Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 35-40 Contents list available at JKP website Jurnal Kesehatan Perintis Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/JKP Perbandingn Jumlah Eritrosit. Trombosit Mode Whole Blood dan Prediluted Menggunakan Hematology Analyzer Murtitono Murtitono*. Tri Dyah Astuti. Monika Putri Solikah Universitas AoAisyiyah Yogyakarta. DIY. Indonesia Article Information : Received 25 April 2024. Accepted 29 June 2024. Published online 30 June 2024 *Corresponding author: murtitono02@gmail. ABSTRAK Pemeriksaan laboratorium yang sering digunakan dalam menunjang diagnosis salah satunya pemerksaan eritrosit dan trombosit. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan metode otomatis hematology analyzer. Alat ini memiliki 2 mode yaitu whole blood dan prediluted. Mode whole blood digunakan ketika sampel darah yang digunakan minimal 1 mL dan mode prediluted digunakan minimal sampel 20 AAL . esulitan dalam pengambilan sampe. Tujuan penelitian untuk membandingkan jumlah eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted menggunakan hematology analyzer. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien yang melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Pengasih II. Sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan kedua mode, kemudian data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter eritrosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 4,5577 dan 4,2397. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,00 (<0,. Pada parameter trombosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 291700 dan 278133,33. Nilai sig uji paired t-test yaitu 0,01 (<0,. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah sel eritrosit, trombosit mode whole blood dan prediluted, namun tidak mempengaruhi interpretasi hasil Kata kunci : Eritrosit, hematology analyzer, prediluted ,trombosit, whole blood ABSTRACT Laboratory tests that are often used to support a diagnosis include examining erythrocytes and platelets. This examination can be carried out using an automatic hematology analyzer This tool has 2 modes, namely whole blood and prediluted. Whole blood mode is used when the blood sample used is at least 1 mL and prediluted mode is used when a minimum sample is 20 AAL . ifficulty in samplin. The aim of this examination is to determine the comparison of the number of erythocytes, platelets in whole blood and prediluted modes using a hematology analyzer. This research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The population and sample for this study were patients who had complete blood tests at the Pengasih II Health Center. The samples were examined using both modes. A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 35-40 then the data were analyzed using the paired t-test. The results of this study show that the erythrocyte parameters obtained mean values for whole blood and prediluted modes, namely 5577 and 4. The sig value of the paired t-test is 0. 00 (<0. For platelet parameters, the average values for whole blood and prediluted modes were 291700 and 278133. The sig value of the paired t-test is 0. 01 (<0. The results showed that there were significant differences between the number of erythrocytes and platelets in whole blood and prediluted modes, but this did not affect the interpretation of the examination results. Keywords: Erythrocytes, hematology analyzer, prediluted, platelets, whole blood. PENDAHULUAN Laboratorium klinik adalah fasilitas melakukan pemeriksaan pada bidang hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik, immunologi klinik atau bidang lain yang berkaitan dengan kesehatan manusia, guna membantu menegakkan diagnosis (Yaqin, 2. Pemeriksaan laboratorium klinik yang sering dilakukan salah satunya yaitu pemeriksaan Pemeriksaan hematologi bertujuan untuk memeriksa kondisi darah dan komponen-komponennya (Ernawati et al. , 2. Salah satu parameter dalam pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan jumlah sel eritrosit dan Pemeriksaan jumlah sel eritrosit merupakan bagian penting dari analisis darah rutin yang bertujuan untuk mengukur jumlah sel darah merah dalam setiap mikroliter darah, dan digunakan untuk skrining kondisi seperti anemia dan polisitemia (Pandit et al. , 2. Selain eritrosit, ada pemeriksaan yang sering digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis, yaitu pemeriksaan jumlah Pemeriksaan jumlah trombosit merupakan pemeriksaan yang krusial, baik terkait penyakit koagulasi, untuk menilai hasil terapi, atau sebagai penilaian kondisi pasien (Sujud & Nuryati, 2. Dalam melakukan pemeriksaan jumlah sel eritrosit (Garini et al. , 2. dan trombosit (Mustika et al. , 2. ada beberapa metode, diantaranya dilakukan secara manual dan Cara manual dalam melakukan hitung jumlah sel dapat dilakukan dengan bilik hitung. Selain itu, untuk pemeriksaan konfirmasi trombosit dapat dilakukan dengan membuat sediaan apusan darah tepi (SADT) (Umashankar et al. , 2. Pemeriksaan metode otomatis menggunakan hematology analyzer. Alat keakuratan dan kecepatan pembacaan hasil yang baik. Alat ini dapat memangkas waktu pemeriksaan menggunakan metode manual yang berkisar sekitar 30 menit menjadi 15 detik serta mengurangi tingkat kesalahan (Faruq, 2. Pemeriksaan hematologi hitung sel menggunakan hematology analyzer pada umumnya menggunakan mode yang standar, yaitu dengan menggunakan mode whole blood (WB) yang memerlukan minimal 1 ml sampel darah. Namun, ketika terdapat situasi di mana volume sampel darah tidak mencukupi, seperti kasus vena terlalu kecil, bergeser karena gerakan tangan pasien, ketika pasien pingsan selama proses pengambilan sampel darah, salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah dengan menganalisis sampel darah vena yang ada menggunakan mode PD. Secara sederhananya, mode whole blood digunakan ketika darah yang digunakan volumenya mencukupi untuk pemeriksaan pada hematology analizer . mL) sedangkan untuk mode prediluted digunakan ketika keadaan darurat, seperti volume sampel darah yang sangat sedikit pengambilan ulang (Sudaryati, 2. Salah satu kasus yang sering dijumpai pemeriksaan hematologi pada pasien bayi, didapatkan vena yang sangat sulit teraba atau diamati. Ketika dilakukan pengambilan sampel darah, sampel yang didapatkan hanya sekitar 100 L. Ketika sampel tersebut dilakukan pemerksaan dengan mode whole blood, ditakutkan volumenya tidak cukup atau alat tersebut menyedot udara sehingga menyebabkan eror pada Alternatif pemeriksan yang dapat A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 35-40 dilakukan yaitu menggunakan mode Menurut penelitian sebelumnya oleh Sudaryati . , menunjukkan bahwa pemeriksaan hitung jumlah sel trombosit antara mode whole blood dan prediluted terdapat perbedaan hasil dengan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 30 sampel yang dilakukan pemeriksaan, mode prediluted menunjukkan hasil lebih tinggi dibandingkan dengan mode whole blood. Hasil analisis sig sebesar 0,000, hal tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan antara kedua mode tersebut. Penelitian yang dilakukan Sudaryati ini tidak menggunakan sampel yang sama . Sedangkan pada penelitian kali ini menggunakan sampel yang sama . Penelitian lain yang dilakukan Amelia Vinka . terdapat perbedaan dalam nilai MCV. MCH, dan MCHC antara metode whole blood dan metode pre diluent. Pada metode prediluted, hasil menunjukkan bahwa MCV dan MCH cenderung lebih rendah, sementara nilai MCHC lebih tinggi jika dibandingkan dengan metode whole blood. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membandingkan jumlah eritrosit, trombosit mode whole blood dan HASIL DAN PEMBAHASAN Data pada tabel 1. analisis dekriptif hasil pemeriksaan eritrosit dan trombosit menggunakan mode whole blood dan prediluted, serta gambar 1. Diagram perbandingan whole blood dan prediluted, mendapatkan nilai rata rata hasil pemerksaan eritrosit mode whole blood dan prediluted yaitu 4,5577 dan 4,2397. Nilai rata rata hasil pemerksaan trombosit mode whole blood dan prediluted yaitu 291. 70 dan Berdasarkan tabel 2 nilai uji normalitas eritrosit dengan uji shapiro-wilk didapatkan nilai sig. Dengan mode whole blood yaitu 0,938 dan mode prediluted yaitu 0,185, . ilai sig > 0,. , maka data tersebut terdistribusi normal, dan selanjutnya dilakukan uji paired t-tes. Tabel 1. Analisis dekriptif hasil pemeriksaan eritrosit dan trombosit menggunakan mode whole blood dan prediluted . Variabel METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan Populasi dan sampel penelitian ini yaitu pasien berjenis kelamin perempuan yang melakukan pemeriksaan darah lengkap di Puskesmas Pengasih II. Besaran sampel yang digunakan yaitu 30 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random Sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan kedua mode pada alat hematology analyzer sysmex XP 100, kemudian data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Min Max Mean Eritrosit Wb 3,38 5,66 4,5577 0,55070 Eritrosit Pd 3,37 5,52 4,2397 0,55000 Trombosit Wb 144 291,70 93,263 Trombosit Pd 278,13 91,887 Diagram Perbandingan Whole Blood dan Porediluted Eritrosit Whole Blood Trombosit Prediluted Gambar 1. Diagram perbandingan whole blood dan prediluted Tabel 2. Hasil uji normalitas eritrosit Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Eritrosit Wb 0,107 0,200* 0,985 0,938 Eritrosit Pd 0,134 0,178 0,951 0,185 A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 35-40 Tabel 3. Hasil Paired sample T-Tes eritrosit Pair 1 Eritrosit Wb-Eritrosit Pd Std. Error Mean Sig. -taile. 0,22941 0,04188 0,000 uji paired t-test eritrosit dengan mode whole blood dan prediluted yaitu 0,000 . ilai sig <0,. , maka menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara mode whole blood dan prediluted. Perbedaan bermakna tersebut dapat diakibatkan karena volume sampel pada mode prediluted lebih sedikit dibandingkan dengan mode whole blood sehingga sel sel darah yang terdapat didalam sampel prediluted akan lebih rendah (Amelia et al. Dalam penelitian ini menujukkan bahwa terjadi penurunan nilai eritrosit mode whole blood dan prediluted. Hal ini dimungkinkan karena dalam pencampuran darah dengan cell pack dilakukan pada tabung reaksi berbahan kaca tanpa dilapisi Kaca yang tidak dilapisi silikon memiliki permukaan yang lebih kasar dan reaktif dibandingkan dengan kaca yang Ketika darah bersentuhan dengan permukaan kasar ini, gesekan yang terjadi dapat merusak membran sel darah merah, menyebabkan lisis. Sesuai pendapat Andriayani . menyebutkan bahwa Hemolisis dapat menyebabkan penurunan kadar eritrosit. Warna merah yang terdapat pada cairan plasma/ supernatan . adalah salah satu parameter penurunan kualitas darah yang berpengaruh secara langsung pada morfologi sel (Andriyani et , 2. Berdasarkan tabel 4. nilai uji normalitas trombosit dengan uji shapiro-wilk didapatkan nilai sig. Dengan mode whole blood yaitu 0,313 dan mode prediluted yaitu 0,450, . ilai sig > 0,. , maka data tersebut terdistribusi normal, dan selanjutnya dilakukan uji paired t-tes. Berdasarkan tabel 5. nilai signifikasi uji paired t-test trombosit dengan mode whole blood dan prediluted yaitu 0,001 . ilai sig <0,. , maka menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara mode whole blood dan prediluted. Perbedaan bermakna tersebut dapat terjadi menggunakan volume sampel yang lebih kecil setelah pengenceran. Volume yang lebih kecil ini bisa menyebabkan variasi statistik, terutama dalam jumlah sel yang terhitung, karena efek pengambilan sampel yang lebih kecil dari populasi sel yang Penurunan jumlah sel trombosit pada penelitian ini dapat disebabkan oleh agregasi trombosit sehingga terbaca menjadi sel lain. Hal tersebut terjadi karena pada penelitian ini menggunakan tabung reaksi yang terbuat dari kaca untuk pencampuran darah dan cell pack. Sesuai dengan pendapat Sudaryati . bahwa penggunaan alat gelas yang dilapisi silikon atau alat alat plastik, digunakan untuk mencegah trombosit melekat pada benda asing . Menurut buku panduan alat sysmex juga menyebutkan bahwa rekomendasi pencampuran pada mode prediluted antara darah dan cell pack menggunakan mikrotube (Sysmex, 2. Sampel yang telah mengalami agregasi dapat terbaca menjadi sel lain. Hal menggunakan prinsip impedansi. Prinsip pengukuran impedansi yaitu penghitungan sel yang kemudian diukur menggunakan perubahan hambatan listrik. Pengukuran dilakukan saat sel-sel darah disuspensikan dalam pengencer dan melewati celah dengan dimensi tertentu. Sel yang melewati celah ini akan menghasilkan getaran listrik yang sama dengan volume atau ukuran sel. Metode pengukuran ini bergantung pada ukuran sel, serta adanya granula di dalam sel (Oktiyani et al. , 2. Dalam penelitian ini ada sedikit perbedaan dari penelitian sebelumnya yaitu dari Sudaryati . Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa nilai rata rata trombosti mode whole blood lebih rendah daripada mode Hal ini karena dalam penelitian tersebut tidak menggunakan sampel yang sama antara mode whole blood dan prediluted, serta menggunakan sampel darah yang tidak sesuai dengan volume Menurut Deviani . , ketidaksesuaian volume antikoagulan dapat A Jurnal Kesehatan Perintis ISSN : 2622-4135. All rights reserved Jurnal Kesehatan Perintis 11 . 2024: 35-40 Tabel 4. Hasil uji normalitas trombosit Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Trombosit Wb 0,118 0,200* 0,960 0,313 Trombosit Pd 0,125 0,200* 0,967 0,450 Tabel 5. Hasil Paired sample T-Tes Trombosit Pair 1 Trombosit Wb-Trombosit Pd Std. Error Mean Sig. -taile. 19,814 3,618 0,001 menyebabkan penyusutan sel eritrosit serta pembengkakan trombosit, yang kemudian mengalami disintegrasi dan membentuk Hal ini dapat mengakibatkan hasil pengukuran yang tidak akurat (Deviani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada parameter eritrosit didapatkan nilai rata-rata mode whole blood dan prediluted yaitu 4,5577 dan 4,2397. Pada parameter trombosit didapatkan nilai rata rata mode whole blood dan prediluted yaitu 291,70 dan 278,13. Sesuai dengan penelitian Rosida . bahwa nilai rujukan eritrosit dan trombosit pada perempuan yaitu 4,0-5,3 juta dan 177-401 ribu, maka menunjukkan hasil pada kedua mode tersebut termasuk dalam nilai rentang Dari hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan antara kedua mode tersebut dan membuktikan hipotesis penelitian ini bahwa terdapat perbedaan yang berarti, tetapi hasil tersebut tidak mengubah interpretasi hasil pemeriksaan. Sehingga mode prediluted ini dapat dijadikan alternatif apabila penggunaan mode whole blood tidak dapat dilakukan. KESIMPULAN Terdapat perbedaan yang bermakna antara mode whole blood dan prediluted akan tetapi mode predluted tetap dapat dijadikan alternatif untuk pemeriksaan karena tidak mempengaruhi interpretasi REFERENSI