Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 PENGARUH MOTIVASI. KOMUNIKASI DAN STRES KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN HOTEL BATIQA BANDAR LAMPUNG Rika Fatmala Putri Universitas Bandar Lampung 18011185@student. Hepiana Patmarina Universitas Bandar Lampung hepiana@ubl. ABSTRACT This research was conducted to determine the effect of motivation, communication and work stress on employee job satisfaction at Hotel Batiqa Bandar Lampung. The population for this study were all permanent employees of Hotel Batiqa Bandar Lampung who worked at the company and totaled 43 people. The sample used in this study used a non-probability sampling technique with saturated sampling. All members of the population will be used as research samples, amounting to 43 Data was collected by questionnaire and documentation method. This study analyzed data by means of descriptive analysis, validity test, reliability test, multiple linear regression analysis, coefficient of determination test, and hypothesis Researchers used SPSS software version 22 as a tool for data analysis. The results showed that each of the motivational and communication variables partially had a positive effect on employee job satisfaction at Hotel Batiqa Bandar Lampung, but on the job stress variable partially it had no effect on employee job satisfaction at Hotel Batiqa Bandar Lampung. This study also shows that motivation, communication and work stress simultaneously influence the job satisfaction of Hotel Batiqa Bandar Lampung employees. Keywords: Motivation. Communication. Job Stress. Job Satisfaction. Hotel Batiqa Bandar Lampung ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi, komunikasi dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 Populasi untuk penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap Hotel Batiqa Bandar Lampung yang bekerja di perusahaan tersebut dan berjumlah 43 orang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan sampling jenuh. Semua anggota populasi akan dijadikan sampel penelitian yang berjumlah 43 responden. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner dan dokumentasi. Penelitian ini menganalisis data dengan cara analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Peneliti menggunakan software SPSS versi 22 sebagai alat untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing pada variabel motivasi dan komunikasi secara parsial berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung, namun pada variabel stres kerja secara parsial tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa motivasi, komunikasi dan stres kerja berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Kata kunci: Motivasi. Komunikasi. Stres Kerja. Kepuasan Kerja. Hotel Batiqa Bandar Lampung PENDAHULUAN Perkembangan bisnis di era globalisasi sangat beragam. Persaingan bisnis yang semakin ketat memaksa bisnis atau organisasi untuk memberdayakan dan mengoptimalkan semua sumber daya yang tersedia untuk kelangsungan bisnis. Sumber daya manusia harus terus berkembang dan handal dalam menghadapi tantangan globalisasi. Pelaku bisnis yang ingin eksis dan mampu bersaing di era globalisasi harus mematuhi etika maupun norma serta aturan dan hukum yang berlaku (Muslim, 2. Sumber daya manusia organisasi harus memiliki keterampilan yang diperlukan agar organisasi dapat bertahan dan berkembang. Salah satu faktor untuk mendapatkan hasil kerja yang maksimal adalah kepuasan Kepuasan kerja karyawan merupakan salah satu hal yang diperhatikan oleh Hotel Batiqa Bandar Lampung. Beberapa komponen yang mempunyai peran penting dalam kepuasan kerja antara lain motivasi kerja, komunikasi, dan stres Menurut (Purwandani, 2. mengutarakan bahwa motivasi, komunikasi. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 dan stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Stres Kerja. Lingkungan Kerja. Kompensasi dan Pengembangan Karier secara parsial berpengaruh terhadap Turnover Intention Karyawan (Budiyanto, 2. Motivasi memiliki hubungan tidak searah . dengan kepuasan kerja karyawan. Artinya, jika semakin rendah motivasi karyawan maka kepuasan kerjanya akan semakin menurun pula. Motivasi kerja memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Adek & Aldino, 2022. Fitriani et al. , 2. Komunikasi memiliki hubungan searah . dengan kepuasan kerja karyawan (Zulkarnaen et al. , 2. Artinya, semakin baik komunikasi yang terjalin pada karyawan maka kepuasan kerjanya akan semakin meningkat pula. Kemudian variabel stres kerja memiliki hubungan tidak searah . dengan kepuasan kerja karyawan, yang berarti bahwa semakin tinggi tingkat stres kerja karyawan maka kepuasan kerja karyawan akan semakin rendah, begitu sebaliknya. Masalah lainnya yang sering dialami oleh karyawan adalah komunikasi antara karyawan. Mempunyai rekan kerja yang ramah dan mendukung dapat meningkatkan kepuasan kerja. Perilaku atasan juga merupakan determinan utama dari kepuasan. Karyawan yang bekerja dalam suasana tertekan tidak akan bisa memberikan hasil kerja yang baik dan berprestasi. Berdasarkan penjelasan diatas, penulis tertarik untuk mengetahui mengetahui dan menganalisis motivasi, komunikasi, dan stres kerja terhadap kepuasan kerja pada karyawan Hotel Batiqa di Bandar Lampung. TELAAH LITERATUR Menurut Nuraini . , kepuasan kerja adalah rasa puas yang dinikmati dalam pekerjaan seperti memperoleh pujian, hasil kerja, penempatan, perlakuan, peralatan dan suasana lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih suka menikmati kepuasan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaan dari pada balas jasa walaupun balas jasa itu penting. Menurut (Wibowo, 2. mengungkapkan bahwa motivasi adalah keinginan untuk bertindak, motivasi harus diinjeksi dari luar tetapi sekarang semakin dipahami bahwa setiap orang termotivasi oleh beberapa kekuatan yang berbeda. Robbins . menyebutkan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 bahwa komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka bekerja, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja yang di bawah standar. Indikator komunikasi menurut Mangkunegara . yakni pemahaman, kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh Dengan pemahaman yang cermat dari karyawan, pemimpin akan mudah menjelaskan mengenai tujuan perusahaan dan aturan yang ada di Suasana menyenangkan di dalam aktivitas kerja otomatis menimbulkan keharmonisan antar anggota perusahaan. Keharmonisan yang terjadi dalam perusahaan secara tidak langsung mendorong anggota perusahaan memiliki rasa kenyamanan untuk bekerja. Sehingga tercipta hubungan kerja yang baik antara pimpinan dan karyawan. Menurut Mangkunegara . , stres kerja adalah perasaan tertekan yang dialami karyawan dalam menghadapi pekerjaan. Stres ini tampak dari symptom, antara lain emosi tidak stabil, perasaan tidak tenang, suka menyendiri, sulit tidur, merokok yang berlebihan, tidak bisa rileks, cemas, tegang, gugup, tekanan darah meningkat, dan mengalami gangguan METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu peneliti berusaha untuk menemukan pengaruh langsung dari variabel bebas antara lain pengaruh motivasi, komunikasi dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian ini peneliti lakukan di Hotel Batiqa Bandar Lampung. Alasan peneliti memilih tempat tersebut dikarenakan peneliti tertarik untuk mengkaji, memecahkan atau menjawab permasalahan yang diteliti mengenai motivasi, komunikasi dan stres kerja terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Untuk menjawab permasalahan penelitian tersebut maka peneliti menggunakan 2 variabel yaitu: Variabel Bebas (Variabel Independe. Variabel bebas (X) adalah motivasi (X. , komunikasi (X. , dan stres kerja (X. dan Variabel Terikat Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 (Variabel Depende. atau dilambangkan dengan Y. Dalam penelitian ini variabel dependen yaitu kepuasan kerja (Y). Tabel 1 Indikator Variabel Penelitian Variabel Penelitian Motivasi Kerja (X. Komunikasi (X. Stres Kerja (X. Kepuasan Kerja (Y) Indikator Penelitian Definisi Kebutuhan Fisik Kebutuhan Rasa Aman Kebutuhan Sosial Kebutuhan Penghargaan Kebutuhan Perwujudan Diri (Maslow dalam Mangkunegara. Komunikasi Internal: Komunikasi vertikal Komunikasi horiontal Komunikasi ekternal Komunikasi dari Organisasi ke Khalayak Komunikasi dari Khalayak ke Organisasi (Bovee dan Thill, 2. Tuntutan Tugas Tuntutan Peran Tuntutan Antar Pribadi Kepemimpinan Organisasi Struktur Organisasi (Robbins, 2. Motivasi adalah suatu perangsang keinginan daya gerak kemauan bekerja seseorang, setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Pekerjaan Gaji Promosi Pengawasan Rekan Kerja (Afandi, 2. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk membantu atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku, baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media. Stres kerja sebagai kondisikondisi internal dan eksternal yang menciptakan situasi-situasi yang penuh tekanan, dan gejala-gejalanya dialami oleh setiap orang yang Kepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap pekerjaan, kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap Penelitian ini menetapkan target populasi yaitu karyawan tetap Hotel Batiqa Bandar Lampung yang bekerja di perusahaan tersebut dan berjumlah 43 karyawan Khusus untuk pengumpulan data yang akan dipergunakan dalam penelitian Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 ini diantaranya: Wawancara Melakukan tanya jawab dengan pimpinan dan staf perusahaan Hotel Batiqa Bandar Lampung untuk memberikan data sekunder sebagai data pendukung. Observasi Peneliti melakukan suatu pengamatan secara langsung dan mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti pada Hotel Batiqa Bandar Lampung. Studi Dokumentasi Studi dokumentasi dilakukan untuk mempelajari dataAedata yang ada dalam Hotel Batiqa Bandar Lampung yang berhubungan dengan penelitian ini yang bersifat dokumentasi perusahaan. Kuesioner Teknik pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang disusun untuk mengetahui pendapat/persepsi responden penelitian tentang suatu variabel yang diteliti. Setelah didapatkan data yang diperoleh maka perlu dilakukan perumusan dan penafsiran data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas, sehingga dapat diketahui gambaran umum dari objek yang diteliti. Diantaranya dengan menggunakan rumusAerumus atau metode statistik dan untuk mempermudah analisis data maka dalam penelitian ini menggunakan software SPSS 22. Kemudian mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen atau bebas yaitu X1. X2 dan X3, terhadap variabel dependen atau terikat yaitu Y. Untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel Maka dilakukan Uji statistik-t untuk melihat secara parsial . bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Model hipotesis yang digunakan dalam uji-t ini adalah: H0: i O 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Ha: i > 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 Model hipotesis lain adalah Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, yaitu apakah variabel XI. X2 dan X3 secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel Y. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: H0: 1 = 2 = 0, artinya secara serempak tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Ha: Minimal satu i O 0, artinya secara serempak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif hasil dari penelitian Pengaruh Motivasi. Komunikasi dan Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung dengan tanggapan responden. Peneliti menyebarkan angket yang berisi 40 item pertanyaan kepada 43 responden yang merupakan karyawan di Hotel Batiqa Bandar Lampung. Deskripsi variabel dalam statistik deskriptif yang digunakan pada penelitian ini meliputi nilai minimum, maksimum, sum, mean dan standar deviasi dari satu variabel dependen yaitu kepuasan kerja karyawan dan tiga variabel independen yaitu motivasi, komunikasi dan stres kerja. Berikut merupakan tanggapan responden mengenai Motivasi (X. dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Motivasi (X. STS Total Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 Tabel 3 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Komunikasi (X. STS Total Tabel 4 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Stres Kerja (X. STS Total Tabel 5 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kepuasan Kerja Karyawan (Y) STS Total 33 16 37 42 11 26 40 15 35 42 16 37 Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis mengenai Motivasi. Komunikasi dan Stres Kerja secara parsial dan simultan apakah berpengaruh terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Pengujian hipotesis secara parsial dilakukan dengan uji t dan untuk pengujian secara simultan dilakukan dengan uji F. Uji t dilakukan untuk menguji keberartian model regresi terhadap masing-masing variabel. Berikut merupakan hasil uji t dengan menggunakan bantuan program SPSS dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6 Hasil Uji Signikansi Parsial (Uji . Model 1 (Constan. Motivasi Komunikasi Stres Kerja Unstandardied Coefficients Std. Error Standardied Coefficients Sig. Beta Berdasarkan analisis hasil uji t pada tabel 6 maka secara parsial pengaruh masingmasing variabel independen terhadap variabel dependen dapat diuraikan sebagai Variabel motivasi (X. terhadap kepuasan kerja (Y) Pada variabel motivasi (X. diperoleh nilai thitung sebesar 2,774 dan ttabel yaitu 2,023 sehingga thitung > ttabel. Hasil significant diperoleh sebesar 0,002 < yang ditentukan yaitu 0,05 sehingga dapat dikatakan significant, dengan kata lain motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel komunikasi (X. terhadap kepuasan kerja (Y) Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 Pada variabel komunikasi (X. diperoleh nilai thitung sebesar 2,687 dan ttabel yaitu 2,023, sehingga thitung > ttabel. Hasil significant diperoleh sebesar 0,000 < yang ditentukan yaitu 0,05 sehingga dapat dikatakan significant. Dengan demikian, ho ditolak dan ha diterima, atau dengan kata lain komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Variabel stres kerja (X. terhadap kepuasan kerja (Y) Pada variabel stres kerja (X. diperoleh nilai thitung sebesar -2,678 dan ttabel yaitu 2,023, sehingga thitung < ttabel. Hasil significant diperoleh sebesar 0,000 < yang ditentukan yaitu 0,05 sehingga dapat dikatakan significant. Dengan demikian, ho diterima dan ha ditolak, atau dengan kata lain stres kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja. Uji f bertujuan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel dependen. Jika hasil p-value . ada kolom sig. ) Lebih kecil dari level of significant yang ditentukan . ebesar 5%), atau f hitung . ada kolom . lebih besar dari f tabel. F tabel dihitung dengan cara df1 = k-1, dan df2 = n-k, yaitu df1 = 4-1 = 3 dan df 2 = 43-4 =39, sehingga diperoleh nilai f tabel sebesar 3,24. Berikut ini merupakan hasil uji f. Tabel 7 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAa Sum of Mean Model Squares Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kepuasan Kerja Predictors: (Constan. Motivasi. Komunikasi. Stres Kerja Sig. Berdasarkan hasil uji F pada Tabel 7 menunjukkan bahwa untuk pengujian secara simultan diperoleh nilai Fhitung . > nilai Ftabel . dengan nilai signifikan 0,032 < . Hasil ini menunjukkan bahwa pada uji hipotesis Ho Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat diketahui bahwa variabel independen Motivasi (X. Komunikasi (X. dan Stres Kerja (X. secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja (Y) Karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan Kerja Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Hal ini berarti apabila motivasi meningkat maka kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung akan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dibuktikan pada Tabel 6 bahwa nilai thitung 2,774 > ttabel 2,023 dan hasil significant diperoleh sebesar 0,002 < . Adapun berdasarkan penelitian yang dilakukan (Purwandani, 2. mengungkapkan bahwa Variabel motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, hal ini terbukti dengan nilai signifikansi untuk variabel tersebut < 0,05. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tarigan . bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai karyawan PT. Matrix Jaya Indomas Medan. Hal ini dapat dibuktikan dari perolehan nilai thitung sebesar 14,517 > ttabel 1,989 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi = 0,05. Dari uraian penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara variabel independen Motivasi (X. terhadap variabel dependen Kepuasan Kerja (Y) karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan motivasi dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Karyawan dalam suatu perusahaan dapat dimotivasi dengan memberikan apa yang menjadi kebutuhan dan Karyawan akan termotivasi jika kebutuhannya terpenuhi, dengan terpenuhinya kebutuhan maka akan timbul kepuasaan kerja. Apabila pemenuhan kebutuhan para karyawan semakin baik, maka akan semakin baik pula motivasi kerja yang diberikan kepada para karyawan dan pada akhirnya mereka mendapatkan kepuasan kerja yang tinggi pula. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 Pengaruh Komunikasi terhadap Kepuasan kerja Karyawan Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara komunikasi terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Hal ini berarti apabila komunikasi meningkat maka kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung akan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dibuktikan pada Tabel 6 dimana nilai thitung 2,687 > ttabel 2,023 dan hasil significant diperoleh sebesar 0,000 < . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Purwandani, 2. bahwa variabel komunikasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, hal ini terbukti dengan nilai signifikansi untuk variable tersebut < 0,05. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khulfatya . dimana variabel komunikasi organisasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai koefisien regresi variabel komunikasi organisasi sebesar 0,102 yang dimana bahwa setiap kenaikan komunikasi organisasi, sebesar 1 persen akan meningkatkan kepuasan kerja sebesar 0,102 yang berarti semakin tinggi variabel komunikasi organisasi maka semakin tinggi pula kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan teori penelitian yang dipaparkan oleh Robbins dan Mary . menyebutkan bahwa komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan, seberapa baik mereka bekerja, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja yang di bawah standar. Komunikasi di dalam sebuah perusahaan atau organiasasi sangat diperlukan dalam berjalannya suatu pekerjaan. Hasil data penelitian pada karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung menunjukkan bahwa komunikasi antara atasan dan bawahan (Vertika. sudah terjalin dengan baik. Karyawan melakukan pekerjaannya atas dasar perintah atau arahan dari manajer atau pimpinan sesuai dengan bidang pekerjaan masingmasing, sehingga pekerjaan yang di berikan dapat terselesaikan dengan tepat Namun, karyawan tidak sepenuhnya mempunyai kesempatan untuk mengajukan keluhan dan memberikan saran untuk pengembangan perusahaan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 Hal ini amat disayangkan karena keluhan maupun saran dari karyawan dapat meningkatkan kemajuan perusahaan. Pengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stress kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Hal ini berarti apabila stress kerja meningkat maka kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung akan mengalami penurunan. Hal ini dapat dibuktikan pada Tabel 4. dimana nilai thitung -2,678 < ttabel 2,023 dan hasil significant diperoleh sebesar 0,000 < . Adapun hasil penelitian yang dilakukan oleh Yasa dan Dewi . mengungkapkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat stress di kalangan karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung maka semakin rendah tingkat kepuasan kerja yang dirasakan pegawai. Stres kerja berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dengan nilai CC sebesar -0,341. Tanda negatif menunjukkan adanya hubungan berbanding terbalik antara stress kerja dengan kepuasan kerja, semakin rendah stress kerja yang dirasakan oleh karyawan maka semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dirasakan karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa stress kerja perlu ditekan untuk meningkatkan kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Pengaruh Motivasi. Komunikasi dan Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, komunikasi dan stres kerja berpengaruh dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Hal ini dibuktikan pada tabel di atas menunjukkan nilai Fhitung . > nilai Ftabel . dengan nilai signifikan 0,032 < . Hasil uji determinasi pada Tabel 7 menunjukkan nilai R Square sebesar 0,424. Hal ini berarti bahwa terjadinya korelasi hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen yaitu R = 42,4%. Menurut Nuraini . , kepuasan kerja adalah rasa puas yang dinikmati dalam pekerjaan seperti memperoleh pujian, hasil Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 kerja, penempatan, perlakuan, peralatan dan suasana lingkungan kerja yang baik. Karyawan yang lebih suka menikmati kepuasan kerja dalam pekerjaan akan lebih mengutamakan pekerjaan dari pada balas jasa walaupun balas jasa itu penting. Daky dan Dadang . berpendapat bahwa kepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap pekerjaan, kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Perusahaan yang ingin berkembang dan selalu bertahan harus dapat mengelola kepuasan kerja karyawannya dengan baik. Dalam penelitian ini, karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung diketahui cukup memiliki kepuasan kerja yang baik, sehingga secara tidak langsung hal tersebut dapat mendorong karyawan untuk membalas budi terhadap organisasi. Kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung sangat dipengaruhi oleh motivasi, komunikasi dan stress kerja yang diberikan oleh pimpinan maupun perusahaan. Bahkan karakteristik individu diketahui juga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja seperti usia, tingkat pendidikan, status perkawainan dan jenis kelamin. Karyawan dengan tingkat kepuasan kerja cukup tinggi akan sangat dengan mudah mengenali nilai-nilai dan tujuan organisasi dimana nantinya dapat meningkatkan kenyamanan dan kebersamaan antar anggota karyawan satu sama lain dalam sebuah organisasi (Jordan et al. , 2. SIMPULAN Penelitian ini juga menunjukkan bahwa motivasi, komunikasi dan stres kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan Hotel Batiqa Bandar Lampung. Saran yang dapat diberikan berkaitan dengan penelitian ini sebagai bahan pertimbangan serta masukan yang berguna bagi manajemen Hotel Batiqa Bandar Lampung yang akan datang adalah perusahaan harus meningkatkan motivasi dalam hal penempatan kerja yang tepat bagi karyawan. Dengan penempatan karyawan yang tepat, akan meningkatkan semangat kerja dan karyawan bisa termotivasi untuk menjalankan tugas dengan baik. Dalam meningkatkan komunikasi dalam perusahaan, karyawan harus lebih berani untuk Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 76-92 berkomunikasi dengan karyawan lainnya. Dengan demikian, komunikasi yang dilakukan dalam perusahaan akan berjalan efektif. Untuk meminimalkan stres kerja karyawan, sebaiknya karyawan lebih menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan atasan. Dengan demikian, tugas yang dikerjakan lebih cepat dan mudah diselesaikan. Meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Hotel Batiqa Bandar Lampung harus memperhatikan pembagian gaji secara adil sesuai dengan keahlian dan tuntutan pekerjaan. Dengan demikian, kepuasan kerja karyawan akan meningkat dan peneliti selanjutnya diharapkan mengembangkan variabel lainnya selain variabel yang diteliti saat ini agar memperoleh penjelasan yang lebih baik DAFTAR PUSTAKA