPh Pasal 21 menggunakan kedua metode tersebut untuk mengetahui metode yang lebih efisien bagi perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan PPh Pasal 21 dengan metode Net menghasilkan pajak terutang sebesar Rp9. 400, sedangkan metode Gross Up menghasilkan pajak terutang sebesar Rp9. Selisih beban pajak antara kedua metode tersebut adalah sebesar Rp492. Meskipun metode Gross Up memberikan tambahan tunjangan pajak yang meningkatkan penghasilan karyawan, metode ini menyebabkan beban pajak perusahaan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, metode Net dinilai lebih efisien dan lebih menguntungkan bagi perusahaan dalam pengelolaan kewajiban PPh Pasal 21. Kata Kunci: Efisiensi Pajak. Metode Gross Up. Metode Net. PPh Pasal 21. Perbandingan Metode Pajak. Pendahuluan UU PPh mengatur penerapan pajak atas pendapatan yang didapat subjek pajak selama tahun pajak. Wajib pajak diberikan pajak akan Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Pangestu. Dewi. , & Pardanawati. Perbandingan Penerapan Metode Net Dan Gross Up Pada Pajak Penghasilan Karyawan di PT. YTI. penghasilan yang didapat dalam satu tahun pajak, tiga sistem perpajakan tersebut ialah metode atau untuk sebagian tahun pajak jika kewajiban gross up. Dalam metode ini, pemberian tunjangan pajak subjektif berawal atau berakhir di tahun pajak dari perusahaan jumlahnya setara oleh PPh Proyeksi sumber pendapatan terbesar dari Pasal pajak dalam negeri melalui pajak penghasilan non- Tunjangan ini bersifat kena pajak, migas, meliputi PPh Pasal 21. PPh Pasal 21 ini hingga penghasilan bruto karyawan meningkat. dipungut melewati sistem potongan . ithholding Sesudah dikurangi dengan PPh Pasal 21, jumlah syste. , di mana pihak ketiga yang diberi yang diperoleh karyawan . ake home pa. akan kewenangan oleh UU bertugas memotong pajak serupa seperti bila PPh Pasal 21 ditanggung Di Indonesia, pajak yang dipungut perusahaan, sebab besar potongannya serupa melalui sistem pemotongan ini meliputi PPN, oleh tunjangannya. Teruntuk pemberi kerja. PPnBM, serta PPh. Dalam sistem ini, potongan pajak harus expenses, sehingga tidak perlu dilakukan koreksi memiliki pemahaman yang baik tentang metode peningkatan total pajak yang terutang. pelaporan PPh Pasal 21 agar proses tersebut Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh berjalan efektif serta efisien, hingga tujuan pemberi pengusaha adalah dengan meminimalkan beban pajak dalam batas yang tidak melanggar aturan, meningkatkan efisiensi beban pajak perusahaan karena pajak merupakan salah satu faktor adalah melalui perencanaan pajak yang tepat serta pengurang laba. Besarnya pajak, seperti kita pemilihan metode yang sesuai untuk potongan PPh ketahui, tergantung pada besarnya penghasilan. Pasal 21. Perencanaan pajak yang optimal bisa Semakin besar penghasilan, semakin besar pula pajak yang terutang. Oleh karena itu perusahaan Salah menghemat pajak atau menghindari pajak yang bisa diterima otoritas pajak, serta tidak melalui planning yang tepat agar perusahaan membayar menyelundupkan pajak yang tidak bisa diterima pajak dengan efisien (Chairil, 2. serta tidak ditoleransi. Secara umum, ada tiga Dalam menentukan pemilihan dari ketiga sistem di perpajakan: Official Assesment System. Self Assesment System, serta With Holding. Official kewewenang penuh untuk menentukan metode Assesment System, . berperan krusial teruntuk kesuksesan Hal pungutan pajak, fiskus aktif mencari sampai menentukan total pajak terutang wajib pajak. With perusahaan perlu menyiapkan pencatatan yang Holding System. Mendeskripsikan kewenangan tepat terkait penghasilan bagi karyawannya pemungutan pajak diberikan pada pihak ketiga sehingga risiko kesalahan pemotongan PPh pasal menyesuaikan ketetapan yang berlaku. itu Self Assesment System ialah sistem pungutan Yudha. Bayu Kusuma . menyatakan dari pajak yang memberikan otoritas kepada wajib hasil studi kasus PT SBC Globa, menunjukkan pajak teruntuk menghitung sendiri total pajak yang bahwa PT. SBC GLOBAL memakai metode net terutang tiap tahun menyesuaikan ketetapan basis teruntuk memperhitungkan PPh pasal 21 aturan pajak yang berlaku. (Resmi, 2. teruntuk menghitung pajak terutang pegawainya. Salah satu metode yang dapat diterapkan dari Hasil dari membandingkan antara metode gross Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 16-21. up serta metode net basis menunjukkan pada tidak dipotong PPh Pasal 21 sebab perusahaan kondisi saat ini PT. SBC GLOBAL lebih baik yang menanggungnya. Metode ini dianjurkan untuk dimplementasikan di perusahaan guna memperhitungkan PPh pasal 21. mendukung mengurangi nilai setoran PPh 21 PT YTI perusahaan yang menganut sistem SelfAssessment di mana pihak ketiga yang diberi (Arham, 2. Metode Gross Up wewenang oleh undang-undang bertugas teruntuk Metode gross up adalah PPh Pasal 21 memperhitungkan, pemotongan, pembayaran, juga yang difasilitasi perusahaan menjadi tunjangan pajak bisa dikurangkan sebagai biaya penghasilan bruto perusahaan. Syaratnya ialah perusahaan diharapkan bisa melaksanakan perencanaan pajak memberikan tunjangan pajak yang jumlahnya yang terukur supaya target akhir perusahaan bisa serupa oleh PPh Pasal 21. Kegunaan metode gross Berlandaskan latar belakang yang sudah up ialah beban pajak perusahaan bisa berkurang diungkapkan sebelumnya hingga peneliti tertarik juga take home pay karyawan meningkat. (Chairil, 2. PPh Menghadapi Pasal AuAnalisis Perbandingan Penerapan Metode Net Dan Gross up pada Pajak Penghasilan Karyawan di PT YTIAy Kerangka Pemikiran Untuk memudahkan dalam menyampaikan konsep penelitian ini, maka peneliti memberikan Berdasarkan latar belakang diatas maka gambaran sebagai berikut: rumusan masalah dalam penelitian ini adalah . Bagaimana perhitungan pajak penghasilan pasal 21 terutang menggunakan metode net? . Bagaimana perhitungan pajak penghasilan pasal 21 terutang menggunakan gross up? . Berapa perbandingan pajak penghasilan pasal 21 terutang dari kedua metode tersebut? Tinjauan Teoritis Pajak Pajak peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa mengharuskan adanya imbalan timbal balik Gambar 1 Kerangka Pemikiran atau imbalan. mereka digunakan untuk mendanai Sumber: Diolah Peneliti, 2024. pengeluaran publik. (Mardiasmo, 2. Metode Penelitian Pajak Penghasilan Pasal 21 Dipungut Metode . ithholding syste. , yang melibatkan pihak penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Periode ketiga yang diberi wewenang oleh UU teruntuk penelitian dimulai dari Februari-Maret 2024. Data memotong PPh Pasal 21. penelitian yang digunakan data Primer yaitu Metode Pemotongan PPh Pasal 21 wawancara dan daftar gaji pertahun, data Sekunder berupa arsip serta struktur organisasi. Metode Net Ialah perusahaan menanggung PPh Pasal 21 pegawai. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, wawancara serta dokumentasi. Melalui metode ini, gaji yang diperoleh pegawai Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Pangestu. Dewi. , & Pardanawati. Perbandingan Penerapan Metode Net Dan Gross Up Pada Pajak Penghasilan Karyawan di PT. YTI. Perbandingan PPh Pasal 21 terutang dari kedua Hasil dan Pembahasan metode Net serta Gross Up Hasil Penelitian Memperhitungkan Dibawah tersaji tabel membandingkan PPh pasal PPh memakai Metode Net pada PT YTI Metode Net memperhitungkan PPh pasal 21 berdasarkan Dibawah tersaji tabel PPh pasal 21 memakai perpajakan yang berlaku memakai Metode Gross Metode Net melalui memperhitungkan PPh pasal Up: 21 berdasarkan perpajakan yang berlaku: Status Gaji . K/1 K/2 K/0 TK/1 TK/0 Jumlah Penghasil . Nama PTKP PPh 21 Setahun Tabel 4. 1 Rekapitulasi perhitungan PPh pasal 21 Metode Net PPh Pasal 21 Metode Net Manajer Supervisor AnalisisKeuangan Akuntan Asisten Pribadi Jumlah PPh Pasal 21 Metode Gross Up Tabel 4. 3 Perbandingan PPh 21 Terutang Sumber: Diolah Peneliti, 2024 Berlandaskan tabel 4. 3 tampak perbedaan Sumber: Diolah Peneliti, 2024 melalui metode Net pada memperhitungkan PPh Dari hasil rekapitulasi Tabel 4. 1 yang terlampir pasal 21 yakni senilai Rp 9. 400-, sementara memperhitungkan PPh Pasal 21 gaji bruto setahun beban pajak sesudah implementasi metode Gross karyawan senilai Rp. 000 sementara PPh pasal 21 terhutang perlu perlu dibayar perusahaan tiap tahun senilai Rp. Memperhitungkan PPh Up pada memperhitungkan PPh pasal 21 senilai Rp 9. 526,-. Hingga selisih beban pajak perusahaan dengan metode Net serta Gross Up memakai Metode Gross Up pada PT YTI terhadap perhitungan PPh pasal 21 ialah seniali Rp 492. 126,-. Dibawah tersaji tabel PPh pasal 21 memakai Metode Gross Up melalui memperhitungkan PPh pasal 21 berdasarkan perpajakan yang berlaku: Status K/1 K/2 K/0 TK/1 TK/0 Jumlah Gaji . Penghasilan( PTKP PPh 21 Setahun Pembahasan Penerapan Memperhitungkan PPh pasal 21 terutang menggunakan Metode Net pada PT YTI Total PPh Pasal 21 yang dihitung melalui metode Net lebih rendah ketimbang jumlah yang dihitung berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku sesudah memakai metode gross up. Tabel 4. 2 Rekapitulasi perhitungan PPh pasal 21 dilihat perbedaan dengan metode net pada Metode Gross Up perhitungan PPh pasal 21 yakni senilai Rp Sumber: Diolah Peneliti, 2024 Berlandaskan hasil tabel 4. 2 yang terlampir Gross memperhitungkan PPh pasal 21 senilai Rp 526,-. Hingga selisih beban pajak perusahaan PPh Pasal 21 gaji bruto setahun pegawai sebesar Rp. dengan metode Net serta Gross Up pada 520 hingga beban pajak penghasilan pasal perhitungan PPh pasal 21 ialah senilai Rp 126,-Implementasi metode net terhadap PPh setelah memakai Metode Gross Up menunjukkan PPh Rp. Pasal 21 terutang teramat menguntungkan sebab Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Binis, 2026. : 16-21. terutang yakni senilai Rp 9. 400-, hingga metode Jadi dari sisi pemberi kerja, metode Gross Up net lebih efektif serta baik dipakai perusahaan. adalah yang terbaik dari metode Net untuk Penelitian ini sejalan dengan (Burhanudin serta kesejahteraan pegawai. Perhitungan tersebut Lisdiana, 2. berjudul AuAnalisis Perbandingan Metode gross up dan Sebagai Perencanaan Pajak menanggung beban PPh pasal 21 karyawan. PPh pasal 21 Terhadap Laba sebelum Pajak pada karena jumlah PPh pasal 21 yang di tanggung PT. Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (Wom Financ. Ay perhitungan SPT PPh pasal 21, sehingga tidak di berlandaskan analisis yang sudah dilaksanakan kurangkan dari penghasilan bruto perusahaan terkait perbandingan metode gross up serta metode sebagai biaya yang dapat mengurangi Laba di net bahwa untuk metode net lebih kecil ketimbang oleh metode gross up. perusahaan selaku pemotong atau pemungut Memperhitungkan PPh memakai Metode Gross Up pada PT YTI Nett Laba Rugi . on pajak wajib membayar dan melaporkan ke kantor Hasil perbandingan total PPh pasal 21 berdasarkan Penelitian ini memperlihatkan Metode Gross perhitungan memakai metode Nett lebih kecil Up bernilai positif teruntuk karyawan serta ketimbang oleh metode gross up dimana hasil Teruntuk karyawan, implementasi Metode PPh Gross 526. Karena karyawan menerima tambahan meningkatkan take home pay. Meskipun teruntuk penghasilan berupa tunjangan pajak, pajak yang Tetapi, memberatkan sebab perlu memberikan tunjangan mempergunakan metode gross up. PPh Pasal 21 pajak pada karyawan, secara fiskal teramat Pemberian tunjangan pajak bisa penghasilan kena pajak perusahaan. Meskipun dihitung menjadi beban, hingga meminimalisir laba sebelum pajak serta berimbas terhadap menghemat beban pajak perusahaan. ketimbang metode Net. Hasil penelitian ini serupa oleh penelitian Penelitian ini sejalan dengan (Yulia, 2. sebelumnya dari (Wenas, 2. berjudul AuAnalisis dengan judul penelitian Analisis perbandingan Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 dalam Usaha Meminimalkan Beban Pajak PerusahaanAy memperhitungkan PPh pasal 21 dalam rangka bahwa memperlihatkan metode pemotongan prencanaan pajak pada PT PLN. hasil penelitiannya memakai Metode Gross Up ialah teramat sesuai, menunjukan bahwa Dari sudut pandang besarnya dengan biaya yang dikeluarkan perusahaan bisa pajak badan, metode net menghasilkan beban pajak terhitung menjadi beban, sebagai akibatnya beban Namun, secara keseluruhan, metode gross pajak yang perlu dibayar perusahaan menjadi up lebih menguntungkan. tidak banyak. Perbandingan PPh Pasal 21 terutang dari kedua metode Net serta Gross Up Secara total metode Gross Up memberikan Kesimpulan Berdasarkan pembahasan hasil penelitian penerimaan penghasilan yang lebih besar bagi pegawai dibandingkan dengan metode Nett. Penghasilan (PP. Pasal 21 terutang dengan Metode Nett dari sisi perusahaan masih harus menggunakan metode Net dan metode Gross Up mengeluarkan dana untuk setoran PPh Pasal 21 ke kas negara yang kini menjadi beban pemberi kerja. penerapan metode Net menghasilkan jumlah PPh YTI, Pajak Pasal 21 terutang sebesar Rp9. Metode ini Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional. Pangestu. Dewi. , & Pardanawati. Perbandingan Penerapan Metode Net Dan Gross Up Pada Pajak Penghasilan Karyawan di PT. YTI. dinilai lebih menguntungkan bagi perusahaan karena beban pajak yang harus ditanggung perusahaan relatif lebih kecil sehingga lebih efisien penghasilan bersih yang diterima karyawan untuk diterapkan. Sementara itu, perhitungan PPh Pasal 21 dengan metode Gross Up menghasilkan selanjutnya, disarankan untuk memperluas objek jumlah pajak terutang sebesar Rp9. 526, yang penelitian dengan melibatkan lebih banyak lebih besar dibandingkan dengan metode Net. perusahaan serta menambahkan variabel atau Selisih beban pajak antara kedua metode tersebut metode perhitungan lainnya agar hasil penelitian adalah sebesar Rp492. Meskipun metode Gross Up memberikan Gross Up. keuntungan bagi karyawan karena meningkatkan perhitungan PPh Pasal 21. Ucapan Terimakasih Bagi tunjangan pajak, metode ini menyebabkan beban Semua pihak yang sudah mendukung dalam pajak perusahaan menjadi lebih tinggi. Oleh karena penelitian ini kami mengucap terimakasih atas itu, secara keseluruhan metode Net dinilai lebih segala kontribusi yang diberikan. Daftar Pustaka