JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 90-95 ISSN : 2985-4768 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN DAN LEVERAGE TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK PERIODE 2014-2023 Asiyah1 Email : asiyahpratama506@gmail. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan1 Rizka Wahyuni Amelia2 Email : dosen02465@unpam. Program Studi Manajemen Program Sarjana Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang Tangerang Selatan2 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh Ukuran Perusahaan dan Leverage baik secara parsial maupun secara simultan terhadap Profitabilitas pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode 2014-2023. Metode penelitian ini mengunakan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersumber dari data keuangan situs resmi PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Sampel dari penelitian ini adalah data laporan keuangan berupa neraca dan labarugi pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2014 sampai dengan tahun 2023. Analisis data yang digunakan meliputi uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana, uji regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, uji parsial dan uji simultan. Hasil penelitian ini berdasarkan uji asumsi klasik tidak di temukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik. Hasil ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi syarat untuk menggunakan model persamaan regresi berganda. Berdasarkan uji t dapat diketahui bahwa secara parsial Ukuran Perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Dan secara simultan Ukuran Perusahaan dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas, dengan kontribusi sebesar 60,7%, sedangkan sisanya 29,3% dipengaruhi faktor lain di luar dari penelitian ini. Kata kunci: Ukuran Perusahaan. Leverage. Profitabilitas ABSTRACT This study aims to analyze the effect of Company Size and Leverage both partially and simultaneously on Profitability at PT Telekomunikasi Indonesia Tbk for the 2014-2023 Period. This research method uses quantitative methods. The population used in this study is sourced from the financial data of the official website of PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. The sample of this study is financial statement data in the form of balance sheets and profit and loss at PT Telekomunikasi Indonesia Tbk for the period 2014 to 2023. The data analysis used includes classical assumption test, simple linear regression test, multiple linear regression test, determination coefficient test, partial test and simultaneous test. The results of this study based on the classical assumption test did not find variables that deviated from the classical assumptions. These results indicate that the available data has met the requirements for using multiple regression equation models. Based on the t test, it can be seen that partially company size partially has a significant effect on profitability. Leverage has no significant effect on profitability. And simultaneously Company Size and Leverage have a significant effect on Profitability. with a contribution of 60. 7%, while the remaining 29. 3% is influenced by other factors outside of this study. Keywords: Company Size. Leverage. Profitability PENDAHULUAN PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telko. adalah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur digital nasional. Didirikan pada tahun 1965. Telkom telah bertransformasi dari penyedia layanan telepon dasar menjadi penyedia layanan komunikasi terpadu yang mencakup telepon seluler, internet, dan layanan digital https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Sebagai perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Telkom memiliki tanggung jawab untuk mendukung agenda digitalisasi nasional dan memperluas akses komunikasi hingga ke pelosok negeri. Dalam beberapa tahun terakhir. Telkom telah fokus pada pengembangan infrastruktur jaringan berbasis serat optik dan memperluas layanan broadband untuk mendukung konektivitas dan akses internet yang lebih cepat dan andal. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 90-95 Telkom juga terus memperkuat posisinya di pasar digital dengan meluncurkan berbagai layanan dan produk inovatif, seperti platform digital, solusi cloud, data center, dan layanan e-commerce. Melalui anak perusahaannya. Telkomsel, yang merupakan operator seluler terbesar di Indonesia. Telkom memainkan peran sentral dalam mengembangkan layanan seluler generasi baru seperti 4G dan 5G. Selain itu, perusahaan ini juga berinvestasi dalam ekosistem startup dan teknologi finansial untuk mendiversifikasi portofolio bisnisnya dan merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang. Upaya ini mencerminkan visi Telkom untuk menjadi pemimpin di era ekonomi digital dengan menyediakan layanan komunikasi yang terintegrasi dan inovatif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Meskipun PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telko. berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dalam beberapa tahun terakhir, kinerja keuangan perusahaan juga menghadapi beberapa tantangan Salah satu kendala utama adalah meningkatnya biaya operasional dan belanja modal . apital expenditur. yang dibutuhkan untuk memperluas dan memelihara infrastruktur jaringan, terutama dalam mengadopsi teknologi baru seperti 5G dan meningkatkan jangkauan serat optik. Tingginya investasi ini, meskipun penting untuk pertumbuhan jangka panjang, telah memberikan tekanan pada arus kas perusahaan dan memperlambat laju peningkatan laba bersih. Profitabilitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telko. mengalami tekanan akibat beberapa faktor yang menantang dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu faktor utama adalah peningkatan biaya operasional yang signifikan, terutama terkait dengan investasi besar-besaran dalam infrastruktur jaringan dan teknologi baru seperti 5G dan ekspansi serat optik. Biaya ini, meskipun penting untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, telah menyebabkan margin operasional Telkom menyempit. Selain itu, persaingan ketat di industri telekomunikasi yang semakin mendorong perang harga membuat Telkom harus menawarkan layanan dengan harga yang lebih kompetitif, sehingga menggerus margin keuntungan. Dampak dari kondisi ekonomi makro, termasuk fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan ketidakpastian ekonomi global, juga memengaruhi biaya operasional dan menimbulkan tekanan terhadap profitabilitas perusahaan. Berikut ini adalah Profitabilitas yang diukur dengan Return on asset pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2014-2023, yaitu: Tabel 1. 1 Perkembangan Return on Asset PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2014-2023 (Dalam Milyaran Rupia. Tahun Laba bersih Setelah Pajak Total Asset Return On Asset 15,00% 14,03% https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 16,24% 16,48% 13,08% 12,47% 11,97% 12,25% 10,06% 11,22% Sumber: Annual Report PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2014-2023 Berdasarkan data tabel 1. 1 diatas penurunan Return on Asset yang terjadi dari tahun 2017 ke 2018 dan dari tahun 2021 ke tahun 2022 mencerminkan adanya tekanan dan tantangan yang dihadapi oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk pada periode tersebut. Pada tahun 2017 ke 2018, penurunan Return on Asset dari 16,48% menjadi 12,47% disebabkan perubahan tren konsumen yang beralih dari layanan telepon dan SMS tradisional ke layanan berbasis data telah mempengaruhi pendapatan PT Telkom pada saat itu, sehingga memengaruhi profitabilitas perusahaan. Sementara itu, penurunan Return on Asset dari tahun 2021 ke tahun 2022, dari 12,25% menjadi 10,06 disebabkan karena semakin kompetitifnya pasar layanan data dan internet di Indonesia sehingga PT Telkom menghadapi tekanan dari pesaing dalam mempertahankan pangsa pasar. Penurunan nilai profitabilitas mencerminkan dampak dari meningkatnya biaya operasional dan belanja modal yang tinggi untuk mendukung ekspansi infrastruktur dan pengembangan teknologi, seperti implementasi jaringan 5G dan perluasan serat optik. Selain itu, kondisi pasar yang semakin kompetitif, dengan adanya perang harga dan persaingan ketat antaroperator telekomunikasi, memaksa Telkom untuk menyesuaikan tarif layanannya, yang pada akhirnya menggerus margin keuntungan. Fluktuasi ekonomi makro, seperti ketidakstabilan nilai tukar mata uang dan perlambatan ekonomi global, juga turut mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menjaga tingkat profitabilitas yang stabil selama (Telkom, 2. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu Laporan Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2014-2023. Data diambil dari website PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dan w. Kantor pusat PT Telekomunikasi Indonesia (Perser. Tbk atau Telkom Indonesia beralamat di Telkom Landmark Tower. Lantai 39. Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. Kuningan Barat. Mampang Prapatan. Jakarta Selatan. DKI Jakarta 12710. Indonesia. Selain itu, kantor pusat operasional perusahaan ini terletak di Graha Merah Putih. Jalan Japati No. Bandung 40133. Jawa Barat. Indonesia. Waktu Penelitian ini dilaksanakan selama 10 bulan yaitu dari bulan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 90-95 September 2024 sampai bulan Juni 2025. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh data laporan keuangan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Sampel dari penelitian ini adalah berupa neraca dan laba-rugi pada laporan keuangan tahunan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Periode 2014-2023. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Data Perhitungan Ukuran Perusahaan (Ln Total Asse. Tahun Total Asset Ln Total Asset 11,86 12,02 12,10 12,20 12,24 12,31 12,42 12,53 12,53 12,57 Total Hutang (Liabilita. Total Ekuitas Tahun Laba bersih Setelah Pajak Total Asset Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Most Extreme Differences Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Berdasarkan hasil uji normalitas One Sample Kolmogorov Smirnov Test pada tabel 4. 5 diatas menunjukkan bahwa, nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,200 yang berarti nilai signifikan lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat dikatakan data residual berdistribusi normal. Uji Multikolineritas Model Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF Ln Total Asset DER Dependent Variable: ROA Berdasarkan tabel diatas, nilai Variance Inflation Factor (VIF) dan nilai tolerance pada masing-masing variabel sebagai berikut: Variabel Ln Total Asset memiliki nilai tolerance 0,942 Ou 0,1 dan nilai VIF 1,061 O 10, sehingga Ln Total Asset Variabel debt to equity ratio (DER) memiliki nilai tolerance 0,942 Ou 0,1 dan nilai VIF 1,061 O 10, sehingga debt to equity ratio (DER) dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas. Jadi, dapat disimpulkan bahwa antar variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas terhadap data yang diuji. 70,18% 77,01% 75,78% 88,66% 104,27% 90,64% 84,37% 83,34% https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Debt to Equity Ratio 74,31% 77,86% Return On Asset 15,00% 14,03% 16,24% 16,48% 13,08% 12,47% 11,97% 12,25% 10,06% Return On Asset 11,22% Total Asset One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Perhitungan Profitabiltias (Return on Asse. Tahun Laba bersih Setelah Pajak Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Perhitungan Leverage (Debt to Equity Rati. Tahun ISSN : 2985-4768 Uji Heteroskedasitas JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 90-95 ISSN : 2985-4768 maka (KD = R2 x 100% = 0,607 x 100% = 60,7%) jadi dapat disimpulkan bahwa Ln Total Asset dan Dept to Equity Ratio memberikan kontribusi sebesar 60,7% terhadap Return on Asset, sedangkan sisanya 29,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di dalam penelitian ini. Uji Signifikan Parsial (Uji T) Coefficientsa Berdasarkan Gambar yang menampilkan hasil uji heteroskedastisitas melalui grafik scatterplot, terlihat bahwa sebaran titik-titik residual tidak membentuk pola tertentu, seperti garis, kurva, atau pola menyempit dan Titik-titik menyebar secara acak dan tersebar merata di atas dan di bawah sumbu nol dari variabel Regression Standardized Predicted Value. Pola sebaran yang acak ini menunjukkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas pada model regresi. Analisis Kuantitatif Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Ln Total Asset DER Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: ROA Return on Asset = 95,929 6,295 Ln Total Asset 0,063 DER e Nilai konstanta . sebesar 95,929, artinya jika nilai Ln Total Asset dan dept to equity ratio sebesar 0, maka nilai Return on Asset sebesar 95,929. Nilai koefisien regresi Ln Total Asset terhadap Return on Asset sebesar 6,295, maka setiap nilai Ln Total Asset mengalami peningkatan sebesar 1 satuan, nilai Return on Asset akan mengalami peningkatan sebesar 6,295. Nilai koefisien regresi Dept to Equity Ratio terhadap Return on Asset sebesar 0,063, maka setiap nilai Dept to Equity Ratio terhadap Return on Asset mengalami peningkatan sebesar 1 satuan, nilai Return on Asset akan mengalami peningkatan sebesar 0,063. Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DER. Ln Total Asset Dependent Variable: ROA Berdasarkan Tabel Model Summary besarnya nilai pengaruh variabel ditujukan oleh Adjusted R2 = 0,607 https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Standardized Coefficients Unstandardized Coefficients Model (Constan. Ln Total Asset Std. Error DER Beta Sig. Dependent Variable: ROA Variabel Ln Total Asset diatas diperoleh nilai thitung sebesar 3,291, sedangkan ttabel dengan tingkat signifikan 5% . dan derajat kebebasan . = n-k = 10-2 = 8 adalah sebesar 2,306. Dengan melakukan perbandingan yaitu thitung . > ttabel . maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai signifikan sebesar 0,013 di mana nilai 0,013 < 0,05, yang artinya variabel Ln Total Asset (X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel Return on Asset (Y). Variabel Dept to Equity Ratio diatas diperoleh nilai thitung sebesar 1,398, sedangkan ttabel dengan tingkat signifikan 5% . dan derajat kebebasan . = n-k = 10-2 = 8 adalah sebesar 2,306. Dengan melakukan perbandingan yaitu thitung . < ttabel . maka Ho diterima dan Ha ditolak. Nilai signifikan sebesar 0,205 di mana nilai 0,205 > 0,05, yang artinya variabel Dept to Equity Ratio (X. secara parsial tidak berpengaruh terhadap variabel Return on Asset (Y). Uji Signifikan Simultan (Uji F) ANOVAa Model Regression Sum of Squares Mean Square Residual Total Sig. Dependent Variable: ROA Predictors: (Constan. DER. Ln Total Asset Dari tabel ANOVA (Analysis of Varian. atau uji F, menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 7,957 dengan nilai signifikan sebesar 0,016. Sedangkan untuk mencari Ftabel dengan jumlah sample . = 10 : jumlah variabel bebas . = 2, taraf signifikan = 0,05 untuk mencari Ftabel yaitu dengan df1 = k = 2 dan df2 = n-k =10-2 = 8 diperoleh nilai tabel 4,46 sehingga Fhitung . > Ftabel . dan secara sistematik diperoleh nilai signifikan 0,016. Karena nilai signifikan . < taraf signifikan 0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha Hal ini menunjukkan Ln Total Asset dan Dept JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 90-95 to Equity Ratio secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset. ISSN : 2985-4768 KESIMPULAN Pembahasan Penelitian Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas Berdasarkan hasil pengujian data yang dilakukan, diketahui bahwa secara parsial Ukuran Perusahaan (X. berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode 2014-2023. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t . , dimana t-hitung > t-tabel yaitu 3,291 > 2,306 dengan taraf signifikansi 0,013 < 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Andreani dan Dwiana . yang berjudul AuPengaruh Leverage dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Dengan Modal Intelektual sebagai Pemoderasi pada Perusahaan TelekomunikasiAy. Penelitian menunjukkan hasil Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas. Pengaruh Leverage terhadap Profitabilitas Berdasarkan hasil pengujian data yang dilakukan, diketahui bahwa secara parsial Leverage (X. tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode 2014-2023. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t . , dimana t-hitung < t-tabel yaitu 1,398 < 2,306 dengan taraf signifikansi 0,205 > 0,05. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Natalya dan Maimunah . yang berjudul AuPengaruh Leverage. Likuiditas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian pada tahun 20182020Ay. Hasil menunjukan Leverage tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Leverage terhadap Profitabilitas Berdasarkan hasil pengujian data yang dilakukan, diketahui bahwa secara simultan Ukuran Perusahaan dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode 2014-2023. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji simultan . ji F), dimana Fhitung > Ftabel atau . ,957 > 4,. Hal tersebut juga diperkuat dengan nilai prob < sig. 05 atau . ,016 < 0. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Kartika Dewi dan Abundanti . yang berjudul AuPengaruh Leverage Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas perusahaan pada Telekomunikasi Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017Ay. Penelitian menunjukkan hasil Leverage Dan Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Hasil penelitian secara parsial Ukuran Perusahaan (X. berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode Pembuktian t_hitung . > t_tabel . dan Sig. < 0,05, maka HCA diterima. Artinya. Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas (ROA) pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2014Ae2023. Hasil penelitian secara parsial Leverage (X. tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode 2014-2023. Pembuktian t_hitung . < t_tabel . dan Sig. > 0,05, maka HCA ditolak. Artinya. Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas (ROA) pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2014Ae2023. Hasil penelitian secara simultan Ukuran Perusahaan dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap Profitabilitas pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk Periode 2014-2023. Pembuktian hasil uji t t_hitung . < t_tabel . dan Sig. 0,05, maka HCA ditolak. Artinya. Leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Nilai pembuktian R Square sebesar 0,607 menunjukkan bahwa sebesar 60,7% variasi dari Profitabilitas (ROA) dapat dijelaskan oleh Ukuran Perusahaan dan Leverage. Sedangkan sisanya sebesar 39,3% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian DAFTAR PUSTAKA