Pengendalian persediaan berbasis economic order quantity pada UD Wenang Perkasa Manado Selviani Sumba Corresponding author: selvianisumba064@student. Sam Ratulangi University - Indonesia Victorina Z. Tirayoh Sam Ratulangi University - Indonesia Sherly Pinatik Sam Ratulangi University - Indonesia DOI 58784/mbkk. Keywords inventory control economic order quantity safety stock reorder point inventory cost JEL Classification D24 D22 Received 8 November 2024 Revised 14 November 2024 Accepted 17 November 2024 Published 18 November 2024 ABSTRACT The economic order quantity is the number of goods ordered that will result in the lowest possible cost. This study will determine how inventory control is based on economic order quantity at UD Wenang Perkasa. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. The study results clearly show that the company's total merchandise inventory costs are higher than they would be if they used economic order This means that using economic order quantity will save the company costs and increase profits. The company must implement economic order quantity as a method for controlling its inventory because it will allow the company to order merchandise in optimal quantities with minimum total inventory costs, increasing the company's profits. A2024 Selviani Sumba. Victorina Z. Tirayoh. Sherly Pinatik This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. Pendahuluan Pesatnya perkembangan ekonomi di masa kini membuat dunia bisnis semakin diperhadapkan dengan berbagai macam persaingan. Suatu perusahaan didirikan dengan maksud dan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan berharap agar usaha yang didirikan dapat berjalan terus-menerus. Beberapa faktor mempengaruhi keberhasilan suatu usaha. Pada usaha dagang salah satu faktor yang paling penting adalah persediaan karena persediaan memiliki peran yang sangat penting dalam melancarkan kegiatan operasional perusahaan, dengan adanya persediaan yang tepat perusahaan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. dapat memenuhi keinginan pelanggan dan memperoleh Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam dunia bisnis karena biaya merupakan salah satu faktor kelancaran kegiatan operasional perusahaan. Pada perusahaan dagang pengendalian terhadap biaya persediaan barang dagang dapat menggunakan Economic Order Quantity (EOQ) yang merupakan metode dengan menghitung jumlah pemesanan yang optimal untuk persediaan berdasarkan asumsi tertentu (Heizer et al. , 2020:. Pada metode ini perusahaan dapat menentukan berapa banyak barang yang akan memperhitungkan semua biaya-biaya yang digunakan, yaitu biaya pemesanan dan penyimpanan. Perusahaan dapat mengetahui jumlah pemesanan barang yang optimal yang dapat membantu perusahaan untuk meminimalkan biaya persediaan. UD Wenang Perkasa merupakan salah satu toko bangunan yang kegiatan utamanya menjual berbagai macam bahan bangunan seperti semen, besi, kayu, keramik, kaca, triplek, cat dan lain-lain. Serta alat-alat bangunan seperti palu, gergaji, paku, meteran, ember, tang, gergaji dan lain-lain. Pada penelitian ini peneliti memfokuskan pengendalian persediaan barang dagang terhadap bahan bangunan semen, dikarenakan semen ini merupakan barang dagang yang paling banyak dibutuhkan oleh pelanggan. Sehingga biasanya terjadi kehabisan stok di gudang maupun untuk dijual. UD Wenang Perkasa dalam melakukan pengendalian persediaan barang dagang belum menggunakan metode tertentu, hanya jika melihat stok sudah menipis baru akan dilakukan pemesanan kembali. Hal ini tentunya kurang efektif, karena apabila perusahaan mengalami kekurangan stok persediaan barang maka akan menghambat kelancaran proses penjualan, dan sebaliknya jika perusahaan mengalami kelebihan stok akibatnya biaya persediaan akan meningkat, oleh karena itu dibutuhkan suatu metode yang tepat untuk mengatasi terjadinya masalah tersebut. Hasil penelitian Halima & Pravitasari . dan A et al. , . menunjukkan bahwa metode EOQ lebih optimal, efektif dan efisien untuk diterapkan dalam manajemen pengendalian persediaan. Pada penelitian yang dilakukan El Randi & Meirini . menunjukkan bahwa metode EOQ dan ROP lebih efektif dan efisien jika dapat diterapkan di perusahaan. Selanjutnya dalam penelitian yang dilakukan oleh Hikmah et al. , . menunjukkan adanya penghematan biaya persediaan mainan merek Tomica bila perusahaan menggunakan metode EOQ dalam persediaan mainan merek Tomica. Hasil penelitian yang Kunuzi & Winarno, 2023 dan Habibie & Widyaningrum . menunjukkan bahwa permasalahan mengenai persediaan yang ada di perusahaan dapat Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. diselesaikan dengan menggunakan EOQ. Pada penelitian yang dilakukan oleh Susanti & Kalalo . menunjukkan bahwa dengan menggunakan EOQ dapat meminimalkan total biaya persediaan, sejalan dengan hasil penelitian Valencia, dan Haryanto . Tinjauan Akuntansi Manajemen Menurut (Syamil et al. , 2023:. akuntansi manajemen adalah suatu bidang dalam akuntansi yang berfokus pada suatu pengumpulan, analisis, serta pelaporan infromasi keuangan yang relevan untuk membantu manajer dalam mengambil keputusan yang lebih baik. Tujuan utama akuntansi manajemen adalah untuk memberikan informasi yang akurat dan relevan kepada menajemen untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat, sedangkan menurut (Kartikahadi et al, 2023:. akuntansi manajemen adalah bidang akuntansi yang bertujuan untuk mengolah, menghasilkan serta melaporkan informasi keuangan kepada manajemen yang berguna dalam pengendalian suatu usaha. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa akuntansi manajemen merupakan suatu sistem akuntansi yang menyediakan informasi keuangan untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan. Persediaan Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 14, persediaan adalah aset yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, aset dalam proses produksi serta aset dalam bentuk bahan/perlengkapan. Persediaan merupakan aset lancar bagi perusahaan pada umumnya, terutama perusahaan dagang, manufaktur, dan lainnya (Kartikahadi et al. , 2023:. Menurut (Azwar et al. , 2022:. persediaan pada perusahaan dagang merupakan aset lancar yang terdiri dari barang dagang, yang dibeli kemudian dijual kembali. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa persediaan merupakan aset yang sangat penting untuk perusahaan agar kegiatan operasional dapat berjalan dengan lancar. Menurut Heizer et al. , . ada 4 macam fungsi persediaan, yaitu : Untuk menyediakan persediaan barang agar dapat mengantisipasi permintaan pelanggan dan untuk memisahkan perusahaan dari fluktuasi permintaan tersebut. Untuk memanfaatkan diskon kuantitas, karena pembelian dalam kuantitas yang besar dapat mengurangi harga pokok barang maupun biaya pengiriman. Untuk memisahkan berbagai bagian proses produksi dari pemasok jika persediaan suatu perusahaan berfluktuasi. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Untuk melakukan perlindungan nilai terhadap inflasi dan perubahan harga yang meningkat. Menurut PSAK 14: Persediaan, pada perusahaan dagang hanya mempunyai persediaan barang dagang (Mercandise Inventor. , sedangkan pada perusahaan manufaktur mengemlompokkan persediaan sebagai berikut : Persediaan barang jadi, yaitu barang yang sudah selesai diproduksi dan siap untuk dijual. Persediaan bahan mentah . aw materia. , yaitu persedian bahan baku yang telah dibeli tetapi belum diproses yang nantinya akan digunakan untuk proses produksi. Persediaan barang dalam proses, yaitu barang yang sedang dalam proses produksi. Menurut (Eunike et al. , 2021:. biaya persediaan yang di analisis adalah mengenai 3 hal berikut: Biaya pemesanan Biaya pemesanan adalah biaya yang dikeluarkan ketika melakukan pemesanan barang, dalam hal ini termasuk biaya administrasi yang berhubungan dengan pemesanan barang dan biaya transportasi dari supplier ke perusahaan. Biaya penyimpanan Pengelolaan penyimpanan berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan untuk jumlah barang, lama penyimpanan, dan nilai dari barang yang disimpan. Biaya ketika terjadi kekurangan Biaya ini muncul ketika permintaan lebih banyak dari ketersediaan produk yang disimpan. Economic Order Quantity Economic Order Quantity merupakan jumlah pemesanan barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal. Menurut (Ernawati et al. , 2022:. EOQ merupakan jumlah kuantitas yang dapat meminimalkan total biaya persediaan. Jenis biaya yang digunakan dalam menghitung EOQ yaitu biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Menurut Heizer et al. , . metode EOQ adalah salah satu teknik pengendalian persediaan yang dapat meminimalkan total biaya dari penyimpanan dan pemesanan. Teknik ini relatif mudah digunakan, namun didasarkan pada beberapa asumsi-asumsi Permintaan terhadap suatu barang diketahui Waktu antara pemesanan dan penerimaan bersifat konstan diketahui dan konsisten Persediaan dari suatu pesanan tiba pada satu waktu Tidak tersedia diskon kuantitas Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Biaya variabel hanya untuk biaya pengaturan dan pemesanan biaya dalam menyimpan persediaan dalam waktu tertentu Kekurangan persediaan dapat dihindari jika pemesanan dilakukan tepat waktu. Penerapan metode EOQ dapat dilakukan melalui tahapantahapan berikut : Mengidentifikasi biaya pemesanan . rdering cos. Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua biaya yang terkait dengan pemesanan, seperti biaya administrasi, biaya pemrosesan pesanan, biaya transportasi, dan lainnya. Mengidentifikasi biaya penyimpanan . olding cos. Langkah penyimpanan persediaan, seperti biaya penyewaan atau pemeliharaan gudang, biaya listrik, dan biaya lainnya. Perolehan data permintaan Mengumpulkan data tentang tingkat permintaan produk. Menentukan total biaya persediaan yang diperlukan dengan menjumlahkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Setelah melakukan tahapan-tahapan di atas selanjutnya menentukan jumlah pemesanan optimum dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: 2yaycI yaycCycE = Oo ya Keterangan: EOQ = jumlah optimal barang per pesanan = jumlah permintaan satu periode = biaya pemesanan = biaya penyimpanan unit per tahun Untuk menghitung total biaya persediaan digunakan rumus sebagai ya ycE TIC = ycE S 2 H Keterangan: = jumlah unit per pesanan = jumlah permintaan satu periode = biaya pemesanan = biaya penyimpanan unit per tahun TIC = total biaya persediaan Safety Stock Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Menurut Heizer et al. , . Safety Stock adalah persediaan tambahan yang dimiliki oleh perusahaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekurangan persediaan barang dagang. Adapun rumus Safety Stock yaitu: SS = . emakaian maksimum - pemakaian rata-rat. x lead time Reorder Point Reorder Point merupakan suatu titik di mana perusahaan perlu melakukan pemesanan kembali. Adapun rumus Reorder Point yaitu sebagai berikut: ya ROP = SS (LT x ( yaycaycycn yayceycycyc. ) Keterangan : ROP = titik pemesanan kembali atau reorder point = persediaan pengaman atau safety stock = waktu tunggu pesanan atau lead time = permintaan pada per periode atau per tahun. Jumlah hari kerja dihitung dalam setahun Metode Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menyajikan gambaran mengenai permasalahan yang terjadi pada perusahan. Sumber data yang digunakan adalah data primer yang merupakan data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian dengan metode pengumpulan data wawancara dan dokumentasi (Nasution, 2023:. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Pada metode ini memaparkan semua informasi yang didapatkan dalam penelitian untuk mendeskripsikan data yang telah dikumpul sebagaimana yang telah didapat dari hasil wawancara dan dari data-data yang telah diperoleh dari objek Proses analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (Sugiyono, 2020:. Hasil dan Hasil Pemesanan barang dagang UD Wenang Perkasa dalam melakukan pengendalian persediaan barang dagang belum menggunakan metode tertentu, perusahaan hanya melihat stok barang sudah menipis atau sisa 100 lebih baru akan dilakukan pemesanan kembali ke pemasok. Hal ini mendorong pengelolaan yang tepat pada barang dagang yang akan dipesan, agar kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. dengan lancar. Penyediaan barang dagang oleh perusahaan dilakukan dengan jumlah dan frekuensi yang tidak menentu, tergantung pada tingkat pembelian konsumen. Perusahaan melakukan pemesanan kepada pemasok yang berbeda, tergantung pada stok barang yang ada. Tabel 1 menunjukkan data pemesanan barang dagang semen beserta frekuensi pemesanan tahun 2023 pada UD Wenang Perkasa. Tabel 1. Data pemesanan barang dagang tahun 2023 Bulan Semen Frekuensi Semen Conch Tonasa Januari Februari Frekuensi Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Rata-rata Sumber: UD Wenang Perkasa, 2023 Tabel 1 menunjukan total jumlah pemesanan barang dagang semen tahun 2023 pada UD Wenang perkasa. Jumlah pemesanan barang dagang semen conch pada tahun 2023 adalah sebesar 20. dengan rata-rata pemesanan setiap bulannya sebesar 1. 701, total frekuensi pemesanan barang dagang semen tonasa pada UD Wenang Perkasa tahun 2023 adalah sebanyak 24 kali. Sedangkan jumlah pemesanan barang dagang semen tonasa pada tahun 2023 adalah sebesar 4. 325, dengan rata-rata pemesanan setiap bulannya sebesar 360, total frekuensi pemesanan barang dagang semen tonasa pada UD Wenang Perkasa tahun 2023 adalah sebanyak 11 kali. Penjualan barang dagang Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Tabel 2. Data penjualan barang dagang tahun 2023 Bulan Semen Conch Semen Tonasa Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jumlah Rata-rata Sumber: UD Wenang Perkasa, 2023 Tabel 2 menunjukkan data penjualan barang dagang semen UD Wenang Perkasa tahun 2023. Jumlah penjualan barang dagang semen conch tahun 2023 yaitu sebanyak 20. 249, sedangkan jumlah penjualan barang dagang semen tonasa tahun 2023 yaitu sebanyak Biaya pemesanan Biaya pemesanan merupakan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan pada saat melakukan pemesanan barang dagang semen, mulai dari dilakukannya pemesanan sampai barang tiba di biaya pemesanan yang dikeluarkan oleh UD Wenang Perkasa pada saat melakukan pemesanan barang dagang semen yaitu biaya transportasi untuk mengantar barang dari pemasok ke perusahaan dan biaya angkut. Berikut ini tabel rincian biaya pemesanan barang dagang semen tahun 2023 pada UD Wenang Perkasa. Tabel 3 Data biaya pemesanan barang dagang semen tahun 2023 Barang Jenis biaya Frekuensi Jumlah Total Semen Biaya transportasi Conch dan angkut Semen Biaya transportasi Tonasa dan angkut Tabel Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. dikeluarkan oleh perusahaan saat melakukan pemesanan barang dagang dalam satu tahun yaitu terdiri dari biaya transportasi dan angkut sebesar Rp12. 000 untuk semen conch dan Rp3. untuk Semen Tonasa. Biaya pemesanan setiap kali pesan (S) Semen Conch Dik : Total biaya pesan = Rp12. Frekuensi pemesanan = 24 Penyelesaian : ycycuycycayco ycaycnycaycyca ycyyceycycaycu S = yceycyceycoycyceycuycycn ycyyceycoyceycycaycuycaycu = 500. Jadi, biaya setiap kali dilakukan pemesanan adalah sebesar Rp500. Semen Tonasa Dik : Total biaya pesan = Rp3. Frekuensi pemesanan = 11 Penyelesaian : ycycuycycayco ycaycnycaycyca ycyyceycycaycu S = yceycyceycoycyceycuycycn ycyyceycoyceycycaycuycaycu = 11 = 300. Jadi, biaya setiap kali dilakukan pemesanan adalah sebesar Rp300. Biaya penyimpanan Tabel 4. Data biaya penyimpanan barang dagang tahun 2023 Jenis biaya Biaya sewa gudang Total biaya penyimpanan Rp20. Biaya penyimpanan merupakan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk penyimpanan barang dagang semen. Pada UD Wenang Perkasa untuk biaya penyimpanan hanya ada biaya sewa gudang yang dihitung per tahun. Tabel 4 menunjukkan data biaya penyimpanan barang dagang semen tahun 2023. Biaya sewa gudang untuk penyimpanan barang dagang semen tahun 2023 pada UD Wenang Perkasa yaitu sebesar Rp20. Tabel 5. Persentase biaya penyimpanan barang dagang tahun 2023 Barang Dagang Biaya Simpan Biaya Biaya Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. (%) Semen Conch Semen Tonasa 82,51% 17,48% Sewa Gudang (R. Penyimpana n (R. Tabel 5 menunjukkan biaya penyimpanan barang dagang semen UD Wenang Perkasa tahun 2023. Biaya penyimpanan barang dagang semen conch adalah sebesar Rp16. 000 sedangkan biaya penyimpanan barang dagang semen tonasa adalah sebesar Rp3. Biaya penyimpanan per satuan barang dagang (H) Semen Conch Diketahui: Total biaya simpan Semen Conch = Rp16. Total kebutuhan barang dagang Semen Conch = 20. Penyelesaian: ycNycuycycayco ycaycnycaycyca ycycnycoycyycaycu H = ycNycuycycayco ycoyceycaycycycEaycaycu ycaycaycycaycuyci yccycayciycaycuyci = 20. = 815 Jadi, biaya penyimpanan per satuan barang dagang Semen Conch adalah sebesar Rp815. Semen Tonasa Diketahui: Total biaya simpan Semen Tonasa = Rp3. Total kebutuhan barang dagang Semen Tonasa = 4. Penyelesaian: ycNycuycycayco ycaycnycaycyca ycycnycoycyycaycu H = ycNycuycycayco ycoyceycaycycycEaycaycu ycaycaycycaycuyci yccycayciycaycuyci = 4. = 806 Jadi, biaya penyimpanan per satuan barang dagang semen tonasa adalah sebesar Rp806. Total biaya persediaan menurut kebijakan perusahaan Untuk mengetahui total biaya persediaan barang dagang pada UD Wenang Perkasa dapat dihitung dengan menambahkan antara biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Semen Conch Diketahui: D = 20. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Q = 1. S = 500. H = 815 Penyelesaian: ya ycE TIC =ycES 2H TIC TIC = 1. 000 2 815 = 5. = 6. Jadi. Total Inventory Cost barang dagang Semen Conch menurut kebijakan perusahaan adalah sebesar Rp6. Semen Tonasa Diketahui: D = 4. Q = 360 S = 300. = 806 Penyelesaian: ya ycE TIC =ycES 2H = 3. = 3. Jadi. Total Inventory Cost barang dagang semen tonasa menurut kebijakan perusahaan adalah sebesar Rp3. Perhitungan menggunakan economic order quantity EOQ merupakan metode yang dapat membantu perusahaan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal. Berikut ini merupakan perhitungan barang dagang semen dengan menggunakan EOQ: Semen Conch Diketahui : = 20. = 500. = 815 Penyelesaian : ycI yaycCycE = Oo ya 2 x 20. 249 x 500. =Oo =Oo = Oo24. = 4. Berdasarkan perhitungan di atas dapat diketahui bahwa jumlah Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. pemesanan barang dagang semen conch menurut EOQ untuk setiap kali pesan adalah 4. ya Frekuensi pemesanan = yaycCycE = 4. Jadi, frekuensi pemesanan barang dagang Semen Conch yang ideal adalah sebanyak 4 kali dalam jangka satu tahun dengan jumlah 985 setiap kali dilakukan pemesanan. Semen Tonasa Diketahui : = 4. = 300. = 806 Penyelesaian : yaycCycE = Oo ya. ycI ya 2 x 4. 336 x300. =Oo =Oo = Oo3. = 1. Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa jumlah pemesanan barang dagang semen conch menurut economic order quantity untuk setiap kali pesan adalah 1. ya Frekuensi pemesanan = yaycCycE = 1. Jadi, frekuensi pemesanan barang dagang semen conch yang ideal adalah sebanyak 3 kali dalam jangka satu tahun dengan 797 setiap kali dilakukan pemesanan. Total Inventory Cost menurut EOQ Semen Conch Diketahui : = 20. EOQ = 4. = 500. = 815 Penyelesaian : ya ycE TIC =ycES 2H TIC = 4. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. = 2. = 4. Jadi. Total Inventory Cost barang dagang Semen Conch menurut EOQ adalah sebesar Rp4. Semen Tonasa Dik : = 4. EOQ = 1. = 300. = 806 Penyelesaian : ya ycE TIC = ycE S 2 H TIC = 1. 000 2 806 = 723. = 1. Jadi. Total Inventory Cost barang dagang Semen Tonasa menurut EOQ adalah sebesar Rp1. Safety Stock . ersediaan pengama. Berikut ini perhitungan menggunakan rumus Safety Stock: Semen conch Diketahui : Pemakaian maksimum = 2. Pemakaian rata-rata = 1. Lead time = 1 hari Penyelesaian : SS = . emakaian maksimum - pemakaian rata-rat. x lead time = . 131 Ae 1. = 444 Jadi, persediaan pengaman yang harus disediakan oleh perusahaan adalah sebesar 444. Semen Tonasa Diketahui : Pemakaian maksimum = 510 Pemakaian rata-rata = 361 Lead time = 1 hari Penyelesaian : SS = . emakaian maksimum - pemakaian rata-rat. x lead time = . Ae . = 157 Jadi, persediaan pengaman yang harus disediakan oleh perusahaan adalah sebesar `157. Titik pemesanan kembali (Reorder Poin. Berikut ini perhitungan menggunakan rumus Reorder Point: Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Semen conch Diketahui : = 444 = 20. Hari kerja = 336 Penyelesaian : ROP = SS (LT x ( Hari Kerj. ) = 444 . x ( 336 )) = 444 60 = 504 Jadi, perusahaan harus melakukan pemesanan kembali pada saat barang dagang Semen Conch berada pada jumlah 504. Semen Tonasa Diketahui : = 157 = 4. Hari kerja = 336 Penyelesaian : ROP = SS (LT x ( Hari Kerj. ) = 157 . x ( 336 )) = 157 13 = 170 Jadi, perusahaan harus melakukan pemesanan kembali pada saat barang dagang Semen Tonasa berada pada jumlah 170. Perbandingan antara kebijakan perusahaan dengan Economic Order Quantity Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat dilihat perbandingan pemesanan barang dagang dengan menggunakan kebijakan perusahaan dan menggunakan EOQ, yang terdiri dari jumlah pemesanan barang dagang, total biaya persediaan, frekuensi pemesanan. Safety Stock, dan Reorder Point. Berikut ini tabel perbandingan pemesanan barang dagang sebelum dan sesudah menerapkan EOQ. Tabel 6. Perbandingan antara kebijakan perusahaan dengan economic order quantity Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Semen Conch Keterangan Pemesanan barang dagang Total biaya persediaan Frekuensi pemesanan Safety stock Reorder point Kebijakan Perusahaan Rp6. Economic Order Quantity Rp4. Sumber: Data olahan, 2024 Tabel 6 menunjukkan bahwa: Kuantitas pemesanan barang dagang dalam sekali pesan menurut kebijakan perusahaan yaitu sebanyak 1. 701 sedangkan jika menggunakan EOQ sebanyak 4. 985 dalam sekali pesan. Total biaya persediaan menurut kebijakan perusahaan yaitu sebesar Rp6. 245, sedangkan menurut EOQ sebesar Rp4. 381, terdapat selisih sebesar Rp2. Frekuensi pemesanan menurut kebijakan perusahaan yaitu sebanyak 24 kali sedangkan menurut EOQ sebanyak 4 kali. Persediaan pengaman (Safety Stoc. yang harus dimiliki oleh perusahaan sebanyak 444. Titik pemesanan kembali (Reorder Poin. menurut kebijakan perusahaan jika stok barang tersisa 100 lebih sedangkan menurut economic order quantity titik pemesanan kembali dilakukan ketika stok barang tersisa 504. Semen Tonasa Keterangan Pemesanan barang dagang Total biaya persediaan Frekuensi pemesanan Safety stock Reorder point Kebijakan Perusahaan Rp3. Economic order Quantity Rp1. Sumber: Data olahan, 2024 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui: Kuantitas pemesanan barang dagang dalam sekali pesan menurut kebijakan perusahaan yaitu sebanyak 360 sedangkan jika menggunakan economic order quantity sebanyak 1. 797 dalam sekali pesan. Total biaya persediaan menurut kebijakan perusahaan yaitu sebesar Rp3. 413 sedangkan menurut EOQ sebesar Rp1. 064, terdapat selisih sebesar Rp2. Frekuensi pemesanan menurut kebijakan perusahaan yaitu sebanyak 11 kali sedangkan menurut EOQ sebanyak 3 kali. Persediaan pengaman . afety stoc. yang harus dimiliki oleh perusahaan sebanyak 157. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Titik pemesanan kembali . eorder poin. menurut kebijakan perusahaan jika stok barang tersisa 100 lebih sedangkan menurut EOQ titik pemesanan kembali dilakukan ketika stok barang tersisa 170. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian persediaan berbasis Economic Order Quantity dapat membantu perusahaan untuk menentukan jumlah pemesanan yang optimal dengan total biaya persediaan yang minimum. Hasil perhitungan terhadap total biaya persediaan untuk barang dagang Semen Conch menurut kebijakan perusahaan yaitu sebesar Rp6. 245 sedangkan menurut Economic Order Quantity yaitu sebesar Rp4. sehingga dengan menerapkan Economic Order Quantity perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp2. Sementara untuk barang dagang Semen Tonasa menurut kebijakan perusahaan yaitu sebesar Rp3. 413 sedangkan menurut Economic Order Quantity yaitu sebesar Rp1. 064, sehingga dengan menerapkan metode Economic Order Quantity perusahaan dapat menghemat biaya sebesar Rp2. Pemesanan barang dagang Semen Conch yang optimal menurut Economic Order Quantity yaitu sebesar 4. dengan frekuensi pemesanan sebanyak 4 kali dalam setahun. Sedangkan pemesanan barang dagang Semen Tonasa yang optimal menurut Economic Order Quantity yaitu sebesar 1. 454 dengan frekuensi pemesanan sebanyak 3 kali dalam setahun. Guna mengatasi ketidakpastian dalam permintaan dan pasokan, perusahaan perlu memiliki persediaan pengaman, untuk Semen Conch yaitu sebanyak 444, sementara Semen Tonasa yaitu sebanyak Selanjutnya, perusahaan perlu melakukan pemesanan kembali ketika barang dagang Semen Conch tersisa 504, sementara untuk Semen Tonasa ketika barang tersisa 170. Perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menerapkan Economic Order Quantity sebagai metode yang digunakan dalam pengendalian persediaan, karena dengan menggunakan Economic Order Quantity perusahaan dapat melakukan pemesanan barang dagang dengan jumlah yang optimal dengan total biaya persediaan yang minimum sehingga laba perusahaan dapat meningkat. Perusahaan juga hendaknya dapat menentukan berapa banyak persediaan pengaman yang harus ada dan kapan akan dilakukan pemesanan kembali, agar tidak terjadinya kehabisan maupun kelebihan stok di gudang, sehingga kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar. Daftar . Komariah. , & Z. Penerapan metode EOQ (Economic Order Quantit. dalam pengendalian persediaan Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. bahan baku. Journal of Management and Bussines (JOMB), 4. , https://doi. org/10. 31539/jomb. Azwar. Mulyana. Himawan. Astuti. Juwita. Yuniawati. Purwatiningsih. Dewi K. Mirayani. Widhiastutci. Wahyuni. Bagiana I. Sumartono, & Susanti. Pengantar Akuntansi. CV Tohar Media. El Randi. , & Meirini. Analisis manajemen persediaan menggunakan metode economic order quantity dan reorder point dalam pengendalian persediaan gas LPG 3 Kg pada SPBE PT. BCP Cirebon. Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Keuangan 4. https://doi. org/10. 32670/fairvalue. Eunike. Setyanto. Yuniarti. Hamdala. Lukodono. , & Fanani. Perencanaan produksi dan pengendalian UB Press. Ernawati. Lestari. Fauzan. Haribowo. Tannady. Widjaja. Muliani. Yunus. Wirakusuma. , & Susanti. Manajemen operasional. PT Global Eksekutif Teknologi. Habibie. , & Widyaningrum. Application of the Economic Order Quantity (EOQ) method for controlling soybean seeds (Case study UD. Sumber Rejek. G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan, 7. , 1256Ae1262. https://doi. org/10. 33379/gtech. Halima. , & Pravitasari. Penerapan metode economic order quantity sebagai upaya pengendalian persediaan bahan baku tepung pada Rifani Bakery Blitar. Jurnalku 2. : 155-166. https://doi. org/10. 54957/jurnalku. Heizer. Render. , & Munson. Operations management: Sustainability and supply chain management. Global 13 edition. Pearson Education Limited. Hikmah. Yudhyani. , & Verahastuti. Analisis persediaan barang dagang mainan merek tomica menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantit. pada PT Station Sumber Makmur Jaya. JMA: Jurnal Manajemen dan Akuntansi 12. , 138-144. http://ejurnal. id/index. php/JMA/article/view/6800. Kartikahadi. Sinaga R. Leo. Syamsul. Siregar. , & Wahyuni. Akuntansi keuangan berdasarkan SAK berbasis IFRS. Buku 1 edisi keempat. Cetakan Pertama. Ikatan Akuntan Indonesia. Kunuzi. , & Winarno. Analisis persediaan barang menggunakan metode economic order quantity di PT Bumen Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat Vol. 2 No. Hal. Citra Mandiri. Jurnal Serambi Engineering 8. , 6407-6414. https://doi. org/10. 32672/jse. Nasution. Metode penelitian kualitatif. Cetakan pertama. CV Harfa Creative. Sugiyono . Metode Penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Edisi kedua. Cetakan kedua. Alfabeta. Susanti & Kalalo. Analisis penerapan metode economic order quantity sebagai upaya pengendalian persediaan bahan baku pada UD Imanuel Tompaso Baru. Manajemen Bisnis dan Keuangan Korporat https://doi. org/10. 58784/mbkk. Syamil. Anggraeni. Martini. Hernando. Rachmawati, . Evi. , & Rusgowanto. Akuntansi manajemen . onsep-konsep dasar akuntansi manajemen era digita. PT Sonpedia Publishing Indonesia. Valencia, & Haryanto. Penerapan Sistem Economic Order Quantity (EOQ) pada UMKM MyPetHouse. Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , https://doi. org/10. 51622/pengabdian.