JURNAL ABDI INSANI Volume 13. Nomor 4. April 2026 http://abdiinsani. e-ISSN : 2828-3155. p-ISSN : 2828-4321 PENGENALAN SIMPLE ENGLISH COMMANDS PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN DI PAUD SPS GURAME Introducing Simple English Commands to Kindergarten Children Through Play-Based Activities at Paud Sps Gurame Yogi Gumilar*. Asri Nurlaely. Sulthaanika Ferdy Syahwardi. Aulia Shalsa Billa MunAoimah. Elinda Safitri. Rokhimah. Riska Atika Zahra. Mutya Ika Sari. Siti Maesaroh. Siti Hasanah Universitas Muhammadiyah A. Fachruddin Jalan KH. Syekh Nawawi KM 4 No. Mata Gara. Kecamatan Tigaraksa. Kabupaten Tangerang. Banten 15720 *Alamat Korespondensi: yogigumilar@unimar. (Tanggal Submission: 12 Januari 2025. Tanggal Accepted : 27 April 2. Kata Kunci : Abstrak : Anak Usia Dini. Simple English Commands. Learning Through Play. PAUD Pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini penting dilakukan karena anak PAUD berada pada fase emas perkembangan bahasa dan kognitif. Namun, pembelajaran bahasa Inggris di PAUD masih menghadapi tantangan berupa metode yang kurang kontekstual dan minim aktivitas bermain sehingga anak cepat bosan dan kurang termotivasi. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah pengenalan simple English commands yang terintegrasi dengan aktivitas bermain dan rutinitas anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak PAUD SPS Gurame dalam mengenali kosakata warna dan merespons simple English commands melalui pendekatan learning through play. Metode kegiatan menggunakan pendekatan learning through play yang melibatkan aktivitas gerak, lagu, permainan, serta respons langsung anak terhadap instruksi bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan selama lima hari dengan tahapan apersepsi, pengenalan kosakata warna, pemberian simple English commands, dan evaluasi nonformal melalui Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak terhadap kosakata warna dan kemampuan merespons perintah sederhana bahasa Inggris seperti stand up, sit down, dan touch the color. Anak menunjukkan partisipasi aktif, antusiasme tinggi, serta peningkatan keberanian dan kepercayaan diri selama kegiatan berlangsung. Respons anak terhadap instruksi bahasa Inggris menjadi lebih cepat dan tepat dibandingkan kondisi awal, meskipun konsentrasi anak masih memerlukan dukungan variasi aktivitas. Secara keseluruhan, pendekatan bermain mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kondusif. Dengan demikian, penerapan learning Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Gumilar et al. , 371 Key word : Early Childhood. Simple English Commands. Learning Through Play. Preschool through play efektif dalam meningkatkan pemahaman dan respons bahasa Inggris dasar anak usia dini sesuai dengan tujuan kegiatan pengabdian. Abstract : Early English introduction is essential as young learners are in a critical period of language and cognitive development. However. English learning in early childhood education still faces challenges such as less contextual teaching methods and limited play-based activities, which often reduce childrenAos One effective approach is introducing simple English commands integrated into play activities and daily routines. This community service program aimed to improve the ability of PAUD SPS Gurame children to recognize color vocabulary and respond to simple English commands through a learning through play approach. The program employed a learning through play method involving movement-based activities, songs, games, and direct responses to English instructions. The activities were conducted over five days and included apperception, vocabulary introduction, command-based learning, and non-formal evaluation through observation. The results indicated improvements in childrenAos understanding of color vocabulary and their ability to respond to simple English commands such as stand up, sit down, and touch the color. Children showed active participation, high enthusiasm, and increased confidence throughout the activities. Their responses became faster and more accurate compared to the initial condition, although maintaining concentration required varied activities. Overall, the play-based approach created an engaging and supportive learning environment. Therefore, the learning through play approach was effective in enhancing young learnersAo basic English comprehension and responses in line with the program objectives. Panduan sitasi / citation guidance (APPA 7th editio. Gumilar. Nurlaely. Syahwardi. MunAoimah. Safitri. Rokhimah. Zahra. Sari, . Maesaroh. , & Hasanah. Pengenalan Simple English Commands pada Anak Taman Kanak-kanak Melalui Kegiatan Bermain di PAUD SPS Gurame. Jurnal Abdi Insani, 13. , https://doi. org/10. 29303/abdiinsani. PENDAHULUAN Pengenalan bahasa Inggris sejak usia dini merupakan upaya penting dalam mendukung perkembangan kemampuan bahasa anak. Anak usia PAUD berada pada fase emas dengan kemampuan tinggi menyerap bahasa baru lewat aktivitas menyenangkan dan kontekstual (Virli et al. , 2. Salah satu cara efektif mengenalkan bahasa Inggris pada anak usia dini adalah melalui simple English commands yang terhubung dengan aktivitas sehari-hari. Selain membantu pembelajaran bahasa, simple English commands juga menjadi alat penting bagi guru dalam mengelola kelas, menjaga keteraturan, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman (Indrayanii et al. , 2. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti metode yang cenderung tradisional, keterbatasan fasilitas, serta minimnya kesempatan bagi siswa untuk berlatih keterampilan berbicara dan mendengarkan secara efektif (Billah, 2. Tantangan serupa juga muncul pada tingkat PAUD, terutama terkait keterbatasan metode pembelajaran yang sesuai dengan dunia anak. Dengan demikian, baik di sekolah dasar maupun PAUD, diperlukan inovasi metode yang lebih kontekstual dan menyenangkan agar pembelajaran bahasa Inggris dapat berjalan optimal. Anak yang belajar dengan metode konvensional cenderung sulit memahami dan cepat bosan, apalagi jika guru menggunakan pendekatan yang membosankan sehingga kelas bahasa Inggris yang panjang terasa melelahkan (Maria et al. , 2024. Oktafiah, 2. Akibatnya, mereka cenderung kehilangan minat dan enggan mengikuti pembelajaran. Terlebih lagi. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Gumilar et al. , 372 pola belajar yang bersifat satu arah tanpa melibatkan aktivitas bermain membuat anak cepat bosan dan kehilangan motivasi karena kurang interaksi serta rangsangan kognitif (Susanti. et al. , 2. Kondisi tersebut juga ditemukan pada kegiatan pembelajaran di PAUD SPS Gurame. Desa Caringin. Kecamatan Cisoka. Kabupaten Tangerang. Banten. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PAUD SPS Gurame dengan menerapkan pembelajaran bahasa Inggris melalui kegiatan bermain. Materi yang diberikan meliputi pengenalan warna . dan simple English commands seperti stand up, sit down, dan touch the color. Melalui pendekatan bermain yang melibatkan gerak, lagu, dan respons langsung, diharapkan anak mampu mengenal dan merespons perintah sederhana bahasa Inggris dengan lebih antusias dan percaya diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak PAUD SPS Gurame dalam mengenali kosakata warna dan merespons simple English commands melalui pendekatan learning through play yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PAUD SPS Gurame dengan menerapkan pembelajaran bahasa Inggris melalui kegiatan bermain. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak PAUD SPS Gurame dalam mengenali kosakata warna dan merespons simple English commands. Manfaat dari kegiatan ini diharapkan tidak hanya dirasakan oleh anak dalam bentuk peningkatan pemahaman bahasa Inggris dasar, kepercayaan diri, dan antusiasme belajar, tetapi juga oleh guru sebagai alternatif strategi pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran bahasa Inggris yang aplikatif, berkelanjutan, serta mudah diintegrasikan ke dalam aktivitas pembelajaran harian di PAUD. METODE KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10Ae15 Agustus 2025 di PAUD SPS Gurame. Desa Caringin. Kecamatan Cisoka. Kabupaten Tangerang. Banten. Sasaran kegiatan adalah anak-anak PAUD/Taman Kanak-Kanak dari PAUD SPS Gurame yang berjumlah 25 siswa yang berusia antara 4 hingga 6 tahun. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh tiga dosen dan tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah A. Fachruddin sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Para dosen berperan sebagai pelaksana utama kegiatan yang bertanggung jawab dalam perencanaan, pemberian materi, serta pengarahan kepada mahasiswa, sedangkan mahasiswa membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan secara aktif. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan learning through play yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Kegiatan pembelajaran diawali dengan apersepsi melalui sapaan sederhana dan lagu berbahasa Inggris untuk menarik perhatian anak (Ningsih et al. Selanjutnya, anak diperkenalkan dengan warna dalam bahasa Inggris . menggunakan media visual seperti kartu warna dan benda di sekitar kelas. Setelah pengenalan kosakata warna, kegiatan dilanjutkan dengan pengajaran simple English commands seperti stand up, sit down, clap your hands, dan touch the color. Anak diajak merespons perintah tersebut melalui permainan berbasis gerak dan aktivitas kelompok. Studi sebelumnya mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis gerak efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa (Septiani et al. , 2. Pengulangan perintah dilakukan secara bertahap agar anak terbiasa dan mampu memahami instruksi bahasa Inggris dengan baik. Pada tahap akhir, dilakukan penguatan materi melalui permainan evaluatif sederhana, seperti menunjuk warna sesuai perintah dan mengikuti instruksi secara bersama-sama. Evaluasi dilakukan secara nonformal melalui observasi terhadap respons, antusiasme, dan partisipasi anak selama kegiatan berlangsung dengan menggunakan catatan lapangan sederhana. Kegiatan diakhiri dengan penutup berupa pujian dan motivasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam menggunakan bahasa Inggris. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Gumilar et al. , 373 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di PAUD SPS Gurame dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 10 hingga 15 Agustus 2025. Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari anak-anak. Penelitian sebelumnya mengungkap bahwa integrasi aktivitas reflektif dalam pembelajaran berbasis bermain memberikan kontribusi penting dalam menumbuhkan kemampuan metakognitif anak usia dini (Aminah & Mauliyah, 2. Melalui pendekatan ini, suasana kelas menjadi aktif, menyenangkan, dan kondusif untuk pengenalan bahasa Inggris dasar, sehingga anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang bermakna tetapi juga mampu mengembangkan kesadaran berpikir mereka sejak dini. Pada hari pertama, kegiatan difokuskan pada pengenalan awal bahasa Inggris melalui sapaan sederhana dan lagu anak berbahasa Inggris (Puspita et al. , 2. Anak-anak diajak mengenal warna dasar seperti red, blue, dan yellow menggunakan kartu warna dan benda di sekitar kelas. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar anak mampu menyebutkan warna dengan bantuan contoh dan pengulangan. Hari kedua dilanjutkan dengan penguatan materi warna serta pengenalan simple English commands seperti stand up dan sit down. Teknik ini terbukti efektif bagi siswa dengan karakteristik yang belum matang secara emosional, karena membantu mereka merespons instruksi secara lebih terarah melalui aktivitas bermain (Octaviani et al. , 2. Anak-anak diminta merespons perintah melalui permainan gerak secara berkelompok. Berdasarkan hasil observasi, anak mulai menunjukkan pemahaman terhadap perintah dan mampu merespons secara tepat meskipun masih memerlukan arahan pendamping. Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada penggabungan perintah dengan warna, seperti touch the red color dan show me blue. Permainan dilakukan secara individu dan kelompok kecil untuk meningkatkan fokus anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan anak dalam memahami perintah, ditandai dengan respons yang lebih cepat dan tepat. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa berbagai macam permainan yang terintegrasi dengan materi pelajaran efektif menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan, interaktif, serta meningkatkan fokus, antusiasme, dan kepercayaan diri siswa (Asari & Amir, 2025. Hafizh et al. , 2. Hari keempat diisi dengan variasi permainan dan pengulangan seluruh materi yang telah Anak mengikuti permainan berbasis lagu dan gerak seperti clap your hands dan jump, yang dikombinasikan dengan pengenalan warna. Observasi menunjukkan bahwa anak lebih percaya diri dan berani merespons perintah tanpa ragu (Puspita et al. , 2. Pada hari kelima, kegiatan difokuskan pada evaluasi sederhana melalui permainan terpadu. Anak diminta mengikuti beberapa perintah bahasa Inggris dan menunjuk warna sesuai instruksi. Berdasarkan hasil observasi langsung, sebagian besar anak mampu merespons simple English commands dengan baik dan mengenali warna dalam bahasa Inggris, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dibandingkan awal kegiatan. Secara keseluruhan, hasil evaluasi melalui observasi langsung menunjukkan bahwa metode learning through play efektif dalam meningkatkan pemahaman bahasa Inggris dasar anak usia dini. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang juga menunjukkan efektivitas pendekatan bermain ataupun lagu dalam mendukung perkembangan bahasa dan keterampilan kognitif anak (Maria et al. , 2024. Ningrum et al. , 2023. Ningsih et al. , 2. Anak tidak hanya mampu mengenali kosakata warna dan perintah sederhana, tetapi juga menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung. Hal ini menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Inggris melalui kegiatan bermain sesuai dengan karakteristik anak PAUD dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Gumilar et al. , 374 Tabel 1. Hasil Evaluasi Observasi Pembelajaran Bahasa Inggris Anak PAUD SPS Gurame Aspek yang Diamati Indikator Penilaian Partisipasi Anak Anak mengikuti kegiatan bermain dan instruksi dengan antusias Pengenalan Warna (Color. Anak mampu mengenali dan menyebutkan warna dalam bahasa Inggris Respons terhadap Simple Anak mampu merespons perintah seperti stand up. English Commands sit down, dan touch the color Keberanian dan Kepercayaan Anak berani merespons perintah tanpa ragu Diri Konsentrasi Selama Kegiatan Anak mampu fokus selama kegiatan bermain dan Hasil Observasi Baik Baik Baik Baik CukupAeBaik Berdasarkan Tabel 1, hasil observasi menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Inggris melalui kegiatan bermain di PAUD SPS Gurame memberikan hasil yang positif. Sebagian besar aspek yang diamati, meliputi partisipasi anak, pengenalan warna, respons terhadap simple English commands, serta keberanian dan kepercayaan diri anak berada pada kategori baik, yang menandakan bahwa anak mampu mengikuti kegiatan dengan antusias dan merespons instruksi bahasa Inggris secara tepat. Sementara itu, aspek konsentrasi selama kegiatan berada pada kategori cukupAebaik, yang menunjukkan bahwa anak mampu fokus selama pembelajaran meskipun tetap memerlukan variasi aktivitas agar konsentrasi dapat terjaga secara optimal. Temuan ini menguatkan bahwa pendekatan learning through play efektif dalam mendukung pembelajaran bahasa Inggris dasar yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di PAUD SPS Gurame. Desa Caringin. Kecamatan Cisoka. Kabupaten Tangerang. Banten, dapat disimpulkan bahwa pengenalan simple English commands melalui kegiatan bermain berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi anak usia dini. Anak menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap kosakata warna dan kemampuan merespons perintah sederhana bahasa Inggris secara tepat. Pendekatan learning through play terbukti efektif dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, aktif, dan sesuai dengan karakteristik anak PAUD. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan antusiasme, keberanian, dan kepercayaan diri anak dalam menggunakan bahasa Inggris. Keterlibatan dosen dan mahasiswa berperan penting dalam mendukung proses pembelajaran yang interaktif dan kondusif. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya mendukung pengenalan bahasa Inggris dasar, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak. Adapun saran dari kegiatan ini adalah agar pembelajaran bahasa Inggris melalui simple English commands dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam aktivitas harian di PAUD. Guru disarankan untuk mengintegrasikan perintah sederhana bahasa Inggris dalam kegiatan rutin kelas agar anak semakin terbiasa. Selain itu, kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan menambah variasi permainan dan kosakata agar pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini menjadi lebih optimal. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak PAUD SPS Gurame. Desa Caringin. Kecamatan Cisoka. Kabupaten Tangerang. Banten, atas kerja sama dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para guru dan anak-anak PAUD SPS Gurame yang telah berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan ini. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Gumilar et al. , 375 Selain itu, penulis menyampaikan apresiasi kepada rekan dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Terima kasih juga disampaikan kepada institusi Universitas Muhammadiyah A. Fachruddin atas dukungan dan fasilitasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. DAFTAR PUSTAKA