e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN IMPLEMENTASI LAPORAN KEUANGAN BERBASIS SAK - ETAP SENTRA UMKM KAWASAN WISATA RELIGI DI JAWA TIMUR Aminatuzzuhro Univeristas Wijaya Putra aminatuzzuhro@uwp. Abstrak Tujuan penelitian untuk membuktikan implementasi laporan keuangan berbasis SAK ETAP di Wisata Religi Wali Limo serta mengetahui kendala yang menghambat pelaksanaan dalam menyusun laporan keuangan. Metode yang sesuai untuk permasalahan ini metode kualitatif paradigma interpretif pendekatan fenomenologi. Sampel terpilih 50 orang dengan pertimbangan tertentu . urposive-samplin. yang terdiri dari sentra UMKM yang meliputi kawasan religi Surabaya 20 orang. Kawasan kota Gresik 8, kota Lamongan 8 orang dan Tuban 14 orang. Data dikumpulkan dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara dan kuisioner tertutup. Para pelaku UMKM difokuskan pada informan yang memiliki omzet mulai 50 juta Ae 300 juta. Hasil penelitian para pelaku sentra UMKM belum maksimal dalam mengimplemntasikan SAK ETAP, dengan temuan sebagian besar 89 persen belum yang menerapkan SAK-ETAP dalam menyusun laporan keuangan,sebagian kecil 11 persen sudah melakukan pembukuan akuntansi namun belum sepenuhnya menerapkan SAK ETAP. Mayoritas para pelaku sentra UMKM belum menerapkan SAK ETAP karena pelaku sentra UMKM wisata religi Jawa Timur merasa kesulitan dengan proses akuntansi apalagi di batasi dengan pengetahuan dan kemampuan bidang akuntansi setiap individu. Selain pengetahuan UMKM tidak memiliki keahlian khusus dalam pencatatan akuntansi. Kendala dalam pelaksanaan SAK ETAP dikarenakan pemberian informasi dan sosialisasi serta pemahaman pengusaha terkait SAK ETAP ini. pemberian informasi dan sosialisasi masih belum efektif dalam mencapai target yang diinginkan. Implikasi dari peenelitian ini diperlukan perhatian pihak-pihak terkait seperti pemerintah , instansi swasta dan perguruan tinggi terutama akademisi. Para UMKM dapat dijadikan obyek mitra binaan, kegiatan pengabdian masyarakat serta aplikasi dari kegiatan CSR perusahaan. selama ini Kata Kunci : Laporan Keuangan. SAK-ETAP. UMKM. Pendahuluan Sejak lama salah satu tradisi masyarakat Indonesia adalah wisata religi, khususnya lawatan AuWali Songo atau Wali Limo Ay yang tersebar di seluruh Jawa. Makam Wali Limo Jawa Timur meliputi Sunan yang terdiri Bonang. Drajad. Mullana Malik Ibrahim. Giri dan Ampel, dengan rata-rata 6. 500 pengunjung setiap tahun. Potensi wisata jenis ini juga mendorong berkembangnya sentra UMKM di kawasan wisata religi, namun kontribusinya terhadap nilai ekonomi masyarakat belum optimal. Ini adalah masalah klasik pusat UMKM, yaitu kualitas orang dan sumber daya Potensi besar UMKM seringkali terkendala masalah permodalan dalam pengembangan usaha. Padahal, ada program pemerintah untuk pembiayaan UMKM, salah satu program tersebut adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tahun 2020 jumlah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN UMKM di Jawa Timur sebanyak 7. 652 unit dan terdapat peningkatan UMKM dari tahun 2017-2018 sebesar 2,02%. UMKM berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sekitar 97% Besarnya jumlah UMKM tersebut mencerminkan besarnya potensi yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan bagi UMKM untuk dapat lebih kontribusi positif terhadap upaya penanggulangan masalah ekonomi dan sosial di Indonesia. Fokus penelitian Ramdani et al. , . bahwa UMKM belum menerapkan SAK-ETAP, sedangkan (Rudiantoro & Siregar, 2. fokus penyelidikan mengenai kualitas laporan keuangan ternyata ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap pentingnya akuntansi dan informasi keuangan bagi usaha kecil, menengah dan mikro. (Haller & Eierle, 2. membuktikan ada pengaruh positif ukuran pada keterlibatan UKM di Ghana membahas relevansi masalah akuntansi (Cziryky et al. , 2. memfokuskan UMKM di Kroasia masalah faktor-faktor yang menyebabkan belum maksimal menyalurkan pinjaman. Dari penelitian-penelitian sebelumnya di atas, peneliti berharap dapat membuktikan bahwa UMKM Jawa Timur fokus dalam menerapkan pelaporan keuangan berbasis SAK ETAP. Berdasarkan penelitian sudah dilakukan membahas laporan keuangan berbasis SAK-laporan keuangan yang digunakan dalam aplikasi SAK ETAP UMKM menghasilkan informasi akuntansi untuk keputusan permodalan . ermohonan kredi. Namun, sesuai dengan situasi aktual di Jawa Timur, sebagian besar dari para usaha besar, kecil, mikro dan menengah gagal menyusun financial statement sesuai standar. Dengan kondisi seperti itu, meskipun dengan adanya SAK ETAP memudahkan UMKM untuk menjalani proses menyusun laporan keuangan, oleh karena itu, dalam penelitian ini mengungkap bagaimana implementasi dan kendala penerapan SAK-ETAP dalam pecatatan financial statement sentra UMKM wisata religi Jawa Timur. Tinjauan Pustaka Pengerian UMKM Pengertian UKM telah dijelaskan dalam UU No. 20 Tahun 2008, yang mengartikannya sebagai perusahaan perseorangan atau kelompok masyarakat. Usaha kecil, menengah dan mikro dibagi menjadi tiga kategori: mikro, menengah dan kecil, masing-masing dengan interpretasi hukum. Tidak menurut UU. Keputusan No. Tahun 2008, apabila suatu perusahaan mikro, kecil, atau menengah dimiliki oleh orang individu atau badan hukum yang memenuhi standar, maka sebagai usaha ekonomi produktif dapat menghasilkan keuntungan atau kekayaan komersial sendiri. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Menurut No. 20 Tahun 2008 tentang usaha kecil, menengah dan mikro, mereka dapat dibagi menjadi tiga jenis berikut (Hardono et al. , 2. Usaha mikro merupakan usaha produktif milik orang individu maupun badan usaha individu memiliki aset Ae 50. 000 dan Omzet maximal sebesar Rp. ) Usaha kecil merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orng individu maupun badan usaha, dengan ketentuan bukan anak perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi memiliki Aset maksimal sebesar Rp. 000 dan Omzet maximal sebesar Rp. ) Usaha Menengah merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh individu maupun badan usaha bukan merupakan anak perusahaan dimiliki, dikuasai, dengan usaha kecil atau usaha besar yang memenuhi ketentuan memiliki Aset maximal sebesar 2. 000 dan Omzet maksimal sebesar Rp. Laporan Keuangan SAK -TAP (Suherli & Harahap, 2. mencatat bahwa laporan keuangan adalah produk dan hasil akhir dari proses akuntansi sehingga memberikan bahan informasi bagi pengguna sebagai hasil akhir proses pengambilan keputusan. Selain memberikan informasi kepada pengguna, laporan keuangan juga merupakan sistem pertanggungjawaban atas usaha yang dijalankan oleh pemiliknya. Peran Akuntansi bagi UKM Informasi akuntansi memegang peranan penting dalam mencapai keberhasilan usaha, bahkan untuk usaha kecil sekalipun. (William, 2. SAK ETAP meupakan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) digunakan oleh Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP), yaitu entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan. menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum . eneral purpose financial statemen. bagi pengguna eksternal. SAK ETAP merupakan SAK yang berdiri sendiri dan tidak mengacu pada SAK umum, terutama berdasarkan konsep biaya perolehan. mengatur transaksi yang dilakukan oleh ETAP. bentuk regulasi yang lebih sederhana dalam istilah akuntansi dan relatif tidak berubah selama beberapa tahun. SAK memiliki karakteristik sebagai berikut: Stand alone accounting standard. idak mengacu ke SAK Umu. Mayoritas menggunakan historical cost concepts. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Fokus transaksi yang umum dilakukan Usaha Kecil dan Menengah Pengaturan lebih sederhana dibandingkan SAK Umum. Alternatif yang dipilih adalah alternatif yang paling sederhana. Penyerdehanaan recognition dan measurement Pengurangan disclosure Tidak akan berubah selama beberapa tahun. Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan Paradigma Interpretif pendektan paradigma non positivisme. Pendekatan alternatif ini fokus pada peranan bahasa, interpretasi dan pemahaman dalam ilmu social serta pendekatan Fenomonologi. Penelitan ini mendalami dengan informan secara langsung dan observasi terhadap subyek yang diteliti yaitu pelaku usaha sentra UMKM kawasan wisata religi serta dilibatkan secara langsung sebagai informan, tempat dan aktivitasnya, agar mampu mengungkap secara lengkap dengan informan. Teknik Pengumpulan Data Tujuan utama penelitian adalah menginginkan data yang yng akurat. Proses pengumpulan data dilapangan menggunakan teknik wawancara, dokumentasi, dan pengamatan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. (Buckeridge et al. , 2. Cara yang tepat menurut peneliti dengan pengaturan alamiah . atural settin. yaitu cara mengumpulksn data dari informan yang relevan. Untuk memperoleh data Teknik pengumpulan diperoleh tiga tahap yaitu: Observasi yaitu pengamatan secara langsung terkait pencatatan transaksi keuangan dan laporan keuangan UMKM kawasan wisata religi, sehingga dapat diperoleh gambaran secara alami tanpa intervensi. Dokumentasi yaitu Pengumpulan dokumen yang di miliki pelaku usaha atau dokumen lainnya yang relevan dengan keperluan data secara tertulis. Wawancara yaitu pengumpulan data guna memperoleh informasi penting lainnya dan dilanjut melalui wawancara lebih mendalam agar dapat menggali informasi dengan narasumber dengan menggunakan kuesioner tertutup. Obyek dan NaraSumber (Sugiyono, 2. menjelaskan Obyek penelitian dengan cara situasi sosial yang meliputi tiga elemen yaitu tempat, pelaku dan aktivitas. obyek penelitian yang dipilih Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN adalah pelaku UMKM kawasan wisata religi yang terdiri makam Sunan-sunan yaitu Ampel. Maulana Malik Ibrahim. Giri. Drajad dan Sunan Bonang. Objek penelitian sebanyak UMKM peserta di kawasan wisata religi yaitu makam Sunan-sunan yang teridiri sunan Ampel. Maulana Malik Ibrahim. Giri. Drajad dan Sunan Bonang. Narasumber . adalah bagian yang relevan dari objek Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan kualitas narasumber untuk memastikan valid/tidak data yang dibutuhkan. Kualitas narasumber ditetapkan oleh sampel sumber data, yaitu bagaimana memilih nara sumber yang tepat dan berkualitas akan mengungkapkan data yang dibutuhkan oleh pelaku komersial di kawasan wisata religi di Jawa Timur. Sampel Sumber Data Sumber data adalah bagian yang akan diamati dan digali informasinya. Sampel sumber data adalah proses pemilihan sumber data yang efektif, yaitu bagaimana menunjuk siapa yang akan menjadi sumber data. dan responden dianggap tepat untuk memahami kondisi sosial yang diamati. Pengambilan sampel sumber data dilakukan melalui pengambilan sampel yang disengaja, dan pemilihannya memiliki pertimbangan dan tujuan tertentu. Sampel yang dipilih terdiri dari 50 orang, dengan pertimbangan tertentu . ntentional samplin. untuk mencerminkan karakteristik sentra UMKM, diantaranya 20 orang di kawasan Sunan Ampel, 6 orang di Sunan Giri, dan 2 orang di Sunan Mullana Malik Ibrahim, 14 orang. di Sunan Bonang dan 8 orang di Sunan Drajad. Teknik Analisis Data Langkah-langkah analisis yang dilakukan yaitu : . Mengkategorikan data jenis usaha sentra UMKM melalui wawancara semi terstruktur. Mengidentifikasi UMKM yang telah melakukan pencatatan dan pelaporan akuntansi 3,)Menganalisis kendala-kendala yang ditemui UMKM yang dialami dalam penerapan akuntansi berbasis SAK-ETAP . Mengolah data yang diperoleh dan memunculkan kesimpulan secara menyeluruh berdasarkan fakta. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut UU No 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Perpajakan (KUP). Pembukuan adalah proses pencatatan data dan informasi keuangan yang meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa yang dilakukan secara teratur yang diakhir dengan menyusun laporan keuangan. Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM juga Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN memandang perlu kepada semua UMKM untuk menyelenggarakan laporan keuangan, dengan maksud laporan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak internal ataupun eksternal. Perkiraan menunjukkan bahwa sebagian besar 95 persen perusahaan di seluruh dunia adalah UKM, dan perusahaan ini menyumbang sekitar 60 persen dari pekerjaan sektor swasta (Chowdhury & Chowdhury, 2. Berdasarkan pengamatan dilapangan UMKM difokuskan pada UMKM yang beromzet 50-300 juta. Amatan ke 50 orang dengan pertimbangan tertentu . ntentional samplin. untuk mencerminkan karakteristik UMKM Center, antara lain 20 orang dari kawasan Ampere di Sunan, 6 orang dari Giri di Sunan, 2 orang dari Maulana Malik Ibrahim di Sunan, dan 14 orang dari Bonan. di Sunan Dan Sunan Dragjad 8 orang. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam dengan ketua paguyuban dan pelaku usaha, dapat ditentukan beberapa kajian pokok, antara lain: . jenis usaha dan . pelaksanaan pembukuan usaha kecil dan menengah. Kuesioner menggunakan skala pengukuran Guttmann, yaitu skala pengukuran yang dirancang untuk memperoleh jawaban positif dari responden dengan menjawab Auya atau tidakAy untuk setiap butir pertanyaan dalam kuesioner. 50 jawaban setuju AuyaAy responden akan dibagi menjadi tiga kategori: . jika jawabannya AuyaAy, kategori rendah adalah 34%, . jika jawabannya AuyaAy antara 35% dan 68%. Merupakan kategori sedang, dan . Jika jawabannya AuyaAy termasuk kategori tinggi 69% 100. Menurut pantauan situs pelaku UMKM Pusat Wisata Religi Jatim, telah menyusun laporan keuangan, hanya berdasarkan 11% tetapi tidak menurut SAK ETAP 89%, peserta UMKM adalah tidak tercatat sampai dengan laporan keuangan Akuntansi yang masih sangat rendah. Tentang SAK ETAP dan kurangnya sumber daya manusia yang belum memahami isi SAK ETAP. Jadi sedikitnya orang pengguna SAK ETAP mengaku kesulitan memahami SAK ETAP karena pelatihan sebelumnya bukan ekonomi atau akuntansi. Mengingat tahun 2009. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah menyetujui SAK ETAP dan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2011. Diharapkan dapat memudahkan penggunaan standar ini oleh UMKM untuk penyusunan laporan keuangan yaitu entitas tanpa tanggung jawab publik, entitas tanpa tanggung jawab publik utama, dan entitas yang menyampaikan laporan keuangan umum kepada pengguna eksternal. Bagi usaha kecil, menengah, dan mikro yang sudah melakukan pelaporan keuangan, pengusaha muda yang telah memahami pentingnya pembukuan dan laporan keuangan untuk pembangunan berkelanjutan perusahaan telah mengambil posisi kepemimpinan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Prosedur Pencatatan Akuntansi UMKM Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tidak Bertanggung Jawab Publik (SAK ETAP) dirancang guna memenuhi kebutuhan entitas yang tidak memiliki tanggung jawab publik yang signifikan. Selain itu, membantu menciptakan standar akuntansi yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM karena lebih simple dan mudah dikerjakan bila dibandingkan SAK umum. Yang mendasar dan terpenting dalam melaksanakan SAK ETAP adalah pemahaman yang baik tentang SAK ETAP. Pengertian SAK ETAP sangat kuat kaitannya dengan proses pemberian informasi dan sosialisasi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa usaha kecil, menengah dan mikro pusat wisata religi tidak menyimpan buku harian atau pembukuan dalam register transaksi bisnis, dan konten utama yang disajikan hanya catatan pemasukan tunai dan penjualan tunai. Dan membuat catatan berdasarkan pemahaman masing-masing manajer. Jika arus kas masuk lebih besar dari penarikan, itu berarti untung. Minimnya materi akuntansi untuk pelaporan keuangan sebagai pelaku UMKM biasanya diawali dengan keengganan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi. (Jati et al. , 2. Dikatakannya, saat ini sebagian besar usaha kecil, menengah, dan mikro masih belum memiliki pembukuan dan laporan pembukuan yang memadai. Usaha kecil, menengah dan mikro, masih sulit untuk menerapkan buku besar untuk mempesiapkan laporan keuangan yang kaya informasi. Hal ini disebabkan oleh kurang mampunya pengetahuan akuntansi, kompleksitas prosedur akuntansi, dan anggapan bahwa laporan keuangan tidak hakiki bagi bisnis. Peserta UMKM mengaku kesulitan memahami SAK ETAP karena pelatihan yang diberikan sebelumnya bukan bidang ekonomi atau akuntansi, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami penjelasan dalam sosialisasi. Menurut (Stoll & Ha-Brookshire, 2. untuk sukses, dengan menerima pemberian modal bisnis untuk mempertahankan pertumbuhan dan perkembangan alam. Hal ini UMKM yang mengikuti pertumbuhaan dan perkembangan secara fenomena yang terus berkembang harusnya UMKM mengalami perubahan juga untuk melakukan inovasi produk, pengelolaan manajemen. Yang tidak kalah penting melakukan pencatatan pembukuan sesuai SAK ETAP. Para pelaku umkm akan mendapatkan manfaat serta dampak yang positif. Manfaat yang sangat dominan adalah para pelaku umkm dapat menerapkan SAK ETAP para pelaku mampu menyediakan laporan keuangan yang dgunakan dalam pengajuan kredit guna pengembangan usaha. Dampak yang khusus bagi para UMKM setlah menerapkan SAK ETAP para pelaku umkm sudah mengikuti aturan pememrintah serta ketentuan pihak perbankan pada saat pengajuan dana KUR sehingga para pelaku pada saat mengajukan kredit tidk ada hambatan dalam laporan laporan keuangan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Pemahaman mengenai SAK ETAP Standar Akuntansi Keuangan Entitas Non Akuntansi (SAK ETAP) adalah standar yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia untuk mikro usaha kecil dan menengah yang diformulasikan untuk semua entitas usaha untuk menyediakan laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Manfaat penerapan SAK ETAP pada UKM adalah untuk mendorong perkembangan usaha dan berupaya meyakinkan masyarakat bahwa usaha yang dijalankan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu metode akuntansi untuk bisnis adalah menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Karena ketika menyajikan laporan keuangan sesuai standar , pemilik akan membantu memperoleh berbagai kemudahan, seperti penentuan investasi, dan pengembangan inovasi produk ke depan. Pengusaha yang baru mendirikan usaha akan lebih mudah memahami SAK ETAP. Ketika perusahaan baru berdiri, para pengusaha akan terpacu untuk lebih semangat mencari informasi dan metode untuk mengembangkan usahanya di masa depan. Para pelaku umkm baru di dominasi anak muda yang sudah disiapkan dengan baik. Kesiapan para pengusaha muda mulai dari pengeloaan manajemen, pemasaran dll. Berdasarkan hasil penelitian, bagi pengusaha yang baru memulai usaha, pemahaman tentang SAK ETAP akan lebih mudah karena pengusaha muda sudah memahami betapa bermafaatnya laporan keuangan bagi keberlanjutan usaha. Para pelaku usaha muda Ketika perusahaan baru berdiri ditunjang dengan cannghnya IT yg memudahkan dalam melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan. Para pengusaha akan terpacu untuk lebih giat mencari informasi dan metode untuk mengembangkan usahanya di masa depan. Kendala UMKM sentra wisata religi di Jawa Timur di fokuskan pada implementasi penggunaan SAK ETAP bagi para pelaku sentra umkm. Hasil wawancara dari informan tentang laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP ada beberapa alasan bagi para pelaku untuk tidak menerapkannya. Pertama , para pelaku umkm kesulitan untuk dilakukan dan membutuhkn waktu yang agak lama. Ini dikarenakan para pelaku tidak mempunyai pengetahuan dan pengalaman bidang akuntansi. Mayoritas pelaku sentra umkm wisata religi pada usia 40 Ae 60 tahun dan sebagian kecil umkm usia muda 20-40 UMKM dengn kelas kecil dan menengah di dominasi pengusaha muda mereka sudah faham dan mengerti betapa pentinganya laporan keuangan bagi sebuah usaha. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN Namun demikian, masih terdapat pengelola sentra kecil, menengah dan mikro yang belum mendaftarkan secara terpisah kepentingan pribadi dan kepentingan komersial. Sebagian besar para pelaku juga percaya bahwa tanpa pencatataan usaha mereka masih tetap bisa survive sampai saat ini. Selain itu, ada peserta Usaha Kecil. Menengah, dan Mikro sebagian besar belum mengikuti pelatihan akuntansi yang diselenggarakan oleh pemerintah, akademis atau instansi non pemerinta atau badan yang membawahi usaha kecil, menengah dan mikro. Sistem pencatatan akuntansi yang diterapkan oleh UMKM Center yaitu masih menggunakan pencatatan yang sangat Pencatatan dilakukan para pelaaku umkm hanya sebatas pengeluaran dan pemasukan uang. Mindset para pelaku apabila terjadi selisih dianggap keuntungan / Perusahaan dengan skala yang menengah dan mempunyai sejarah lebih panjang belum tentu memiliki pemahaman yang lebih baik. Bagi pengusaha muda yang baru memulai usahanya akan lebih mudah mempelajari SAK ETAP. Setelah berdirinya usaha baru bagi pengusaha muda akan terpacu untuk semangat mencari informasi ,metode, cara untuk memperluas usahanya di masa yang akan datang. Fakta didukung (Rudiantoro & Siregar, 2. Hasil investigasi ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan, sedangkan durasi perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap pengetahuan pengusaha terhadap isi SAK ETAP. Fakta ini terjadi para umkm wisata religi Jawa Timur rata-rata usaha yang sudah dijalani rata-rata antara 5 Ae 10 tahun bahkan ada yang hampir 25 tahun. Artinya usaha yang dilakukan tanpa membuat laporan keuangan bisa survive. Kesimpulan Pengelola sentra UMKM wisata religi Wali Limo Jawa Timur meliputi Surabaya. Gresik, lamongan dan Tuban. Para pelaku sentra UMKM difokuskan pada usaha kecil yang mendapatkan omzet rata-rata 50 Ae 300 juta. Hasil wawancara dan amatan di lokasi sebagian besar 89 persen belum maksimal menerapkan SAK ETAP dalam menyusun laporan keuangan, karena pelaku sentra UMKM wisata religi Jawa Timur merasa kesuitan dalam menerapkan serta memerlukan biaya dan waktu yang panjang. Para pelaku sentra UMKM hampir sebagian besar tidak memiliki kemampuan khusus dalam bidang akuntansi dan pelaku sentra umkm berasumsi bahwa pencatatan yang dilakukan sudah memenuhi dan sesuai dengan Sebagian kecil pelaku sentra UMKM wisata religi Surabaya. Gresik dan Tuban mencatat arus kas masuk dan arus keluar dari penjualannya sesuai pemahaman masing-masing. Sebagian besar tidak ada perkiraan biaya tenaga kerja untuk Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Widya Kartika Surabaya e-Jurnal Kewirausahaan Volume 4 Nomor 2 Oktober 2021 E-ISSN mendapatkan keuntungan aktual, diasumsikan bahwa mereka bekerja sendiri dan bersama keluarga mereka. Keadaan UMKM wisata religi ini memerlukan perhatian dari pemangku kepentingan terkait . emerintah, akademisi dan perusahaa. , hingga saat ini penyediaan dan penyebaran informasi belum dapat secara efektif mencapai tujuan yang diharapkan. Kelompok mikro mungkin memerlukan standar akuntansi yang jauh lebih sederhana daripada SAK ETAP. Keterbatasan Penelitian ini hanya di lakukan di Wali Limo Jawa Timur, untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dapat dilanjutkan sampai ke Wali Songo. Informan yang dijadikan sampel penelitian terdiri dari perusahaan dengan skala menengah, kecil, dan mikro, yang memiliki karakteristik yang berbeda. Penelitian selanjutnya dapat fokus melakukan penelitian di perusahaan dengan skala kecil dan Implikasi Para UMKM sebagain besar 89 % masih belum mengetahui, memahami dan melaksanakan aktivitas proses pencatatan akuntansi berbasis SAK ETAP maka masih di perlukan peranan para akademisi, instansi pemerintah maupun swasta. Peran akademik bisa diwujudkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, sedangkan untuk instansi pemerintah maupun swasta dpat diterpakan tanggung jawab perusahah (CSR). Kegiatan yang masih dibutuhkan pelatihan dan pendampingan secara kontinue. Dengan demikian para umkm di sentra wisata religi khususnya dapat dijadikan mitra DAFTAR PUSTAKA