e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP UNDERPRICING DALAM INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PADA KELOMPOK PERUSAHAAN KEUANGAN DAN NON KEUANGAN DI BURSA EFEK JAKARTA (BEJ) Zuhafni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yayasan Pendidikan Pasaman Barat (YAPPAS) Jl. Pujarahayu. Ophir, 26368. Email : zuhafni@gmail. Diterima 12 November 2013 Disetujui 20 Desember 2013 ABSTRACT Tujuan riset ini adalah untuk membuktikan. apakah Reputasi Penjamin Emisi mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO), apakah Offer Size . ross proceed. mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO), apakah Stock Volatility mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO) dan untuk menguji apakah underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil dibanding dengan kelompok perusahaan non keuanga. Hasil riset ini menunjukkan. reputasi penjamin emisi tidak berpengaruh terhadap underpricing, offer size menunjukan tidak berpengaruh terhadap underpricing, terdapat pengaruh positif secara signifikan antara stock volatility dengan menggunakan proksi pengukuran standar deviasi LOGHL dan underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil apabila dibandingkan dengan kelompok perusahaan non keuangan. Faktor-faktor yang sangat mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO) di BEJ. Offer size ternyata tidak berpengaruh terhadap underpricing . ingkat pengaruh hanya 5%). Terdapat hubungan positif secara signifikan antara stock volatility dengan menggunakan proksi pengukuran standar deviasi LOGHL dan Underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil apabila dibandingkan dengan kelompok perusahaan non keuangan dengan menggunakan abnormal return. Kata kunci: Underpricing. IPO. Stock Volatility. Abnormal Return. Penjamin Emisi Ritter . menyatakan Capital gain PENDAHULUAN Penawaran adalah selisih harga saham pada pasar sekunder dilakukan oleh perusahaan yang memerlukan dengan harga saham perdana, hal ini disebabkan modal adalah dengan menerbitkan saham yang keuntungan yang diterima investor dari dana dijual kepada investor umum yang disebut dengan investasi yang ditanamkannya pada pasar perdana Initial Public Offering (IPO). Saat pertama kali karena adanya Underpricing. melakukan penawaran sahamnya ke pasar modal Faktor-faktor . o publi. perusahaan tersebut akan melakukan penentuan harga perdananya. Perusahaan tersebut pengalaman emiten dalam melakukan emisi tidak ingin menawarkan harga yang terlalu rendah perdana, tingkat persaingan antar penjamin emisi, kepada investor, namun disisi lain investor perbandingan harga jual dengan nilai buku, dan menginkan membeli dengan harga rendah agar tidak kalah pentingnya adalah faktor asimetri dapat memperoleh capital gain dari pembelian Dalam rangka memperkecil terjadinya saham tersebut. bertindak sebagai konsultan bagi perusa-haan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 yang melekukan penawaran saham perdana dengan nilai buku. PER, asimetris informasi, dan . yaitu dengan berusaha memperkecil tujuan emisi untuk membayar hutang atau untuk terjadinya asmiteri informasi, penjamin emisi membayar kewajiban lainnya dalam kurun waktu akan berusaha mencari informasi yang dibutuhkan tahun 1994-1997. oleh calon investor supaya resiko dari investasi Alli. Yau, dan Yung . Ritter . yang akan ditanamkan calon investor tersebut menjadi kecil. underpricing IPO pada perusahaan kelompok Investor yang membeli saham di pasar perdana dengan underpricing dan menjualnya dibandingkan kelompok non keuangan dan juga kembali ke pasar sekunder dengan mengharpkan abnormal return. Bagi emiten dengan terjadinya perusahaan keuangan lebih sedikit dibandingkan underpricing berarti dia kehilangan kesempatan kelompok perusahaan non keuangan, maka untuk pembuktiannya penulis melakukan penelitian sedangkan bagi investor dalam pembelian sahan yang sama di Bursa efek Jakarta (BEJ) dengan judul penelitian AuAnalisis Faktor-faktor Yang underpricing agar dapat memperoleh capital gain Berpengaruh Initial Public Offering (IPO) Pada Kelompok Untuk Terhadap Underpricing Dalam Perusahaan Keuangan Dan Non Keuangan Di Bursa Efek JakartaAy. Ritter undang/peraturan . , agar informasi penelitiannya bahwa pada penawaran saham yang diperoleh oleh calon investor dapat lebih perdana, saham-saham yang bersiko tinggi akan jelas supaya supaya berkurangnya terjadi asimetri Dalam hal ini peraturan-peraturan dibandingkan saham-saham yang berisiko rendah, pemerintah memainkan peranan yang sangat resiko berhubungan positif dengan underpricing. penting dalam setting harga penawaran saham Semakin besar resiko yang dihadapi maka perdana, oleh karena itu pihak manajemen dan pihak luar termasuk calon investor sangat memerlukan peraturan yang dikeluarkan oleh beberapa proksi pengukuran resiko, salah satu proksi yang digunakan untuk mengukur resiko faktor-faktor IPO Dalam adalah stock volatility yang dikur dengan deviasi Widjaja . menyebutkan underpricing standar perubahan harga dengan menggunakan log H/L. underpricing, dalam penelitiannya menyatakan. Parkinson faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing menyatakan bahwa natural log dari harga saham adalah kondisi pasar, pengalaman emiten dalam melakukan emisi perdana, tingkat persaingan proposional yang dihubungkan dengan log harga antar penjamin emisi, perbandingan harga jual yang terttinggi selama periode tertentu dibagi e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 dengan harga terendah dalam periode tersebut keuangan lebih kecil dibanding kelompok pe- yang merupakan prediktor yang baik untuk rusahaan non keuangan. Hasilnya menya-takan Penelitian peru-sahaan sebelumnya juga dilakukan oleh Ernyan dan tidaklah lebih kecil atau sama Husnan . menyatakan bahwa perbandingan dibanding kelompok perusahaan non keuangan, underpricing penerbitan saham perdana pada karena itu penulis tertarik melakukan penelitian Pasar Modal Indonesia dengan menggunakan yang sama pada periode setelah terjadinya krisis proksi pengukuran resiko volatilitas perubahan monoter di Indonesia. harga saham, sedangkan penelitian ini akan Lembaga keuangan adalah perusahaan yang menggunakan ukuran volatilitas perubahan harga bergerak dibidang keuangan dengan menghimpun saham dikur dengan nilai ekstrim Parkinson the dana, menyalurkan dana, atau kedua-duanya. natural log H/L (LOGHL). Nilai natural log H/L Menurut SK Menteri Keuangan RI No. 792 tahun adalah harga tertinggi selama periode tahun 1999- 2005 dibagi harga terendah pada periode tersebut. Ernyan dan Husnan . Hanafi dan Husnan . dan Wahyono . , dalam penghimpunan dana dengan menjual saham penelitiannya menemukan abnormal return yang perdana kepada masyarakat . alon investo. dana positif yang signifikan pada minggu pertama dan yang didapat dari penjualan saham perdana abnormal return yang negatif signifikan padsa tersebut gunanya terutama untuk membiayai akhir minggu keempat untuk emisi saham perdana investasi perusahaan. pada tahun 1990. Sedangkan Wahyono . Monitoring lembaga keuangan diharapkan menemukan adanya abnormal return yang positif memperkecil ketidakpastian dan resiko kelompok diperdagangkan di Bursa Efek Jakarta. Rodoni . kelompok perusahaan non keuangan. Diharapkan penelitiannya bahwa IPO di Bursa Efek Jakarta ketidakpastian dan resiko . isalnya volatilitas dalam periode Januari 1990 s. d Desember 1998 perubahan harga saha. lebih kecil dari kelompok tingkatnya rendah dan terjadi underpricing. perusahaan non keuangan. Kelompok perusahaan Widyarfendi keuangan merupakan perusahaan yang banyak menggunakan data tahun 1993-1997 menyatakan menghadapi berbagai regulasi yang diterbitkan reputasi penjamin emisi merupakan proksi yang oleh lembaga yang mengatur sektor keuangan. terbaik dan menjelaskan true discount, hasilnya Berdasarkan latar belakang yang telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang diuraikan diatas, maka perumusan lemah secara signifikan antara reputasi penjamin adalah sebagai berikut : emisi dengan besarnya initial return. Ernyan dan Apakah faktor Reputasi Penjamin Emisi Husnan . meneliti pada periode 1991-1997 mempengaruhi underpricing pada penawaran . ebelum dan sampai krisis moneter di Indonesi. saham perdana (IPO) ? e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 Apakah Offer Size . ross mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO) ? Apakah Stock suatu model yang tepat sehingga berguna bagi para pelaku pasar modal. Bagi emiten. Volatility Diharapkan mendapatkan pengetahuan yang underpricing pada penawaran saham perdana bermanfaat dalam menentukan harga yang (IPO) ? tepat dalam penawaran saham perdana agar Apakah underpricing yang terjadi pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil dibanding dengan kelompok perusahaan non keuangan ?. Dengan perumusan masalah tersebut diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk: ISSN : 2337 - 3997 Membuktikan Reputasi perusahaan dapat memperoleh sejumlah modal dengan biaya yang relatif murah. Bagi penjamin emisi. Diharapkan harga dan waktu yang tepat untuk menjual Penjamin Emisi mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO). saham pada masyarakat. Bagi pemerintah. Dalam hal ini adalah Bapepam dan pengelola Membuktikan Offer Size . ross proceed. bursa efek, penelitian ini diharapkan dapat mempengaruhi underpricing pada penawaran menjadi tambahan referensi dalam membuat saham perdana (IPO). kebijaksanaan tentang pasar modal sehingga Membuktikan Stock Volatility mempengaruhi underpricing pada penawaran saham perdana (IPO). Menguji dapal memacu tingkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Bagi Investor. Diharapkan perusahaan keuangan lebih kecil dibanding digunakan oleh investor dalam mengambil dengan kelompok perusahaan non keuangan . keputusan dalam melakukan investasi. Penelitian ini bermanfaat bagi pihak-pihak Penelitian ini didapatkan dari ide 2 jurnal yang berkepentingan terhadap penawaran saham yang ditulis oleh Knopf dan Teall . yang perdana (IPO). Pihak-pihak tersebut antara lain: berjudui The IPO Effect and Measurement of Risk Bagi akademisi. dan Alii. Yau, dan Yung . yang berjudul Memberi bukti empiris mengenai fenomena The Institution. Knopf dan Teall . , sampel mempengaruhi terhadap penawaran saham diambil dari tahun 1986 sampai 1989 perusahaan perdana ( IPO). yang go public, menyatakan bahwa Underpricing faktor-faktor Bagi para peneliti pasar modal. Underpricing IPOs Financial Diharapkan penelitian ini dapat menambah Sedangkan penelitian ini mengambil sampel dari referensi tentang salah satu fenomena yang tahun 1999 - 2005 . etelah terjadinya krisis terjadi pada pasar modal Indonesia. Penelitian moneter di Indonesi. pada perusahaan yang go ini dapat dikem-bangkan untuk mendapatkan publik di Pasar Modal Indonesia (BEJ) dengan menggunakan abnormal return sebagai indikasi e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 adanya underpricing. Karena abnormal return dikumpulkan meliputi seluruh perusahaan yang diukur dengan menggunakan Expected return dan melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 1999 Ae 2005 . etelah terjadinya Krisis pengukurannya akan lebih baik jika dibandingkan Moneter di Indonesi. dengan initial return. Jenis data yang akan dan digunakan karena data basenya belum cukup METODE PENELITIAN Metodologi yang dipakai dalam penelitian tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan dalam ini adalah metode observasi dan studi literatur. Secara berurutan akan dibahas tentang: data, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yaitu sampel yang dipilih dengan pengukuran variabel, pengujian hipotesis, dan diagnosis model. Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang Bursa Efek Jakarta Menurut Beberapa Walpole . , (BEJ), underpricing menyatakan berbagai proksi yang Indonesian Capital Market Directory (ICMD), berbeda dalam pengukuran resiko. Knop dan Teall Jurnal Pasar Modal. Majalah Uang dan Efek, serta . menggunakan nilai ekstrim Parkinson, sumber data lainnya yang penulis dapatkan. Jenis LOGHL data yang akan dikumpulkan meliputi seluruh membandingkannya dengan proksi pengukuran perusahaan yang melakukan penawaran umum resiko lainnya yaitu dengan penjamin emisi dan perdana (IPO) setelah terjadinya krisis ekonomi di gross proceeds. Dalam Penelitian ini variabel Indonesia pada tahun 1999 Ae 2005. dependennya adalah underpricing. Underpricing Dalam penelitian ini yang diperlukan diukur dengan Abnormal Return hari pertama. adalah data harga saham, waktu penutupan dihari Abnormal return hari pertama diperoleh dari pertama bursa, data offering price atau harga selisih initial return dengan return pasar, dapat penawaran saham perdana untuk menentukan diformulasikan sebagai berikut : AR=R1-Rm abnormal return, data return pasar, dan tipe Dalam penerbitan saham baru tidak hanya kelompok perusahaan keuangan dan kelompok ada satu penjamin emisi saja yang melakukan perusahaan non keuangan, dan reputasi penjamin penjaminan, melainkan ada beberapa penjamin. emisi, data gross proceeds, data harga tertinggi Penjamin emisi ada dua jenis yaitu penjamin dan harga terendah pada 20 hari pertama utama dan penjamin peserta. Penelitian ini perdagangan setelah IPO. menggunakan penjamin utama sebagai penjamin Pupulasi dan Sampel yang digunakan dalam emisi yang diperingkat reputasinya. Hal ini penelitian ini dibatasi hanya perusahaan yang dikarenakan penjamin utama lebih memiliki melakukan IPO mulai tahun 1999 Ae 2005, proporsi penjamin yang lebih besar daripada sedangkan sebaiknya sampai data tahun 2006 tetapi data tahun 2006 tersebut belum bisa diambil mengikuti harga yang telah disepakati oleh Penjamin e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 penjamin utama dengan emiten (Ernyan dan Husnan, 2. Agar model regresi tidak bias harus memenuhi asumsi uji klasik yaitu normalitas . ata Offer size . ross proceed. adalah harga saham yang ditawarkan oleh perusahaan, pada heterokedastisitas, dan multikolinearitas (Gujarati, umumnya dalam menetapkan harga dan jumlah Normalitas, uji ini bertujuan untuk menguji mencerminkan nilai perusahaan yang sebenarnya. independen dalam model regresi mempunyai Stock Volatility variabel ini digunakan distribusi normal atau tidak. Model regresi yang untuk menjelaskan underpricing dengan memakai proksi standar deviasi selama 20 hari perdagangan mendekati normal. Untuk mengetahui normalitas distribusi data dapat dilakukan uji normalitas dengan menggunakan One Sample Kolmogorof Parkinson . menyatakan bahwa natural log Smirnov-Test. Apabila Asymp sign . -taile. >, dari harga saham relatif mengikuti distribusi maka data mempunyai distribusi normal, dan Sebuah faktor yang secara proporsional sebaliknya jika Asymp sign . -taile. <, maka berhubungan dengan log dari harga tertinggi data mempunyai distribusi tidak normal. IPO. Pengukuran selama periode dibagi dengan harga terendah dari adalah memiliki distribusi normal atau Autokorelasi. Gujarati periode yang bertindak sebagai prediktor dari standar deviasi . enggunakan standar deviasi didefinisikan sebagai korelasi antara anggota LOGHL). Dalam menggunakan metode nilai serangkaian observasi yang diurutkan menurut ekstrim bisa menggunakan data harian, mingguan waktu . eperti dalam data deretan wakt. atau dan dalam beberapa kasus dapat menggunakan data bulanan. Jika H = harga tertinggi dan L = Autokorelasi merupakan kondisi yang berurutan . , . eperti dipertimbangkan maka 1= Log (HL) akan berderetan secara series dalam bentuk waktu jika memberikan perbedaan nilai yang dibutuhkan datanya time series atau korelasi antara tempat untuk mengkalkulasikan varian. yang berdekatan bila datanya cross sectional. Uji Tipe dummy nilai 1 untuk kelompok perusahaan autokorelasi adalah uji Durbin Watson. Uji keuangan dan 0 untuk tipe kelompok perusahaan Durbin Watson dihitung berdasarkan jumlah non keuangan dengan uji regresi. Koefisien selisih kuadrat nilai-nilai taksiran faktor gangguan dummy tipe perusahaan mewakili perbedaan yang berurutan. Autokorelasi tidak terjadi apabila angka D-W berada di antara antara 2 dan -2. Harapannya Heterokedasitas. Gujarati . keuangan memiliki tingkat underpricing yang menyebutkan bahwa suatu asumsi penting dari lebih rendah dibanding kelompok perusahaan non keuangan, sehingga koefisien variabel dummy tipe gangguan . yang muncul dalam perusahaan diharapkan bertanda negatif. regresi populasi adalah homoskedastik, yaitu e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 semua gangguan tadi mempunyai varians yang sempurna atau pasti diantara beberapa atau semua Homoscedasticity merupakan asumsi yang variabel yang men-jelaskan dari model regresi. ber-kaitan dengan depedensi hubungan antara Untuk mendi-teksi adanya multikolinearitas dapat variabel dimana dependen variabel me-nunjukkan dilihat matriks korelasi antar variabel inde- Deteksi adanya multikolinearitas dapat Dalam model regresi homoscedasticity dila-kukan pula dengan melihat nilai tolerance diharapkan terjadi, bila dilanggar dinamakan atau variance inflation factor (VIF). Batas dari tolerance value adalah 0,100 dan batas VIF adalah Multikolinearitas. Gujarati . 10 (Hair, 1. menyebutkan bahwa suatu asumsi penting dari Sesuai model regresi linear klasik adalah tidak terdapat pengujian hipotesis dalam penelitian ini dapat dilakukan yaitu. Hipotesis (H1. H2 dan H. Multikolinearitas berarti adanya hubu-ngan yang devia-sinya sebesar 0. 12717, dengan terlihatnya HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan dilakukan mengenai: deskripsi pengujian hipotesis, analisis dan pembahasan standar deviasi lebih kecil dari maksimum dan rata-rata abnormal return antara nilai mynimum dengan nilai maksimum. Tipe perusahaan diperoleh nilai minimum hasil penelitian. Deskripsi statistik, deskripsi awal statistik semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan yang melakukan go publik setelah masa krisis moneter di Indonesia yaitu dari tahun 1999 Ae 2005 sebanyak 101 perusahaan. Selanjutnya akan dibahas faktor-faktor yang mempengaruhi underpricing IPO yaitu Reputasi Penjamin Emisi. Offer Size (Gross Proceed. Stock Perusahaan Keuangan Volatility Kelompok Kelompok Kelompok Perusahaan Perusahaan Non pada variabel tipe perusahaan adalah 0. sedangkan standar deviasinya sebesar 0. terjadi nilai rata-rata variabel tipe perusahaan lebih kecil dibandingkan dengan standar deviasi antara nilai mynimum dengan nilai maksimum dan data perusahaan kurang baik. Reputasi penjamin emisi diperoleh nilai minimum sebesar 0, nilai maksimum 1 dan nilai rata rata pada variabel reputasi penjamin emisi adalah 0. sedangkan standar deviasinya sebesar 0. juga terjadi nilai rata rata Keuangan. Tingkat penyebaran data . tandar devias. serta jumlah total populasi untuk setiap variabel sebesar 0, nilai maksimum 1 dan nilai rata-rata Pada diperoleh nilai minimum sebesar -0. 29, nilai 41 dan nilai rata rata pada variabel abnormal return adalah 0. 0175 sedangkan standar variabel reputasi penjamin emisi lebih kecil dibandingkan dengan standar deviasi antara nilai mynimum dengan nilai maksimum dan data penjamin emisi kurang Variabel gros proceed diperoleh nilai minimum sebesar 13. 43, nilai maksimum 29. e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 dan nilai rata rata pada variabel gross proced rata pada variabel stock volatility adalah - 5435 sedangkan standar deviasinya 09251 sedangkan standar deviasinya sebesar 51890, maka terjadi nilai rata-rata 97979550, inipun terdapat nilai rata rata variabel gross proced lebih kecil diban-dingkan variabel stock volatility lebih kecil dibandingkan dengan standar deviasi, dimana standar deviasi dengan standar deviasi dimana standar deviasi diatas nilai maksimum dan data gros proceed diatas nilai maksimum data stock volatility kurang baik. Sedangkan pada variabel stock kurang baik. Hal-hal tersebut diatas dapat terlihat volatility diperoleh nilai minimum sebesar- pada tabel dibawah ini: 63396, nilai maksimum 0. 35842 dan nilai rata Descriptive Statistics Minimum Maximum -,29 ,41 ,00 1,00 ,00 1,00 13,43 29,14 -9,63396 ,35842 Abnormal Return Tipe Reputasi Gross Proceed Stok Volatility Valid N . Mean ,0175 ,2079 ,0792 24,5435 -2,09251 Std. Diviation ,12717 ,40784 ,27141 2,51890 ,97979590 Untuk berdistribusi normal. Pada tabel dibawah ini Pengujian terlihat semua variabel adalah berdistribusi normal karena asymp. -taile. lebih Kolmogorof-Smirnov bukan dummy pada tabel dibawah ini besar dari 5% . , seperti dibawah. One Sample Kolmogorof-Smirnov Test Abnormal Return Normal Parameters Most Extre Differences Mean Std Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorof-Smirnov Asymp. Sig. -taile. Tes distribution is normal Calculated from data Gross Proceed ,0175 ,12717 ,167 ,167 -,090 1,682 ,070 Stock Volatility 2,1911439 ,97979587 ,386 ,357 -,386 3,883 24,5435 2,51890 ,163 ,095 -,163 1,641 ,091 Pendekatan normal probability plot, data Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual terdistribusi tidak normal akan ditunjukkan dalam Dependent Variable: Abnormal Return garis diagonal, sedangkan data diplot sesuai dengan distribusinya. Dari model regresi yang dengan garis diagonal yang berarti data tersebut tidak terdistribusi dengan normal, seperti gambar dibawah ini. Expected Cum Prob diteliti, terlihat bahwa plotting data tidak sama Observed Cum Pr ob e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 Nilai Durbin Watson dapat digunakan untuk bawah ini terlihat bahwa nilai DW 1. 921, dimana mendeteksi ada tidaknya autokorelasi. Nilai nilai tersebut terletak antara 2 dengan -2, sehingga Durbin Watson dapat dilihat pada tabel dibawah dapat disimpulkan tidak terjadi Autokorelasi tidak terjadi apabila angka D-W karena nilai D-W terletak antara 2 dan -2. berada di antara antara2 dan -2. Dari tabel di Model Summary Adjusted Std. Error of Model Square Square The Estimed ,284 ,045 ,12425 Predictors: (Constan. Stock Volatility. Reputasi. Gross Proceed. Tipe Dependent Variable: abnormal Return Multikolinearitas terjadi apabila terdapat hubungan linear diantara variabel independen yang di-gunakan dalam model penelitian ini. Metode Multikolinearitas dapat dilihat dari Tolerance value atau variance inflation factors (VIF). Batas Durbin-W Atson 1,921 Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF 1 TIPE REPUTASI GROSS STOCK PROCED VOLATILITY Dependent Variable: SQRT(AR) dari tolerance value adalah 0,100 dan batas VIF Untuk adalah 10 (Hair, 1. Hasil analisis seperti terlihat pada tabel dibawah ini menunjukkan Spearman bahwa nilai VIF semua variabel independen di bawah nilai 10 dan tolerance di atas 0,100 yang variabel independen untuk meng-indikasikan Nilai mutlak residu diuji dengan masing- multikolinearitas penelitian yang dilakukan pada masing variabel independen. Jika tidak signifikan perusahaan yang melakukan IPO dari tahun 1999- secara statistik dengan nilai mutlak residunya maka tidak masing-masing mendapatkan nilai Hasil heterokedatisitas dapat dilihat pada tabel berikut: Correlations Tipe Reputasi A_RES Hasil Pearson Correlation Sig. -taile. Spearman -,157 ,117 absolut residual (A_RES) dengan masing- -,020 ,845 Gross Proceed -,093 ,357 Stock Volatility -,054 ,592 semuanya tidak signifikan berarti tidak e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 Reputasi mempunyai nilai sig 0. 025 kecil dari 5 % penjamin emisi sering digunakan sebagai . hal ini berarti tipe perusahaan proksi pengukuran risiko dalam menjelaskan berpengaruh negative terhadap abnormal Reputasi penjamin emisi yang baik memiliki informasi yang lebih lengkap. mempunyai nilai 0. 377 besar dari 5% . Demikian juga dengan pemilihan penjamin terdapat pengaruh gross prosceed terhadap Untuk offer size/gross prosceed mengurangi ketidak pastian atau asimetri informasi dan dapat memperkecil terjadinya ditunjukkan dengan nilai sig 0. 022 atau kecil dari 5%, seperti terlihat pada tabel dibawah Ditemukan bahwa tipe perusahaan diharapkan dapat memberi sinyal yang Berbeda Coefficientsa Model Unstandarized Standarized Ceofficiencients Ceofficienci Std. Beta Error ,135 1 (Constan. Sig. 1,110 ,270 Collinearity Statistics Toleran VIF -1,33E-03 ,046 -,003 -,029 ,977 ,983 1,018 Gross Proceed -4,39E-03 ,005 -,087 -,888 ,377 ,997 1,003 2,953E-02 ,013 ,228 2,329 ,022 1,000 1,000 Reputasi Stock Volatility Dari tabel diatas terlihat hipotesis sebagai berikut : Hipotesis 1, pengujian variabel reputasi Sehingga menunjukkan tidak adanya pengaruh penjamin emisi tidak signifikan. Hasil ini dapat negatif yang tidak signifikan secara statistik dilihat pada tabel 4. 6 dimana nilai sig dari dari antara variabel ofler size dengan underpricing, variable penjamin emisi sebesar 0,977 > dari alpa terjadi nilai rata-rata variabel gross proced lebih . , dengan demikian penelitian ini tidak dapat kecil dibandingkan dengan standar deviasi, menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dimana standar deviasi diatas nilai maksimum. Hipotesis penjamin emisi dengan underpricing, terjadi nilai menggunakan standar deviasi LOGHL terlihat rata rata variabel reputasi penjamin emisi lebih bahwa nila sig lebih Cecil dari alpa yaitu 0,022 < kecil dibandingkan dengan standar deviasi antara 0,05 sehinga nilai mynimum dengan nilai maksimum. Terdapat nilai rata rata variabel stock volatility pada level 5%. Hipotesis 2. Hasil pengujian untuk ofler lebih kecil dibandingkan dengan standar deviasi size atau besarnya jumlah penawaran pada saat dimana standar deviasi diatas nilai maksimum IPO adalah tidak signifikan pada tingkat 5%. dan terdapat pengaruh positif yang signifikan e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 ISSN : 2337 - 3997 antara variabel LOGHL dengan underpricing, kelompok perusahaan non keuangan. Kelompok dihitung dengan cara membandingkan nilai t perusahaan keuangan karena mendapat regulasi hitung dengan t sig dengan jika t sig < maka dan pemerintah maka tingkat underpricing yang sig > maka Ha tidak terjadi diharapkan lebih rendah, dapat dilihat diterima/dito-lak, sehingga persamaan menjadi. pada dibawah, dimana rata-rata abnormal return SQRT (AR) = 0. 135 Ae 0. 0133REP - 0. 0439Offer untuk perusahaan keuangan -0,0213 lebih kecil Size 0. 02953 LGHL eit dari rata-rata abnormal return perusahaan non Ha diterima dan jika t Pengujian hipotesis 4 dilakukan dengan uji keuangan yang rata-rata abnormal return nya beda . ompare mea. independent sample T-test sebesar 0,0277. terhadap mean abnormal return untuk masing- Pengujian dengan uji beda . ompare mea. masing kelompok perusahaan keuangan dan independent sample T-test kelompok keuangan kelompok perusahaan non keuangan. Selain itu dan kelompok non keuangan terhadap mean mengacu juga abnormal return yang menunjukkan terjadinya pada penelitian (Alli. Yau, dan Yung 1. , penelitian ini juga melakukan uji regresi untuk mengontrol faktor-faktor yang Dari tabel dibawah dapat dilihat bahwa mean underpricing kelompok keuangan lebih kecil dibanding mean underpricing kelompok non Pengujian keuangan dan signifikan secara statistik pada regresi linear berganda untuk mengetahui apakah tingkat 5%. Terdapat perbedaan rata-rata atau mean underpricing kelompok keuangan dengan perusahaan keuangan lebih kecil dibanding kelompok non keuangan pada pasar perdana. Perbedan Abnormal Return kelompok Keuangan dan Kelompok Non keuangan Group Statistik Tipe Mean Abnormal Return 1,00 ,00 Std. Error Mean ,01599 ,01525 Std. Deviation ,0213 ,0277 ,07326 ,13641 Uji Signifikansi Independen Samples Test LeveneAos test for equality of Abnormal return equal variance assumed Abnormal return equal variance not assumed t-test for equality of mean Sig 4,892 ,029 -1,583 Sig. Std. Mean error taile. difference diffr 95% confidence internal of the diffr Lower Upper 99 ,012 -,0490 ,03095 -,11040 ,01242 -2,217 60,323 ,304 -,0490 ,02209 -,09318 -,00480 e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 Dari hasil penelitian menunjukkan terbukti bahwa seluruh hipotesis yang diajukan didukung ISSN : 2337 - 3997 maka penelitian ini menyimpulkan: Dari hasil analisis disimpulkan bahwa terdapat oleh data hipotesis 1, 2, 3, dan 4. Pada hipotesis faktor-faktor 1, 2 dan 3 menunjukkan terjadinya fenomena underpricing pada penawaran saham perdana underpricing pada pasar saham perdana di Bursa (IPO) di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Reputasi Efek Jakarta yang diindikasikan oleh adanya rata- penjamin emisi tidak rata abnormal retun perdana yang positif dan underpricing tetapi tidak signifikan secara signifikan secara statistik, dihitung dengan cara statistik kareana nilai rata rata membandingkan nilai t hitung dengan t sig dengan jika t sig < maka Ha diterima dan jika dibandingkan dengan standar deviasi antara t sig > maka Ha tidak diterima/ditolak. Temuan nilai mynimum dengan nilai maksimum, hal ini berarti baik emiten yang dijamin oleh sebelumnya seperti yang dinyatakan oleh Alli, penjamin yang menjamin pada nilai diatas Rp. Yau, dan Yung . Ritter . Knopf dan 1 trilyun maupun tidak, temyata tidak Teall . Widjaja . dan berbagai penelitian peneliti lainnya. Pada hipotesis 4 Penelitian terhadap pengaruh yang tidak didukung oleh data. Underpricing pada kelompok signifikan oleh penjamin emisi terhadap perusahaan keuangan lebih kecil dibanding Penemuan ini konsisten dengan hasil-hasil pene1itian sebelumnya seperti Hasil penelitian membuktikan rata-rata yang dikemukakan oleh Ali. Yau dan Yung . Riter . ,Wahyono . , perusahaan keuangan lebih kecil dibanding rata- Widjadja . dan berbagai penelitian rata abnormal return kelompok perusahaan non hasil-hasil yang sangat pengaruh terhadap keuangan, terlihat dimana rata Ae rata abnormal Offer size tidak berpengaruh terhadap return untuk perusahaan keuangan -0,0213 lebih underpricing karena tidak signifikan secara kecil dari rata-rata abnormal return perusahaan statistik pada tingkat 5%. Karena nilai rata- non keuangan yang rata-rata abnormal return nya sebesar 0,0277, karena kelompok perusahaan dibandingkan dengan standar deviasi, dimana keuangan merupakan perusahaan yang banyak standar deviasi diatas nilai maksimum. Maka menghadapi berbagai regulasi yang diterbitkan semakin kecil nilai penawaran cenderung oleh lembaga yang mengatur sektor keuangan. menimbulkan spekulasi dan risiko yang lebih Pengawasan dilakukan oleh lembaga pengawas tinggi dibanding dengan nilai penawaran yang yaitu Bank Indonesia dan Departemen Keuangan. variabel gross lebih kecil Jumlah penawaran yang lebih kecil cenderung lebih underpriced dibandingkan dengan penawaran KESIMPULAN Dalam periode penelitian yang tahun 1999 Ae 2005 pada IPO di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang lebih besar Terdapat hubungan positif secara signifikan antara stock volatility dengan menggunakan dengan menggunakan 101 sampel perusahaan, e-Jurnal Apresiasi Ekonomi Volume 2. Nomor 1. Januari 2014 : 33 - 45 proksi pengukuran standar deviasi LOGHL, karena nilai rata rata variabel stock volatility lebih kecil dibandingkan dengan standar deviasi dimana standar deviasi diatas nilai Underpricing pada kelompok perusahaan keuangan lebih kecil apabila diban-dingkan dengan kelompok perusahaan non keuangan dengan menggunakan abnormal return. Ucapan terima kasih Pada mengucapkan terima kasih kepada. STIE Yappas kesempatan kepada penulis untuk menerbitkan artikel ini. Bapak Dr. Ir. Eni Kamal. MS yang sangat memberikan dorongan kepada penulis untuk membuat arikel ini. Sahabat-sahabatku (Myrna. Arsyad Lubus. Nancy. Jayasma. memberikan bantuan dan dorongan selesainya penelitian ini. Dan sahabat serta pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, semoga apa yang telah diberikan kepada penulis dijadikan sebagai Amal Ibadah oleh ALLAH SWT, semoga artikel ini bermanfaat dimasa yang akan datang bagi masyarakat serta dunia ISSN : 2337 - 3997 Memorium Prof. Bambang Riyanto : hal. Gujarati. N, 1995. Basic Econometric, 3 rd edition. Singapore. Mc Graw Hill. Hanafi. M dan Husnan. Prilaku harga saham di pasar perdana: Pengamatan di Bursa Efek Jakarta selama 1990. Usahawan No. 11, pp. Konpf. and Teall. L 1999. The IPO Effect and Measurement of risk. Journal of Financial and Strategic Decision. V0l. No. 2, pp. 51 - 57. Parkinson. The Extreme Value Method for estimatin the Variance of the Rate of Return. Journal of Business. Vol. 53 No. ,pp. Ritter. The Hot Issue Market of 1980. Journal of Business. Vol. No. 2, pp. Rodoni. Penawaran Saham Perdana: Pengalaman di Bursa Efek Jakarta 19901998. Proceeding Simposium Nasional Keuangan In Memorium Prof. Bambang Riyanto: Hal. Walpole Ronald E, 1993 Pengantar Statistik Edisi. 3 Jakarta hal 260. Widjaja. DI. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Underpricing harga saham perdana periode 1994-1997 di BEJ Tesis program pascasarjana . agister sain. Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Yogyakarta, tidak dipublikasikan. Widyarfendhi. Perbedaan Antara Initial Return terhadap true discount: Sebuah perbandingan terhadap derajat reputasi underwriter pada IPO di bursa efek Jakarta. Tesis program pascasarjana . agister sain. Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Yogyakarla. Tidak dipublikasikan. Daftar Pustaka