Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PENGARUH PENGGUNAAN MOOCs TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn SISWA SMP Harsuani1. Nurhikmah H2. Farida Febriati3 123Jurusan Teknologi Pendidikan. Universitas Negeri Makasar. Indonesia e-mail: harsuani@student. id1, nurhikmah. h@unm. id2, farida. febriati@unm. ABSTRAK Fokus utama penelitian ini terletak pada kendala yang dihadapi sebagian siswa dalam memahami materi melalui sistem pembelajaran daring. Kesulitan tersebut muncul karena materi yang disajikan dinilai kurang menarik, sehingga menghambat tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan MOOCs dalam mata pelajaran PPKn serta untuk menilai pengaruh penggunaan MOOCs terhadap hasil belajar siswa kelas Vi di SMPN 6 Makassar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimen. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, yang melibatkan 40 siswa yang dipilih berdasarkan pertimbangan hasil observasi dan wawancara dengan guru, yang menunjukkan bahwa karakteristik siswa dalam satu kelas sangat bervariasi, terutama dalam hal kemampuan dan akses terhadap pembelajaran. Temuan dari penerapan MOOCs menunjukkan bahwa baik siswa maupun guru merasakan bahwa MOOCs mendukung tercapainya tujuan pembelajaran serta memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan MOOCs, dengan nilai signifikansi 0,000 . < 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan MOOCs memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa di SMPN 6 Makassar kelas Vi pada mata pelajaran PPKn. Kata kunci: MOOCs. PPKn. Hasil Belajar ABSTRACT The primary focus of this study is on the challenges faced by some students in understanding the material through online learning systems. These difficulties arise because the material presented is considered unengaging, thus hindering the achievement of the expected learning objectives. This research aims to describe the implementation of MOOCs (Massive Open Online Course. in Civics Education (PPK. and assess the impact of using MOOCs on the learning outcomes of eighth-grade students at SMPN 6 Makassar. The approach used in this study is a quantitative method with a pre-experimental design. The sample selection was carried out using Purposive Sampling, involving 40 students chosen based on the results of observations and interviews with teachers, which indicated that the characteristics of the students in the class varied significantly, particularly in terms of their abilities and access to learning materials. The findings from the implementation of MOOCs show that both students and teachers feel that MOOCs support the achievement of learning goals and provide a more engaging learning Data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test revealed a significant improvement in student learning outcomes after the implementation of MOOCs, with a significance value of 0. < 0. These findings suggest that the implementation of MOOCs has a significant positive impact on the improvement of student learning outcomes in Civics Education (PPK. at SMPN 6 Makassar for eighth-grade students. Keywords: MOOCs. PPKn. Learning Outcome PENDAHULUAN Kemajuan teknologi saat ini telah berpengaruh signifikan pada banyak aspek kehidupan manusia, khususnya di bidang Seiring dengan pesatnya inovasi teknologi, kemudahan dan kecepatan dalam mengakses informasi semakin meningkat. Saat pembelajaran tradisional menuju pendekatan yang lebih modern. Perubahan ini membuka peluang untuk terjadinya komunikasi antara guru dan siswa secara daring, memberikan kesempatan untuk pembelajaran yang fleksibel dan terbuka. Dengan demikian, penting untuk mendorong para pendidik agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadikan proses belajar lebih menarik (Risdianto, 2. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 (BAB 1 Poin . tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, dinyatakan bahwa "Perlunya penggunaan teknologi informasi dalam proses pengajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam kegiatan belajarAy. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memanfaatka teknologi untuk memaksimalkan Perkembangan teknologi yang pesat telah menyebabkan transformasi dalam sistem Kini, pembelajaran bagi siswa tidak hanya terbatas pada aktivitas yang berlangsung di dalam kelas. tetapi juga dapat memanfaatkan platform digital untuk mengikuti https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 365 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . pembelajaran secara online. Salah satu perubahan terbesar yang terjadi adalah munculnya Massive Open Online Courses (MOOC. , yang telah merevolusi cara orang belajar dan mengakses informasi. MOOCs memberikan akses gratis ke berbagai mata pelajaran, yang sebelumnya terbatas oleh faktor geografis dan keterbatasan biaya. Hal ini membuka kesempatan bagi setiap individu untuk memperoleh akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, penting untuk mendorong para pendidik agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjadikan proses belajar lebih menarik (Risdianto, 2. Ini membuka kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas (Richki Hardi. Gunawan. Selanjutnya, kontruktivisme adalah teori belajar yang dapat dimasukkan ke dalam platform pembelajaran MOOCs. Menurut teori ini, pembelajaran daring terjadi ketika siswa aktif menciptakan pengetahuan mereka sendiri, dan guru berperan dalam membantu siswa belajar dengan lebih baik (Budyastuti & Fauziati. Teori pemahaman sendiri adalah dasar teoretis yang kuat untuk pelaksanaan MOOCs dalam pembelajaran daring. Oleh karena itu, pembelajaran yang sukses terjadi saat siswa secara aktif berpartisipasi dalam proses belajar serta mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah mereka peroleh Studi menunjukkan bahwa pembelajaran memungkinkan siswa menjadi lebih mandiri saat belajar. Namun, banyak masalah yang menghalangi penggunaan platfrom dalam pembelajaran di Indonesia untuk tersebar luas. Namun secara umum, penggunaan MOOCs dalam pendidikan di Indonesia menghadapi beragam hambatan yang menghalangi penyebarannya secara Walaupun MOOCs memberikan kesempatan untuk akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel, kenyataannya tidak semua orang dapat merasakan keuntungan tersebut. Hal ini disebabkan terutama akses terhadap internet yang cepat dan stabil masih menjadi masalah. Di samping itu, kurangnya sistem penerapan MOOCs Masih terbatas karena kursus belum tersedia di semua bidang ilmu (Sumarsono, 2. Hasil dari diskusi yang dilakukan dengan guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Kewarganegaraan (PPK. untuk tingkat Vi di SMPN 6 Makassar. Menunjukkan bahwa pembelajaran saat ini dilakukan dengan memadukan metode luring . dan daring . Seringkali, guru hanya menggunakan google classroom sebagai pembelajaran digital yang dapat diakses oleh siswa untuk mengajar. Namun, masih ada kendala yang dihadapi, seperti beberapa siswa menghadapi kesulitan untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru. karena media yang digunakan kurang menarik, dimana materi yang disampaikan tidak variatif, dan tidak interaktif, yang cenderung membuat siswa merasa bosan dan tidak memiliki minat yang cukup untuk Selain itu, tidak ada interaksi dan diskusi yang mendalam, yang pada akhirnya menghambat siswa untuk mencapai tujuan akademik mereka. Google classroom cepat membuat siswa bosan karena tampilannya yang tidak menarik dibandingkan dengan platform lain yang lebih interaktif atau berwarna-warni. Google Classroom kurang menarik secara visual (Yosada & Kurniati. Dengan demikian, pemanfaatan platform Massive Open Online Courses (MOOC. dalam pembelajaran PPKn menawarkan solusi yang menarik. MOOCs dirancang untuk menyajikan materi secara interaktif dalam bentuk outline yang sistematis untuk setiap multimedia seperti video, gambar, animasi, kuis, dan forum diskusi yang relevan. Hal ini menjadikan materi pembelajaran lebih dinamis dan mempermudah pemahaman terhadap konsep-konsep yang kompleks. Unsur visual ini terbukti efektif dalam mendukung pemahaman peserta dan menjadikan proses pembelajaran lebih fleksibel serta menarik. (Utama & Susilo. Tentu memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dengan menggunakan metode yang paling cocok bagi mereka, serta mengikuti kecepatan dan kemampuan mereka dalam memahami materi pelajaran. Sejalan dilakukan oleh (Sumarsono, 2. dengan judul "Peran Massive Open Online Courses dalam Pendidikan Agama Islam", ditemukan bahwa MOOCs dapat berfungsi sebagai solusi bagi kampus Islam untuk mengatasi masalah pembelajaran agama, terutama yang berkaitan dengan pembentukan norma dan karakter. Selain itu, dalam studi (Oksatianti et al. , 2. yang berjudul " Pengembangan Pembelajaran Online dengan Berbasis MOOCs untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Memahami Materi Suhu KalorAy Menunjukkan bahwa pembelajaran daring yang dikembangkan memenuhi standar kelayakan https://ejournal. id/index. php/mp | 366 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . dengan 83,07% dan mendapat persepsi positif dari siswa dengan 84,03%. Dengan demikian. MOOCs terbukti dapat dengan efektif Selanjutnya, menurut hasil penelitian yang dilakukan (Ismail et al. , 2. yang berjudul AuDevelopment of Massive Open Online Course Based on Addie Model for Catering CoursesAy, menunjukkan bahwa penggunaan MOOCs dapat meningkatkan literasi komputer . , minat . , dan gaya belajar siswa . , serta membuat pembelajaran lebih menarik. METODE Pendekatan yang diterapkan dalam studi ini adalah eksperimen. Penelitian yang berbentuk eksperimen adalah metode yang mengevaluasai dampak dari perlakuan tersebut terhadap variabel lain dalam suasana yang terkontrol (Sugiyono, 2. Dalam studi ini, perlakuan diterapkan pada objek penelitian. Desain Penelitian Desain studi yang diterapkan adalah metode pretest posttest. Metode ini dievaluasi melalui pretest yang diadakan sebelum perlakuan dilaksanakan dan posttest yang dilakukan setelah perlakuan diberikan pada akhir penelitian. Gambar berikut menunjukkan model desain penelitian: Keterangan : O1 : Sebelum diberikan tindakan . tes O2 : Setelah diberikan tindakan . tes X : Perlakuan terhadap kelompok eksperimen yaitu dengan pengunan MOOCs Definisi Operasional . Penggunaan MOOCs Pembelajaran yang mengandalkan Massive Open Online Courses (MOOC. memiliki fokus utama pada penerapan interaksi yang aktif dan kolaborasi antara peserta didik dengan konten yang disediakan dalam platform MOOCs Dalam konteks pembelajaran PPKn, siswa diberikan kesempatan untuk belajar secara mandiri dengan mengakses berbagai materi, video, kuis, dan forum Rangkaian direncanakan untuk dilaksanakan dalam tiga pertemuan yang terstruktur E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 . Hasil Belajar Siswa Hasil dari pembelajaran yang dibahas dalam kajian ini mengacu pada skor yang diraih oleh siswa melalui pelaksanaan uji dalam pembelajaran PPKn. Uji tersebut terdiri dari pretest dan postest yang menggunakan pertanyaan pilihan ganda (Multiple Choic. dengan total 20 pertanyaan, yang dibuat untuk mengukur pemahaman serta penguasaan materi oleh siswa. Sebelum dilaksanakan metode pembelajaran berbasis MOOCs, siswa terlebih dahulu mengikuti pretest. Setelah metode pembelajaran tersebut diterapkan, siswa kemudian mengikuti postest guna menilai perubahan yang terjadi dalam hasil belajar siswa. Populasi Populasi, menurut Sugiyono . Mengacu pada suatu kelompok yang dapat diterapkan secara luas, yang mencakup item dengan ciri-ciri khusus yang ditentukan oleh Dalam studi ini, populasi yang dimaksud terdiri dari semua siswa kelas Vi yang terbagi ke dalam 11 kelas, dengan total 368 siswa, yang ada di SMPN 6 Makassar. Sampel Dalam studi ini, peneliti metode pengambilan sampel yang disebut purposive sampling. Berdasarkan penjelasan Sugiyono memilih sampel yang didasari kriteria tertentu. Teknik ini dilakukan karena berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan guru diketahui bahwa karakteristik siswa dalam suatu kelas beragam dalam hal kemampuan, dan akses belajar, serta menunjukkan kehadiran yang aktif sehingga peneliti memilih kelas Vi A sebagai sampel yang sesuai, keputusan yang valid seta mewakili hasil penelitian ke seluruh yang sampel heterogen, guna mendukung kelancaran dan relevansi dalam penelitian. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan sampel yang digunakan: Tabel 1. Sampel Penelitian Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah Vi A https://ejournal. id/index. php/mp | 367 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data Teknik Observasi Observasi merujuk pada kegiatan mengamati dan mencatat secara teratur peristiwa atau fenomena yang terjadi pada objek penelitian. Metode ini sangat berguna dalam mendukung proses penelitian dan mempersiapkan langkahlangkah berikutnya. Sebelum tahap utama penelitian, observasi dilakukan. Tujuan dari observasi ini adalah untuk mengumpulkan data awal yang berkaitan dengan kondisi lingkungan sekolah, karakteristik siswa, dan perangkat pembelajaran yang tersedia di sekolah SMPN 6 Makassar. Teknik Tes Tes merupakan suatu kumpulan dorongan atau rangsangan diberikan kepada individu dengan tujuan untuk jawaban yang bisa dijadikan patokan dalam menentukan Selanjutnya, pretest atau test awal dilakukan untuk mengukur pemahaman awal siswa tentang materi pelajaran setelah mengikuti proses pembelajaran berbasis MOOCs. Tes akhir, atau pemahaman siswa. Dokumentasi Data juga dapat diperoleh dari buktibukti yang tersimpan dalam bentuk seperti foto penelitian, modul pembelajaran, dan data tentang hasil belajar siswa, selain melalui observasi Dokumentasi dokumentasi peristiwa yang terjadi selama penelitian. Tujuan dokumentasi ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang proses pembelajaran di kelas Vi SMPN 6 Makassar. Teknik Analisis data Analisis Deskriptif Merupakan suatu bentuk statistik yang dipakai untuk menganalisis data menerangkan informasi yang telah dikumpulkan secara langsung, tanpa niat untuk menghasilkan generalisasi atau kesimpulan yang lebih luas. (Tarigan & Silaban, 2. Uji Normalitas Tujuan untuk melihat apakah data yang telah dikumpulkan mengikuti pola dari distribusi normal. Dalam penelitian E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 ini, uji normalitas dilakukan untuk menganalisis nilai pretest dan postest dari kelompok eksperimen. Uji normalitas Shapiro-Wilk menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Versi 25. Batas signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Data dianggap memiliki distribusi normal apabila nilai signifikansi lebih dari 0,05. (Zulkifli et al. , 2. Uji Hipotesis Uji Hipotesis dilakukan untuk menilai apakah penggunaan MOOCs berdampak pada hasil belajar PPKn siswa di SMPN 6 Makassar pada kelas Vi. Dalam penelitian ini, pengujian statistik parametrik uji-t digunakan jika data yang dikumpulkan berdistribusi normal. Namun, jika data tidak sesuai dengan asumsi normal, maka akan digunakan metode statistik non-parametrik, yaitu Uji Wilcoxon Signed Rank Test, yang terdapat perbedaan rata-rata dari kedua sampel yang terkait. (Zulkipli et al. , 2. Aturan dalam pengambilan keputusan pada uji Wilcoxon : Jika nilai Asyimp. Sig . -taile. lebih besar dari 0,05, maka tidak terdapat pengaruh . Jika nilai Asyimp. Sig . -taile. kurang dari 0,05, maka terdapat pengaruh HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Hasil Pembelajaran Pembelajaran dimulai dengan pretest sebelum guru mengajarkan siswa cara menggunakan MOOCs. Pada tahap awal, guru mengajarkan siswa cara membuat akun dan masuk ke platform MOOCs, yang diikuti https://moocs. Siswa diajarkan oleh guru untuk mendaftar sebagai anggota agar mereka dapat mengakses pembelajaran di MOOCs. Setelah semua siswa berhasil mendaftar, guru merekomendasikan mereka untuk mendownload dan membaca panduan penggunaan MOOCs agar siswa dapat memahami cara mengakses platform dan memanfaatkan fitur-fiturnya dengan bantuan pedoman ini Setelah itu, siswa dapat membuka materi pembelajaran PPKn yang telah disiapkan di dalam MOOCs. Pengajar melakukan apersepsi di awal proses belajar, guna menilai seberapa baik siswa memahami materi yang diajarkan. Selanjutnya, guru membacakan rencana pembelajaran hari ini dan mengarahkan siswa untuk membaca materi selanjutnya berdiskusi terkait materi yang sedang di pelajari, kemudian meminta mereka untuk mengerjakan kuis sebagai bentuk evaluasi pemahaman https://ejournal. id/index. php/mp | 368 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan modul PPKn untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses pembelajaran di kelas eksperimen. Setelah itu, siswa diberikan postest yang berisi 20 soal pilihan ganda untuk dikerjakan di akhir sesi pembelajaran guna menilai sejauh mana MOOCs pembelajaran PPKn. Sehingga dapat diketahui sejauh mana materi yang diajarkan telah dipahami oleh siswa. Adapun pembelajaran menggunakan MOOCs Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Statistik Deskriptif Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Angket Kegiatan Pembelajaran Kesesuain Modul Pembelajaran Kondisi Objektif Skor Maksimal Skor Pencapaian Persentasi Tingkat Pencapaian Terlaksana Tidak 97,2% Data dari tabel 2, dapat disimpulkan bahwa kondisi objektif atau pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kesesuaian antara proses pembelajaran dan modul yang disusun oleh platform MOOCs menunjukkan tingkat konsistensi yang sangat tinggi. Semua kegiatan pembelajaran pada sesi pertama dan kedua dilaksanakan dengan baik, menandakan bahwa metode yang diterapkan cukup efektif. Namun, karena terbatasnya waktu, satu indikator belum sepenuhnya tercapai pada pertemuan ketiga. Secara keseluruhan, tingkat kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan modul pembelajaran mencapai 97,2%, yang dilakukan oleh guru telah sesuai dengan modul yang disediakan dalam platfrom MOOCs. Hasil Belajar Siswa Analisi Statistik Deskriptif Statistik deskriptif merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengevaluasi data dengan cara menjelaskan dan menampilkan informasi dari data yang telah diperoleh. Analisis ini bertujuan untuk menyajikan gambaran atau penjelasan terkait data dalam berbagai variabel, yang ditinjau dari nilai ratarata, nilai terendah, tertinggi, dan deviasi Temuan dari penelitian yang menggunakan analisis statistik deskriptif ini dilakukan dengan aplikasi SPSS versi 25. Berikut adalah hasil statistik deskriptif yang tercantum tabel berikut: Descriptive Statistics N Range Minimum Maximum Mean Pretest PPKn Postest 40 PPKn Valid N 40 . Std. Deviation Tabel 3 menunjukkab bahwa sebelum pembelajaran, nilai Pretest siswa memiliki nilai terendah 25, nilai tertinggi 85, dengan rata-rata (Mea. 58,62 dan standar deviasi 16,329. Setelah proses pembelajaran, nilai Posttest siswa menunjukkan peningkatan, dengan nilai terendah 75, nilai tertinggi 100, rata-rata 89,25, serta standar deviasi 9,001. Uji Normalitas Pengujian normalitas dilakukan pada hasil pretest dan posttest di kelas yang menjalani eksperimen. yang digunakan untuk uji normalitas ini adalah Shapiro-Wilk dan dianalisis dengan SPSS versi 25 dengan tingkat signifikansi 0,05. Apabila nilai signifikansi yang didapatkan lebih dari 0,05, maka data dianggap terdistribusi normal. Hasil dari uji normalitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Pretest PPKn Postest PPKn Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statist Statist Sig. Sig. Lilliefors Significance Correction Dari hasil pengujian tersebut, diketahui bahwa p-value dari uji Shapiro-Wilk pada data pretest menunjukkan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05, yang mengindikasikan bahwa asumsi normalitas terpenuhi. Namun, pengujian pada data posttest menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 untuk itu asumsi normalitas tidak terpenuhi. Uji Wilcoxon Berdasarkan hasil pemeriksaan asumsi normalitas, diperoleh informasi bahwa data nilai postest tidak mengikuti distribusi normal. Oleh karena itu, metode non parametrik yang diterapkan untuk menganalisis perbedaan pretest dan postest berpasangan adalah Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil dari uji dapat dilihat pada tabel di bawah ini: https://ejournal. id/index. php/mp | 369 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . Tabel 5. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Postest PPKn Pretest PPKn Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test, diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. sebesar 0,000 . < 0,. Hal ini mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan MOOCs memiliki pengaruh terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas Vi di SMPN 6 Makassar. PEMBAHASAN Para siswa menunjukkan antusiasme pembelajaran melalui MOOCs, hal ini terlihat dari cara mereka belajar secara mandiri. dengan mengakses materi melalui platform MOOCs menggunakan smartphone yang terhubung ke internet. Seperti halnya menurut (Dewi & Rahmawati, 2. Dengan hadirnya MOOCs, siswa mendapatkan peluang untuk belajar secara mandiri dan dengan lebih Di samping itu, penerapan MOOCs dalam pembelajaran sangat membantu para guru untuk menyajikan konten yang lebih menarik dan interaktif, yang pada akhirnya memudahkan pemahaman siswa terhadap bahan ajar dan mendorong kerja sama antara siswa (Utama & Susilo, 2. MOOCs dapat meningkatkan efektivitas pengajaran guru dengan pendekatan yang lebih berfokus pada siswa, yang pada akhirnya dapat mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Dalam konteks pembelajaran melalui MOOCs. Siswa memiliki kebebasan untuk mencari dan mempelajari materi secara mandiri, sementara guru memberikan bantuan serta menyajikan materi pembelajaran yang menarik dan Hal ini sejalan dengan teori (Budyastuti Fauziati, 2. Yang menyatakan bahwa siswa secara aktif mengembangkan pengetahuan mereka sendiri, sementara guru berfungsi sebagai fasilitator yang mendukung siswa dalam proses pembelajaran daring. Dengan memanfaatkan platform MOOCs, siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara mandiri melalui akses materi, menonton video, mengerjakan kuis, dan berinteraksi dengan teman sekelas. Fitur-fitur ini membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, supaya para pelajar tidak cepat bosan dan bisa lebih Selain itu, hal ini juga mendukung E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 terciptanya proses pembelajaran yang lebih interaktif dan mendorong siswa untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Menurut (Widiastri Puspita. Penggunaan media pengajaran digital seperti video pembelajaran, kuis interaktif, dan situs web pendidikan terbukti efektif dalam meningkatkan ketertarikan dan keterlibatan Pembelajaran yang memanfaatkan platform MOOCs tidak hanya menjadikan suasana kelas lebih dinamis, tetapi juga mendukung siswa dalam memahami materi pelajaran dengan lebih mendalam. Hasil dari studi ini mengindikasikan pemanfaatan platform MOOCs terhadap hasil pembelajaran PPKn siswa kelas Vi di SMP Negeri 6 Makassar, berdasarkan skor Pretest dan Posttest yang didapatkan. Peningkatan yang berarti pada nilai setelah perlakuan dibandingkan dengan sebelum perlakuan dibuktikan dengan rata-rata hasil Posttest dari 40 siswa yang mengikuti pembelajaran melalui platform MOOCs, yaitu 89,25, yang mengalami kenaikan drastis dibandingkan dengan nilai Pretest yang hanya 58,62. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbedaan nyata antara hasil belajar pada mata pelajaran PPKn sebelum dan setelah diberikan intervensi. Dengan pembelajaran MOOCs terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas Vi di SMP Negeri 6 Makassar. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test juga menunjukkan nilai Asymp. Sig. 0,000 (< 0,. , yang secara statistik membuktikan bahwa ada "pengaruh positif dan signifikan dari penggunaan MOOCs terhadap hasil belajar PPKn siswa kelas Vi di SMPN 6 Makassar". KESIMPULAN Pembelajaran PPKn menggunakan platform MOOCs di SMPN 6 Makassar menunjukkan pembelajaran yang diterapkan. Antusiasme pembelajaran menggunakan MOOCs terlihat jelas dari kemampuan siswa untuk belajar secara mandiri. Pendekatan ini bukan hanya membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan menyenangkan, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan mendukung pemahaman materi pelajaran dengan lebih baik. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa penggunaan platform MOOCs pencapaian hasil belajar siswa. Oleh karena itu. MOOCs pengajaran PPKn terbukti berhasil dalam https://ejournal. id/index. php/mp | 370 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 2. Desember . meningkatkan mutu pendidikan di jenjang SMP. DAFTAR PUSTAKA