SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Pengaruh Motivasi Anak Muda Terhadap Keberlangsungan Usaha Bidang Pertanian Di Ogan Komering Ulu Timur The Influence Of Young People's Motivation On The Sustainability Of Agricultural Businesses In Ogan Komering Ulu Timur Muhamad Nanang RifaAoi1*. Irvan Apri Syahputra2 Universitas Nurul huda, email: nanang@unuha. Universitas Nurul Huda, email: irvanaprisyahputra69@gmail. ABSTRAK Latar belakang tulisan ini adalah tentang motivasi dalam bidang pertanian, terutama anak-anak muda yang memiliki minat terhadap bisnis pertanian mengalami penurunan yang kini didominasi oleh petani dewasa saja. Tujuan penelitian ini adalah . sebagai sarana untuk mengetahui penyebab kurangnya minat, . motivasi dan dampak yang ditimbulkan di kemudian hari terhadap agribisnis di OKU Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan fokus pada faktor internal dan eksternal serta menggunakan kuesioner . engumpulan dat. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari beberapa pembeli di salah satu toko petani di daerah Rejosari. OKU Timur dan data primer yang diperoleh dari badan pusat statistik. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penyebab kurangnya minat berasal dari individu itu sendiri dan berasal dari faktor-faktor yang berasal dari luar. Meski begitu, tidak sedikit yang memanfaatkan peluang usaha di bidang pertanian karena pemahaman teknologi yang lebih digandrungi. Kata kunci: Motivasi, anak muda, agriculture ABSTRACT The background of this writing is about motivation in agriculture, especially young people who have an interest in the agricultural business has decreased which is now dominated by adult farmers only. The purpose of this research is . as a means to determine the causes of lack of interest, . motivation and the impact caused in the future on agribusiness in East OKU. The method used in this study is a quantitative method with a focus on internal and external factors and using questionnaires . ata collectio. The data sources used in this study were secondary data obtained from several buyers at one of the farmer shops in the Rejosari area. East OKU and primary data obtained from the central statistics agency. The result of this study is that the cause of lack of interest comes from the individual himself and comes from factors that come from outside. Even so, not a few who take advantage of business opportunities in agriculture due to an understanding of technology that is more loved by young people as well as being an obstacle due to business competition. Keywords: Motivation. Young People. Agriculture E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. PENDAHULUAN Pertanian dapat diartikan sebagai kegiatan manusia dalam rangka memperluas lahan untuk budidaya yang biasanya dengan berbagai tanaman, seperti tanaman pokok berupa padi, cabai, tebu dan yang termasuk dalam tanaman musiman dan tanaman non pangan seperti karet. Pertanian yang dimaksud dilakukan oleh manusia di darat yang telah mereka tentukan dan telah disesuaikan dengan komoditas yang akan mereka hasilkan. Dilansir dari (Konyep, 2. Pertanian adalah suatu kegiatan dalam rangka pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan pengelolaan lingkungan. Indonesia telah lama dikenal sebagai surganya rempah-rempah hingga terkenal ke Menurut (Qudrotulloh et al. , 2. Sektor pertanian terbagi menjadi beberapa subsektor yaitu subsektor pada tanaman pangan, subsektor pada hortikultura, subsektor pada peternakan Tujuan pengembangan sektor pertanian sebagai sarana untuk meningkatkan produksi pangan untuk kepentingan domestik seperti, memenuhi kebutuhan pangan, idustry, pendapatan petani, dan menjadi sarana pengembangan masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Berdasarkan pada Dengan semakin berkembangnya zaman dan perkotaan yang dibawa ke desa, menurunkan minat generasi muda di sana dalam mengelola lahan pertanian dan justru mengikuti gerakan yang sudah menjadi tren di perkotaan. Ditulis oleh (Rasmikayati et , 2. Menciptakan generasi organisator pertanian yang dapat bersaing di pasar global akan sulit, tantangan yang dihadapi adalah ekonomi masa depan, inovasi agribisnis terintegrasi, lompatan kebutuhan pangan, dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi, kompleksitas masalah yang terjadi dalam sistem pertanian terutama perubahan iklim dan era dimana terjadi persaingan yang sangat ketat. Sulit dibayangkan jika sumber daya manusia di sektor pertanian berjuang melawan pesatnya perkembangan teknologi dan petani berbakat di berbagai negara. Pada (Nurjanah, 2. Sumber daya manusia yang berperan aktif di bidang pertanian didominasi oleh petani dewasa. Hal ini terjadi karena pandangan masyarakat kita, khususnya kaum muda, terhadap sektor pertanian dianggap ketinggalan zaman dan terkesan jauh dari kesan modern. Dominasi petani tua ini biasanya kurang dalam keterampilan yang berasal dari para ahli atau E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. modernisasi pertanian. Alasan lain adalah bahwa pengetahuan petani terbatas pada apa yang mereka pahami sendiri dengan pemahaman tentang konsep-konsep yang muncul dari pengalaman masa lalu atau keturunan. Hal itu mendasari masalah Sumber : BPS. Sensus Pertanian 2023 yang lebih besar yaitu kurangnya kualitas dan kuantitas petani muda. Berikut perbandingan sensus pertanian yang diambil dari tahun 2013 dari dan 2023 dari situs web Badan Pusat Statistik . ensus pertanian. Gambar 1. Data Sebaran Usaha Pertanian Perorangan di Indonesia Tahun 2023 Sumber : BPS. Sensus Pertanian 2023 Gambar 1. Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian Tahun 2023 Tahap I Dari data sensus pertanian di atas, dapat diketahui bahwa semua subsektor pertanian mengalami penurunan. Meski terkesan kecil, dampak yang akan ditimbulkan di masa depan mungkin malah lebih buruk. Dalam (Konyep, 2. Ketika kita ingin memahami pemuda sebagai generasi penerus, kita harus memahami pendekatan relasional. Masa muda dapat dilihat dari dinamika yang terjadi melalui hubungan dengan orang lain, dalam hal ini mereka yang berperan adalah orang dewasa. Dengan demikian, konsep ini menunjukkan bahwa orang lain di sekitar pemuda akan tindakan yang diambil dan keputusan pemuda untuk memasuki pertanian atau mencari pekerjaan yang masih di subsektor Menurut (Rasmikayati et al. , 2. Perubahan pola pikir dan regenrerasi dapat diupayakan dengan meningkatkan daya tarik sektor pertanian dengan menyebarluaskan informasi baik dari media cetak maupun elektronik yang tentunya mudah ditemukan dan diakses oleh masyarakat umum. Mindset E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. atau pola pikir tentang keberlanjutan pertanian merupakan tantangan yang perlu dihadapi agar generasi muda menyadari akan banyaknya potensi bidang ini yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh generasi sebelumnya. Dari pernyataan di atas, variabelvariabel yang banyak dipelajari biasanya berkaitan dengan lingkungan (Konyep, 2. , sumber daya manusia (Nurjanah, 2. sosial ekonomi (Afista et al. , 2. pola pikir anak muda (Qudrotulloh et al. Oleh karena itu, peneliti akan menambahkan variabel lahan subur swasta, yang diduga memiliki pengaruh lebih terhadap regenerasi sektor pertanian dan untuk mengetahui penyebab minat, motivasi dan dampak yang ditimbulkan oleh agribisnis di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kurangnya minat dan motivasi anak muda terhadap usaha pertanian di OKU Timur. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan fokus pada faktor internal dan eksternal serta menggunakan kuesioner . engumpulan dat. Metode penelitian kuantitatif, merujuk pada (Abdullah et al. adalah studi terstruktur tentang bagian dan peristiwa serta sebab dan akibat untuk interaksi yang terjadi. Penelitian kuantitatif didefinisikan sebagai pendalaman peristiwa yang terstruktur dengan mengumpulkan data yang kemudian diukur melalui teknik statistik, matematika atau komputer untuk mempelajari dan menentukan sejauh mana penelitian dapat diterapkan atau teori dapat Dalam (Sitinjak et al. , 2. Faktor adalah suatu kondisi atau peristiwa yang mempengaruhi terjadinya peristiwa lain. Faktor internal adalah keadaan dalam diri individu yang sedang belajar. Sedangkan faktor eksternal adalah kondisi yang meliputi fisik dan psikis seseorang. Kuisioner dalam (Education et al. , 2. Adalah metode pengumpulan data melalui pertanyaan atau pernyataan yang memiliki hubungan dengan masalah secara tertulis Sampel dikumpulkan dari mahasiswa Universitas Nurul Huda dan pembeli di toko obat tanaman Desa Rejosari Jaya. Belitang. OKU Timur. Tabel 1 Variabel Jumlah responden Motivasi Keberlangsungan usaha pertanian HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan memberikan kuesioner kepada mahasiswa pendidikan ekonomi dan penduduk dengan pekerjaan Jumlah pertanyaan petani di wilayah Ogan Komering Ulu Timur dengan mengambil sampel sebanyak 42 orang, diperoleh hasil mengenai pengaruh motivasi terhadap E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. keberlangsungan usaha pertanian yang Validitas tes kemudian dilakukan uji regresi sederhana Variabel motivasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Diketahui bahwa tabel R adalah variabel X . terhadap variabel Y 0,3044 dengan kriteria yang valid adalah R . eberlanjutan usah. Sebelum melakukan count > tabel R. Hasil pengolahan data Uji uji regresi sederhana, peneliti melakukan uji Validitas Motivasi berdasarkan sampel yang validitas dan reliabilitas untuk mengetahui diperoleh adalah sebagai berikut: validitas atau kebenaran objek yang diteliti. Tabel 2 Uji Validitas Motivasi R hitung R tabel Responden 1 0,3044 ,408 Responden 2 0,3044 ,367 Responden 3 0,3044 ,348 Responden 4 0,3044 ,501 Responden 5 0,3044 ,474 Responden 6 0,3044 ,482 Responden 7 0,3044 ,556 Responden 8 ,487 0,3044 Berdasarkan hasil sampel di atas. Variabel keberlangsungan usaha motivasi pada nilai R dihitung > nilai R Diketahui bahwa tabel R adalah tabel, yang dapat dikatakan valid sebanyak 0,3044 dengan kriteria yang valid adalah R delapan sampai nol. Jumlah R adalah nilai count > tabel R. Hasil pengolahan data Uji yang ada di kolom Korelasi item-total yang Validitas Motivasi berdasarkan sampel yang Tabel R adalah nilai yang diperoleh adalah sebagai berikut: diperoleh dengan n = 40 dan signifikansi 0,05 dalam tabel R adalah 0,3044. Tabel 3 Validitas Tes Keberlangsungan Usaha Keberlangsung R hitung R tabel an usaha Responden 1 ,387 0,3044 Responden 2 ,392 0,3044 Responden 3 ,674 0,3044 Responden 4 ,450 0,3044 Responden 5 ,648 0,3044 Responden 6 ,308 0,3044 Responden 7 ,511 0,3044 Berdasarkan hasil contoh di atas, kesinambungan bisnis pada nilai R dihitung > nilai R tabel, yang dapat dikatakan valid sebanyak delapan hingga nol. Jumlah R adalah nilai yang ada di kolom Korelasi item-total yang dikoreksi. Tabel R adalah nilai yang diperoleh dengan n = 40 dan E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. signifikansi 0,05 dalam tabel R adalah Untuk menguji tingkat kebenaran 0,3044. masing-masing variabel, dapat dilakukan uji reliabilitas sebagai berikut: Reliabilitas tes Tabel 4 Reliabilitas Tes Keberlangsungan usaha Reliability Statistics Reliability Statistics Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha N of Items N of Items ,748 ,758 Berdasarkan hasil uji validasi di atas, kehandalan kelangsungan usaha dikatakan variabel alpha Cronbach dengan jumlah 7 item pada motivasi adalah 0,758 > 0,6 yang berarti hasil uji reliabilitas motivasi Model ringkasan digunakan untuk dikatakan reliabel. Kemudian variabel menentukan hubungan antara dua variabel kelangsungan usaha dengan jumlah 9 item dalam uji regresi: sebesar 0,748 > 0,6 yang berarti hasil uji Tabel 5 Uji Regresi Model Summary Model Summary Mode ,770a R Square Adjusted R Square ,592 ,582 Std. Error of the Estimate 3,20400 Predictors: (Constan. , motivasi Kolom R square menunjukkan angka 0,592 yang berarti variabel motivasi berpengaruh 59,2% dan sisanya 40,8% dipengaruhi oleh variabel motivasi. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Tabel 6 Uji Regresi (Anov. ANOVAa Sum of Squares Model Mean Square 1 Regression 596,995 596,995 58,155 Residual 410,624 10,266 1007,619 Total Sig. ,000b Dependent Variable: keberlangsungan usaha Predictors: (Constan. , motivasi Dari tabel output di atas, diketahui bahwa nilai F adalah 58,115 dengan tingkat signifikansi 0 < 0,05, sehingga model regresi dapat dikatakan memiliki pengaruh antara motivasi dan kelangsungan bisnis. Uji menggunakan SPSS, bertujuan sebagai alat pengujian antara satu variabel independen dan satu variabel dependen. Persyaratan pengujian adalah variabel yang valid dan dapat diandalkan serta normal dan linier. Dasar pengambilan keputusan dalam uji regresi kibear sederhana dapat mengacu pada dua hal: Jika nilai signifikansi adalah <0,05, berarti variabel X Jika nilai signifikansi adalah >0,05, berarti variabel X tidak berpengaruh terhadap . Compare Tcalculate value with Ttable Jika nilai t dihitung > t dari tabel, itu berarti bahwa variabel X memiliki efek pada variabel Y. Jika nilai t dihitung < ttabel, maka variabel X tidak berpengaruh pada variabel Y . Bandingkan nilai signifikansi dengan nilai probabilitas 0,05 Tabel 7 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error 1 (Constan. 4,904 2,565 ,882 ,116 Beta ,770 Sig. 1,912 ,063 7,626 ,000 Dependent Variable: keberlangsungan usaha E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. Berdasarkan hasil pengujian di atas, diperoleh hasil sebagai berikut: Diketahui bahwa nilai konstanta . adalah 4,904, sedangkan nilai motivasi . / koefisien regres. adalah 0,882, sehingga persamaan regresi dapat ditulis: Y = a bX Y=4. Berdasarkan nilai signifikansi pada tabel 2 tabel koefisien diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi (X) mempengaruhi variabel kelangsungan usaha (Y). Berdasarkan nilai t: diketahui bahwa nilai yang dihitung adalah 7,626 > tabel 2,021, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi (X) mempengaruhi variabel kelangsungan usaha (Y). Konstanta 4,904, konsistensi variabel partisipatif adalah 4,904. Nilai konstan yang dimaksud adalah faktor lain selain motivasi yang dapat mempengaruhi faktor motivasi. Faktor lain bisa di faktor pendidikan karena di (Dewantoro & Maria, 2. responden di Desa Jumo, mayoritas memiliki jenjang pendidikan sekolah dasar, dimana mayoritas adalah petani. Hal ini dikarenakan menjadi petani tidak memerlukan jenjang pendidikan Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dialami, semakin luas cakrawala anak muda dalam memilih pekerjaan yang lebih Ini sejalan dengan (Sidik et al. Anak muda tidak takut memiliki citacita yang tinggi dan rela bersusah payah dalam mencapainya. Dari (Jannah, 2. Kegagalan bisnis sebenarnya adalah awal menuju kesuksesan, kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu dan bisa lebih mapan dalam menghadapi ejekan. Koefisien regresi X sebesar 0,882 menyatakan bahwa untuk setiap kenaikan 1% nilai motivasi, nilai partisipasi meningkat sebesar 0,882. Koefisien regresi Sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah Dengan meningkatnya motivasi anak muda terhadap keinginan mereka untuk melanjutkan bisnis pertanian, agribisnis dapat meningkat. Dengan mayoritas petani yang sudah tua, anak muda yang memiliki motivasi mengembangkan pertanian pasti akan mencari komoditas yang baik untuk investasi masa depan dengan memanfaatkan peran teknologi. Oleh (Dwi silaningsih, 2. Penggunaan teknologi, diharapkan sejalan dengan kebutuhan industri kecil dan menengah. Terciptanya produk uang memiliki daya saing dengan diversifikasi produk yang didukung oleh motivasi usaha dan kemampuan usaha yang menentukan keberhasilan usaha pertanian. Petani muda juga diharapkan dapat melakukan tindakan yang dapat mendukung peningkatan keberhasilan pertanian. Seperti pada (Hartomo, 2. , menjadikan usaha kreatif yang sedang dijalankan sebagai usaha modern dan memperhatikan perkembangan ekonomi yang sedang terjadi dan lain sebagainya. Usia pelaku usaha pertanian didominasi oleh orang tua berusia sekitar 40 tahun ke atas sedangkan, usia produktif seperti anak muda yang berusia di bawah 40 tahun. Sesuai dengan (Yanti et al. , 2. Usia usaha mikro, kecil dan menengah di usia produktif adalah 20-46 tahun. Dengan demikian, meningkatkan kemampuan anak dalam mengembangkan potensi penuhnya. E-ISSN 3046-9988 SIMBIOSIS. Vol. 1 No. Halaman: 35-44 September 2024 SIMBIOSIS : Jurnal Sains Pertanian DOI: https://doi. org/10. 30599/simbiosis. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, motivasi anak muda dalam melanjutkan berpengaruh signifikan, karena dengan motivasi, anak dapat mengembangkan usaha pertanian melalui pendidikan yang akan lebih luas juga dalam memilih pekerjaan. Meskipun demikian, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi Tidak hanya mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan daripada menjadi petani, mungkin dengan motivasi yang didapat dari pendidikan dapat menjadi pendukung agribisnis di Indonesia dan menjadi petani yang kreatif. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih yang pertama kami sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan berkah, waktu, dan segala ridho-Nya yang sehat kami dapat Kami Universitas Nurul Huda yang telah menaungi kami dalam belajar menulis Tak ketinggalan dosen pengampu mata kuliah metodologi penelitian yang telah mengarahkan kami dalam menulis Serta teman-teman yang membantu mengerjakan artikel ini sampai selesai. DAFTAR PUSTAKA